Anda di halaman 1dari 35

PROPOSAL PENELITIAN

Tugas diajukan untuk Memenuhi salah satu tugas dari mata kuliah Seminar Geografi

oleh :

Anggita Khusnur Rizqi (0807015)

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2011

A. JUDUL PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN METODE

PEMBELAJARAN INKUIRI DI KELAS X-2 SMA NEGERI 4 BANDUNG

B. LATAR BELAKANG Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang memerlukan usaha dan dana yang cukup besar, hal ini diakui oleh semua orang atau suatu bangsa demi kelangsungan masa depannya. Demikian halnya dengan Indonesia menaruh harapan besar terhadap pendidik dalam perkembangan masa depan bangsa ini, karena dari sanalah tunas muda harapan bangsa sebagai generasi penerus dibentuk. Meski diakui bahwa pendidikan adalah investasi besar jangka panjang yang harus ditata, disiapkan dan diberikan sarana maupun prasarananya dalam arti modal material yang cukup besar, tetapi sampai saat ini Indonesia masih berkutat pada permasalahan klasik yakni kualitas pendidikan. Kualitas pendidikan disini termasuk juga ke dalamnya adalah kualitas pembelajaran dan salah satunya dapat dilihat dari hasil belajar siswa. Rendahnya hasil belajar siswa menunjukkan rendahnya kualitas pembelajaran. Hal ini terjadi di banyak sekolah, salah satunya SMA Negeri 4 Bandung. SMA Negeri 4 Bandung termasuk ke dalam salah satu SMA Negeri favorit di Kota Bandung, namun dalam mata pelajaran Geografi, hasil belajar siswa sekolah tersebut masih kurang memuaskan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru Geografi Kelas X-2 di SMAN 4 Bandung, perhatian siswa selama pembelajaran Geografi sangatlah minim. Hal itu terlihat dari banyaknya siswa yang tidak memperhatikan dengan benar selama pembelajaran berlangsung seperti mengobrol di kelas atau tertidur, sehingga guru perlu terus menerus menegur siswa. Sedangkan hasil wawancara dengan siswa menyebutkan bahwa Geografi dianggap sebagai pembelajaran yang membosankan dan sulit dimengerti. Sehingga setiap diadakan test oleh guru, siswa kesulitan untuk menjawab karena tidak paham. Akibatnya, hasil belajar pun rendah. Berdasarkan daftar nilai rapor tengah semester genap tahun pelajaran 2010/2011 mata pelajaran geografi kelas X-2 menunjukan perolehan nilai yang bervariasi. Hanya 21 orang siswa atau sekitar 52,5% dari 40 siwa yang mendapat nilai 70. Sedangkan 19 orang siswa (47,5%) mendapat nilai < 70. Padahal nilai 70 adalah nilai yang ditetapkan oleh sekolah untuk mata pelajaran Geografi sebagai kriteria ketuntasan

mengajar (KKM). Hal tersebut berarti, hampir setengah dari jumlah siswa kelas X-2 tidak tuntas dalam mata pelajaran Geografi. Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Geografi mungkin saja disebabkan karena guru terus menerus menggunakan metode ceramah. Berdasarkan hasil observasi, pembelajaran seolah-olah terpusat pada guru sedangkan siswa hanya diam dan mendengarkan. Pembelajaran seolah-olah berlangsung dalam satu arah, yaitu transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Metode inkuiri merupakan metode pembelajaran yang mencoba memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk melakukan secara nyata proses pembelajaran yang melibatkan seluruh aspek kemampuan siswa. Dengan metode ini siswa dituntut untuk langsung terlibat dan berfikir sendiri. Sehingga dengan melaksanakan langsung keterlibatannya pada saat kegiatan pembelajaran, siswa menjadi semakin yakin dengan kemampuan yang nantinya akan menyebabkan

perubahan pada diri siswa baik perubahan pengetahuan, pemahaman, pengalaman, serta tingkah laku. Bercermin dari masalah tersebut, maka guru memerlukan metode lain untuk meningkatkan hasil belajar siswa agar dapat lebih memuaskan. Maka dalam penelitian ini, penulis akan mencoba untuk menerapkan metode pembelajaran inkuiri untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran Geografi di Kelas X-2.

C. RUMUSAN MASALAH 1. Apakah dengan menggunakan metode inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X-2 SMAN 4 Bandung dalam pembelajaran Geografi? 2. Bagaimanakah hasil belajar kognitif siswa kelas X-2 SMAN 4 Bandung dalam pembelajaran Geografi? 3. Bagaimanakah hasil belajar afektif siswa kelas X-2 SMAN 4 Bandung dalam pembelajaran Geografi?

D. TUJUAN PENELITIAN 1. Untuk mengetahui apakah dengan menggunakan metode inkuiri dapat

meningkatkan hasil belajar siswa kelas X-2 SMA Negeri 4 Bandung dalam pembelajaran Geografi. 2. Untuk mengetahui hasil belajar kognitif siswa kelas X-2 SMAN 4 Bandung dalam pembelajaran Geografi.

3. Untuk mengetahui hasil belajar afektif siswa kelas X-2 SMAN 4 Bandung dalam pembelajaran Geografi.

E. MANFAAT 1. Bagi Siswa Dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Geografi. Selain itu siswa juga mendapat pengalaman belajar yang berbeda dari biasanya serta meningkatkan keaktifan dan keterampilan berkomunikasi dalam sebuah kegiatan pembelajaran. 2. Bagi Guru Dapat menambah wawasan dan kemampuan mengenai metode inkuiri serta membantu memberikan jalan keluar bila menghadapi masalah mengenai hasil belajar siswa. 3. Bagi Sekolah Penelitian ini diharapkan memberikan masukan untuk upaya peningkatan kualitas pembelajaran melalui perbaikan metode yang sesuai dengan siswa dan materi yang dipelajari. 4. Bagi Guru Lain Penelitian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi guru sekolah lain agar memilki kepedulian terhadap permasalahan pembelajaran, untuk mencari solusi terbaik bagi pemecahannya dan meningkatkan kualitas pembelajaran.

