Anda di halaman 1dari 17

Praktikum Kimia Anorganik I Semester Genap Tahun Ajaran 2010/2011

PENENTUAN ASAM FOSFAT DALAM MINUMAN COLA SECARA SPEKTROFOTOMETRI

I. TUJUAN Menentukan kandungan asam fosfat dalam minuman cola secara spektrofotometri.

II. TEORI Spektrofotometri merupakan suatu analisa yang didasarkan pengukuran serapan sinar pada panjang gelombang tertentu. Pada sistem berkala unsur-unsur pada golongan VA tampak terjadi peralihan antara sifat logam dan non logam. Salah satu unsur yang menempati golongan VA ini adalah pospor. Unsur pospor di alam terdapat dalam bentuk oksidanya yaitu P4O6 dan P4O10.(1) Asam fosfat (H3PO4) murni yang digunakan dalam makanan dibuat dengan mengoksidasi pospor murni. Reaksinya : P4 P4O10 + + 5O2 6H2 O p P4O10 p 4H3PO4

Larutan encernya bersifat nontoksik dan rasanya asam. Hubungan antara absorpsi radiasi dan panjang lintasan melewati medium yang menyerap mula-mula dirumuskan oleh Bouger (1729), meskipun kadang-kadang dikaitkan kepada Lambert (1768). Jika suatu berkas radiasi monokromatik (yakni radiasi dengan panjang gelombang tunggal) diarahkan menembus medium itu, ternyata bahwa tiap lapisan menyerap fraksi radiasi yang sama besar.(1) Asam fosfat diperoleh bilamana PCl3 atau P4O6 dihidrolisis dengan air. Ia adalah padatan tidak berwarna yang mudah mencair di udara (titik leleh 70o, pk = 1,8). Asamnya serta mono dan diesternya berbeda dari PCl3 dalam hal bahwa terdapat empat ikatan pada P, yang satu menjadi P-H. Adanya H yang terikat pada P dapat diperagakan oleh teknik spektroskopi lainnya. Dengan demikian, asam fosfat paling baik ditulis HP(O)(OH)2. Asam hipofosfit, H3 PO2 juga mempunyai ikatan P-H. Sebaliknya triseter hanya mempunyai tiga ikatan pada fosfor, menjadi analog dengan PCl3. Triakil dan aril posfit , P(OR)3 mempunyai sifat donor yang sangat baik terhadap logam transisi dan banyak kompleks dikenal.(2)

Penentuan Asam Posfat Dalam Minuman Cola Secara Spektrofotometri

Praktikum Kimia Anorganik I Semester Genap Tahun Ajaran 2010/2011

Asam ortofosfat, H3PO4 biasanya disebut asam fosfat adalah salah satu senyawaan fosfor yang paling lama dikenal dan paling penting. Ia dibuat dalam jumlah yang sangat besar, biasanya 85 % sebagai asam sirup, oleh reaksi langsung batuan dasar fosfat dengan asam sulfat dan juga dengan pemanasan langsung posfor dan hidrasi terhadap P4O10. Asam murninya adalah padatan kristal tak berwarna (titik leleh 42,35o). Ia sangat stabil dan tidak mempunyai sifat pengoksidasi yang penting dibawah 350 sampai 400oC. Pada suhu tinggi, ia cukup reaktif terhadap logam yang mereduksinya dan ia akan menyerang kuarsa. Asam pirofosfat juga dihasilkan: 2 H3PO4 H2O + H4P2O7 Namun perubahan ini lambat pada suhu ruangan. (2) Kandungan asam pospat dalam bentuk minuman cola dapat ditentukan dengan metoda spektrofotometri untuk menentukan dengan metoda ini digunakan reagen pengompleks. Sehingga asam pospat akan membentuk senyawa kompleks yang akan memberikan serapan pada panjang gelombang tertentu. Serapan inilah yang akan diukur atau diatur dengan peralatan spektrofotometer sehingga dapat diketahui peralatan spektrofotometri dan dapat diketahui berapa kadar asam pospat dalam larutan sampel tertentu. Pengukuran dengan metoda spektrofoometri ini, didasarkan pada berlakunya hukum Lambert-Beer yang menyatakan bahwa serapan yang diberikan oleh suatu larutan yang diukur sebanding dengan konsentrasinya,maka dapat dinyatakan : A=a.b.c Dimana : A = absorbsivitas a = absorban b = panjang kolom c = konsentrasi Diantara contoh terbaik adalah minuman bersoda. Minuman ini begitu merata, mulai dari kota hingga desa. Setelah banyak yang ketagihan, masalahpun tiba. Untuk menunjukkan bahayanya minuman bersoda, berikut ini fakta tentang bahaya minuman bersoda: 1. Satu kalengnya menyamai 10 sendok gula yang cukup untuk menghancurkan Vitamin B, dimana kekurangan Vitamin B akan mengakibatkan buruknya

