Anda di halaman 1dari 13

BAB III METODE PENELITIAN

3.1

Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif.

Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan atau memaparkan peristiwa atau kejadian ataupun fenomena yang terjadi (Nursalam, 2008). Dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui bagaimanakah gambaran sikap dan motivasi perawat dalam pelaksanaan perencanaan pulang klien di RSUD Kota Bandung.

3.2

Variabel Penelitian Variabel adalah suatu atribut, sifat atau aspek dari orang atau objek yang

mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2010). Dalam penelitian ini variabel yang digunakan adalah sikap dan motivasi perawat dalam melaksanakan perencanaan pulang klien.

3.3 3.3.1

Definisi Konseptual dan Operasional Definisi Konseptual

3.3.1.1 Sikap Sikap merupakan kondisi kesiapan mental untuk perkembangan kebutuhan yang merupakan bagian intrinsik seseorang. Seseorang memiliki sikap yang terstruktur, gabungan dari berbagai komponen afektif (perasaan dan emosi

27

28

seseorang),

kognitif (penilaian atau kepercayaan seseorang), dan konasi (

kecenderungan seseorang untuk melakukan suatu tindakan) dimana ketiga struktur ini merupakan determinan dari sikap (Gibson, 2000). 3.3.1.2 Motivasi Motivasi adalah kekuatan yang mendorong seseorang dalam bekerja yang menimbulkan dan mengarahkan perilaku. Teori dari Aldefer ini terdiri dari tiga set kebutuhan yaitu : Eksistensi (kebutuhan yang terpuaskan oleh faktor-faktor psikologis dan keamanan kerja), keterkaitan (kebutuhan yang terpusatkan dengan adanya hubungan sosial dan interpersonal, pertumbuhan (kebutuhan yang terpuaskan terkait dengan adanya penghargaan dan aktualisasi diri) (Gibson, 2000).

3.3.2

Definisi Operasional

3.3.2.1 Sikap Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan sikap perawat adalah kondisi kesiapan mental perawat dalam memenuhi kebutuhannya untuk melakukan suatu tindakan yang dalam hal ini tindakan pelaksanaan perencanaan pulang klien . Variabel sikap ini dikaji berdasarkan determinan dari sikap itu sendiri yaitu, afektif, kognisi, dan konasi. Sikap ini diteliti dengan alat ukur kuisioner yang dikategorikan kedalam mendukung/memihak (favorable) dan tidak

mendukung/memihak (unfavorable). Perawat dikatakan memiliki sikap yang favourable ketika memberikan respon yang favourable dalam pelaksanaan perencanaan pulang kilen. Sedangkan sikap perawat dikatakan unfavourable jika

29

cenderung memberikan respon unfavourable dalam pelaksanaan perencanaan pulang kilen. 3.3.2.2 Motivasi Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan motivasi perawat adalah adanya kekuatan yang mendorong perawat dalam melaksanakan perencanaan pulang klien. Motivasi ini terdiri dari tiga set kebutuhan yaitu eksistensi, keterkaitan, dan pertumbuhan. Variabel diteliti dengan alat ukur kuisioner yang dikategorikan kedalam variabel yang lebih dominan dalam menimbulkan motivasi.

3.4 3.4.1

Populasi dan Sampel Penelitian Populasi Menurut Sugiyono (2010), populasi adalah objek/subjek yang memiliki

karakteritik dan kualitas tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana yang bekerja di ruang rawat inap RSUD Kota Bandung yang berjumlah 59 orang. 3.4.2 Sampel Sample merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono, 2008). Sampling adalah proses menyeleksi porsi dari populasi untuk dapat mewakili populasi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Total sampling atau sample jenuh. Sampel dalam penelitian ini adalah 59 orang perawat di RSUD Kota Bandung.

30

3.5

Instrumen Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur

fenomena alam atau sosial yang diamati (Sugiyono, 2010). Instrumen penelitian digunakan dalam penelitian ini adalah angket atau kuisioner tertutup yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden hanya tinggal memilih jawaban. Responden hanya tinggal memberikan tanda ceklist () pada pilihan jawaban yang telah disediakan dari pertanyaan pertanyaan yang mengindikasikan aspek aspek sikap dan motivasi dalam pelaksanaan tindakan perencanaan pulang klien. Instrument dibuat sendiri oleh peneliti dengan memodifikasi berdasarkan konsep sikap sesuai teori Rosenberg, motivasi sesuai dengan teori Adelfer (Gibson, 2000) dan konsep perencanaan pulang (Potter & Perry 2005). Setelah membuat kisi kisi instrumen sesuai teori yang dipergunakan untuk variabel sikap dan motivasi (Lampiran 4) kemudian telah dibuat sebuah kuisioner penelitian dengan jumlah 24 item pertanyaan untuk variabel sikap dan 15 item pertanyaan untuk variabel motivasi (Lampiran 5). Kuisioner ini disebarkan kepada responden secara langsung ke lima ruangan rawat inap di RSUD Kota Bandung pada tanggal 18 Mei dan kemudian diambil kembali pada tanggal 25 Mei setelah diisi oleh responden. Pada penelitian ini untuk variabel sikap dan motivasi perawat dalam pelaksanaan perencanaan pulang menggunakan kuisioner berupa pertanyaan tertutup dengan lima pilihan alternatif jawaban. Menggunakan skala Likert dengan alternatif pilihan sangat setuju, setuju, kurang setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju pada setiap pertanyaan dalam kuisioner.

31

3.6 3.6.1

Uji Instrumen Validitas

3.6.1.1 Validitas Content Dalam penelitian ini telah dilakukan uji content kepada dosen yang ahli di bidang sikap dan motivasi kerja yaitu dosen bagian keperawatan jiwa yaitu ibu Aat Sriati dan dosen bagian keperawatan dasar yaitu ibu Hana Rizma Dewi, S.Kp., MN. 3.6.1.2 Validitas construct Setelah dilakukan pengujian content kemudian penelitian ini dilakukan pengujian validitas construct yang dilakukan pada 20 orang perawat pelaksana di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Sumedang pada tanggal 6 Mei 2011. Uji validitas dalam penelitian ini dilakukan dengan membandingkan nilai rhitung dan rtabel. Apabila nilai rhitung > rtabel maka kesimpulannya item pertanyaan tersebut adalah valid dan dapat dipergunakan sebagai instrument penelitian. Apabila sebaliknya maka item pertanyaan tersebut harus dihapus dan tidak dapat digunakan dalam penelitian. Nilai rhitung diperoleh dari corrected item total correlation dari outpu yang diperoleh. Rumus yang digunakan untuk menghitung koefisien korelasi item total adalah ;
 



 


 

Keterangan :
 

: koefisien korelasi item total terkoreksi : koefisien korelasi skor item total sebelum dikoreksi

32

: deviasi standard skor suatu item pertanyaan : defiasi standar skor tengah (Azwar, 2000)

Sedangkan r tabel diambil dari nilai statistik r product moment, dengan rumus sebagai berikut:
rxy !

N X

N XY  ( X )( Y )
2 2

 X N Y 2  N Y 2

Keterangan :

rxy
N X Y

= Korelasi

= Jumlah responden = Skor per item dalam variabel = Skor total item dalam variabel (Arikunto, 2006)

Jika r positif, serta r > 0.444 maka item pertanyaan tersebut valid. Jika r negatif, serta r < 0.444 maka item pertanyaan tersebut tidak valid. Untuk memperoleh alat ukur yang baik, maka pertanyaan (item) yang tidak valid harus diperbaiki atau dibuang (Sugiyono, 2010) Pertanyaan dengan hasil tidak valid tidak digunakan oleh peneliti sebagai instrumen penelitian sehingga hasil akhir didapatkan uji validitas adalah sebegai berikut : 1. Untuk penyataan sikap yang terdiri dari 28 item pernyataan, melalui uji validitas diperoleh hasil bahwa 4 item pertanyaan tidak valid karena tidak memiliki koefisien validitas di atas batas ketentuannya yaitu

33

0,444. Dengan demikian intsrumen penelitian variabel sikap menjadi 24 item pertanyaan yang layak digunakan untuk penelitian. 2. Untuk variabel motivasi yang teriri dari 20 item pernyataan, melalui uji validitas diperoleh hasil bahwa 5 item pernyataan tidak valid dan tidak digunakan untuk penelitian karena tidak sesuai dengan batas koefisien validitas diatas batas ketentuan yaitu 0,444. Dengan demikian instrument pernyataan untuk variabel motivasi menjadi 15 item penyataan yang digunakan untuk penelitian. 3.6.2 Reliabilitas Reabilitas adalah kesamaan dari hasil pengukuran atau pengamatan bila fakta atau kenyataan diukur atau diamati berkali-kali dalam waktu yang berlainan (Nursalam, 2008). Instrumen dalam penelitian ini memiliki skor 1-5, maka digunakan koefisien reliabilitas Alpha Cronbach untuk uji reliabilitas, karena rumus Alpha Cronbach digunakan untuk mencari reliabilitas instrumen yang skornya bukan 1 dan 0 (Arikunto, 2006). Rumus Alpha Cronbach yaitu:
2 k W b r11 ! 1  W 12 k  1

dimana

2 Wb !

xb2 

x
b

n n

dan

W t2 !

xt2 

x
t

Keterangan: r11 = reliabilitas instrumen

34

= banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal


2 b

W
W t2
n xb xt

= jumlah varians butir

= varians total

= jumlah responden = skor tiap butir = skor total Sekumpulan pernyataan dikatakan reliabel jika koefisien

reliabilitasnya lebih dari atau sama dengan 0, 700. Dasar pengambilan keputusan:  Jika r Alpha positif, serta r > 0,700 maka faktor atau variabel tersebut reliabel.  Jika r Alpha positif, serta r < 0,700 maka faktor atau variabel tersebut tidak reliabel (Kaplan & Sarcuzo, 1993). Hasil uji reliabilitas untuk variabel sikap dan motivasi menyatakan reliable dengan r Alpha 0.981.

3.7

Analisis Data Analisis univariat dilakukan terhadap setiap variabel dari hasil penelitian

disajikan dalam bentuk

distribusi

dan presentase

setiap

variabel dan

jugakomponen yang menyertai variabel penelitian. Analisa data dalam pengolahan data variabel sikap dan motivasi dengan menggunakan skala Likert dimana untuk

35

pernyataan positif antara lain sangat setuju diberi nilai 5, setuju diberi nilai 4, kurang setuju diberi nilai 3, tidak setuju diberi nilai 2, dan sangat tidak setuju diberi nilai 1. Pertanyaan yang bersifat negatif antara lain sangat setuju diberi nilai 1, setuju diberi nilai 2, kurang setuju diberi nilai 3, tidak setuju diberi nilai 4, dan sangat tidak setuju diberi nilai 5. Dalam menentukan hasil ukur dari variabel yang diteliti, dilakukan uji normalitas untuk menentukan tingkat ketidaksimetrisan atau kecondongan data sehingga memudahkan untuk menggunakan teknik selanjutnya yang akan digunakan dan hasil uji normalitas dari penelitian yang telah dilaksanakan bahwa distribusi jawaban responden berada dalam garis normal. Kemudian untuk variabel motivasi dihitung menggunakan mean setiap responden kemudian dibandingkan sub vaiabel manakan yang lebih dominan yang menimbulkan motivasi. Untuk analisis data variabel sikap menggunakan rumus skor T yaitu :

x x T ! 50 10 S
Keterangan : T : Skor standar yang digunakan dalam skala Likert x : Skor responden pada skala sikap yang hendak diubah menjadi skor T x : Mean/rata-rata skor dalam kelompok S : Standar deviasi skor kelompok Apabila : Skot T Mean, maka sikap responden dikategorikan favorable.

Skot T Mean, maka sikap responden dikategorikan unfavorable. (Azwar, 2003).

36

Hasil

perhitungan

tersebut

kemudian

dipresentasikan

dengan

menggunakan rumus :   Dimana : P f n : presentase : jumlah responden yang masuk ke dalam kategori : jumlah total responden (Arikunto, 2006)

Berdasarkan nilai yang didapat dari persentase untuk semua subvariabel diatas maka dapat diinterpretasikan hasil sebagai berikut: 0% = tidak seorang pun

1%-24% = kurang dari setengah responden 25%-49% = hampir setengah responden 50% = setengah dari responden

51%-74% = lebih dari setengah responden 75%-99% = hampir seluruh responden 100% = seluruh responden (Al Rasyid, 1994)

3.8

Teknik Pengumpulan Data Pada saat penyebaran instrument penelitian, peneliti menjelaskan tentang

topik, tujuan penelitian

(lampiran 1) dan cara pengisian kepada responden

(lampiran 3) bersamaan dengan kuisioner beserta surat persetujuan yang akan ditandatangani oleh responden sebelum melakukan pengisian kuisioner (lampiran 2). Setelah responden mengisi kuisioner yang diberikan (lampiran 5), peneliti

37

kemudian mengambil kembali kuisioner penelitian beserta surat persetujuan yang sudah ditandatangani.

3.9

Pengolahan Data Setelah data terkumpul kemudian dilakukan pengolahan data tersebut

dengan langkah-langkah sebagai berikut : 3.9.1 Editing Memeriksa daftar pertanyaan yang telah diserahkan kembali oleh responden seperti kelengkapan jawaban, kesalahan pengisian, dan kesesuaian setiap jawaban. 3.9.2 Shorting data Memisahkan dan mengelompokkan data sesuai variabel dan aspek yang akan diteliti. 3.9.3 Koding Mengkonversi (menerjemahkan) jawaban-jawaban yang terkumpul responden dari

ke dalam kategori-kategori dengan cara memberi kode/tanda

berbentuk angka pada masing-masing jawaban sehingga lebih mudah dibaca dan diinterpretasikan untuk keperluan analisis. Karena penelitian ini menggunakan skala likert maka kode/tanda yang diberikan adalah sesuai dengan jawaban dari reponden. 3.9.4 Tabulasi Tabulasi adalah membuat tabel. Jawaban-jawaban yang sudah diberi kode kategori jawaban kemudian dimasukkan ke dalam tabel.

38

3.10 Etika Penelitian Penelitian ini dilakukan setelah mendapat izin penelitian dari institusi (Fkep UNPAD) dan dari RSUD Kota Bandung. Setelah mendapatkan izin, barulah melakukan penelitian dengan menekankan masalah etika yang meliputi : 3.10.1 Lembar Persetujuan (Informed Consent) Lembar persetujuan ini diberikan dan dijelaskan kepada responden yang akan diteliti disertai judul penelitian serta manfaat penelitian dengan tujuan responden dapat mengerti maksud dan tujuan penelitiandan telah ditandatangani oleh semua responden penelitian. Bila responden menolak maka peneliti tidak memaksa dan tetap menghormati hak-hak responden. 3.10.2 Tanpa Nama (Anonymity) Untuk menjaga kerahasiaan subjek, peneliti tidak akan mencantumkan nama subjek pada lembar pengumpulan data yang diisi subjek, tetapi lembar tersebut hanya diberikan kode tertentu. 3.10.3 Kerahasiaan (Confidentiality) Kerahasiaan informasi responden dijamin peneliti, hanya kelompok data tertentu yang akan dilaporkan sebagai hasil penelitian.

3.11 Prosedur Penelitian 3.11.1 Tahap Persiapan Tahap ini peneliti menentukan masalah yang akan diteliti, serta mencari refrensi melalui studi pustaka dan melalui jurnal keperawatan yang sesuai dengan konsep sikap, motivasi dan perencanaan pulang. Setelah itu melakukan studi pendahuluan ke lokasi yang sebelumnya menentukan sampel yang akan diambil,

39

lalu membuat usulan dengan menyusun proposal penelitian dan dilanjutkan ke seminar. Kemudian melakukan perbaikan perbaikan sampai uji instrumen, yang dilanjutkan dengan penelitian. 3.11.2 Tahap Pelaksanaan Pada tahap ini peneliti melaksanakan penelitian dengan cara mendapatkan izin penelitian dari RSUD Kota Bandung, kemudian sebelum memberikan instrumen, menjelaskan maksud dan tujuan penelitian terlebih dahulu kepada responden dan meminta persetujuan responden, kemudian peneliti menyebarkan kuisioner oleh peneliti sendiri di ruang rawat inap RSUD Kota Bandung dan mengambil kembali kuisioner yang telah diisi oleh responden, baru kemudian melakukan pengolahan dan analisa data yang kemudian ditarik kesimpulannya. 3.11.3 Tahap Akhir Tahap terakhir adalah penyusunan laporan penelitian yang kemudian dipresentasikan, melakukan perbaikan hasil sidang dan membuat penggandaan.

3.12 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini telah dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bandung. Waktu penelitian akan dilakukan pada tanggal 18-25 Mei 2011.