Anda di halaman 1dari 5

RUANG LINGKUP MANAJEMEN LEMBAGA KEUANGAN Lembaga keuangan pada dasarnya adalah lembaga yang menghubungkan antara pihak

yang memerlukan dana dan pihak yang mengalami surplus dana. Lembaga keuangan memiliki dua kegiatan utama, yaitu penghimpunan dana dari unit surplus dan penyaluran dana kepada unit defisit. Sejarah Perkembangan Perbankan Praktik perbankan sebenarnya sudah ada sejak zaman Babilonia, Yunani, dan Romawi. Praktik-praktik perbankan saat itu membantu lalu lintas perdagangan. Pada awalnya, praktik perbankan pada saat itu terbatas pada tukar-menukar uang. Lama kelamaan praktik tersebut berkembang menjadi usaha menerima tabungan, menitipkan, ataupun meminjamkan uang dengan memungut bunga pinjaman. a. Zaman Babilonia (kurang lebih 200 sebelum masehi) praktik perbankan didominasi dengan transaksi peminjaman emas dan perak pada kalangan pedagang yang membutuhkan engan tingkat bunga 20%per bulan. Bank yang melakukan praktik ini disebut Temples of Babylon. b. Zaman Yunani perbankan menerima simpanan uang dari masyarakat dan menyalurkannya pada kalangan bisnis. Pada era ini muncul bank-bank swasta c. Zaman Romawi praktik perbankan berkembang yaitu meliputi praktik tukarmenukar uang, menerima deposito, memberi kredit, dan melakukan transfer dana. Era perbankan modern dimulaipada abad ke-16 di Inggris, Belanda, dan belgia. Pada saat itu para tukang emas bersedia menerima uang logam(emas dan perak0 untuk disimpan. Tanda bukti penyimpanan emas ini ditunjukkan dengan surat deposito yang disebut Goldsmiths Note. Inilah cikal-bakal munculnya uang kertas. Lembagalembaga keuangan melayani kebutuhan melayani kebutuhan alat-alat pemabayaran untuk memperlancar produksi berupa pinjaman jangka pendek maupun jangka panjang Pada awal era perbankan modern, pengaturan kredit dibagi menjadi tiga, yatu pinjaman penjualan (membantu pebelian hasil panen dan membantu paraprodusen),

wesel (pengiriman uang ke luar negeri) dan pinjaman laut (untuk para pembuat kapal) jenis kredit ini biasanya berjangka pendek kecuali untuk kredit pembuat kapal. Masalah utama yang muncul dalam praktik perbankan ini adalah pengaturan sistem keuangan yang berkaitan dengan mekanisme penentuan volume uang yang beredar dalam perekonomian. Untuk menjawab masalah ini, muncul beberapa paham antara lain paham merkantilisme dan paham liberalism ekonomi. Bentuk Lembaga Keuangan Menurut surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 729 Tahun 1990 tentang Lembaga Keuangan, lembaga keuangan diberi batasan sebagai semua badan yang kegiatannya di bidang keuangan, melakukan penghimpunan dan penyaluran dana kepada masyarakat terutama guna membiayai investasi perusahaan. Secara umum lembaga keuangan dapat dikelompokkan dalam dua bentk, yaitu bank dan bukan bank. Perbedaan kedua bentuk lembaga keuangan tersebut dapa digambarkan dalam table berikut ini: Kegiatan Lembaga Keuangan Bank Secara langsung berupa simpanan dana masyarakat (tabungan, giro, deposito) dan Secara tidak langsung dari masyarakat (kertas berharga, penyertaan, pinjaman/kredit dari lembaga lain) Untuk tujuan modal kerja, investasi, konsumsi Kepada badan usaha dan individu Untuk jangka pendek, menengah, dan panjang Bukan Bank Hanya secara tidak langsung dari masyarakat (terutama melalui kertas berharga, dan bisa juga dari penyertaan, pinjaman/kredit dari lembaga lain) Terutama untuk investasi Terutama kepada badan usaha Terutama untuk jangka menengah dan panjang

Penghimpun Dana

Penyaluran Dana

Berdasarkan UU No 10 tahun 1998 tentang Perubahan atas UU No 7/1992 tentang Perbankan, lembaga keuangan yang terdiri atas bank umum, dan perkreditan rayat.

