Anda di halaman 1dari 44

Benigne Prostate Hyperplasia

KELOMPOK 04 BUDYATMOKO Demas Christiawan S Christian Kurniawan Vrince Merlin Freshilia Tommy Mulyadi T Selita Agnes Bertha Melisa P Febby Felita Harsono Clarinda Chandra Dewantara 07100__ 0810004 0810054 0810057 0810062 0810069 0810075 0810098 0810103 0810195

ISTILAH 1. Hesitancy : Kesulitan dalam memulai berkemih, biasanya disebabkan oleh pembesaran prostat pada pria, atau pengaruh stress pada wanita dan pria. 2. Residual urine : urin yang tersisa di dalam kandung kemih setelah berkemih pada penyakit kandung kemih dan hipertrofi prostat. 3. Terminal dribbling : Gejala pada traktus urinarius bagian bawah di mana urin tidak langsung berhenti setelah berkemih, tetapi masih menetes secara perlahan. 4. Weak stream : Pancaran lemah saat berkemih. 5. Nokturia : Urinasi yang berlebihan pada malam hari. 6. Darm steifung : Terlihatnya gerakan peristaltik usus pada abdomen. 7. Darm contour : Terlihatnya bentuk usus pada abdomen.

ANATOMI

• •

HISTOLOGI VESICA URINARIA

Tunica mucosa -> epitel transisional Lamina propria -> jaringan ikat longgar yang banyak mengandung serat elastis. Tunica muscularis : • • • • stratum longitudinale stratum circulare stratum longitudinale dinding luar vesica urinaria yang menghadap ke atas yaitu ke rongga peritoneum dilapisis oleh “tunica serosa”, sedangkan yang menghadap ke bawah yaitu ke rongga pelvis dilapisi oleh tunica adventitia yang bersatu dengan jaringan ikat.

granula sekretori terlihat. Bagian sekretori prostat tidak beraturan. Fisiologi . berubah menjadi epitel transisional dekat saluran buka urethra.• • • • • • PROSTAT 30 -50 kelenjar tubuloalveolar yang menempel pada stroma fibromuscular. karena pola papiler dari mukosa ke lumen kelenjar Epitel kuboid atau columnar. yang terdiri dari otot polos yang dipisahkan jaringan pengikat kolagen dan serat-serat fiber. Saluran sekretoris prostat dibatasi epitel silindris selapis. Dapat ditemukan corpora amylacea dalam acini. Sel-sel sekretori asidofil.

suara bass Pertumbuhan rambut : tumbuh kumis. jangggut. pita suara menebal dan memanjang. Umpan balik negatif terhadap sekresi LH . Testosteron Hormon ini dihasilkan oleh sel Leydig (sel interstitial) dari kolesterol atas rangsangan LH dari hipofisis anterior. scrotum pigmentasi Genital interna : vesica seminalis membesar. dada. Maskulinisasi (secondary sexual characteristic) pada saat pubertas • • • • • • • • Genital eksterna : penis bertambah panjang dan lebar. tertarik pada lawan jenis Kulit : sekresi kelenjar sebaceous meningkat. otot membesar Mental : agresif. dan membentuk fruktosa Prostat dan kelenjar bulbourethral membesar dan mulai sekresi Suara : laring membesar. Protein anabolik 5. pubis Bentuk tubuh : pundak melebar. Sekresi LH diatur oleh GnRH dari hipothalamus. terjadi acne 4. aktif. rambut axilla. Meningkatkan libido 6. Perkembangan genital embrio dan descensus testis 2. Kelangsungan spermatogenesis 3. sekresi.1. 97% testosteron dalam plasma berikatan dengan protein : • • • 40% dengan Gonadal Steroid Binding Globulin 40% dengan albumin 17% dengan protein lain Fungsi testosteron : 1.

sebagai respon terhadap sinyal hormonal dari hipothalamus dan hipofisis. enzim lipofilik pada membran intrasel. Sintesis testosteron di testis dan glandula adrenal 2. DHT disintesis dari testosteron dengan bantuan enzim 5α-reductase. yang sebagian besar diproduksi oleh sel Leydig dalam testis. yang terdiri dari : 1. Pertumbuhan dan perkembangan prostat tergantung pada fungsi androgen-signaling axis.Prekursor DHT adalah testosteron. Konversi testosteron menjadi DHT .

ikatan DHT dan reseptor androgen mengeluarkan sinyal yang menyebabkan pertumbuhan sel. Androgen berada pada stroma dan epitel prostat Hipothalamus - Gonadotropin-releasing hormone + + Anterior pituitary FSHsecreting cell FSH + Sertoli cell + Testes LHsecreting cell LH + Leydig cell - + Spermatogene sis Inhibin Testosteron e . 5α reductase. Pengikatan DHT pada reseptor DHT menjadi aktif secara faali karena berikatan dengan reseptor androgen. DHT memiliki afinitas terhadap reseptor androgen lebih tinggi daripada testosteron. ikatan DHT-spesifik androgen reseptor menyebabkan produksi dari protein seperti prostate spesific antigen dan protein yang menyebabkan pertumbuhan sel. Transpor DHT ke organ target 4. Pada nukleus. Ikatan antara DHT dengan reseptor androgen menyebabkan jalur yang penting untuk pembentukan sinyal regulasi pertumbuhan sel. DHT.3. Di prostat.

• Pada keadaan tertentuà proliferasi stem cell >> à proliferasi sel stroma +sel epithel pada kelenjar periurethral >> Teori Reawakening 5. Teori Hormonal (Hormon Androgen (Testosteron/DHT) 2. Teori ini terkenal dengan : . dan epidermal growth factor. sehingga jaringan periuretral dapat tumbuh lebih cepat dari jaringan sekitarnya. Teori Growth Factor (faktor pertumbuhan) • • Growth factor ini sebagai pemacu pertumbuhan stroma kelenjar prostat. 4. Teori Sel Stem (stem cell hypothesis) • Seperti pada organ lain. Teori Peningkatan Lama Hidup Sel-sel Prostat karena Berkuramgnya Sel yang Mati 3. transforming growth factor b2. antara sel yang tumbuh dan sel yang mati. prostat dalam hal ini kelenjar periuretral dalam keadaan balance “steady state”. àadanya kadar testosteron tertentu dalam jaringan prostat yang dapat mempengaruhi sel stem untuk proliferasi. transforming growth factor b1. Terdapat empat peptic growth factor yaitu: basic transforming growth factor.• Benign (BPH) Definisi Prostat Hipertofi • Benign Prostate Hypertrofia (BPH) àPembesaran prostat secara benigna yang secara mikroskopis memberikan gambaran hipreplasia stroma dan sel-sel epithel prostatà nodul yang besar dan khas pada regio periurethral prostat • • Etiologi Beberapa teori atau hipotesis yang diduga sebagai penyebab timbulnya hiperplasia prostat adalah: 1. • • yaitu jaringan kembali seperti perkembangan pada masa tingkat embriologik.

Enzim ini terutama terdapat pada sel stroma.“Theory Reawakening of Embryonic Induction Potential of Prostatic Stroma During Adult Hood”. Pada kedua tipe sel ini. Walaupun testosteron sendiri dapat langsung berikatan dengan reseptor . Sebenarnya perubahan-perubahan kearah terjadinya pembesaran prostat sudah dimulai sejak dini. dimulai pada perubahan-perubahan mikroskopik yang kemudian bermanifestasi menjadi kelainan makroskopik (kelenjar membesar) dan kemudian baru manifes dengan gejala klinik. Sekitar 50% dari angka tersebut diatas akan menyebabkan gejala dan tanda klinik. DHT disintesis di dalam prostat dari testosteron yang bersirkuasi oleh enzim 5-alfa reduktase. • • • • • Patogenesis Beningn Prostate Hyperplasia (BPH) • Terdapat beberapa teori dalam penjelasan patogenesis BPH. karena reaktivasi sel punca dan pembesaran jinak dari prostat. (3) interaksi stroma-epitel dengan growth factor (GF) yang menstimulasi proliferasi sel. Berdasarkan angka autopsi perubahan mikroskopik pada prostat sudah dapat ditemukan pada usia 30 – 40 tahun. dan pada usia 80 tahun sekitar 80%. yaitu : (1) mekanisme hormonal. (2) teori sel punca (stem cell theory). peningkatan DHT di dalam sel akan menstimulasi pertumbuhan sel. oleh karena itu. DHT dapat bertindak secara autokrin pada sel stroma dan secara parakrin pada sel epitel. DHT berikatan dengan reseptor androgen nuklear dan memberi sinyal transkripsi GF yang sifatnya mitogenik terhadap sel epitel dan sel stroma. Namun yang paling banyak dianut saat ini adalah mekanisme hormonal. DHT merupakan hasil metabolik testosteron oleh enzim 5 alfa reduktase. tipe 2. Bila perubahan mikroskopik ini terus berkembang akan terjadi perubahan patologi anatomi. merupakan mediator utama dalam pertumbuhan prostat. Sekali disintesis. Prostat normal pada pria mengalami peningkatan ukuran yang lambat dari lahir sampai pubertas. sel ini menjadi sel utama penghasil DHT. Pada pria usia 50 tahun angka kejadiannya sekitar 50%. • Epidemiologi Hiperplasia prostat merupakan penyakit pada pria tua dan jarang ditemukan sebelum usia 40 tahun. • Dihidrotestosteron (DHT) merupakan metabolit dari testosteron. Prevalensi yang pasti di Indonesia belum diketahui tetapi berdasarkan kepustakaan luar negeri diperkirakan semenjak umur 50 tahun 20%-30% penderita akan memerlukan pengobatan untuk prostat.

PATOFISIOLOGI ENLARGEMENT PROSTATE PENYEMPITAN URETHRA DINDING VU MENEBAL . peningkatan jumlah reseptor androgen mengijinkan terjadinya pertumbuhan yang dimediasi oleh androgen bahkan dalam keadaan penurunan jumlah produksi androgen pada usia tua. CYSTITIS. TERMINAL DRIBBLING RETENSI URINE DYSURIA SENSITIFITAS BERKONTRAKSI MENINGKAT WEAK STREAM FRKUENSI BERKEMIH MENINGKAT PP • Pemeriksaan Laboratorium . yang meningkatkan reseptor androgen pada kelenjar. BERTARBEKULA DAN IRITATIF HIPERTROFI M. RESIDUAL URINE NOCHTURIA. Proses tersebut diakselerasi oleh estrogen. Esterogen menyebabkan sel menjadi lebih sensitif terhadap aksi DHT. Selain DHT. namun DHT sepuluh kali lebih poten karena DHT terlepas lebih lama dari reseptor androgen lebih lambat. DETRUSOR V U MELEMAH HESITANCY.androgen. Akumulasi tersebut mungkin terjadi karena adanya penurunan katabolisme molekul DHT dan karena adanya peningkatan ikatan molekul intraseluler. • Akumulasi DHT di antara kelenjar prostat menjadi mediator hormonal terjadinya hiperplasia. hormon esterogen juga memegang peranan dalam patogenesis BPH.

Kultur urin + sensitifitas test • • Urinalisis dan pemeriksaan mikroskopik Sedimen  Pemeriksaan Urinalisis • Pemeriksaan makroskopis a.Pemeriksaan laboratorium berperan dalam menentukan ada tidaknya komplikasi. Volume urine • Pemeriksaan Mikroskopik g. • • • • Elektrolit Blood urea nitrogen Prostate Specific Antigen (PSA) Gula darah 2. azotemia pasca renal. Pemeriksaan Urobilinogen ‘ . gagal ginjal. Kekeruhan / kejernihan urine d. Urin : . Keasaman (pH) f. Darah : • Ureum dan Kreatinin Serum Kretinin Normal : 1 mg/dl Dewasa:0.4 mg/dl Tinggi : azotemia pra renal.5 – 1. Beraj jenis e. penyakit ginjal. Bau urine c. Warna urine b. 1.

Keton viii. Pemeriksaan Mikroalbuminuria (MAU) i. Urobilinogen ix. Pemeriksaan Granular cast pada urin o. Enzyme – Linked Immuno-Sorbent-Assay (ELISA) 3. Gerhard j. pH v. dengan metode : 1. Bilirubin x. Pemeriksaan darah samar “Metode Benzidin “ n.i. Pemeriksaan protein Bence Jones l. Metode Hawkinson i. Pemeriksaan protein kkuantitatif i. Pemeriksaan bilirubin i. Immuno-turbidimetry 4. protein vi. Mikroalbuminuria kuantitatif. Leukosit iii. Pemeriksaan urinalisis dengan reagen celup Parameter yang sering diperiksa antara lain : i. Metode Wallace Diamond ii. Darah . Mikroalbuminuria kualitatif ii. Radial immuno-Diffusion (RID) m. Rothera ii. Metode Harrison ii. Metode Schlessinger h. Glukosa vii. Berat jenis ii. Nitrit iv. Pemeriksaan benda keton i. Radio-immunoassay (RIA) 2. Metode Esbach k.

Tes ini tidak memiliki sensitivitas atau spesifikasi untuk memperhitungkan tumor dengan baik. rata-rata dari perubahan waktu. Implikasi dalam klinik : a. Pada umumnya organisme gram-negative akan menghasilkan enzym yang mengubah nitrat menjadi nitrit pada urine. Hasil negatif dari pemeriksaan ini tidak selalu berarti tidak ada bakteri di dalam urin karena disebabkan beberapa faktor :  Jika urine yang akan diperiksa didiamkan semalaman. dapat diindikasikan infeksi saluran kemih. Umum : untuk memantau keadaan ketonuria b. streptococci)  Jika pasien sebelumnya mengikuti diet makanan yang mengandung nitrat. mungkin saja nitrat telah berubah menjadi nitrit  Beberapa penyebab infeksi saluran kemih adalah organisme yang tidak mengubah nitrat menjadi nitrit ( contohnya staphylococci. c. Pemeriksaan ini dapat digunakan pada pasien yang tidak menunjukan gejala. dibagi berdasarkan ukuran prostat. nilai PSA. Kecepatan PSA.Indikasi untuk pemeriksaan benda keton dalam urin : a. Jika di bawah mikroskop ditemukan bakteri >20% / hpf . Bakteri yang tidak terkontrol dapat menyebabkan penyakit ginjal yang serius b. Jika hanya terdapat beberapa bakteri saja. maka perubahan nitrat menjadi nitrit tidak dapat terjadi. Glykosuria (diabetes) c. dan bermacam-macam bentuk PSA digunakan dalam sebuah upaya untuk menyediakan sensitivitas dan kespesifikan yang lebih baik. Standart untuk . kepadatan PSA. tidak dapat langsung diindikasikan infeksi saluran kemih. Acidosis Indikasi untuk pemeriksaan nitrit dalam urin adalah untuk mengetahui adanya bakteri di dalam urine. Prostate-Specific Antigen (PSA) PSA terletak di kedua sel epitel prostatic normal dan sel karsinoma prostat.

PSA mendeteksi aggressive carcinoma. Selain itu juga bisa menunjukkan adanya hidronefrosis. walaupun ini tidak 100% akurat. Sedangkan gula darah dimaksudkan untuk mencari kemungkinan adanya penyakit diabetes mellitus yang dapat menimbulkan kelainan persarafan pada vesica urinaria. Pemeriksaan ini menyediakan tampak depan dari kantung kemih. Infeksi system urinary yang kambuh atau kronis . sama bagusnya dengan fleksibelnya alat alat fiberoptik. Cystoscopy (Cystourethroscopy) Digunakan untuk mendiagnosis dan mengobati kelainan dari sistim urinary bagian bawah.diagnosis kanker prostat. yang merupakan tanda dari suatu retensi urine. • Pemeriksaan pencitraan 1. 2. Bidang ini tampak dalam berbagai ukuran dan variasi. Indikasi pemeriksaan cytoscopy: 1. Pemeriksaan kultur urine berguna dalam mencari jenis kuman yang menyebabkan infeksi dan sekaligus menentukan sensitifitas kuman terhadap beberapa antimikroba yang diujikan. Faal ginjal diperiksa untuk mengetahui kemungkinan adanya penyulit yang mengenai saluran kemih bagian atas. divertikel kandung kemih atau adanya metastasis ke tulang dari carsinoma prostat. Sedimen urin diperiksa untuk mencari kemungkinan adanya proses infeksi atau inflamasi pada saluran kemih. Hematuria yang tidak dapat dijelaskan 2. adanya batu/kalkulosa prostat dan kadangkala dapat menunjukkan bayangan vesica urinaria yang penuh terisi urin. dan ureter. prostat. Urethroscopy merupakan bagian penting dari pemeriksaan ini. karena memberikan tampak dari kelenjar prostat. adalah dengan prostat tissue biopsy. Foto polos abdomen (BNO) BNO berguna untuk mencari adanya batu opak di saluran kemih. urethra.

