Anda di halaman 1dari 4

Pemanfaatan teknologi dalam berbagai sektor kegiatan meruapakan salah satu faktor pendukung tercapainya keberhasilan pembangunan.

Namun, teknologi juga memberikan kontribusi terhadap terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup. Untuk mencapai pembangunan berkelanjutan, maka perlu dikembangkan teknologi ramah lingkungan, yaitu teknologi yang memasukkan faktor lingkungan dalam proses pengkajiannya, sehingga pemanfaatan teknologi tersebut dapat selaras dengan kinerja lingkungan. Faktor lingkungan yang berpengaruhi dalam upaya pelestarian lingkungan adalah penggunaan energi alternatif yang tidak mencemari lingkungan karena tidak menghasilkan zat-zat buangan ke lingkungan. Sumber energi alternatif, diantaranya cahaya matahari, air, angin, dan panas bumi, adalah sumber energi yang dapat terus memberikan energinya sepanjang masa. Selain itu, energi yang dihasilkan oleh sumber energi alternatif sangat besar. Pelestarian dan pengelolaan lingkungan tidak hanya bergantung pada kebijakan-kebijakan pengelolaan lingkungan saja, tetapi juga memerlukan partisipasi dari industri yang menghasilkan limbah dengan mengembangkan teknologi yang mampu mengatasi persoalan diseputar kerusakan lingkungan secara cepat dan tepat. Pengelolaan lingkungan hidup dengan pendekatan teknologi ramah lingkungan sangatlah penting. Teknologi ramah lingkungan dapat membantu mengatasi masalah lingkungan. Teknologi ramah lingkungan tidak harus berupa penemuan teknologi baru, tapi dapat juga berarti penerapan metode yang bersifat ramah lingkungan dalam setiap kegiatan. Salah satu bentuk pengelolaan lingkungan adalah penerapan konsep produksi bersih. Konsep ini bertujuan untuk mencegah atau memperkecil dampak negatif yang dapat timbul dari kegiatan produksi dan jasa di berbagai sektor industri. Inti pelaksanaan produksi bersih adalah mencegah, mengurangi, dan menghilangkan terbentuknya limbah atau pencemar pada sumbernya. Guna mendukung proses adopsi teknologi bersih atau teknologi ramah lingkungan diperlukan suatu perubahan yang mendasar dalam hal komitmen serta perilaku manajemen. Reduksi limbah pada sumbernya ini dapat diwujudkan dengan melakukan kajian terhadap bahan baku, operasi, teknologi proses atau produk. Sedangkan pemanfaatan limbah dapat dilakukan antara lain dengan prinsip perolehan kembali (recovery), penggunaan kembali (reuse) dan daur ulang (recycle), yang dikenal dengan istilah 3-R.

Secara garis besar penerapan produksi bersih dapat dibagi menjadi lima bagian, yaitu: -

Perubahan material input Tata cara operasi dan Housekeeping Penggunaan kembali Perubahan teknologi Perubahan produk

Namun, konsep produksi bersih bukan satu-satunya strategi dalam pengelolaan lingkungan, tetapi merupakan komponen utama dalam upaya perlindungan lingkungan dalam proses pembangunan berkelanjutan. Strategi ini lebih efektif untuk melindungi lingkungan dibanding mengolah limbah secara terbentuk, karena dapat memperbaiki kualitas lingkungan sekaligus mencapai efisiensi ekonomi. Kompor Tenaga Surya Perangkat masak yang menggunakan sinar matahari sebagai sumber energi. Kompor ini dipromosikan penggunaannya ke seluruh dunia untuk mengurangi penggundulan hutan dan penggururunan, yang disebabkan oleh penggunaan kayu sebagai bahan bakar untuk keperluan memasak. Beberapa prinsip dasar kompor surya adalah sebagai berikut: Pemusatan cahaya matahari Beberapa perangkat, biasanya berupa cermin atau sejenis bahan metal/logam yang memantulkan cahaya, digunakan untuk memusatkan cahaya dan panas matahari ke arah area memasak yang kecil, membuat energi lebih terkonsentrasi ke satu titik dan menghasilkan panas yang cukup untuk memasak. Mengubah cahaya menjadi panas Bagian dalam kompor surya dan panci, dari bahan apapun asal yang berwarna hitam, dapat meningkatkan efektivitas pengubahan cahaya menjadi panas. Panci berwarna hitam dapat menyerap hampir semua cahaya matahari dan mengubahnya menjadi panas, secara mendasar meningkatkan efektivitas kerja kompor surya. Memerangkap panas Penggunaan bahan yang keras dan bening seperti kantong plastik atau tutup panci berbahan kaca memungkinkan cahaya untuk masuk ke dalam panci. Setelah cahaya terserap dan berubah jadi panas, kantong plastik atau tutup berbahan gelas akan memerangkap panas di dalamnya seperti efek rumah kaca.

