Anda di halaman 1dari 5

Perilaku Hewan

Alat dan Bahan Alat-alat dan bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan kali ini

diantaranya: Alat buram/hitam Bahan : Tape, Drosophila melanogaster : Toples kecil/tabung gelas, lakban/selotip, lampu senter, plastik

Prosedur Kerja

A. Percobaan Fototaksis Langkah kerjanya: 1. Mengambil 19 ekor lalat buah dari dalam kantong plastik yang berisi populasi lalat buah 2. Menempatkan 19 ekor lalat buah tadi pada tabung gelas dan ditutup dengan tabung satunya, lalu digabungkan dan diikat dengan selotip 3. Kemudian menutup salah satu tabung gelas tadi dengan menggunakan plastik buram/hitam, dan membiarkan salah satu sisinya terbuka 4. Menyinari salah satu tabung gelas yang terbuka dengan lampu senter selama 3 menit 5. Mengamati jumlah lalat buah yang mendekati sinar senter dan menghitung sisa lalat yang tidak mendekati sumber sinar senter tadi B. Percobaan Kemotaksis Langkah kerjanya: 1. Mengambil 7 ekor lalat buah dari dalam kantong plastik yang berisi populasi lalat buah 2. Meletakkan tape pada salah satu tabung gelas, kemudian memasukkan 7 ekor lalat buah tadi pada tabung yang kosong, lalu gabungkan kedua tabung gelas yang berisi tape dan yang berisi lalat buah dengan cara memberikan selotip pada sisi ujung tutup kedua tabung

3. Lalu mengamati jumlah lalat buah yang hinggap pada tape dan yang tidak hinggap pada tape selama 5 menit

C. Percobaan Geotaksis Langkah kerjanya: 1. Mengambil 18 ekor lalat buah dari dalam kantong plastik yang berisi populasi lalat buah 2. Mengambil 1 buah tabung gelas lalu tabung tersebut diisi dengan 18 ekor lalat buah, kemudian digabungkan dengan tabung gelas yang lain yaitu dengan cara memberikan selotip pada sisi ujung tutup kedua tabung 3. Secara perlahan-lahan, mengangkat kedua tabung yang berisi 18 ekor lalat buah tadi secara horizontal/berdiri 4. Lalu mengamati jumlah lalat buah yang bergerak/berada di atas tabung dan yang berada di dasar tabung selama 3 menit

PENGARUH SUHU TERHADAP OPERKULUM IKAN

Alat dan Bahan Alat-alat 1. Beaker glass 4 buah 2. Thermometer Celcius 4 buah 3. Timer atau Stopwatch 1 buah 4. Water bath 1 buah 5. Akuarium sedang Bahan-bahan 1. Ikan Mas Komet (Carassius auratus) 8 buah 2. Air secukupnya 3. Es batu 4. Kertas dan alat tulis

Prosedur Kerja Dalam percobaan kali ini kita akan mengamati pengaruh suhu terhadap membuka dan menutupnya mulut ikan atau operculum dengan langkah langkah sebagai berikut : 1. Pengamatan dilakukan dengan tiga perlakuan, yaitu : T : untuk suhu kamar (28 C) T : untuk suhu 2 C diatas suhu kamar (30 C) T : untuk suhu 4 C diatas suhu kamar (32 C) 2. Setiap perlakuan diulang sebanyak lima kali dengan lama pengamatan satu menit untuk masing masing ikan yang diamati. 3. Setiap kelompok menyiapkan satu beaker glass dan 2 wadah plastic

yang telah disediakan oleh laboran yang akan dijadikan sebagai wadah untuk pengamatan kali ini, lalu masukan air kedalam beaker glass dan wdah bejana plastik lalu ukur suhu air denagn thermometer yang ada pada beaker glass, suhu ini merupakan suhu awal atau suhu kamar T. 4. Beaker glass dengan suhu kamar sebagai tempat pengamatan dan wadah bejana plastik sebagai tempat mengaklimasi ikan yang sudah diamati dan yang belum diamati. 5. Masukan ikan satu ekor untuk pertama kali ke dalam beaker glass yang sudah ditentukan suhunya sebagai suhu awal kamar td atau T , lalu kemudian hitung banyaknya gerakan membuka serta menutupnya mulut ikan tersebut selama satu menit. Setiap perlakuan dilakukan sampai lima kalipada tiap ikan. 6. Setelah perlakuan pertama selesai, dilanjutkan perlakuan kedua yaitu menaikkan suhu sebanyak 2 C dari suhu kamar sehingga menjadi 30 C (T) dengan cara menambahkan air panas dari water bath sehingga didapatkan suhu yang diperlukan. Setelah itu mengamati ikan seperti perlakuan yang sebelumnya. 7. Sebelum meneruskan pengamatan pada perlakuan ketiga, ikan diaklimasikan dahulu, hal ini dimaksudkan agar ikan tidak stress ketika pengamatan berlangsung. 8. Perlakuan ketiga yaitu dengan menambahkan lagi suhunya sebesar 2 C dari suhu T sehingga suhunya menjadi 32 C (T) dengan cara menambahkan kembali air panas dari water bath tadi sehingga suhunya menjadi naik. Pertahankan hingga suhunya tetap lalu lakukan perlakuan seperti yang sebelumnya. 9. Setelah pengamatan pada air hangat dilakukan, kali ini kita akan melakukan pengamatan dengan menggunakan air dingin. Ganti air terlebih dahulu dengan air yang baru lalu pertama kali kita hitung suhu kamar dahulu dengan thermometer sebagai T atau suhu awal. 10. Lakukan kembali masukan ikan satu ekor untuk pertama kali ke dalam beaker glass yang sudah ditentukan suhunya sebagai suhu awal kamar tadi atau T , lalu kemudian hitung banyaknya gerakan membuka serta

menutupnya mulut ikan tersebut selama satu menit. Setiap perlakuan dilakukan sampai lima kalipada tiap ikan. 11. Lalu setelah perlakuan pertama selesai, dilanjutkan perlakuan kedua yaitu menurunkan suhu sebanyak -2 C dari suhu kamar sehingga menjadi 26 C (T) dengan cara menambahkan air es sehingga didapatkan suhu yang diperlukan. Setelah itu mengamati ikan seperti perlakuan yang sebelumnya. 12. Sama seperti sebelumnya, sebelum meneruskan pengamatan pada perlakuan ketiga, ikan diaklimasikan dahulu, hal ini dimaksudkan agar ikan tidak stress ketika pengamatan berlangsung. 13. Perlakuan ketiga yaitu dengan menurunkan lagi suhunya sebesar -2 C dari suhu T sehingga suhunya menjadi 24 C (T) dengan cara menambahkan kembali air es tadi sehingga suhunya menjadi turun. Pertahankan hingga suhunya tetap lalu lakukan perlakuan seperti yang sebelumnya. 14. Lalu catat hasil pengamatannya dalam tabel.