Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN TETAP PRAKTIKUM METODE BIOLOGI IKAN PEMBUATAN PREPARAT ULAS DARAH

Oleh : KELOMPOK VII Desmi Etika Adriana Mariska Cynthia Putu Wirantika Leo Vegy Prayoestwo Ayaa Rafiki 05081009027 05091005003 05091005006 05091005007 05091005021

PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA INDRALAYA 2012

I. A. Latar Belakang

PENDAHULUAN

Ikan pada umumnya memiliki pembuluh yang di sebut vena. Vena membawa darah dari bagian kepala berjalan berdampingan dengan sepasang vena jugularis yang letaknya lebih ke tengah. Dari ekor berjalan vena caudalis yang tunggal, kemudian bercabang dua menjadi vena portae renalis menuju ke ginjal. Di dalam ginjal vena potae renalis mempercabangkan banyak vena renalis advehentes, dan masing-masing cabang ini pecah menjadi kapiler darah. Jaring kapiler darah ini kemudian bersatu kembali menjadi beberapa vena renalis revehentis yang mengalir ke permukaan tengah dari ginjal dan bermuara pada vena kardinalis posterior (Wells, 2005). Darah merupakan salah satu komponen sistem transport yang sangat vital keberadaanya. Fungsi vital darah didalam tubuh antara lain sebagai pengangkut zat-zat kimia seperti hormon, mengangkut zat buangan hasil metabolisme tubuh, dan pengangkut oksigen dan karbohidrat. Selain itu, komponen darah seperti trombrosit dan plasma darah memiliki peran penting sebagai pertahanan pertahanan pertama dari serangan penyakit yang masuk kedalam tubuh (Anonim, 2011). Sel darah putih, leukosit adalah sel yang membentuk komponen darah. Sel darah putih ini berfungsi untuk membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh. Sel darah putih tidak berwarna, memiliki inti, dapat bergerak secara amoebeid, dan dapat menembus dinding kapiler atau diapedesis. Ada beberapa jenis sel darah putih yaitu basofil, eosinofil, neutrofil dan halo (Anonim, 2011). Eritrosit merupakan salah satu sel darah yang sangat berperan dalam proses pengangkutan materi-materi di dalam tubuh. Eritrosit mengandung hemoglobin yang memungkinkannya mampu mengangkut oksigen lebih banyak dari pada oksigen tersebut bergerak sendiri dalam plasma darah. Hemoglobin juga menyebabkan warna merah pada darah, sehingga eritrosit disebut dengan sel

darah merah. Sedangkan leukosit merupakan salah satu sel darah lainnya yang sangat berperan sebagai benteng tubuh dari berbagai ancaman (Djarijah, 1995).

B. Tujuan Praktikum Adapun tujuan praktikum ini adalah agar mahasiswa mampu mengambil darah ikan, mampu membuat preparat ulas darah dan mampu membedakan tipe sel darah.

II. TINJAUAN PUSTAKA

A.

Sistematika dan Morfologi Ikan Patin (Pangasius pangasius) Menurut Saanin (1984) sistematika dari ikan Patin adalah sebagai berikut : Phylum Subphylum Class Subclass Ordo Subordo Family Genus Species : Chordata : Vertebrata : Pisces : Teleostei : Ostariophysi : Siluroidea : Pangasidae : Pangasius : Pangasius pangasius Ikan Patin memiliki badan memanjang yang berwarna putih seperti perak dengan pungung yang berwarna kebiruan. Panjang tubuhnya dapat mencapai 120 cm, merupakan suatu ukuran yang cukup besar untuk ikan air tawar domestik. Bentuk kepala ikan patin relatif kecil dengan mulut yang terletak diujung kepala agak disebelah bawah. Hal tersebut merupakan salah satu ciri khas golongan catfish. Pada sudut mulutnya terdapat dua pasang kumis pendek yang dapat berfungsi sebagai alat peraba (Susanto dan Amri, 1996). Sirip punggung memiliki sebuah jari-jari keras yang berubah menjadi patil yang bergerigi dan besar disebelah belakangnya. Sementara itu, jari-jari lunak sirip punggung terdapat 6 atau 7 buah. Selain itu, pada punggungnya terdapat sirip lemak yang berukuran kecil. Adapun sirip ekornya membentuk cagak dengan bentuknya simetris. Ikan Patin tidak memiliki sisik. Sirip duburnya panjang, terdiri dari 30-33 jari-jari lunak. Sedangkan sirip perutnya memiliki enam jari-jari lunak. Sirip dada memiliki 12-13 jari-jari lunak dan sebuah jari-jari keras yang berubah menjadi senjata yang dikenal sebagai patil (Susanto dan Amri, 1996).

B. Preparat Ulas Darah Terdapat dua cara dalam pengambilan darah pada ikan yaitu dengan cara memotong caudal pada ekor dan dengan metode jarum suntik. Pengambilan

darah dengan memotong ekor ikan dibagian pangkal batang ekor menggunakan pisau tajam. Setelah ekor ikan dipotong, darah yang keluar ditampung dengan tissu, setelah itu darah segar pada ikan dimasukan pada tabung effendof. Sebelumnya tabung tersebut diberi anti koagulan yaitu anti pembeku darah dapat berupa heparin. Pada pengambilan darah dengan metode jarum suntik pengambilan darah sebaiknya dari jantung hal ini dikarenakan mengambil darah dari jantung lebih cepat didapat darahnya tetapi menimbulkan resiko kematian yang lebih cepat. Metode pengambilan darah dengan jarum suntik dapat dilakukan pada batang ekor yaitu pada vena caudalis. Metode ini dapat terasa sulit apabila belum biasa dilakukan karena sulit untuk menemukan pembuluh vena nya. Setelah darah yang didapat selesai di sentrifuse , maka teteskan pada kaca preparat dan usap dengan kaca cover glass. Usahan preparat yang akan diamati tipis, karena jika tebal maka pengamatan akan sulit dilakukan. Hal ini disebabkan terjadi nya pemumpukan sel darah (Sasanti, 2011)

III.METODOLOGI PRAKTIKUM A. Waktu dan Tempat

Praktikum ini dilaksanakan pada tanggal 15 November 2011 di Laboratorium Bersama Perikanan Program Studi Budidaya Perairan dan Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya Indralaya. B. Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum preparat ulas darah adalah sebagai berikut : Tabel 1. Peralatan dan bahan yang digunakan dalam praktikum No Alat Kegunaan 1. Ikan percobaan Hewan uji 2. Spuit suntik Mengambil sampel darah ikan uji 3. Kaca dan cover preparat Mengamati sel darah 4. Mikroskop Mengamati sel darah 5. Pisau bedah Untuk membedah ikan

C. Cara Kerja Adapun cara kerja praktikum ini adalah: 1. 2. membeku) 3. 4. 5. Darah yang berada di atas kaca preparat, disapu dan diulas ke Hasil ulasan dibiarkan kering diudara Setelah kering diamati dibawah mikroskop dan digambar macamdepan dengan menggunakan cover preparat sehingga terbentuklah ulasan tipis Darah ikan diambil dari batang ekor (vena caudalis) menggunakan Darah yang berhasil diambil diteteskan diatas kaca preparat spuit suntik sebanyak satu tetes (penetesan dilakukan sesegera mungkin sebelum darah

macam cover preparat sehingga terbentuk sel darah merah yang ditemukan. IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

Gambar 1. Penampang sel merah B. Pembahasan Pada praktikum preparat ulas darah didapatkan hasil tipe sel darah berupa bagian sel darah putih yaitu neutrofil. Neutrofil adalah bagian sel darah putih dari kelompok granulosit. Bersama dengan dua sel granulosit lain: eosinofil dan basofil yang mempunyai granula pada sitoplasma, disebut juga polymorphonuclear karena bentuk inti sel mereka yang aneh. Granula neutrofil berwarna merah kebiruan dengan 3 inti sel (Anonim, 2011). Neutrofil berhubungan dengan pertahanan tubuh terhadap infeksi bakteri dan proses peradangan kecil lainnya, serta menjadi sel yang pertama hadir ketika terjadi infeksi di suatu tempat. Dengan sifat fagositik yang mirip dengan makrofaga, neutrofil menyerang patogen dengan serangan respiratori menggunakan berbagai macam substansi beracun yang mengandung bahan pengoksidasi kuat, termasuk hidrogen peroksida, oksigen radikal bebas, dan hipoklorit (Anonim, 2011). Dalam keadaan normalnya terkandung 4x109 hingga 11x109 sel darah putih di dalam seliter darah manusia dewasa yang sehat - sekitar 7000-25000 sel per tetes.Dalam setiap milimeter kubil darah terdapat 6000 sampai 10000(rata-rata 8000) sel darah putih .Dalam kasus leukemia, jumlahnya dapat meningkat hingga 50000 sel per tetes (Anonim, 2011). Neutrofil berdiameter 1215m memiliki inti yang khas padat terdiri atas sitoplasma pucat di antara 2 hingga 5 lobus dengan rangka tidak teratur dan mengandung banyak granula merah jambu (azuropilik) atau merah lembayung. Granula terbagi menjadi granula primer yang muncul pada stadium promielosit, dan sekunder yang muncul pada stadium mielosit dan terbanyak pada neutrofil

matang. Kedua granula berasal dari lisosom, yang primer mengandung mieloperoksidase, fosfatase asam dan hidrolase asam lain, yang sekunder mengandung fosfatase lindi dan lisosom (Anonim, 2011)

V. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Dari praktikum preparat ulas darah ini dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. 2. 3.

Pengambilan

darah

ikan

dapat

dilakukan

dengan

pemotongan ekor dan jarum suntik Preparat ulas darah harus tipis agar tidak terjadi Pada praktikum preparat ulas darah didapatkan hasil tipe penggumpalan sehingga mudah diamati dibawah mikroskop sel darah berupa bagian sel darah putih yaitu neutrofil.

B. Saran

Untuk mendapatkan hasil yang akurat, dibutuhkan ketelitian dan kecermatan dalam melakukan percobaan ini.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2011. Pengertian Neutrofil, Eusinofil dan Basofil. (http.id.shvoong.com) (diakses 28-12-2011) Anonim. 2011. Sel Darah Merah. (http://id.wikipedia.org) (diakses 28-12-2011)

Anonim. 2011. Sel Darah Putih. (http://id.wikipedia.org) (diakses 28-12-2011) Anonim. 2011. Neutrofil. (http://id.wikipedia.org) (diakses 28-12-2011) Saanin, H. 1984. Taksonomi dan Kuntji Identifikasi Ikan. Binacipta. Bandung. 256 hal. Susanto, Heru dan Amri, Khairul. 1996. Budidaya Ikan Patin. Jakarta : Penebar Swadaya