Penentuan Asam Posfat Dalam Minuman Cola Secara Spektrofotometri

Praktikum Kimia Anorganik I Semester Genap Tahun Ajaran 2010/2011

pencernaan, lemahnya tingkat kesehatan, tegangnya urat syaraf, pusing, sulit tidur, cemas dan kejangnya otot 2. Mengandung CO2 yang menyebabkan lambung tidak bisa menghasilkan enzim yang sangat penting bagi proses pencernaan, yang demikian itu terjadi jika mengkonsumsinya bersamaan dengan makan, atau setelahnya. Juga menyebabkan peniadaan fungsi enzim-enzim pencernaan yang dihasilkan oleh lambung, yang selanjutnya tergganggunya proses pencernaan dan pengambilan sari-sari makanan. 3. Mengandung kafein yang menyebabkan meningkatnya frekuensi detak jantung, naiknya tekanan darah, gula dalam darah, bertambahnya keasaman lambung, bertambahnya hormon-hormon dalam darah yang kadang bisa menyebabkan radang dan terlukanya lambung serta usus duabelas jari. Sebagaimana ia meningkatkan tekanan pada bagian bawah saluran makanan yang menyebabkan tertolaknya makanan dan zat asam dari dalam lambung ke tenggorokan (saluran makan), yang hal ini dapat menyebabkan rasa nyeri dan radang. 4. Mengandung zat asam fosfor yang menyebabkan rapuh dan lemahnya tulang, khususnya pada usia pertumbuhan, dimana yang demikian banyak menjadikan keretakan pada tulang. 5. Mengandung senyawa asam fosforik, malik dan karboik yang menyebabkan tergerogotinya lapisan pelindung gigi. 6. Mengandung zat kimia buatan yang bisa merusak otak, dan menyebabkan hilangnya ingatan secara bertahap, dan rusaknya fungsi hati. 7. Tuanglah satu kaleng Coca Cola ke dalam tempat kloset, kemudian biarkan selama satu jam, kemudian tariklah spon, maka engkau akan melihat bahwa seluruh belang (bercak-bercak hitam) yang ada telah hilang, yang demikian itu dikarenakan senyawa asam telah menghilangkannya dengan reaksi yang kuat. 8. Untuk menghilangkan karat yang ada pada sebagian mobilmu atau pada paku yang berkarat, maka gosoklah bagian yang ingin dibersihkan dengan lap yang telah dibasahi dengan Coca Cola, maka Coca Cola akan bereaksi untuk

membersihkannya dengan baik. 9. Untuk membersihkan lempengan ACCU dari karat, masukkanlah lempengan penghubung tersebut kedalam sekaleng Coca Cola, dan amatilah gelembunggelembung gas yang muncul, sebagai akibat reaksi pembersihan karat.

Penentuan Asam Posfat Dalam Minuman Cola Secara Spektrofotometri

Praktikum Kimia Anorganik I Semester Genap Tahun Ajaran 2010/2011

10. Untuk menghilangkan noda minyak dari pakaian, campurkanlah sekaleng Coca Cola kedeterjen, dan perhatikanlah hilangnya noda-noda minyak tersebut. 11. Derajat keasaman (pH) pada minuman-minuman bersoda seperti Pepsi Cola dan Coca Cola mencapai 3-4 (sangat asam), yang dengan pH tersebut, cukup untuk meluruhkan gigi dan tulang bersamaan dengan berjalannya waktu. Tubuh kita berhenti membangun tulang setelah usia 30 tahun, dan mulai luluh dengan presentasi 8-18% tiap tahunnya sesuai dengan tingkat keasaman yang kita konsumsi (prosentasi keasaman tidak didasarkan pada rasa makanan, tetapi pada prosentae kandungan Potassium, Chlor, Magnesium dan senyawa-senyawa fosfor yang lain). 12. Larutan Calsium akan mengendap ditenggorokan, sel-sel kulit, dan anggotaanggota vital pada tubuh yang bisa berpengaruh pada fungsi ginjal, dan menyebabkan batu ginjal. 13. Minuman-minuman bersoda tidak memiliki faidah makanan pada tubuh, bahkan mengandung garam dan gula yang berlebihan, selain bahan pengawet dan pewarna. 14. Sebagian orang lebih memilih meminum minuman dingin bersoda setelah makan. Perilaku ini mempengaruhi enzim-enzim pencernaan, yaitu merendahkan suhu panas tubuh, sehingga enzim-enzim pencernaan kehilangan kemampuannya untuk bekerja dimana suhu tubuh normal adalah suhu yang sesuai dengan fungsi kerja enzim-enzim tersebut. Maka enzim-enzim tersebut tidak bisa mencerna makanan dengan baik yang bisa mengakibatkan soda, dan sebagian zat beracun berpindah bersama darah menuju sel-sel tubuh, dan kadang pada akhirnya membuat bermacam-macam penyakit. 15. Anda sebenarnya menelan gas CO2, jika anda mengkonsumsi minuman bersoda. 16. Ingatlah sebuah perlombaan Siapakah yang paling banyak minum Pepsi Cola di Universitas Delhi, India. Yang menang dalam lomba itu telah meminum 8 kaleng yang akhirnya mati ditempat yang sama karena tingginya gas CO2 didalam darahnya yang berakibat tidak bisanya darah mendapatkan O2 secara normal. Sebagai akibat dari perlombaan itu, Rektor Universitas tersebut melarang penjualan air bersoda di dalam Universitas. .(3)

Penentuan Asam Posfat Dalam Minuman Cola Secara Spektrofotometri

Praktikum Kimia Anorganik I Semester Genap Tahun Ajaran 2010/2011

III. PROSEDUR PERCOBAAN 3.1 Alat dan Bahan a. Alat 1. Erlenmeyer 250 mL Berfungsi untuk melarutkan larutan sampel. 2. Pipet Takar 2 mL Berfungsi untuk memipet sampel. 3. Gelas Ukur 100 mL Berfungsi untuk megukur larutan. 4. Tabung Reaksi 10 Buah Berfungsi untuk meletakkan larutan. 5. Pipet Gondok 10 mL Berfungsi untuk memipet sampel. 6. Pemanas Berfungsi untuk memanaskan cola. 7. Labu Ukur 100 mL 3 Buah Berfungsi untuk pengenceran. 8. Spektrofotometer Berfungsi untuk menghitung penyerapan warna. 9. Kaca Arloji Berfungsi untuk menutup mulut erlenmeyer. b. Bahan 1. Cola Berfungsi sebagai sampel. 2. Asam Fosfat Berfungsi sebagai kandungan asam yang akan diukur. 3. Aquadest Berfungsi sebagai blanko. 4. Ammonium Molibdat Berfungsi sebagai zat pewarna. 5. Ammonium Metavanadium Berfungsi sebagai zat pewarna.

Penentuan Asam Posfat Dalam Minuman Cola Secara Spektrofotometri

Praktikum Kimia Anorganik I Semester Genap Tahun Ajaran 2010/2011

3.2 Cara Kerja A. Penentuan kandungan fosfat dalam sampel cola 1. Masukkan 100 mL cola ke dalam erlenmeyer 250 mL, tandai tinggi cairan dan tutup mulut tabung dengan kaca arloji. 2. Didihkan selama 15 menit dan biarkan dingin pada suhu kamar. 3. Pipet 2 mL cola yang sudah di dekarbonat ke dalam labu ukur 100 mL, tambahkan 10 reagen pewarna dan encerkan sampai tanda batas. 4. Beri label tabung reaksi yang kering isi 2/3 nya dengan larutan cola dan biarkan sampai reaksi pewarna sempurna. 5. Siapkan blanko dengan mengencerkan sampel cola 50 kali. Masukkan 2 mL cola yang sudah didekarbosinasi dalam labu ukur 100 mL dan encerkan sampai batas. 6. Ukur absorban dari sampel cola yang sudah sempurna reaksi pewarnaannya.

