Anda di halaman 1dari 1

B-Nampak beberapa aktifis dari PMII dan FMR saat diangkut paksa di truk polisi.

(arief) Unjuk Rasa Tolak Boediono di Blitar Dibubarkan Paksa, 10 Pendemo dari PMII dan FMR Diamankan Blitar,Memo Kedatangan Wapres Boediono di wilayah mataraman untuk agenda membuka acara mukernas PPP di Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri Selasa (21/O2) hari ini serta sebelum bertolak ke Kediri, Boediono menyempatkan diri pulang ke kampung halaman,serta berencanaakan berkunjung ke RSU Mardi Waluyo Kota Blitar guna memberikan bantuan. Selain itu juga akan bertemu dengan sejumlah pengurus PNPM di Kota Blitar. Namun kedatangannya tersebut disambut dengan dua kali unjuk rasa yang dilakukan oleh aktifis Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang membuat aparat kepolisian akhirnya bertindak tegas dengan membubaran aksi unjuk rasa menolak kedatangan Wakil Presiden (wapres) Boediono di Blitar. Dalam pembubaran paksa itu, sempat terjadi ketegangan saat 5 pengunjuk rasa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ditangkap dan dibawa ke Mapolres Kota Blitar untuk menjalani proses interogasi. Kapolres Blitar Kota AKBP FX Surya Kumara SIK saat dimintai keterangan mengatakan ,"Mereka tidak berizin. Karenanya dibubarkan paksa," kata Sebelum dipaksa bubar, para aktivis sempat melakukan orasi serta membentangkan poster yang isinya menghujat Wapres Boediono. Korlap aksi Mahathir Muhammad menyatakan Wapres Boediono memiliki dosa yang besar terhadap rakyat. Skandal Bank Century merupakan permasalahan politik ekonomi yang menjadi tanggung jawab mantan Gubernur BI itu. "Orang seperti itu (Wapres Boediono, red) tidak pantas memimpin Indonesia. Dia sudah melukai hati rakyat," teriaknya dalam orasi. Teriakan menghujat yang dilakukan secara bergantian itu berlangsung tidak lebih dari 15 menit. Sejumlah personel kepolisian langsung mendatangi lokasi. Poster berisi hujatan langsung disita. Bentakan aparat pun meminta barisan mahasiswa PMII untuk segera membubarkan diri. "Kita harus tetap melawan sahabat. Kita akan bertahan disini," seru Mahathir yang berteriak-teriak kepada rekan-rekannya yang kocar kacir. Sejumlah petugas berpakaian preman langsung memotong langkah Mahathir. Sebab aktivis mahasiswa itu terus bergerak dan berteriak. Satu orang memegang krah baju bagian belakang dan petugas lainya merampas megaphone. "Hanya satu kata, lawan!!" teriak Mahathir terus mencoba melawan. Lalu lintas di sekitar lokasi unjuk rasa pun langsung macet. Upaya petugas untuk menangkap para aktivis PMII mengundang perhatian warga setempat. Sebab mereka melakukanya dengan berkejar-kejaran layaknya menangkap penjahat. Setiap aktivis yang tertangkap, langsung didorong paksa naik ke bak truk kepolisian. Di sana sudah menunggu puluhan personel polisi . Surya Kumara juga menegaskan, polisi berhak membubarkan aksi demonstrasi yang tidak berizin. "Selain itu mereka juga tidak memberikan pemberitahuan," tegasnya. Hingga saat ini belum diketahui nasib para aktivis yang berada di Mapolres Kota Blitar. Sementara itu aksi serupa juga terjadi di Jl Raya Garum Kecamatan Garum,Sejumlah aktifis dari FMR yang juga melakukan aksi serupa akhirnya dibubarkan paksa oleh aparat kepolisian dari Mapolres Blitar dan sejumlah aktifis sebanyak 7 orang diamankan dengan menggunakan truk polisi dan dibawa ke Mapolres Blitar.(rif)