Angka Kematian Ibu di Indonesia Sama dengan Myanmar Penulis : Patna Budi Utami Kamis, 02 Februari 2012 20:38 WIB

Komentar: 1 0 0

JAKARTA--MICOM: Angka kematian ibu melahirkan di Indonesia yang saat ini mencapai 228 orang per 100 ribu kelahiran hidup sama dengan kondisi di Myanmar. Padahal kondisi negara itu jauh lebih miskin dari Indonesia. Sementara itu, bila dibandingkan dengan Malaysia, angkanya jauh lebih tinggi. Sebab, angka kematian ibu di Negeri Jiran tersebut hanya 31 per 100 ribu kelahiran hidup. Keterangan tertulis Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyebutkan, dengan angka kematian ibu sebanyak 228 per 100 ribu, berarti setiap satu jam rata-rata dua ibu melahirkan meninggal dunia. Disebutkan, penyebab langsung kematian ibu kabanyakan karena pendarahan, hipertensi saat hamil/pre eklamsi, dan infeksi. Pendaharaan menempati persentase tertinggi sebagai penyebab kematian ibu (28%). "Sedangkan penyebab tidak langsung kematian ibu di Indonesia adalah usia yang terlalu muda, usia terlalu tua saat melahirkan, terlalu sering melahirkan, dan terlalu banyak anak yang dilahirkan," demikian BKKBN. Penyebab lain kematian ibu adalah terlambat mengambil keputusan, terlambat membawa ke tempat pelayanan kesehatan, serta terlambat memberikan pertolongan di tempat pelayanan. Selain itu, lingkungan yang tidak sehat, kurangnya asupan gizi bagi ibu hamil, mahalnya biaya melahirkan di rumah sakit bersalin, kurang tersedianya rumah sakit bersalin atau puskesmas yang memadai di daerah-daerah, juga memberikan kontribusi pada kasus kematian ibu. BKKBN juga menyebutkan, sepanjang 2010 jumlah ibu yang meninggal dunia saat melahirkan tercatat mencapai 11.534 orang. Dari seluruh provinsi, Jawa Barat merupakan daerah dengan angka kematian ibu terbanyak, diikuti oleh Provinsi Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Banten, dan Jawa Timur. Dengan laju pertumbuhan penduduk Indonesia sebesar 1,48% per tahun, ssuai hasil Sensus 2010, upaya menekan angka kematian ibu di Tanah Air menjadi sulit. Untuk memperkecil jumlah angka kematian ibu menjadi 102 per 100 ribu sesuai target Millenium Development Goals (MDGs) pada 2015, perlu upaya besar menekan laju pertambahan penduduk. (Pbu/X-12)

http://www.scribd.com/doc/58952149/Proposal-PrematurAsfiksi

05.04<0. Populasi penelitian ini ibu yang melahirkan di C1 Kebidanan berjumlah 1. Desain penelitian dengan pendekatan cross sectional. M. Berdasarkan data di ruang C1 kebidanan RSUD Dr.FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PERDARAHAN POST PARTUM DI RUANG RAWAT INAP C I KEBIDANAN RSUD Posted on 31 Januari 2011 by Ady ABSTRAK oleh: Sugiyani Tingginya angka kematian ibu akibat perdarahan Post Partum (40-60%) yang disebabkan oleh atonia uteri dan robekan jalan lahir. dan teknik pengumpulan data menggunakan data sekunder. umur dan kadar hemoglobin dengan perdarahan post partum di C1 kebidanan RSUD Dr.wordpress.05 dan hasil analisis chi-square tentang kadar hemoglobin didapat nilai p=0. Hasil analisis ada hubungan yang bermakna antara paritas.05. . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Perdarahan Post Partum. Kata Kunci: Paritas.04<0. Tehnik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Yunus. Kadar Hemoglobin. Hasil analisis chi-square tentang paritas didapat nilai p=0.com. Umur. M. Peneilitian dilaksanakan tanggal 22 Januari ± 2 Februari tahun 2008 bertempat di Dr. Perdarahan Post Partum http://lubmazresearch. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pedoman atau acuan petugas kesehatan khususnya bidan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama pelayanan persalinan. RSUD M Yunus Bengkulu. Yunus 2007 dan tahun 2008 masih tingginya angka kejadian Perdarahan Post Partum. hasil analisis chi-square tentang umur didapat nilai p=0.01<0.062 orang dan sampel sebesar 69 ibu yang melahirkan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful