Anda di halaman 1dari 6

Proposal INVESTASI USAHA TERNAK AYAM KAMPUNG SUPER

oleh: tasurun
y y y y

Summary rating: 3 stars (2 Tinjauan) Kunjungan : 532 kata:900

More About : proposal ternak ayam


Summarize It

PROPOSAL INVESTASI USAHA TERNAK AYAM KAMPUNG SUPER

I. PENDAHULUAN Permintaan daging ayam kampung cenderung mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Menurut Dirjen Bina Produksi Peternakan saat ini pasokan daging ayam kampung baru bisa memenuhi 5,5% dari total kebutuhan daging ayam nasional. Pada 10 tahun mendatang diharapkan pasokan ayam kampung akan mencapai 25% dari kebutuhan total daging ayam nasional. Dengan target sebesar tersebut pengembangan bisnis ayam kampung akan mampu menggerakkan ekonomi pedesaan yang notabenenya merupakan usaha skala mikro, kecil dan koperasi. Pengembangan bisnis ternak ayam kampung sendiri tidak hanya bermanfaat bagi peternak tetapi juga sektor usaha lain misalnya nilai perdagangan dari pakan dan pengolahan daging ayam kampung.

Kenyataannya budidaya ayam kampung menemui kendala utama yaitu pertumbuhan yang cenderung lebih lambat jika dibandingkan dengan ayam ras pedaging yang mampu panen dalam waktu 40 hari. Dengan adanya teknologi baru, kini hadir ayam kampung super atau ayam jawa super. Ternak ayam kampung super secara nyata lebih menjanjikan karena dalam masa pemeliharaan panen membutuhkan waktu 55-60 hari saja. Masa panen yang cepat pada ayam kampung super memberikan keuntungan yang cukup menggiurkan diantaranya tingkat kematian yang realatif rendah, penghematan biaya pemeliharaan dan pakan.

Ayam kampung super merupakan hasil persilangan terbaru yang melibatkan teknologi persilangan ternak sehingga didapatkan pertumbuhan yang cepat dan memiliki karakteristik daging dan bentuk ayam kampung. Nilai harga jual ayam kampung lebih tinggi dibandingkan dengan ayam broiler, harga berkisar antara Rp. 19.000Rp. 25.000 menurut riset pasar selama tahun 2010-2011.

II. DASAR PEMIKIRAN Data di atas menunjukkan kepada kita betapa negeri tercinta ini merupakan pasar yang sangat potensial, perlu dibina dan dikembangkan untuk meningkatkan produksi ayam kampung di dalam negeri. Atas dasar itu, beternak ayam kampung super merupakan suatu peluang usaha yang cukup menjanjikan. Kami ingin mengembangkan ternak ayam kampung super sebagai usaha yang produktif. Untuk itu, kami mengajak kepada para investor untuk berinvestasi dalam usaha ternaka ayam kampung super yang kami kelola.

III. MAKSUD DAN TUJUAN 1. Maksud Maksud kami mengajukan penawaran investasi ini adalah untuk mengembangkan usaha ternak ayam kampung super sebagai sumber pendapatan (income) yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan hidup. 2. Tujuan Tujuan proposal ini adalah untuk mengajak para investor untuk berinvestasi pada usaha ternak ayam kampung super.

IV. JENIS USAHA Jenis usaha yang dimaksud adalah TERNAK AYAM KAMPUNG SUPER

V. LOKASI PEMELIHARAAN Dikarenakan masih sangat besarnya potensi ternak ayam kampung super, maka kami mulai merintis usaha peternakan ayam kampung super yang berlokasi di Kampung. Gledokan Desa Welahan RT 04 RW 04 Welahan, Jepara, Jateng

VI. FOTO AYAM KAMPUNG SUPER VII. KONSEP USAHA Konsep dari usaha ternak ayam kampung super ini adalah bagi hasil/syariah yang melibatkan pemodal dan peternak sebagai pengelola. Bagi hasil dari usaha ini adalah: - Pemilik modal (investor) : 50% dari laba bersih - Peternak (pengelola ternak) : 50% dari laba bersih Jangka waktu investasi adalah 3 tahun dengan surat perjanjian bermaterai, tetapi nantinya investor dapat berinvestasi kembali dengan surat perjanjian yang baru. VIII. ANALISIS USAHA TERNAK AYAM KAMPUNG SUPER Berikut ini adalah analisis usaha ternak ayam kampung super per 500 ekor A . Modal Tetap -Pembuatan kandang litter 40 m2 dari bambu = Rp. 3.000.000 -Kandang DOC + nampan pakan = Rp 200.000 -Tempat minum 15 x Rp. 15.000 = Rp 225.000 -Tempat pakan 20 x Rp. 15.000 = Rp. 300.000 - Lain-lain (Biaya tak terduga) = Rp. 225.000 -Jumlah = Rp. 3.950.000 B. Modal Kerja -DOC 500 ekor x Rp. 5000 = Rp. 2.500.000 -Pakan 20 sak x Rp. 260.000 = Rp. 5.200.000

-Vitamin + vaksin = Rp. 150.000 -Sekam padi 8 sak x Rp. 15.000 = Rp. 120.000 - Listrik per 2 bulan = Rp. 80.000 -Jumlah = Rp.8.050.000 C. Jumlah Modal Yang Dibutuhkan -Modal tetap = Rp. 3.950.000 - Modal kerja = Rp. 8.050.000 -Jumlah = Rp. 12.000.000 D. Biaya Penyusutan Biaya penyusutan kandang dan sarana diambil 6 % dari modal tetap yaitu 6 % x Rp. 3.950.000 = Rp. 237.000 E. Hasil Produksi 2 bulan -Dari 500 ekor ayam mengalami kematian 2% (10 ekor) maka tersisa 490 ekor dengan berat ratarata 1 kg sehingga hasil panen adalah 490 ekor x 1 kg = 490 kg -Harga rata-rata ayam kampung adalah Rp. 22.000 / kg -Hasil produksi = 490 kg x Rp. 22.000 = Rp. 10.780.000 F. Biaya Produksi 2 bulan -Biaya penyusutan = Rp. 237.000 - Modal kerja = Rp. 8.050.000 -Jumlah = Rp. 8.287.000 G. Keuntungan per 2 bulan Keuntungan = Hasil produksi - Biaya produksi = Rp. 10.780.000 Rp. 8.287.000 = Rp. 2.493.000 H. Bagi Hasil - Investor (pemodal) 50%xRp. 2.493.000 = Rp. 1.246.500 - Peternak (pengelola) 50%xRp. 2.493.000 = Rp. 1.246.500 Jadi investor (pemodal) mendapatkan bagi hasil Rp. 1.246.500 per periode panen (2 bulan). Dengan asumsi satu tahun bisa 6 kali panen maka bagi hasil yang diperoleh adalah 6xRp. 1.246.500 = Rp. 7.479.000 per tahun.

IX. PENUTUP

Demikianlah proposal penawaran investasi usaha ternak ayam kampung super ini. Semoga proposal ini dapat memberikan gambaran kepada para investor untuk menanamkan modal pada usaha ternak ayam kampung super. Lebih dan kurangnya akan diperbaiki bersama sesuai kesepakatan dan perkembangan yang ada. Jepara, Nopember 2011

Hormat kami TASURUN Diterbitkan di: 21 Nopember, 2011 Sumber: http://id.shvoong.com/how-to/money-and-business/2231484-proposal-investasi-usahaternak-ayam/#ixzz1m2BSwHHR