Oleh : Revia Oktaviani ST MT

Mengapa perlu dilakukan peledakan dalam kegiatan tambang ?

5. 6.1. 2. Down the hole hammer /DTH Hammer 3. 4. 3. Metoda rotari – perkusif a. Metoda rotari . Pembuatan lubang ledak Pengisian bahan peledak Perangkaian Peledakan Pemuatan Pengangkutan Berdasarkan sumber energi mekaniknya: 1. Top hammer b. Metoda pemboran perkusif p p 2.

.

.

a. 2 3. shank adaptor b. mata bor Extension drill steels 1. Batang bor c. 2. batang bor c.1. Sifat batuan Rock drillability Arah lubang bor Umur dan Kondisi alat . Integral drill steels 2. shank adaptor b. 4. coupling d. mata bor a.

8 .27 .4.10 1.40 20 .200 60 .120 30 .125 0.10 0.08 .066 .8.54 0. Kekuatan (strength) Kekuatan mekanik batuan : sifat kekuatan terhadap gaya luar Kekuatan batuan tergantung pada komposisi mineral.96 .3.2 0.29 .1.26.1 .6 3 .0 Nisbah Poisson Porositas 0.30 < 10 b.30 .7.5 .27 .0.43 0. Kwarsa → kuat tekan > 500 MPa c.4.0.11 .60 10 .98 .24 0. Elastisitas Dinyatakan dalam Modulus elastis/modulus young (E) dan nisbah poison (ν) Batuan Sedimen Dolomit Limestone Sandstone Shale Modulus Elastis 104(Mpa) Mpa) 1.2 0.85 0.a. Kekerasan → tahanan dari suatu bidang permukaan halus terhadap abrasi Klasifikasi Sangat keras Keras Kekerasan sedang Cukup lunak Lunak Sangat lunak Skala Mohs >7 6-7 4.0.62 .5 2-1 1-2 Kuat tekan batuan (Mpa) Mpa) > 200 120 .8.0.

. aktifitas pemboran dan kemantapan lubang ledak. Tekstur Mempengaruhi kecepatan pemboran. Banyak rekahan – rekahan. Karakteristik pembongkaran Tingkah laku batuan ketika dikenai palu . mudah jika dibor g.γ rendah. Sebagai parameter yang mempengaruhi keausan mata bor (bit) dan batang bor f. sulit dibor h. tingkat pecah rendah. Tergantung dari komposisi mineral penyusun batuan dan dipengaruhi pertambahankwarsa.d. feldspar dan mineral lain e. > porous. Abrasivitas Sifat batuan menggores permukaan material lain. Plastisitas Deformasi tetap setelah tegangan dikembalikan ke kondisi awal.Tekstur berbentuk lembaran.pemborannya lebih sulit . Struktur geologi Pengaruh terhadap penyesuaian kelurusan lubang ledak.

. maka pada ketinggian yang sama dengan arah lubang ledak miring. mempunyai kedalaman lubang ledak yang lebih kecil.Kecepatan penetrasi mata bor ke dalam batuan V = 31P / d 1. Arah Tegak Arah miring g Suatu Jenjang dibor dengan arah tegak lurus. 2. sehingga waktu yang digunakan untuk melakukan pemboran menjadi lebih singkat.4 V = kecepatan pemboran (m/mnt) P = Rock Drill output power (KW) d = Diameter lubang bor (mm) 1.

PA) Merupakan catatan mengenai keadaan fisik dari alat yang dipergunakan dalam beroperasi. UA = W x100% W +S 4.MA) Merupakan suatu cara untuk mengetahui kondisi mekanik yang sesu ggu y d sesungguhnya dari alat yang dipergunakan y g d pe gu W MA = X 100% (W + R ) 1. Penggunaan Efektif (Efective Utilization.Kesediaan mekanik (Mechanical availability. Kesediaan Fisik (Physical Availability.EU) Menunjukan berapa persen dari seluruh waktu kerja yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk kerja produktif W x100% EU = (W + R + S ) .UA) Menunjukan berapa persen waktu yang dipergunakan alat untuk beroperasi pada saat alat tersebut dapat dipergunakan. PA = (W + S ) X 100% (W + R + S ) S = Jumlah jam menunggu alat 3. W = Jam kerja alat R = Jumlah jam perbaikan 2. Persen Penggunaan Kesediaan (Use of Availability Percent.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful