Anda di halaman 1dari 2

ULASAN JURNAL Jurnal John J.

Morris Sarbanex Oxley Act mengharuskan perusahaan untuk melaporkan efektivitas pengendalian internal mereka terhadap pelaporan keuangan sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi penipuan dan mengembalikan integritas dalam proses pelaporan keuangan. Sehingga ini menjadi pasar yang sangat menguntungkan bagi para vendor software atas focus baru pada internal control dengan menekankan bahwa fitur dari system ERP adalah adanya fitur pengendalian internal yang mencerminkan infrastruktur sebuah perusahaan. Namun disatu sisi, timbul suatu pertanyaan yang menarik perhatian tentang dampak dari system pengendalian internal dari system ERP. Apakah perusahaan yang menerapkan ERP kurang memungkinkan untuk melaporkan kelemahan atas pengendalian internal dibandingkan perusahaan yang tidak menerapkan ERP?? Pengendalian internal merupakan salah satu mekanisme yang digunakan dalam bisnis untuk mengatasi masalah keagenan termasuk didalamnya pelaporan keuangan, penganggaran, komite audit dan eksternal audit (payne 2003). Tujuan dari penelitian: tidak hanya memperluas penelitian tentang teori aliran keagenan, namun juga meneliti ketegangan antara manajemen laba dan pengendalian internal dengan hipotesis yang dapat diuji terkait dengan pengendalian internal secara umum ataupu pengendalian secara spesifik.

Pernyataan penelitian sebelumnya: 1. Abdel Khalik, Barefield 2003, pengendalian internal mengurangi biaya agensi dan memberikan informasi tambahan kepada pemegang saham tentang perilaku pengelolaan perusahaan sehingga mengurangi asimetris informasi dan menurunkan resiko bagi para investor. 2. Chan et all, Ashbaugh Skaifed et all 2008, menemukan kelemahan dalam pengendalian internal terkait dengan adanya peningkatan tingkat manajemen laba (khususnya masalah manipulasi atas manajemen laba seperti kasus: Enron, WorldCom dll). 3. Simmons 1997, adanya kegagalan audit selama tahun 1980 menyebabkan terbentuknya COSO yang bertujuan untuk mendefinisikan pengendalian internal dan kriteria untuk menentukan efektivitas system pengendalian internal. 4. Brazel and Dang 2008, peningkatan control oleh manajemen senior terhadap data keuangan dalam suatu system ERP secara terpusat justru akan mengarah pada peningkatan manajemen laba. 5. Bagranoff and Vendrzk 2000; Wright and Wright 2002; Hunton et al. 2004; Janvrin et al. 2004; Brazel and Agoglia 2007, adanya penurunan kualitas audit dan pengendalian internal setelah menerapkan ERP. Dalam penelitian sebelumnya untuk mengukur efektivitas kelemahan pengendalian internal yang bersifat material Para peneliti sebelumnya meneliti isu-isu seperti: kenaikan biaya audit (Raghunandan and Rama 2006), keterlambatan dalam audit (Ettredge et al. 2006), persentasi dari pelapor melaporkan kekurangan (Grant dkk. 2008), hubungan antara kelemahan pengendalian internal dan biaya ekuitas (Ogneva dkk. 2007; Ashbaugh-Skaife dkk. 2009), dan hubungan antara ICW dan manajemen laba (Ashbaugh-Skaife dkk. 2008; Chan et al. 2008. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 108 perusahaan yang menggunakan ERP antara 1994 dan 2003. Hasil penelitian ini memberikan bukti bahwa dengan menerapkan ERP maka kurang memungkinkan perusahaan dalam melaporkan kelemahan pengendaian Internal (Internal Control Weakness). Namun dilanjutkan dalam meneliti factor-faktor yang berkontribusi terhadap kelemahan pengendalian internal dan menemukan bahwa yang berkaitan dengan pengendalian secara general dan pengendalian akun tertentu cenderung lebih berkontribusi terhadap ICW pada perusahaan yang menerapkan ERP dibandingkan perusahaan yang tidak menerpakan. Selain itu, ditemukan pula bukti bahwa keuntungan bagi perusahaan ERP diperkuat dari waktu ke waktu, yang menunjukan bahwa perusahaan dapat menerapkan lebih dari built-in control yang disediakan oleh system ERP karena mereka mendapatkan pengalaman dengan system. Adapaun hipotesis penelitian ini: H1 : perusahaan yang telah menerpakan ERP akan kurang memungkinkan untuk melaporkan kelemahan pengendalian internal mereka dibandingkan non-implementers. (Brazel and Dang 2008)

H2 : Perusahaan yang telah menerapkan ERP akan kurang memungkinkan untuk melaporkan kelemahan material yang berkaitan dengan pengendalian entitas umum (lebar) dibandingkan dari non-implementer. (Chan et. Al 2008) H3 : perusahaan yang menerapkan ERP akan kurang mungkin untuk melaporkan kelemahan material yang berkaitan dengan pengendalian internal pada tingkat akun tertentu dibandingkan non-implementers.

Jurnal Joseph F. Brazel Abstrak : Dalam penelitian ini ditemukan adanya hubungan positif antara tingkat adopsi modul ERP dan tingkat manajemen laba. pene