Penggunaan Kompor Panel Surya Melipatnya hingga berbentuk mangkuk. Makanan ditempatkan dalam panci berwarna gelap dan tertutup rapat. Kemudian panci dibungkus dengan plastik bening yang diikat atau dijepit erat dan diletakkan di dalam kompor. Kompor ditempatkan di bawah matahari hingga makanan matang. Untuk mempercepat waktu memasak, panci dapat ditaruh di atas tongkat atau kawat sehingga udara panas dapat bersirkulasi di bawahnya.

Potato battery Kentang (Solanum tuberosum L.) adalah salah satu sumber utama karbohidrat, yang sekarang telah menjadi salah satu makanan pokok penting di Eropa. Tanaman kentang asalnya dari Amerika Selatan dan telah dibudidayakan oleh penduduk di sana sejak ribuan tahun silam. Tanaman ini merupakan herba (tanaman pendek tidak berkayu) semusim dan menyukai iklim yang sejuk. Dalam, kehidupan sehari-hari kentang hanya bermanfaat sebagai makanan yang kaya karbohidrat. Bermacam macam manfaat kentang dalam kehidupan sehari-hari. Kentang mengandung kalium lebih banyak dibandingkan sayuran segar lainnya dalam menghasilkan departemen bahkan lebih dari pisang. Satu kentang memiliki hampir 900 miligram, yang merupakan sekitar 20% dari apa yang Anda butuhkan setiap hari. Kalium adalah penting untuk pertumbuhan dan pemeliharaan sel tubuh. Ini juga penting untuk fungsi saraf dan kontraksi otot normal - termasuk otot jantung. Kalium juga merupakan elektrolit yang membantu menyeimbangkan cairan dalam tubuh Anda, yang penting bagi tekanan darah sehat. Menurut pendapat Eric Maass (Manajer Operasional, semikonduktor / produk komunikasi:2010) Kentang itu sendiri memiliki campuran pati dan garam dan sedikit air. Sebuah garam, seperti garam meja, di rilis ion air.Ion adalah atom yang memiliki muatan listrik.Tabel garam rilis ion bermuatan listrik dua - ion natrium dengan muatan positif, dan klorin ion dengan muatan negatif. Dalam eksperimen yang dilakukan oleh Elsa Yumela (2010), kentang ditancapkan pelat tembaga dan seng, terjadi reaksi kimia antara elektrolit, pelat tembaga dan seng. Sehingga terjadi arus listrik pada

kentang. Setiap buah kentang dapat menghasilkan 0,5 volt dan dibutuhkan sekitar 4 buah kentang untuk menyalakan satu buah lampu LED. Rumah Ramah Lingkungan Konsep 'green house' menjadi cara untuk menciptakan rumah yang ramah lingkungan, seperti meminimalisir penggunaan sumber daya alam ketika proses pembangunan rumah, memilih material bangunan yang ramah lingkungan, menciptakan sirkulasi udara dan cahaya yang baik untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan pendingin ruangan, keberadaan taman dalam rumah, memilih lampu hemat energi yang tepat guna sehingga menghemat penggunaan listrik secara efisien. Rumah tinggal ramah lingkungan juga tidak bisa dipisahkan dengan pola hidup penghuni rumah itu sendiri. Penggunaan air dalam bath tubdan juga shower ketika mandi menjadi lebih boros apabila dibandingkan dengan penggunaan gayung. Penghematan air juga perlu dilakukan pada proses memasak, mencuci, menyiram tanaman dsb. Pola pembuangan sampah yang memisahkan antara sampah kering dan basah menjadi salah satu cara untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Sampah sebagai barang tidak terpakai dapat berfungsi lagi melalui reduce, reuse dan recycle