Anda di halaman 1dari 31

BAGIAN I ARDILA

NAMA : MASAGUS DUFI

1.Pada harga Rp 300 juta perbuah mobil VW beatle terjual diJakarta 30 buah, dan pada saat harga naik menjadi Rp 500 juta/buah yang laku hanya 20 buah. Seandainya SDR hanya punya data seperti diatas, dan fungsi permintaan VW beatle adalah linier, bagaimana fungsi dan grafik permintaannya ? Jawab : Fungsi Linier: Y = a+bX (X-X1) (X2-X1) (X-30) (20-30) (X-30) (-10) 200(X-30) 200X-6000 10Y Y Y = = = = (Y-Y1) (Y2-Y1) (Y-300) (500-300) (Y-300) (200) = -10(Y-300) =-10Y + 3000 = -200x+6000+3000 = -20X+600+300 = 900-20X

Jadi fungsi permintaan (linier) : P= 900 20X Grafik : Apabila P=0 Maka Qd= 45

2. Bila fungsi permintaan suatu barang adalah: Qd = -4P +11 a. Berapa permintaan bila harga barang (P) =2 ?

b. Bagaimana permintaan bila harga naik menjadi P=5 ? c. Tunjukkan jawaban SDR dengan grafik yang diperlukan Jawab : a. Qd = -4P + 100 Qd = -4 (2) + 100 Qd = 3

b. Qd = -4P + 11 Qd = -4 (5) + 11 Qd = -9 diluar fungsi permintaan Qd = -4P+11 c. Grafik: Apabila P = 0 Maka Qd = -9

3. Bila fungsi permintaan suatu barang adalah mengikuti fungsi parabola: +10 a. Tentukan batas harga barang(P) yang berlaku untuk fungsi diatas b. Kapan barang tsb menjadi barang bebas ? c Tunjukkan jawaban SDR dengan grafik yang diperlukan Jawab : Titik puncak parabola: P (x,y) dimana P ( -b/2a, D/-4a)

P= Qd2 + 10 Qd

Sumbu X = -b/2a X = -10/2 X = -5 Sumbu Y = D/-4ac

-4a Y = (10)2 4(1)(10) -4 Y= 100 40 -4 Y = 60 -4 Y = -15 Jadi titik puncak parabola adalah puncak ( -5, -15 ) Titik Potong sumbu X (Qd) dan sumbu Y (P)

Titik potong sumbu X (Qd): asumsi Y (P) = 0 P = Qd2 + 10Qd +10 0 = Qd2 + 10Qd +10

X1,2

X1

X1 X1 X1

= = (-10+7.75) / 2 = -1.125 Qd2 (-1.125, 0)

X2

X2 X2 X2

= = (-10 -7,75) / 2 = -8.875 Qd2 (-8.875, 0)

a. P yang berlaku untuk fungsi P = Qd2 + 10 Qd +10 adalah P>10

b. Barang menjadi barang bebas apabila barang bebas apabila harga = 0 atau (P) = 0 pada grafik tidak mungkin terdapat barang bebas. c. Grafik :

4. Akibat dari perkembangan ekonomi nasional, terjadi perubahan pada tingkat pendapatan (Income) masyarakat. Misalnya: Akibat pembangunan Ekonomi yang berhasil Income naik menjadi 2 (dua) kali lipat. Atau sebaliknya akibat krisis ekonomi pendapatan masyarakat turun menjadi I/4 (seper-empat) dari semula. Bagaimana dampaknya terhadap persoalan No 1,2, dan 3 diatas ? Tunjukkan jawaban SDR dengan perhitungan dan grafik yang diperlukan Jawab : a. Fungsi P = 900-20Qd P= 900 20Qd P 900 = -20Qd Qd = 45 0.05P

Income awal: Jika P = 0 maka Qd = 45 = 900

Jika QD = 0 maka P

Income naik dua kali lipat maka Q naik dua kali : Qd Qd = (45-0.05P) x 2 = 90-0.1P (fungsi jika income naik dua kali lipat) Jika P = 0 maka Qd = 90 Jika Qd = 0 maka P = 900