Pengangkatan benda asing pada oprasi dahulu Cytoscopy dapat digunakan untuk meatotomy dan menghancurkan batu yang kecil dan benda asing dari uretra. urgency. Investigasi terhubung dengan sebuah system irigasi. Cairan yang digunakan misalnya glycine. Gejala urinary yang tidak dapat dijelaskan. Tumor kantung kemih (benigna atau malignan) 6. enuresis. Pediatric systoscopy dilakukan dengan anesthesia umum 2.3. Untuk lelaki. missal di klinik. Untuk hasil yang baik. dan penyempitan dapat diperlebar lewat cystoscope. seperti dysuria. intermittency. Semestinya. povidone-iodine. hesitancy. anastesi local sebaiknya dilakukan 5-10 menit sebelum mulai cystoscope 4. 3. meliputi. straining. atau air steril 5. ureteroscopy dapat dilakukan untuk menentukan penyebab hematuria. Klep posterior urethra. Jelly anastesi local dinaikkan sampai ke urethra. frequency. a. Genitalia eksternal dipersiapkan dengan antiseptic missal. Pertimbangan pediatric. retention 5. darah atau benda lain akan muncul di kantung kemih. ureteroceles pada wanita. Contoh biopsy dapat diperoleh. dan cairan dimasukkan ke dalam kantung kemih selama prosedur. atau di tempat urologis. Pemeriksaan dilakukan di ruangan kusus. incontinence. dan kantung kemih. Tumor kantung kemih dapat . karena lebih sulit untuk bergejolak . Infeksi yang kebal dengan pengobatan medis 4. Pada penyambungan dengan cytoscopy. ureter. untuk mendeteksi tumor dan batu. abnomaly congenital yang lain b. Prosedur 1. anastesi dimasukkan ke uretra dengan cara diapit di dekat ujung penis. fiberoptik cytoscope tidak akan menampilkan sejelas rigrid cystoscope..

Juga. Rectal Electromyogram (EMG). mannitol. Diverticula 11. dan intratest Hasil yang abnormal meliputi 1. Abnormally kapasitas kantung kemih 12. Vesicle neck stenosis 8. Urinary fistulas 9.6. terdiri dari 2 komponen utama : the cytometrogram (CMG) dan sphincter electromyogram (EMG). Ureteral reflux 7. harus digunakan. Ureterocele 10. Urethral Pressure Profile (UPP). Batu kantung kemih 4. mengidentifikasi kelainan pengosongan. atau glycin. keefektivan. Prostatitis 6. dan sphincter. Polyps 3. Hyperplasia atau hypertrophy prostat 2. Keabnormalan urethral 5. mengecek status dari hubungan neuroanatomi. Pemakaian cairan isotonic seperti sorbitol. Cystometrogram (CMG). Kanker kantung kemih 3. dan cairan dapat berpindah masuk ke system sirkulasi. dan kantung kemih. . saluran pembuluh darah dapat terbuka. Kombinasi dari CMG dan EMG akan menampilkan infirmasi mengenai bagaimana kantung kemih beradaptasi dengan keadaan saat diisi penuh. karenan saat transurethral. Ikuti petunjuk pengamatan keamanan. antara otak. spinal cord. 7. uretra. Cystourethrogram Tes ini mengevaluasi fungsi kantung kemih.

tekanan pengosongan kantung kemih. dan jumlah dari urin yang dikosongkan b. Ini diindikasikan untuk orang yang tidak terkontrol. Cystometrogram (CMG) a. Ukur residu urin. Catat rata-rata aliran urin pasien. dan kepenuhan kantung kemih. dan tabes dorsalis. Nilai rujukan Normal Cirri-ciri kantung kemih yang pehuh. dan dingin Dewasa: kapasitas kantung kenih mencapai 400-500 ml Pengosongan yang normal dan koordinasi penekanan otot Procedur 1. apakah kebelet atau tidak. Tempatkan potongan elektroda adhesive parallel di setiap sisi anus. Mengenai persepsi pasien. Buat observasi selagi CMG. Masukkan nonlatex double-lumen kateter ke dalam kantung kemih.dan bagaimana reaksinya untuk terisi sendiri. diabetes. Kantung kemih akan secara berangsur-angsur penuh dengan saline steril atau air steril atau gas CO2. Lakukan cystometrik sebagai control. berulang 20 sampai 30 menit setelah pemasukan obat . dan kemampuan untuk menahan keinginan kencing saat kontraksi kantung kemih d. Lepas kateter dan patch elektroda saat kantung kemih benar benar sudah kosong e. dysuria. luka-luka pada spinal cord. Hubungkan kateter dengan cystometer. dan ketika terdapat tanda-tanda dari neurologic disease. c. Masukkan obat anticholinergic / cholinergic untuk menentukan efeknya terhadap fungsi kantung kemih (setelah prosedur CMG) f. apakah panas atau dingin. akan ditemukan pada multiple sclerosis. dan infeksi. Dan pembacaan tekanan dibaca saat peningkatan ini. hangat. enuresis.

Pakai elektroda di samping anus. yang memiliki garis tanda untuk pemeriksaan CMG dan UPP. Urethral Pressure Profile (UPP) a. untuk mencatat tekanan sepanjang uretra saat perlahan-lahan tertarik b. ingat. tanyakan pertanyaan tentang kepenuhan kantung kemih. Kalau anak kencing di meja periksa. Sadarilah. yang dirangkaikan dengan sebuah transducer. kapan normalnya mereka merasa ingin kencing. Pasien dapat kencing di meja dengan kateter di tempat. atau anak tampak tidak nyaman. Pediatric rectal EMG : potongan elektroda akan mencatat koordinat dari eksternal sphincter dan respon dasar otot pelvis untuk terisi. Pada anak yang lebih tua. Double-lumen cateter yang sama juga digunakan. anak kencing di sekitar kateter. dan tulis tekanan di tanda titik. pediatric CMG : kantung kemih akan diisi sampai tekanan mencapai 40-60 cm dari air. atau mereka boleh kencing di special tempat yang mengukur aliran urin. Rectal electromyogram (EMG) Untuk memonitor permukaan otot pelvis untuk menahan urin di kantung kemih a. . Gunakan kateter yang didisain special. Perlahan tarik kateter. dan lampirkan dari dasar sampai ke paha. Elektroda ini mencatat aktivitas electromyografi selama kencing dan menghasilkan sebuah catatan yang serempak dari arus rata-rata urin b. pemeriksaan saat tidur dapat dilakukan dalam penyambungan dengan electroencephalogram (EEG) untuk mengevaluasi apakan seseorang mengalami nocturnal incontinence i. Pediatrik UPP : memperkirakan panjang fungsional uretra. kalau perubahan bentuk postur dari keadaan terlentang ke keadaan berdiri atau berjalan dapat menentukan saat pemeriksaan h. Tekanan ini dicatat di dalam grafik 2. dan lama waktu selama kencing. tekanan kencing. spincter akan relaksasi saat kencing (normal) 3.g. dan minta mereka untuk menahan kencing sampai benar benar tidak tahan. dan kemampuan untuk menahan kontraksi kantung kemih. sebaik kompetensi dasar dari uretra dan spincter.

4. Cystourethrogram – mengevaluasi dinding kantung kemih dan keabnormalan uretra dan tumor. dan untuk mengidentifikasi posttraumatic urin extravasation a. untuk mengidentifikasi kelainan structural. Singkirkan kateter dan ambil x-ray lagi selagi pasien kencing dan material kontras lewat uretra c. dan ketidak wajaran atau hilangnya kontraksi dari permukaan otot pelvis dan sphincter dalam ketika sedang buang air kecil. a. Kapasitas besar dengan tekanan rendah pada kantung kemih dapat mengindikasikan overdistention kronis dari kebiasaan buang air kecil yang tidak teratur. Kegagalan pemenuhan kantung kemih (Bladder noncompliance) : ketika sedang pengisian. dan untuk mengevaluasi kelainan fungsi kencing. Kepit kateter dan ambil x-ray dengan pasien yang posisinya diubah ubah b. Dapat juga digunakan untuk menafsir aliran balik dan pertakaran stress pada wanita. dan memungkinkan untuk mengganggu fungsi ginjal. Ketidakstabilan kentung kemih (hyperreflexia): saat pengisian. kantung kemih tidak meregang sebagaimana mestinya. kantung kemih tidak berkontraksi begitu saja. atau terganggunya koordinasi otot. mengubah tekanan atau kapasitas kantung kemih. VCUG dilakukan pada anak untuk menafsirkan vesicourethral reflux. Tanamkan sebuah x-ray contrast medium ke dalam kantung kemih lewat kateter. Kantung kemih yang tidak stabil dapat . sampai kantung kemih terisi. Dan biasanya dilakukan sebagai bagian sebelum mempertimbangkan untuk EMG Implikasi Klinik Hasil abnormal menunjukkan kerusakan sensoris dan sensoris. Ini terjadi ketika tekanan naik dan turun dalam gambaran sepergi ombak / gelombang saat pengisian. Pediatric cystourethrogram :jarang VCUG (voiding cystourethrograms) dilakukan bersamaan dengan EMG. b.

