Anda di halaman 1dari 15

PERKEMBANGAN DAN PERBANDINGAN IDEOLOGI DI DUNIA

ANALIS IDEOLOGI KOMUNIS, LIBERALIS DAN PANCASILA


Di Dunia terdapat 2 Ideologi besar yaitu Komunis dan Liberalis, Ideologi seperti apakah Komunis dan Liberalis? Apakah perbedaan kedua Ideologi tersebut dengan Ideologi bangsa kita yaitu Pancasila?

PERKEMBANGAN IDEOLOGI DI DUNIA


A.IDEOLOGI KOMUNIS
a) Pengertian Komunisme Istilah komunisme sering dicampuradukkan dengan komunis

internasional.Komunisme atau Marxisme adalah ideologi dasar yang umumnya digunakan oleh partai komunis di seluruh dunia.sedangkan komunis internasional merupakan racikan ideologi ini berasal dari pemikiran Lenin sehingga dapat pula disebut "Marxisme-Leninisme". Dalam komunisme, perubahan sosial harus dimulai dari pengambil alihan alat-alat produksi melalui peran Partai Komunis. Logika secara ringkasnya, perubahan sosial dimulai dari buruh atau yang lebih dikenal dengan proletar (lihat: The Holy Family), namun pengorganisasian Buruh hanya dapat berhasil dengan melalui perjuangan partai. Partai membutuhkan peran Politbiro sebagai thinktank.Dapat diringkas perubahan sosial hanya bisa berhasil jika dicetuskan oleh Politbiro.Inilah yang menyebabkan komunisme menjadi "tumpul" dan tidak lagi diminati karena korupsi yang dilakukan oleh para pemimpinnya. Komunisme sebagai anti-kapitalisme menggunakan sistem partai komunis sebagai alat pengambil alihan kekuasaan dan sangat menentang kepemilikan akumulasi modal atas individu. pada prinsipnya semua adalah direpresentasikan sebagai milik rakyat dan oleh karena itu, seluruh alat-alat produksi harus dikuasai oleh negara guna kemakmuran rakyat secara merata akan tetapi dalam kenyataannya hanya dikelolah serta menguntungkan para elit partai, Komunisme memperkenalkan penggunaan sistim demokrasi keterwakilan yang dilakukan oleh elit-elit partai komunis oleh karena itu sangat membatasi langsung demokrasi pada rakyat yang bukan merupakan anggota partai komunis karenanya dalam paham komunisme tidak dikenal hak perorangan sebagaimana terdapat pada paham liberalisme.

PERBANDINGAN IDEOLOGI KOMUNIS, LIBERAL, DAN PANCASILA

Page 1

Secara umum komunisme berlandasan pada teori Dialektika materi oleh karenanya tidak bersandarkan pada kepercayaan agama dengan demikian pemberian doktrin pada rakyatnya, dengan prinsip bahwa "agama dianggap candu" yang membuat orang berangan-angan yang membatasi rakyatnya dari pemikiran ideologi lain karena dianggap tidak rasional serta keluar dari hal yang nyata (kebenaran materi). b) Ciri-ciri Ideologi Komunisme

Sifatnya yang ateis, tidak mengimani Allah. Orang komunis menganggap Tuhan tidak ada, kalau ia berpikir Tuhan tidak ada. Akan tetapi, kalau ia berpikir Tuhan ada, jadilah Tuhan ada. Maka, keberadaan Tuhan terserah kepada manusia.

Sifatnya yang kurang menghargai manusia sebagai individu. Manusia itu seperti mesin. Kalau sudah tua, rusak, jadilah ia rongsokan tidak berguna seperti rongsokan mesin. Komunisme juga kurang menghargai individu, terbukti dari ajarannya yang tidak memperbolehkan ia menguasai alat-alat produksi.

Komunisme mengajarkan teori perjuangan (pertentangan) kelas, misalnya proletariat melawan tuan tanah dan kapitalis. Pemerintah komunis di Rusia pada zaman Lenin pernah mengadakan pembersihan kaum kapitalis (19191921). Stalin pada tahun 1927, mengadakan pembersihan kaum feodal atau tuan tanah.

Salah satu doktrin komunis adalah the permanent atau continuous revolution (revolusi terus-menerus). Revolusi itu menjalar ke seluruh dunia. Maka, komunisme sering disebut go international.. Komunisme memang

memprogramkan tercapainya masyarakat yang makmur, masyarakat komunis tanpa kelas, semua orang sama. Namun, untuk menuju ke sana, ada fase diktator proletariat yang bertentangan dengan demokrasi. Salah satu pekerjaan diktator proletariat adalah membersihkan kelas-kelas lawan komunisme, khususnya tuan-tuan tanah dan kapitalis.

PERBANDINGAN IDEOLOGI KOMUNIS, LIBERAL, DAN PANCASILA

Page 2

Dalam dunia politik, komunisme menganut sistem politik satu partai, yaitu partai komunis. Maka, ada Partai Komunis Uni Soviet, Partai Komunis Cina, PKI, dan Partai Komunis Vietnam, yang merupakan satu-satunya partai di negara bersangkutan. Jadi, di negara komunis tidak ada partai oposisi. Jadi, komunisme itu pada dasarnya tidak menghormati HAM.

Dalam hal segi perekonimiannya ideologi komunis ini menganut sistem perekonomian yang tersentralisasi.Pemerintah pusat sebagai otoritas yang memiliki legalitas terttinggi di negaranya berhak mengontrol sistem

perekonomian dengan tidak mengizinkan pasar/ market /perusahaan perusahaan swasta mengambil dan mengolah sumber daya di negaranya.Pemerintah juga mengontrol penuh aktifitas banker banker swasta dan melakukan sentralisasi atau kontrol penuh peredaran uang dan penggunaan kredit.Semuanya diatur dalam bank bank milik pemerintah pusat. Pemerintah pusat banyak membangun fasilitas fasilitas yang berguna bagi kepentingan umum.Misalnya jalan raya , jembatan , fasilitas air minum, listrik serta industri pertanian. c) Pencipta Ideologi Komunis

Karl Heinrich Marx (Trier, Jerman, 5 Mei 1818 London, 14 Maret 1883) adalah seorang filsuf, pakar ekonomi politik dan teori kemasyarakatan dari Prusia dan mendapatkan pengaruh dari

Lenin serta Mao Zeding filsuf dan bapak bangsa asal China / Tiongkok. d) Negara yang menganut Ideologi Komunis

Komunisme sebagai ideologi mulai diterapkan saat meletusnya Revolusi Bolshevik di Rusia tanggal 7 November 1917. Pada tahun 2005

Gambar 3 : Karl MARX , Pendiri Komunis

negara yang masih menganut paham komunis adalah Republik Rakyat Cina (sejak 1949), Vietnam, Korea Utara, Kuba dan Laos

PERBANDINGAN IDEOLOGI KOMUNIS, LIBERAL, DAN PANCASILA

Page 3

Sejarah Komunisme Di Indonesia Komunisme di Indonesia memiliki sejarah yang kelam, kelahirannya di Indonesia tak jauh dengan hadirnya para orang-orang buangan dari Belandake Indonesia dan mahasiswa-mahasiswa jebolannya yang beraliran kiri. Mereka di antaranya Sneevliet, Bregsma, dan Tan Malaka (yang terahir masuk setelah SI Semarang sudah terbentuk).Alasan kaum pribumi yang mengikuti aliran tersebut dikarenakan tindakan-tindakannya yang melawan kaum kapitalis dan pemerintahan, selain itu iming-iming propaganda PKI juga menarik perhatian mereka. Gerakan Komunis di Indonesia diawali di Surabaya, yakni di dalam diskusi intern para pekerja buruh kereta api Surabaya yang dikenal dengan nama VSTP. Awalnya VSTP hanya berisikan anggota orang Eropa dan Indo Eropa.saja, namun setelah berkembangnya waktu, kaum pribumi pun ikut di dalamnya. Salah satu anggota yang menjadi besar adalah Semaoen kemudian menjadi ketua SI Semarang.Komunisme Indonesia mulai aktif di Semarang, atau sering disebut dengan Kota Merah setelah menjadi basis PKI di era tersebut.Hadirnya ISDV dan masuknya para pribumi berhaluan kiri ke dalam SI (Sarekat Islam) menjadikan komunis sebagian cabangnya karena hak otonomi yang diciptakan Pemerintah Hindia Belanda atas organisasi lepas menjadi salah satu ancaman bagi pemerintah.ISDV menjadi salah satu organisasi yang bertanggung jawab atas banyaknya pemogokan buruh di Jawa.Konflik dengan SI pusat di Yogyakarta membuat personil organisasi ini keluar dari keanggotaan SI, setelah disiplin partai atas usulan Haji Agus Salimdisahkan oleh pusat SI. Namun ISDV yang berganti nama menjadi PKI semakin kuat saja dan di antara pemimpin mereka dibuang keluar Hindia Belanda. Kehancuran PKI fase awal ini bermula dengan adanya Persetujuan Prambanan yang memutuskan akan ada

