Anda di halaman 1dari 2

PEMILIHAN LAHAN LAHAN YANG BAIK Lahan yang baik adalah lahan yang kering, berpengairan cukup, lahan

tadah hujan, lahan gambut yang telah diperbaiki atau lahan basah bekas menanam padi. Agar tumbuh dan berproduksi dengan baik Jagung harus ditanam di lahan terbuka yang terkena sinar matahari penuh selama 8 jam. KADAR pH Meskipun idealnya memerlukan pH 6,8 tetapi jagung bisa toleran terhadap lahan tanaman pH 5,5 – 7.0. Apabila ada tanah yang pH nya terlalu rendah bisa dinaikkan dengan menaburkan kapur. Kemudian agar lebih efisien, aplikasinya bisa dilakukan bersama dengan pengolahan lahan. Setelah penaburan, lahan dicangkul dan disiram agar kapur bisa tercampur secara merata. Kebutuhan kapur sangat bergantung pada nilai pH awal lahan. Sebagai patokan, untuk satu hektar lahan yang memiliki pH 5,0 dibutuhkan kapur antara 2 sampai 4 ton. Apabila pH lahan terlalu tinggi atau basa, maka dapat diturunkan dengan menaburkan belerang. Namun hal ini dilakukan jika nilai pH lahan memang sangat tinggi yakni 8,0 atau 9,0 PENGOLAHAN LAHAN PEMBERSIHAN GULMA Sebelum jagung ditanam, lahan perlu dibersihkan dari gulma dan tanaman liar. Gulma seperti alang alang, rumput teki, semak dan pohon perdu disiangi sampai ke akar akarnya. Gulma itu dibakar, abunya ditaburkan ke lahan sebagai kompos untuk kesuburan tanah. Gulma jangan dikubur, karena dikawatirkan akan munculnya hama seperti rayap dan semut. Selain itu, alang alang dan rumput teki bisa tumbuh kembali apabila hanya dikubur di dalam tanah. Selain gulma, pohon pohon besar yang tumbuh di sekitar lahan dan berpotensi menghalangi masuknya sinar matahari; untuk jagung melakukan proses fotosintesis, juga perlu ditebang. PENCANGKULAN Pencangkulan dilakukan dengan memindahlkan tanah bagian bawah sedalam 15 s/d 20 cm ke atas permukaan lahan. Selain untuk menyeimbangkan ketersediaan unsur hara antara bagian bawah dan bagian atas lahan, pencangkulan juga dimaksudkan membuat tanah lebih remah dan gembur. Untuk lahan yang memiliki jenis tanah gembur atau bekas tanaman semusim, pencangkulan cukup dilakukan sekali saja. Sementara itu untuk lahan yang memiliki tanah berat, pencangkulan perlu dilakukan dua kali lalu digaru. Jika lahan yang digarap terlalu luas, pencangkulan bisa diganti dengan bajak agar pengerjaannya bisa lebih cepat. PEMBUATAN BEDENGAN Pembuatan bedengan untuk lokasi penanaman benih banyak dilakukan di dataran rendah pada lahan kering, lahan bekas sawah, atau lahan tadah hujan. Bedengan dibuat selebar 70 s/d 100 cm, dengan ketinggian antara 10 s/d 20 cm. Sedangkan untuk panjangnya disesuaikan dengan kondisi, kontur, lahan. Di daerah kering tinggi bedengan sebaiknya dibuat agak rendah untuk memudahkan penyiraman karena jika terlalu tinggi membutuhkan banyak air saat penyiraman. Di antara bedengan dibuat parit selebar 20 s/d 30 cm yang berfungsi untuk mengatur keluar masuknya air di bedengan agar akar jagung tidak tergenang. PEMUPUKAN Pemupukan dimaksudkan meningkatkan kandungan unsur hara di lahan tanam. Waktu pemberian pupuk RI1, yang paling efektif selain bersama dengan saat pencangkulan atau pembajakan bisa juga diberikan saat akan membuat lubang tanam. Dengan cara begitu, pupuk RI1 yang diberikan akan tercampur merata dengan lahan tanam. Sebagai pedoman untuk lahan 1 hektar diperlukan 12 – 15 liter pupuk RI 1. PENANAMAN PEMBUATAN LUBANG TANAM Lubang tanam dibuat sedalam antara 2 s/d 5 cm menggunakan tugal, yakni alat terbuat dari kayu bulat panjang ujungnya runcing. Jarak lubang adalah 20 x 20 cm atau 20 x 40 cm. Agar barisan lubang tanam yang dibuat menjadi teratur, bisa digunakan alat bantu berupa tali yang dibentangkan sepanjang bedengan. Sementara itu, untuk benih yang ditanam di parit bedengan, diperlukan jarak antar lubang sepanjang 20 cm.

