Anda di halaman 1dari 5

6LVLWHP3HPDVDUDQ'L37&DPSLQD,FH&UHDP,QGXVWU\

Menurut Kotler (1999) pemasaran adalah proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan menukarkan produk yang bernilai satu sama lain. Sedangkan arti dari manajemen pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan dari perwujudan, pemberian harga, promosi dan distribusi dari barang-barang, jasa, dan gagasan untuk menciptakan pertukaran dengan kelompok sasaran yang memenuhi tujuan pelanggan dan organisasi. Sistem pemasaran meliputi unsur 4P, yaitu Product, Price, Place, danPromotion.

Unsur Product meliputi kualitas bahan baku, pengetahuan tentang produk dan adanya kompetisi. Unsur Price mempelajari bagaimana struktur kerja, keuntungan yang didapatkan dibandingkan dengan kompetisi. Price ditentukan oleh faktor harga bahan baku, biaya karyawan, biaya marketing, biaya supervisi, dan baiya administrasi. Unsur Place yaitu sarana dan tempat untuk mendistribusikan produk ke toko, supermarket dan juga pabrik untuk dalam dan luar kota. Unsur Promotion merupakan suatu cara menarik dan memperkenalkan produk, dan dapat dilakukan secara langsung melalui media komunikasi misalnya dengan iklan, TV, maupun surat kabar. Promosi juga dapat dilakukan dengan cara pemberian hadiah secara cuma-cuma. Sistem pemasaran di PT. Campina Ice Cream Industry mengacu pada 4P (merupakan konsep bauran pemasaran), yaitu product, price, promotion, and place.

a. Product PT. Campina Ice Cream Industry sebagai penyalur produk ice cream selalu berupaya untuk terus menganalisa produknya, terutama dari segi rasa, komposisi gizi yang terkandung di dalamnya serta designpengemasan. Hal ini sangat penting mengingat unsur-unsur tersebut sangat

berpengaruh terhadap daya terima dan daya tarik konsumen. b. Price (harga)

Harga merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemasaran produk es krim stick, mengingat persaingan yang sangat ketat dari es krim lainnya. Oleh karena itu, PT. Campina Ice Cream Industry berupaya menetapkan harga yang lebih ekonomis dibanding harga produk persaingan. c. Promotion (promosi) Promosi es krim stik dilakukan melalui penerimaan kunjungan pabrik bagi umum untuk melihat proses produksi. d. Place (tempat dan distribusi produk) PT. Campina Ice Cream Industry memasarkan produk yanng dihasilkan melalui distributordistributor terpilih yang telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Leave A Comment

3HQDQJDQDQ/LPEDK'L37&DPSLQD,FH&UHDP,QGXVWU\
Posted in Tugas Praktek Industri on 18 December 2010 by adeva004

Penanganan limbah adalah suatu usaha yang dilakukan untuk mengolah dan menangani sisa-sisa hasil produksi agar tidak mempengaruhi lingkungan dan tidak membahayakan kesehatan manusia. Adapun penanganan limnah di PT. Campina Ice Cream Industry terbagi menjadi dua bagian, yaitu : 1. 1. Penanganan limbah padat Penanganan limbah padat ini meliputi penanganan limbah etiket, limbah karton dan limbah daundaunan dari lingkungan PT. Campina Ice Cream Industry. Untuk limbah etiket dan limbah karton ditangani dengan cara dikumpulkan secara terpisah antara limbah etiket dan limbah karton. Kemudian kedua limbah tersebut dipress, sehingga menjadi ukuran yang lebih ringkas. Selanjutnya dijual, sehingga mempunyai nilai ekonomi dan menjadi asset tersendiri bagi perusahaan. Sedangkan untuk limbah organic, seperti daun-daun dari halaman perusahaan diolah menkadi kompos. Dengan tahapan sebagai berikut : a) Pengumpulan Sampah Organik

Sampah organik dikumpulkan. Jika sampah organik kering, perlu diberi air agar basah dan lembab. Pada dasarnya sampah tidak perlu dicacah, tetapi sampah yang ukurannya besar perlu dipotong-potong terlebih dahulu,misalnya: tangkai yang panjang, dahan, ranting, dll. Ukuran sampah harus cukup kecil sehingga cukup masuk ke drum kompos. b) Pemasukan Sampah ke dalam drum

Secara bertahap sampah dimasukkan ke dalam drum. Kemudian siramkan secara merata larutan PROMI. Masukkan kembali selapis sampah dan siramkan kembali larutan PROMI. Ulangi langkahlangkah ini hingga drum hampir penuh. c) Inkubasi

Tutup rapat drum. Kemudian dibiarkan kurang lebih 3 6 minggu hingga kompos matang. d) Panen Kompos