Income turun kali lipat maka Q turun kali : Qd = (45 0.05p) x Qd = 11.25 0.0125P P = 900- 80Q Jika P = 0 maka Qd = x 45 = 11.25

Jika Qd = 0 maka P = 900

b. Fungsi Qd = -4P+11 Income awal: Jika P = 0 maka Qd = 11

Jika Qd = 0 maka P = 2.75 Income naik dua kali lipat maka Q naik dua kali : Qd = (-4P + 11) x 2 Qd = -8P + 22

Jika P = 0

maka Qd = 22

Jika Qd = 0 maka P = 2.75

Income turun kali lipat maka Q turun kali: Qd = (-4P + 11) x Qd = -P + 2.75 Jika P = 0 maka Qd = x 11

Jika Qd = 0 maka P = 2.75

c. Fungsi Q2 + 10Qd +10 Income awal: Jika P = 0 maka Qd1 = -1.125 dan Qd2 = -8.875

Jika Qd = 0 maka P = 10 Income naik dua kali lipat maka Q naik dua kali : Jika P = 0 maka Qd1 = 2 x -1.125 = - 2.25

Qd2 =2 x -8.875 = -17.75 Jika Qd = 0 maka P = 10

Income turun kali lipat maka Q turun kali: Jika P = 0 maka Qd 1= x -1.125 = -0,275 Qd2 = x -8.875 = -2,21 Jika Qd = 0 maka P = 10

BAGIAN II ARDILA

NAMA : MASAGUS DUFI

1.Pada harga Rp 400 juta per-unit, Perusahaan Real estate di Jakarta hanya mau membangun rumah untuk dijual sejumlah 40 unit, dan pada. Namun bila harga jual naik menjadi Rp 500 juta/buah dia akan mau membangun untuk 75 unit rumah Seandainya SDR hanya punya

data seperti diatas, dan fungsi penawaran rumah Real Estate adalah linier, bagaimana fungsi dan grafik penawarannya ? Jawab : Fungsi linier : Y = a + bx (X-X1) (X2-X1) (X-40) (75-40) (X-40) (35) 100 (X-40) = = = (Y-Y1) = (X2-x1) (Y-400) (500-400) (Y-400) (100)

= 35 (Y-400)

100X 4000 = 35Y + 14000 35Y Y = 100X + 10000 = 285.71 +2.86X

Jadi fungsi permintaannya (linier): P = 285.71 +2.86Qs Gambar grafik: Jika P Maka Qs =0 285.71 0 314.31 0

= -100

2. Bila fungsi penawaran suatu barang adalah: Qs = 3P - 4 a. Berapa permintaan bila harga barang(P)=1 ? b. Bagaimana permintaan bila harga naik menjadi P=5 ? c. Tunjukkan jawaban SDR dengan grafik yang diperlukan Jawab : a. Qs = 3P 4 Qs = 3 (1) 4 Qs = -1 ( Qs ngaive = tidak mungkin terjadi, karena diluar fungsi penawaran)

b. Qs = 3P 4 Qs = 3 (5) 4 Qs = 11 c. Grafik : Jika P =0 1.3 0

Maka Qs = -4

3. Bila fungsi penawaran suatu barang adalah mengikuti fungsi parabola: a. Tentukan batas harga barang(P) yang berlaku untuk fungsi diatas b. Kapan barang tsb menjadi barang bebas ? c Tunjukkan jawaban SDR dengan grafik yang diperlukan Jawab : Dilakukan dengan menggambar grafik terlebih dahulu

2 Qs= P2 2P -3

Titik puncak parabola: puncak (x,y) dimana puncak ( -b/2a, D/ -4a) Sumbu P = -b/ 2a P = -(-1) / 2 (0.5) P=1/1 P=1 Sumbu Qs = D/ -4a Qs = b2 4ac -4a Qs = (-1)2 4(0.5) (-1.5) -4(0.5) Qs = 1 + 3 -2 Qs = 4

-2 Qs = -2 Jadi titik puncak parabola adalah puncak (-2, 1)

