Anda di halaman 1dari 7

sinopsis siti nurbaya Identitas Buku Judul Pengarang Penerbit Cetakan Tahun Terbit Seri BP : Siti Nurbaya ( Kasih

Tak Sampai ) : Marah Rusli : Balai Pustaka : 20 : 1990 : 575

Tempat Terbit : Jakarta Tebal Buku Pelaku Sinopsis : : 271 halaman : Siti Nurbaya, Samsulbahri, Datuk Maringgih, Baginda Sulaiman, dan Sultan Mahmud.

SITI NURBAYA (Kasih Tak Sampai) Karya Marah Rusli

Ibunya meninggal saat Siti Nurbaya masih kanak-kanak, maka bisa dikatakan itulah titik awal penderitaan hidupnya. Sejak saat itu hingga dewasa dan mengerti cinta ia hanya hidup bersama Baginda Sulaiman, ayah yang sangat disayanginya. Ayahnya adalah seorang pedagang yang terkemuka di kota Padang. Sebagian modal usahanya merupakan uang pinjaman dari seorang rentenir bernama Datuk Maringgih. Pada mulanya usaha perdagangan Baginda Sulaiman mendapat kemajuan pesat. Hal itu tidak dikehendaki oleh rentenir seperti Datuk Maringgih. Maka untuk melampiaskan keserakahannya Datuk Maringgih menyuruh kaki tangannya membakar semua kios milik Baginda Sulaiman. Maka dengan seluruh orang suruhanya, yaitu pendekar lima, pendekar empat serta pendekar tiga, serta yang lainnya Datuk Maringgih memerintahkan untuk membakar toko Baginda Sulaiman. Dengan demikian hancurlah usaha Baginda Sulaiman. Ia jatuh miskin dan tak sanggup membayar hutang-hutangnya pada Datuk Maringgih. Dan inilah kesempatan yang dinanti-nantikan oleh Datuk Maringgih. Datuk Maringgih mendesak Baginda Sulaiman yang sudah tak berdaya agar melunasi semua hutangnya. Boleh hutang tersebut dapat dianggap lunas, asalkan Baginda Sulaiman mau menyerahkan Siti Nurbaya, puterinya, kepada Datuk Maringgih.

Menghadapi kenyataan seperti itu Baginda Sulaiman yang memang sudah tak sanggup lagi membayar

kasihnya yang begitu dalam pada Samsulbahri kandas sudah akibat petaka yang menimpa keluarganya. ia terjatuh kelaut karena ada seseorang yang mendorongnya. Sehingga memaksa Siti Nurbaya kembali dengan perantaraan polisi. Tetapi Siti Nurbaya diselamatkan oleh seseorang yang telah memegang bajunya hingga dia tidak jadi jatuh ke laut.hutang-hutangnya tidak menemukan pilihan lain selain yang ditawarkan oleh Datuk Maringgih. Setibanya di Jakarta. sehingga Datuk maringgih berusaha menganiaya Siti Nurbaya. malu atas perbuatan anaknya. tetapi akhirnya jatuh tersungkur dan menghembuskan nafas terakhir. hatinya pun begitu hancur pula. bahwa dia ke Jakarta telah membawa lari emasnya atau hartanya. Siti Nurbaya yang mendengar bahwa kekasihnya diusir orang tuanya. Siti Nurbaya berteriak-teriak keras hingga teriakan Siti Nurbaya terdengar oleh ayahnya yang tengah terbaring karena sakit keras karena derita beruntun yang menimpanya. Sementara itu Samsulbahri yang ada di Jakarta hatinya hancur dan penuh dendam kepada Datuk Maringgih yang telah merebut kekasihnya. Yaitu menyarahkan puterinya Siti Nurbaya kepada Datuk Maringgih untuk dijadikan istri. tetapi marabahaya berikutnya menunggunya di daratan. Dan begitupun dengan Siti Nurbaya sendiri. ayah Samsulbahri yaitu Sultan Mahmud yang kebetulan menjadi penghulu kota Padang. Samsulbahri tidak mau membiarkan kekasihnya dianiaya. . Pertemuan itu diketahui oleh Datuk Maringgih sehingga terjadi keributan. Sehingga Samsulbahri diusir dan harus kembali ke Jakarta dan ia benrjanji untuk tidak kembali lagi kepada keluargannya di Padang. walaupun dia selamat dari marabahaya tersebut. Jakarta. Lebih sedih lagi ketika ia teringat Samsulbahri. oleh karena itu Siti Nurbaya diusirnya. Cintanya yang menggebu-gebu padanya kandas sudah.Karena dengan siasat dan fitnah dari Datuk Mariggih Siti Nurbaya ditangkap polisi. Samsulbahri yang berada di Jakata mengetahui peristiwa yang terjadi di desanya. Datuk Maringgih juga tidak tinggal diam. kekasihnya yang sedang sekolah di stovia. timbul niatnya untuk pergi menyusul Samsulbahri ke Jakarta. maka Datuk Maringgih dia pukul hingga terjerembab jatuh ketanah. Sungguh berat memang. naumun di tengah perjalanan dia hampir meninggal dunia. Mendengar itu. Datuk Maringgih sangat marah melihat mereka berdua yang sedang duduk bersenda gurau itu. ia dapat bertemu empat mata dengan Siti Nurbaya yang telah resmi menjadi istri Datuk Maringgih. Mendengar teriakan anak yang sangat dicinatianya itu baginda Sulaiman berusaha bangkit. Karena saking kaget dan takut. Siti Nurbaya menangis menghadapi kenyataan bahwa dirinya yang cantik dan muda belia harus menikah dengan Datuk Maringgih yang tua bangka dan berkulit kasar seprti kulit katak. Pada suatu hari ketika Samsulbahri sedang liburan kembali ke Padang. karena dianggap telah mencoreng nama baik keluarganya dan adat istiadat. karena surat telegram Datuk Maringgih yang memfitnah Siti Nurbaya. Tetapi. namun demi keselamatan dan kebahagiaan ayahandanya ia mau mengorbankan kehormatan dirinya dengan Datuk Maringgih. Dia sangat terpukul oleh kenyataan itu. terlebih karena Siti Nurbaya mengirimkan surat yang menceritakan tentang nasib yang dialami keluarganya. Siti Nurbaya kembali ke kampunyanya dan tinggal bersama bibinya.