memperkirakan besarnya kelenjar prostat yang ditunjukkan oleh adanya indentasi prostat (pendesakan vesica urinaria oleh kelenjar prostat) atau ureter di sebelah distal yang berbentuk seperti mata kail atau hooked fish 3. spinal arachonoiditis. anticholinergic efec dari phenothiazide. Detrusor areflexia terjadi ketika detrusor relex tidak bisa ditimbulkan karena stimulasi peripheral dari otot detrusor telah terganggu. 5.asimptomatik. Penyebabnnya bisa jadi berhubungan dengan trauma. dan incontinence. Pada wanita post menopause. USG secara transrektal (Transrectal Ultrasonography = TURS) . kelainan pada ginjal maupun ureter berupa hidroureter atau hidronefrosis 2. foto setelah miksi dapat dilihat adanya residu urin 6. spinal cord birth defects. Penyebab yang paling umur dari incontinence ialah dyssynergia vesicle-sphincter. penyulit yang terjadi pada vesica urinaria yaitu adanya trabekulasi. karena luka dari syaraf motorik bagian atas atau bawah. kelembapan perineal. berulang kali tidak ada sensasi kontraksi. Dyssynergia ini diperkirakan menyebabkan incomplete emptying dari kantung kemih. c. Detrusor hyperreflexia : pasien tidak dapat menahan BAK. Urethrovesical hyperreflexia. e. menghasilkan kesulitan BAK tanpa adanya perbaikan volume yang terdapat di kantung kemih. (ganguan koordinasi otot). tekanan uretra bisa berubah karena otot pada sphincter hilang akibat estrogen f. Pielografi Intravena (IVP) Pemeriksaan IVP dapat menerangkan kemungkinan adanya: 1. buang air kecil yang tidak wajar. urgensi. atau sakulasi vesica urinaria 4. diabetic neropathy. d. dan predisposisi dari infeksi saluran kemih. tapi biasanya pasien mengalami frekuensi. divertikel. dan dorongan stress. disebabkan oleh hypertrophy prostatic benigna.

dan divertikel. Pemeriksaan Sistografi Dilakukan apabila pada anamnesis ditemukan hematuria atau pada pemeriksaan urine ditemukan mikrohematuria. tumor. • Bilateral mild hidronefrosis: meningkatnya tekanan di pyelum dan di calyx akibat urin yang tidak keluar.5 cm) : terjadi pembesaran prostat • • 7. adanya kemungkinan pembesaran prostat maligna. atau batu radiolusen di dalam vesica. 8. serta mencari kelainan lain yang mungkin ada di dalam vesica urinaria seperti batu. MRI atau CT jarang dilakukan Digunakan untuk melihat pembesaran prostat dengan bermacam – macam potongan. • Pemeriksaan Lain 1. . menentukan volume vesica urinaria dan jumlah residual urine. Selain itu juga memberi keterangan mengenai basar prostat dengan mengukur panjang uretra pars prostatika dan melihat penonjolan prostat ke dalam uretra.Untuk mengetahui besar atau volume kelenjar prostat. Sistografi dapat memberikan gambaran kemungkinan tumor di dalam vesica urinaria atau sumber perdarahan dari atas bila darah datang dari muara ureter. sebagai petunjuk untuk melakukan biopsi aspirasi prostat. Renal Sonogram Renal sonogram adalah tes yang noninvasive digunakan untuk melihat bagian parenkim dari ginjal dan struktur nya termasuk juga pembuluh darah yang terdapat di ginjal. Prosedur ini sering digunakan setelah melakukan IVP (Intravenous Pyelogram) untuk menemukan dan menggolongkan massa dari lesi dan penyebab dari penyakit ginjal. Bladder is full : penuh karena urin tidak dapat keluar sehingga terus tertahan di bladder Prostate enlargement 6 x 5 x 5 cm ( normal = 3 x 4 x 2.

Test ini digunakan untuk memonitoring status ginjal setelah transplantasi. Massa yang solid c. Scan dapat dilakukan bila pasien dalam posisi decubitus. Beritahu pada pasien agar menarik nafas sedalam mungkin untuk memudahkan melihat ginjal bagian atas. Renal sonografi adalah tes yang digunakan untuk mengevaluasi kemungkinan hidronephrosis pada kelainan sumsum tulang belakang. Adanya kista b. Penggunaan dalam klinik : 1. Berikan minyak atau gel penahan panas pada kulit pasien 3. letak dan struktur internal pada ginjal yang disfungsi . 4. Pola yang abnormal dapat mengindikasikan : a. Hydronephrosis d. Cara kerja : 1. Hasil dapat memberikan informasi ukuran. Total pemeriksaan adalah 15 -30 menit.Suara ultrasonic ginjal dapat menandakan keadaan ginjal pasien dengan hipersensitivitas terhadap iodine. Normal : Pola foto yang normal mengindikasikan ukuran dan posisi ginjal yang normal serta aliran pembuluh darah ginjal yang normal.dan mengevaluasi proses pada kondisi yang kronis. Gangguan pada urether 2. Pasien diminta untuk berbaring di ranjang pemeriksaan. 2.

Hasil juga dapat digunakan untuk memonitor perkembangan ginjal pada anak dengan congenital hydronephrosis. 4. 4. polycystic kidney. Renogram Renogram dapat digunakan oleh orang dewasa atau anak kecil untuk mengetahui fungsi ginjal dan mendeteksi parenchyma ginjal atau penyakit pembuluh darah atau kegagalan dalam ekskresi. Untuk mengevaluasi peningkatan infeksi saluran kemih. Tes ini lebih aman daripada mengulang tes IVP. . Normal : Aliran darah ginjal kanan dan kiri harus sama. 5. Untuk membedakan solid lesions dan cystic lesions 2. Untuk mengetahui hipertensi pasien untuk mengetahui renal artheri stenosis dengan menggunakan captopril. Radiopharmaceutical Tc mertiatide (MAG-3) adalah suatu pilihan untuk mengevaluasi hidronephrosis. trauma ginjal. Untuk mendeteksi adanya penyakit ginjal unilateral 2. Dalam 10 menit. 6. Untuk memfollow up hydroureternonephrosis 3. Hasil dapat membedakan antara bilateral hydronephrosis. kerusakan dan pengurangan fungsi ginjal. Untuk mempelajari keadaan pasien tidak mungkin dilakukan ketika pasien melakukan kateterisasu urethra 5. Kumpulan cairan perirenal merupakan komplikasi dari transplantasi. 50 % dari radiopharmaceutical harus dapat diekskresikan. Indikasi : 1.3. dan infeksi saluran kemih. dan tahap awal akhir dari glomerulonephritis atau pyelonephritis.

Lakukan pemerikasaan total kurang lebih 45 menit secara rutin Bila jumlahnya abnormal diindikasikan : a. Gagal ginjal d. Cara kerja . Kegagalan transplantasi ginjal g. Hipertensi b. Kencing batu atau tumor c. laju pancaran melemah .daya kontraksi otot detrusor • • tekanan intravesica resistensi uretra Angka normal laju pancaran urin ialah 10-12 ml/detik dengan puncak laju pancaran mendekati 20 ml/detik. Uroflowmetri Untuk mengukur laju pancaran urin miksi. Pasien dalam keadaan duduk atau terlentang pada posisi supine 2. Tidak ada suplai darah ke ginjal f. Mulai pengamatan setelah penyuntikan 4. Suntikan radiopharmaceutical secara IV dengan diuretic (furosemide [Laxic]) atau angiotensin converting enzyme (ACE) inhibitor (captopril) 3. 1. Penurunan fungsi ginjal e. Laju pancaran urin ditentukan oleh : .6. Pada anak-anak khususnya bayi laki-laki infeksi saluran kemih 3. Untuk menafsirkan ketepatan transplantasi ginjal. Pada obstruksi ringan.

Untuk membedakan kedua hal tersebut dilakukan pemeriksaan tekanan pancaran dengan menggunakan Abrams-Griffiths Nomogram. Sisa urin lebih dari 100 cc biasanya dianggap sebagai batas indikasi untuk melakukan intervensi pada penderita prostat hipertrofi. Dengan cara ini maka sekaligus tekanan intravesica dan laju pancaran urin dapat diukur. Pemeriksaan Tekanan Pancaran (Pressure Flow Studies) Pancaran urin melemah yang diperoleh atas dasar pemeriksaan uroflowmetri tidak dapat membedakan apakah penyebabnya adalah obstruksi atau daya kontraksi otot detrusor yang melemah.menjadi 6 – 8 ml/detik dengan puncaknya sekitar 11 – 15 ml/detik. 5.11 DIAGNOSIS BANDING Penyakit insidensi Ca prostat • 50% pada pria 70 thn keatas dan 90 thn keatas Kulit hitam petani.3. Pada orang normal sisa urin biasanya kosong.6.8. sedang pada retensi urin total sisa urin dapat melebihi kapasitas normal vesika. dapat pula dilakukan dengan membuat foto post voiding pada waktu membuat IVP.10. Pemeriksaan Volume Residu Urin Volume residu urin setelah miksi spontan dapat ditentukan dengan cara sangat sederhana dengan memasang kateter uretra dan mengukur berapa volume urin yang masih tinggal atau ditentukan dengan pemeriksaan ultrasonografi setelah miksi. pelukis dan pemaparan kadmium Diet tinggi Striktur urethra • Pria wanita > Bladder stenosis neck vesicolithiasis • • etiologi • • Kelainan • hipertro • obstruksi . 4. Semakin berat derajat obstruksi semakin lemah pancaran urin yang dihasilkan.

epispadia Trauma pelvis Post operasi Infeksi • Gejala klinik • • • • • PP • Kalau terasa kencing tidak mau cepat keluar dan harus mengedan Pancaran kencing lemah Setelah kencing terasa masih ada sisa Frekuensi kencing sering Sakit ketika buang air kencing dan sering kencing malam PSA • • • • • • • • Weak stream dan bercabang Frekuensi meningkat Urgensi Dysuria Inkontinen sia Urin menetes Penis membengk ak Retensi urine • fi otot bawaan (penyak it Marion atau sans prostati sm prostat) fibrosis jaringan dari leher kandun g kemih (sebuah akibat dari prostatit is kronis Kesulita n buang air kecil. dapat diatasi dengan cara menged an • • • • kelenjar prostat membesar striktur urethra neurogeni k bladder benda asing. . misalnya kateter shistomya sis • • • • • • • • Urin dan • Dapat tanpa keluhan Sakit saat kencing Lokasi nyeri di pangkal penis atau suprapubis Hematuri pada akhir kencing Dysuria Frekuensi meningkat Aliran urin berhenti mendadak jika ostium urethra interna tertutup batu Darah.• lemak Testoteron tinggi • • • • congenital Operasi rekonstruk si dari kelainan kongenital seperti hipospadia.

maka pengobatan gejala klinik ditujukan untuk : 1. Mengingat gejala klinik hiperplasia prostat disebabkan oleh 3 faktor yaitu pembesaran kelenjar periuretral. Melebarkan uretra pars prostatika. Mengurangi tonus leher vesika. dan berkurangnya kekuatan detrusor. menurunnya elastisitas leher vesika.• • Colok dubur USG prostat • • • • • pencegahan • • • penatalaksa naan • • • • • Hindari makanan berlemak Banyak makan tomat dan kacangkacangan Jangan merokok Terapi hormon Kemoterap i prostatekto mi Radioterap i Operasi • • • kultur urin Ureum dan kreatinin Uroflowme tri Uretrografi Memasuka n kateter Uretroskop i Menghinda ri trauma Hati-hati dalam pemasanga n kateter Menghinda ri ISK Bougie Uretrotom i interna Uretrotom i eksterna • • • • • • urin Foto polos IVP PV USG Sistokopi • • • • • Litotripsi SECTIO ALTA PENATALAKSANAAN BPH Terapi sedini mungkin sangat dianjurkan untuk mengurangi gejala. otot polos prostat dan kapsul prostat 3. Meskipun demikian pada dekade terakhir dikembangkan pula beberapa terapi non-bedah yang mempunyai keunggulan kurang invasif dibandingkan dengan terapi bedah. meningkatkan kualitas hidup dan menghindari komplikasi akibat obstruksi yang berkepanjangan.11 . Tindakan bedah masih merupakan terapi utama untuk hiperplasia prostat (lebih dari 90% kasus). menambah kekuatan detrusor 7. Menghilangkan atau mengurangi volume prostat 2.

TUR P 2. yaitu : keluhan ringan yang tidak mengganggu aktivitas seharihari. Pasien hanya diberi penjelasan mengenai sesuatu hal yang mungkin dapat memperburuk keluhannya. TULP (laser) Terapi Konservatif Non Operatif 1. Beberapa guidelines masih menawarkan watchful waiting pada pasien BPH bergejala dengan skor sedang (IPSS 8-19). Pilihan tanpa terapi ini ditujukan untuk pasien BPH dengan skor IPSS dibawah 7. TUIP 3. atau tindakan endourologi yang kurang invasif. Setiap 3 bulan lakukan kontrol keluhan (sistem skor). Hal ini dapat dicapai dengan cara medikamentosa. Pilihan Terapi pada Hiperplasi Prostat Benigna7 Observasi Watchfull waiting Medikamentosa Penghambat adrenergik α Penghambat reduktase α Fitoterapi Hormonal Operasi Invasif Minimal TUMT Prostatektomi terbuka TUBD Endourologi 1. Observasi (Watchful waiting) Biasanya dilakukan pada pasien dengan keluhan ringan. Pasien dengan keluhan sidang hingga berat (ipss >7) pancaran urine melemah (Qmax < 12mL/detik). Jangan banyak minum dan mengkonsumsi kopi atau alcohol setelah makan malam . pembedahan. dan terdapat pembesaran prostat > 30gram tentunya tidak banyak memberikan respon terhadap watchful waiting. mengurangi minum kopi. sisa kencing dan pemeriksaan colok dubur. dan tidak diperbolehkan minuman alkohol agar tidak sering miksi. Nasihat yang diberikan adalah mengurangi minum setelah makan malam untuk mengurangi nokturia. menghindari obatobatan dekongestal (parasimpatolitik).5 Artinya pasien tidak mendapatkan terapi apapun tetapi perkembangan penyakitnya keadaannya tetap diawasi oleh dokter.Tujuan terapi pada pasien hiperplasia prostat adalah menghilangkan obstruksi pada leher vesica urinaria.misalnya a.

terazosin. Obat-obatan golongan ini memberikan perbaikan laju pancaran urine. sehingga efek sistemik yang tak diinginkan dari pemakai obat ini dapat dikurangi. dan alfuzosin. doksazosin. Obat Penghambat Enzim 5 Alpha Reduktase Obat yang dipakai adalah finasterid (proskar) dengan dosis 1x5 mg/hari. Batasi penggunaan obat-obat influenza yang mengandung fenilpropanolamin d. Penggunaan antagonis alpha 1 adrenergik untuk mengurangi obstruksi pada vesica tanpa merusak kontraktilitas detrusor. Seperti diketahui di dalam otot polos prostat dan leher vesica banyak terdapat reseptor alpha adrenergik. Obat-obat ini juga memberi penyulit hipotensi. lemas. biasanya pasien mulai merasakan berkurangnya keluhan dalam waktu 1-2 minggu setelah pemakaian obat. Namun obat ini bekerja lebih lambat daripada golongan alpha blocker . 2. maupun volume residual urine. pemeriksaan laju pancaran urine. Setiap 6 bulan pasien diminta untuk datang control dengan ditanya dan diperiksa tentang perubahan keluhan yang dirasakan. dan meskipun sangat jarang bisa terjadi ejakulasi retrograd.b. mungkin perlu dipikirkan untuk memilih terapi yang lain.2-0. Medikamentosa Tujuan terapi medikamentosa adalah untuk: 1. mengurangi resistensi leher buli-buli dengan obat-obatan golongan α blocker (penghambat alfa adrenergik) 2. Obat golongan ini dapat menghambat pembentukan dehidrotestosteron sehingga prostat yang membesar dapat mengecil. Kurangi makanan pedas dan asin e. Jika keluhan miksi bertambah jelek dari sebelumnya.4 mg/hari. Jangan menahan kencing terlalu lama. Obat penghambat alpha adrenergik yang lebih selektif terhadap otot polos prostat yaitu α1a (tamsulosin). menurunkan volume prostat dengan cara menurunkan kadar hormon testosteron/dehidrotestosteron (DHT) Obat Penghambat adrenergik α Dasar pengobatan ini adalah mengusahakan agar tonus otot polos di dalam prostat dan leher vesica berkurang dengan menghambat rangsangan alpha adrenergik. Obat-obatan yang sering digunakan prazosin. pusing. Kurangi konsumsi makan atau minuman yang menyebabkan iritasi pada buli-buli (kopi atau cokelat) c. Dosis dimulai 1 mg/hari sedangkan dosis tamzulosin 0. IPSS. menurunkan sisa urine dan mengurangi keluhan. mual.

hematuri. batu saluran kemih.5 3. Retropubic infravesica (Terence Millin) Keuntungan : • • • Tidak ada indikasi absolut.1. Keduanya. baik untuk adenoma yang besar pada subservikal Mortaliti rate rendah Langsung melihat fossa prostat . 3. Fitoterapi yang digunakan untuk pengobatan BPH adalah Serenoa repens atau Saw Palmetto dan Pumpkin Seeds. terutama Serenoa repens semakin diterima pemakaiannya dalam upaya pengendalian prostatisme BPH dalam konteks “watchfull waiting strategy”. 4. Mekanisme kerja obat diduga kuat: • • menghambat aktivitas enzim 5 alpha reduktase dan memblokir reseptor androgen bersifat antiinflamasi dan anti oedema dengan cara menghambat aktivitas enzim cyclooxygenase dan 5 lipoxygenase. Salah satu efek samping obat ini adalah melemahkan libido dan ginekomastia. a.dan manfaatnya hanya jelas pada prostat yang sangat besar. Saw Palmetto menunjukkan perbaikan klinis dalam hal: • • • • frekuensi nokturia berkurang aliran kencing bertambah lancar volume residu di kandung kencing berkurang gejala kurang enak dalam mekanisme urinaria berkurang.4. Terapi Operatif Tindakan operasi ditujukan pada hiperplasi prostat yang sudah menimbulkan penyulit tertentu antara lain: retensi urin. infeksi saluran kemih. Tindakan operasi yang dilakukan adalah operasi terbuka atau operasi endourologi transuretra. kelainan pada saluran kemih bagian atas.12 Fitoterapi Merupakan terapi alternatif yang berasal dari tumbuhan. atau keluhan LUTS yang tidak menunjukkan perbaikan setelah menjalani pengobatan medikamentosa.