F. KERANGKA TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN 1. Kajian Teoritis a. Konsep Metode Inkuiri 1) Metode Pembelajaran Inkuiri Istilah inkuiri berasal dari Bahasa Inggris inquiry, yang secara harfiah berarti penyelidikan. Piaget, dalam E. Mulyasa (2007 : 108) mengemukakan bahwa inkuiri adalah metode yang mempersiapkan peserta didik pada situasi untuk melakukan eksperimen sendiri secara luas agar melihat apa yang terjadi, ingin melakukan sesuatu, mengajukan pertanyaan-pertanyaan, dan mencari jawabannya sendiri serta

menghubungkan penemuan yang satu dengan penemuan yang lainnya, membandingkan apa yang ditemukan dengan apa yang ditemukan peserta

didik lain yang lain. Metode pembelajaran ini dikembangkan oleh seorang tokoh yang bernama Suchman. Suchman meyakinin bahwa peserta didik merupakan individu yang penuh rasa ingin tahu akan segala sesuatu. Oleh karena itu, prosedur ilmiah dapat diajarkan langsung kepada mereka. Wina Sanjaya (2008:196) mengemukakan pengertian tentang metode inkuiri sebagai berikut : Metode inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analisis untuk mencari dan menemukan sendiri jawabannya dari sauatu masalah yang ditanyakan, proses berpikir itu sendiri bisa dilakukan melalui tanya jawab antar guru dengan siswa. Metode inkuiri adalah sebuah model pembelajaran yang mampu menciptkan peserta didik yang cerdas dan berwawasan. Dengan metode ini peserta didik dilatih untuk selalu berfikir karena membiasakan peserta didik memecahkan suatu masalah sendiri. Model ini bertujuan untuk melatih kemampuan peserta didik dalam meneliti, menjelaskan fenomena, dan memecahkan masalah secara ilmiah. Inkuiri merupakan metode yang bersifat student center (berpusat pada siswa) dan guru di sini berperan sebagai pembimbing, fasilitator, dan pengarah kerja siswa. Para peserta didik didorong untuk mencari pengetahuan sendiri, bukan dijejali dengan pengetahuan. Pada pelaksanaannya, inkuiri mengembangkan kemampuan intelektual seluruh potensi yang ada, termasuk pengembangan emosional dan pengembangan keterampilan. Pada hakikatnya, inkuiri ini merupakan sebuah proses yang bermula pada rumusan masalah, mengembangkan hipotesis, mengumpulkan bukti, menguji hipotesis, dan menarik

kesimpulan sementara, menguji kesimpulan sementarasupaya sampai pada kesimpulan taraf tertentu diyakini oleh peserta didik yang bersangkutan. Semua tahap dalam proses inkuiri tersebut di atas merupakan kegiatan belajar siswa. Dari seluruh uraian serta pendapat-pendapat para ahli pendidikan di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa inkuiri merupakan metode pembelajaran yang mencoba memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk melakukan secara nyata proses pembelajaran yang melibatkan seluruh aspek kemampuan siswa. Sehingga dengan melaksanakan

langsung keterlibatannya pada saat kegiatan pembelajaran siswa menjadi semakin yakin dengan kemampuan yang dimilikinya sehingga proses pembelajaran benar-benar terjadi, dan akhirnya terjadilah perubahan pada diri siswa baik perubahan pengetahuan, pemahaman, pengalaman, serta tingkah laku. 2) Kondisi-Kondisi Umum sebagai Sayarat bagi Timbulnya Kegiatan Inkuiri Joyce mengemukakan kondisi-kondisi umum yang merupakan syarat bagi timbulnya kegiatan inkuiri bagi siswa. Kondisi tersebut, antara lain : y Aspek sosial di dalam kelas dan suasana terbuka yang mengundang siswa berdiskusi; Hal ini menuntut adanya suasana bebas (permisif) di dalam kelas, dimana setiap siswa tidak merasakan adanya tekanan dan hambatan untuk mengemukakan pendapatnya. y Inkuiri berfokus pada hipotesis; siswa perlu menyadari bahwa pada dasarnya semua pengetahuan bersifat alternative. y Penggunaan fakta sebagai evidensi; di dalam kelas dibicarakan validitas dan reliabilitas tentang fakta sebagaimana dituntut dalam pengujian hipotesis pada umumnya. Di dalam pelaksanaan metode pembelajaran inkuiri, ada kondisi- kondisi umum yang perlu diperhatikan supaya metode tersebut dapat tercipta dalam proses pembelajaran di sekolah. 3) Tujuan Penggunaan Metode Inkuiri Tujuan penggunaan metode inkuiri diantaranya adalah : y Mengembangkan sikap keterampilan siswa untuk memecahkan permasalahan serta mengambil keputusan secara objektif dan mandiri. y Mengembangkan kemampuan berfikir siswa y Kemampuan berfikir siswa diproses dalam situasi dan keadaan yang benar dihayati dan diamati sendiri y Membina dan mengembangkan sikap rasa ingin tahu atau sikap penasaran dan cara berfikir objektif, kritis, analisis baik secara individual maupun secara kelompok. 4) Sasaran Utama Pembelajaran pada Metode Inkuiri Sasaran utama dalam kegiatan pembelajaran pada metode pembelajaran inkuiri adalah :

y keterlibatan siswa secara maksimal dalam proses kegiatan belajar; kegiatan belajar di sini adalah kegiatan mental intelektual dan social emosional. y keterarahan kegiatan secara logis dan sistematis pada tujuan pengajaran. y mengembangkan sikap percaya pada diri sendiri (self belief) tentang apa yang ditemukan dalam proses pembelajaran inkuiri. Sasaran utama dalam kegiatan pembelajaran pada metode inkuiri berpusat pada perkembangan kepribadian dan intelektual siswa. 5) Langkah-Langkah Pemecahan Masalah dalam Proses Pembelajaran Metode Inkuiri Langkah-langkah pemecahan masalah dalam proses pembelajaran inkuiri adalah : y Orientation : siswa mengidentifikasi masalah, dengan arahan guru terutama yang berkaitan dengan situasi kehidupan sehari-hari. y Hypothesis : kegiatan menyusun suatu hipotesis yang dirumuskan sejelas mungkin sebagai antiseden dan konsekuensi dari penjelasan yang diajukan. y Exploration : pada tahap ini hipotesis diperluas kajiannya dalam pengertian implikasinya dan asumsi yang dikembangkan dari hipotesa tersebut. y Evidencing : fakta dan bukti dikumpulkan untuk mencari dukungan atau pengujian bagi hipotesa tersebut/ y Generalization : pada tahap ini kegiatan inkuiri sudah sampai pada tahap mengambil kesimpulan terhadap pemecahan masalah. 6) Kelebihan dan Kekurangan Metode Pembelajaran Inkuiri Dalam buku Suharismi (2008:76-77), teknik inkuiri ini memiliki keunggulan sebagai berikut : y Dapat membentuk dan mengembangkan self-concept pada diri sendiri, sehingga siswa dapat mengerti tentang konsep dasar dan ideide lebih baik. y Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi proses belajar yang baru.