Dan

lembaga

keuangan

bukan

bank

berupa

lembaga

pembiayaan,

usaha

perasuransian, dana pension, pegadaian, pasar modal, dll. Klasifikasi Uang Uang dalam Pengertian Sempit Uang dalam pengertian sempit (narrow money) adalah uang yang dianngap memiliki likuiditas paling tinggi, seperti uang kartal dan uang giral. Uang kartal adalah uang resmi atau alat pembayaran yang sah yang dikeluarkan oleh bank sentral atau Bank Indonesia berupa uang kertas dan uang logam yang biasa digunakan masyarakat untuk kegiatan ekonomi sehari-hari. Uang giral (demand deposit) adalah simpanan dana masyarakat pada lembaga keuangan bank berupa rekening giro. Uang dalam Pengertian Luas Uang dalam pengetian luas (broad money) bisa diartikan dalam dua kelompok. Kelompok pertama atau yang biasa diberi notasi M2 terdiri atas narrow money ditambah dengan rekening tabungan, dan rekening deposito berjangka. Kelompok yang kedua atau biasa diberi notasi M3 terdiri atas M2 ditambah dengan seluruh simpanan dana masyarakat pada lembaga keuangan bukan bank. Klasifikasi uang dalam dua kelompok di atas dilakukan atas dasar tingkat likuiditas dari masing-masing komponen uang. Suatu bentuk uang yang saat ini kurang likuid bisa saja pada suatu masa yang akan datang menjadi lebih likuid. Fungsi Uang Uang adalah sesuatu yang secara umum dapat diterima sebagai alat pembayaran untuk pembelian barang dan jasa, pembayaran utang, pajak, dan lainnya. Syarat uang: (a) Uang harus dapat diterima secara umum, (b)Uang harus memiliki nilai yang stabil, (c) Jumlah yang berdear harus mencukupi kebutuhan, (d) Uang harus mudah di bawa, dan (e) Dalam proses transaksi bisnis, uang akan berpindah-pindah tangan.

Peran Uang: (a) Alat tukar menukar, (b) Alat pengukur nilai, (c) standar pembayaran masa depan, (d) alat penimbun kekayaan atau daya beli. Fungsi Bank Secara umum, fungsi bank adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat unuk berbagai tujuan atau sebagai financial intermediary. Secara lebih spesifik bank dapat berfungsi sebagai agent of trust (lembaga yang landasannya adalah kepercayaan), agent of development (lembaga yang memobilisasi dana untuk pembangunan ekonomi), dan agent of services (lembaga yang memobilisasi dana untuk pembangunan ekonomi). Lembaga Keuangan sebagai Lembaga Perantara Bank dan lembaga keuangan bukan bank merupakan lembaga perantara keuangan (financial intermediaries) sebagai prasarana pendukung yang amat vital untuk menunjang kelancaran perekonomian. Lembaga keuangan pada dasarnya mempunyai fungsi mentransfer dana (loanable funds) dari penabung atau unit surplus (lenders) kepada peminjam (borrowers) atau unit defisit. Dana tersebut dialokasikan dengan negosiasi antara pemilik dana dengan pemakai melalui pasar uang dan pasar modal. Peran Bank dan Lembaga Keuangan Bukan Bank Bank dan lembaga keuangan bukan bank memiliki peranan yang penting dalam sistem keuangan, yaitu: a. Peningkatan asset: pengalihan dana/asset dari unit surplus ke unit defisit b. Transaksi: pemberian kemudahan tramnsaksi barang dan jasa c. Likuiditas: pemebrian alternative pengelolaan likuiditas d. Efisiensi: interaksi unit surplus dan unit defisit secara efisien Intermediasi dan Pengawasan Berdasarkan fungsi lembaga keuangan, maka dapat diartikan bahwa lembaga keuangan memungkinkan adanya aliran dana dari pemberi pinjaman atau deposan atau unit surplus kepada peminjam atau entrepreneur atau peminjam atau unit deposit.

Posisi yang berbda akan antara pemberi pinjaman dan peminjam menyebabkan informasi masing-masing pihak juga tidak sama. Secara teoritis, kondisi akses informasi yang tidak sama ini disebut dengan kondisi informasi asimetris.informasi ini membuka peluang bagi pihak yang lebih banyak memiliki informasi untuk tidak mengungkapkan informasi tersebut dengan baik dalam rangka mendapatkan keuntungan moneter disebut dengan moral hazard. Dengan demikian secara spesifik, moral hazard dalam hal ini berarti adalah risiko penyampian informasi yang tidak sesuai dengan kenyataan oleh peminjam kepada pemberi pinjaman dengan tujuan untuk mendapatkan manfaat moneter. Solusi utamanya dari informasi ini adalh pengawasan (monitoring) oleh pihak deposan (depositor). Namun karena keterbatasan ruang gerak oleh deposan maka solusi paling masuk akal adalah delegasi pengawasan atau intermediasi oleh lembaga keuangan. Dengan adanya delegasi ini diharpkan akan dapat memberikan jawaban tepat bagi masalah intensif. Model delegasi monitoring berupa menimisasi biaya delegasi pengawasan dan atau maksimisasi tingkat pengembalian yang diharpkan bagi pengusaha dengan kendala tingkat pengembalian tertentu bagi peminjam.