Anda di halaman 1dari 15

PEDOMAN PEMBELAJARAN TEMATIK MI ASSAIDIYYAH CIPANAS A.

Latar Belakang Pemerintah telah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Berdasarkan undang-undang Sistem Pendidikan Nasional digunakan sebagai tersebut, kebijakan-kebijakan umum pedoman yang dapat pelaksanaan pembelajaran di kelas awal

adalah bahwa setiap anak mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Anak berhak mendapatkan pelayanan pendidikan agar dapat mengembangkan bakat, minat dan kemampuan yang dimilikinya; termasuk anak yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual dan atau sosial. Implikasi bagi guru dan pihak sekolah dituntut untuk dapat memberikan pendidikan yang bermutu agar bakat, minat dan kemampuan anak dapat berkembang dengan baik. Sekolah dituntut untuk menyelenggarakan pendidikan yang dapat mengembangkan budaya membaca, menulis dan berhitung pada anak didik (pasal 4 dan 5). Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional pasal 51 ayat 1 menyebutkan bahwa: pengelolaan satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar dan pendidikan menengah dilaksanakan berdasarkan standar pelayanan minimal dengan prinsip manajemen berbasis sekolah. Peningkatan kualitas pendidikan dan pembelajaran dapat dilakukan dengan tiga hal, yaitu: 1. Melakukan manajemen yang transparan, partisipatif, dan akuntabel; 2. Melaksanakan menyenangkan, 3. Meningkatkan peran serta masyarakat. Dunia anak adalah dunia nyata, untuk itu pembelajaran yang dilakukan di kelas awal harus aktual, dekat dengan dunia anak, dekat dengan lingkungan alamiah yang dialami anak, dan dilakukan dalam suasana yang menyenangkan. Dalam kehidupan sehari-hari, anak tidak pernah melihat adanya hal yang terpisah-pisah satu sama lain, sehingga dalam melaksanakan pembelajaran di kelas awal, pembelajaran lebih berhasil kalau dapat menggabungkan kajian beberapa mata pelajaran dalam satu ikatan tema. Peserta didik yang berada pada sekolah dasar kelas satu, dua, dan tiga berada pada rentangan usia dini. Pada usia tersebut seluruh aspek perkembangan kecerdasan seperti IQ, EQ, dan SQ tumbuh dan berkembang sangat luar biasa. Pada umumnya tingkat perkembangan masih melihat segala 1 pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan

sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) serta mampu memahami hubungan antara konsep secara sederhana. Proses pembelajaran masih bergantung kepada objek-objek konkrit dan pengalaman yang dialami secara langsung. Saat ini, pelaksanaan kegiatan pembelajaran di MI kelas I III untuk setiap mata pelajaran dilakukan secara terpisah, misalnya IPA 2 jam pelajaran, IPS 2 jam pelajaran, dan Bahasa Indonesia 2 jam pelajaran. Dalam pelaksanaan kegiatannya dilakukan secara murni mata pelajaran yaitu hanya mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang berhubungan dengan mata pelajaran itu. Sesuai dengan tahapan perkembangan anak yang masih melihat segala sesuatu sebagai suatu keutuhan (holistic), pembelajaran yang menyajikan mata pelajaran secara terpisah akan menyebabkan kurang mengembangkan anak untuk berpikir holistik dan membuat kesulitan bagi peserta didik. Permasalahan menunjukkan bahwa kesiapan bersekolah sebagian besar peserta didik kelas awal sekolah dasar cukup rendah. Sementara itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik yang telah masuk Taman Kanak-Kanak memiliki kesiapan bersekolah lebih baik dibandingkan dengan peserta didik yang tidak mengikuti pendidikan Taman Kanak-Kanak. Selain itu, perbedaan pendekatan, model, dan prinsip-prinsip pembelajaran antara kelas satu dan dua madrasah ibtidaiyah dengan pendidikan pra-sekolah dapat juga menyebabkan peserta didik yang telah mengikuti pendidikan pra-sekolah pun dapat saja mengulang kelas atau bahkan putus sekolah. Atas dasar pemikiran di atas dan dalam rangka implementasi Standar Isi yang termuat dalam Standar Nasional Pendidikan, maka pembelajaran pada kelas awal sekolah di MI Assaidiyyah Cipanas yakni kelas satu, dua, dan tiga dikelola dalam pembelajaran terpadu melalui pendekatan pembelajaran tematik. Implementasi pembelajaran tematik memberikan banyak keuntungan, di antaranya : 1. siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu; 2. siswa mampu mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar mata pelajaran dalam tema yang sama; 3. pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan; 4. kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa; 5. siswa mampu lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas; 2

