Anda di halaman 1dari 15

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Hematokrit adalah volume sel darah yang dimampatkan atau Picked Cell Volume (PCV).Apabila darah disentrifuge maka akan terbagi ke dalam dua bagian besar yaitu sel darah danplasma darah. Sel darah terdiri dari sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit) dan keping darah (trombosit) sedangkan plasma darah merupakan bagian cairan darah terdiri dari air protein, garam anorganik dan substansi organic bukan protein. Penghitungan nilai hematokrit yaitu setelah darah diproses seperti yang akan dijelaskan didalam percobaan ini, dibaca dalam Reading Chart Hematocrit dalam satuan %. Nilai hematokrit Cyprinus carpio adalah 27.1 % (Houston &De Wilde 1968 dalam Moyle & Cech 2004). Pada keadaan hipoksia akan menyebabkan sel membengkak sehingga meningkatkan nilai hematokrit(Heath 1987)

1.2 Tujuan Percobaan Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui nilai hematokrit pada ikan mas (Cyprinus carpio). Terdapat jumlah peningkatan dan mekanisme yang digunakan, bervariasi dengan cara hidup ikan dan spesies ikan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Darah


Darah adalah suatu fluida (yang dinamakan plasma) tempat beberapa bahan terlarut dan tempat eritrosit, leukosit dan beberapa bahan lain yang tersuspensi. Sistem peredaran darah terdiri dari jantung(yang merupakan pusat pemompaan darah), arteri (pembuluh darah dari jantung), kapiler (yang menghubungkan arteri dengan vena) dan vena (pembuluh darah yang menuju jantung). Sistem peredaran darah pada ikan disebut sistem peredaran darah tunggal.Yang dimaksud dengan peredaran darah tunggal adalah dimana darah hanya satu kali saja melewati jantung. Darah yang terkumpul dari seluruh tubuh masuk ke atrium. Pada saat relaksasi, darah mengalir pada sebuah katup kedalam ventrikel yang berdinding tebal. Kontraksidari ventrikel ini sangat kuat sehingga menyebabkan darah keluar menuju jaringan kapiler insanglalu dari insang darah mengalir ke jaringan kapiler lain dalam tubuh. Pertukaran zat-zat pun terjadi pada saat pengaliran darah ini. Darah berfungsi mengedarkan suplai makanan kepada sel-sel tubuh, membawa oksigen ke jaringan-jaringan tubuh, membawa hormon dan enzim ke organ yang memerlukan pertukaran oksigen terjadi dari air dengan karbondioksida terjadi pada bagian semipermeable yaitu pembuluh darah yang terdapat di daerah insang. Selain itu, di daerah insang terjadi pengeluaran kotoran yang bernitrogen. Melalui sel darah, suatu organisme dapat pula diketahui sampai mana organisme tersebut mengalami pencemaran, baik itu dari media hidupnya dimana kualitas air tidak memenuhi syarat. Untuk mengetahui lebih lanjut dapat kita lihat dari presentase hematokrit yang terkandung dalam darah. Darah mempunyai suatu komposisi yang terdiri dari dua komponen utama yaitu sel dan plasma. Sel terdiri atas sel-sel diskret yang memiliki bentuk khusus dan fungsi berbeda, sedangkan komponen dari plasma selain fibrinogen, juga terdapat ion-ion anorganik dan komponen organik untuk fungsi metabolik. Fungsi dari kedua komponen tersebut kadang-kadang terpisah, kadangkadang bergabung. Contohnya penggumpalan darah dan produksi antibodi. Bahan-bahan untuk
2

menggumpalkan darah berasal dari plasma adalah fibrinogen sedangkan dari sel darah putih adalah trombosit. yang mengandung bahan penyusun, diantaranya : 1.Sel-sel (butir) darah Sel darah merah merupakan bagian darah yang mempunyai bentuk. Ada 3 macam sel darah : Sel darah merah (Eritrosit) Ikan sebagaimana vertebrata lain, memiliki sel darah merah (eritrosit) berinti dan berwarn merah kekuningan dengan bentuk dan ukuran bervariasi antara satu species dengan lainnya. Eritrosit dewasa berbentuk lonjong, kecil dan berdiameter 7-36 mikron tergantung pada spesies ikannya. Jumlah eritrosit pada masing-masing species juga berbeda, tergantung aktivitas ikan tersebut. Pada ikan yang memiliki aktivitas tinggi seperti ikan predator blue marlin( Makaria nigricans ) memiliki hematokrit 43% dan mackerel 52,5%, sedangkan pada ikan nototheniid ( Pagothenia bermachii ) hanya 21%. Tiap-tiap mm darah berkisar antara 20000 s.d.3000000. Pengangkutan oksigen dalam darah bergantung kepada jumlah hemoglobin (pigmen pernapasan) yang terdapat dalam eritrosit. Sel darah putih(Leukosit) Sel darah putih (leukosit) memiliki jumlah antara 20000 s.d. 150000 tiap mm3 darah. Leukosit dapat dibedakan menjadi dua yaitu granulosit (leukosit yang bergranula) dan agranulosit (leukosit yang tidak bergranula). Berdasarkan penyerapan warna, granulosit leukosit terdiri dari limposit, monosit dan trombosit. Keping Darah (trombosit) Trombosit berperan penting dalam pembekuan darah. Berfungsi mencegah kehilangan cairan tubuh pada kerusakan-kerusakan di permukaan tubuh. 1. Plasma Darah Merupakan cairan darah yang umumnya terdiri dari : Air mencakup 91-92%
3

terdiri dari

neutrophil, acidophil (eosinophil) dan basophil. Agranulosit yang merupakan komponenterbesar

Protein, sekitar 8-9% yang terdiri dari serum albumin, serum globulin dan fibrinogen. Garam anorganik dalam bentuk ion sekitar 0,9% seperti : Anion : Cl-, Co3 2-, Hco3-, SO4 2-, PO4-, IKation : Na+, K+. Ca2+, Mg2+, Fe3+ Substansi organik bukan protein, terdiri dari : Non protein Nitrogen, misalnya lipid, karbohidrat, glukosa, garam amonium, urea, asam urat, dll. Gas terlarut dalam plasma. Berbagai substansi lain seperti hormon, enzim dan anti toksin. Sel darah ikan memiliki inti yang menonjol dengan jumlah 2juta mm3 dan memiliki ukuran yang cukup konsistenyaitu umumnya sekitar 12 x 3 mikron dan memiliki sitoplasma yang kecil. Menurut strukturnya, sel darah terdiri dari : Membran sel yang merupakan dinding sel. Bahan yang menyerupai spong yang disebut stroma. Hemoglobin yang menempati ruang kosong pada stroma. Menurut analisi kimia, sel darah merah terdiri dari dua macam senyawa yaitu protein dan lipid. Bentuk sel darah merah berubah ketika memasuki kapiler. Sel darah merah kaya akan macammacam senyawa-senyawa seperti glukosa, enzim, garam-garam organik, dan garam-garam anorganik. Darah memiliki fungsi utama yaitu menjaga keseimbangan pH tubuh. Fungsi utama sistem sirkulasi darah adalah sebagai media transport zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh juga untuk transport panas dari dan ke jaringan tubuh dan untuk mempertahankan diri dari serangan penyakit. 1. Sirkulasi Darah Variable dasar dalam sirkulasi darah
4

1. Tekanan darah Systoke (kontraksi), ventrikel menghasilkan tekanan dan aliran denyut yang berulang ulang selama kontraksi. Diastroke (relaksasi), periode relaksasi dan pengisian kembali sinus-venosis dan atrium. a. Aliran darah b.Frekuensi Cor (heart rate) c.Stroke : jumlah denyut per menit. : jumlah darah yang dipompa keluar dari ventrikelper denyut.

d.Volume total darah (volume cor), yang tidak tetap, tergantung : Respon pengembalian vena Sistem syraf simpatik Adrenalin Asetilkolin Volume darah dipengaruhi : 1.Evolusi yang terus-menerus, misalnya ikan primitif mempunyai volume darah lebih sedikit dari ikan sekarang. 2.Ikan yang lebih aktif mempunyai volume darah lebih banyak daripada ikan non-aktif (sedentary). Fungsi sirkulasi yang paling pnting selama aktifitas adalah pengangkutan oksigen, karena meningkatnya aktifitas otot tanpa diimbangi dengan meningkatnya ketersediaan oksigen sehingga menghabiskan sistem energi anaerobik dan akhirnya menjadi lelah (fatique). Ikan yang mempunyai jumlah otot merah (anaerobik) banyak, biasanya lebih aktif dan mempunyai curah cor yang lebih banyak. Dasar dari respons sistem sirkulasi terhadap meningkatnya kecepatan aktifitas adalah :
5

Meningkatnya curah cor Terdapat jumlah peningkatan dan mekanisme yang digunakan, bervariasi dengan cara hidup ikan dan spesies ikan. 1. Hematokrit Hematokrit menunjukkan persen sel darah merah dari sejumlah darah. Bila dikatakanhematokrit 40 (40%) berarti darah terdiri dari 40% sel darah merah dan 60% plasma dan seldarah putih. Nilai normal hematokrit tergantung pada jenis kelamin. Ada 3 metode untuk menentukan nilai hematokrit, yaitu : 1.Darah dimasukkan ke dalam tabung Winsrobe yang mempunyai skala, kemudian diputar dengan kecepatan 3000 putaran per menit selama setengah jam (sebelum dimasukkan kedalam tabung darah diberi antikoagulan terlebih dahulu.) 2.Mikrohematokrit, pada metode ini digunakan tabung kapiler khusus, alat pemutar dan papan skala untuk menentukan % volume sel darah merah. Kecepatan pemutaran adalah 11000rpm selama 4 menit. 3.Hematokrit dapat dilakukan secara elektronik. Pada metode ini menggunakan alat darahyang mampu meneruskan aliran, sedangkan sel darah merah bersifat menghambat aliran listrik darah yang telah dicampurdengan antikoagulan dihisap pada tabung khusus dan diselipkan pada alat baca. Dengan hanya menekan tombol, nilai hematokrit dapat dibaca pada galvanometer.

2.2 Ikan Mas


Kerajaan Filum Kelas : : : Animalia Chordata Actinopterygii
6

Ordo Famili Genus Spesies

: : : :

Cypriniformes Cyprinidae Cyprinus Cyprinus carpio

Saat ini ikan mas mempunyai banyak ras atau stain. Perbedaan sifat dan ciri dari ras disebabkan oleh adanya interaksi antara genotipe dan lingkungan kolam, musim dan cara pemeliharaan yang terlihat dari penampilan bentuk fisik, bentuk tubuh dan warnanya. Adapun ciri-ciri dari beberapa strain ikan mas adalah sebagai berikut: 1. Ikan mas punten: sisik berwarna hijau gelap; potongan badan paling pendek; bagian punggung tinggi melebar; mata agak menonjol; gerakannya gesit; perbandingan antara panjang badan dan tinggi badan antara 2,3:1. 2. Ikan mas majalaya: sisik berwarna hijau keabu-abuan dengan tepi sisik lebih gelap; punggung tinggi; badannya relatif pendek; gerakannya lamban, bila diberi makanan suka berenang di permukaan air; perbandingan panjang badan dengan tinggi badan antara 3,2:1. 3. Ikan mas si nyonya: sisik berwarna kuning muda; badan relatif panjang; mata pada ikan muda tidak menonjol, sedangkan ikan dewasa bermata sipit; gerakannya lamban, lebih suka berada di permukaan air; perbandingan panjang badan dengan tinggi badan antara 3,6:1.
7

4. Ikan mas taiwan: sisik berwarna hijau kekuning-kuningan; badan relatif panjang; penampang punggung membulat; mata agak menonjol; gerakan lebih gesit dan aktif; perbandingan panjang badan dengan tinggi badan antara 3,5:1. 5. Ikan mas koi: bentuk badan bulat panjang dan bersisisk penuh; warna sisik bermacam-macam seperti putih, kuning, merah menyala, atau kombinasi dari warna-warna tersebut. Beberapa ras koi adalah long tail Indonesian carp, long tail platinm nishikigoi, platinum nishikigoi, long tail shusui nishikigoi, shusi nishikigoi, kohaku hishikigoi, lonh tail hishikigoi, taishusanshoku nshikigoi dan long tail taishusanshoku nishikigoi. Dari sekian banyak strain ikan mas, di Jawa Barat ikan mas punten kurang berkembang karena diduga orang Jawa Barat lebih menyukai ikan mas yang berbadan relatif panjang. Ikan mas majalaya termasuk jenis unggul yang banyak dibudidayakan.

BAB III ALAT, BAHAN DAN PROSEDUR KERJA 2.1 Alat dan Bahan :
Alat :

Centrifuge hematokrit Disecting kit Penjepit arteri gunting bergerigi Pipa kapiler heparinez Jarum besar Timbangan Wax (malam mainan anak-anak) Hematokrit Reading Chart Pisau bedah Bahan : Ikan Mas

2.2 Prosedur Kerja


Dalam percobaan kali ini kita akan menentukan nilai hematokrit pada ikan mas (Cyprinus carpio) Pengamatan dilakukan sebagai berikut: Pertama kita menimbang berat ikan Mas yang akan digunakan dalam praktikum ini lalu kita catat hasilnya. Setelah itu kita akan membuat ikan tidak sadar dengan cara merusak otak bagian depan menggunakan jarum yang cukup besar (disecting kit) dengan cara menusuk lewat tengah hidung bagian kepala atas secara horizontal. Lalu kita bedah tubuh ikan disekitar operculum sampai terlihat jantungnya. Setelah kita bedah lalu jepit Aorta ventralis dengan penjepit arteri, biarkan selama 2-3 menit hingga berwarna merah karena sinus venasus telah terisi darah. lepaskan penjepit arteri, lalu menampung darah yang keluar dari sinus venasus dengan pipa kapiler sampai pipa terisi, usahakan jangan sampai ada gelembung gas pada pipa kapiler.
9

Lalu homogenkan darah dengan cara menggoyangkan pipa kapiler ke kiri dan ke kanan secara horizontal sambil diputar-putar. Menutup salah satu bagian pipa kapiler dengan wax (malam). Memasukkan kedalam centrifuge dengan seimbang sekitar 4 - 5 menit. Setelah itu sesuaikan dengan diagram hematokrit reading chart lalu catat hasilnya.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN


3.1 Hasil Pengamatan Data hasil pengamatan nilai hematokrit kelas A
Kelomp ok Bobot Ikan (g)

Nilai Haematokrit (%) Ikan Mas Sel Darah Merah Sel Darah Putih Plasma Darah 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 0 15 10 28

1 2 3 4

128 100 91 124

5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

90 142 145 140 180 150 140 160 110 125 110 74 68 97 92 115 97.5 128

1.4 4 22 32 43 39 30 45 85 48 40 35 32

2.3 8 42

20

20

32 37

10 9

15 17

6 0 6 2 8 3 6 2 7 0 6 3

5 8 5 9

15 37 28 36 30 20 41

2 1 2 1 1 3 1

6 9 7 7 5 8

Untuk mengetahui nilai hematokrit dalam percobaan ini digunakan dengan menggunakan Sentrifugasi Hematokrit, yang kemudian hasil dari sentrifugasi tersebut dibandingkan dengannilai pada diagram Hematokrit Reading Chart. Pengamatan nilai hematokrit pada ikan mas (Cyprinus carpio) kelompok 11 : BOBOT (gram) HEMATOKRIT (%) -