Kerugian : . bladder neckstenosis 4%) Inkontinensia (<1%) Perdarahan Epididimo orchitis Recurent (10 – 20%) Carcinoma Ejakulasi retrograde Impotensi Fimosis . batu ureter distal. osteitis pubis. adanya sistostomi.• • • Dapat untuk memperbaiki segala jenis obstruksi leher buli Perdarahan lebih mudah dirawat Tanpa membuka vesika sehingga pemasangan kateter tidak perlu selama bila membuka vesika Kerugian : • • • • • Dapat memotong pleksus santorini Mudah berdarah Dapat terjadi osteitis pubis Tidak bisa untuk BPH dengan penyulit intravesikal Tidak dapat dipakai kalau diperlukan tindakan lain yang harus dikerjakan dari dalam vesika Komplikasi : perdarahan. infeksi. kerusakan sphingter eksterna minimal. thrombosis a. Suprapubic Transvesica/TVP (Freeyer) Keuntungan : • • • Baik untuk kelenjar besar Banyak dikerjakan untuk semua jenis pembesaran prostat Operasi banyak dipergunakan pada hiperplasia prostat dengan penyulit : batu buli. divertikel.2.Memerlukan pemakain kateter lebih lama sampai luka pada dinding vesica sembuh • • • • Sulit pada orang gemuk Sulit untuk kontrol perdarahan Merusak mukosa kulit Mortality rate 1 -5 % Komplikasi : • • • • • • • • • Striktura post operasi (uretra anterior 2 – 5 %. uretrokel. retropubik sulit karena kelainan os pubis.

• Deep venous trombosis a. efektif dan berhasil guna.7.6.3. Kelebihan air dapat menyebabkan terjadinya hiponatremia relatif atau gejala intoksikasi air atau dikenal dengan sindroma TUR P. Cairan yang sering dipakai dan harganya cukup murah adalah H2O steril (aquades). bisa terjadi ejakulasi retrograd dan pada sebagaian kecil dapat mengalami impotensi. Metode ini cukup aman. Evaluasi ini berperan selektif dalam penentuan perlu tidaknya dilakukan TUR. dan terdapat bradikardi. Reseksi kelenjar prostat dilakukan trans-uretra dengan mempergunakan cairan irigan (pembilas) agar supaya daerah yang akan direseksi tetap terang dan tidak tertutup oleh darah. Hasil terbaik diperoleh pasien yang sungguh membutuhkan tindakan bedah. yang dimaksudkan agar tidak terjadi hantaran listrik pada saat operasi. kesadaran somnolen.Trans Urethral Resection of the Prostate (TURP) Yaitu reseksi endoskopik malalui uretra.8. Jaringan perifer ditinggalkan bersama kapsulnya. Untuk keperluan tersebut. Prostatektomi Endourologi b.1011 b. Jaringan yang direseksi hampir seluruhnya terdiri dari jaringan kelenjar sentralis. . Saat ini tindakan TUR P merupakan tindakan operasi paling banyak dikerjakan di seluruh dunia. Sindroma ini ditandai dengan pasien yang mulai gelisah. Transperineal Keuntungan : • • • • Dapat langssung pada fossa prostat Pembuluh darah tampak lebih jelas Mudah untuk pinggul sempit Langsung biopsi untuk karsinoma Kerugian : • • • • • Impotensi Inkontinensia Bisa terkena rektum Perdarahan hebat Merusak diagframa urogenital 3. evaluasi urodinamik sangat berguna untuk membedakan pasien dengan obstruksi dari pasien non-obstruksi. Cairan yang dipergunakan adalah berupa larutan non ionik.1. tekanan darah meningkat. Salah satu kerugian dari aquades adalah sifatnya yang hipotonik sehingga cairan ini dapat masuk ke sirkulasi sistemik melalui pembuluh darah vena yang terbuka pada saat reseksi.

Pasca bedah dini: perdarahan. ejakulasi retrograd. .Jika tidak segera diatasi. Keuntungan : • • • • • Luka incisi tidak ada Lama perawatan lebih pendek Morbiditas dan mortalitas rendah Prostat fibrous mudah diangkat Perdarahan mudah dilihat dan dikontrol Kerugian : • • • • • • • Teknik sulit Resiko merusak uretra Intoksikasi cairan Trauma sphingter eksterna dan trigonum Tidak dianjurkan untuk BPH yang besar Alat mahal Ketrampilan khusus Komplikasi: . sindrom TURP. infeksi lokal atau sistemik . Angka mortalitas sindroma TURP ini adalah sebesar 0. antara lain adalah cairan glisin. membatasi jangka waktu operasi tidak melebihi 1 jam.Pada hiperplasia prostat yang tidak begitu besar dan pada pasien yang umurnya masih muda umumnya dilakukan metode tersebut atau incisi leher buli-buli atau bladder neck incision (BNI) pada jam 5 dan 7. sayatan dimulai dari dekat muara ureter sampai dekat ke verumontanum dan harus cukup dalam sampai tampak kapsul prostat.Trans Urethral Incision of Prostate (TUIP) Metode ini di indikasikan untuk pasien dengan gejala obstruktif. pasien akan mengalami edema otak yang akhirnya jatuh dalam keadaan koma dan meninggal. Terapi ini juga dilakukan secara endoskopik yaitu dengan menyayat memakai alat seperti yangg dipakai pada TUR P tetapi memakai alat pemotong yang menyerupai alat penggaruk. dan perforasi . tetapi ukuran prostatnya mendekati normal.2.Selama operasi: perdarahan. disfungsi ereksi.Pasca bedah lanjut: inkontinensia. dan striktura uretra. Karena itu untuk mengurangi timbulnya sindroma TUR P dipakai cairan non ionik yang lain tetapi harganya lebih mahal daripada aquades. dan memasang sistostomi suprapubik untuk mengurangi tekanan air pada buli-buli selama reseksi prostat.99%. b.

b.8. Invasif Minimal 1.6. Waktu operasi lebih cepat 4. Trans Urethral Microwave Thermotherapy (TUMT) Cara memanaskan prostat sampai 44. Keuntungan bedah laser ialah : 1. Teknik lebih sederhana 3. sedang pengobatan dengan TUMT dan TURF belum dapat memberikan hasil yang sebaik dengan operasi maka dicoba cara operasi yang dapat dilakukan hampir tanpa perdarahan. Waktu yang diperlukan untuk melaser prostat biasanya sekitar 2-4 menit untuk masing-masing lobus prostat (lobus lateralis kanan. kiri dan medius). Resiko impotensi tidak ada 7. Lama tinggal di rumah sakit lebih singkat 5. Resiko ejakulasi retrograd minimal Kerugian : Penggunaan laser ini masih memerlukan anestesi (regional).Trans Urethral Laser of the Prostate (Laser prostatectomy) Oleh karena cara operatif (operasi terbuka atau TUR P) untuk mengangkat prostat yang membesar merupakan operasi yang berdarah.11 3. Tidak memerlukan terapi antikoagulan 6. yang kemudian masih akan diikuti efek ablasi ikutan yang akan menyebabkan “laser nekrosis” lebih dalam setelah 4-24 minggu sehingga hasil akhir nanti akan terjadi rongga didalam prostat menyerupai rongga yang terjadi sehabis TUR.5°C – 47°C ini mulai diperkenalkan dalam tiga tahun terakhir ini. lanjut . Tidak menyebabkan perdarahan sehingga tidak mungkin terjadi retensi akibat bekuan darah dan tidak memerlukan transfusi 2. sehingga uretra pars prostatika akan segera menjadi lebih lebar.Kelebihan dari metode ini adalah lebih cepat daripada TUR dan menurunnya kejadian ejakulasi retrograde dibandingkan dengan cara TUR.3. Pada waktu ablasi akan ditemukan pop corn effect sehingga tampak melalui sistoskop terjadi ablasi pada permukaan prostat. selain itu juga akan menurunkan tonus otot polos dan kapsul prostat sehingga tekanan uretra menurun sehingga obstruksi berkurang. Dikatakan dengan memanaskan kelenjar periuretral yang membesar ini dengan gelombang mikro (microwave) yaitu dengan gelombang ultarasonik atau gelombang radio kapasitif akan terjadi vakuolisasi dan nekrosis jaringan prostat.