Panen dilakukan setelah kompos matang. Kompos bisa saja langsung digunakan untuk memupuk tanaman-tamanan di taman atau dijual. 1. 2. Penanganan limbah cair Penanganan limbah cair tidak dilakukan secara langsung oleh PT. Campina Ice Cream Industry, melainkan langsung dibuang ke saluran pembuangan. Untuk selanjutnya diteliti oleh PT. SIER yang merupakan instansi terkait yang mengelola kawasan Rungkut Industri. Biasanya hasil analisa dilaporkan dalam jangka waktu sebulan sekali. Leave A Comment

3HQDQJDQDQ4XDOLW\&RQWURO'L37&DPSLQD,FH&UHDP,QGXVWU\
Posted in Tugas Praktek Industri on 13 October 2010 by adeva004

Quality control adalah suatu pengawasan dan pengendalian mutu yang dilakukan pada setiap tahap/stasiun proses pembuatan ice cream mulai dari tahap bahan baku yang datang dari supplier sampai produk jadi yang siap dikonsumsi. Tujuan quality control : untuk mengawasi dan mengendalikan proses pembuatan ice cream sehingga dihasilkan produk jadi yang sesuai dengan standart mutu atau persyaratan yang telah ditetapkan. Pengawasan mutu ice cream PT. Campina Ice Cream Industry, Surabaya dibagi menjadi tiga bagian yaitu : 1. 1. Pengawasan mutu bahan baku

Untuk melakukan pemeriksaan atau inspeksi terhadap barang yang datang dari supplier sebelum disimpan sementara digudang atau sebelum dipakai proses produksi. (pada umumnya barang yang dating ini merupakan bahan baku yang dipakai untuk proses produksi). Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang/bahan baku yang masuk apakah sesuai dengan spec yang distandartkan. Karena biasanya bahan baku/barang masuk dalam jumlah banyak, maka yang dapat dilakukan untuk pemeriksaan/inspeksi adalah dengan sampling (pengambilan sampel). Sampling dilakukan dengan tingkat kepercayaan tergantung pada keadaan bahan baku atau supplier. Pengawasan mutu bahan baku dilakukan oleh Quality Control Raw Material (QC RM) yang dibagi menjadi dua bagian yaitu : 1) Quality Control Field Raw Material

Tugas QC Field RM adalah melaksanakan sistem pengendalian bahan baku secara fisik dan organoleptik serta melakukan monitoring kualitas bahan baku selama penyimpanan bahan baku di gudang. 2) Quality Control Analyst Raw Material

Tugas QC Analyst RM adalah melakukan analisa kimia bahan baku sebelum digunakan untuk proses produksi. Tugas pokok dari QC Analyst RM adalah melakukan analisa di laboratorium terhadap bahan baku saat incoming dan saat penyimpanan di gudang sebelum bahan baku dipakai untuk produksi. Maksud pemeriksaan ini adalah untuk mengidentifikasi bahan baku yang masuk, apakah sesuai dengan spesifikasi yang distandarkan. 1. 2. Pengawasan mutu selama proses produksi Pengawasan mutu selama proses dilakukan oleh Quality Control Proses yang dibagi menjadi dua bagian yaitu : 1) Quality Control Field Proses

Tugas Field Proses adalah melaksanakan system pengendalian mutu proses produksi secara harian. 2) Quality Control Analyst Proses

Tugas QC Analyst Proses adalah melakukan analisa organoleptik, bahan baku, bahan jadi dan finished good pada proses produksi serta melaksanakan pengendalian mutu harian. Pengawasan mutu selama proses dimaksudkan untuk mengawasi dan mengendalikan system pengendalian mutu terhadap proses produksi sehingga dihasilkan produk yang berkualitas dan memenuhi standart mutu. 1. 3. Pengawasan mutu barang jadi Pengawasan mutu barang jadi atau produk akhir dilakukan oleh Quality control Finished Good yang dibagi menjadi dua bagian yaitu : 1) Quality Control Field Finished Good

Tugas QC FG adalah melaksanakan system pengendalian mutu produk akhir dan memonitoring penyimpanan barang jadi di gudang, dan melakukan pemeriksaan kualitas organoleptik produk selama masa simpan. 2) Quality Control Analyst Good (yang disebut dengan sample shelf life)

Tugas QC Analyst FG adalah dengan melakukan analisa kimia produk jadi baik sample dari monitoring FG di gudang penyimpanan, juga sample produk shelf life. Sample shelf life adalah sample sample berupa produk yang disampling saat produksi dan disimpan selama masa simpan tertentu. Sample produk shelf life tersebut dianalisa kimia setiap bulannya untuk mengetahui kualitas produk selama umur simpan. Pengawasan yang dilakukan oleh QC Finished Good diantaranya adalah : 1. Kehalalan produk 2. Fisik kemasan 3. Etiket 4. Shef life