Anda di halaman 1dari 6

DIPLOMASI Diplomasi adalah seni dan praktik bernegosiasi oleh seseorang (disebut diplomat) yang biasanya mewakili sebuah

negara atau organisasi. Kata diplomasi sendiri biasanya langsung terkait dengan diplomasi internasional yang biasanya mengurus berbagai hal seperti budaya, ekonomi, dan perdagangan. Biasanya, orang menganggap diplomasi sebagai cara mendapatkan keuntungan dengan kata-kata yang halus. Perjanjian-perjanjian internasional umumnya dirundingkan oleh para diplomat terlebih dahulu sebelum disetujui oleh pembesar-pembesar negara. Istilah diplomacy diperkenalkan ke dalam bahasa Inggris oleh Edward Burke pada tahun 1796 berdasarkan sebuah kata dari bahasa Perancis yaitu diplomatie.

DIPLOMASI DAN KEBIAKAN LUAR NEGERI Pengertian diplomasi Secara harfiah diplomasi berasal dari kata diploma (Yunani: sebuah kertas yang dilipat dua) yang didesain sebagai dokumen resmi Negara/ dokumen sejarah, sebuah sertifikat perundingan, kewenangan, dan semacamnya. Berdasarkan Besters New World Dictionary of the American Language (1996) diplomasi adalah:
1. Hubungan relasi antar bangsa, dalam membuat keputusan, 2. Keahlian dalam melakukannya, 3. Keahlian dealing with people.

Berikut adalah definisi diplomasi menurut beberapa ahli: Ellis Briggs: diplomasi adalah sebuah kegiatan urusan official dengan cara mengirim

seseorang untuk mewakili pemerintahan. Tujuan diplomasi adalah untuk menciptakan persetujuan dalam kacamata kebijakan (1968, p.202) Geoffrey McDermott: diplomasi adalah pertimbangan dalam manajemen hubungan internasional. Masing-masing Negara, seberapapun kaliber dan ukurannya, selalu ingin memelihara/ mengembangkan posisinya dalam kancah internasional. Begitulah adanya, kendati faktanya, akan lebih baik jika lebih sedikit negara nationally minded di dunia ini. (1973, p.39) Honore de Balzac: ilmu pengetahuan bagi mereka yang tidak berkuasa suatu ilmu pengetahuan menyenangkan yang selalu demi memenuhi dirinya sendiri; suatu ilmu pengetahuan yang mengijinkan praktisinya untuk tidak mengatakan apapun dan berlindung di belakang anggukan kepala misterius; suatu ilmu pengetahuan yang mengatakan bahwa eksponen yang paling berhasil, pada akhirnya, adalah mereka yang mampu berenang bersama kepalanya di atas arus kejadian-kejadian yang pura-pura ia lakukan. (p.37) DIPLOMASI DAN PERKEMBANGANNYA Catatan historis pertama megenai pertukaran duta pemerintahan terorganisir terjadi di millennium ketiga sebelum masehi, yakni peradaban tulisan berbentuk paku Mesopotamia.