Kapsul prostat diregangkan 2. Stent Urethra Pada hakekatnya cara ini sama dengan memasang kateter uretra. Untuk memasangnya. tidak invasif dan mekanisme ejakulasi dapat dipertahankan. Cara ini mempunyai prospek yang baik guna mencapai tujuan untuk menghasilkan prosedur dengan perdarahan minimal. Keuntungan lain oleh karena kateter yang ada alat pemanasnya mempunyai lumen sehingga pemanasan bisa lebih lama. 2. 4. . panjang uretra pars prostatika diukur dengan USG dan kemudian dipilih alat yang panjangnya sesuai. Bentuk stent ada yang spiral dibuat dari logam bercampur emas yang dipasang diujung kateter (Prostacath). Dengan proses pendindingan ini memang mucosa tidak rusak tetapi penetrasi juga berkurang. Tonus otot polos prostat dihilangkan dengan penekanan tersebut 3. Trans Urethral Needle Ablation (TUNA) Yaitu dengan menggunakan gelombang radio frekuensi tinggi untuk menghasilkan ablasi termal pada prostat. hanya saja kateter tersebut dipasang pada uretra pars prostatika. Cara TURF (trans Uretral Radio Capacitive Frequency) memancarkan gelombang “radio frequency” yang panjang gelombangnya lebih besar daripada tebalnya prostat juga arah dari gelombang radio frequency dapat diarahkan oleh elektrode yang ditempel diluar (pada pangkal paha) sehingga efek panasnya dapat menetrasi sampai lapisan yang dalam. Cara kerja TUMT ialah antene yang berada pada kateter dapat memancarkan microwave kedalam jaringan prostat. Prostat di tekan Mekanismenya : menjadi dehidrasi sehingga lumen uretra melebar. efektifitasnya serta side efek yang mungkin timbul.mengenai cara kerja dasar klinikal. Reseptor alpha adrenergic pada leher vesika dan uretra pars prostatika dirusak 3. Trans Urethral Ballon Dilatation (TUBD) Dilatasi uretra pars prostatika dengan balon ini mula-mula dikerjakan dengan jalan melakukan commisurotomi prostat pada jam 12. Stents ini digunakan sebagai protesis indwelling permanen yang ditempatkan dengan bantuan endoskopi atau bimbingan pencitraan.00 dengan jalan melalui operasi terbuka (transvesikal). 1. dan selama pemanasan urine tetap dapat mengalir keluar. Oleh karena temperatur pada antene akan tinggi maka perlu dilengkapi dengan surface costing agar tidak merusak mucosa ureter.

dapat dengan hanya dilakukan watchful waiting. Obat ini mempengaruhi komponen epitel prostat. Terapi paling akhir yang dilakukan adalah operasi. Batu buli-buli. Untuk pasien dengan gejala ringan (symptom score 0-7). akan tetapi beberapa pasien ada yang mengalami perbaikan gejala secara spontan (2). Besarnya risiko BPH menjadi lebih berat dan munculnya komplikasi tidak dapat ditentukan pada terapi ini. Indikasi absolut dilakukan operasi adalah (2): Retensi urin berulang (berat). yang merupakan alternatif sementara apabila kondisi penderita belum memungkinkan untuk mendapatkan terapi yang lebih invasif. Terapi Kombinasi Terapi kombinasi antara penghambat alfa dan penghambat 5α-Reduktase memperlihatkan bahwa penurunan symptom score dan peningkatan aliran urin hanya ditemukan pada pasien yang mendapatkan hanya Terazosin. Komponen yang berperan dalam mengecilnya prostat dan leher buli-buli secara primer diperantarai oleh reseptor α1a. Divertikula buli-buli. 2. Penelitian terapi kombinasi tambahan sedang . Pemasangan stent ini merupakan cara mengatasi obstruksi infravesikal yang juga kurang invasif. Penghambat alfa dapat diklasifikasikan berdasarkan selektifitas reseptor dan waktu paruhnya (2). Insufisiensi ginjal.7.11 Terapi Ada beberapa pilihan terapi pasien BPH. sehingga pasien dengan gejala BPH ringan menjadi lebih berat tidak dapat dihindarkan. Gross hematuria berulang. yaitu retensi urin yang gagal dengan pemasangan kateter urin sedikitnya satu kali. Infeksi saluran kencing berulang.lalu alat tersebut dimasukkan dengan kateter pendorong dan bila letak sudah benar di uretra pars prostatika maka spiral tersebut dapat dilepas dari kateter pendorong. Medikamentosa 1. dimana terapi spesifik dapat diberikan untuk pasien kelompok tertentu. B. guna melihat efek maksimal terhadap ukuran prostat (reduksi 20%) dan perbaikan gejala-gejala (2). Penghambat 5α-Reduktase (5α-Reductase inhibitors) Finasteride adalah penghambat 5α-Reduktase yang menghambat perubahan testosteron menjadi dihydratestosteron. Penghambatan terhadap alfa telah memperlihatkan hasil berupa perbaikan subjektif dan objektif terhadap gejala dan tanda (sing and symptom) BPH pada beberapa pasien. A. Penghambat alfa (alpha blocker) Prostat dan dasar buli-buli manusia mengandung adrenoreseptor-α1. Watchful waiting Watchful waiting merupakan penatalaksanaan pilihan untuk pasien BPH dengan symptom score ringan (0-7). dan prostat memperlihatkan respon mengecil terhadap agonis.8. 3. Dianjurkan pemberian terapi ini selama 6 bulan. yang menghasilkan pengurangan ukuran kelenjar dan memperbaiki gejala. 2.

Retrograde ejakulasi terjadi pada 25% pasien (2).berlangsung (2). Open simple prostatectomy Jika prostat terlalu besar untuk dikeluarkan dengan endoskopi. 4. Sindroma TUR jarang terjadi. Sedikit jaringan untuk pemeriksaan patologi. Open prostatectomy dapat dilakukan dengan pendekatan suprapubik ataupun retropubik (2). Operasi konvensional 1. Laser Dua sumber energi utama yang digunakan pada operasi dengan sinar laser adalah Nd:YAG dan holomium:YAG (2). Pasien dengan keadaan ini lebih mendapat keuntungan dengan insisi prostat. D. Keuntungan operasi dengan sinar laser adalah (2): 1. Hyperthermia Hipertermia dihantarkan melaluli kateter transuretra. batu buli-buli dan pada posisi litotomi tidak memungkinkan. 4. Dapat mengobati pasien yang sedang menggunakan antikoagulan. Dapat dilakukan out patient procedure. Kelenjar lebih dari 100 gram biasanya dipertimbangkan untuk dilakukan enukleasi. menghasilkan cekungan pada uretra pars prostatika. Terapi minimal invasif 1. Prosedurnya lebih lama dari TUR (2). Lebih iritatif. 4. 3. Transurethral electrovaporization of the prostate Transurethral electrovaporization of the prostate menggunakan resektoskop. impoten (5-10%) dan inkotinensia urin (<1%). 2. Risiko TURP adalah antara lain ejakulasi retrograde (75%). 3. Transurethral incision of the prostate Pasien dengan gejala sedang dan berat. Prosedur ini lebih cepat dan kurang menyakitkan dibandingkan TURP. Fitoterapi Fitoterapi adalah penggunaan tumbuh-tumbuhan dan ekstrak tumbuh-tumbuhan untuk tujuan medis. Kerugian operasi dengan laser (2): 1. Penggunaan fitoterapi pada BPH telah popular di Eropa selama beberapa tahun. C.>(2). 2. Transurethral resection of the prostate (TURP) Sembilan puluh lima persen simpel prostatektomi dapat dilakukan melalui endoskopi. Kehilangan darah minimal. Umumnya dilakukan dengan anastesi spinal dan dirawat di rumah sakit selama 1-2 hari. 2. Open prostatectomy juga dilakukan pada BPH dengan divertikulum buli-buli. 3. prostat yang kecil sering terjadi hiperplasia komisura posterior (menaikan leher buli-buli). Pemasangan keteter postoperasi lebih lama. 2. Mekanisme kerja fitoterapi tidak diketahui. Arus tegangan tinggi menyebabkan penguapan jaringan karena panas. efektifitas dan keamanan fitoterapi belum banyak diuji (2). 3. Perbaikan symptom score dan aliran urin dengan TURP lebih tinggi dan bersifat invasif minimal. Bagian alat lainnya mendinginkan . Biaya besar(2) . maka enukleasi terbuka diperlukan.