6. siswa lebih bergairah belajar karena dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, untuk mengembangkan suatu kemampuan dalam satu mata pelajaran sekaligus mempelajari mata pelajaran lain; dan 7. guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara tematik dapat dipersiapkaan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan, waktu selebihnya dapat digunakan untuk kegiatan remedial, pemantapan, atau pengayaan. Implementasi pembelajaran tematik, menuntut kemampuan yang optimal bagi guru karena kurikulum berbasis kompetensi atau standar isi juga memberi peluang bagi kepala sekolah, guru dan peserta didik untuk melakukan inovasi di sekolah berkaitan dengan masalah kurikulum, pembelajaran dan manajerial. Beberapa alasan penerapan pembelajaran tematik di MI Assaidiyyah Cipanas yaitu sebagai berikut : Keterbatasan kemampuan siswa kelas 1, 2 dan 3 dalam memahami konsep yang abstrak seperti matematika, IPA, IPS, Bahasa, dan seterusnya. Pembelajaran dimulai secara kontekstual, sehingga diberikan tema yang telah diketahui oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari. B. Tujuan Tujuan penyusunan dokumen model pengembangan silabus tematik pada kelas awal Sekolah di MI Assaidiyyah Cipanas adalah sebagai berikut: 1. Memberikan pengetahuan dan wawasan tentang pembelajaran tematik. 2. Memberikan pemahaman kepada guru tentang pembelajaran tematik yang sesuai dengan perkembangan peserta didik kelas awal Sekolah Dasar. 3. Memberikan keterampilan kepada guru dalam menyusun perencanaan, melaksanakan dan melakukan penilaian dalam pembelajaran tematik. 4. Memberikan wawasan, pengetahuan dan pemahaman bagi pihak terkait, sehingga diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap kelancaran pelaksanaan pembelajaran tematik C. Ruang Lingkup Ruang lingkup pengembangan pembelajaran tematik meliputi seluruh mata pelajaran pada kelas I - III MI Assaidiyyah Cipanas, yaitu: Pendidikan Agama, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Pendidikan Kewarganegaraan, Ilmu Pengetahuan Sosial, Seni Budaya dan Keterampilan, serta Pendidikan Jasmani,Olahraga dan Kesehatan. 3

