Anda di halaman 1dari 15

ISSN 0215 - 8250

30

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN PIAGET DAN YANG KONVENSIONAL TERHADAP KEMAMPUAN KOMPOSISI NARATIF BAHASA BALI PADA SISWA KELAS IV DAN VI SD 1 SANGSIT DI SAWAN oleh I Dewa Putu Raka Rasana Jurusan Pendidikan Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan, IKIP Negeri Singaraja ABSTRAK

___________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 4 TH. XXXIX Oktober 2006

ISSN 0215 - 8250

31

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penggunaan model pembelajaran Piaget terhadap kelompok eksperimen dan model pembelajaran konvensional terhadap kelompok kontrol dalam menulis komposisi naratif bahasa Bali di SD 1 Sangsit kecamatan Sawan, kabupaten Buleleng. Yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas IV A yang berjumlah 20 orang sebagai kelompok kontrol, semua siswa kelas IV B yang berjumlah 20 orang sebagai kelompok eksperimen, semua siswa kelas VI A yang berjumlah 23 orang sebagai kelompok eksperimen, dan semua siswa kelas VI B yang berjumlah 23 orang sebagai kelompok kontrol. Berdasarkan proses pelaksanaan penelitian, instrumen penelitian telah diujicobakan pada 161 siswa kelompok Piaget dan 161 siswa kelompok konvensional di empat SD di kecamatan Sawan. Sebelum perlakuan diberikan pada 86 siswa SD 1 Sangsit tersebut, mereka diberikan prates untuk mengetahui kemampuan awal mereka. Perlakuan diberikan dalam 7 kali pertemuan yang dilakukan oleh guru kelas setelah ia diberikan pelatihan tentang cara-cara menerapkan model pembelajaran Piaget. Mereka diberikan 7 kali perlakuan dan perlakuan-perlakuan tersebut dianggap sebagai latihan. Setiap perlakuan yang diberikan didasarkan pada rancangan pembelajaran yang telah dibuat baik untuk kelompok Piaget di kelas IV dan VI maupun kelompok konvensional di kelas IV dan VI. Hasil yang diperoleh berupa skor pascates yang diberikan oleh 3 interraters dan dianalisis dengan ANOVA dua jalur. Penskoran dilakukan berdasarkan kriteria penilaian yang diberikan oleh McKeough dan Case. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) model pembelajaran Piaget lebih efektif dibandingkan model pembelajaran konvensional terhadap prestasi belajar komposisi naratif bahasa Bali, (2) prestasi belalajar siswa yang berusia 10 tahun tidak berbeda dari yang berusia 12 tahun, dan (3) tidak ada interaksi antara model pembelajaran dengan tingkat usia terhadap prestasi belajar dalam menulis komposisi nartif bahasa Bali. Kata kunci : keefektifan, model pembelajaran, komposisi naratif
___________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 4 TH. XXXIX Oktober 2006

ISSN 0215 - 8250

32

ABSTRACT This study aimed at finding out the effectiveness of the use of Piagets learning model towards the experimental group and conventional learning model towards the control group in writing narrative composition in Balinese language at elementary school 1 in Sawan district, Buleleng regency. The subjects were all the fourth year students of class IVA consisting of 20 persons as control group, all the fourth year students of class IVB consisting of 20 persons as experimental group, all the sixth year students of class VIA consisting of 23 persons as experimental group, and all the sixth year students of class VIB consisting of 23 persons as control group. Based on the implementation process of the research, the research instrument had been tried out in 161 students of Piagets group and 161 students in conventional group at 4 elementary schools in Sawan district. Before the treatment given to 86 students at elementary school 1 in Sangsit, they were given pretest in order to know their entry behavior. The treatments were given in 7 sessions done by a class teacher after she had been given a training about the ways of applying Piagets learning model. They had been given 7 treatments and the treatments were considered as a training. Every given treatment was based on the made learning plan for Piagets group and conventional group in class IV and VI. The results gained in the research were in the forms of score given by 3 inter-raters and they were analyzed by the use of Two Way ANOVA. The scoring done in the research was based on the scoring criteria given by McKeough and Case. The research result showed that (1) Piagets model of teaching was more effective than the conventional model of teaching towards the learning achievement of Balinese narrative composition, (2) the learning achievement of the ten year old student was not different from that of the twelve year old one, and (3) there was no interaction between the models of teaching with the chronological age towards the learning achievement of Balinese narrative composition. Key words: effectiveness, learning model, narrative composition
___________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 4 TH. XXXIX Oktober 2006

ISSN 0215 - 8250

33

1. Pendahuluan Model pembelajaran konvensional sampai saat ini masih banyak digunakan dalam pembelajaran komposisi naratif bahasa Bali di Provinsi Bali. Penerapan model pembelajaran tersebut ditandai dengan pemberian informasi, dilanjutkan dengan tanya jawab, pemberian tugas oleh guru, pelaksanaan tugas oleh siswa, sampai pada akhirnya guru merasa bahwa apa yang telah diajarkan dapat dimengerti oleh siswa (Putrayasa, 2001). Siswa bersifat pasif. Ceramah mendominasi kegiatan belajar mengajar yang menekankan hafalan (ingatan) tersebut (Sulaeman, 1988). Akibatnya, terjadi kemerosotan prestasi belajar komposisi naratif bahasa Bali. Untuk mengatasi kelemahan tersebut, diperlukan model pembelajaran yang secara optimal dapat mengembangkan kemampuan siswa dalam menulis komposisi naratif bahasa Bali. Model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran Piaget. Model pembelajaran Piaget adalah model pembelajaran yang didasarkan pada teori perkembangan kognitif Piaget yang di dalamnya mengandung sintaks (syntax), prinsip-prinsip reaksi, sistem sosial, dan sistem dukungan. Sintaks adalah urutan kegiatan (tasks) yang diberikan guru, agar terjadi konflik kognitif dan inkuiri. Prinsipprinsip reaksi berfokus pada kegiatan (tasks) yang membentuk perilaku melalui rewarding, memelihara sikap netral, dan sikap yang nonevaluative. Sistem dukungan merupakan fasilitas di luar kemampuan dan kapabilitas guru. Hal ini menyebabkan siswa secara aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran Piaget, tahap kegiatan belajar berlangsung dalam 2 kegiatan
___________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 4 TH. XXXIX Oktober 2006

ISSN 0215 - 8250

34

inti. Kegiatan pertama adalah sebagai berikut. (1) Guru menyampaikan tujuan belajar, (2) Siswa aktif melakukan diskusi, saling membantu, dan kerja sama untuk memahami narasi yang mengandung masalah dan pemecahannya setelah diberikan gambar dan teksnya oleh guru, dan (3) Siswa didorong bertanya kepada guru, apabila siswa tersebut tidak mendapatkan jawaban yang tepat dari teman sejawat. Kegiatan kedua adalah sebagai berikut. (1) Siswa ditugaskan menulis narasi yang mengandung masalah dan pemecahannya secara individual berdasarkan topik dan gambar yang berbeda dari topik dan gambar yang diberikan dalam kegiatan pertama dan (2) Siswa diberikan waktu secara singkat untuk melakukan perbaikan. Atas dasar itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan kedua model pembelajaran tersebut dengan menerapkan model pembelajarn Piaget dalam kelompok eksperimen dan model pembelajaran konvensional dalam kelompok kontrol dengan pertanyaan-pertanyaan penelitian sebagai berikut. (1) apakah model pembelajaran Piaget dan model pembelajaran konvensional memberi keefektifan yang berbeda terhadap prestasi belajar kmposisi naratif bahasa Bali, (2) apakah siswa yang berusia 12 tahun memperoleh prestasi belajar komposisi naratif bahasa Bali yang berbeda dibandingkan dengan siswa yang berusia 10 tahun, dan (3) apakah ada interaksi antara model pembelajaran dengan tingkat usia terhadap prestasi belajar komposisi naratif bahasa Bali? Berdasarkan tujuan penelitian tersebut, hipotesis-hipotesis penelitian yang diuji adalah sebagai berikut. (1) Terdapat perbedaan antara siswa yang diajar melalui model pembelajaran Piaget dan model pembelajaran konvensional terhadap prestasi belajar komposisi naratif bahasa Bali, (2) Terdapat perbedaan prestasi belajar komposisi naratif
___________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 4 TH. XXXIX Oktober 2006

ISSN 0215 - 8250

35

bahasa Bali antara yang diperoleh siswa berusia 10 tahun dan yang 12 thun, (3) Terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan tingkat usia terhadap prestasi belajar komposisi naratif bahasa Bali. 2. Metode Penelitian 2.1 Subjek Penelitian Penelitian dilakukan di SD 1 Sangsit, Kecamatan Sawan. Jumlah siswa yang dilibatkan dalam penelitian ini sebanyak 86 orang yang terdiri atas (1) 20 orang di kelas IV A sebagai kelompok kontrol, (2) 20 orang di kelas IV B sebagai kelompok eksperimen, (3) 23 orang di kelas VI A sebagai kelompok eksperimen, dan (4) 23 orang di kelas VI B sebagai kelompok kontrol. 2.2 Variabel Penelitian Variabel dalam penelitian ini terdiri dari 1 variabel bebas, yakni model pembelajaran dengan 2 dimensi variabelnya, yakni model pembelajaran Piaget dan model pembelajaran konvensional, 1 variabel moderator, yakni usia, dan 1 variabel tergantung, yakni prestasi belajar komposisi naratif bahasa Bali.

___________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 4 TH. XXXIX Oktober 2006

ISSN 0215 - 8250

36

2.3 Rancangan Penelitian Sejalan dengan pengujian 3 hipotesis penelitian, maka rancangan eksperimen faktorial (2 X 2) digunakan untuk menguji ketiga hipotesis tersebut sekaligus yang ditunjukkan dalam tabel 1 berikut. Tabel 1. Rancangan Eksperimen Faktorial P P1 U1 U U2 U2/P1 U2/P2 U1/P1 P2 U1/P2

Keterangan: P P1 P2 U U1 U2

= = = = = =

perlakuan model pembelajaran Piaget model pembelajaran Konvensional usia siswa kelas IV yang berusia 10 tahun siswa kelas VI yang berusia 12 tahun

2.4 Instrumen dan Teknik Pengumpulan Data Hal-hal yang berkaitan dengan instrumen penelitian adalah sebagai berikut. (1) prates dan pascates, (2) uji coba instrumen, (3) validitas instrumen, dan (4) realibitas instrumen. Data ini dikumpulkan melalui teknik tes. Tes yang digunakan adalah prates dan pascates.
___________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 4 TH. XXXIX Oktober 2006

ISSN 0215 - 8250

37

Berdasarkan proses pelaksanaan penelitian, instrumen penelitian telah diujicobakan pada 161 siswa kelompok Piaget dan 161 siswa kelompok konvensional di empat SD. Sebelum perlakuan diberikan pada 86 siswa di SD 1 Sangsit tersebut, mereka diberikan prates untuk mengetahui kemampuan awal mereka. Perlakuan diberikan dalam 7 kali pertemuan yang dilakukan oleh guru kelas setelah ia diberikan pelatihan tentang caracara menerapkan model pembelajaran Piaget. Mereka diberikan 7 kali perlakuan dan perlakuan-perlakuan tersebut dianggap sebagai latihan. Setiap perlakuan yang diberikan didasarkan pada rancangan pembelajaran yang telah dibuat baik untuk kelompok Piaget di kelas IV dan VI maupun kelompok konvensional di kelas IV dan VI. Hasil yang diperoleh berupa skor diberikan oleh 3 interraters. Kemudian mereka diberikan pascates. Hasil pascates juga berupa skor yang diberikan 3 penilai. Penskoran dilakukan berdasarkan kriteria penilaian yang diberikan oleh McKeough dan Case (1986). Sebelum pengujian hipotesis-hipotesis penelitian dilakukan dengan menggunakan ANOVA dua jalur, uji normalitas data terhadap skor pascates, dan uji homogenitas varians perlu dilakukan untuk mengetahui apakah data tersebut berdistribusi normal atau tidak dan varians populasi dalam penelitian ini sama atau tidak. 2.5 Teknik Analisis Data Komposisi naratif yang telah dibuat siswa menggunakan panduan penilaian sebagai berikut.