Titik potong sumbu X (Qs) dan sumbu Y (P) Titik potong sumbu X (Qs) : asumsi Y (P) = 0 Qs = 0.5P2 P 1.5 Qs = (0.5P2 P 1.5) x2 0 = (P2 2P 3) 0 =(P3)(P+1) P1 =3 P2 = -1 V=Berarti titik potong sumbu parabola P : (0, 3) dan (0, -1) a. P yang berlaku untuk fungsi Qs = 0.5P2 P 1.5 adalah P > 3 b. Barang menjadi barang bebas apabila harga = 0 atau (P) = 0 menurut persamaan diatas hal ini tidak mungkin terjadi. c. Grafik :

4. Akibat dari perkembangan ekonomi nasional, terjadi perubahan pada tingkat pendapatan (Income) masyarakat. Misalnya: Akibat dari krisis ekonomi biaya produksi naik menjadi 2 (dua) kali lipat semula. Atau sebaliknya akibat kemajuan Teknologi biaya produksi turun menjadi I/3 (seper-tiga) dari semula Bagaimana dampaknya terhadap persoalan No 1,2, dan 3 diatas ? Tunjukkan jawaban SDR dengan perhitungan dan grafik yang diperlukan a. Fungsi Qs = 0.35 P 100

P = 285.71 + 2.86Qs Biaya produksi awal:

Jika P = 0

maka Qs= -100

Jika Qs = 0 maka P = 285.71

Biaya produksi naik dua kali lipat maka P naik dua kali : P = 285.71 + 2.86Qs Qs = 2. 0,35P 100 Qs = 0.7P 100 Jika P = 0 Jika Qs = 0 maka Qs = -100 maka P = 142.85

Biaya produksi turun 1/3 kali maka P turun 1/3 kali: P = 285.71 + 2.86Qs Qs = 1/3 .0,35P 100 Qs = 0.117 P 100

Jika P = 0 Jika Qs = 0

maka Qs = -100 maka P = 854.7

b. Fungsi Qs = 3P - 4 Biaya produksi awal: Jika P = 0 Jika Qs = 0 maka Qs = 1.4 maka P = 1.3

Biaya produksi naik dua kali lipat maka P naik dua kali: Qs = 2. 3P 4 Qs = 6P - 4 Jika P = 0 Jika Qs = 0 maka Qs = -4 maka P = 0.67

Biaya Produksi turun 1/3 kali maka P turun 1/3 kali: Qs = 1/3 .3P 4 Qs = P 4

Bila P = 0

maka Qs = -4

Bila Qs = 0 maka P = 4

c. Fungsi Qs = 0.5P2 - P - 1,5 Biaya produksi awal : Jika P = 0 Jika Qs = 0 maka Qs = -1.5 maka P1 = 3, P2 = -1

Biaya produksi naik dua kali lipat maka P naik dua kali: Qs = 0.5 P2 P 1.5 Qs1 = P2 2P 1.5 Jika P = 0 Jika Qs = 0 maka Qs = -1.5 maka P1 = 2,3 dan P2 = -0,4

Biaya produksi turun 1/3 kali maka P turun 1/3 kali:

Qs = 0.5P2 P 1.5 Qs1 = 0.333P2 0.667 P 1.5 Jika P = 0 Jika Qs = 0 maka Qs = - 0.5 maka P1 = 2.6 dan P2 = -0.8

BAGIAN III DUFI ARDILA

NAMA : MASAGUS

1.SDR diminta mencari keseimbangan Pasar pada soal supply dan demand no.1,2, dan 3 dimuka, (slide halaman 17 dan halaman 25), dilengkapi dengan perhitungan dan grafik yang diperlukan. Jawab Soal No. 1 : a. Qd1 = 45 0.05P Qd2 = -4P + 11 Pada keseimbangan (equilibrum) Qd1 = Qs1

45 0.05P -0.05P 0.35P 0.4P P PE1 QE1

= 0.35P 100 = -100 - 45 = -145 = -145/04 = 362.5 = 45 0.05 (362.5) = 26.875

Equilibrium pada (26.875; 362.5) Grafik :

b. Qd2 = -4P + 11 Qs2 = 3P 4

Pada keseimbangan (equilibrum): Qd2 -4P + 11 -4P 3P -7P P PE2 QE2 = Qs2 = 3P 4 = -11 4 = -15 = 15/7 = 2.14 = 3PEZ - 4 = 3 (2.14) 4 = 2.43 Equilibrium pada (2.43; 2.14)

Grafik :

c. P = Qd32 + 10 Qd3 + 10 2 Qs3 = P 2P 3 Pada keseimbangan (Equilibrum): Tidak ditemukan 2. Bila pemerintah karena sesuatu hal, misalnya melindungi produsen domestik, menetapkan harga dasar (floor-price) 150% dari harga keseimbangan Pasar apa yang akan terjadi ? Tunjukkan jawaban SDR dengan perhitungan dan grafik yang diperlukan Jawab Soal No. 2 : Asumsi pada soal nomor 1 Fungsi demand : P = 900 20Qd Fungsi Supply : P = 285.71 + 2.86Qs Keseimbangan pasar (Equilibrum): 900 20Qd = 285.71 + 2.86Qs -20Q 2.86Q -22.86Q QE = -614.25 = -614.25/ -22.86 = 26.87

P PE

= 900 20Q = 900 20 (26.87) = 900 537.4

PE

= 362.6

Harga dasar 150% dari harga keseimbangan maka: PF PF PF = 150% x PE = 150% x362.6 = 543.9

P 543.9 Qd2

= 900 20Qd = 900 20Qdf = 17.81

P PF 543.9

= 285.71 + 2.86Qs = 285.71 + 2.86Qsf = 285.71 + 2.86Qsf = 2.86Qs2

543.9 285.71 Qsf

= 90.28

Maka yang terjadi adalah kelebihan supply (over supply) sebesar: Over Supply = Qs2 Qd2 = 90.28 17.81 = 72.47

Solusi:

Pemerintah dapat melakukan membeli over supply atau mengekspor over supply tersebut.

Asumsi pada soal nomor 2 Fungsi demand : Qd2 = -4P + 11 Fungsi Supply : Qs2 = 3P 4

Pada keseimbangan (equilibrum) : Qd2 = Qs2 = 3P 4 = -11 4

-4P + 11 -4P 3P -7P P PE2 QE2 = -15

= 15/7 = 2.14 = 3PEZ - 4 = 3 (2.14) 4 = 2.43

Equilibrium pada (2.43; 2.14) Harga dasar 150% dari harga keseimbangan maka: PE = 150% x 2.143 = 3.2145 Qd = -4P + 11 = -4.3.2145 + 11 = -1.858 unit -> Tidak mungkin Qs = 3P - 4 = (3 x 3,2145) + 11 = 5.643 unit Maka yang terjadi adalah kelebihan supply (over supply) sebesar: Excess Supply = Qsf Qdf

= 5.643 unit

3. Bila pemerintah karena sesuatu hal, misalnya melindungi konsumen (masyarakat) menetapkan harga tertinggi (Ceiling-price) 50% dari harga keseimbangan pasar apa yang akan terjadi ? Tunjukkan Jawaban SDR dengan perhitungan dan grafik yang diperlukan Jawab Soal No. 3 : Asumsi pada soal nomor 1 Fungsi demand : P = 900 20Qd Fungsi Supply : P = 285.71 + 2.86Qs

900 20Qd = 285.71 + 2.86Qs -20Q 2.86Q Q QE = -614.25

= 26.87 = 26.87

P PE

= 900 20Q = 900 20Q = 900 537.4

PE

= 362.6

Harga dasar 50% dari harga keseimbangan maka: PC PC PC = 50% x PE =50% x 362.6 = 181.3

P 181.3

= 900 20Qd = 900 20Qdf

181.3 900 = 20Qdf Qdc = 35.94

P PF 181.3

= 285.71 + 2.86Qs = 285.71 + 2.86Qsf = 285.71 + 2.86Qsf = 2.86Qsf

181.3 285.71 Qsc

= -36.51 -> tidak mungkin

Dalam hal ini yang terjadi adalah kelebihan demand (over demand) sebesar 35.94 unit Solusi: Pemerintah dapat menanggulanginya dengan melakukan impor barang tersebut

Asumsi pada soal nomor 2 Fungsi demand : Qd2 = -4P + 11 Fungsi Supply Qd2 = Qs2 = 3P 4 = -11 4 : Qs2 = 3P 4

-4P + 11 -4P 3P

-7P P PE2 QE2

= -15 = 15/7 = 2.14 = 3PEZ - 4 = 3 (2.14) 4

= 2.43 Equilibrium pada (2.43; 2.14) Harga dasar 50% dari harga keseimbangan maka: PC = 50% x PE PC =50% x 2.14 PC = 1.0715 Qd2 = -4P + 11 = - 4 X 1.0715 + 11 = 6.714 Qs2 = 3P 4 = 3 X 1.0715 -4 = -0.7855 Dalam hal ini yang terjadi adalah kelebihan demand (over demand) sebesar 6,714 unit Solusinya pemerintah dapat menanggulanginya dengan melakukan impor barang tersebut

4 Akibat dari kesulitan ekonomi nasional,(Defisit Anggaran), pemerintah meningkatkan pajak pertambahan nilai menjadi 20% dari harga yang berlaku. a. Apa dampaknya terhadap fungsi permintaan dan penawaran 1,2, dan 3 dimuka ? b. Bagaimana Keseimbangan Pasar yang baru ? c. Berapa besarnya pajak yang dapat ditarik pemerintah dari Soal No.1,2 dan 3 dimuka ? Jawab Soal No. 4 : a. 1. Qs1 Qst Qst Qd1 = 45 0.05P (demand tetap)

= 0.35P 100 = f (P) t dimana t = 0.2

= f (P) 0.2P)

= 0.35P 100 = 0.35 (P 0.2P) 100 = (0.35P 0.07P0 100 = 0.28P 100 2. Qd2 Qd2 Qst = -4P + 11 (demand tetap) = 3P 4 = f (P) t = f (P 0.2P) = 3P 4 = 3 (P-0.2P) 4 = 3P 0.6P 4 = 2.4P 4 3. P = Qd32 + 10Qd3 + 10 (demand tetap) 2 Qs3 = P2 2P 3 Qst Qst = f (P) t = f (P 0.2P) = 0.5P2 P 1.5 = 0.5 (P 0.2P)
2

dimana t = 2

Qs3 = 0.5P2 P 1.5

(P 0.2P) (1.5)

= 0.5P2 0.2P + 0.2 P 0.8P 1.5 = 0.5P2 2P 1.3 b. 1. Qd = Qst1 45 0.05P= 0.28P 100 -0.05 0.28P -0.23P P Pet1 Qet1 = -100 45

= -145 =-145/ 0.23 = 630,434 = 0.28PEt 100

= 0.28 (6304,34) 100 = 176.52 100 = 76.52

2.

Qd2

= Qst2

- 4P + 11 = 2.4P 4 -4P 2.4P = -4 11 -6.2 P P PEt2 QEt2 = - 15 = - 15/ -6.2 = 2.34 = 2.4PEt2 4 = 2.4 (2.34) 4 = 5.62 4 = 1.62 3. Tidak bisa dicari krn tidak ada titik temu antara supply dan demand c. Pajak yang dierima negara : 1. T1 = Q (t) = 76.52 x 0.2 = 15.304 2. T2 = Q (t) = 1.62 x 0.2 = 0.324 5. Untuk membantu kesulitan ekonomi masyarakat, pemerintah memberikan subsidi sebesar 20% dari harga yang berlaku. a. Apa dampaknya terhadap fungsi permintaan dan penawaran 1,2, dan 3 diatas (soal no 1)? b. Bagaimana Keseimbangan pasar yang baru ? c. Berapa besarnya subsidi yang harus diberikan pemerintah dari Soal No.1,2 dan 3 dimuka ? (soal no 1) Jawab Soal No. 5 : 1. Qd1 Qs1 Qss F (P) P = 45 005P (demand tetap) = 100 0.35P = f (P) s dimana s= 0.2P