y Mendorong siswa untuk berfikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri, bersifat objektif, jujur, dan terbuka/ y Mendorong siswa untuk berfikir intuitif dan merumuskan

hipotesisnya sendiri. y Situasi proses belajar menjadi lebih merangsang. y Memberi kepuasan yang bersifat intrinsik. y Dapat mengembangkan bakat atau kecakapan individu. y Member kebebasan siswa untuk belajar sendiri. y Siswa dapat menghindari cara-cara belajar tradisional. y Dapat memberikan waktu pada siswa secukupnya sehingga mereka dapat mengasimilasi dan mengakomodasi informasi. Menurut Suchman, pembelajaran ini mempunyau dua kelebihan yaitu : y Penelitian dapat diselesaikan dalam waktu satu periode pertemuan. Waktu yang singkat ini memungkinkan siswa dapat mengalami siklus inkuiri dengan cepat, dan dengan pelatihan mereka akan terampil melakukan inkuiri. y Lebih efektif dalam semua bidang di dalam kurikulum. Namun demikian metode pembelajaran inkuiri ini juga memiliki kelemahan yang perlu diatasi yaitu : y Guru kurang memberikan waktu yang cukup kepada siswa untuk berfikir dengan baik. y Anak yang kurang selalu ketinggalan y Siswa tidak segera tahu apakah hipotesisnya itu betul atau salah. y Tidak menjamin hasil pemecahan. y Masalah bisa berkembang kea rah yang tidak diharapkan. b. Hasil Belajar Siswa Belajar mengandung dua pokok pengertian yaitu proses dan hasil belajar. Proses belajar disini dapat dimaknai sebagai suatu kegiatan dan usaha untuk mencapai perubahan tingkah laku, sedangkan perubahan tingkah laku tersebut merupakan hasil belajar. Keberhasilan belajar di sekolah biasanya ditunjukkan dari prestasi yang membanggakan. Berhasil baik atau tidaknya belajar, tergantung kepada bermacam-macam factor. Adapun faktor-faktor itu dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu factor yang ada pada diri organisme itu

sendiri yang kita sebut sebagai factor individual dan factor yang ada di luar individu yang disebut sebagai factor social. Yang termasuk ke dalam factor individual antara lain : factor kematangan pertumbuhan, kecerdasan, latihan, motivasi, dan factor pribadi. Sedangkan yang termasuk ke dalam factor social antara lain factor keluarga/keadaan rumah tangga, guru dan cara mengajarnya, alat-alat yang digunakan dalam mengajar, lingkungan dan kesempatan yang tersedia, dan motivasi social. Hasil belajar merupakan tingkah laku sebagai akibat dari proses belajar yang bersifat relative menetap dan sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan. Hasil belajar dalam pengertiannya banyak berhubungan dengan tujuan pembelajaran. Tipe-tipe hasil belajar biasanya tercantum dalam tujuan yang ingin dicapai. Hasil belajar ini dapat berupa kemampuan intelektual, sikap, maupun keterampilan psikomotor. Benyamin Bloom mengklasifikasikan hasil belajar ke dalam tiga domain yaitu domain kognitif, domain afektif, dan psikomotor. Bloom membagi masing-masing domain ke dalam tingkatantingkatan kategori yang dikenal dengan istilah Blooms Taxonomy. Menurut Benjamin S Bloom ada tiga ranah hasil belajar yaitu : a. Ranah Kognitif Berkaitan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek, yakni pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Kedua aspek yang pertama disebut kognitif tingkat rendah dan keempat aspek berikutnya termasuk kognitif tingkat tinggi. b. Ranah Afektif Berhubungan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek yakni penerimaan, jawaban atau reaksi, penilaian, organisasi, dan internalisasi. c. Ranah Psikomotoris Berkaitan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan bertindak. Ada enam aspek ranah psikomotoris, yakni gerakan reflex, keterampilan gerakan dasar, kemampuan perceptual, keharmonisan atau ketetapan, gerakan keterampilan kompleks, dan gerakan ekspresif serta

interpretative. Menurut Keller, hasil belajar adalah prestasi actual yang ditampilkan oleh anak sedangkan usaha adalah perbuatan yang terarah pada penyelesaian tugastugas belajar. Ini berarti bahwa besarnya usaha adalah indicator dari adanya

motivasi, sedangkan hasil belajar dipengaruhi oleh besarnya usaha yang dilakukan oleh anak. Hasil belajar juga dipengaruhi oleh intelegensi dan penguasaan anak terhadap materi yang akan dipelajari. Hasil belajar juga dipengaruhi oleh adanya kesempatan yang diberikan kepada anak. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar. Belajar itu sendiri merupakan suatu proses dari seseorang yang berusaha untuk memperoleh suatu bentuk perubahan perilaku yang relative menetap. 2. Hipotesis Tindakan Berdasarkan kerangka teoritis yang mendasari penelitian tindakan ini, maka hipotesis tindakan yang diajukan atas permasalahan adalah : metode pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X-2 di SMA Negeri 4 Bandung pada mata pelajaran Geografi.

G. RENCANA PENELITIAN 1. Setting Penelitian Penelitian akan dilaksanakan di kelas X-2 dengan jumlah siswa 40 terdiri atas laki-laki 18 orang dan perempuan 22 orang. 2. Aspek yang Dikaji a. Siswa : Hasil belajar, meliputi nilai post test, keaktifan, dan respon. b. Guru : Penggunaan metode 3. Rencana Tindakan Penelitian ini akan dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri atas 2 tindakan. Siklus I a. Perencanaan y Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang akan

dilaksanakan sesuai dengan kompetensi dasar dan indicator yang dipilih dengan menggunakan metode pembelajaran inkuiri secara kolaboratif bersama observer. y Merancang alat evaluasi berupa LKS (lembar kerja siswa) dan soal-soal tertulis secara angket

y Merancang instrument pengumpulan data b. Pelaksanaan y Mengkondisikan pembelajaran. y Menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. y Melaksanakan tindakan penelitian sesuai dengan RPP yang telah dirancang dengan menggunakan metode pembelajaran inkuiri. y Menyajikan alat yang digunakan untuk melaksanakan pengamatan terhadap proses pembelajaran. y Observer mengamati siswa dan guru dalam proses pembelajaran. c. Refleksi Merenungkan sambil mengevaluasi tentang apa-apa saja rencana dan tindakan yang sudah tercapai dan apa yang belum dapat dan sempat dilakukan pada siklus I. Berdasarkan hasil refleksi ini, peneliti dan guru mitra merumuskan kembali rencana pembelajaran untuk ditindaklanjuti pada tindakan berikutnya. Siklus II a. Perencanaan y Merevisi dan membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang akan dilaksanakan sesuai dengan kompetensi dasar dan indicator yang dipilih dengan menggunakan metode pembelajaran inkuiri secara kolaboratif bersama observer. y Merancang kembali alat evaluasi berupa LKS (lembar kerja siswa) dan soal-soal tertulis secara angket y Merancang instrument pengumpulan data b. Pelaksanaan y Mengkondisikan pembelajaran. y Menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. y Melaksanakan tindakan penelitian sesuai dengan RPP yang telah dirancang dengan menggunakan metode pembelajaran inkuiri. y Menyajikan alat yang digunakan untuk melaksanakan pengamatan terhadap proses pembelajaran. y Observer mengamati siswa dan guru dalam proses pembelajaran. seluruh siswa kelas X-2 agar siap mengikuti seluruh siswa kelas X-2 agar siap mengikuti