B. Kalibrasi spektrofotometer 1. Pipet 1 mL larutan standar fosfat ke dalam labu ukur 100 mL. Tambahkan 10 mL reagen pewarna dan encerkan sampai tanda batas. 2. Masukkan sebahagian larutan fosfat ini ke dalam tabung reaksi dan beri label 100 kali. 3. Ulangi prosedur di atas untuk 2 mL, 4 mL, 6 mL, 8 mL dan 10 mL standar fosfat. 4. Ukur serapan dari larutan standar fosfat dengan menggunakan air sebagai blanko. 5. Hitung konsentrasi standar dan buat grafik untuk menentukan konsentrasi asam fosfat dalam sampel.

Penentuan Asam Posfat Dalam Minuman Cola Secara Spektrofotometri

Praktikum Kimia Anorganik I Semester Genap Tahun Ajaran 2010/2011

3.3 Skema Kerja A. Penentuan kandungan fosfat dalam sampel cola 100 mL cola - Dimasukkan ke dalam erlenmeyer 250 mL. - Tandai tinggi cairan. - Tutup mulut tabung dengan kaca arloji. - Didihkan selama 15 menit dan biarkan dingin pada suhu kamar. 2 mL cola yang sudah didekarbonat - Pipet ke dalam labu ukur 100 mL. - Tambahkan 10 reagen pewarna. - Encerkan sampai tanda batas. Larutan Cola - Isi 2/3 tabung reaksi dengan larutan cola. - Beri label tabung reaksi. - Biarkan sampai reaksi pewarna sempurna. Blanko - Disiapkan dengan mengecerkan sampel cola 50 kali. - Masukkan 2 mL cola yang sudah didekarboksinasi dalam labu ukur 100 mL. - Encerkan sampai tanda batas. Nilai Absorban

Penentuan Asam Posfat Dalam Minuman Cola Secara Spektrofotometri

Praktikum Kimia Anorganik I Semester Genap Tahun Ajaran 2010/2011

B. Kalibrasi Spektrofotometer Larutan standar fosfat - Pipet 1 mL ke dalam labu ukur 100 mL. - Tambahkan 10 mL reagen pewarna dan encerkan sampai tanda batas. Sebahagian Larutan Fosfat - Masukkan ke dalam tabung reaksi. - Beri Label. - Ulangi prosedur diatas untuk 2 mL, 4 mL, 6 mL, 8 mL dan 10 mL standar fosfat. 10 mL standar fosfat - Ukur serapan larutan tersebut dengan menggunakan air sebagai blanko.

Nilai konsentrasi standar dan grafik

Penentuan Asam Posfat Dalam Minuman Cola Secara Spektrofotometri

Praktikum Kimia Anorganik I Semester Genap Tahun Ajaran 2010/2011

3. 4 Skema Alat

Penentuan Asam Posfat Dalam Minuman Cola Secara Spektrofotometri

Praktikum Kimia Anorganik I Semester Genap Tahun Ajaran 2010/2011

IV. 4.1

PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN Data dan Perhitungan

1. Pembuatan Reagen Pewarna Pengukuran spektrofotometer pada Amonium Molibdat Ammonium Metamavanadiun Aquadest 1 mL + reagen 2 mL + reagen 4 mL + reagen 6 mL + reagen 8 mL + reagen 10 mL + reagen Cola + reagen = 420 nm = 0,16 g = 0,4 g Absorban 0,538 A 0,563 A 0,573 A 0,490 A 0,705 A 0,736 A 3,712 A

2. Menentukan Molaritas Larutan Asam Fosfat (H3PO4) Induk Asam Fosfat = 1,746 g/mL % Asam Fosfat = 65 % Mr Asm Fosfat = 98 g/mol M = M =


 

= 11,58 M 3. Menentukan Konsentrasi Larutan Standar Asam Fosfat V1 . M1 = V2 . M2 a. 1 mL Asam Fosfat V1 . M1 = V2 . M2 = 100 mL . M2

1 mL . 11,58 M

M2 = 0,1158 M

Penentuan Asam Posfat Dalam Minuman Cola Secara Spektrofotometri

Praktikum Kimia Anorganik I Semester Genap Tahun Ajaran 2010/2011

b. 2 mL Asam Fosfat V1 . M1 = V2 . M2 M2= 0,2316 M c. 4 mL Asam Fosfat V1 . M1 = V2 . M2 M2 = 0,4632 M d. 6 mL Asam Fosfat V1 . M1 = V2 . M2 M2 = 0,6948 M e. 8 mL Asam Fosfat V1 . M1 = V2 . M2 M2 = 1,158 M f. 10 mL Asam Fosfat V1 . M1 = V2 . M2 M2 = 1,158 M 4. Persamaan Regresi x y No 1 2 3 4 5 6 Jumlah = Konsentrasi = Absorban x 0,1158 0,2316 0,4632 0,6948 0,9264 1,158 3,5898 y 0,538 0,563 0,573 0,490 0,705 0,736 3,605 xy 0,0623 0,1304 0,2654 0,3404 0,6531 0,8523 2,3039 x2 0,0134 0,0536 0,2145 0,4827 0,8582 1,3410 2,9634

2 mL . 11,58 M = 100 mL . M2

4 mL . 11,58 M = 100 mL . M2

6 mL . 11,58 M = 100 mL . M2

8 mL . 11,58 M = 100 mL . M2

10 mL . 11,58 M = 100 mL . M2

Penentuan Asam Posfat Dalam Minuman Cola Secara Spektrofotometri

Praktikum Kimia Anorganik I Semester Genap Tahun Ajaran 2010/2011

x y 

= 0,5983 = 0,6008             

 

= 0,1803 A = y - Bx = 0,6008 (0,1803 x 0,5983) = 0,4930 Persamaan Regresi Y = A + BX = 0,4930 + 0,1803 X 5. Menentukan Konsentrasi Asam Fosfat Dalam Cola Y Y 3,712 X = 3,712 = A + BX = 0,4930 + 0,1803 X = 17,8536 M

Penentuan Asam Posfat Dalam Minuman Cola Secara Spektrofotometri

Praktikum Kimia Anorganik I Semester Genap Tahun Ajaran 2010/2011

GRAFIK

Grafik Konsentrasi Vs Absorban


0.2 0.18 0.16 0.14 0.12 0.1 0.08 0.06 0.04 0.02 0 0 0.5 1

Absorban (A)

y = -0.0533x + 0.1483 R = 0.4264

y Linear (y)

1.5

Konsentrasi (M)

Penentuan Asam Posfat Dalam Minuman Cola Secara Spektrofotometri

Praktikum Kimia Anorganik I Semester Genap Tahun Ajaran 2010/2011

4.2 Pembahasan Setelah dilakukannya praktikum penentuan asam fosfat dalam minuman cola secara spektrofotometri. Prinsip pengukurannya adalah berdasarkan pada besarnya serapan oleh suatu sinar monokromatis yang mempunyai panjang gelombang tertentu. Untuk penentuan kadar fosfat dalam minuman cola ini campuran reagen ammonium molibdat dan ammonium metavanadium disini digunakan bukan sebagai reagen pengompleks tetapi digunakan sebagai reagen pewarna. Antara amonium molibdat yang bening dengan amonium metavanadium, ketika keduanya dicampurkan menghasilkan warna kuning pekat. Asam fosfat ini bersifat stabil dan merupakan asam berbasa III yang dapat membentuk 3 deret garam. Peran penting mendekarbonasi ini adalah agar dalam pengukuran dengan alat spektrofotometer, sinar yang diserap oleh larutan tidak terhalang dan akan memberikan data yang valid. Hal tersebut terjadi karena semakin tinggi konsentrasi asam fosfat, maka pada saat penambahan campuran reagen tersebut warnanya semakin memudar dari warna konsentrasi rendah, berbeda halnya dengan reagen pengompleknya (sifatnya), dimana semakin tinggi konsentrasi dari suatu larutan maka akan semakin bertambah kepekatan dari larutan tersebut sesuai dengan pernyataan yang dikemukakan di dalam Hukum Lambert-Beer yang merupakan prinsip utama pengukuran sampel dengan

menggunakan metoda secara spektrofotometri. Pengaruh dari konsentrasi larutan berbanding terbalik dengan pembacaan nilai absorban, dimana semakin tinggi konsentrasi larutan maka akan semakin rendah nilai absorbannya karena penyerapan terhadap larutan semakin kecil, yang juga berarti sinar yang diserap semakin kecil tetapi sinar yang kecil konsentrasi sampel akan semakin besar nilai absorbannya, sinar yang diserap semakin besar dan sinar yang diteruskan akan semakin kecil, tetapi pada percobaan kami nilai absorbannya ada yang naik dan turun. Hal ini terjadi mungkin kuvet yang kami gunakan kurang bersih, ataupun konsentrasi larutan yang dibuat kurang tepat. Nilai regresi yang didapat adalah Y = 0,4930 + 0,1803 x dan konsentrasi asam fosfat yang didapat adalah 17,8536 M.