D. Pengertian Pembelajaran Tematik Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang dirancang berdasarkan tema-tema tertentu. Dalam pembahasannya tema itu ditinjau dari berbagaimata pelajaran. Sebagai contoh, tema Air dapat ditinjau dari mata pelajaran fisika, biologi, kimia, dan matematika. Lebih luas lagi, tema itu dapat ditinjau dari bidang studi lain, seperti IPS, bahasa, dan seni. Pembelajaran tematik menyediakan keluasan dan kedalaman implementasi kurikulum, menawarkan kesempatan yang sangat banyak pada siswa untuk memunculkan dinamika dalam pendidikan. Unit yang tematik adalah epitome dari seluruh bahasa pembelajaran yang memfasilitasi siswa untuk secara produktif menjawab pertanyaan yang dimunculkan sendiri dan memuaskan rasa ingin tahu dengan penghayatan secara alamiah tentang dunia di sekitar mereka. Pendekatan tematik adalah cara pengemasan pelajaran dalam sebuah tema ketimbang mata pelajaran. Sebuah tema bisa memuat beberapa bidang keahlian yang dipelajari. Hasil akhir bukanlah hal yang utama melainkan pemaparan, pembukaan cakrawala. Kemampuan yang diperoleh oleh anak bisa jadi beragam, tidak harus sama pada setiap anak. Keunikan masing-masing anak harus dihargai. Beberapa anak mungkin bisa membaca lebih dahulu dari anak lain dan itu tidak apa-apa. Setiap anak tidaklah harus menempuh jalur yang sama dalam mempelajari sesuatu. Pendekatan tematik adalah sebuah cara untuk tidak membatasi anak dalam sebuah mata pelajaran dalam mempelajari sesuatu. Misalnya, sambil belajar menyanyi seorang anak belajar alfabet. Atau sambil belajar mengenal hewan ia juga belajar mewarnai. Belajar mengenal tumbuhan liar dilakukan sambil hiking. Belajar banyak hal sekaligus dalam satu tema besar melatih anak untuk mengaitkan apa yang telah dipelajarinya menjadi sebuah gambar besar yang utuh. Selain itu kebosanan anak akan suatu mata pelajaran dapat dikurangi karena banyaknya variasi. Mungkin seorang anak tidak suka berhitung, tetapi karena berhitung dikemas dalam sebuah permainan, sang anak jadi tertarik pada permainannya. Kebebasan berekspresi anak juga lebih mendapat tempat. Beberapa contoh tema yang dapat diberikan adalah (1) Pada jaman dahulu kala, (2) Indonesia Tanah Airku, (3) Aku dan alam sekitarku, (4) Aku dan duniaku, (5) Aku suka, (6) Angka ajaib dan huruf ajaib.

Pada jaman dahulu kala adalah sebuah kemasan tematik untuk mempelajari segala sesuatu pada masa lalu, sejarah dalam arti luas. Tema ini bisa saja diisi dengan mendongeng yang memang biasanya dimulai dengan frase Pada jaman dahulu kala. Selain itu ia juga bisa diisi dengan biografi tokoh ternama, bahkan belajar membuat api dengan daun kering dan batu api. Kombinasi dengan lagu juga bisa, misalnya menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini sambil melihat foto, dokumenter dan belajar riwayat hidupnya. Indonesia Tanah Airku adalah tema yang ditujukan untuk

menumbuhkan identitas anak sebagai seorang Indonesia. Tema ini bisa diisi dengan menyanyikan lagu-lagu wajib dan lagu-lagu daerah misalnya. Geografi yang disertai gambar ataupun film dokumenter seperti Serial Anak Seribu Pulau akan sangat membantu. Aku dan alam sekitarku adalah kemasan tematik untuk belajar ilmu alam. Anak bisa diajak untuk belajar membuat herbarium dan mengumpulkan serangga. Kesadaran akan ekologi bisa ditumbuhkan dengan dini dengan kegiatan mengumpulkan sampah dan daur ulang. Bahkan acara memasak bisa dijadikan sebuah ajang untuk belajar tentang larutan dan titik didih air. Berkebun dengan tutor seorang petani setempat akan sangat mengasyikan. Belajar mengenal ikan yang dikemas sambil memancing juga dapat menjadi selingan yang kesegaran. Aku dan duniaku diharapkan mengembangkan kesadaran anak akan keberadaan dirinya sebagai anggota masyakat dan warga dunia. Kegiatan seperti menyusun silsilah keluarga bisa menjadi sebuah kegiatan yang mengasyikan. Mereka bisa belajar mewawancarai sejak dini. Pengenalan budaya luar, baik budaya daerah lain maupun negara lain juga bisa menjadi sebuah pilihan. Budaya antri dan minta maaf juga bisa dimasukkan secara implisit. Aku suka adalah sebuah tema bebas yang telah disepakati bersama. Tanda titik-titik tersebut bisa diisi dengan apa saja. Tema ini dapat diberikan seminggu sekali. Bila tidak ada kata sepakat, pemungutan suara dapat dilakukan misalnya, sambil melatih demokrasi dan menghargai pendapat orang lain.