c. Refleksi Merenungkan sambil mengevaluasi tentang apa-apa saja rencana dan tindakan yang sudah tercapai dan apa yang belum dapat dan sempat dilakukan pada siklus II. Apabila tujuan pembelajaran telah tercapai maka akhir tindakan dibuat kesimpulan dan hasilnya dilaporkan. 4. Pengumpulan Data Dalam penelitian ini ada yang disebut dengan data kualitatif dan ada yang disebut dengan data kuantitatif. Data kualitatif dikumpulkan dengan penggunaan tindakan (deskriptif) , sedangkan data kuantitatif diperoleh dari hasil test, observasi, wawancara, dan angket. a. Hasil Test Test digunakan untuk mengumpulkan data tentang pemahaman siswa terhadap konsep-konsep geografi. Tes diberikan dalam dua macam yaitu tes subjektif dan tes pilihan ganda (multiple choice test). b. Observasi Menurut Kasbolah (1988/1999:91), observasi adalah semua kegiatan yang ditunjukkan untuk mengamati, merekam, dan mendokumentasikan setiap indikator dari proses dan hasil yang dicapai (perubahan yang terjadi) baik yang ditimbulkan oleh tindakan yang terencana maupun akibat sampingannya. c. Wawancara Menurut Denzim dalam Goetz dan Le Compte (Wiriaatmadja, 2005:117), wawancara merupakan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan secara verbal kepada orang-orang yang dianggap dapat memberikan informasi atau penjelasan hal-hal yang dipandang perlu. Wawancara juga merupakan suatu percakapan antar dua orang yang dimulai oleh peneliti untuk tujuan memperoleh informasi yang relevan dengan penelitian yang sedang dilakukan. d. Angket Angket merupakan sejumlah daftar pertanyaan yang diajukan oleh peneliti terhadap subjek peneliti (siswa) dengan meminta jawaban dengan dasar pengetahuan dan keyakinan pribadinya. Angket diberikan setelah selesai proses pembelajaran. 5. Indikator Keberhasilan Hasil belajar siswa pada mata pelajaran Geografi melalui penggunaan metode pembelajaran inkuiri dikatakan meningkat manakala siswa telah mendapatkan

nilai minimal 70 sebagai syarat kriteria ketuntasan mengajar. Maka penelitian ini dikatakan berhasil jika hasil belajar siswa meningkat sampai mencapai nilai 70 dan 75 % siswa mencapai KKM, dimana pada setiap tindakannya naik 5%.

H. DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharismi. 2006. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara. Arikunto, Suharismi. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Bumi Aksara. Sanjaya, Wina. 2005. Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta : Prenada Media. Mulyasa, E. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung : Rosada. Sagala, S. 2006. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta

LAMPIRAN PERANGKAT PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (SIKLUS I)

Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

: SMA Negeri 4 Bandung : Geografi : X (sepuluh)/2 (dua) : 3. Menganalisis unsur-unsur geosfer : 3.2. Menganalisis atmosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi

Indikator

: - Menjelaskan ciri-ciri lapisan atmosfer dan pemanfaatannya - Menganalisis dinamika unsur-unsur cuaca dan iklim

Alokasi Waktu

: 2 x 40 menit

A. Tujuan Pembelajaran Melalui tanya jawab, siswa mampu menjelaskan cirri-ciri lapisan atmosfer dan pemanfaatannya Melalui berdiskusi, siswa mampu menganalisis dinamika unsur-unsur cuaca dan iklim

B. Materi Pembelajaran Ciri-Ciri Lapisan Atmosfer Atmosfer dapat diartikan sebagai lapisan gas yang menyelubungi bulatan bumi. Tebal atmosfer kurang lebih 1000 km. Secara umum atmosfer terdiri atas empat lapisan, yaitu troposfer, stratosfer, mesosfer, dan thermosfer. 1. Lapisan troposfer dengan karakteristik antara lain : a. Ketinggiannya antara 0-8 km di daerah kutub, dan 0-16 km di daerah Equator. b. Terjadi peristiwa-peristiwa cuaca seperti awan, hujan, dan konveksi. c. Semakin ke atas, suhu semakin dingin hingga mencapai -60 C yang disebabkan troposfer sedikit menyerap gelombang radiasi gelombang pendek dari matahari. Sebaliknya suhu di permukaan tanah cukup panas akibat proses konduksi, konveksi, dan panas laten. d. Lapisan troposfer dan stratosfer dipisahkan oleh tropopause.

e. Didominasi oleh unsure Nitrogen dan Oksigen. 2. Lapisan stratosfer dengan karakteristik : a. Ketinggian rata-rata berkisar antara 15-50 km. b. Bagian paling atas dari lapisan stratosfer merupakan tempat konsentrasi ozon. Ozon berguna untuk melindungi lapisan troposfer dan permukaan bumi dari radiasi sinar ultraviolet matahari secara langsung. c. Antara lapisan stratosfer dan lapisan mesosfer dipisahkan oleh lapisan stratopause. 3. Lapisan mesosfer dengan karakteristik : a. Terletak pada ketinggian antara 50-80 km. b. Tempreatur meningkat secara tajam hingga 100 C. c. Banyak meteor yang terbakar dan terurai. d. Di antara lapisan mesosfer dan thermosfer terdapat lapisan mesopause. e. Terdapat reflector/ perambat gelombang radio. 4. Lapisan thermosfer dengan karakteristik : a. Terletak pada ketinggian antara 80-500 km b. Pada bagian bawah lapisan ini terjadi peristiwa ionasi (pembentukan ion) yaitu pada ketinggian 85-375 km. c. Suhu naik pada ketinggian 480 km mencapai 120C. Unsur-Unsur Cuaca Dan Iklim Cuaca adalah keadaan atmosfer pada suatu waktu dan suatu daerah tertentu, sedangkan iklim adalah rata-rata cuaca dalam periode yang panjang pada daerah yang relatif luas. Sifat cuaca antara lain mudah berubah; berlaku untuk waktu tertentu/terbatas; meliputi daerah yang sempit; merupakan hasil pencatatan atmosfer yang terbaru. Sedangkan sifat iklim antara lain relative tetap; berlaku untuk waktu yang lama; meliputi daerah yang luas; merupakan hasil rata-rata keadaan cuaca dan bukan hasil pencatatan yang baru. Berikut unsure-unsur cuaca dan iklim : 1. Suhu Udara Suhu udara adalah keadaan panas atau dinginnya udara. Suhu udara diukur dengan thermometer. Matahari merupakan sumber panas. Pemanasan udara dapat melalui proses pemanasan langsung dari matahari (absorbs, refleksi, difusi), dan proses pemanasan tidak langsung (konduksi, konveksi, adveksi, dan turbulensi). Banyak sedikitnya panas yang diterima oleh atmosfer dipengaruhi oleh lamanya penyinaran matahari, sudut dating sinar matahari, geomorfologi permukaan bumi, banyak sedikitnya awan, dan perbedaan letak lintang.