1

Untuk gulma seperti rumput atau perdu lain. 2 . atau sekaligus dengan daun keringnya. yakni menutup akar tanaman yang muncul ke permukaan tanah dengan menggunakan tanah yang diambil di antara tanaman. tanaman masih mendapatkan pasokan air dan diharapkan saat panen tiba. Perlakuan ini dimaksudkan untuk mempercepat proses pengeringan jagung. Mengingat dewasa ini kondisi dan situasi musim di Indonesia selalu berubah. tanaman perlu diberi pupuk lanjutan. Dengan tetap menggunakan RI1. Sebelum dipanen. dikarenakan pada usia itu sistem perakaran tanaman sudah tumbuh kuat sehingga benih sulaman tidak mampu bersaing memperebutkan unsur hara. Tetapi ada beberapa ciri khusus. Setelah benih masuk ke lubang. ketika cuaca terik. segera lakukan penyulaman yakni melakukan penanaman benih kembali yang proses dan tata caranya sama dengan penanaman benih sebelumnya. Penanaman benih dilakukan pada pagi atau sore. Hal ini dimaksudkan agar akar tanaman semakin mencengkeram tanah sehingga tanaman tidak akan roboh saat diterpa angin. Karena itu penyulaman tidak bisa dilakukan setelah tanaman berumur di atas 25 hari. MASA PANEN Umur panen tergantung dari varietasnya. musim kemarau telah datang sehingga memudahkan proses pengeringan. PENGAIRAN Pengariran dilakukan dengan sistem leb. Waktu terbaik menanam benih adalah waktu akhir musim hujan agar saat masa pertumbuhan hingga memasuki masa mengeluarkan buah. atau tanaman muda terserang penyakit. tetapi tidak perlu diberi fungisida. pengairan harus dilakukan dengan teratur dan terjadwal. sebelum ditanam benih direndam terlebih dahulu ke dalam air yang sudah dicampur pupuk RI1 selama 30 menit. untuk memastikan jadwal yang tepat. memisahkan biji jagung dari tongkolnya. seyogyanya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dinas pertanian setempat. Lahan yang terlalu kering atau kekurangan air saat proses pembuahan akan mengakibatkan tongkol tumbuh kecil sehingga mengurangi jumlah produksi pada saat panen. Setelah beberapa hari di pohon dan bijinya tampak mengering. penyiangan dilakukan manual dengan cara mencabut seluruh bagian tanaman gulma sampai ke akar akarnya. dan penyimpanan. Pemetikan jagung bisa dilakukan dengan memetik buahnya saja. kadar air yang tinggi menyebabkan buah jagung mudah terserang penyakit. Ingat. Dengan menggunakan cangkul. daun jagung dikupas dan dipangkas bagian atasnya sehingga yang tersisa di pohon adalah buah jagung yang terkupas tetapi masih tersisa daunnya. pada saat tanaman berumur 14 hari dan 40 hari setelah tanam. Untuk lahan yang tergolong kering atau saat tanaman mulai mengeluarkan buah. PUPUK LANJUTAN Pada usia 15 s/d 30 hari setelah tanam atau setelah penyiangan pertama. mengalirkan air ke dalam parit hingga meresap ke seluruh bagian bedengan. pemipilan.PENANAMAN BENIH Untuk menghindarkan hama dan jamur serta untuk merangsang pertumbuhan dengan kualitas yang baik. salah satunya adalah ketika daun jagung. sudah berwarna putih kecoklatan dan tidak meninggalkan bekas apabila bijinya ditekan menggunakan kuku. tongkolan. PERAWATAN PENYULAMAN BENIH Satu minggu setelah tanam benih akan tumbuh dan muncul tanaman muda. Jika ada benih yang tidak tumbuh. tidak perlu dipadat padatkan. Setelah jagung dipanen. maka lubang itu harus ditutuip lagi dengan tanah secara ringan. agar kadar air dalam biji tidak bertambah. Setelah itu gulma dikumpulkan dan dibakar sampai habis! Bersama penyiangan gulma yang kedua dilakukan juga pembubunan. maka jagung yang dipanen dengan daunnya akan memudahkan pengangkutan bila menggunakan pikulan. Jika jagung yang dipanen buahnya saja akan lebih mudah diangkut menggunakan keranjang atau karung. Cara ini lebih efisien dibanding penyiraman manual yang tentu memakan banyak waktu dan tenaga. mati. kelobot. Agar akar tanaman tetap mudah bernafas. usahakan saat melakukan pengairan air tidak sampai menggenangi bedengan. Penyulaman ini dimaksudkan agar tanaman tumbuh seragam. tanah dipindahkan ke barisan jagung yang ada di kanan dan kiri hingga tercipta parit baru barisan tanaman. Saat itu pengecekan harus dilakukan. selanjutnya perlu dilakukan penjemuran. PENYIANGAN GULMA Penyiangan dilakukan dua kali. pemberian pupuk ini dilanjutkan kembali setelah berusia 40 hari. baik umur maupun sosoknya. barulah dilakukan pemetikan dengan mengambil waktu pada siang hari. saat matahari tidak begitu terik. Sesudah direndam perlu ditiriskan.