Angka ajaib dan huruf ajaib adalah kemasan untuk berhitung dan membaca. Kemampuan guru untuk mencari cara yang kreatif akan sangat menentukan keberhasilan pengajaran dalam tema ini. Bermain pasar-pasaran bisa dijalankan untuk belajar berhitung. Pendekatan belajar bahasa yang terlalu menonjolkan gramatika perlu ditinggalkan digantikan dengan penguasaan kosa kata. Kosa kata baru bisa membuka dunia anak ke hal-hal yang baru. Dari contoh-contoh di atas terlihat beberapa benang merah: (1) kegiatan di luar kelas cukup banyak, (2) kreativitas guru sangat diharapkan, (3) tidak ada buku pelajaran yang bisa dijadikan sebagai acuan, sumber diambil dari ensiklopedia maupun buku umum, (4) bukalah dunia baru kepada anak selebarlebarnya dan biarkan mereka menyerapnya. E. Keuntungan Pembelajaran Tematik bagi guru dan siswa a. Keuntungan pembelajaran tematik bagi guru antara lain adalah sebagai berikut: 1. Tersedia waktu lebih banyak untuk pembelajaran. Materi pelajaran tidak dibatasi oleh jam pelajaran, melainkan dapat dilanjutkan sepanjang hari, mencakup berbagai mata pelajaran. 2. Hubungan antar mata pelajaran dan topik dapat diajarkan secara logis dan alami. 3. Dapat ditunjukkan bahwa belajar merupakan kegiatan yang kontinyu, tidak terbatas pada buku paket, jam pelajaran, atau bahkan empat dinding kelas. Guru dapat membantu siswa memperluas kesempatan belajar ke berbgai aspek kehidupan. 4. Guru bebas membantu siswa melihat masalah, situasi, atau topik dari berbagai sudut pandang. 5. Pengembangan masyarakat belajar terfasilitasi. Penekanan pada kompetisi bisa dikurangi dan diganti dengan kerja sama dan kolaborasi. b. Keuntungan pembelajaran tematik bagi siswa antara lain adalah sebagai berikut: 1. Bisa lebih memfokuskan diri pada proses belajar, daripada hasil belajar. 2. Menghilangkan batas semu antar bagian-bagian kurikulum dan menyediakan pendekatan proses belajar yang integratif. 3. Menyediakan kurikulum yang berpusat pada siswa yang dikaitkan dengan minat, kebutuhan, dan kecerdasan; mereka didorong untuk 6

membuat keputusan sendiri dan bertanggung jawab pada keberhasilan belajar. 4. Merangsang penemuan dan penyelidikan mandiri di dalam dan di luar kelas. 5. Membantu siswa membangun hubungan antara konsep dan ide, sehingga meningkatkan apresiasi dan pemahaman. F. Kaitan Pembelajaran Tematik dengan Standar Isi Dalam kerangka dasar dan struktur kurikulum yang dikeluarkan Badan Standar Nasional Pendidikan, dijelaskan bahwa untuk kelas I, II, dan III SD/MI pembelajaran dilaksanakan melalui pendekatan tematik. Mata pelajaran yang harus dicakup adalah (1) pendidikan agama, (2) pendidikan kewarganegaraan, (3) bahasa Indonesia, (4) matematika, (5) ilmu pengetahuan alam, (6) ilmu pengetahuna sosial, (7) seni budaya dan keterampilan, dan (8) pendidikan jasmani, olah raga dan kesehatan. Dalam pembelajaran tematik, standar kompetensi dan kompetensi dasar yang termuat dalam standar isi harus dapat tercakup seluruhnya karena sifatnya masih minimal. Sesuai dengan petunjuk pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), standar itu dapat diperkaya dengan muatan lokal atau ciri khas satuan pendidikan yang bersangkutan. G. Cara Merancang Pembelajaran Tematik Pembelajaran tematik memerlukan perencanaan dan pengorganisasian agar dapat berhasil dengan baik. Ada lima hal yang perlu diperhatikan dalam merancang pembelajaran tematik, yaitu (1) memilih tema, (2) mengorganisir tema, (3) mengumpulkan bahan dan sumber, (4) merancang kegiatan dan proyek, dan (5) mengimplementasikan satuan pelajaran. 1. Memilih Tema Topik untuk pembelajaran tematik dapat berasal dari beberapa sumber. Inilah beberapa di antaranya : a. Topik-topik dalam kurikulum b. Isu-isu c. Masalah-masalah d. Event-event khusus e. Minat siswa f. Literatur 7

2. Mengorganisasikan Tema Pengorganisasian tema dilakukan dengan menggunakan jaringan topik, seperti contoh berikut ini : Agama IPA

Seni

Matematika

Air

Kewargane garaan

IPS Bahasa Indonesia

Olah raga

3. Mengumpulkan Bahan dan Sumber Pembelajaran tematik berbeda dengan pembelajaran berdasarkan buku paket tidak hanya dalam mendesain, melainkan juga berbagai bahan yang digunakan. Inilah beberapa sumber : a. Sumber-sumber yang tercetak b. Sumber-sumber visual c. Sumber-sumber literatur d. Artifac 4. Mendesain Kegiatan dan Proyek a. Integrasikan bahasa membaca, menulis, berbicara, dan mendengar. b. Hendaknya bersifat holistik. c. Tekankan pada pada pendekatan hands-on, minds-on. d. Sifatnya lintas kurikulum. 5. Mengimplementasikan Pembelajaran Tematik Beberapa kemungkinan implementasi: a. Lakukan pembelajaran tematik sepanjang hari, untuk beberapa hari. b. Lakukan pembelajaran tematik selama setengah hari untuk beberapa hari. c. Gunakan pembelajaran tematik untuk satu atau dua mata pelajaran. d. Gunakan pembelajaran tematik untuk beberapa mata pelajaran. e. Gunakan pembelajaran tematik untuk kegiatan lanjutan. 8

6. Pembelajaran Tematik Beranjak dari tema tertentu sebagai pusat perhatian untuk memahami konsep Menghubungkan berbagai mata pelajaran yang mencerminkan dunia anak Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan anak secara simultan Merakit dan menggabungkan sejumlah konsep beberapa mata pelajaran yang berbeda dengan harapan anak akan belajar dengan lebih baik dan bermakna 7. Kekuatan Pembelajaran Tematik 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Memberikan pengalaman dan KBM yg relevan dg tingkat perkembangan dan kebutuhan anak Menyenangkan, karena bertolak dari minat dan kebutuhan anak Hasil belajar dapat bertahan lama karena lebih berkesan dan Mengembangkan keterampilan berpikir anak sesuai dengan

bermakna permasalahan yg dihadapi Menumbuhkan keterampilan sosial dalam bekerja sama Memiliki sikap toleransi, komunikasi dan tanggap terhadap gagasan Menyajikan kegiatan yang bersifat pragmatis sesuai dg

orang lain permasalahan yg ditemui 8. Rambu Rambu Umum Membuat/memilih tema Melakukan analisis SK, kompetensi dasar indikator yang sesuai dengan tema dan membagi alokasi waktu Melakukan pemetaan hubungan SK, tema. Membuat jaringan indikator Melakukan penyusunan silabus Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) kompetensi dasar, indikator dengan

H. Rancangan Pembelajaran tematik di MI Assaidiyyah Cipanas adalah sebagai berikut : 1. Penggalian Tema Tidak terlalu luas, dapat digunakan untuk semua mata pelajaran Bermakna, artinya dapat memberikan bekal bagi siswa untuk belajar selanjutnya Disesuaikan dengan tingkat perkembangan psikologis anak Mampu mewadahi sebagian besar minat anak Mempertimbangkan peristiwa-peristiwa otentik Mempertimbangkan kurikulum yang berlaku dan harapan masyarakat Mempertimbangkan ketersediaan Contoh Tema Kelas 1 Semester I Aku dan Keluargaku Lingkungan Tempat Umum Alat Transportasi Alat Komunikasi Contoh Tema Kelas 2 Semester I Hidup Hemat Hak dan Kewajiban Anggota keluarga Tempat Umum Saling Menghormati Keperluan Manusia Lingkungan Kita Semester II Hewan dan Tumbuhan Pekerjaan Kejadian Sehari-hari Rekreasi Negara Indonesia Gejala Alam

