Anda di halaman 1dari 4

BAND DAN LOOP SPACE MAINTAINER BUAT DENGAN LEBIH MUDAH ABSTRAK Space maintainer telah bertahun-tahun digunakan

n dalam kedokteran gigi anak. Kegunaan dari alat ini, dalam hal indikasi, kontraindikasi, desain dan konstruksi telah menarik perhatian para peneliti. Jurnal ini menggarisbawahi tentang konstruksi tekhnik pembuatan band dan loop space maintainer yang baru. Keuntungan dari tekhnik Direct atau tekhnik Single Sitting yang baru dibandingkan cara konvensional akan didiskusikan dalam bahasan berikut. Kata kunci Band dan loop space maintainer, tekhnik direct atau tekhnik single sitting. PENDAHULUAN Fungsi yang paling penting dari space maintainer adalah untuk mempertahankan jarak hubungan mesiodistal pada lengkung rahang yang dinginkan. Hilangnya gigi sulung secara prematur dapat mengurangi panjang lengkung rahang yang dibutuhkan sebagai tempat berjajarnya gigi permanen yang akan tumbuh, sehingga akan menjadi faktor predisposisi dari crowding, pergerakan rotasi gigi, dan impaksi pada gigi permanen. penggunaan space maintainer yang sesuai seringkali disarankan untuk menahan jarak tersebut sampai waktu erupsi gigi permanen tiba. Menurut penelitian, sekitar 51% gigi dm1 telah hilang lebih awal, dan 70 % gigi dm2 telah hilang lebih awal juga, sehingga membuat jarak lengkung semakin kecil dengan konsekuensi malposisi gigi permanen didaerah tersebut. Anak-anak yang lebih awal kehilangan gigi molar sulungnya sebelum berumur 7,5 tahun akan mengalami crowding dibandingkan anak lain yang tidak mengalaminya. Apabila kehilangan giginya terjadi diatas umur 7,5 tahun, akibat yang mungkin terjadi pada space relatif minimal. Band dan loop space maintainer ini diindikasikan untuk kehilangan satu gigi molar sulung baik unilateral, bilateral, dimaksila maupun mandibula. Band dan loop space maintainer menyesuaikan diri dengan mudah untuk mengakomodir perubahan gigi geligi. Walaupun begitu, alat ini tidak memperbaiki fungsi mastikasi dan tak bisa mencegah kelanjutan erupsi dari gigi yang berlawanan.

Tekhnik konvensional pembuatan band dan loop space maintainer memiliki beberapa keterbatasan, antara lain : 1. tekhnik ini memerlukan dua kali kunjungan pasien 2. perlu membuat cetakan rahang yang biasanya sulit dilakukan pada anak yang terlalu kecil atau anak yang tidak kooperatif atau anak yang memiliki refleks muntah yang parah 3. tekhnik ini memerlukan waktu untuk diolah dalam laboratorium 4. ini adalah prosedur tekhnik yang sensitif, maka seringkali terjadi pergeseran band saat ditaruh pada model. mempertimbangkan keterbatasan diatas, disarankan menggunakan tekhnik baru yang bernama tekhnik Direct atau tekhnik Single Sitting. TEKHNIK SINGLE SITTING ATAU DIRECT Langkah-langkah pembuatan 1. band dijepit 2. loop yang telah dibuat pabrik (jenis loop telah dipilih) dipersiapkan lebih awal agar mengurangi waktu laboratorium dan waktu anak untuk duduk dikursi. 3. loopnya kemudian diujicoba pada posisi dalam mulut dan lakukan penyesuaian kecil 4. buat tanda horizontal diatas band menggunakan pensil penanda dititik dimana loop berkontak dengan band. Kemudian buat tanda vertikal baik di loop maupun di band pada titik kontak anterior paling atas loop dan band. Penandaan ini dilakukan baik disebelah bukal maupun lingual. 5. kemudian band dikeluarkan dari gigi. Dengan menggunakan tanda di titik referensi yang telah dibuat, tempatkan loop pada posisi diatas band dan titik tersebut disatukan dengan pengelasan. 6. band dan loop kemudian dipasangkan kembali untuk menyakinkan posisi yang akurat. 7. keluarkan lagi dari mulut, kawat yang berlebihan dipotong dan titik sambungan dilas lagi untuk mendapatkan kestabilan alat yang lebih baik. 8. kemudian alat tersebut ditanam dalam cetakan dan disolder seperti biasa 9. kemudian alat dihaluskan dan dipoles 10. lekatkan alat dengan semen perekat

DISKUSI Hilangnya gigi sulung secara prematur adalah peristiwa yang kurang baik. Setiap peristiwa memerlukan penilaian yang seksama untuk menentukan perawatan terbaik. Pengetahuan dalam menggunakan alat yang sesuai diwaktu yang tepat merupakan aspek penting dalam perencanaan perawatan dengan space maintainer. Tekhnik Direct atau tekhnik Single Sitting lebih tepat bila disebut space maintenance dalam netuk paling sederhana, dan hal ini menimbulkan keuntungan berikut : 1. prosedur Single Sitting prosedur keseluruhan dapat dilakukan hanya dalam satu kali pertemuan 2. tak perlu pembuatan cetakan karena tak diperlukan pembuatan cetakan dan preparasi model, maka tak ada celah terjadinya kesalahan yang berkaitan dengan perubahan bentuk band pada model. 3. lebih sedikit waktu yang diperlukan anak agar tetap duduk sekali lagi, karena tak memerlukan pencetakan dalam mulut, sehingga tidak menyusahkan dan tidak memakan waktu 4. lebih sedikit waktu laboratoriumnya waktu yang diperlukan dalam memindahkan dan memposisikan band pada cetakan yang ada, menuangkan bahan cetak untuk membuat model, dan waktu tunggu untuk masa settingnya, serta waktu pengangkatan dan triming model dapat dihemat. Pemilihan loop buatan pabrik yang telah dipersiapkan sebelum pertemuan juga membantu mengurangi waktu kerja lab 5. mendapatkan keakuratan yang lebih baik tekhnik ini sangat akurat karena pemberian tanda dilakukan didalam mulut, dan diulang berkali-kali sehingga memastikan posisi yang benar, tidak seperti tekhnik konvensional yang dapat terjadi kesalahan disaat pembuatan cetakan atau tercabutnya band pada cetakan 6. pembuatan yang mudah metode ini dapat dikuasai dengan mudah, karena bukan tekhnik yang sensitif. Kami telah menggunakan tekhnik ini sebanyak 50 kasus dan semua berlangsung sukses tanpa adanya kesalahan tekhnis. Waktu rata-rata yang diperlukan untuk keseluruhan prosedur dari penjepitan band sampai penyemenan space maintainer

kurang lebih hanya 20 menit, waktu yang masih diterima pasien maupun dokter gigi. Penerimaan pasien terhadap alat ini juga lebih baik karena tidak memerlukan proses pencetakan dalam mulut. Tekhnik ini dapat ditiru oleh para dokter gigi sebagai tekhnik rutin klinik karena lebih menguntungkan dibanding tekhnik konvensional.