Anda di halaman 1dari 14

Kelompok 8 Ketua :

(37) (36) (38) (39) (40)

 Sarda Devi Mahri

Anggota :
    Rizki Sarwo Edi Wibowo Seno Muhammad Shafira Ramadhani Virgin Dwi Pratiwi

Bahasa Indonesia ~ PUISI ~

Puisi adalah

Menulis puisi bebas dengan menggunakan pilihan kata yang sesuai.

Menulis Puisi
Herman J. Waluyo mendefinisikan bahwa puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan semua kekuatan bahasa dengan pengonsentrasian struktur fisik dan struktur batinnya. Untuk dapat membuat puisi dengan baik, kita harus memerhatikan unsur fisik dan unsur batin puisi.

Struktur fisik puisi meliputi: a. Diksi (diction) b. Pencitraan c. Kata konkret (the concentrate word) d. Majas (figurative language) e. Bunyi yang menghasilkan rima dan ritma (rhyme and rytem) Adapun struktur batin meliputi: a. Perasaan (feeline) b. Tema (sense) c. Nada (tone) d. Amanat (atention)

Contoh Puisi
Bulan Harus Tetap Bersinar Malam ini langit penuh awan Tapi bulan Harus tetap bersinar Kalau tidak di langit Ya di hatimu Boleh Kupegang cahaya itu? Agar aku bisa Menyentuh senyummu?

Menulis puisi bebas dengan memperhatikan unsur persajakan.

Persajakan atau rima merupakan salah satu unsur pembangun sebuah puisi. Persajakan dalam puisi bebas tentu berbeda dengan persajakan dalam pantun atau syair yang terikat aturan tertentu. Persajakan dalam puisi bebas juga memiliki kebebasan sendiri. Puisi bebas tidak lagi ditekankan pada pemakaian kata yang indah dan tidak efektif. Puisi bebas lebih ekspresif dengan menggunakan pilihan diksi yang padat dan sarat makna.

Dalam menulis puisi bebas, hal pertama yang harus kamu perhatikan adalah tematiknya, yaitu tema isi puisi. Selanjutnya, tulislah puisi kata demi kata dengan pilihan diksi yang tepat. Meskipun persajakan bebas, hal itu juga harus diperhatikan demi menjaga keindahan puisi tersebut.

Contoh Puisi
IBUMU LAUT Karya Adin Ibumu laut yang melepas kapal-kapal tanpa bertanya mengapa dan menitipkan doanya pada gemuruh ombak supaya angin menjadi penunjuk agar karang-karang tak tertabrak ibumu laut seberapa jauh kau berlayar akan kembali pada pantainya juga

Mengenali Ciri Puisi dari Buku Antologi Puisi

Kamu tentu pernah membaca buku kumpulan puisi. Buku kumpulan puisi tersebut disebut antologi puisi. Apabila pernah membaca puisi dalam sebuah antologi puisi, kamu tentu akan menemukan ciri-ciri puisi secara umum. Ciri-ciri puisi tersebut antara lain sebagai berikut. Puisi disusun dengan pilihan kata yang padat dan indah. Puisi disusun dalam bentuk larik/baris. Larik/baris dihimpun dalam bait-bait. Rima/sajak bebas tidak terikat, seperti dalam pantun dan syair. Lebih bersifat ekspresif.

Sekian dan Terimakasih

Beri Nilai