Kebersihan, Kesehatan dan Keamanan

Semester II Hewan Tumbuhan Dokumen Keluarga Rekreasi Negara Gejala Alam

Contoh Tema Kelas 3 Semester I Norma Masyarakat Rumahku Kerjasama Lingkungan Desa dan Kecamatan Persatuan dan kesatuan Makhluk hidup

Semester II Aku anak Indonesia Kegiatan jual beli Peristiwa alam Harga diri Bhinneka Tunggal Ika Kekayaan alam Indonesia

10

2. Melakukan analisis SK, kompetensi dasar dan indikator yang sesuai dengan tema dan membagi alokasi waktu Kegiatan untuk melakukan analisis indikator, kompetensi dasar dan hasil belajar yang sesuai dengan tema dapat diorganisasikan sepenuhnya oleh sekolah. Dengan demikian kegiatan ini tidak perlu dilakukan secara tersendiri, tetapi dapat dilaksanakan bersamaan dengan penentuan jaringan indikator. 3. Melakukan pemetaan hubungan dengan tema Mengidentifikasi semua indikator dan kompetensi dasar dari semua mata pelajaran (Agama, BI, Matematika, Kewarganegaraan & Pengetahuan Sosial, Pengetahuan Alam, PSBK dan Penjas) Memasukkan hasil identifikasi ke dalam format (tabel) hubungan indikator dan kompetensi dasar ke dalam tema yang relevan Jika ada indikator dan kompetensi dasar yang tidak bisa dimasukkan ke dalam suatu tema, maka indikator dan kompetensi dasar tersebut dibuatkan atau dicarikan tema khusus dan disajikan tersendiri, baik oleh guru kelas maupun oleh guru mata pelajaran (terutama indikator dan kompetensi dasar Agama dan Penjas) Memasukkan semua indikator yang telah diidentifikasi ke dalam jaringan indikator. 4. Membuat Jaringan Indikator JARINGAN INDIKATOR
BAHASA INDONESIA
Membedakan berbagai bunyi/suara tertentu secara tepat Menyebutkan data diri (nama, kelas, sekolah dan tempat tinggal) dg kalimat sederhana

SK, kompetensi dasar, indikator

AGAMA AGAMA

PENGETH. ALAM

Memberi makna pada hasil pengamatan

PENJAS AKU DAN KELUARGAK U


Mengetahui bagian tubuh : kepala, bahu, dada, punggung, lengan, pergelangan, jari tangan, tungkai, engkel, dan kaki

KERTAKES
Menentukan sumber bunyi Menghapal lagu anak

MATEMATIKA
Membilang atau menghitung secara urut Menyebutkan banyak benda

ILMU PENGT SOSIAL


Menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan Mengidentifikasi hidup rukun dalam keluarga

P. KEWARGANEGARAAN Menjelaskan pentingnya hidup rukun bersama anggota keluarga Menceritakan kasih sayang dalam keluarga

11

5. Melakukan penyusunan silabus Bentuk silabus yang digunakan guru bersifat fleksibel. Guru dapat menggunakan bentuk format ke samping (matrik) atau bentuk deskripsi (urutan ke bawah). Pemilihan bentuk silabus didasarkan pada selera dan tingkat kemudahan penggunaannya, keterbacaannya bagi guru serta efektifitas dan efisiensinya. 6. Penyusunan RPP Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) kegiatan guru secara individu yang terdistribusi pembelajaran harian. Rencana Pembelajaran ini dapat memuat beberapa kali pertemuan (Misalnya RPP dibuat per minggu yang di dalamnya ada pertemuan 1, 2, 3 sampai pertemuan ke 6). Contoh Format RPP Tematik di MI Assaidiyyah Cipanas : RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK Tema Sekolah Alokasi Waktu : .. : MI Assaidiyyah Cipanas : ( .. Pertemuan) merupakan rencana dalam