Samsulbahripun meninggal dunia. mata keranjang. dapat dipercaya. dia dikuburkan di Gunung Padang dekat dengan kuburan kekasihnya Siti Nurbaya. penipu. Sejak saat itu Samsulbahri tidak meneruskan sekolahnya dan memasuki dinas militer. baik hati. namun sebelum tewas ia sempat membacok kepala Samsulbahri dengan parangnya.Tokoh dan Penokohan 1)Samsul Bahri sebagai pelaku utama (Tokoh Protagonis): anak Sultan Mahmud Syah (penghulu di Padang). kejam. sopan dan santun. Setelah berhasil betemu dengan ayahnya. penghasud. Sewaktu di rumah sakit. Kematian Siti Nurbaya itu terdengar oleh Samsulbahri sehingga ia menjadi putus asa dan mencoba melakukan bunuh diri. adil. Analisis Intrinsik 1. ramah. penyayang. sebelum meninggal dia minta kepada orangtuanya agar nanti di kuburkan di Gunung Padang dekat kekasihnya Siti Nurbaya. yang sangat melanggar adat istiadat dan memalukan itu. wataknya: Lemah lembut. ramah. dia minta agar dipertemukan dengan ayahnya untuk minta maaf atas segala kesalahannya. bengis. Sepuluh tahun kemudian. Ketika bertemu dengan Datuk Maringgih dalam suatu keributan tanpa berpikir panjang lagi Samsulbahri menembaknya. Datuk Maringgih jatuh tersungkur. berwatak: Bijaksana. sebelum dia meninggal dunia. sopan.sopan. sopan. dan setiakawan. . berwatak: Bijaksana. penyayang. 2)Siti Nurbaya sebagai pelaku utama (Tokoh Protagonis): anak Bginda Sulaeman (saudagar kaya di Padang). Ayah Samsulbahri juga sangat menyesal telah mengata-ngatai dia tempo dulu. 3)Datuk Maringgih sebagai pelaku utama (Tokoh Antagonis). adil. halus budibahasanya.Tak lama kemudian Siti Nurbaya meninggal dunia karena memakan lemang beracun yang sengaja diberikan oleh kaki tangan Datuk Maringgih. dikisahkan dikota Padang sering terjadi huru-hara dan tindak kejahatan akibat ulah Datuk Maringgih dan orang-orangnya. tingkah lakuya sopan dan santun. penyayang. Namun. picik. dan selalu memaksakan kehendaknya sendiri. Akan tetapi mujurlah karena ia tak meninggal. 4)Sultan Mahmud Syah sebagai pelaku tambahan (Toloh Protagonis). patuh terhadap orang tua. yaitu ketika kejadian Samsulbahri memukul Datuk Maringgih dan mengacau keluarga orang. Samsulbahri yang mengubah namanya menjadi Letnan Mas segera menyerbu kota Padang. tutur bahasanya halus. sombong. setia kawan. Dan di situlah kedua kekasih ini bertemu terakhir dan bersama untuk selama-lamanya. 6)Baiginda Sulaeman sebagai pelaku tambahan (Tokoh Protagonis). ramah. penyayang. Perminataan itu dikabulkan oleh ayahnya. adil. 5)Siti Maryam sebagai pelaku tambahan (Tokoh Protagonis). Samsulbahri alias Letnan Mas segera dilarikan ke rumah sakit. penyayang. wataknya: Orangnya pandai. gigih. Ayahnya Samsul Bahri yang berwatak: Bijaksana. laki-laki yang berwatak kikir. Samsulbahri yang telah berpangkat Letnan dikirim untuk melakukan pengamanan.

bijaksana. saudaranya Siti Nurbaya. Latar tempat dalam novel ³Siti Nirbaya´ diantaranya: di sekolah. dapat dipercaya.7)Zainularifin sebagai pelaku tambahan (Tokoh Protagonis).Latar atau Seting Latar atau Seting ini terdiri atas dua bagian yaitu : latar waktu dan latar tempat. 4. temannya Samsul Bahri yang berwatak: Tingkah lakunya sopan dan santun. gigih.Tema Novel ³ Siti Nurbaya´ ini bertemakan sosial. 2)Jika hendak memutuskan sesuatu hendaklah pikirkan masak-masak lebih dulu agar kelak tidak menyesal. moral. temannya Samsul Bahri yang berwatak: Tingkahlakunya sopan dan santun. halus budi bahasanya. penyayang. ³Satu percintaan antara dua remaja yang tidak dapat berakhir dengan pernikahan karena penghianatan seseorang yang hanya mementingkan kekayaan dunia dan hawa nafsu. halus budibahasanya. santun setiakawan. Latar waktu: sekitar tahun 1920-an. 3. di kota Padang. penyayang. yang bewatak lemah lembut. 9)Alimah sebagai pelaku tambahan (Tokoh Protagonis). Tema yang terkandung dalam novel ini yaitu. 3)Siapa yang berbuat jahat tentu akan mendapat balasan kelak sebagai akibat dari perbuatan itu. di kantor pos. 10)Pak Ali sebagai pelaku tambahan (Tokoh Protagonis). dapat dipercaya. di Kebun Kelapa. gigih.Amanat Amanat yang terkandung dalan novel ³Siti Nurbaya´ yaitu diantaranya adalah sebagai berikut : 1)Kita hendaknya jangan terlalu di kuasai oleh perasan dengan tidak mempergunakan pikiran yang sehat karena akan berakibat hilangnya keperibadian yang ada pada diri kita. dan setiakawan. 5. dan setiakawan. 8)Bakhtiar sebagai pelaku tambahan (Tokoh Protagonis).Plot/Alur . di rumah. dan egois.di kota Jakarta. 110 Pendekar Tiga sebagai pelaku tambahan (Tokoh Antagonis) 12)Pendekar Empat sebagai pelaku tambahan (Tokoh Antagonis) 13)Penekar Lima sebagai pelaku tambahan (Tokoh Antagonis) 14)Dokter sebagai pelaku tambahan (Tokoh Protagonis) 2. di halaman rumah.

