Anda di halaman 1dari 5

Istirahat dan tidur Kesempatan untuk istirahat dan tidur sama pentingnya dengan kebutuhan makan, aktivitas, maupun

kebutuhan dasar lainnya. Setiap individu membutuhkan istirahat dan tidur untuk memulihkan kembali kesehatannya. Istirahat adalah suatu keadaan dimana kegiatan jasmaniah menurun yang berakibat badan menjadi lebih segar. Tidur adalah suatu keadaan relative tanpa sadar yang penuh ketenangan tanpa kegiatan yang merupakan urutan siklus yang berulang-ulang dan masing-masing menyatakan fase kegiatan otak dan badaniah yang berbeda.

Pengaturan tidur Tidur merupakan aktivitas yang melibatkan susunan saraf pusat, saraf perifer, endokrin kardiovaskuler, respirasi dan musculoskeletal (Robinsin 1993, dalam Potter). Tiap kejadian tersebut dapat di indetifikasi/ di rekam dengan electroencephalogram (EEG) untuk aktivitas listrik otak,pengukuran tonus otot dengan menggunakan electromiogram (EMG) dan electrooculogram (EOG) untuk mengukur pergerakan mata. Pengaturan dan control tidur tergantung dari hubungan antara dua mekanisme selebral yang secara bergantingan mengaktifkan dan menekan pusat otak untuk tidur dan bangun. Reticular activating system (RAS) di bagian batang otak atas diyakini mempunyai sel-sel khusus dalam mempertahankan kewaspadaan dan kesadaran. RAS memberikan stimulus visual, audiotori, nyeri, dan sensori raba. Juga menerima stimulus dari korteks serebri (emosi, proses pikir). Pada keadaan sadar mengakibatkan neuron-neuron dalam ras melepaskan katekolamin, misalnya norepineprine. Saat tidur mungkin disebabkan oleh pelepasan serum serotinin dari sel-sel spesifik di pons dan batang otak tengah yaitu bulbat synchronizing regional (BSR). Bangun dan tidurnya seseorang tergantung dari keseimbangan impuls yang diterima dari pusat otak, reseptor sensori perifer misalnya bunyi, stimulus cahaya, sistem limbiks seperti emosi. Seseorang yang mencoba untuk tidur, mereka menutup matanya dan berusaha dalam posisi rileks. Jika ruangan gelap dan tenang aktivitas ras menurun, pada saat itu BSR mengeluarkan serum serotinin.

Tahapan tidur EEG, EMG, dan EOG dapat mengidentifikasi perbedaan signal pada level otak, otot, dan aktivitas mata. Normalnya tidur dibagi menjadi dua yaitu nonrapid eye movement (NREM) dan rapid eye movement (REM). Selama masa NREM seseorang terbagi menjadi empat tahapan dan memerlukan kira-kira 90menit selama siklus tidur. Sedangkan tahapan REM adalah tahapan terakhir kira-kira 90menit sebelum tidur berakhir. a. Tahapan tidur NREM a. NREM tahap I y Tingkat transisi. y Merespons cahaya y Berlangsung beberapa menit. y Mudah terbangun dengan rangsangan. y Aktivitas fisik menurun, tanda vital dan metabolisme menurun. y Bila terbangun terasa sedang bermimpi. b. NREM tahap II y Periode suara tidur. y Mulai relaksasi otot. y Berlangsung 10-20 menit. y Fungsi tubuh berlangsung lambat. y Dapat dibangunkan dengan mudah. c. NREM tahap III y Awal tahap dari keadaan tidur nyenyak. y Sulit dibangunkan. y Relaksasi otot menyeluruh. y Tekanan darah menurun. y Berlangsung 15-30 menit. d. NREM tahap IV y Tidur nyenyak. y Sulit untuk dibangunkan, butuh stimulus intensif. y Untuk restorasi dan istirahat, tonus otot menurun. y Sekresi lambung menurun. y Gerak bola mata cepat.

b. Tahapan tidur REM a. Lebih sulit dibangunkan b. Pada orang dewasa normal REM yaitu 20-25% dari tidur malamnya. c. Jika individu terbangun pada tidur REM maka biasanya terjadi mimpi. d. Tidur REM penting untuk keseimbangan mental, emosi juga berperan dalam belajar, memori, dan adaptasi. c. Karakteristik tidur REM a. Mata : cepat tertutup dan terbuka. b. Otot-oto : kejang otot kecil, otot besar imobilisasi. c. Pernapasan : tidak teratur, kadang dengan apnea. d. Nadi : cepat dan ireguler. e. Tekanan darah : meningkat atau fluktuasi. f. Sekresi gaster : meningkat. g. Metabolisme : meningkat, temperature tubuh naik. h. Gelombang otak : EEG aktif. i. Siklus tidur : sulit dibangunkan.

Pola tidur normal 1. Neotanus sampai dengan 3 bulan a. Kira-kira membutuhkan 16 jam/hari. b. Mudah berespons terhadap stimulus. c. Pada minggu pertama kelahiran 50% adalah tahap REM. 2. Bayi a. Pada malam hari kira-kira tidur 8-10 jam. b. Usia 1 bulan sampai dengan 1 tahun kira-kira tidur 14 jam/hari. c. Tahap REM 20-30% 3. Toddler a. Tidur 10-12 jam/hari. b. Tahap REM 25%. 4. Preschooler a. Tidur 11 jam pada malam hari. b. Tahap REM 20%.

5. Usia sekolah a. Tidur 10 jam pada malam hari. b. Tahap REM 18,5%. 6. Adolensia a. Tidur 8,5 jam pada malam hari. b. Tahap REM 20%. 7. Dewasa muda a. Tidur 7-9 jam/ hari. b. Tahap REM 20-25%. 8. Usia dewasa pertengahan a. Tidur 7 jam/hari. b. Tahap REM 20%. 9. Usia tua a. Tidur 6 jam/hari. b. Tahap REM 20-25%. c. Tahap IV NREM menurun dan kadang-kadang absen. d. Sering terbangun pada malam hari.

Faktor-faktor yang memengaruhi tidur 1. Penyakit Seseorang yang mengalami sakit memerlukan waktu tidur lebih banyak dari normal. Namun demikian, keadaan sakit menjadikan pasien kurang tidur atau tidak dapat tidur. Misalnya pada pasien dengan gangguan pernapasan seperti asma, bronchitis, penyakit kardiovaskular, dan penyakit pernapasan. 2. Lingkungan Pasien yang biasa tidur pada lingkungan dan nyaman, kemudian terjadi perubahan suasana seperti gaduh maka akan menghambat tidurnya. 3. Motivasi Motivasi dapat memengaruhi tidur dan dapat menimbulkan keinginan untuk tetap bangun dan waspada menahan kantuk. 4. Kelelahan Apabila mengalami kelelahan dapat memperpendek periode pertama daripada REM.

5. Kecemasan Pada keadaan cemas seseorang mungkin meningkatkan saraf simpatis sehingga mengganggu tidurnya. 6. Alkohol Alkohol menekan REM secara normal seseorang yang tahan minum alkohol dapat mengakibatkan insomnia dan lekas marah. 7. Obat-obatan Beberapa jenis obat yang dapat menimbulkan gangguan tidur antara lain : a. Diuretic : menyebabkan insomnia. b. Anti depresan : supresi REM. c. Kafein : meningkatkan saraf simpatis. d. Beta bloker : menimbulkan insomnia. e. Narkotika : mensupresi REM.

Gangguan tidur 1. Insomnia Ketidakmampuan memperoleh secara cukup kualitas dan kuantitas tidur. Ada 3 macam insomnia yaitu Initial Insomnia adalah ketidakmampuan untuk tidur tidak ada, Intermitent Insomnia merupakan ketidakmampuan untuk tetap mempertahankan tidur sebab sering terbangun dan Terminal Insomnia adalah bangun lebih awal tetapi tidak pernah tertidur kembali. Penyebab insomnia adalah ketidakmampuan fisik, kecemasan, dan kebiasaan minum alcohol dalam jumlah banyak. 2. 3. 4. 5. 6. Hipersomnia Parasomnia Narcolepsy Apnoe tidur dan mendengkur Mengigau