I. Identitas Mata Pelajaran : Mata Pelajaran : PKN, Agama, B. Indonesia, Matematika, IPA, IPS, PSBK, PJKR, B. Sunda. Kelas / Semester : ........ / ........ Pertemuan : ..................

II. Standar Kompetensi A. . (Agama) B. . (PKn) C. . (Pengetahuan Sosial) D. . (Bahasa Indonesia) E. . (PSBK) F. . (Pengetahuan Alam) G. . (Matematika) 12

H. . (Penjas) I. ............. (B. Sunda)

III. Kompetensi Dasar A. . (Agama) B. . (PKn) C. . (Pengetahuan Sosial) D. . (Bahasa Indonesia) E. . (PSBK) F. . (Pengetahuan Alam) G. . (Matematika) H. . (Penjas) I. ............. (B. Sunda)

IV. Indikator A. . (Agama) B. . (PKn) C. .. (Pengetahuan Sosial) D. . (Bahasa Indonesia) E. . (PSBK) F. . (Pengetahuan Alam) G. . (Matematika) H. . (Penjas) I. ............. (B. Sunda)

V. Tujuan Pembelajaran A . (Agama) B. . (PKn) C. . (Pengetahuan Sosial) D. . (Bahasa Indonesia) E. . (PSBK) F. . (Pengetahuan Alam) G. . (Matematika) H. . (Penjas) I. ............. (B. Sunda)

13

VI. Materi Pembelajaran ................................................ VII. Alokasi Waktu .......................... VIII. Metode Pembelajaran a. b. c. ............... ............... ...............

IX. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan 1 Pertemuan 2 X. Penilaian Hasil Belajar Tes .. Non Tes . XI. Alat dan Sumber a. ................ b. ............... c. ............... Kegiatan awal (Pendahuluan) Kegiatan Inti Kegiatan akhir (Penutup) Kegiatan awal (Pendahuluan) Kegiatan Inti Kegiatan akhir (Penutup)

Mengetahui Kepala Sekolah,

Cipanas, Guru Kelas

______________ NIP. .....................

________________ NIP. .........................

14

7. Bobot penyajian pembelajaran tematik Bobot penyajian pembelajaran tematik kelas I, II, dan III di MI Assaidiyyah Cipanas yaitu sebagai berikut : 15 % Agama 50 % baca, tulis dan berhitung permulaan 35 % pendidikan kewarganegaraan & pengetahuan sosial, pengetahuan alam, PSBK dan penjas Penjelasan Untuk Kelas I, II Dan III 1. Pengelolaan kegiatan pembelajaran dalam mata pelajaran dan pembiasaan dengan menggunakan pendekatan Tematik diorganisasikan sepenuhnya oleh MI Assaidiyyah Cipanas 2. Alokasi per minggu 26-31 jam dapat ditambah atau mengubah alokasi waktu per jam sesuai kebutuhan. 3. Satu jam tatap muka dilaksanakan selama 35 menit 4. Alokasi waktu sebanyak 26-31 Jam pelajaran diatur dg bobot (1) 15 % Agama (2) 50 % Calistung Permulaan (3) 35 % Pengetahuan Alam, PKn dan Pengetahuan Sosial, PSBK dan Penjas. Contoh Jadwal Pembelajaran Tematik :

HARI SENIN SELASA RABU Kamis Jumat

KEGIATAN/ TEMA /SUB TEMA TEMPAT UMUM : pasar tradisional Agama pasar swalayan Terminal bus Stasiun Pelabuhan laut Pelabuhan udara Olahraga Kantor pos

JAM 1 S.D 5 13 45 13 45 13 45 12 35

15