Diplomasi pernah dimarginalkan dalam kajian HI. Namun anehnya saat itu diplomasi mendapat perhatian dari sebagian kecil ilmuwan politis yang mengkhususkannya di dalam kajian ilmu hubungan internasional. Tentu saja, itu karena diplomasi bersifat sangat menentang ke theory. Seperti yang kita ketahui, sejarah diplomatik menimbun sangat banyak informasi tentang peristiwa dari jaman dahulu hingga ke depannya dan sejarawan diplomatik pun gagal menempa mata rantai kuat dengan teori IR. Oleh karena itu, kendati diplomasi ada di dalam teori internasional, ia jarang diteliti atau secara ekstensif diselidiki. Kekayaan konseptual literatur mengenai diplomasi sungguh terbatas dan sangat terceraikan dari perkembangan teori politik. Contohnya ketika masa Perang Dingin terjadi, ancaman kekuatan lebih diunggulkan ketimbang diplomasi. Namun beberapa tahun terakhir ini, studi diplomasi akademis nampaknya telah terevitalisasi. Contohnya Institut terkemuka Studi Diplomasi Universitas Georgetown yang menerbitkan The Diplomacy Record per tahunnya dan Pusat Studi Diplomasi di Universitas Leicester, yang menerbitkan Discussion Papers bulanan dan buku berseri, Studies in Diplomacy. Sebagai tambahan, International Studies Association ( ISA) dan British International Studies Association (BISA) mendirikan bagian studi diplomatik di tahun 1990an. ESENSI DIPLOMASI Sebagian besar ilmuwan politis membantah bahwa diplomasi mengekspresikan sebuah human condition yang mendahului dan melebihi pengalaman selama tinggal dalam kedaulatan tersebut, Negara wilayah dalam beberapa ratus tahun yang lalu (Sharp, 1999: 51). Daripada membatasi konsep pada praktek dan aktor yang spesifik, mereka memahami diplomasi dalam kaitannya dengan konsep umum, seperti representation dan communication. Diplomasi juga dapat dipahami sebagai suatu proses komunikasi yang diatur ( Constantinou, 1996: 25) atau sistem komunikasi masyarakat internasional (James, 1980: 942). Disamping itu diplomasi berisi aspek-aspek penting, seperti: (1) sebuah akun sejarah dan prasejarah diplomasi, (2) mengenai fungsi, gaya, dan teknik berdiplomasi, (3) informasi mengenai kerangka syah diplomasi, (4) sebuah diskusi tentang permasalahan dan pengembangan kontemporer. KEBIJAKAN LUAR NEGERI DAN KAITANNYA DENGAN DIPLOMASI Penting untuk membedakan antara diplomasi dan Kebijakan luar negeri. Diplomasi mengacu pada pelaksanakan hubungan dengan seseorang, sedangkan FP mengacu pada perihal tersebut, sebuah strategi/ rencana yang dikembangkan oleh decision maker untuk berhubungan dengan Negara lain , bertujuan untuk mencapai sebuah tujuan spesifik yang disebut dengan national interest. Harper dan Row (1973) berpendapat bahwa kebijakan luar negeri adalah sebagai poin yang memperlancar kebangkitan dalam sistem internasional ke dalam arena domestic dan di mana politik domestic bertransformasi ke dalam international behavior.Itulah mengapa kebijakan luar negeri menjadi kajian penting dalam ilmu hubungan internasional.

KESIMPULAN Pada dasarnya diplomasi adalah kajian hubungan internasional dengan dasar teoritikal yang lemah. Namun beberapa tahun terakhir ini, studi diplomasi akademis nampaknya telah terevitalisasi. Hal ini dikarenakan diplomasi menekankan pada negosiasi. Berdasarkan kamus Oxford, diplomasi didefinisikan sebagai kegiatan hubungan internasional dalam bentuk negosiasi. Adam Watson (1982: 33) juga tak jauh beda dari itu, ia berpendapat diplomasi sebagai negosiasi antara perangkat politik yang keduanya indepen. Sementara itu FP merupakan sebuah strategi/ rencana yang dikembangkan oleh decision maker untuk berhubungan dengan Negara lain. PENDAPAT Secara ringkas saya berpendapat bahwa sementara diplomasi adalah taktik, FP adalah strategi. Keduanya saling berhubungan satu sama lain. Diplomasi akan turut berubah jika terjadi perubahan lingkungan yang memicu perubahan dalam FP. Saya juga sependapat dengan McDermott bahwa inti sebenarnya dari diplomasi adalah untuk mengintervensi Negara lain melalui persetujuan sebab tujuan utama dari diplomasi tak lain adalah untuk memenuhinational interest. Tak ada satu Negara pun di dunia ini yang menginginkan kedudukan negaranya dalam kancah internasional jauh lebih rendah ketimbang lainnya.

Diplomasi berasal dari bahasa Yunani yaitu diploun yang berarti melipat. Diplomas Surat jalan masa Romawi dicetak pada piringan logam dobel, dilipat, dan dijahit. Diplomasi menunjukkan keahlian atau keberhasilan dalam melakukan hubungan internasional dan perundingan. Definisi 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Diplomasi adalah manajemen hubungan internasional melalui negosiasi yang diselaraskan dan diatur oleh duta besar dan para wakil; bisnis atau seni para diplomat. (The Oxford English Dictionary). Diplomasi adalah seni berunding, khususnya tentang perjanjian diantara negara-negara; keahlian politik. (The Hambers Twentieth Century Dictionary). The application of intelligence and tact to conduct of official relation betweenthe government of independent states. (Sir Earnest Satow, Guide to Diplomatic Practice). Diplomasi adalah seni, yakni seni bernegosiasi/berunding usaha untuk membuat orang lain menerima jalan pikiran perunding. Diplomasi adalah seni dan ilmu perwakilan negara dan perundingan (Svarlien). Praktik pelaksanaan politik luar negeri suatu negara dengan cara negosiasi dengan negara lain (Ivo D. Duchacek). Diplomacy is the application of intellegence and tact to the conduct of official relations between the gonvrnments of independent states, extending sometimes also to their relations with vassal states; or more briefly still, the conduct if business between states by peacefull means. (Sir Ernest Satow dkk.). (1) The employment of tact, shrewdness, anf skill in any negotiation or transaction; (2) The art of negotiation in order to achieve the maximum of costs, within a system of politics in which war is a possibility. (Quency Wright, The Study of International Relations). Diplomacy comprises any means by which states establish or maintain mutual relations, communicate with each other, or carry out political or legal transactions, in each case through their authorized agents. (Law Bronlie, Principle of Public International Law). 1.The management of internal relation by means negotiation; 2. Skill or address in the conduct of international intercourse and negotiations. 3. The method by which these relations are adjusted and managed by ambassadors and envoys; and 4. The bussines of art of the diplomatic. (Harold Nicholson). Wikipedia: dalam arti informal atau arti sosial, diplomasi adalah pekerjaan yang bijaksana untuk memperoleh keuntungan strategis atau untuk mencari solusi yang dapat diterima bersama untuk sebuah tantangan yang sama dengan cara sopan. Diplomasi adalah manajemen hubungan internasional melaui negosiasi (Harold C ). Seni untuk mengedepankan kepentingan terhadap negara (KM Pannikar, The Principal and Practice of Diplomacy).

8.

9.

10.

11.

12. 13.

Dari beberapa definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Unsur pokok diplomasi adalah negosiasi. Negosiasi dilakukan untuk mengedepankan kepentingan negara. Tindakan-tindakan diambil untuk menjaga dan memajukan kepentingan nasional sejauh mungkin bisa dilaksanakan dengan sarana damai. Teknik diplomasi sering dipakai untuk menyiapkan perang dan bukan untuk menghasilkan perdamaian. Diplomasi dihubungkan erat dengan tujua politik luar negeri. Diplomasi modern dihubungkan erat dengan system negara. Diplomasi tak bisa dipisahkan dari perwakilan negara.

Dalam kasus sengketa dua negara atau lebih, diplomasi gagal = perang. Akhir atau hasil diplomasi: perang atau damai. Perang selalu diakhiri pula dengan diplomasi. Jadi, buat apa perang? (www.romeltea.com).*