Artinya urutan waktu yang urut dari peristiwa A. adalah seorang bangsawan dengan gelar Sultan Pangeran. Jadi cerita novel ³Siti Nurbaya´ ini ceritanya benar-benar dimulai dari eksposisi. Cerita dalam novel ini berkaitan pada masa itu banyak terjadi peristiwa kelicikan yang dilakukan oleh para tuan tanah. .Kaitan Karya Sastra Novel dengan Tema pada Zamannya Cerita dalam novel ini menceritakan tentang kelicikan tuan tanah dalam memonopoli perdagangan tanah. Biografi Pengarang Marah Rusli sang sastrawa itu bernama lengkap Marah Rusli bin Abu Bakar dilahirkan di Padang. Tahun 1909 tamat Sekolah Raja (Hoofdenscool) di Bukittinggi. Mereka dikaruniai tiga orang anak. Keterkenalannya Marah Rusli karena karyanya yaitu Siti Nurbaya (roman) yang diterbitkan pada tahun 1920 sangat banyak dibicarakan orang. 6.B.Sudut Pandang Sudut pandang yag digunakan oleh pengarang movel ³Siti Nurbaya´ ini yaitu sudut pandang diaanmahatahu.D dan seterusnya. salah seorang panglima perang Pangeran Diponegoro.Gaya Penulisan Gaya penulisan yang di gunakan masih menggunakan gaya bahasa dan sastra lama yang menggunakan ejaan tempo dulu. Pendidikan Tahun 1904 tamat Sekolah Rakyat di Padang. A. Pengarang berada di luar cerita hanya menjadi seorang pengamat yang maha tahu dan bahkan mampu berdialog langsung dengan pembaca. Ayahnya bernama Sultan Abu Bakar.Dari segi penysunan peristiwa atau bagian-bagian yang membentuk. Siti Nurbaya telah melegenda. Tahun 1915 tamat Sekolah Dokter Hewan (Vee Arstsen School ) di Bogor.C. Ibunya berasal dari Jawa dan keturunan Sentot Alibasyah. Pengarang menyajikan ceritanya secara terurut atau secara alamiah. cerita dari novel ³Siti Nurbaya´ menggunakan plot kronologis atau progresif. sehingga mengharuskan adanya pemahaman yang lebih dalam agar makna dalam novel tersebut dapat dipahami. yang lebih dikenal dengan Alur Maju. sehingga pengarang memunculkan ide novel tersebut sebagai sajian yang menarik. 7. dan berakhir dengan pemecahan masalah. Sumatra Barat pada tanggal 7 Agustus 1889. dengan lelaki yang tidak diinginkannya. bahkan sampai kini. Marah Rusli mengawini gadis Sunda kelahiran Bogor pada tahun 1911. dua orang anak laki-laki dan seorang anak perempuan. klimaks. wanita yang dipaksa kawin oleh orang tuanya. Ayahnya bekerja sebagai demang. komplikasi. Marah Rusli masih termasuk keluarga bangsawan Pagaruyung.

Siti Nurbaya . Ia kemudian melihat bahwa adat yang melingkupinya tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman. Kesukaan Marah Rusli terhadap kesusastraan sudah tumbuh sejak ia masih kecil. Selama menjalani skorsing itulah ia menulis novel Siti Nurbaya . Pada Tahun 1920-1922. Ia sangat senang mendengarkan cerita-cerita dari tukang kaba. ia diskors selama setahun. Tahun 1923-1945 menjadi dokter hewan di Semarang. Marah Rusli diangkat sebagai asisten dosen Dokter Hewan Wittkamp di Bogor. Anak dan Kemenakan. Tahun 1915 ia di tempatkan di Sumbawa Besar sebagai Ajung Dokter Hewan. Selain mengarang. yang diberikan oleh pemerintah RI pada tahun 1969 dan diterjemahkan ke dalam Bahasa Rusia. Marah Rusli sebenarnya adalah dokter hewan. Marah Rusli berpendidikan tinggi dan buku-buku bacaannya banyak yang berasal dari Barat yang menggambarkan kemajuan zaman. La Hami. Buku-buku karya Marah Rusli : Siti Nurbaya. Tahun 1952-1960 dipekerjakan kembali sebagai dokter hewan di Pusat Pendidikan Peternakan Bogor. 1924. Memang Jodoh (naskah roman dan otobiografis) Tesna Zahera (naskah Roman) Novel Terjemahannya: Gadis yang Malang (novel Charles Dickens. 1956. Kiprahnya Dalam Sejarah Sastra Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka. Jakarta : Balai Pustaka. Dan juga berhasil merebut hadiah tahunan dalam bidang sastra. orang Belanda. Karena berselisih dengan atasannya. Pada tahun 1948 Ia mengajar di Sekolah Tinggi Dokter Hewan di Klaten Kemudian kembali kesemarang dan pensiun tahun 1951.Pengalaman Kerja Meski lebih terkenal sebagai sastrawan. . Jakarta : Balai Pustaka 1920. Berhasil menempatkan diri sebagai puncak roman dalam Sastra Indonesia Modern. melukis dan sandiwara. Marah Rusli juga menpunyai hobi olahraga. musik. Hal itu melahirkan pemberontakan dalam hatinya yang dituangkannya ke dalam karyanya. dan membaca buku-buku sastra. Tahun 1945 menjadi dokter hewan di pengungsian di Sala dan Klaten. Pada tahun 1916 ia menjadi Kepala Peternakan. Marah Rusli meninggal dunia pada tanggal 17 Januari 1968 dan dimakamkan di Bogor. tukang dongeng di Sumatera Barat yang berkeliling kampung menjual ceritanya. 1922).

Marah Rusli tercatat sebagai pengarang roman yang pertama dan diberi gelar oleh H. bentuk prosa yang biasanya digunakan adalah hikayat. .B. Sebelum muncul bentuk roman di Indonesia. Jassin sebagai Bapak Roman Modern Indonesia.