pemberontakan besar-besaran di seluruh Hindia Belanda. Tan Malaka yang tidak setuju karena komunisme di Indonesia kurang kuat mencoba

menghentikannya.Namun para tokoh PKI tidak mau menggubris usulan itu kecuali mereka yang ada di pihak Tan Malaka.Pemberontakan itu terjadi pada tahun 19261927 yang berakhir dengan kehancuran PKI dengan mudah oleh pemerintah Hindia Belanda.Para tokoh PKI menganggap kegagalan itu karena Tan Malaka mencoba menghentikan pemberontakan dan memengaruhi cabang PKI untuk melakukannya.

PERBANDINGAN IDEOLOGI KOMUNIS, LIBERAL, DAN PANCASILA

Page 4

Gerakan PKI lahir pula pada masa Perang Kemerdekaan Indonesia yang diawali oleh kedatangan Muso secara misterius dari Uni Sovyet ke Negara Republik (Saat itu masih beribu kota di Yogyakarta). Sama seperti Soekarno dan tokoh pergerakan lain, Muso berpidato dengan lantang di Yogyakarta dengan

kepercayaannya yang murni komunisme. Disana ia juga mendidik calon-calon pemimpin PKI seperti D.N. Aidit. Musso dan pendukungnya kemudian menuju ke Madiun. Disana ia dikabarkan mendirikan Negara Indonesia sendiri yang berhalauan komunis. Gerakan ini didukung oleh salah satu menteri Soekarno, Amir Syarifuddin yang tidak jelas ideologinya.Divisi Siliwangi akhirnya maju dan mengakhiri pemberontakan Muso ini.Beberapa ilmuwan percaya bahwa ini adalah konflik intern antarmiliter Indonesia pada waktu itu. Pasca Perang Kemerdekaan Indonesia tersebut PKI menyusun kekuatannya kembali.Didukung oleh Soekarno yang ingin menyatukan semua aspek masyarakat Indonesia saat itu, dimana antar ideologi menjadi musuh masing-masing, PKI menjadi salah satu kekuatan baru dalam politik Indonesia. Permusuhan itu tidak hanya terjadi di tingkat atas saja, melainkan juga di tingkat bawah dimana tingkat anarkisme banyak terjadi antara tuan tanah dan para kaum rendahan. Namun Soekarno menjurus ke kiri dan menganak-emaskan PKI.Akhirnya konflik dimanamana terjadi. Ada suatu teori bahwa PKI dan militer yang bermusuhan akan melakukan kudeta. Yakni PKI yang mengusulkan Angkatan Perang Ke 5 (setelah AURI, ALRI, ADRI dan Kepolisian) dan isu penyergapan TNI atas Presiden Soekarno saat ulang tahun TNI. Munculah kecurigaan antara satu dengan yang lain. Akhirnya dipercaya menjadi sebuah insiden yang sering dinamakan Gerakan 30 September. Ada kemungkinan Indonesia menjadi negara komunis andai saja PKI berhasil berkuasa di Indonesia.Namun hal tersebut tidak menjadi kenyataan setelah terjadinya kudeta dan peng-kambing hitaman komunisme sebagai dalang terjadinya insiden yang dianggap pemberontakan pada tahun 1965 yang lebih dikenal dengan Gerakan 30 September.Hal ini juga membawa kesengsaraan luar biasa bagi para warga Indonesia dan anggota keluarga yang dituduh komunis meskipun belum tentu kebenarannya.Diperkirakan antara 500.000 sampai 2 juta jiwa manusia dibunuh di Jawa dan Bali setelah peristiwa Gerakan 30 September.Hal ini merupakan halaman terhitam sejarah negara Indonesia.Para tertuduh yang tertangkap kebanyakan tidak
PERBANDINGAN IDEOLOGI KOMUNIS, LIBERAL, DAN PANCASILA Page 5

diadili dan langsung dihukum.Setelah mereka keluar dari ruang hukuman mereka, baik di Pulau Buru atau di penjara, mereka tetap diawasi dan dibatasi ruang geraknya dengan penamaan Eks Tapol. Semenjak jatuhnya Presiden Soeharto, aktivitas kelompok-kelompok

komunis, marxis, dan haluan kiri lainnya mulai kembali aktif di lapangan politik Indonesia, walaupun belum boleh mendirikan partai karena masih dilarang oleh pemerintah. Komunisme di Indonesia Setelah Dekrit Presiden pada 5 Juli 1959, politik luar negeri Indonesia cenderung lebih condong ke Blok Timur (Blok Komunis).Mengapa seperti itu? Karena Indonesia lebih banyak melakukan kerja sama dengan negara komunis seperti Uni Soviet, Kamboja, Vietnam, RRC, maupun Korea Utara. Berikut ini adalah langkah-langkah politik luar negeri Indonesia pada masa Demokrasi Terpimpin: Presiden Soekarno menyampaikan pandangan politik dunia yang berlawanan, yaitu OLDEFO (Old Established Forces), dan NEFO (New Emerging Forces), Indonesia membentuk Poros Jakarta-Peking dan Poros Jakarta-Phnompenh-Hanoi-PekingPyongyang yang membuat Indonesia termasuk dalam Negara Blok Timur, Konfrontasi dengan Malaysia yang berujung dengan keluarnya Indonesia dari PBB.

PERBANDINGAN IDEOLOGI KOMUNIS, LIBERAL, DAN PANCASILA

Page 6

B.IDEOLOGI LIBERAL
a) Pengertian Liberalisme ( Ideologi Liberal) Liberalisme dapat diartikan sebagai sebuah ideologi yang menganut paham kebebasan , namun berdasarkan pengertian dari Wikipedia , the free encyclopedia dan dalam buku The Encyclopedia of Philocopy , Michael W.Strasser. Liberalism refers to a broad array of related ideas and theories of goverment that consider individual liberty to be the most important political goal.Modern Liberalism has its roots in the Age Of Enlightenment .Broadly speaking , liberalism emphasizes individual rights and equality of results.Different forms of liberalism may propose very different policies , but they are generally united by their support for a number of principles , including extensive freedom of thought and speech.,limiations on the power of governments, the rule of law , the free exchange of ideas,a market or mixed economy, and a transparent system of government.All liberals as well as some adherents of other political ideas support some variant of the form of government known as Liberal democracy , with open and fair elections ,where all citizens have equal rights by law.There are many disagreements within liberalism , especially when economy freedom and social justice come into conflict .The movement called Classical Liberalism asserts than only real freedom is freedom from coercion

Pemikiran liberal (liberalisme) berkembang sejak masa Reformasi Gereja dan Renaissans yang menandai berakhirnya Abad Pertengahan (abad V-XV).Disebut liberal, yang secara harfiah berarti bebas dari batasan (free from restraint), karena liberalisme menawarkan konsep kehidupan yang bebas dari pengawasan gereja dan raja. Ini berkebalikan total dengan kehidupan Barat Abad Pertengahan ketika gereja dan raja mendominasi seluruh segi kehidupan manusia.

Secara umum, liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu.Paham liberalisme menolak adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah dan agama.Liberalisme

menghendaki adanya, pertukaran gagasan yang bebas, ekonomi pasar yang mendukung usaha pribadi (private enterprise) yang relatif bebas, dan suatu sistem
PERBANDINGAN IDEOLOGI KOMUNIS, LIBERAL, DAN PANCASILA Page 7

pemerintahan yang transparan, dan menolak adanya pembatasan terhadap pemilikan individu.Oleh karena itu paham liberalisme lebih lanjut menjadi dasar bagi tumbuhnya kapitalisme.