DEFINISI-DEFINISI DIPLOMASI SECARA KHUSUS BESERTA ANALISIS DAN KESIMPULAN. DEFINISI 1. Menurut Clausewitz, pakar strategi perang Jerman, diplomasi merupakan alat untuk mencegah perang. Apabila diplomasi gagal, melalui cara damai tidak berhasil, maka perang merupakan jalan terakhir. Perang adalah alat kebijakan luar negeri, manakala cara damai dalam melindungi kepentingan nasionalnya gagal. Dengan demikian perang dilancarkan setelah diplomasi gagal. 2. Menurut Earnest Satow, Burke memakai kata diplomasi untuk menunjukkan keahlian atau keberhasilan dalam melakukan hubungan internasional dan perundingan di tahun 1796. 3. Menurut The Hambers Twentieth Century Dictionary, diplomasi adalah seni berunding, khususnya tentang perjanjian di antara negara-negara; keahlian politik. Disini, yang pertama menekankan pada kegiatannya, sedangkan yang kedua meletakkan penekanan pada seni berundingnya. 4. Menurut KM Panikkar dalam bukunya The Principal and Practice of Diplomacy mengatakan diplomasi dalam hubungannya dengan politik internasional, adalah seni mengedepankan kepentingan suatu negara dalam hubungannya dengan negara lain. 5. Menurut Svarlien, diplomasi sebagai seni dan ilmu perwakilan negara dan perundingan. 6. Menurut Ivo D. Duchacek diplomasi biasanya didefinisikan sebagai praktek pelaksanaan politik luar negeri suatu negara dengan cara negosiasi dengan negara lain. 7. Menurut Sir Earnest Satow, dalam bukunya Guide to Diplomatic Practice memberikan karakterisasi diplomasi yang bagus meskipun tidak jelas dan kurang akurat. Ia mengatakan diplomasi adalah the application of intelligence and tact to conduct of official relation betweenthe government of independent states. (penerapan kepandaian dan taktik pada pelaksanaan hubungna resmi antara pemerintah negara-negara berdaulat) 8. Menurut Oxford Dictionary, diplomasi adalah manajemen hubungan internasional melalui negosiasi; dimana hubungan ini diselaraskan dan diatur duta besar dan para wakil; bisnis atau seni para diplomat 9. Menurut The Hambers Twentieth Century Dictionary, diplomasi adalah seni berunding, khususnya tentang perjanjian diantara negara-negara, keahlian politik. 10. Harold Nicholson, seorang pengkaji dan praktisi diplomasi abad duapuluh menegaskan kata diplomasi secara gegabah diambil untuk menunjukkan lima hal yang berbeda. Dari lima hal tersebut, empat hal yang pertama yakni, (1) politik luar negeri, (2) negosiasi, (3) mekanisme pelaksanaan negosiasi, dan (4) suatu cabang dinas luar negeri. Ia selanjutnya mengatakan bahwa interpretasi kelima merupakan suatu kualitas abstrak pemberian, yang didalam arti baik mencakup keahlian dan pelaksanaan negosiasi internasional. Dan dalam arti yang buruk mencakup tindakan taktik yang lebih licik. Tetapi akhirnya Nicholson menerima definisi yang diberikan oleh Oxford English Dictionary yang dianggap cukup luas untuk mencakup aspek-aspek yang berbeda dari diplomasi. 11. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Diplomasi adalah urusan atau penyelenggaraan perhubungan resmi antara negara satu dengan yang lain. Urusan kepentingan sebuah negara dengan perantaraan wakil-wakilnya di negara lain. Pengetahuan dan kecakapan dalam hal perhubungan antara negara dan negara. 12. Menurut S.L Roy ( Diplomacy; 1984) diplomasi adalah seni mengedepankan kepentingan suatu negara melalui negosiasi dengan cara-cara damai apabila mungkin dalam hubungan dengan negara lain, jika cara damai gagal, cara ancaman untuk kekuatan nyata diperbolehkan. 13. Menurut R.W Sterling ( Macropolitics; 1970,p.233 ) : Sebenarnya diplomasi adalah politik mengenai hubungan internasional; dalam batasan yang paling tepat, diplomasi adalah politik internasional. 14. Menurut W.W Kulski (International Politics in A Revolutionary Age; 1968,p.624) : diplomasi adalah sinonim dengan kebijaksanaan ataupun politik Luar Negeri yang mempunyai dua sisi utama yaitu perumusan politik L.N dan para pejabat yang menerapkannya. 15. Menurut Charles Burton Marshall, diplomasi adalah alat yang berguna untuk mengumpulkan informasi sehubungan dengan pandangan dan kebijakan dari negara lain dan untuk mengomunikasikan pandangan negeri sendiri kepada pemerintah negara lain dengan kesopanan dan beberapa batas tertentu, tapi juga dengan ketepatan dan kepastian.

KESIMPULAN Beberapa point penting mengenai kajian dari diplomasi yaitu: 1. Sinonim daripada Politik Luar Negeri ( Diplomacy is inherent with foreign policy) 2. Kepentingan negara menjadi tujuan yang paling utama ( National interest as the main pursued goals). Negosiasi dilakukan untuk mengedepankan kepentingan negara. 3. Tindakan diplomatik dilakukan dengan cara damai namun tanpa merusak kepentingan nasional Negara. Tindakan-tindakan diambil untuk menjaga dan memajukan kepentingan nasional sejauh mungkin bisa dilaksanakan dengan sarana damai. 4. Unsur pokok & penting dalam diplomasi adalah negosiasi. ( Diplomacy signifies negotiations). 5. Diplomasi merupakan skill/seni dalam bernegosiasi 6. Proses dari bagaimana negosiasi tersebut dilaksanakan baik melalui agen diplomatik resmi maupun perseorangan/kelompok namun tetap dibawah kendali departemen resmi terkait (MFA/Deplu). 7. Diplomasi berkaitan erat dengan perwakilan Negara. Diplomasi tak bisa dipisahkan dari perwakilan negara. 8. Diplomasi merupakan suatu teknik-teknik diplomasi yang sering dipakai untuk menyiapkan perang dan bukan untuk menghasilkan perdamaian. 9. Diplomasi dihubungkan erat dengan tujuan politik luar negeri.

Anda mungkin juga menyukai