2. Tekanan Udara Tekanan udara disebut juga kepadatan udara, karena udara memiliki berat, sehingga menimbulkan tekanan. Besar kecilnya tekanan udara diukur dengan barometer. Udara menjadi bertekanan rendah jika mendapatkan pemanasan matahari, dan sebaliknya, perbedaan tekanan udara mengakibatkan terjadinya gerakan udara (angin) ke tempat bertekanan udara tinggi ke tempat bertekanan udara rendah. 3. Angin Angin adalah udara yang bergerak dari daerah udara bertekanan maksimum ke daerah udara bertekanan minimum, kemudian angin berbias/berbelok ke kanan di bealahan bumi utara dan berbias/berbelok ke kiri di belahan bumi selatan. Pembiasan arah angin ini disebabkan oleh rotasi bumi. 4. Kelembaban Udara Kelembaban udara adalah kandungan uap air dalam massa udara. Kelembaban dibedakan atas : a. Kelembaban spesifik yaitu banyaknya uap air yang terkandung dalam 1 kg udara. b. Kelembaban absolute (mutlak) yaitu banyaknya uap air dalam setiap 1 m3 udara, yang dinyatakan dalam gram/m3. c. Kelembaban relative yaitu perbandingan jumlah uap air yang ada secara nyata dengan jumlah uap air secara maksimum yang mampu dikandung oleh setiap m3 udara dalam suhu yang sama. 5. Awan Awan adalah massa udara di permukaan bumi yang mengandung uap air. Awan akan bergerak ke atas ketika mendapatkan sinar matahari. Berikut klasifikasi awan berdasarkan ketinggiannya : a. Awan rendah, mempunyai ketinggian dasar awan kurang dari 2 km, biasanya dipakai kata strato atau stratus. Contohnya nimbostratus, stratocumulus, dan stratus. b. Awan menengah, mempunyai ketinggian dasar awan antara 2-6 km, biasanya diawali dengan kata alto. Contohnya Altocumulus dan Altostratus. c. Awan tinggi, mempunyai ketinggian dasar awan di atas 6 km, biasanya ditandai dengan awalan cirro atau cirrus. Contohnya Cirrostratus, Cirrocumulus, Cirrus. d. Awan yang sangat dekat dengan permukaan bumi disebut kabut atau fog. Dilihat dari bentu dan ciri lainnya, awan dibedakan menjadi : a. Awan Cirrus, berbentuk halus seperti kapas.

b. Awan Cummulus, bentuknya bergumpal-gumpal menyerupai bulu domba. c. Awan Stratus, bentuknya berlapis-lapis. d. Awan Nimbus, berwarna kelabu, merupakan sumber hujan. 6. Hujan Hujan adalah peristiwa jatuhnya titik-titik uap air dari atmosfer ke permukaan bumi. Menurut penyebab terbentuknya, hujan dibedakan menjadi : a. Hujan zenithal (konveksi), terjadi di daerah Khatulistiwa karena daerah ini paling intensif menyerap sinar matahari, sehingga udara menjadi renggang, kemudian udara naik semakin tinggi semakin dingin dan terjadi kondensasi. b. Hujan orografis (hujan pegunungan), terjadi karena angin yang membawa uap air naik ke pegunungan, selanjutnya tempreaturnya semakin dingin dan terjadi kondensasi. c. Hujan frontal, terjadi karena pertemuan massa udara panas yang banyak mengandung uap air dengan massa udara dingin, udara panas naik semakin tinggi hingga terjadi kondensasi. d. Hujan siklon, terjadi karena angin siklon membawa udara naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi. e. Hujan musson, terjadi karena bertiup angin muson barat membawa banyak uap air. f. Hujan buatan, terjadi karena ada perangsangan hujan, terutama pada awan cumulonimbus. C. Metode Pembelajaran Metode pembelajaran inkuiri, diskusi, dan tanya jawab

D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Awal ( 10 menit)


y y y

Siswa dikondisikan ke dalam situasi belajar yang kondusif. Siswa dan guru berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran. Guru melakukan apersepsi (memberikan sebuah pertanyaan yang berkaitan dengan materi sebelumnya).

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada siswa.

2. Kegiatan Inti ( 60 menit) Tahapan Inkuiri Merumuskan masalah Guru y Guru membagi siswa dalam kelompok Siswa y Siswa membentuk kelompok dengan bimbingan guru y Guru membimbing siswa dalam mengidentifikasi masalah tentang fenomena atmosfer Merumuskan hipotesis y Guru mengajukan pertanyaan : Jelaskan fenomena cuaca yang pernah kalian lihat! y Siswa mengidentifikasi masalah dengan bimbingan guru y Siswa y Siswa cuaca menjawab

pertanyaan guru menganalisis dinamika pernah

fenomena yang

mereka lihat Mengumpulkan data y Guru membagikan bahan pembelajaran tentang dinamika cuaca bersumber dari buku, artikel, dll. y Siswa mendiskusikan bahan tersebut berkelompok y Siswa menemukan pembelajaran secara

sendiri permasalahan yang ada pada bahan pembelajaran. y Guru membimbing siswa dalam memecahkan permasalahan yang ditemukan oleh siswa Menganalisis data y Guru memberikan kesempatan pada setiap kelompok untuk menuliskan hasil diskusi kelompoknya y Guru memberikan y Setiap kelompok y Siswa menuliskan hasil diskusi kelompoknya. y Siswa mendiskusikan masalah yang telah ditemukan

kesempatan pada setiap kelompok untuk melaporkan hasil diskusi kelompoknya. y Guru membahas hasil pekerjaan kelompok

mempresentasikan hasil diskusi secara bergantian.

y Siswa membahas hasil pekerjaan kelompok.

Membuat kesimpulan

y Guru membimbing siswa dalam membuat suatu kesimpulan terhadap materi yang telah dipelajari

y Siswa dengan bimbingan guru membuat kesimpulan terhadap materi yang telah dibahas.

3. Kegiatan akhir 10 menit y Guru memberikan penghargaan kepada kelompok terbaik. y Siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu. y Guru menutup kegiatan pembelajaran. E. Sumber/ Bahan/ Alat Belajar Kurikulum KTSP dan perangkatnya Buku sumber Geografi SMA ESIS

Buku Kerja dan Evaluasi Geografi MGI Buku, artikel, koran, dan sumber-sumber belajar lain yang relevan

F. Penilaian y y y y Prosedur tes Jenis tes Bentuk Tes Alat Tes : Penilaian proses dan hasil : Tertulis : Pilihan Ganda : LKS dan lembar evaluasi

LEMBAR KERJA SISWA SIKLUS I

Hari/Tanggal Kelas/Semester Anggota Kelompok

: : X-2/2 : 1. 2. 3. 4. 5.

