Anda di halaman 1dari 1

National Cardiovascular Center Harapan Kita

Analisis D-Dimer awal dapat menghemat biaya pengobatan trombosis vena dalam
Contributed by Irfan Arief Tuesday, 10 June 2008

Pemeriksaan D-dimer dengan cara agglutinasi dapat dilakukan bedside dan tidak membutuhkan analiser mandiri. Trombosis vena dalam (TVD) merupakan masalah klinis yang dapat menyebabkan kematian karena emboli paru. Pemeriksan klinis saja tidak mencukupi untuk menegakkan diagnosis TVD, sehingga diperlukan strategi pemeriksaan non-invasif yang hemat biaya. Salah satu strategi adalah Ultrasonografi (USG) kompresi vena tungkai bawah dengan sensitifitas 0,97% (95% IK 0,96-0,97) dan spesifisitas 0,98 (95% IK 0,95-0,97), dan baku emasnya adalah pemeriksaan plebografi dengan sensitifitas dan spesifisitas sebesar 99%. Kepekaan yang rendah untuk TVD distal memerlukan pemeriksaan ulang 1 minggu kemudian mengingat kemungkinan bahaya emboli paru yang dapat terjadi dalam beberapa hari. Pemeriksaan ulang ini ternyata hanya mempunyai nilai prediksi positif sebesar 33 sampai 50% sehingga diperlukan studi analisis keputusan untuk menilai laju negatif palsu dan penghematan biaya strategi kombinasi USG tunggal dan pengukuran kadar plasma D-dimer. Empat pola strategi yang dipelajari untuk memulai pengobatan adalah (1) Pemeriksaan USG serial yang diulangi minggu kemudian bila hasilnya negatif, (2) pemeriksaan USG diulangi bila kemudian D-dimer >500 ug/1, (3) pemeriksaan USG hanya diulangi pada kelompok klinis intermediate probability, sedangkan plebografidilakukan pada kelompok low dan high probability, (4) pemeriksaan USG hanya dilakukan bila D-dimer awal >500 ug/1. Jika hasilnya negatif, dilanjutkan dengan plebografi pada kelompok high probability. Pemeriksaan D-dimer menggunakan cara ELISA cepat dengan nilai acuan yang diambil adalah 500 ug/1 dengan sensitivitas 0,98 (95% IK 0,95-0,99) dengan spesifisitas 0,41 (95% IK 0,37-0,45), dan cara agglutinasi yang mempunyai spesifisitas yang lebih tinggi (0,75), tetapi sensitivitas yang lebih rendah (0,86). Pengaruh kedua cara ini dinilai kembali dengan analisis sensitivitas. Biaya yang dihitung adalah jumlah perawatan dan pengobatan. Keempat strategi diagnostik di atas mempunyai efektivitas yang sama. Urutan strategi yang mahal dinilai dari efektivitas biaya pertambahan QALY yaitu strategi 1 ($10,716), strategfi 2 ($10,281), strategi 3 ($10,090), dan strategi 4 ($8,897). Analisis D-dimer awal ini ternyata menghemat 17% dari strategi yang paling mahal dan mengurangi kebutuhan prosedur per 100 pasien (70/100) dari strategi diagnostik. yang lain (130-170/100). Pemeriksaan D-Dimer dengan cara agglutinasi juga dapat menggantikan cara ELISA cepat karena dapat dilakukan bedside dan tidak membutuhkan analiser mandiri. laju negatif palsu yang lebih tinggi dikhawatirkan dapat merningkatkan angka kematian, bilamana tidak dipertimbangkan probability klinis.(TSW-Kardiovaskuler No.114.Th X.Feb 2005).

http://www.pjnhk.go.id

Powered by Joomla!

Generated: 19 February, 2012, 06:38