= F (Qss) 0.2P = 2.86Qss1 + 285.71 0.2P

1.2P P P 2. Qd2 Qs2 Qss2 F (P) P 1.2P P

= 2.86Qss1 + 285.71 = (2.86Qss1 + 285.71) / 1.2 = 2.38Qss1 + 238.09 = -4P + 11 = 3P 4 = f (P) s = F (Qss) 0.2P = ((Qss) + 4) / 3) 0.2P = 0.33Qss1 + 1.33 = 0.275Qss1 + 1.11

3. Tidak dapat ditentukan karena tidak ada titik temu antara supply dan demand

b.

1.Keseimbangan pasar (equilibrum) P= P 2.38Qss1 + 238.09 = 900-238.09 22.38Q = 661.91 QEs1 = 661.91 / 22.38 = 29.68 PEs1 PEs1 = 2.38Q + 238.09 = 2.38 (29.68) + 238.09 = 308.49

2. Keseimbangan pasar (equilibrum) P =P 0.28Qss2 + 1.11 = 2.75 0.25Qd2 0.28Q + 0.25Q = 2.75 1.11 0.53Q = 1.64 QEs2 = 3.09 PEs2 = = = = = = = = 0.28Qss2 + 1.11 0.28 (3.09) + 1.11 0.87 + 1.11 1.98 QEs1 (PE1 PES1) 29.58 (362.6 308.49) 10725.70 9125.13 1600.57

c.

1. S

2.S

= QEs2 (PE2 PES2)

= 3.09 (2.14 1.98) = 6.61 6.61 = 0.49 6. Bila fungsi permintaan (demand) adalah Qd = 4 dan fungsi penawaran (supply) adalah Qs = (1-P) 0,5 SDR diminta menghitung Keseimbangan pasar bila: a. Pemerintah mengenakan pajak (t) sebesar 1(nominal) b. Pemerintah mengenakan pajak (t) sebesar 20%(relatif) terhadap harga c. Pemerintah Memberikan subsidi (s) sebesar 0,5(nominal) d. Pemerintah Memberikan subsidi (s) sebesar 10%(relatif) terhadap harga Jawab Soal No. 6 : a. Keseimbangan pasar QS = (1-P) 0.5 Qst = 0.5 0.5P Qst = 0.5 0.5P + 0.5 Qst = 1- 0.5P Qd 4 0.5P 0.5P P PE = Qst = 1 0.5P = 14 = -3 = -3/ 0.5 = -6

QE = 1 0.5 (-6) QE = 1 + 3 QE = 4 b. Keseimbangan pasar bila t = 20% Qs = (1 P) 0.5 Qst = 0.5 -0.5P Qst = 0.5 0.5(P 0.2P) Qst = 0.5 0.5P + 0.1P Qst = 0.5 0.4P Qd 4 0.4P 0.4P P PE = Qst = 0.5 0.4P = 0.5 4 = -3.5 = -3/ 0.4 = -8.75

QE = 0.5 0.4 (-8.75) QE = 0.5 + 3.5 QE = 4 c. Keseimbangan pasar bila s =0.5 Qs = (1 P) 0.5 Qs = 0.5 0.5P P = 1 2Qs P = (1 2Qss) 0.5 P = -0.5 2Qss

2Qss = -0.5 P Qss = 0.25 0.5P Qs = Qd -0.25 0.5P = 4 -0.5P = 4 + 0.25 P = -8.5 Qss = -0.25 0.5P QEs = -0.25 0.5 (-8.5) QEs = -0.25 + 4.25 QEs =4 d. Keseimbangan pasar bila S = 10% Qs = (1-P) 0.5 Qs = 0.5 0.5P P = 1 2Qs P = (1-2Qss) 0.1P 1.1P = 1 2Qss P = 0.91 1.82Qss Qss =0.5 0.55P Qs = Qd 0.5 0.55P =4 -0.55P = 4 0.5 PEs = -6.36 Qss QEs = 0.5 0.55P = 0.5 0.55 (-6.35) = 0.5 + 3.5 =4

7. Bila fungsi permintaan (demand) adalah : 3P +2 Qd = 27 dan Fungsi penawaran (Supply) adalah 6P - 2Qs = 9 SDR diminta menghitung besarnya Pajak yang diterima Negara bila pemerintah menetapkan pajak penjualan 20% ? Jawab Soal No. 7 : 3P + 2Qd 2Qd Qd 6P 2Qs 2Qs Qs = 27 = 27 3P = 13.5 1.5P =9 = 6P 9 = 3P 4.5

Keseimbangan sebelum pajak 13.5 1.5P = 3P 4.5 1.5P 3P = -4.5 13.5 -4.5P = -18 PE =4 QE = 3P 4.5 = 3(4) 4.5 = 12 4.5

= 7.5 t =0.2 Qs = 3P 4.5 = 3 (P-0.2P) 4.5 = 2.4P 4.5

Keseimbangan setelah pajak Qd = Qs 13.5 1.5P = 2.4P 4.5 -1.5 2.4P = -4.5 13.5 -3.9P = -18 PEt = 4.62 QEt = 2.4P 4.5 = 2.4 (4.62) 4.5 = 6.58 Pajak diterima negara: T = QEt (PEt PE) T = 6.58 (4.62 4) T = 6.58 (0.62) T = 4.08 8. Bila fungsi permintaan (demand) adalah : P= 39 -3Qd2 dan Fungsi penawaran (Supply) adalah P = 9Qs + 9 SDR diminta menghitung besarnya Pajak/unit barang (nominal) yang dikenakan pemerintah harga (keseimbangan pasar) hanya naik 3 ? Jawab Soal No. 8 : P 3Qd2 Qd2 Qd P -9Qs Qs = 39 3Qd2 =39- P = 13 1/3P = = 9Qs + 9 = 9-P = -1 + 1/9P

Keseimbangan pasar sebelum pajak P =P 39 3 Qd2 = 9Qs + 9 0 = 3Qd2 + 9Qs + 9 39 = 3Qd2 + 9Qs 30 = (Q+5) (Q 2) Q1 = -5 (tidak mungkin) Q2 =2 QE =2 P P PE = 9Qs + 9 = 9 (2) + 9 = 27

Harga naik 3 maka: PEt = 27 + 3 PEt = 30

Keseimbangan setelah pajak Qd = Qs = 1/9P 1 = 1/9P 1 = = = = = 1/9 1/9 (30-t) 9/9 21/9 1/9t 21/9 1.73 5.4

1.73 1/9t T

9. Sehubungan dengan Soal No 8, SDR diminta membuat grafik dan menentukan: Harga tertinggi yang berlaku untuk fungsi diatas, sebelum dan sesudah pajak , besarnya Jumlah barang yang terjual sebelum dan sesudah pajak Jawab Soal No. 9 : Keseimbangan pasar sebelum pajak P =P 39 3Qd2 = 9Qs + 9 0 = 3Qd2 + 9Qs + 9 - 39 = 3Qd2 + 9Qs 30 = (Q + 5) (Q 2) Q1 = - 5 (tidak mungkin) Q2 =2 QE =2 P P PE = 9Qs + 9 = 9 (2) + 9 = 27

Fungsi permintaan P = 39 -3Qd2 Gambar kurva: Titik puncak P ( -b/2a, D/-4a) Koordinat pada sumbu X : X = -b/2a X = -0/2 (-3) X=0 Koordinat sumbu Y Y = D/-4a Y = (0) 2 4 (-3) (39) -4 (-3) Y = 468 12 Y = 39 Titik puncak (0.39) Menentukan titik potong Titik potong sumbu Y : P = -3Qd2 + 39