dianalisis dengan

___________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 4 TH. XXXIX Oktober 2006

ISSN 0215 - 8250 Tabel 2. Panduan Penilaian


No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Uraian Apakah cerita itu memiliki masalah? Apakah cerita itu memiliki masalah? Apakah masalah terpecahkan? Apakah masalah terpecahkan Apakah ada kendala sebelum pemecahan masalah Apakah ada kendala sebelum pemecahan masalah Apakah ada satu kendala yang lebih bermakna daripada kendalakendala yang lain? Apakah ada satu kendala yang lebih bermakna daripada kendala-kendala yang lain? Apakah dunia sipencerita (misalnya pernyataan psikologis) dikembangkan melalui cerita? Apakah dunia sipencerita (misalnya pernyataan psikologis) dikembangkan melalui cerita? Tidak X X X X X X X X X X X X X X X X X Ya Apa Mengapa

38

Nilai 0 1 1 2 2 3 3 4 4 5

Didaptasi dari Mckeough & Case (1986) Selanjutnya data yang diperoleh melalui panduan ini dianalisis dengan ANOVA dua jalur (Ferguson, 1976). Uji ANOVA dua jalur tersebut dilakukan dengan bantuan komputer (SPSS for Windows). 3. Hasil Penelitian dan Pembahasan 3.1 Hasil Penelitian Berdasarkan proses pelaksanaan penelitian, instrumen penelitian perlu diujicobakan dan uji coba instrumen itu dilakukan pada empat SD, yakni SD 4 Sangsit, Sd 8 Sangsit, SD 1 Jagaraga, dan SD 3 Jagaraga yang melibatkan 161 kelompok Piaget dan 161 kelompok konvensional.
___________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 4 TH. XXXIX Oktober 2006

ISSN 0215 - 8250

39

Ternyata hasilnya valid (memiliki bukti pendukung validitas construct dan isi) dan reliable. Bukti pendukung validitas construct bersumber dari tes yang digunakan yang berupa bentuk tugas atau kegiatan (tasks) yang diminta oleh tes tersebut kepada mereka yang sedang mengerjakan tes itu. Bukti pendukung validitas isi dapat dilihat dari cakupan aspek yang dinilai dalam komposisi naratif bahasa Bali yang ditulis siswa cukup beragam yang meliputi penyampaian masalah, pemecahan masalah, hambatan yang ditemukan dalam pemecahan masalah, dan pernyataan psikologis. Reliabilitas tersebut didasarkan pada perhitungan statistik dengan bantuan komputer yang hasilnya ternyata > 0,70. Hasil uji normalitas data skor pascates untuk semua kelompok menunjukkan bahwa skor berdistribusi normal. Hasil uji varians juga menunjukkan bahwa varians populasi dalam penelitian ini mempunyai varians yang sama di antara anggota kelompok. Pengujian hipotesishipotesis penelitian dengan menggunakan ANOVA dua jalur dengan bantuan komputer dan ringkasan hasilnya terlihat pada tabel 3 berikut. Tabel 3. Ringkasan Hasil ANOVA Dua Jalur Prestasi Belajar Komposisi Naratif Bahasa Bali
Sumber Varians Antar A Antar B Inter AB Terjelaskan Sisa Total Jk 90,047 0,40 0,53 90,140 55,813 145,953 db 1 1 1 3 82 85 Rjk 90,047 0,40 0,53 30,047 0,681 1,717 F 132,295 0,59 0,79 Sig. 0,000 0,808 0,780

Keterangan: Jk = jumlah kuadrat db = derajat kebebasan Rjk = rata-rata kuadrat A = model pembelajaran B = usia
___________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 4 TH. XXXIX Oktober 2006

ISSN 0215 - 8250

40

Isi tabel 1 mendukung keputusan statistik yang diambil dari analisis data prestasi belajar komposisi naratif bahasa Bali yang konsisten mengenai keefektifan antar A dengan kesimpulan sebelumnya. Model pembelajaran (antar A) menunjukkan bahwa rasio F adalah signifikan dengan F 132,295 (p < 0,05), sedangkan antar B ditemukan tidak signifikan dengan F 0,59 (p > 0,05). Rasio inter AB (F = 0,79) juga ditemukan tidak signifikan. Dengan demikian , Ho pertama ditolak, sedangkan Ho kedua dan ketiga diterima. Kesimpulan yang dapat diambil adalah model pembelajaran Piaget berbeda keefektifannya terhadap prestasi belajar komposisi naratif bahasa Bali jika dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Prestasi belajar komposisi naratif bahasa Bali juga teruji tidak berbeda yang disebabkan oleh perbedaan usia. Kesimpulan lainnya adalah tidak ada interaksi antara model pembelajaran dengan tingkat usia terhadap prestasi belajar komposisi naratif bahasa Bali. Artinya, model pembelajaran Piaget lebih efektif dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional terhadap prestasi belajar komposisi naratif bahasa Bali pada siswa kelas IV dan VI. 3.2 Pembahasan Dari hasil pengujian hipotesis-hipotesis penelitian, diperoleh bukti bahwa perolehan belajar atau prestasi belajar komposisi naratif bahasa Bali siswa yang mengikuti model pembelajaran Piaget berbeda secara signifikan dengan prestasi belajar komposisi naratif bahasa Bali siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Hal ini berarti bahwa model pembelajaran Piaget lebih efektif dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional terhadap prestasi belajar komposisi naratif bahasa Bali pada siswa kelas IV dan VI. Temuan ini mendukung sepenuhnya temuan penelitian Mckeough dan Case (1986) yang menyimpulkan bahwa
___________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 4 TH. XXXIX Oktober 2006

ISSN 0215 - 8250

41

kemampuan siswa dalam menulis komposisi naratif dapat ditingkatkan melalui penerapan teori perkembangan intelek Piaget. Temuan ini juga sebagian besar mendukung temuan Wittrock (1978) yang menyimpulkan bahwa siswa yang dibelajarkan dengan menerapkan aspek kognitif yang lebih tinggi cenderung reflektif, berpikir lebih lama sebelum menjawab pertanyaan peneliti, mengabaikan hal-hal yang tidak relevan dan secara relatif mampu menjawab pertanyaan dengan benar lebih banyak. Di samping itu, temuan ini juga mendukung temuan Kamii dan De Vries dalam Joyce dan Weil (1996) yang menyimpulkan bahwa program yang didasarkan pada teori perkembangan intelek Piaget dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada anak. Menurut Hudojo (1990), Piaget mengatakan bahwa tahap-tahap berpikir itu adalah pasti dan spontan, namun umur kronologis yang diberikan itu adalah fleksibel, terutama selama masa transisi dari periode satu ke periode berikutnya. Umur kronologis itu dapat saling tindih. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis penelitian, ternyata usia tidak memberi pengaruh terhadap prestasi belajar komposisi naratif bahasa Bali, yakni prestasi belajar yang diperoleh siswa yang berusia 12 tahun ternyata tidak berbeda dari yang diperoleh siswa yang berusia 10 tahun. Temuan ini cenderung mendukung pendapat Piaget yang disampaikan oleh Hudojo (1990) tersebut. Hasil pengujian hipotesis tersebut juga menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara model pembelajaran dengan tingkat usia terhadap prestasi belajar komposisi naratif bahasa Bali. Interaksi adalah kerja sama dua variabel bebas atau lebih dalam mempengaruhi suatu variabel tergantung. Interaksi terjadi jika suatu variabel bebas memiliki efek-efek yang berbeda terhadap suatu variabel tergantung pada berbagai tingkat dari
___________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 4 TH. XXXIX Oktober 2006

ISSN 0215 - 8250

42

suatu variabel bebas lainnya. Dalam penelitian ini terungkap bahwa tidak ada interaksi. Ini berarti bahwa model pembelajaran bekerja sendirisendiri dalam mempengaruhi prestasi belajar. 4. Penutup Bertitik tolak dari hasil analisis dan pembahasan di atas, kesimpulan-kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil pengujian hipotesishipotesis penelitian adalah sebagai berikut. (1) Model pembelajaran Piaget lebih efektif dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional terhadap prestasi belajar komposisi naratif bahasa Bali pada siswa kelas IV dan VI, (2) prestasi belajar komposisi naratif bahasa Bali siswa yang berusia 12 tahun tidak berbeda dari prestasi belajar komposisi naratif bahasa Bali siswa yang berusia 10 tahun, dan (3) tidak ada interaksi antara model pembelajaran dengan tingkat usia terhadap prestasi belajar komposisi naratif bahasa Bali. Dalam kasus ini, model pembelajaran Piaget lebih baik daripada model pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan di atas, maka disarankan hal-hal sebagai berikut. (1) Kepada guru SD disarankan menerapkan model pembelajaran Piaget sesuai dengan langkah-langkah yang dianjurkan sebagai salah satu model pembelajaran alternatif untuk meningkatkan prestasi belajar komposisi naratif bahasa Bali, (2) Kepada guru SD disarankan agar mengorganisasi kembali buku teks komposisi naratif bahasa Bali seperti yang terlihat dalam rancangan model pembelajaran Piaget, dan (3) Aspek yang diteliti dalam penerapan model pembelajaran Piaget dalam kegiatan pembelajaran komposisi naratif bahasa Bali di SD terbatas pada aspek kognitif, sedangkan aspek-aspek lain seperti aspek sikap dan moral tidak dilibatkan. Menurut Piaget, aspek-aspek
___________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 4 TH. XXXIX Oktober 2006

ISSN 0215 - 8250

43

tersebut juga berpengaruh terhadap perkembangan intelek siswa. Kenyataan ini diduga berpengaruh untuk mengurangi sumbangan optimal model pembelajaran Piaget. Walaupun hasil pengujian hipotesis telah menunjukkan bahwa model pembelajaran Piaget secara signifikan lebih unggul dari model pembelajaran konvensional, prestasi belajar mungkin akan lebih tinggi lagi, apabila aspek-aspek lainnya juga dilibatkan. Dengan demikian disarankan agar model pembelajaran Piaget diuji lagi dengan bentuknya yang lebih lengkap, sehingga potensi optimal model pembelajaran Piaget dapat dijelaskan.

DAFTAR PUSTAKA Ferguson, G.A. 1976. Statistical Analysis in Psychology and Education (4th ed). Montreal: McGraw Hill Book Company. Ginsburg, H., & Opper, S. 1969. Piagets Theory of Intellectual evelopment. Boston: Prentice-Hall, Inc. Joyce, B., & Weil, M. 1972. Models of Teaching. Boston: Prentice-Hall, Inc. Latief, M. A. 1996. Pengukuran Kemampuan Menulis (Tanggapan terhadap Tulisan Ahmad Rofiuddin pada Edisi Tahun 23, Nomor 1 Februari 1995). Dalam Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya, 24 (1), 58-73. Hudojo, H. 1990. Strategi Mengajar Belajar Matematika. IKIP Malang. McKeough, A., & Case, R. 1986. A Neo-Piagetian Analysis of Narrative Composition and Its Application to Instruction. Calgary: The University of Calgary Press.
___________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 4 TH. XXXIX Oktober 2006

ISSN 0215 - 8250

44

McCrimmon, J. M. 1984. Writing with a Purpose (8th ed.). Boston: Houghton Mifflin Company. Putrayasa, I. B. 2001. Penerapan Model Inkuiri dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia (Studi Eksperimen dalam Pembelajaran Kalimat pada Siswa Kelas I SLTP Negeri I Singaraja). Disertasi yang tidak dipublikasikan. Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. Sulaeman, D. 1988. Teknologi/Metodologi Pengajaran. Jakarta: PPLPTK. Sutama, M. 1997. Perkembangan Koherensi Tulisan Siswa Sekolah Dasar. Disertasi yang tidak dipublikasikan. Universitas Negeri Malang. Wittrock, M. C. 1978. The Cognitive Movement in Instruction. Journal of Educational Psychologist, 13 (2), 15-29.

___________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 4 TH. XXXIX Oktober 2006