a reduction of BPH progression to acute urinary retention and surgery has been noted in patients with larger prostates.41 DHT binds to androgen receptors in prostate cell nuclei and promotes proliferation. asthenia. which in turn inhibits production of DHT. and silodosin. Teknik ini jarang digunakan sekarang ini (2). alat pendingin tidak diperlukan (2). 7.mukosa uretra. and nasal congestion. Untrasound probe ditempatkan pada rektum (2). Pharmacologic Management BPH  Alpha adrenergic receptor blockers o (technically α1-adrenergic receptor antagonists) are the most common choice for initial therapy in the USA and Europe. terazosin. Transurethal needle ablation of the prostate Transurethal needle ablation of the prostate menggunakan kateter khusus yang akan melaluli uretra (2). All five are equally effective but have slightly different side effect profiles. Transurethral balloon dilation of the prostate Balon dilator prostat ditempatkan dengan kateter khusus yang dapat melebarkan fossa prostatika dan leher buli-buli. Type I is present primarily in extraprostatic tissues such as skin and liver. Intraurethral stents Intraurethral stents adalah alat yang ditempatkan pada fossa prostatika dengan endoskopi dan dirancang untuk mempertahankan uretra pars prostatika tetap paten (2). The a1a-receptor subtype is the most dominant in the prostate o Alpha blockers used for BPH include doxazosin. Lebih efektif pada prostat yang ukurannya kecil (<40>3). . o There are 3 subtypes of the a1-adrenergic receptor. There are 2 isoenzymes of 5areductase. o Side effects include decreased libido and ejaculatory or erectile dysfunction. o The old drugs phenoxybenzamine and prazosin are not recommended. dizziness. a1b-. o 5a-Reductase converts testosterone to dihydrotestosterone (DHT). alfuzosin. thus decreasing the blockage of urine flow. High Intensity focused ultrasound High Intensity focused ultrasound berarti melakukan ablasi jaringan dengan panas. although type II is found within the prostate. and a1dreceptors. the a1a-. 4. tamsulosin. 5. A reduction of DHT should therefore inhibit prostate growth and instead lead to apoptosis and a reduction in prostate size o When used together with alpha blockers. ejaculatory problems. a hormone responsible for enlarging the prostate. 6. o Side effects from treatment with a1-adrenergic receptor blockers include orthostatic hypotension. o Alpha blockers relax smooth muscle in the prostate and the bladder neck. o These medications inhibit 5a-reductase. Namun jika suhu lebih rendah dari 45°C.  The 5α-reductase inhibitors o Finasteride and dutasteride are another treatment option.

especially in combination with alpha blockers. terazosin. intense local pain and general symptoms. such as a broad-spectrum penicillin. o For initial therapy. may be administered. o The patient should then be reassessed and antibiotics continued only if cultures are positive or the patient reports positive effects from the treatment. levofloxacin is active against Gram-positive and ‘atypical’ pathogens. o In chronic bacterial prostatitis and in inflammatory CPPS. such as ciprofloxacin and levofloxacin. o The combination of an a-adrenergic receptor blocker and PDE-5 inhibitor has also been assessed for the potential of an additive effect o Prostatitis  Antibiotics o Acute bacterial prostatitis can be a serious infection with fever.  Other oral medication o The α-blocker. o Urodynamic studies have shown increased urethral closing pressure in patients with chronic prostatitis. antiproliferative effects. their generally good safety profile. They should not even be handled by pregnant women because of the risk of absorption o 5ARIs may reduce a patient’s PSA level approximately 50% after taking them for 6 months or more  Antimuscarinics o Because many of the symptoms associated with BPH are the same as those caused by overactive bladder (OAB). these regimens may be combined with an aminoglycoside. improved pelvic blood flow. In addition. trachomatis and genital mycoplasmas. are considered drugs of choice because of their favourable pharmacokinetic properties (33) (IIbB). and an effect on afferent sensory nerve signaling from the prostate or bladder. o They act by decreasing acetylcholine effects on the smooth muscle of the bladder. o Such as tolterodine may also be used. and antibacterial activity against Gram-negative pathogens. a thirdgeneration cephalosporin or a fluoroquinolone. antibiotics should be given for 2 weeks after the initial diagnosis. Parenteral administration of high doses of bactericidal antibiotics.These medications are contraindicated in children and pregnant women. such as C. Relatively high doses are needed and oral therapy is preferred. In less severe cases. . including Pseudomonas aeruginosa.  Sildenafil citrate (PDE-5 Inhibitors) o Proposed mechanisms for the ability of PDE-5 inhibitors to improve LUTS include prostatic smooth muscle relaxation. a fluoroquinolone may be given orally for 10 days. o Fluoroquinolones. o A combination treatment of α-blockers and antibiotics is reported to have a higher cure rate than antibiotics alone in inflammatory CPPS (Type IIIA+B). thus helping control symptoms of an overactive bladder. o A total treatment period of 4-6 weeks is recommended. was found to be superior to placebo in reducing symptoms for patients with CPPS.

.Pentosan polysulphate sodium may reduce symptoms and improve quality of life in patients with CPPS o Finasteride will provide some improvement for patients with category IIIA prostatitis o KOMPLIKASI • Acute urinary retention o Retensi urin adalah ketidak mampuan untuk mengosongkan kandung kemih secara komplit yang menyebabkan frekuensi berkemih meningkat dan tidak bisa menahan kencing.

mudah infeksi) o Disebabkan karena retensi urin yang berkepanjangan (kronis). lemah. Pada kasus yang berat. • Kidney disease o • Urolithiasis o Batu dapat terbentuk dari mineral-mineral yang tidak dapat dikeluarkan dari vesica urinaria. menggigil. dapat terjadi tekanan yang menyebabkan pembengkakan pada ginjal. darah pada urin. PENCEGAHAN • Banyak mengkonsumsi buah dan sayuran. dan serat. urgency urinarius. bisa menyebabkan iritasi. • Gross hematuria o Pembuluh darah kecil di dalam vesica urinaria atau urethra dapat melemah oleh karena retensi dan usaha untuk berkemih. Bila vesica urinaria tidak dapat dikosongkan. mineral. o Buah dan sayuran mengandung banyak antioxidant. infeksi. toxin dari urin dapat mempengaruhi kemampuan ginjal untuk menyaring darah atau menyebabkan kerusakan permanen pada ginjal. Bila infeksi mengenai ginjal (pyelonephritis) gejalanya adalah demam. Pyelonephritis) o Disebabkan karena retensi urinarius yang menyebabkan bakteri lebih mudah berkembang biak. . Gejala adanya infeksi dapat terjadi burning sensation saat berkemih. urin keruh. o o • Bladder damage (Distensi. • Diet rendah lemak. polifenol.• Urinary tract infections (Cystitis. sehingga dapat rupture dan menyebabkan timbulnya darah pada urin. Beberapa penelitian membuktikan bahwa buah dan sayuran yang mengandung banyak phytonutrients mengurangi perkembangan BPH. nyeri punggung. vitamin. nyeri abdomen. Infeksi dapat mengenai seluruh traktus urinarius dari ginjal sampai uretra. dan penyumbatan.

lebih dari itu dapat mengiritasi prostat. massage. curcumin. tidur teratur. • Konsumsi teh hijau. Pertahankan kehidupan sex yang sehat. dan makanan dengan kadar gula tinggi. dsb. • Suplemen. tapi batasi intake cairan saat malam hari. o Yang menguntungkan : vitamin D. Olahraga teratur. o Jangan mengkonsumsi air terlalu banyak dalam satu waktu. o 1 sampai 2 gelas sehari. chondroitin. o Homeopathy. o Mengandung substansi catechins yang memodulasi produksi dan aksi dari hormon dan mungkin dapat digunakan untuk terapi juga. o Penelitian menunjukkan pengurangan risiko BPH pada konsumsi kedele dan kacang-kacangan karena flavonoid yang dikandungnya. dan jangan meminum apapun setelah jam 7 malam. Kurangi intake caffeine. Hindari stress. omega 3. Hindari penggunaan obat antihistamin dan dekongestan. • Hidrasi. Hindari terexpose oleh toxin. calcium. Jangan merokok. • • • Pertahankan berat badan seimbang. Pertahankan keseimbangan hormon. o Diduga karena terdapat perubahan hormon dan aktivitas simpatis pada saat stress yang dapat memperburuk gejala BPH. • • • • • • • • • Terapi alam. . o Yang merugikan : kalsium. o Misalnya daging. o Dapat mengiritasi prostat. Batasi konsumsi alkohol.• Konsumsi protein nabati lebih banyak. Kurangi makanan pedas dan asin. dsb. • Hindari makanan yang mengandung zat additive.

PROGNOSIS Quo ad vitam Quo ad functionam Quo ad sanationam : ad bonam : dubia ad : dubia ad .• • • Jangan menahan kencing. o Pada saat dingin berhubungan dengan aktivitas simpatis yang menyebabkan peningkatan tonus otot polos prostat dan memungkinkan memburuknya gejala. Kontrol penyakit lain (Misalnya diabetes) Jaga kehangatan suhu tubuh.