P = -3(0)2 + 39 P = 39 Qd= 0 Titik potong sumbu X P = -3Qd2 + 39 0 = -3Qd2 + 39 -3Qd2 = 39 Qd2 = Qd = 3.6 P=0 Fungsi penawaran: P = 9Qs +9 Qs = 0 P = 9 Qs + 9 P = 9 (0) + 9 P =9 P=0 P 0 -9 Qs

= = = =

9Qs + 9 9Qs + 9 9Qs -1

Fungsi penawaran setelah pajak: Qs = 1/9P 1 Qs = 1/9 (P 3) -1 Qs = 1/9P 1/3 -1 1/9P = Qs + P = 9Qs + 12 Maka: P = 0 maka Qs = Qs = 0 maka Qs =12 Keseimbangan setelah pajak P =P 9Qs + 12 = -3Qd2 + 39 0 = -3Qd2 9Qs + 39 12 = -3Qd2 9Qs + 27 = -Qd -3Q + 9 Q1 = -487 (tidak mungkin) Q2 = 1.87 Harga Harga Harga Harga Grafik : tertinggi sebelum pajak = 27 tertinggi setelah pajak = 28.695 barang terjual sebelum pajak = 2 barang terjual setelah pajak = 1.87

10. SDR diminta menerangkan manfaat apa saja yang dapat dinikmatl oleh para pembuat kebijakan Publik maupun Bisnis, dengan mengetahui konsep supply dan demand ini disertai contoh kasus, masing masing minimal 3 (tiga) Jawab Soal No. 10 : Dapat mengetahui pengaruh harga terhadap jumlah barang, sebagai contoh apabila kita memproduksi suatu barang dan jasa juga akan berhubungan dengan biaya-biaya (bahan baku, penyimpanan, dan pemasaran) Dapat digunakan dalam perencanaan terhadap permintaan dan penawaran suatu barang, sebagai contoh perusahaan merencanakan apakah menambah produksi suatu barang dengan cara menambah investasi ataupun relokasi pabrik/ ekspansi. Digunakan sebagai forecast (peramalan), sebagai contoh perusahaan melakukan forecast untuk tahun depan dalam menyusun Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP).

11. SDR diminta menerangkan asumsi dan kelemahan apa saja yang SDR lihat dalam konsep supply dan demand ini disertai contoh kasus, masing masing minimal 3 (tiga) Jawab Soal No. 11 : Hanya memperhatikan faktor harga dan quantitas barang pada Cateris Paribus sehingga kurang diperhatikannya faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi perusahaan seperti : 1. Budaya Sosial Politik Pada saat kondisi negara yang sedang berperang, pasokan produksi suatu barang akan tersendat dan harga barang akan melambung tinggi. Dinamika politik suatu negara yang tidak kondusif mengakibatkan inflasi yang cukup tinggi. Sosial masyarakat seperti negara indonesia yang mayoritas muslim, pada saat mendekati hari raya lebaran permintaan akan daging akan meningkat dan menyebabkan kenaikan harga. 2. Kebijakan Pemerintah Ketidakmampuan petani garam dalam menyanggupi permintaan pasar mengakibatkan harga garam di dalam negeri tinggi, sehingga pemerintah kebijakan membuka keran impor garam. Saat terjadinya inflasi pemerintah melalui Bank indonesia menaikkan tingkat suku bunga. Di saat harga gabah beras turun pemerintah melalui Bulog menetapkan harga dasar gabah sehingga kebijakan pemerintah berpengaruh pada tingkat harga.

3. kondisi ekonomi global Pada saat terjadinya krisis ekonomi global investor enggan untuk berinvestasi dan harga produksi kian meningkat sehingga daya beli masyarakat menurun. Pada kondisi krisis Yunani, mengakibatkan index harga saham diseluruh dunia turun drastis. Mengakibatkan nilai rupiah melemah dan terjadinya inflasi yang berpengaruh pada naiknya harga kebutuhan pokok dan menurunnya permintaan suatu barang. Kondisi ekonomi global yang kondusif mengakibatkan para pelaku ekonomi tidak terkendala dalam membayar beban bunga hutang yang tinggi,sehingga dapat menekan ongkos biaya produksi sehingga permintaan akan barang cenderung stabil.