Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

TUGAS SOSIOLOGI

ABORSI DI KALANGAN REMAJA

Disusun oleh:

1. 2. 3. 4. 5.

Melawati Alumi Indah Nurjanah Erlis Restia Idoh Roidoh Lia Rohaniah

SMA NEGERI 1 CIPANAS


Jl. Raya Mucang Cipanas No. 44 Cipanas Lebak
Aborsi di Kalangan Remaja i|

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul ABORSI DI KALANGAN REMAJA Makalah ini berisikan tentang informasi Pengertian Aborsi atau yang lebih khususnya membahas bahaya dari aborsi itu sendiri. Kami menyadari bahwa Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan Makalah ini.

Cipanas, 19 Januari 2012

Penyusun

Aborsi di Kalangan Remaja

i|

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ....................................................................................................... Daftar Isi .................................................................................................................

i ii

BAB I PENDAHULUAN .............................................................................................. 1.1 Latar Belakang ............................................................................................. 1.2 Rumusan Masalah ....................................................................................... 1.3 Tujuan .........................................................................................................

1 1 1 2

BAB II PEMBAHAHASAN .......................................................................................... 2.1 Pengertian Aborsi ........................................................................................ 2.2 Aspek Hukum .............................................................................................. 2.3 Penyebab Aborsi ......................................................................................... 2.4 Dampak Aborsi ............................................................................................. 2.5 Perilaku Aborsi pada Remaja .......................................................................

3 3 3 3 4 6

BAB III PENUTUP ..................................................................................................... 3.1 Kesimpulan .................................................................................................. 3.2 Saran ...........................................................................................................

8 8 8

DAFTAR PUSTAKA

Aborsi di Kalangan Remaja

ii |

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Diera globalisasi sekarang ini, perubahan begitu cepat terjadinya sehingga kadang kala kita sendiri belum siap untuk menyikapi perubahan tersebut. Perubahan tersebut terjadi karena perkembangan teknologi dalam berbagai bidan kian canggihnya dan kiat cepatnya sehinggaaa mau tidak mau kita juga terkena imbasnya. Dalam segala bidang, manusia terus menerus mengalami perubahan karena ilmu pengetahuan terus menerus berkembang sehingga cakrawala berpikir kita kian hari kian maju. Namun sebaliknya, imbas dari perkembangan jaman itu sendiri tidak hanya bergerak kea rah positif, tetapi juga menawarkan sisi negatifnya kepada umat manusia karena sebenarnya perkembangan teknologi tersebut seperti pada bermata dua. Hanya tinggal kita yang diberi akal oleh Tuhan Yang Maha Kuasa ini memilih, mau kearah yang benar atau sahal demi mewujudkan keinginan kita. Berbicara mengenai aborsi akan menimbulkan berbagai tanggapan dan penilaian yang berbeda-beda pada masing-masing individu karena adanya perbedaan pengetahuan dari diri mereka sehingga sikap yang

ditimbulkannyapun berbeda. Sarwono (1989) menyatakan mempertahankan kegadisan merupakan hal yang paling utama sebelum pernikahan karena kegadisan pada wanita sering dilambangkan sebagai mahkota atau tanda kesetiaan pada suami. Hilangnya kegadisan bisa menimbulkan depresi pada wanita yang bersangkutan. Terlebih lagi bila menimbulkan kehamilan.

1.2

Rumusan Masalah 1. Untuk mengetahui lebih mendalam faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya aborsi pada wanita usia subur. 2. Bagaimana wanita dan masyarakat mengantisipasi/mencegah faktor tersebut.

Aborsi di Kalangan Remaja

1|

1.3

Tujuan Untuk memperoleh gambaran tentang tingkat partisipasi wanita dan masyarakat terhadap pencegahan tindakan aborsi.

Aborsi di Kalangan Remaja

2|

BAB II PEMBAHASAN

2.1

Pengertian Aborsi Menggugurkan kandungan atau dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah abortus . Berarti pengeluaran hasil konsepsi (pertemuan sel telur dan sel sperma) sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. Ini adalah suatu proses pengakhiran hidup dari janin sebelum diberi kesempatan untuk bertumbuh. Dalam dunia kedokteran dikenal 3 macam aborsi, yaitu: 1. Aborsi spontan/alamiah Berlangsung tanpa tindakan apapun. Kebanyakan disebabkan karena kurang baiknya kualitas sel telur dan sel sperma. 2. Aborsi buatan/sengaja Pengakhiran kehamilan sebelum usia kandungan 28 minggu sebagai suatu tindakan yang disengaja dan disadari oleh calon ibu maupun di pelaksana aborsi (dalam hal ini dokter, bidan atau dukun beranak). 3. Aborsi terapeutik/medis pengguguran kandungan buatan yang dilakukan atas indikasi medik. Sebagai contoh, calon ibu yang sedang hamil tetapi mempunyai penyakit darah tinggi menahun atau penyakit jantung yang parah yang dapat membahayakan baik calon ibu maupun janin yang dikandungnya. Tetapi ini semua atas pertimbangan medis yang matang dan tidak tergesa-gesa.

2.2

Aspek Hukum Di negara Indonesia, dimana dalam Kitab Undang- Undang Hukum Pidana (KUHP) tindakan pengguguran kandungan yang disengaja digolongkan ke dalam kejahatan terhadap nyawa (Bab XIX pasal 346 s/d 349). Namun dalam undangundang Nomor 23 Tahun 1992 Tentang kesehatan pada pasal 15 dinyatakan bahwa dalam keadaan darurat sebagai upaya untuk menyelamatkan jiwa ibu hamil atau janinnya, dapat dilakukan tindakan medis tertentu.

Aborsi di Kalangan Remaja

3|

2.3

Penyebab Aborsi 1. Penyebab Aborsi Maternal a. Infeksi Akut 1) Virus, misalnya cacar, rubella, hepatitis 2) Infeksi bakteri, misalnya streptokokus 3) Arasit, misalnya malaria b. Infkesi Kronis 1) Sifilis, biasanya menyebabkan abortus pada trimester kedua 2) Tuberkulosis paru aktif. Keracunan, misalnya keracunan tembaga, tim, air raksa 2. Alasan Aborsi Provokasi Aborsi provokasi adalah tindakan memperbolehkan pengaborsian dengan syarat-syarat sebagai berikut: 1. Aborsi yang mengancam (threatened abortion) disertai dengan pendarahan yang terus menerus, atau jika janin telah meninggal (missed abortion). 2. Mola Hidatidosa atau hidramnion akut. 3. Infeksi uterus akibat tindakan abortus kriminalis. 4. Penyakit keganasan pada saluran jalan lahir, misalnya kanker serviks atau jika dengan adanya kehamilan akan menghalangi pengobatan untuk penyakit keganasan lainnya pada tubuh seperti kanker payudara. 5. Prolaps uterus gravid yang tidak bisa diatasi. 6. Telah berulang kali mengalami operasi caesar. 7. Penyakit-penyakit dari ibu yang sedang mengandung, misalnya penyakit jantung organik dengan kegagalan jantung, hipertensi, nephritis, tuberkulosis paru aktif, toksemia gravidarum yang berat. 8. Penyakit-penyakit metabolik, misalnya diabetes yang tidak terkontrol yang disertai komplikasi vaskuler, hipertiroid, dll. 9. Epilepsi, sklerosis yang luas dan berat. 10. Hiperemesis gravidarum yang berat, dan chorea gravidarum.

Aborsi di Kalangan Remaja

4|

11. Gangguan jiwa, disertai dengan kecenderungan untuk bunuh diri. Pada kasus seperti ini sebelum melakukan tindakan abortus harus

berkonsultasi dengan psikiater.

2.4

Dampak Aborsi Aborsi memiliki resiko yang tinggi terhadap kesehatan maupun keselamatan seorang wanita. Tidak benar jika dikatakan bahwa jika seseorang melakukan aborsi ia tidak merasakan apa-apa dan langsung boleh pulang . Ini adalah informasi yang sangat menyesatkan bagi setiap wanita, terutama mereka yang sedang kebingungan karena tidak menginginkan kehamilan yang sudah terjadi. Ada 2 macam resiko kesehatan terhadap wanita yang melakukan aborsi: 1. Resiko kesehatan dan keselamatan secara fisik. Pada saat melakukan aborsi dan setelah melakukan aborsi ada beberapa resiko yang akan dihadapi seorang wanita, seperti yang dijelaskan dalam buku Facts of Life yang ditulis oleh Brian Clowes, Phd yaitu: a. Kematian mendadak karena pendarahan hebat. b. Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal. c. Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan. d. Rahim yang sobek (Uterine Perforation). e. Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya. f. Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita). g. Kanker indung telur (Ovarian Cancer). h. Kanker leher rahim (Cervical Cancer). i. j. Kanker hati (Liver Cancer). Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan

menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya. k. Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi (Ectopic Pregnancy).
Aborsi di Kalangan Remaja 5|

l.

Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease).

m. Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis). 2. Resiko kesehatan mental Proses aborsi bukan saja suatu proses yang memiliki resiko tinggi dari segi kesehatan dan keselamatan seorang wanita secara fisik, tetapi juga memiliki dampak yang sangat hebat terhadap keadaan mental seorang wanita. Gejala ini dikenal dalam dunia psikologi sebagai Post-Abortion Syndrome (Sindrom Paska-Aborsi) atau PAS. Gejala-gejala ini dicatat dalam Psychological Reactions Reported After Abortion di dalam penerbitan The Post-Abortion Review (1994). Pada dasarnya seorang wanita yang melakukan aborsi akan mengalami hal-hal seperti berikut ini: a. Kehilangan harga diri (82%). b. Berteriak-teriak histeris (51%). c. Mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi (63%). d. Ingin melakukan bunuh diri (28%). e. Mulai mencoba menggunakan obat-obat terlarang (41%). f. Tidak bisa menikmati lagi hubungan seksual (59%). Diluar hal-hal tersebut diatas para wanita yang melakukan aborsi akan dipenuhi perasaan bersalah yang tidak hilang selama bertahun-tahun dalam hidupnya

2.5

Perilaku Aborsi pada Remaja Remaja adalah fase transisi yang mengalami berbagai persoalan akibat dari proses perkembangannya. Kurangnya perhatian dari orang tua, banyaknya fasilitas mengenai seks, dan maraknya berbagai tempat hiburan memberikan kontribusi dalam kebebasan pergaulan remaja. Mereka mulai mencoba-coba hal baru seperti melakukan seks di luar nikah, dan tidak menutup kemungkinan akan terjadi kehamilan di luar nikah dan aborsi. Dalam beberapa kasus aborsi, terdapat sebagian remaja yang melakukan aborsi lebih dari 1 kali atau aborsi berulang. Meskipun mereka pernah merasakan bagaimana aborsi dan mengetahui bahaya atau resiko dari

Aborsi di Kalangan Remaja

6|

dilakukannya aborsi tetapi mereka tetap memilih aborsi setiap kali mengalami kehamilan, seolah-olah hanya aborsilah satu-satunya cara untuk menyelesaikan persoalan. Sebagaimana layaknya seorang remaja yang dapat dikatakan masih labil dan belum matang dalam proses berpikir, maka bagi remaja putri yang berhadapan dengan masalah kehamilan diluar nikah, pengaruh lingkungan sangat besar dalam keputusan untuk melakukan aborsi. Keputusan yang diambil pun tidak lepas dari berbagai alasan yang melatarbelakangi mengapa mereka lebih memilih melakukan aborsi sebagai satu-satunya cara dan tidak melanjutkan kehamilannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang melatarbelakangi perilaku aborsi berulang remaja berdasarkan penelitian pada dua subjek tersebut ialah karena pengalaman keberhasilan aborsi pertama dan

berkurangnya perasaan cemas pada kehamilan berikutnya. Di samping itu, pada subjek I, perilaku aborsi berulang ini juga dilatarbelakangi oleh keadaan diri subjek yang kurang bisa bertanggung jawab pada diri sendiri serta adanya faktor eksternal yakni bantuan dari orang yang signifikan (pacar subjek). Sedangkan pada subjek II, juga dilatarbelakangi oleh ketakutan pada orang tua, ketakutan membuat malu nama keluarga, kurang dapat menerapkan nilai-nilai moral dan agama yang diajarkan, dan tingginya kebutuhan kasih sayang akan pacar yang didukung oleh tingginya kebutuhan seks. Keputusan untuk melakukan aborsi berulang juga tidak lepas dari faktor kognitif dan kepribadian yang ada pada remaja. Remaja yang melakukan aborsi berulang cenderung kurang mempunyai pikiran jangka panjang dan kurang memahami resiko dari perilaku aborsi itu sendiri. Sedangkan kepribadian mereka cenderung infantil, regresi, dan dangka

Aborsi di Kalangan Remaja

7|

BAB III PENUTUP

3.1

Kesimpulan Aborsi menjadi masalah kontroversial, tidak saja dari sudut pandang kesehatan, tepati juga sudut pandang hukum dan agama. Suatu peradaban bangsa terletak pada pendidikan di dalam negara tersebut. Hanya pendidikan yang dapat merubah peradaban suatu bangsa. Kita semua baik yang berkecimpung di duna pendidikan baik formal maupun informal memikul tanggung jawab tersebut untuk mewujdukan generasi yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya yaitu beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta bertanggung jawab kemasyarakatan dan bangsaan.

3.2

Saran 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Berikan remaja akan informasi yang benar, konseling, dan pelayanan kesehatan seksual dan reproduksi yang berkualitas Mendorong remaja untuk melanjutkan pendidikan, memaksimalkan potensi, mencegah pernikahan dini dan risiko melahirkan muda Mengajarkan pada remaja (khususnya perempuan) untuk bertindak asertif terhadap pasangan. Mendorong anak perempuan untuk menunda kehamilan sampai mencapai kematangan baik secara psikis dan emosi. Menyiapkan anak laki-laki menjadi ayah dan teman yang bertanggung jawab. Mendorong orang dewasa khususnya orangtua mau mendengar dan merespon masalah remaja. Menolong remaja terhindar dari risiko dan bahaya seksual dan reproduksi. Melibatkan remaja dalam keputusan-keputusan yang menyangkut kehidupannya.

Aborsi di Kalangan Remaja

8|

DAFTAR PUSTAKA

http://www.aborsi.org/definisi.htm http://mily.wordpress.com/2010/01/02/makalah-aborsi-pada-remaja/ http://www.aborsi.org/artikel15.htm http://www.scribd.com/doc/11552278/makalah-aborsi http://fisip.uns.ac.id/blog/rahayu/2011/01/07/perilaku-aborsi-pada-remaja-pranikah/ http://kulwith-ifitimut.blogspot.com/2008/12/aborsi-pada-remaja.html http://id.shvoong.com/social-sciences/psychology/2067122-perilaku-aborsi-padaremaja/

Aborsi di Kalangan Remaja

9|