11

30 140 20 20

3.2Pembahasan Dari hasil pengamatan yang kami lakukan didapatkan hasil, yaitu persentase hematokrit sel darah merah yang kami lakukan pada 4 buah pipa kapiler pada ikan Mas (Cyprinus carpio), tiga diantaranya berhasil, dan yang satu gagal. Didapatkan rata-rata nilai hematokritnya yaitu 23,3% dari berat tubuh ikan yaitu 140 gram. Hal ini berarti darahnya terdiri dari 23,3% sel darah merah dan 76,7% terdiri dari plasma. Laju metabolisme mempengaruhi nilai hematokrit dari suatu individu dengan cara hidup ikan, jenis kelamin ikan dan spesies ikan tersebut. Namun hasil prktikum kami kurang akurat karena tekanan darah pada jantung ikan sudah melemah sehingga kami mengambil darah dengan menyedot darah melalui pipa kapiler selain itu ketidak akuratan dapat disebabkan oleh alat maupun praktikan dalam melakukan pengamatan ini seperti belum homogennya darah pada pipa kapiler karen tidak kita goyang -goyangkan pipa kapiler ke kiri dan ke kanan secara horizontal sambil diputar-putar, keterbatasan dari sentrifugasi dengan menggunakan Sentrifugasi Mikro Hematokrit, baik itu karena kesalahan manusia ataupun karena keterbatasan alat lalu tidak sempurnanya penutupan ujung pipa kapilerdengan malam/wax sehingga terjadi hilangnya dari pipa kapiler setelah dilakukan sentrifugasi.

BAB V KESIMPULAN

Dalam praktikum perhitungan nilai hematokrit pada ikan mas (Cyprinus carpio) ini dapat kita tarik kesimpulan sebagai berikut : Untuk mengetahui jumlah sel darah merah dalam darah dapat dilihat dari nilai hematokritnya dengan melakukan penentuan nilai hematokritnya.
12

Ada hubungan dan korelasi yang sangat kuat antara hematokrit dan jumlah hemoglobin darah, semakin rendah jumlah sel-sel darah merah maka semakin rendah pula kandungan hemolobin darah. Darah terdiri dari dua kelompok besar yaitu sel darah dan plasma. Nilai hematokrit ini berhubungan dengan laju metabolisme, cara hidup ikan, jenis kelamin ikan dan spesies ikan tersebut. Semakin tinggi nilai hematokrit pada suatu ikan maka semakin tinggi pula jumlah sel darah merahnya

SARAN
Setelah melakukan praktikum perhitungan hematokrit ikan mas, bantuan asisten dosen sangat diperlukan karena ini pertama kalinya kami melakukan pengambilan darah melalui jantung ikan sehingga kita tidah melakukan kesalahan saat membedah, dan menjepit aliran darah ikan. Selain itu, keterbatasan alat sentrifugasi mikro hematokrit memperlambat praktikan untuk mendapatkan hasil karena harus bergantian dengan praktikan lain. Namun selain dari hal tersebut, praktikum perhitungan hematokrit ikan mas cukup berjalan lancar.
13

DAFTAR ACUAN

http://maswira.wordpress.com/2008/09/17/darah-ikan-2/ (diakses pada tanggal 6 Desember 2011) Arfiani Huzaeni, 24 Oktober 2009, PENENTUAN NILAI (diakses HEMATOKRIT, pada tanggal 6

http://nyetnyetanyet.wordpress.com/2009/10/24/laporan-hematrokit-fha/ Desember 2011)

Nanda Surbakti, 30 januari 2011, LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN AIR PENENTUAN HEMATOKRIT IKAN MAS (Cyprinus carpio),

14

(http://trianda.herisonsurbakti.com/penentuan-nilai-hematokrit-pada-ikan-mas-cyprinus-carpio-fisiologihewan-air/2011/01/30/) (Diakses 6 Desember 2011)

15