1. Pada atmosfer, sering terjadi apa yang disebut gejala-gejala optik, yang kadang-kadang terjadi di lingkungan kita. Coba jelaskan gejala-gejala optic yang dimaksud! Gejala Optik Pelangi Penjelasan

Halo

Fatamorgana

Aurora

2. Amati salah satu bentuk awan yang ada di luar sekolah ! Nama Awan Ciri-Ciri Awan

LEMBAR EVALUASI SIKLUS I

Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang paling tepat. 1. Atmosfer terdiri dari berbagai lapisan udara. Lapisan atmosfer yang memiliki suhu tertinggi di atas rata-rata adalah A. Troposfer B. Stratosfer C. Mesosfer D. Thermosfer E. Ionosfer 2. Perhatikan pernyataan di bawah ini! 1. suhu udara tinggi 2. peka terhadap gejala-gejala listrik 3. tekanan udara semakin rendah 4. terjadi gejala-gejala cuaca 5. semakin tinggi tempat suhu semakin rendah Dari pernyataan tersebut maka yang terdapat pada lapisan troposfer adalah A. 1, 2 B. 2, 3 C. 3,4 D. 4,5 E. 1,3 3. Dilihat dari susunan kimianya, atmosfer terdiri dari berbagai unsur, diantaranya oksigen dengan jumlah presentasi A. 0,3 % B. 11 % C. 78 % D. 87 % E. 21 % 4. Pada lapisan troposfer, tempreatur udara semakin dingin. Jika ketinggian tempat semakin tinggi dari permukaan laut, hal ini karena A. tempat yang tinggi banyak terdapat vegetasi B. dataran rendah semakin panas karena banyak terdapat pabrik

C. tempat yang lebih tinggi lebih jauh ke matahari D. tempat yang lebih tinggi lebih dekat ke matahari E. karena adanya arus konduksi dan konveksi 5. Angin darat terjadi karena factor-faktor berikut, kecuali A. di laut udara bertekanan minimum B. sifat daratan mudah melepaskan panas C. udara di daratan bertekanan maksimum D. terjadi pada malam hari E. lautan cepat menyerap sinar matahari 6. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut ini! 1. udara mengalami pemanasan 2. udara mengalami pendinginan 3. udara mengalami penambahan uap air 4. udara mendapatkan penambahan tekanan udara 5. udara mencapai kelembaban nisbinya/relatifnya 100 % 6. kelembaban absolutnya 100 %\ Udara mengalami kondensasi jika terjadi A. 1, 2, 3 B. 4, 5, 6 C. 1, 2, 3, 4 D. 1, 2, 4, 5 E. 2, 3, 4, 5 7. Keadaan rata-rata cuaca pada masa, waktu yang cukup lama pada suatu wilayah tertentu, yaitu termasuk ke dalam A. Meteorology B. Klimatologi C. Iklim D. Geofisika E. Praktikum cuaca 8. Angin bohorok termasuk angin yang jatuh, panas, dan kering. Angin tersebut terjadi di daerah A. Deli, Sumatera Utara B. Padang, Sumatera Barat C. Sulawesi Selatan

D. Pasusuran, Jawa Timur E. Palembang, Sumatra Selatan 9. Angin yang masuk ke suatu daerah tertentu dan berputar mengelilingi garis-garis isobar dengan arah putar berlawanan dengan jarum jam disebut A. siklon di belahan bumi utara B. siklon di belahan bumi selatan C. anti-siklon di belahan bumi utara D. anti-siklon di belahan bumi selatan E. tornado di belahan bumi selatan 10. Faktor utama terjadinya DKAT adalah disebabkan oleh A. Gravitasi bumi B. Gravitasi bulan C. Revolusi bumi D. Pergantian musim E. Pergeseran semu harian matahari

Kunci Jawaban : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. D D E E E E C A A

10. E

LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA SIKLUS I

Mata Pelajaran : Geografi Kelas/Semester : X-2/2 Hari/Tanggal :

No.

Fase dalam Pembelajaran Inkuiri

Aspek yang diamati y Siswa termotivasi dan memberi respon positif terhadap masalah yang dikemukakan y Mengungkapkan pertanyaan secara jelas dan singkat y Siswa membuat hipotesis mengenai pertanyaan yang diajukan y Siswa menemukan gagasan mengenai hipotesis dari pertanyaan yang diajukan y Siswa mengumpulkan data dari berbagai sumber belajar y Siswa bekerja sama dengan kelompoknya merumuskan masalah y Siswa mencatat dan membahas hasil diskusi y Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas y Keberanian mengungkapkan pendapat y Interaksi siswa dalam kelompok y Membuat kesimpulan berdasarkan data yang diperoleh C = Cukup K = Kurang

Hasil Pengamatan SB B C K SK

1.

Tahap penyajian masalah

2.

Membuat hipotesis

3.

Mengumpulkan data

4.

Menganalisis data

5.

Membuat kesimpulan

SB = Sangat Baik

B= Baik

SK = Sangat Kurang

LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU SIKLUS I

Mata Pelajaran : Geografi Kelas/Semester : X-2/2 Hari/Tanggal :

No.

Tahap Pembelajaran Inkuiri

Hasil Pengamatan Aspek yang Diamati y Guru membimbing siswa dalam mengidentifikasi masalah y Menggali informasi y Membangkitkan lebih banyak lagi pertanyaan y Guru menuliskan masalah di papan tulis y Guru membagi siswa dalam kelompok y Guru memberikan kesempatan untuk curah pendapat dalam membuat hipotesis tentang dinamika atmosfer/fenomena cuaca y Guru membimbing siswa dalam menentukan hipotesis yang relevan dengan permasalahan y Guru mengarahkan siswa untuk menemukan jawaban y Guru memberikan sumber belajar pada siswa y Guru menuntun siswa mengumpulkan data melalui diskusi y Guru memberikan kesempatan pada setiap kelompok untuk menyampaikan hasil diskusi y Guru membimbing siswa dalam membuat kesimpulan dari data yang diperoleh y Guru membimbing siswa untuk mengkomunikasikan hasil diskusi kepada teman sekelas C = Cukup K = Kurang SK = Sangat Kurang SB B C K SK

1.

Tahap menyajikan masalah atau pertanyaan

2.

Fase membuat hipotesis

3.

Mengumpulkan data

4.

Menganalisis data

5.

Membuat kesimpulan

SB = Sangat Baik

B= Baik

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (SIKLUS II)

Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

: SMA Negeri 4 Bandung : Geografi : X (sepuluh)/2 (dua) : 3. Menganalisis unsur-unsur geosfer : 3.2. Menganalisis atmosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi

Indikator

: - Menjelaskan klasifikasi iklim menurut para ahli - Menunjukkan persebaran iklim dunia

Alokasi Waktu

: 1 x 45 menit

A. Tujuan Pembelajaran Melalui tanya jawab, siswa mampu menyebutkan berbagai klasifikasi iklim Melalui berdiskusi, siswa mampu menunjukkan persebaran iklim dunia

B. Materi Pembelajaran Penggolongan iklim yang paling umum digunakan adalah iklim berdasarkan garis lintang, dan sistem Klasifikasi menurut beberapa ahli meteorology dan klimatologi seperti menurut Koppen, Schmidt dan Ferguson, serta Oldeman. 1. Iklim Berdasarkan Garis Lintang : y y y y Wilayah iklim Equatorial, antara lintang 0-10 LU atau LS. Wilayah iklim Tropis, antara 25-35 LU dan antara 25-35 LS. Wilayah iklim Sedang, antara 35-66,5 LU dan antara 35-66,5 LS. Wilayah iklim Kutub, antara 66,5-90 LU dan antara 66,5-90 LS.

2. Klasifikasi Iklim Menurut Koppen Dr. Vladimir Koppen membuat klasifikasi iklim berdasarkan perbedaan tempreatur udara, kelembaban udara, dan curah hujan. Klasifikasi iklim itu menggunakan symbol dengan huruf-huruf, yaitu ada lima iklim utama : y A = iklim tropical, ditandai dengan rata-rata suhu setiap bulan adalah lebih dari 18 C, curah hujan tahunan lebih tinggi daripada evapotranspirasi tahunan.

B = iklim kering, evapotranspirasi tahunan lebih tinggi daripada curah hujan, tidak ada cadangan air dan sungai yang permanen.

C = iklim sedang hangat atau mesothermal, ditandai dengan rata-rata suhu bulan terdingin di atas -3 C namun kurang dari 18 C. Minimal ada satu bulan di atas 10 C. Iklim C ditandai dengan adanya summer dan winter.

D = iklim salju atau mikrothermal, ditandai dengan rata-rata bulan terdingin di bawah -3 C, rata-rata bulan terpanas lebih dari 10 C.

E = iklim es, ditandai dengan rata-rata bulan terpanas kurang dari 10 C, tidak terdapat musim panas yang jelas.

Kemudian Koppen mengklasifikasikan kelembaban dan curah hujan dengan symbol : y a. = lembab, dengan ditandai curah hujan cukup setiap bulan (basah) dan tidak terdapat musim kering. y y y m. = hujan lebat sepanjang tahun, musim keringnya pendek. w. = kering pada winter. s. = kering pada summer.

Untuk iklim B huruf keduanya S atau W. y S. = steppa atau iklim semi arid, ditandai dengan rata-rata curah hujan antara 380 mm-760 mm. y W. = iklim gurun atau iklim arid, ditandai dengan rata-rata curah hujan kurang dari 250 mm. Untuk iklim E huruf keduanya T, F, atau H. y y y T. = iklim tundra F. = iklim salju abadi H. = iklim salju di pegunungan tinggi.

3. Klasifikasi Iklim Menurut Schmidt dan Ferguson Menurut Schmidt dan Ferguson, di daerah tropis dapat dibagi menjadi delapan wilayah iklim, mulai dari iklim wilayah A sampai H. Hal ini didasarkan atas : y Rata-rata bulan kering, yaitu bulan yang endapan curah hujannya kurang dari 60 mm/. y Rata-rata bulan basah, yaitu bulan yang endapan curah hujannya lebih dari 100 mm. y Bulan yang curah hujannya antara 60-100 mm, disebut bulan lembab.

Untuk menentukan tipe iklim tersebut digunakan Nilai Quotient (Q) yang merupakan perbandingan antara rata-rata bulan kering dengan basah. Maka digunakan rumus :  Q = nilai quotient dalam persen Md = rata-rata bulan kering, yaitu jumlah bulan dibagi dengan jumlah tahun pengamatan Mw = rata-rata bulan basah, yaitu jumlah bulan dengan curah hujan di atas 100 mm dibagi jumlah tahun pengamatan No. 1 2 3 4 5 6 7 8 Zona A B C D E F G H Nilai Q 0 % < Q < 14,3 % 14,3 % < Q < 33,3 % 33,3 % < Q < 60,0 % 60,0 % < Q < 100 % 100 % < Q <167 % 167 % < Q < 300 % 300 % < Q < 700 % 700% > Q  

4. Klasifikasi Iklim Menurut Oldeman Oldeman (1975) mengklasifikasikan iklim berdasarkan unsur curah hujan, metodenya bahwa bulan basah dideinisikan sebagai bulan yang mempunyai jumlah curah hujan sekurang-kurangnya 200 mm sedangkan bulan kering didefinisikan sebagai bulan yang mempunyai jumlah curah hujan kurang dari 100 mm. Jumlah curah hujan 200 mm tiap bulan dipandang cukup untuk membudidayakan padi sawah, sedangkan untuk palawija minimal diperlukan curah hujan 100 mm tiap bulannya. Oldeman membagi 5 daerah agroklimat utama, yaitu : y y y y y A = jika terdapat lebih dari 9 bulan basah berurutan B = jika terdapat 7-9 bulan basah berurutan C = jika terdapat 5-6 bulan basah berurutan D = jika terdapat 3-4 bulan basah berurutan E = jika terdapat kurang dari 3 bulan basah berurutan

Stratifikasi kedua menurut Oldeman, yaitu zona

B1 = jika terdapat 7-9 bulan basah berurutan dan kurang dari 2 bulan kering. B2 = jika terdapat 7-9 bulan basah berurutan dan 2 sampai 4 bulan kering. C1 = jika terdapat 5-6 bulan basah berurutan dan kurang dari 2 bulan kering. C2 = jika terdapat 5-6 bulan basah berurutan dan 2 sampai 4 bulan kering. C3 = jika terdapat 5-6 bulan basah berurutan dan 5 sampai 6 bulan kering. D1 = jika terdapat 3-4 bulan basah berurutan dan kurang dari 2 bulan kering. D2 = jika terdapat 3-4 bulan basah berurutan dan 2 sampai 4 bulan kering. D3 = jika terdapat 3-4 bulan basah berurutan dan 5 sampai 6 bulan kering. D4 = jika terdapat 3-4 bulan basah berurutan dan lebih dari 6 bulan kering. E1 = jika terdapat kurang dari 3 bulan basah berurutan dan kurang dari 2 bulan kering. E2 = jika terdapat kurang dari 3 bulan basah berurutan dan 2 sampai 4 bulan kering. E3 = jika terdapat kurang dari 3 bulan basah berurutan dan 5 sampai 6 bulan kering. E4 = jika terdapat kurang dari 3 bulan basah berurutan dan lebih dari 6 bulan kering.

C. Metode Pembelajaran Metode pembelajaran inkuiri, diskusi, dan tanya jawab

D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Awal ( 5 menit) a. Siswa dikondisikan ke dalam situasi belajar yang kondusif. b. Siswa dan guru berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran. c. Guru melakukan apersepsi (memberikan sebuah pertanyaan yang berkaitan dengan materi sebelumnya). d. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada siswa. 2. Kegiatan Inti ( 30 menit) Tahapan Inkuiri Merumuskan masalah Guru y Guru membagi siswa dalam kelompok Siswa y Siswa membentuk kelompok dengan bimbingan guru y Guru membimbing siswa dalam mengidentifikasi masalah tentang iklim di dunia y Siswa mengidentifikasi masalah dengan bimbingan guru

Merumuskan hipotesis

y Guru mengajukan pertanyaan

y Siswa y Siswa

menjawab

pertanyaan guru menganalisis

sementara pertanyaan yang ditanyakan guru Mengumpulkan data y Guru membagikan bahan pembelajaran tentang persebaran iklim bersumber dari buku, artikel, dll. y Siswa mendiskusikan bahan tersebut berkelompok y Siswa menemukan pembelajaran secara

sendiri permasalahan yang ada pada bahan pembelajaran. y Guru membimbing siswa dalam memecahkan permasalahan yang ditemukan oleh siswa Menganalisis data y Guru memberikan kesempatan pada setiap kelompok untuk menuliskan hasil diskusi kelompoknya y Guru memberikan kesempatan pada setiap kelompok untuk melaporkan hasil diskusi kelompoknya. y Guru membahas hasil pekerjaan kelompok y Siswa membahas hasil pekerjaan kelompok. Membuat kesimpulan y Guru membimbing siswa dalam membuat suatu kesimpulan terhadap y Siswa dengan bimbingan guru membuat kesimpulan y Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi secara bergantian. y Siswa menuliskan hasil diskusi kelompoknya. y Siswa mendiskusikan masalah yang telah ditemukan

materi yang telah dipelajari 3. Kegiatan akhir 10 menit y Guru memberikan penghargaan kepada kelompok terbaik. y Siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu. y Guru menutup kegiatan pembelajaran. E. Sumber/ Bahan/ Alat Belajar Kurikulum KTSP dan perangkatnya Buku sumber Geografi SMA ESIS

terhadap materi yang telah dibahas.

Buku Kerja dan Evaluasi Geografi MGI Buku, artikel, koran, dan sumber-sumber belajar lain yang relevan

F. Penilaian y y y y Prosedur tes Jenis tes Bentuk Tes Alat Tes : Penilaian proses dan hasil : Tertulis : Esai : LKS dan lembar evaluasi

LEMBAR KERJA SISWA SIKLUS II

Hari/Tanggal Kelas/Semester Anggota Kelompok

: : X-2/2 : 1. 2. 3. 4. 5.

1. Jelaskan tipe-tipe iklim menurut Koppen di bawah ini! Tipe Iklim Af Am Aw Cf Cw Penjelasan

2. Tabel di bawah ini menunjukkan suhu rata-rata bulan Januari dan Juli di beberapa kota : Nama Wilayah London-Inggris Atena-Yunani Bandung-Indonesia Capetown-Afrika Selatan San Carlos-Argentina Letak Astronomis 51 LU 38 LU 7 LS 38 LS 41 LS Suhu Rata-Rata Bulanan Januari -11 C 2 C 22,7 C 21 C 20 C Juli 21 C 27 C 22,9 C 6 C 6 C

Mengapa terjadi perbedaan suhu yang mencolok pada bulan-bulan tersebut kecuali di kota Bandung? _______________________________________________________________________ _______________________________________________________________________

LEMBAR EVALUASI SIKLUS II

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar! 1. Daerah Indonesia umumnya termasuk Daerah Konvergensi Antar Tropik. a. Apa yang dimaksud dengan Daerah Konvergensi Antar Tropik? b. Mengapa daerah tersebut termasuk daerah yang bebas angin siklon tropis? 2. Hitung kelembaban relatifnya, jika diketahui tempreatur udara di Bandung 24 C, tiap 1 m3 udara mengandung uap air 18 gram, dan secara maksimum udara di Bandung tersebut tiap 1 m3-nya mampu menampung 25 gram uap air! 3. Hitung dan tentukan tipe iklim di Kabupaten Bandung, menurut klasifikasi Schmidt Ferguson dari data berikut ! Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Curah hujan (mm) Th.1998 139,1 105,5 189,0 227,2 291,4 4,0 15,1 16,5 1,4 37,0 111,4 318,8 Curah hujan (mm) Th.1999 145 172 236 232,2 140 31 16 21 25,0 35 192 479 Curah hujan (mm) Th.2000 261,4 140,7 136,7 259,0 240,1 47,4 80,2 19,8 44,8 162,4 317,1 70,6

LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA SIKLUS II

Mata Pelajaran : Geografi Kelas/Semester : X-2/2 Hari/Tanggal :

No.

Fase dalam Pembelajaran Inkuiri

Aspek yang diamati y Siswa termotivasi dan memberi respon positif terhadap masalah yang dikemukakan y Mengungkapkan pertanyaan secara jelas dan singkat y Siswa membuat hipotesis mengenai pertanyaan yang diajukan y Siswa menemukan gagasan mengenai hipotesis dari pertanyaan yang diajukan y Siswa mengumpulkan data dari berbagai sumber belajar y Siswa bekerja sama dengan kelompoknya merumuskan masalah y Siswa mencatat dan membahas hasil diskusi y Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas y Keberanian mengungkapkan pendapat y Interaksi siswa dalam kelompok y Membuat kesimpulan berdasarkan data yang diperoleh C = Cukup K = Kurang

Hasil Pengamatan SB B C K SK

1.

Tahap penyajian masalah

2.

Membuat hipotesis

3.

Mengumpulkan data

4.

Menganalisis data

5.

Membuat kesimpulan

SB = Sangat Baik

B= Baik

SK = Sangat Kurang

LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU SIKLUS II

Mata Pelajaran : Geografi Kelas/Semester : X-2/2 Hari/Tanggal :

No.

Tahap Pembelajaran Inkuiri

Hasil Pengamatan Aspek yang Diamati y Guru membimbing siswa dalam mengidentifikasi masalah y Menggali informasi y Membangkitkan lebih banyak lagi pertanyaan y Guru menuliskan masalah di papan tulis y Guru membagi siswa dalam kelompok y Guru memberikan kesempatan untuk curah pendapat dalam membuat hipotesis tentang dinamika atmosfer/fenomena cuaca y Guru membimbing siswa dalam menentukan hipotesis yang relevan dengan permasalahan y Guru mengarahkan siswa untuk menemukan jawaban y Guru memberikan sumber belajar pada siswa y Guru menuntun siswa mengumpulkan data melalui diskusi y Guru memberikan kesempatan pada setiap kelompok untuk menyampaikan hasil diskusi y Guru membimbing siswa dalam membuat kesimpulan dari data yang diperoleh y Guru membimbing siswa untuk mengkomunikasikan hasil diskusi kepada teman sekelas C = Cukup K = Kurang SK = Sangat Kurang SB B C K SK

1.

Tahap menyajikan masalah atau pertanyaan

2.

Fase membuat hipotesis

3.

Mengumpulkan data

4.

Menganalisis data

5.

Membuat kesimpulan

SB = Sangat Baik

B= Baik