Dalam masyarakat modern, liberalisme akan dapat tumbuh dalam sistem demokrasi, hal ini dikarenakan keduanya sama-sama mendasarkan kebebasan mayoritas. Bandingkan Oxford Manifesto dari Liberal International: "Hak-hak dan kondisi ini hanya dapat diperoleh melalui demokrasi yang sejati. Demokrasi sejati tidak terpisahkan dari kebebasan politik dan didasarkan pada persetujuan yang dilakukan dengan sadar, bebas, dan yang diketahui benar (enlightened) dari kelompok mayoritas, yang diungkapkan melalui surat suara yang bebas dan rahasia, dengan menghargai kebebasan dan pandangan-pandangan kaum minoritas. Masyarakat yang terbaik (rezim terbaik), menurut paham liberalisme adalah yang memungkinkan individu mengembangkan yang baik kemampuan-kemampuan semua individu harus individu dapat

sepenuhnya.Dalam

masyarakat

mengembangkan pikiran dan bakat-bakatnya. Hal ini mengharuskan para individu untuk bertanggung jawab atas tindakannya, dan tidak menyuruh seseorang melakukan sesuatu untuknya atau seseorang untuk mengatakan apa yang harus dilakukan. b) Ciri-ciri Ideologi Liberalisme

Anggota masyarakat memiliki kebebasan intelektual penuh, termasuk kebebasanberbicara, kebebasan beragama dan kebebasan pers.

Pemerintah hanya

mengatur

kehidupan

masyarakat secara terbatas.

Keputusanyang dibuat hanya sedikit untuk rakyat sehingga rakyat dapat belajar membuatkeputusan diri sendiri. y Kekuasaan dari seseorang terhadap orang lain merupakan hal yang buruk. Semua masyarakat dikatakan berbahagia apabila setiap individu atau sebagian terbesar individu berbahagia. y Hak-hak tertentu yang tidak dapat dipindahkan dan tidak dapat dilanggar oleh kekuasaan manapun..

PERBANDINGAN IDEOLOGI KOMUNIS, LIBERAL, DAN PANCASILA

Page 8

Sistem perekonomian lebih banyak diatur berdasarkan permintaan pasar atau biasa disebut free market.Dalam hal ini peran negara hanya sedikit.

c) Ideologi Liberalisme Terbentuk

Ajaran liberalisme ortodoks sangat mewarnai pemikiran para The Founding Father Amerika seperti George Wythe, Patrick Henry, Benjamin Franklin, ataupunThomas Jefferson.Namun ajaran Liberalisme lahir dari sebuah nama filsuf yaitu John Locke, dan Adam Smith serta Bolkenstein. d) Negara yang menganut Ideologi Liberalisme

Beberapa Negara di Benua Amerika yang menganut ideology liberalisme Amerika Serikat, Argentina, Honduras, Brazil, Kanada, Cili, Cuba, Kolombia, Nikaragua,
Gambar 4 : Adam SMITH , Penganut dan pencetus Liberalisme

Meksiko,

Panama, Paraguay, Peru, Uruguay . Sekarang ini, kurang lebih liberalisme juga danut oleh negara Aruba, Bahamas, Republik Dominika, Greenland, Grenada, Kosta Rika, Puerto Rico Suriname , dan negara negara

Eropa bagian Barat dan dan negara negara di Asia seperti Korea Selatan,Jepang, Singapura dan Republik Turki.Masih banyak lagi negaranegara yang menganut Ideologi Liberalisme di benua lainnya.
Gambar 2 : ADAM SMITH

PERBANDINGAN IDEOLOGI KOMUNIS, LIBERAL, DAN PANCASILA

Page 9

Pokok-pokok Liberalisme Ada tiga hal yang mendasar dari Ideologi Liberalisme yakni Kehidupan, Kebebasan dan Hak Milik (Life, Libertyand Property).Dibawah ini, adalah nilai-nilai pokok yang bersumber dari tiga nilai dasar Liberalisme tadi:
y

Kesempatan yang sama. (Hold the Basic Equality of All Human Being). Bahwa manusia mempunyai kesempatan yang sama, di dalam segala bidang kehidupan baik politik, sosial, ekonomi dan kebudayaan.

Dengan adanya pengakuan terhadap persamaan manusia, dimana setiap orang mempunyai hak yang sama untuk mengemukakan pendapatnya, maka dalam setiap penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi baik dalam kehidupan politik, sosial, ekonomi, kebudayaan dan kenegaraan dilakukan secara diskusi dan dilaksanakan dengan persetujuan dimana hal ini sangat penting untuk menghilangkan egoisme individu.( Treat the Others Reason Equally.) Pemerintah harus mendapat persetujuan dari yang diperintah. Pemerintah tidak boleh bertindak menurut kehendaknya sendiri, tetapi harus bertindak menurut kehendak rakyat.(Government by the Consent of The People or The Governed)

Berjalannya hukum (The Rule of Law). Fungsi Negara adalah untuk membela dan mengabdi pada rakyat. Terhadap hak asasi manusia yang merupakan hukum abadi dimana seluruh peraturan atau hukum dibuat oleh pemerintah adalah untuk melindungi dan mempertahankannya. Maka untuk menciptakan rule of law, harus ada patokan terhadap hukum tertinggi (Undang-undang), persamaan dimuka umum, dan persamaan social

Yang menjadi pemusatan kepentingan adalah individu.(The Emphasis of Individual)

Negara hanyalah sebuah alat (The State is Instrument). Di dalam ajaran Liberal Klasik, ditekankan bahwa masyarakat pada dasarnya dianggap, dapat memenuhi dirinya sendiri, dan negara hanyalah merupakan suatu langkah saja ketika usaha yang secara sukarela masyarakat telah mengalami kegagalan

PERBANDINGAN IDEOLOGI KOMUNIS, LIBERAL, DAN PANCASILA

Page 10

Dalam liberalisme tidak dapat menerima ajaran dogmatisme (Refuse Dogatism).Hal ini disebabkan karena pandangan filsafat dari John Locke (1632 1704) yang menyatakan bahwa semua pengetahuan itu didasarkan pada pengalaman. Dalam pandangan ini, kebenaran itu adalah berubah. Liberalisme adalah sebuah ideologi yang mengagungkan kebebasan.Ada dua

macam Liberalisme, yakni Liberalisme Klasik dan Liberallisme Modern.Liberalisme Klasik timbul pada awal abad ke 16. Dalam Liberalisme Klasik, keberadaan individu dan kebebasannya sangatlah diagungkan. Setiap individu memiliki kebebasan berpikir masing-masing yang akan menghasilkan paham baru. Ada dua paham, yakni demokrasi(politik) dan kapitalisme(ekonomi).Meskipun begitu, bukan berarti kebebasan yang dimiliki individu itu adalah kebebasan yang mutlak, karena kebebasan itu adalah kebebasan yang harus dipertanggungjawabkan.Jadi, tetap ada keteraturan di dalam ideologi ini, atau dengan kata lain, bukan bebas yang sebebas-bebasnya.

PERBANDINGAN IDEOLOGI KOMUNIS, LIBERAL, DAN PANCASILA

Page 11

PERBANDINGAN IDEOLOGI KOMUNISME, LIBERALISME DAN PANCASILA


no Liberalisme
Negara sebagai penjaga malam. Rakyat atau warganya mempunyai kebebasan untuk berbuat atau bertindak apa saja asal tidak melanggar tertib hukum. Kepentingan dan hak warga Negara lebih diutamakan dari pada kepentingan Negara. Negara didirikan untuk menjamin kebebasan dan kepentingan warganegaranya

Komunisme

Pancasila
Hubungan antara warga Negara dengan Negara adalah seimbang .apa arti seimbang? Artimya, tidak mengutamakan Negara tetapi juga tidak mengutamakan warganegara. Kepentingan Negara dan warganegara sama-sama di pentingkan

Mementingkan kekuasaan dan kepentingan negara

Kepentingan Negara lebih di utamakan dari pada kepentingan warga Negara kebebasan atau kepentingan warga dikalahkan untuk kepentingan Negara.

Kepentingan Negara dan kepentingan warganegara sama-sama dipentingkan.

Negara tidak mencampuri urusan agama. Agama menjadi urusan pribadi setiap warga Negara. Warga Negara bebas beragama, tetapi juga bebas tidak beragama.

Kehidupan agama juga terpisah dengan Negara. Warga Negara bebas beragama, bebas tidak beragama dan bebaspula propaganda anti agama.

Agama erat hubungannya dengan Negara. Setiap warganegara dijamin pula kebebasannya untuk memilih salahsatu agama yang ada dan di akui oleh pemerintah .Setiap orang harus beragama, tetapi agama yang dipilih di serahkan kepada masingmasing warganegara. Atheis atau tidak mengaku adanya tuhan, tidak diperbolehkan.

PERBANDINGAN IDEOLOGI KOMUNIS, LIBERAL, DAN PANCASILA

Page 12

DAMPAK NEGATIF DAN POSITIF DARI IDEOLOGI KOMUNIS, LIBERALIS, DAN PANCASILA
A. LIBERALISME
1. Dampak Positif : y Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarkat dalam mengatur kegiatan ekonomi. Masyarakat tidak perlu menunggu komando dari pemerintah. y Setiap individu bebas untuk memiliki sumber-sumber daya produksi. Hal ini mendorong partisipasi masyarakat dalam perekonomian. y Timbul persaingan untuk maju karena kegiatan ekonomi sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat. y Menghasilkan barang-barang bermutu tinggi, karena barang yang kurang bermutu tidak akan laku di pasar. y Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari keuntungan y Kontrol sosial dalam sistem pers liberal berlaku secara bebas. Beritaberita ataupun ulasan yang dibuat dalam media massa dapat mengandung kritik-kritik tajam, baik ditujukan kepada perseorangan y Masyarakat dapat memilih partai politik tanpa ada gangguan dari siapapun. 2. Dampak Negatif : y Sulit melakukan pemerataan pendapatan. Karena persaingan bersifat bebas, pendapatan jatuh kepada pemilik modal atau majikan. Sedangkan golongan pekerja hanya menerima sebagian kecil dari pendapatan. y Pemilik sumber daya produksi mengeksploitasi golongan pekerja, sehingga yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. y y Sering muncul monopoli yang merugikan masyarakat. Sering terjadi gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi budaya oleh individu yang sering terjadi

PERBANDINGAN IDEOLOGI KOMUNIS, LIBERAL, DAN PANCASILA

Page 13

Karena penyelenggaran pers dilakukan oleh pihak swasta, pemerintah sulit untuk mengadakan dan memberikan kontrol. Sehingga pers sebagai media komunikasi dan media masa sangat efektif menciptakan image dimasyarakat sesuai misi kepentingan mereka.

B. KOMUNISME
1. Dampak Positif : y Karena perekonomian sepenuhnya ditangani oleh pemerintah, baik dalam hal perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan maka pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran, atau berbagai keburukan ekonomi lainnya. y Pemerintah lancar. y y Relatif mudah dalam melakukan distribusi pendapatan. Jarang terjadi krisis ekonomi karena kegiatan ekonomi direncanakan pemerintah y Tidak terdapat perbedaan antara si miskin dan si kaya . menentukan jenis kegiatan produksi sesuai dengan

perencanaan sehingga pasar barang dalam negeri berjalan dengan

2. Dampak Negatif : y Pers dijadikan alat propaganda oleh pemerintah untuk menyebarkan ajaran-ajaran komunis. y Mematikan kreativitas individu untuk maju dan berkembang, karena segala kegiatan diatur pemerintah y Masyarakat hidup dengan tekanan.

C. PANCASILA 1. Dampak Positif y y y Mencakup nilai nilai positif yang diambil dari berbagai ideologi Menutup kelemahan dari kedua ideology yang bertentangan. Ekonomi yang menyangkut hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Pemerintah sehingga tidak mengorbankan rakyat. y Bersifat fleksibel yang artinya mengikuti perkembangan Zaman

2. Dampak Negatif y Dapat Menimbulkan tafsir yang berbeda beda

PERBANDINGAN IDEOLOGI KOMUNIS, LIBERAL, DAN PANCASILA

Page 14