Penentuan Asam Posfat Dalam Minuman Cola Secara Spektrofotometri

Praktikum Kimia Anorganik I Semester Genap Tahun Ajaran 2010/2011

V. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Dari praktikum yang telah kami lakukan dapat disimpulkan bahwa: 1. Spektrofotometri merupakan suatu analisa yang didasarkan pengukuran serapan sinar pada panjang gelombang tertentu. 2. Prinsip percobaan ini didasarkan pada hukum Lambert-Beer yang menyatakan bahwa serapan yang diberikan oleh suatu larutan yang diukur sebanding dengan konsentrasinya. 3. Semakin besar nilai konsentrasi maka nilai absorban yang didapatkan semakin besar. Namun hal ini, tidak terjadi pada percobaan yang telah kami lakukan dikarenakan terjadi penurunan nilai absorban pada penambahan 6 mL + reagen. 4. Konsentrasi asam fosfat dalam sampel cola yang kami dapatkan adalah sebesar 17,8536 M.

5.2 Saran Agar praktikum selanjutnya dapat berjalan dengan lancar, maka disarankan agar: 1. Teliti dalam melakukan penambahan cola ke dalam tabung reaksi. 2. Cuvet yang akan digunakan harus dalam keadaan bersih dan bebas debu. 3. Teliti dalam melakukan pengenceran. 4. Teliti dalam melakukan pengocokan atau kehomogenan warna.

Penentuan Asam Posfat Dalam Minuman Cola Secara Spektrofotometri

Praktikum Kimia Anorganik I Semester Genap Tahun Ajaran 2010/2011

JAWABAN PERTANYAAN

1. Apa tujuan dari pemanasan sampel cola sebelum pengenceran? Pemanasan sampel cola sebelum pengenceran dilakukan untuk proses dekarbonasi sehingga CO2 yang akan mengganggu dalam proses pengukuran dapat dihilangkan. 2. Mengapa sampel cola harus diencerkan 50 kali sebelum pengukuran? Sampel cola harus diencerkan 50 kali karena pengukuran absorban oleh alat spektrofotometer berdasarkan hukum Lambert-Beer yaitu sampel harus berada dalam konsentrasi rendah. 3. Kenapa cara titrasi tidak dapat digunakan dalam penentuan asam fosfat sampel cola? Cara titrasi dapat dipakai dalam menentukan kadar fosfat karena asam fosfat adalah asam polivelen. Reaksinya: H3PO4 H2PO4H2PO42H+ + H2PO4H+ + H2PO42H+ + PO43-

Sehingga jika dilakukan titrasi sangat sulit menentukan titik akhir titrasi. 4. Tulis beberapa reaksi pembuatan asam fosfat? Reaksi pembentukan fosfat: a. b. c. d. P4 + 5O2 P4O10 4H3PO4 12H3PO4 + 20 NO 3H3PO4 + 5CaSO4 + H2 O

P4O10 + 6H2 O 3P4 + 20 HNO3 + 8H2 O Ca(PO4)3OH + 5H2SO + 9H2 O

Penentuan Asam Posfat Dalam Minuman Cola Secara Spektrofotometri

Praktikum Kimia Anorganik I Semester Genap Tahun Ajaran 2010/2011

DAFTAR PUSTAKA Cotton, Wilkinson. 1989. Kimia Anorganik Dasar. Jakarta: Universitas Indonesia. Day, JR, R. A and Underwood, A. L. 1999. Analisis Kimia Kuantitatif. Jakarta : Erlangga. Surya, Galuh. 2008. http://galuhsurya.wordpress.com/2008/11/07/bahaya-minumanbersoda/ Vogel. 1994. Analisa Kuantitatif Anorganik. Jakarta : EGC.

Penentuan Asam Posfat Dalam Minuman Cola Secara Spektrofotometri