Anda di halaman 1dari 50

DAFTAR ISI

1. 10 Besar penyakit di unit perawatan penyakit dalam 1. Asuhan keperawatan pada Hepatitis............................................................ 2. Asuhan keperawatan pada Hipertensi.......................................................... 3. Asuhan keperawatan pada Astha Broanchiale.............................................. 4. Asuhan keperawatan pada Pleura Efusi........................................................ 5. Asuhan keperawatan pada Typoid Abdominalis.......................................... 6. Asuhan keperawatan pada Stroke................................................................. 7. Asuhan keperawatan pada Gastritis.............................................................. 8. Asuhan keperawatan pada Gastri Linterilis.................................................. 9. Asuhan keperawatan pada DM..................................................................... 10. Asuhan keperawatan pada Decompensasio Cordis.................................... 1 5 7 11 14 20 25 29 33 40

ASUHAN KEPERAWATAN PADA HEPATITIS I. Pengertian Sebagai penyakit peradangan hati acut, istilah hepatitis sering digunakan dalam hubungannya dengan hepatitis kronis, penyakit ini dapat pula disebabkan oleh keadaan toxin pada hati oleh virus atau bakteri. II. Etiologi : Jenis-jenis hepatitis yaitu: 1. Virus hepatitis A (hepatitis infeksiosa) HAV Hav terutama ditularkan melalui anak dengan menelan makanan yang sudah dikontaninasi. 2. Virus hepatitis B (hepatitis serum) HBV Satu untaram DNA tidak lengkap sehingga terjadi suatu Gap, sehingga DNA Virus B dapat mengadakan penyatuan dengan DNA sel hati penderita 3. Virus hepatitis C ( HCV ) = hepatitis non A dan non B ditularkan melalui jalan parenteral dan kemungkinan melalui kontak seksual 4. Virus hepatitis D ( HDV ) Dapat timbul sebagai infeksi yang bersamaan dengan HBV atau sebagai supra infeksi pada seorang pembawa HBV. III. Tanda dan Gejala

-

-

1. Hepatitis A : a. Anaroksia, nausa, mutah-muntah, lemah, lesu atmagia, mialgia, sakit kepala, foto pobia, paringitis, batuk dan demam < 38-390c b. Urin berwarna gelap, tinja berwarna pucat c. Hati membesar, nyeri abdomen kuadrat atas kanan d. Ikterus e. Serum trasamine ( SGOT, SGPT, Gama, GT, che, GLDH ) mengikat 2. Hepatitis B Hepatitis B Akut a. Fase prodromal Timbul kelokan yang tidak has, misalnya keluhan gastrointestinal, anoreksia, mualmual atau muntah, selain itu nyeri sendi, nyeri kepala, badan panas. b. Fase Ikterik Terdapat perubahan warna air seni Pemeriksaan lab terdapat kenaikan kadar bilirubin serum, fosfatase alkali, serta SGOT dan SGPT Ikterik Gatal-gatal ( pruitus ) Terjadi pembesaran hepar dan nyeri tekan c. Fase penyembuhan Menurunya kadar enzim amino tranfenasi Titor HbsAg juga menurun sampai negatif Hepatitis B Kronik Dalam fase ini keluhan subjektif berkurang demikian pula kelainan biokimiawi. Pada pemeriksaan lab menunjukan kenaikan pada enzim amino tranferasi yang berkisar antara 5-10 kali harga normal tertinggi. 3. Virus hepatitis C ( HVC ) Serum transaminase berfluktuosa secara menyolok selama beberapa bulan. Serum ruto antibodi tidak ditemukan imunoglobulin juga dalam batas-batas normal. 4. Virus Hepatitis D Dapat timbul sebagai infeksi yang bersamaan dengan HBV atau sebagai supra infeksi pada seorang pembawa HBV

IV. Analasis Data Data Senjang DS : Klien mengatakan mual dan ingin muntah DO : - Klien tampak lemah

Kemungkinan Penyebab Kerusakan hati Jumlah lemak dalam hati Merangsang medula vomiting centre

Masalah Gangguan pemenuhan Kebutuhan nutrisi

- BB Menurun - Porsi makan tidak habis DS : Klien mengatakan nyeri abdomen DO : - Klien tampak meringis kesakitan - Ketika dipalpasi daerah abdomen kuadran kanan atas DS : Klien mengatakan badannya lemas DO : - Klien tampak lemah berbaring ditempat tidur - Aktivitas dibantu

Mual dan muntah Hati terinfeksi oleh virus Terjadi proses peradangan, pembengkakan dan dipenuhi oleh Sel-sel radang serta lymfosit Merangsang serabut saraf reseptor nyeri untuk mengeluarkan zat-zat kimia: serotinn dan drakinin Nyeri dipersopsikan Proses peradangan hati Kerusakan sel-sel hati Gangguan metabolisme karbohidrat Karbohidrat tidak dapat disimpan dihati dalam bentuk glikogen ATP tidak terbentuk Energi berkurang dan terjadi kelemahan otot Aktivitas terganggu Proses peradangan hati Gangguan metabolisme bilirubin, pengambilan konjugasi dan ekskresi Peningkatan kadar bilicubin darah Kulit joundice dan selera ikterus Klien merasa malu tentang perbuhan warna kulit Body image terganggu

Gangguan rasa nyaman Nyeri : abdomen kuadran Kanan atas

Gangguan pemenuhan Kebutuhan ADL

DS : Klien menanyakan kenapa mata dan kulitnya kuning DO : - Kuat joundice - Selama mata ikterus

Gangguan body image

V. Perencanaan Keperawatan No 1. Rencana asuhan keperawatan ( tujuan keriteria dan rencana tindakan ) Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi berhubungan Tujuan : dengan metabolisme lemak didalam hati terganggu Kebutuhan nutrisi tepenuhi dalam waktu ditandai dengan: lebih kurang satu minggu dengan kriteria: DS : - Mual berkurang / hilang Klion mengalakan mual dan ingin muntah - Nafsu makan meningkat DO : - Porsi makan habis - Klian tampak lemah - Klien tampak segar - Porsi makan tidak habis - BB Naik - BB Turun Rencana tindakan : - Beri makan dalam porsi sedikit tapi sering - Sajikan makanan dalam keadaan hangat dan menarik Berikan diet rendah lemak dan TKTP sesuai program Koloborasi medis untuk terapi antiemesis Diagnosa keperawatan Gangguan rasa nyaman nyeri abdomen kuadran kanan atas berhubungan dengan proses peradangan, ditandai dengan: DS : Klien mengeluh nyeri abodemen kanan atas DO : Klien nampak meringis kesakitan ketika palpasi pada daerah kuadran kanan atas. Tujuan : Rasa nyaman terpenuhi dalam batas waktu 1 minggu dengan kriteria : - Nyeri berkurang sampai hilang - Tanda-tanda vitas dalam batas normal - Klien tidak nampak kesakitan (dapat beradaptasi terhadap nyeri ) Rencana tindakan : Observasi tanda-tanda vital tiap 4 jam - Jelas nyeri pada klien - Kaji tingkat nyeri - Ajukan leknik relaksasi dan distraksi - Atur posisi tidur senyaman mungkin - Kolobarasi dokter untuk therapi analgetik Tujuan : Kebutuhan ADL terpenuhi dalam batas waktu lebih kurang 3 hari dengan kriteria =

2.

3.

Gangguan pemenuhan kebutahan ADL sehubungan dengan kelemahan otot ditandai dengan : DS :

Anjurkan klien untuk bedrest .Kulit klien nampak kuning .Selena mata ikterik Tujuan body image tidak terganggu dalam batas waktu 2 minggu dengan kriteria: . Modifiable .DO . eliminasi : Rencana tindakan . Batas sistolik 140-160 mmhg dan diastolik antara 90-95 mmhg.Klien mengatakan badan lemas . Non modifiable .Hereditas .Jenis kelamin b.Hyperlipidemia .Obesitas .Siapkan atau dekatkan perlengkapan klien untuk pemenuhan ADL nya. Pengertian Suatu peningkatan tekanan darah darah sistolik dan atau diastolik yang tidak normal. Gangguan konsep diri body image ( malu ) berhubungan dengan terjadinya perubahan warna kulit pada tubuhnya terus ditandai dengan DS : .Berikan penjelasan pada klien untuk dapat berlatih sendiri secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan ADLnya.Klien menanyakan kenapa mata dan kulit kuning DO: . 2.Klien nampak lemah terbaring kebutuhan sehari-hari terpenuhi dengan tanpa bantuan.. seperti personal hygiene. 4. Nilai yang dapat diterima berbeda sesuai usia dan jenis kelamin. .Warna kulit dan mata tidak kuning Rencana tindakan Berikan penjelasan pada klien tentang penyebab terjadinya perubahan warna kulit dan mata Anjurkan klien untuk istirahat cukup berdrest sampai dengan bilirubin turun dan jelas mengenai dampak istirahat tehadap pemulihan .Usia . Penyebab / Etilogi a.Keaborasi dengan doketer HYPERTENSI 1.

nudi kaki kardi k. penurunan pandangan. Gejala-gejala ginjal : hematuri.Stress . cerenal ). d. i. ginjal sehubungan dengan gangguan sirkulasi Perubahan perfusi jaringan serebal jantung.Gaya hidup . Rencana Keperawatan No 1. Ditandai dengan: Tindakan : DS : klein mengeluh nyeri kepala pusing .Ekspresi wajah tenang • Bimbingan imajinasi .Pertahankan arah baring DO : .Klien dapat melakukan ADL • Hindari manuver valsavas • Hindari konstipasi . gallop SA.Klien mengatakan pusing berkurang sampai hilang • Teknik relaksasi .. Sakit kepala sub oksipital berat yang menyebar kefrontal Kaku leher Palpitasi Diaforesis Vertigo Ansietas Mual. f. dipsnoe noktunal paroksismal. koma Tanda-tanda pada mata : diplopia. b. DIAGNOSA KEPERAWATAN RENCANA ASUHAN TINDAKAN Gangguan rasa nyaman.Kelainan normat 3. g. h. Gejala-gejala pada jantung: dipsneu pada aktifitas. nyeri sehubungan dengan peningkatan tekanan vaskulair ( sakit kepala) teratasi.Ekspresi wajah meringis. papiledema. . nyeri ( sakit kepala Tujuan : Gangguan rasa nyaman. Tanda dan gejala a. muntah Tanda-tanda neorologis : peka rangsang kekacauan mental. c. jantung.Observasi tanda-tanda vital 2. nokturia 4. ginjal tidak terjadi tindakan : . klien tirah baring sedikit penerangan beri tindakan yang menyenangkan sesuai indikasi: Kriteria : • Kompres es .Ciptakan lingkungan yang tenang .Berikan obat analgesia dan sedasi sesuai program Potensial perubahan pada jaringan serebral. . e. hemoragi j. orthopneo.

rendah natrium Kolaborasi pemberian therapinati hypertensi Gangguan rasa aman cemas teratasi tindakan: . sehubungan dengan kurangnya informasi tentang proses penyakit dan perawatan diri .Expresi wajah tegang .Jelaskan tentang pentingnya tidak merokok dan pembatasan seperti kopi. Etiologi .Jelaskan sifat penyakit dan tujuan dari pengobatan dan prosedur .Klien sering bertanya-tanya pada tim medik Observasi intake dan output Observasi perubahan sensoris dan motoris ( tanda-tanda neurologis) .Klien mengeluh cemas tenang penyakitnya DO .Diskusikan perlunya menghindari kelelahan dan libatkan keluarga dalam aktifitas sehari-hari. 2.3. teh dan alkohol Jelaskan perlunya menghindari pemakaian obat bebas tanpa pemeriksaan dokter - ASUHAN KEPERAWATAN PADA ASMA BRONCHIALE 1.Bantu klien untuk meningkatkan koping mekanisme .Bina hubungan saling percaya perawatklien . cemas. .Berikan diet rendah kalori. batuk.Diskusikan pentingnya penurunan berat badan . pembengkakan mukosa dan peningkatan sekresi yang dimanfestasikan oleh sesak paroxirnal. ditandai dengan : DS : . Pengertian Penyakit obstruktif ditandai dengan peningkatan reaktifitas trakea dan bronkus terhadap rangsangan terjadi penyempitan saluran nafas karena kombinasi gronkospasme. Gangguan rasa aman. wheezing dan dipnoe.

Kelelahan f. Status emosi h. Makanan 4. Alergi yang banyak terdapat diudara dan mencapai jumlah tertentu akan menimbulkan reaksi. Asma intrinsik / asma indiopatik Ditandai dengan tidak adanya faktor-faktor yang jelas atau non spesifik. Kegiatan fisik g. Asma alergi / asma ekstrinsik Disebabkan oleh alergi tertentu b. halnya masuk angin. Infeksi bakteri dan virus pada saluran pernafasan f. Sesak nafas e. Cyanesis d. Dypnoe saat serangan c. Obat-obatan tertentu c. pilek. latihan berat c. Pekerja ditempat kerja seperti pabrik kimia. pemotongan kayu e. Batuk b. Gejala a. Asma campuran Asma ekstinsik dan intrinsik yang timbul bersama-sama 3. Lingkungan polusi udara d. industri plastik. Penyebab a. sensitivitas sehingga terjadi serangan b.Asma dapat dibagi menjadi tiga kelompok besar a. Nadi cepat dan kecil .

Penggunaan otototot pernafasan .Klien mengeluh kurang tidur karena sesak dan batuk INTERPRETASI DATA DAN KEMUNGKINAN PENYEBAB Klien bernafas Masuknya zat alergen Hipersensifitas broncus Bronchopasma Hipertensi mukus dalam rongga jalan nafas Nafas sesak & batuk bersputum Pemasukan O2 tidak adekuat Sesak dan batuk Merangsang saluran nafas sympatis Mengaktifkan RAS dalam mengaktifkan kerja Organ tubuh Rapid Eye Movement ( REM ) menurun MASALAH Ketidak efektifan pola pernafasan 2. Anxietas i. Analisi Data N O 1. Hipotensi k.Klien mengeluh sesak nafas dan batuk bersputum DO: .Respirasi > 26 xlmt .Tampak sesak . Status asmathikus j.Expirasi > sulit dari inspirasi . DATA SENJANG DS: . Anerexia h.Barrel chest DS: . Pemenuhan kebutuhan istirahat dan tidur DO : . Distensi vena leher l.Respirasi Cuping hidung . Rektrasi interkostal dan sternal 5.g.

Klien mengeluh lemas DO : .- Tampak lesu Sering terbangun Mata tampak sayu Expresi wajah layu Klien terjaga 3.Bedrest . DS: .Tampak lemah & kelelahan .Klien mengeluh cemas .Banyak bedanya tentang penyakitnya Kurangnya informasi & pengetahuan klien & keluarga tentang penyakitnya Stressor psikoligis bagi klien & keluarga Cemas Ancietas 5.Tampak cemas expresi wajah tegang .Aktifitas dibantu .Penurunan tekanan darah Bronchopasme Kompensasi tubuh untuk mendapat suplai O2 yang cukup ke jaringan Kontraksi otot-otot pernafasan Penaikan metabolisme tubuh Pengeluaran energi berlebihan Cadangan energi berkurang Metabolisme di jaringan terhambat Kelemahan & kelelahan otot-otot Intoleransi aktifitas Intoleransi aktivitas 4.Expresi wajah tegang DO : . DS: . DS: Bronchopasma Ketidak efektifan .

Kaji drajat inteloransi aktivitas . nause Perubahan status nutrisi Perubahan nutrisi 6.Kolaborasi dengan dokter . DS: .Suara nafas rochi.Libatkan keluarga untuk membantu ADL klien .Klein tampak segar DO : .Klein dapat melakukan aktivitas .Lendir dihidung .Bedrest I : . Diagnosa keperawatan Rencana Tindakan Intoleransi aktifitas berhubungan dengan kelelahan & T : Intoleransi aktivitas teratasi dalam waktu kelemahan otot-otot ditandai dengan : 3 hari DS: K : . mengidypsnoe Mukosa tebal.Anjurkan pasien untuk mobilisasi aktif .Klien mengeluh batuk bersputum DO : . lumen nyempit bersihan jalan nafas Batuk persputum Jalan nafas tidak efektif 6.Makan setengah piring Peningkatan metabolisme tubuh berlebihan Cadangan suplai energi berkurang Metabolisme di jaringan terhambat Anorexia.Klien mengeluh mual tidak nafsu makan DO : .Klein mengeluh lemas .Tampak lemah & kelelahan ..Batuk bersputum .Anerexia .Penurunan tekanan darah . Rencana Keperawatan No 1.Bantu semua kebutuhan pasien .Aktivitas dibantu oelh keluarga .Beri oksigen sesuai indikasi .

Suara nafas rochi.2.Klien tidak cemas DS: . mengi.sajikan makan dalam keadaan hangat DS: .Anjurkan klien untuk selalu berkomunikasi dengan tim medis Ketidak efektifan bersihan jalan nafas dengan T : Bersihkan jalan nafas efektif dalam hipersekresi mukus yang ditandai degnan : waktu 3 hari DS: .Lakukan suction bila perlu .Ajarkan cara batuk efektif . 4.Tampak cemas .Lakukan vibrasi & fisiotherapi dada . 3.Anjurkan untuk minum hangat .Suara nafas bersih .Expresi wajah tegang DO : I : .Atur posisi untuk melakukan batuk dalam . Ancietas yang berhubungan dengan kurangnya T : Anciotas teratasi dalam waktu 3 hari informasi tentang penyakitnya yang ditandai dengan K : .Klein mengeluh batuk bersputum K : .Batuk bersputum .Catat intake output . warna & ketentalan.Kaji sputum.Klien tidak mengeluh mual peningkatan metabolik yang berkaitan dengan .Klien mengerti tentang penyakitnya .Anjurkan untuk relaksasi .Beri penjelasan tentang penyakitnya .Kaji tingkat incietas .Expresi wajah tegang .Klien mengatakan tidak batuk berdahak DO : berkurang.Lendir dihidung .Makan setengah piring .Anjurkan klien relaksasi . jumlah Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh T : Perubahan nutrisi teratasi berhubungan dengan penurunan masukan peronal dan K : .Kolaborasi dengan dokter .Libatkan keluarga untuk selalu . tidak nafsu makan .Beri penjelasan tentang pentingnya DO : makan .Klein mengeluh mual.Makan habis satu piring anorexia yang ditandai dengan : I : . dyspnoe I : .Expresi wajah tenang .Banyak bertanya tentang penyakitnya mendampingi klien .Obs TTV Tiap 4 jam .Beri oksigen .Beri makan sedikit tapi sering .Klein mengeluh cemas . lendir berkurang .Beri minum air hangat .

Menurunnya tekanan koloid d. Nyeri dada & rasa berat dalam dada b. Tanda dan Gejala a. Penumpukan cairan yang berlebihan karena radang ( tuberkulosis ) b. Analisa Data . Proses keganasan 3. banyak keringat. Bunyi nafas . penururnan berat badan 4. batuk dan sertai sputum d.Fricion rub pleura e. Etiologi a.ASUHAN KEPERAWATAN PADA PLEURA EFUSI 1. Peningkatan tekanan hidrostatik c. Meningkatnya permiabilitas kapiler e.Egotoni diatas area efusi . Demam. Lemas. Sesak nafas c. Expansi dada asimetris f.Menghilang atau tidak terdengar diatas bagian yang terkena . Pengertian Penumpukan cairan ( tersendat-exudat ) 2.

N O 1.Sesak.Expresi wajah gelisah . DS: .Klien mengeluh tidak bisa tidur DO : .Klien mengeluh nyeri dada DO : . DATA SENJANG DS: .Klien memegangi dadanya yang sakit DS: .Respirasi > 26 xlmt . Pemenuhan kebutuhan istirahat & tidur .Nyeri dada Penumpukan cairan pada rongga pleura Penekanan pada paru-paru Expansi paru sekunder Pleuritik Nyeri dada sesak nafas & nyeri dada merangsang syaraf simpatis mengaktivitasi RAS dalam mengaktifkan kerja organ tubuh rapid eye movement (REM) menurun klien terjaga Nyeri dada 3.Tampak lesu .Tampak kelelahan .Wajah tegang INTERPRETASI DATA DAN KEMUNGKINAN PENYEBAB penurunan reabsorpsi cairan rongga pleura penumpukan caian pleura pengembangan paru terhambat sesak nafas bernafas MASALAH Ketidak efektifan pola nafasan 2. R>26 x lmt .Expresi wajah meringis .Klien mengeluh sesak nafas dan batuk bersputum DO: .

Klein mengeluh sesak nafas .Atur posisi pasien senyaman mungkin .Beri oksigen .Kaji tingkat nyeri . Diagnosa keperawatan Rencana Tindakan Ketidak efektifan pola nafas yang behubungan dengan T : Pola nafas efektif dalam waktu 3 hari menurunnya expansi paru sekunder terhadap penumpukan cairan dalam rongga pleura.R > 24 x lmt .Atur posisi senyaman mungkin DO : .ditandai dengan : K : .Respirasi 16-20 x lmt .Klein mengeluh nyeri dada .Kolaborasi dengan dokter . ditandai K : .Klien memegangi dadanya yang sakit 3.Bedrest .Atur posisi semi fowler . Rencana Keperawatan No 1.Klien tenang .Expresi wajah tenang DO : . Nyeri dada yang berhubungan dengan expansi paru T : nyeri dada teratasi dalam waktu 3 hari dan penumpukan cairan dalam rongga pleura.Anjurkan untuk relaksasi . tidur 7-8 jam/hari DS: . ditandai dengan : K : .Latih nafas dalam tiap 2 jam .obs TTV .obs TTV tiap 4 jam .Anjurkan untuk tarik nafas dalam untuk mengurangi rasa nyeri Kurangnya pemenuhan kebutuhan istirahat tidur T : kebutuhan istirahat terpenuhi berhubungan dengan adanya batuk dan sesak nafas.Expresi wajah meringis .Klein mengatakan sesak berkurang dengan : sampai dengan hilang DS: .Klein mengatakan bisa tidur .5.Tampak lelah I : .Klein mengeluh tidak bisa tidur I : .Kolaborasi dengan dokter 2. I : .Expresi wajah tegang .Klein mengatakan nyeri dada DS: berkurang sampai hilang .Batasi pengunjung .Klien tenang DO : .

lemas .Atur suasana ruangan tenang . salmonela paratyphi A.. C dan menyerang usu halus II. B.Beri minum air hangat .Anjurkan untuk relaksasi ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN TYPUS ABDOMINALIS I. Tanda dan gejala Adanya demam terutama pagi dan malam hari Lidah kotor .Expresi wajah gelisah. Pengertian Infeksi sistemik yang disebabkan oleh kuman salmonela typosa.

- Titer salmonela typosa paratyphi ABC (+) Leukosit >100 x/menit Muka merah. C dan menyerang usus halus . B. bibir pecah-pecah Adanya mual. muntah dan nyeri kepala Adanya tanda dehidrasi Adanya tanda shock Kadang disertai dengan penurunan kesadaran adanya keluhan tentang BAB III. salmonela paratyphi A. Etiologi Kuman salmonela tyfosa.

.

Banyak keringat Kemungkinan penyebab 3 Makanan yang terkontaminasi salmonela typhosa atau salmonela paratyphi A.Suhu tubuh > 38 0C . DO: . Reaksi peradangan pada usus halus Kerusakan mukosa usu halus Merangsang seseptor nyeri Mengeluarkan neoro trasmitter. DS : Klien Mengatakan mulut terasa pahit dan badan lemas 2.Wajah klien tampak meringis menahan sakit Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi 3.Titer salmonela typosa paratyphi ABC (+) .Berat badan menurun DS: Klien mengeluh kesakitan daerah abdomen DO: .Muka merah . C masuk kedalam usus halus Terjadi proses infeksi Masuk dalam aliran darah Bakteri melepas endotoksin Merangsang sintesa dalam pelepasan zat pytrogen oleh leuikosit pada jaringan yang merangsang Infeksi disampaikan hypotalamus bagian termoregulator melalui ductus toracicus Proses infeksi di usus halus Fungsi usus halus dalam mengabsorbsi makanan terganggu Sari-sari makanan yang diabsorbsi menurun Nutrisi kurang terpenuhi Masalah 4 Gangguan keseimbangan suhu tersakti hyperhermis 1.Klien tampak lemah . serotimin dan histamin disampaikan ke SSP Gangguan rasa nyaman nyeri abdomen . gradikrain.Klien muntah .Bibir pecah-pecah . B.Klien tampak memgangi daerah abdomen .Porsi makan tidak habis dari yang disediakan .Leukosit < 5000 / mm3 .Frekuensi nadi > 100 x / menit .No 1 Data 2 DS : Klien mengeluh badannya panas DO : .

Klien bedrest . DS : .Klien mengatakan tidur tidak nyenyak dan sering terbangun Gangguan penurunan kebutuhan istirahat tidur 6.Klien mengatakan susah tidur .Porsi makan tidak habis Gangguan aktifitas seharihari .Suhu tubuh tinggi > 350C Persepsi nyeri Proses infeksi dalam usus halus Suhu tubuh meningkat Metabolisme tubuh meningkat Peningkatan reabsorbsi cairan pada usu halus feaces mengeras penurunan metalisis usus Feaces mengeras konsifasi Simulasi demam yang tinggi Merangsang susunan syaraf otonom Mengaktisifasi more pine phirine 5. DS : .Klien teraba masa teces dada perut bagian bawah .Frekuensi nadi dan rspirasi meningkat DS: Klien mengatakan sudah beberapa hari BAB DO : .Klien mengatakan lemah untuk melakukan aktifitas DO : . konstipasi 4.. Mengaktifkan kerja organ tubuh REM menurun Pasien terjaga Intake nutrisi lemas Metabolisme glukosa terganggu Pembentukan ATP dan ADP terganggu Gangguan eliminasi BAB. Saraf simpatis terangsang untuk memacu ras.

Observasi TPRS .Klien tampak lemah Klien bedrest aktigitas dibantu DO : .Muka merah .Minum air kurang .Klien tidak mengeluh adanya panas badan Rencana tindakan : .Suhu tubuh > 38 0C .Bibir kering dan pecah-pecah Energi berkurang dan terjadi kelemahan oto Aktifitas terganggu Peningkatan suhu tubuh Dilatasi pembuluh darah Dehidrasi Potensial terjadi dehidrasi 7.Berikan banyak minum . 2.Bibir pecah-pecah .Catat intake output cairan . kriteria dan rencana tindakan ) 3 Tujuan suhu tubuh normal dalam waktu 3 x 24 jam dengan kriteria : Suhu : 36 -37 0 c .Frekuensi nadi > 100 x / menit .Banyak keringat Rencana asuhan keperawatan ( Tujuan.Pengeluaran sekresi keringat banyak . PERENCANAAN KEPERAWATAN No 1 Diagnosa keperawatan 2 Gangguan keseimbangan suhu tubuh : hyperthermia berhubungan dengan adanya infeksi dalam tubuh.Leukosit < 5000 / mm3 .Titer salmonela typosa paratyphi ABC (+) .Anjurkan klien untuk bedrest .Suhu tubuh > 380C . Ditandai dengan : DS : Klien mengeluh badannya panas DO : .Kolaborasi dengan dokter untuk therapy antipyretio 1. Potensial terjadi dehidrasi berhubungan dengan pemasukan cairan yang kurang ditandai dengan : Tujuan : Kekurangan cairan tidak terjadi dalam kurun waktu 3 x 24 jam .Gunakan pakaian yang tipis dan menyerap keringat ..Berikan banyak kompres dingin di daerah axilia .

Nutrisi kurang dari kebutuhan sehubungan dengan intake yang kurang.Teraba masa feaces pada perut bagian bawah .Minum air kurang .Catat intake dan output Tujuan : Kebutuhan nutrisi terpenuhi dalam waktu 3 x 24 jam Kriteria : Makan habis satu porsi dari yang dihidangkan Klien tidak tampak lemas 3. konsistensi feaces serta keadaan abdomen DO : .Suhu tubuh > 38 0C .Klien tampak lemas .Kelopak mata tidak cekung .Bibir kering dan pecah-pecah Kriteria : .Klien tampak segar Rencana tindakan : . Gangguan eliminasi BAB sehubungan dengan perasaan dada dinding usus ditandai dengan : DS : Klien mengeluh sudah beberapa hari tidak BAB Rencana tindakan : .Klien muntah .DO : .Berikan klien minum yang banyak .Pengeluaran sekresi keringat banyak .Kaji dan catat warna frekuensi. ditandai dengan : DS : Klien megatakan mulut terasa pahit dan badan terasa lemas DO : .Sajikan makanan sesuai diet .Porsi makan tidak habis dari yang disediakan .Observasi tanda dan gejala dari kekurangan cairan .Observasi TPRS .Turgor kembali normal .Sajikan makanan dalam porsi kecil dan hangat .Monitor makanan yang dihabiskan .Klien bedrest .Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian vitamin ( diperlukan ) Tujuan : Pola eliminasi normal dalam waktu 3 x 24 jam Kriteria : BAB 1-2 kali perhari Konsistensi lembek Rencana tindakan : .Jelaskan pada klien tentang pentingnya cairan untuk tubuh .Berat badan menurun 4.

Jga keutuhan kulit daerah perineal untuk menghindari lecet .Klien bedrest .Libatkan keluarga dalam membantu aktifitas sehari-hari .Porsi makan tidak habis .Berikan makan sesuai diet lunak rendah serat .Latih dan bimbing klien untuk melakukan teknik relaksasi .Klien tampak gelisah dan lesu .Ciptakan lingkungan yang tenang menjelang klien tidur 7. Gangguan rasa nyaman nyeri abdomen sehubungan dengan peradangan pada usu halus ditandai dengan : DS : Klien mengeluh kesakitan daerah abdomen Tujuan : Rencana tindakan : - .Simpan makanan pada posisi yang lebih dekat dengan klien .Kolaborasi dengan dokter Gangguan aktifitas sehari-hari sehubungan dengan kondisi Tujuan : pasien yang lemah ditandai dengan : Aktifitas sehari-hari terpenuhi dalam waktu 3 x 24 jam DS : kriteria : Klien lemah untuk melakukan aktifitas klien mampu melakukan aktifitas tanpa dibantu Rencana tindakan : . ditandi dengan : DS : Klien mengatakan susah tidur Klien mengatakan tidur tidak nyenyak dan sering bangun DO : .Bantu aktifitas klien sesuai dengan kemampuan klien . .Suhu tubuh > 38 0 C Tujuan : Kebutuhan istirahat tidur terpenuhi dalam waktu 3 x 24 jam Kriteria : Tidur klien cukup : 7-8 jam Wajah klien tampak segar Rencana tindakan : .5. DO : .Aktifitas dibantu Gangguan pemenuhan kebutuhan istirahat tidur sehubungan dengan stimulasi demam yang tinggi.Klien tampak lemah .Suhu tubuh tinggi > 38 0 C 6.Batasi pengunjung .

Frekuensi nadi dan rspirai meningkat .Klien tampak memegangi daerah abdomen .Tujuh klien tampak meringis menahan rasa sakit .DO : .

Etiologi a. Stroke haemoragi Terjadi spasme pembuluh darah yang menimbulkan iskemik . Stroke non haemoragi Stroke tanpa perdarahan yang disebabkan oleh iskemik cerebri. trombosit cerebri dan embolicerbri yang berakibat otak mengalami anoxia & hipoxia serta menyebabkan kematian jaringan otak 2. Pengertian Defasist neoroligis yang berhubungan dengan penurunan aliran darah serebral yang disebabkan oleh oklusi atau stenosis pembuluh darah karena embolisme. Kehilangan sensasi & reflex c. terombosit atau hemarogi yang mengakibatkan iskemlaotak Catatan : Gejala-gejala tergantung pada lokasi dan ukuran lesi Stroke dibagi menjadi 2 ( dua ) yaitu : 1. Kelemahan umum d. . Disfungsi komunikasi k.ASUHAN KEPERAWATAN PADA STROKE 1. Peningkatan tekanan darah i. Perubahan tingkat kesadaran b. Trombosis c. Embolisme b. Mual dan muntah Data penunjang 3. timbul perdarahan yang bisa menyebabkan pecahnya pembuluh darah 2. Aterosklorosis d. Paralisis unilateral / bilateral j. Perdarahan intera cranial e. 4. Disfragma l. Devisit visual h. lunaknya jaringan otak serta rekrosin dinding pembuluh darah. Tenus otot spastic atau flaxid e. Besar pupil tak sama f. Hipertensi Gejala – gejala a. Inkonesia kandungan kemih & usu m. Ptosis kelopak mata g.

EKG .a.EEG .Thorax photo . Pemeriksaan laboratorium .Expresi wajah meringis .Nadi 88 x lmt .Klien memegangi kepalanya KEMUNGKINAN PENYEBAB perubahan perfusi jaringan otak Suplai O2 & glukosa ke otak berkurang Terjadi perubahan metabolisme aeraob menjadi anaeraob di otak Pembentukan asam laktat sebagai hasil metabolisme anaerob Akumulasi asam laktat Merangsang reseptor nyeri dikorteks cerebri MASALAH Nyeri kepala Nyeri dipersepsikan . DATA SENJANG DS: .CT Scan 5.TD 180/100 mmhg .Lumbai fungsi .Klien mengeluh nyeri kepala DO: . Analisa Data NO 1. Pemeriksaan radiologi .Pemeriksaan darah .Urine b.

Klien menyatakan tubuhnya lemah. Kemungkinan Penyebab Perubahan perfusi jatingan otak Suplai O2 & glukosa ke hemisperium cerebri dan ke lobus frontalis pada area procentalis terganggu Terjadi kerusakan Hensperium berhubungan dengan anggota tubuh Transmisi impuls ke LMN terganggu menyebabkan kelemahan tubuh Masalah Penurunan pola aktivitas & gerak 3.BAK pakai cateter . Kerusakan upper motor neuron Paralis dari tonus otot voluntir Penurunan kekuatan otot.ADI di bantu oleh keluarga & perawat.Klien mengatakan extremitas lemah. Ketidakmampuan pergerakan sendi Mobilisasi terganggu Pendarahan intracerebral DS: . .Bedrest . .Makan disuapi oleh keluarga. Data Senjang DS: .Klien tampak lemah.Klien mengatakan extremitas lumpuh. DO: . aktifitas reflex Defisit pemeliharaan diri : nutrisi. personal hygine & toileting . DO: .Mandi di seka oleh keluarga .No 2.ADI di bantu.klien menyatakan tubuhnya lemah . tonus. .

TTV tiap 24 jam .Pertahankan kesejajaran tubuh . Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan lesi pada hemisperium.Klien terlihat tenang L: Kaji tingkat nyeri .Klien & keluarga bertanya tentang yang benar.Kolaborasi dengan dokter . Data Senjang DS : . yang ditandai dengan : Rencana Tindakan J : nyeri kepala teratasi dalam waktu 3 hari K : .Lemah berkurang.TD 180/100 mmgh .Ekspresi wajah meringis .Bedrest .Obs.Klien memegangi kepalanya 2. . DO: . Rencana Perawatan No 1.Tekanan darah dalam batas normal 130/90-140/90 mmhg .Klien menyatakan nyeri kepala berkurang sampai dengan hilang .Klien & keluarga mengatakan tidak tahu tentang pola hidup sehat.lumpuh I : .Balikan & tubuh posisi setiap 2 jam DS : Klien mengeluh nyeri kepala DO : . yang ditandai dengan : DS : Klien mengatakan tubuhnya lemah.Kaji kemampuan fungsional .Klien tampak lemah .Klien bertanya tentang penyakitnya.Ciptakan lingkungan yang nyaman . extrimitas lemah DO : . Diagnosa Keperawatan Nyeri kepala yang berhubungan dengan perubahan jaringan otak.Anjurkan untuk relaksasi .Batasi pengunjung T : Fungsi tubuh pada keadaan optimal & aktivitas pasien terpenuhi dalam waktu 3 hari K : .No 4.Klien dapat melakukan aktivitas fisik .Nadi 88 x iml .Atur posisi senyaman mungkin . Kemungkinan Masalah Penyebab Kurangnya informasi Resiko tinggi tentang pola hidup serangan ulang sehat post stroke Pengetahuan klien kurang tentang pola hidup sehat Resiko serangan ulang 6.ADI di bantu .

Lakukan perawatan kulit setiap 4 sampai dengan 5 jam . yang ditandai dengan : Rencana Tindakan T : kebutuhan perawatan diri teratasi dalam waktu 3 hari K : .Pastikan eliminasi yang teratur .Kaji tingkat pengertian tentang penyesuaian terhadap kemampuan .Pantau defekasi setiap hari .Jelaskan tentang patofisiologi & perawatan .- - Tingkatkan estemitas yang sakit Lakukan latihan rentang gerak aktif atau pasif untuk semua extremitas setiap 2-4 jam Mulai ambulasi progresif Kolaborasi dengan dokter NO.Kaji & pantau status nutrisi .Makan di suplai oleh keluarga .Klien dapat melakukan aktivitas sendiri . Diagnosa Keperawatan Defisit perawatan diri : hygine.Berikan hygine fisik total sesuai indikasi .makan. Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kurangnya informasi tentang proses penyakit yang ditandai dengan : DS : Klien & keluarga tidak tahu tentang pola hidup sehat & perawatan penyakitnya DO : Klien bertanya-tanya tentang penyakitnya . makan dan tilething yang berhubungan dengan gangguan proses kognitif.kaji derajat ketidakmampuannya dalam melakukan aktivitas perawatan diri (mandi.Lakukan hygine oral setiap 4 sampai 8 jam .Extremitas lemah DO : .Kolaborasi dengan dokter T : Klien dapat mengerti tentang penyakitnya & perawatannya K : Klien dapat bertanya-tanya tentang penyakitnya I : .Jelaskan tentang keterbatasan & latihan yang harus dilakukan DS : .toileting) . 3.Mandi di seka oleh keluarga 4.Extremitas tidak lemah I : .ADL dibantu oleh keluarga & perawat .Klien lemah .

Alkhol c. Etiologi Seringkali akibat dari: a. Pengertian Gastritis merupakan gangguan yang sering terjadi dengan karakteristik adanya anoreksia dan tidak enak pada epigastrium. Analisa Data . Kemungkinan sering kali disertai infeksi bakteri atau virus e. Stross b. Obat-obatan d.. Nyeri daerah epigastrium pada waktu lambung kosong dan berisi b. Kadang-kadang pasien emosional 4.Jelaskan pada pasien & keluarga mengenai tanda-tanda gejala penyakit. 2. serta factor resiko penyakit . Kadang-kadang pasien muntah dan mause d.Beri dorongan untuk melakukan komunikasi diantara pasien & keluarga ASUHAN KEPERAWATAN PADA GASTRITIS 1. Timbul ½ sampai 1 jam setelah makan c. Tanda dan Gejala a. Substansi yang bersifat korosif 3.

Klien Nampak gelisah Simulasi nyeri Merangsang susunan syaraf otonom mengaktifkan nosepinephrine Gangguan pemenuhan istirahat tidur .Ekspresi wajah meringis kesakitan .Nyeri tekan daerah abdomen kiri atas Kemungkinan Penyebab Adanya peradangan dan peningkatan HCL lambung Merangsang pengeluaran zat bradikinin. Data Senjang DS : Klien mengeluh mual. 3.Porsi makan yang disediakan tidak habis Kemungkinan Penyebab Adanya gangguan fungsi mucosa sebagai barier Menyebabkan mucosa lambung akan mengiritasi karena peningkatan asam lambung Merangsang modula vomiting Klien mual Intake nutrisi kedalam tubuh berkurang Masalah Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi : kurang dari kebutuhan 2. Data Senjang DS : Klien mengeluh nyeri epigastrium DO : . muntah . histamine dan serotonin Rangsangan dihantarkan ke thalamus Menurunkan ambang nyeri Nyeri dipersepsikan Masalah Gangguan rasa nyaman nyeri epigastrium No.No 1.Klien Nampak pucat. nafsu makan berkurang DO : . DS : Klien mengeluh takut dengan kondisi yang dialaminya DO : .

Klien Nampak muntahmuntah 4.Klien selalu bertanya tentang penyakitnya . Perencanaan Keperawatan No.Ekspresi wajah meringis kesakitan . DS : Klien mengeluh nyeri epigastrium DO : .dan cemas . malas untuk minum DO : .Berikan kompres hangat pada daerah epigastrium .Berikan penjelasan pada klien dan keluarga tentang pentingnya makanan bagi tubuh .Berikan minum dalam keadaan hangat untuk mengurangi rasa mual .Kaji tingkat nyeri klien .Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian therapy analgetik .Latih klien untuk melakukan teknik relaksasi nafas dalam . Saraf simpatis terangsang untuk mengaktifkan RAS mengaktifkan kerja organ tubuh REM menurun Klien terjaga Kondisi klien yang muntahmuntah Menyebabkan pengeluaran cairan dan elektrolit yang lebih dari dalam tubuh Bila kondisi berlanjut dapat mengganggu keseimbangan cairan dan elektrolit Gangguan pemenuhan istirahat tidur 5.Bantu klien mengidentifikasi makanan yang menimbulkan nyeri .Ekspresi wajah tegang .Klien kurang kooperatif dalam program pengobatan DS : Klien mengeluh mual. Diagnosa Keperawatan Tujuan Rencana Tindakan Gangguan rasa nyaman nyeri epigastrium berhubungan dengan adanya peradangan pada mukosa lambung yang ditandai dengan : 1.Nyeri tekan daerah abdomen kiri atas Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi berhubungan dengan intake yang kurang akibat peningkatan asam lambung yang ditandai dengan : Rasa nyaman terpenuhi dalam waktu ± 3 x 24 jam dengan Kriteria : Rasa nyeri hilang Klien dapat istirahat Klien tampak tenang 2. Kebutuhan nutrisi terpenuhi dalam waktu ± 2 x 24 jam dengan Kriteria : Klien tidak mengeluh mual dan muntah .

- Rencana Tindakan Atur posisi yang nyaman bagi klien Ciptakan lingkungan yang tenang dengan membatasi pengunjung Diskusikan denga klien tentang pola dan kebiasaan pada saat akan tidur Kolaborasi dengan dokter tentang program pengobatan untuk mengurangi rasa nyeri Kaji kemungkinan adanya tanda-tanda dehidrasi serta catat intake output .Klien tampak pucat.Klien dapat tidur sesuai dengan kebutuhannya .Klien tampak tenang . nafsu makan berkurang DO : .Klien selalu bertanya tentang penyakitnya . muntah .Kolaborasi dokter untuk pemberian antiemetic dan vitamin. .Sajikan makan dalam porsi kecil tapi sering . cemas sehubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang kondisi penyakit dan prosedur pengobatan yang ditandai dengan : DS : Klien mengeluh takut dengan kondisi yang dialaminya DO : .Mata klien tampak merah . lemah Tidak terjadi gangguan keseimbangan cairan dan - - 5.Jelaskan pada klien tentang penyakit serta diet yang bisa dilakukan setelah sembuh .Jelaskan pada klien tentang prosedur pengobatan/perawatan yang akan dilakukan dan anjurkan klien untuk kooperatif didalamnya .Monitor jumlah makanan yang masuk .Berikan kesempatan pada klien untuk mengungkapkan rasa cemasnya . dan cemas .Kaji rasa cemas klien .Klien tampak lemas dan gelisah Potensi gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit kurang dari kebutuhan berhubungan 3.Klien tidak terlihat lesu.Berikan motivasi pada klien untuk kesembuhannya 4. nyeri epigastrium DO : . Porsi makan yang disediakan habis Klien dan keluarga mengerti tentang fungsi makanan dan zat makanan bagi tubuh Rasa cemas teratasi dalam waktu ± 2 x 24 jam dengan kriteria : Klien tenang Klien mengerti tentang penyakit dan program pengobatan .Klien tampak gelisah.Klien kurang kooperatif dalam program pengobatan No Diagnosa Keperawatan Gangguan pemenuhan kebutuhan istirahat tidur berhubungan dengan adanya stimulus nyeri ditandai dengan : DS : Klien mengeluh sulit tidur.Porsi makan yang disediakan tidak habis Gangguan rasa aman.Ekspresi wajah tegang . Tujuan Kebutuhan istirahat tidur terpenuhi dalam waktu ± 2 x 24 jam dengan kriteria : .DS : klien mengeluh mual.

Observasi tanda vital jam dengan setiap 2-4 jam kriteria : . II.Mual .Banyak keluar keringat .Nyeri perut .Burgor kurang .Nadi cepat .dengan pengeluaran yang berlebihan ditandai dengan : DS : Klien mengeluh mual. TANDA-TANDA GEJALA .Intake output seimbang ASUHAN KEPERAWATAN PADA KASUS GASTROENTRITIS I.Kadar elektrolit dalam batas normal .Pertahankan intake oral waktu ± 2 x 24 . dokter untuk pemberian mukosa tidak kering terapi ontiemetik .Kolaborasi dengan .Suhu subfebris (38 OC) .Klien muntah-muntah elektrolit dalam . bakteri dan makanan yang beracun. malas untuk minum DO : .Bising usus meningkat .Muntah .Turgor baik. PENGERTIAN Suatu keadaan dimana perancangan terjadi pada Membran Mukosa Usus dan Saluran Cerna yang disebabkan oleh virus.

Muntah .Berat badan turun .Mual . KLASIFIKASI Berdasarkan klinik .Nafas bau asam . ANALISA DATA NO DATA SENJANG DS : klien mengeluh BAB > 3 – 10 kali/hari KEMUNGKINAN PENYEBAB Invasi Mikro Organisme kedalam saluran cerna Melepaskan Enterotoxin dan penetrasi kedalam usus Reaksi inflamasi pada usus halus menyebabkan Destriksi sel Orban Gl-Tract Nekrosis 1.Nafsu makan turun DO : .Dehidrasi berat IV.Dehidrasi ringan .III. Vili usus mengalami kerusakan → uicus Mal Obsorbsi Menigkatnya motilitas sa cerna Cairan-cairan elektrolit dikeluarkan melebihi batas normal (dehidrasi) 3 Mal Absorbsi Peningkatan kadar asam lambung Mual Anereksia Nutrisi tidak ada kuat Terjadinya peradangan pada usus dan saluran cerna Gangguan rasa nyaman (nyeri) b/d adanya peradangan MASALAH Gangguan keseimbangan cairan-cairan elektrolit b/d adanya peradangan pada membrane Makosa usus-usus saluran cerna :2–5% :5–8% : 8 – 10 % 1 2 DS : .Porsi makan yang disajikan tidak habis DS : Klien mengeluh nyeri Abdomen 2 4 Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi b/d mual : muntah berlebihan 3 .Dehidrasi sedang .

Nadi > 100 x /menit . Bradiknin.Klien Nampak sering bertanya tentang keadaan penyakitnya .Merangsang pengeluaran zat kimia (Histamin.Ekspresi wajah cemas : tegang Potensial peningkatan suhu tubuh b/d adanya infeksi pada Membran Mukosa usus dan saluran cerna Gangguan rasa aman (cemas) b/d kurangnya pengetahuan tentang penyakitnya 5 PERENCANAAN 3 .Banyak keluar keringat .Skala nyeri > G Merangsang impuls syaraf sekitarnya Ransangan dihantarkan ke Talamus dan Cortek Selebri Nyeri dipersepsikan Adanya peradangan pada usus dan saluran cerna Merangsang terjadinya proses reaksi Endogen/Firogen Dihantarkan ke Hypothalamus.Wajah Nampak sembab DO : .Nyeri tekan : ada . terjadi Thermoregulator Suhu tubuh meningkat/febris Kurangnya pengetahuan dan informasi tentang penyakit dan proses pengobatan Stessor bagi klien Klien menjadi cemas DS : Klien mengeluh ketidaktahuan tentang penyakitnya v.Bising usus meningkat . Substansia P) DO : .Suhu > 37 OC . perencanaan KEPERAWATAN NO 1 DIAGNOSA KEPERAWATAN 2 pada usus saluran cerna dan DO : Klien mengeluh badan terasa panas 4 DS : . Sorotinin.

Klien menyatakan BAB 5 – 10 x/jam DO : .Bising usus DTN Intervensi : .Berikan minum hangat sebelum makan .Berikan diet lunak rendah serat .Porsi makan habis 1 dari yang tersedia Intervensi : .Suhu 36-37 OC .Observasi TNRS .Kolaborasi dengan medis untuk pemberian analgetik dan anti spasmolitik Suhu tubuh dalam batas normal dalama waktu 1 x 24 jam dengan kriteria : .Banyak keluar keringat 4.Nafsu makan meningkat .Turgor kulit kurang .Monitor intake dan output . mual.Berikan banyak minum air ± 8 gelas / hari .Tidak ada nyeri tekan pada abdomen . Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi b/d adanya mual dan muntah yang berlebihan DS : Klien mengeluh mual.Berat badan kembali normal .Suhu > 27 OC . muntah dan nafsu makan menurun DO : .Berikan kompres dingin pada darah Axila tiap 10-15 menit .Berat badan turun 3.Observasi TNRS .Bising usus meningkat .Berikan kompres hangat pada daerah yang sakit . Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit b/d adanya peradangan pada Membran Mukosa usus dan saluran cerna DS : .Porsi makan yang disiapkan tidak habis .Kaji tanda-tanda dehidrasi (turgor.Keringat tidak berlebihan .Nadi >= 100 x/menit .Kolaborasi dengan medis tentang pemberian cairan dan obat-obatan Kebutuhan nutrisi dalam waktu 2 x 24 jam terpenuhi dengan kriteria : .Kelopak mata tidak cekung . .BAB cair berhenti Intervensi : .Hindari makanan yang merangsang .Skala nyeri >6 Potensial peningkatan suhu tubuh b/d adanya infeksi pada membran mukosa dan saluran cerna DS : Klien mengeluh badan terasa panas DO : .1.Latih teknik relaksasi distraksi .Kelopak mata cekung .Turgor kulit baik . diare) .Nyeri tekan : ada . atur posisi yang nyaman . Gangguan rasa nyaman (nyeri) b/d adanya peradangan pada usus dan saluran cerna DS : Klien mengeluh nyeri abdomen DO : .Berikan makanan dalam keadaan hangat .Klien mengeluh mual dan muntah .Berikan makanan sedikit porsi sering . muntah.Anjurkan klien untuk banyak minum ± 8 gelas / 2.Intervensi : .BAB konsistensi cair Kebutuhan cairan dan elektrolit dapat terpenuhi dalam waktu 1 x 24 jam dengan kriteria : .Berikan pengertian tentang pentingnya nutrisi bagi tubuh Rasa nyaman (nyeri) teratasi dalam waktu ± 2 x 24 jam dengan kriteria : .Kaji tingkat nyeri.

Klien mengerti dan dapat menjelaskan tentang penyakitnya .Klien sering menanyakan tentang keadaan penyakitnya .Ekspresi wajah nampak lemas ASUHAN KEPERAWATAN DIABETES MELITUS I.Kaji tingkat pengetahuan klien tentang penyakitnya .Anjurkan bedrest .Jelaskan tentang keadaan penyakitnya.hari 1 2 3 .Kolaborasi medis untuk pemberian Anti Piretik Rasa aman (cemas) teratasi dalam waktu 1 x 24 jam dengan kriteria : . pengobatan dan komplikasi Gangguan rasa aman (cemas) b/d kurangnya pengetahuan tentang penyakitnya ditandai : DS : klien mengeluh ketidaktahuan tentang keadaan penyakitnya 5 DO : .Anjurkan untuk memakai pakaian yang menyerap keringat . PENGERTIAN • Merupakan suatu penyakit yang komplek yang melibatkan : .Ekspresi wajah tenang/rileks Intervensi : .

merupakan penyakit endokrin/hormonal • Diabetes melitus adalah sindrom yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara tuntutan dan suplai insulin.Penyakit endokrin. obesitas. Faktor non genetik/lingkungan . ETIOLOGI I. Faktor genetik . Berkembangnya komplikasi mikrovaskuler dan neurologis. Kelainan metabolisme protein.Stress .Nutrisi. pankreatitis kronis . 1997 : 100) • Subklas DM mencapai 4 tipe : a. Diabetes melitus Gestrasional (OMG) II. neurologik dan kardiovaskuler (Hotma Rumaharbo.Gaya hidup Catatan penting tentang cara penyuntikan insulin : .Dominan II.Secara resesif . lemak dan karbohidrat 2. Kerusakan toleransi glukosa (ktg) 2.1. Sindrom ini ditandai oleh hiper glikemia dan berkaitan dengan abnormalitas.Infeksi virus (Virus coxackieb. Tipe II (Non insulin-dependent diabetes melitus atau NIDDM) c. alkohol pankreas . rubela dan mumps) . komplikasi ginjal. Diabetes Melitus yang berhubungan dengan malnutrisi Masih terdapat dua kategori lain tentang abnormalitas metabolisme glukosa yaitu : 1. okular. malnutrisi protein. Diabetes Melitus Sekunder d. melabolik ini mengarah pada perkembangan bentuk spesifik. Tipe I (insulin-dependent diabetes melitus atau IDDM) b.

Lokasi tempat penyuntikan : Lokasi atau tempat penyuntikan harus dirotasikan untuk menjamin absorpsi insulin yang memadai. Pemeriksaan Laboratorium . Akibat hiperglikemi .Keletihan b.Uranilisis positif terhadap glukosa dan kelon .Neuropati. perubahan makrovaskuler.Polidipsi . ANALISA DATA NO DATA SENJANG KEMUNGKINAN PENYEBAB MASALAH : Akibat dari metabolisme protein dan lemak . nefropati.Poliuri : Disebabkan oleh dehidrasi dari poiiuri : Akibat dari diuresis osmotik bila ambang ginjal terhadap reabsorpsi glukosa dicapai dan kelebihan glukosa keluar melalui ginjal . perubahan mikrovaskuler III. Daerah-daerah utama untuk penyuntikan insulin adalah : Lengan Tungkai/paha Bokong Perut : diserap sangat cepat III. Lipodistrofi dapat terjadi pada penyuntikan yang berulang-ulang dan dapat menyebabkan terganggunya absorpsi insulin.Kolesterol dan kadar miglisenida serum menngkat IV.Gangraen .Peningkatan gula darah .Poliphagia : Disebabkan oleh peningkatan kebutuhan energi dari perubahan sintesis protein dan lemak .Penurunan berat badan . Akibat komplikasi . TANDA DAN GEJALA a.

tidak bisa tidur nyenyak. haus terus dan sering kencing DO : .DS : klien mengeluh. NO DATA SENJANG KEMUNGKINAN PENYEBAB MASALAH . sering lapar. karena sering kencing DO : .menurun Terjadi starvasi sel diuresis osmotik Defisit volume cairan Ambang Ginjal Mereabsorpsi glukosa Perubahan katabolisme Sintesis protein & lemak Protein & lemak Kelebihan Glukosa Kebutuhan energi penurunan keluar melalui Menaik berat badan ginjal Plofagia Defisit Volume Cairan Poliuria Dehidrasi Polidipsia DS : klien mengeluh.frekuensi bak sering klien tampak keletihan tampak ngantuk Osmotik diuresis meningkat Poliuria Susunan saraf simpatis merangsang untuk mengaktifasi RAS dalam mengaktifkan kerja organ tubuh REM menurun Pasien terjaga Kebutuhan istirahat tidur terganggu Gangguan istirahat tidur 2.klien tampak banyak makan Output berlebihan Penurunan berat badan Ketonusia Kelelahan glucosuria 1. Penurunan insulin tubuh Glukosa darah tidak dapat ditransfer ke jaringan : Glikogen dalam otot Menarik.

Perubahan nutrisi kurang dari Peningkatan glukosa : peningkatan sorbilol : kebutuhan tubuh peningkatan fruktosa Penimbunan sorbitol yang banyak Menyebabkan kerusakan akson sel saraf Penurunan canduction nervus system Ambang impuls saraf meningkat .Ungling mati rasa . DS : klien mengeluh.terdapat luka-luka Glukosa darah meningkat Leukosit meningkat Penurunan vaskularisasi ke jaringan Metabolisme imunitas menurun Pertahanan jaringan setempat menurun Resiko tinggi terhadap infeksi/potensial terjadi gangguan integritas kulit 4. tidak bisa tidur nyenyak karena sering kencing 5.frekuensi bak sering Tampak ngantuk Resiko tinggi terhadap infeksi Osmotik diuresis meningkat Poliuria Gangguan tidur istirahat Susunan saraf simpatis merangsang untuk mengaktifasi RAS dalam mengaktifkan kerja organ tubuh REM menurun NO DATA SENJANG KEMUNGKINAN PENYEBAB Pasien terjaga Kebutuhan istirahat tidak terganggu Pola hidup/gaya hidup orang yang tidak sehat MASALAH 6. DO : .Penurunan rasa getar . tidak Kurangnya .Extremitus teraba dingin Klien tidak dapat merasakannya 3.Gangguan motorsi Defisiensi insulin Hiperglikema Komplikasi DM DS : klien mengeluh gatalgatal DO : .DS : klien mengeluh kram otot pada ujung-ujung jari DO : . DS : klien mengeluh.

Intake dan output seimbang .Kadar glukosa dalam darah dalam tingkat yang optimal . mual/enek.Ketonurin .tahu tentang pengelolaan penyakit DO : .Catat intake dan output/24 jam .Penurunan berat badan . KRITERIA DAN RENCANA TINDAKAN) 3 Tujuan : Defisit volume cairan tidak terjadi/hidrasi adekual dalam waktu 14 hari Kriteria : .Pantau efektivitas pemberian insulin DS : klien sering mengeluh . berkeringat.Peningkatan/penurunan kadar glukosa dalam darah Pendidikan/informasi kurang Diagnosis/cara pengobatan yang baru Kemampuan mengingat kurang Keterbatasan kognitif Kurangnya pengetahuan mengenai penyakit Prognosis dan kebutuhan pengobatan pengetahuan mengenai penyakit.Klien sering mengulangulang pertanyaan yang sama V. tuchicardia.Berat badan ideal dapat dipertahankan/dicapai 1 Rencana Tindakan : . prognisis dan kebutuhan pengobatan RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN (TUJUAN.Output kelebihan .TTV dalam batas normal/stabil . polidipsi.Penurunan berat badan . kehilangan cairan.klien tampak banyak tingkat kesadaran) makan .glucosuria .Poliunar.Observasi tanda-tanda vital . penurunan asupan cairan .Kaji tanda-tanda hipoglikem (glukosa darah > 60 mg/dl.Kelelahan . RENCANA PERAWATAN NO 1 DIAGNOSA KEPERAWATAN 2 Deteat volume cairan.Waspadai terhadap peningkatan kalium karena kekurangan sering lapar dan haus volume cairan yang meningkat terus . aktual atau potensial berhubungan dengan tidak adanya atau kurangnya fungsi insulin yang ditandai dengan : .Klien sering bertanya mengenai keadaan penyakitnya . sakit kepala. adanya gangguan DO : .Kaji turgor kulit .

prognosis dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan keterbatasan kognitif dan kemampuan mengingat yang kurang.klien sering bertanya mengenai keadaan penyakitnya .Bekerjasama dengan klien dalam menata tujuan .Klien tampak lemah .Glukosa darah dalam batas normal . DS : klien mengeluh tidak tahu tentang pengelolaan penyakitnya. polidipsia.Diskusikan tentang rencana diet Tujuan : infeksi/kerusakan integritas kulit tidak terjadi ± 3 x 24 jam Kriteria : .Tekankan pentingnya makanan sesuai diet program latihan dalam memenuhi kebutuhan dan gaya hidup klien .Klien dapat memilih menu makanan sesuai dengan anjuran diet Rencana Tindakan : .Glukosa darah dalam batas normal . prognisis dan kebutuhan pengobatan dalam waktu 2 x 24 jam Kriteria : Klien dapat mengidentifikasikan salah satu tujuan dan menampakan perilaku yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut Rencana tindakan : .Tidak ada luka/gangrem .Pantau masukan makanan harian . ditandai dengan : DS : klien sering mengeluh.Berikan informasi selengkapnya tentang penyakit seperti : • Diskusi topik-topik penting seperti berupa kadar glukosa normal tipe DM yang diderita • Komplikasi penyakit akut dan kronis .Ciptakan lingkungan saling percaya .Berikan konsultasi diet .Lekosit dalam batas normal 2.Kaji pola masukan diet & status nutrisi . .Bantu klien memilih menu harian . polifagia DO : .Klien sering mengulangulang pertanyaan yang sama Resiko tinggi terhadap infeksi/potensial terjadinya gangguan integritas kulit berhubungan dengan defesiensi insulin 4. 3. DO : .poliuria. 3 Tujuan : kebutuhan nutrisi terpenuhi dalam waktu ± 3 x 24 jam Kriteria : .Hasil gula darah meningkat Kurangnya pengetahuan mengenai penyakit.1 2 Perubahan nutrisi : Kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan penurunan insulin dalam tubuh.Klien tidak mengeluh gatal .Timbang berat badan tiap hari Tujuan : Klien memiliki informasi yang tepat mengenai penyakit.Peragakan cara pemeriksaan gula darah dengan finfer stick .Berat badan stabil .Berat badan meningkat .

Bantu klien untuk Bak ditempat tidur dengan menggunakan pispot .Tidak mengantuk Rencana Tindakan: .DS : klien mengeluh gatalgatal DO : .Klien tampak segar .Klien tampak ngantuk Kriteria : .ekstromitas terasa dingin .klien dapat beristirahat ± 6 ja / hari .terdapat luka .Kolaborasi medis untuk pemberian therafi Gangguan istirahat : tidur sehubungan dengan Tujuan : istirahat tidur tidak terganggu poliuria dalam waktu 2 x 24 jam DS : klien mengeluh tidak bisa tidur nyenyak karena sering kencing DO : .Observasi adanya luka/gangren .Keadaan kaki Rencana Tindakan : .Dengan rangsangan klien tidak dapat merasakannya .frekuensi Bak sering .Klien dapat merasakan rangsangan .Glukosa darah meningkat .Klien tampak keletihan .Ganti/rapihkan alat tenun supaya klien .Berikan kompres hangat pada daerah yang baal . Kriteria : .Lakukan rangsangan tactil pada daerah yang baal .Monitor adanya pet glukosa darah dan lekosit Tujuan : persepsi sensori tidak terganggu dalam waktu ± 4 x 24 jam 6.Beri penjelasan tentang pentingnya istirahat tidur untuk menjaga kebugaran tubuh . 1 2 Gangguan perubahan persepsi sensori sehubungan dengan penurunan/hilangnya infus saraf DS : klien mengeluh kram otot/baal pada ujung jari 5.Sarankan klien untuk tidak menggunakan sepatu yang sempit dan selalu menggunakan alas kaki .Kram otot/baal hilang DO : .Leukosit meningkat .Beri pengertian supaya tidak menggaruk daerah yang gatal untuk menghindari terjadinya luka. 3 .

III. arterioskletoris. kalau sembuh jantung tidak seperti semula-lebih buruk.Laciphone . DC Kanan = kelanjutan kiri.merasa nyaman untuk tidur ASUHAN KEPERAWATAN PADA DECOMPENSASIO CORDIS I.Gelisah .Sesk nafas .Krekels. GEJALA DC Kiri . akibat penyakit paru-paru menahun.Sianosis . kelainan katup mitral. perikarditis dan penyakit jantung bawaan DC Kanan dan Kiri = Menunjukan gejala jantung sangat besar.Batuk + kering tak produktif . II.Ortopnos . kelainan katup aorta dan anemi. PENGERTIAN Ketidakmampuan jantung untuk meningkatkan curah jantung yang cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.Hemophsis . ronkhi . ETIOLOGI DC Kiri = Hipertensi.

Anoreksia .Klien merasa cape dan lelah jika beraktivitas 1.Irama jantung iregular .Tachikardi .Peningkatan tekanan darah .Diaforesis .Penurunan keluaran urine/nokturia IV.Hipoksemia .Peningkatan Berat Badan .Bunyi jantung gallop .Dispoe DC Kanan .Klien mengeluh dan sesak . sakrum.Peningkatan JVP . NO ANALISA DATA DATA DS : .Asitos .R > 26 xlmt ETIOLOGI Adanya penyempitan pembuluh darah ke jantung/cororaria Suplai O2 ke jaringan menurun Atropi miocardium (otot jantung kekuatan kontruksi jantung menurun) Cardiac out put keseluruh tubuh menurun MASALAH Ketidakefektifan pada pola nafas .Edema = Extremitas perefir.Pulsus alterans .Galiops Vent Kiri = S3 .Nyeri takan abdomen kuadaran kanan atas . DO : .Gallop vent kanan : S3 . genetalia .Distensi Vena leher .Hepatospespenomegali : reflek hepatojugular ..

DO : Extremitas Oedema. tangan. ditandai dengan : 1. kurang dari 3. Berat badan meningkat.Klien mengatakan sesak berkurang (hilang) .Obs.Atur posisi semi towler .Anjurkan untuk nafas efektif .Kaji penurunan tekanan vena jugularis Tujuan : Kebutuhan nutrisi terpenuhi dalam .Penurunan berat badan kembali keasal Intervensi : .DS : Klien mengeluh kaki.Klien tidak mengeluh bengkak-bengkak .Kolaborasi dengan dokter .Respirasi 16-20 xlmt Intervensi : . bengkak DO : Oedema extremitas. RENCANA PERAWATAN NO DIAGNOSA Ketidakefektifan pola nafas yang berhubungan dengan perubahan membran kapiler alveoli yang disebabkan oleh peningkatan tekanan kapiler baru.Atur posisi .Klien mengeluh nafsu makan menurun DO : .TTV tiap 4 jam . Asites. perut. tekanan vena jugularis meningkat Perubahan status nutrisi. Asites.Klien tampak lemah.Klien mengeluh mual dan rasa penuh diulu hati . RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN Tujuan : pola nafas efektif Kriteria : .TTV tiap 4 jam . berat badan meningkat. Tekanan Vena jugularis meningkat DS : .Obs.Catat intake out put .Anjurkan pasien untuk relaksasi Tujuan : Volume cairan dalam batas normal Kriteria : .Kolaborasi dengan dokter . DS : Klien mengeluh kaki. V. makan habis ¼ P Suplai darah ke ginjal berkurang menyebabkan GFR menurun Meningkatkan renin sehingga meningkatkan reabsorpsi Natrium dan air Oedema Perfusi ginjal menurun Filtrasi glumerulus menurun Retensi natrium dan air Diet rendah garam Nafsu makan berkurang Perubahan volume cairan berlebihan Perubahan status nutrisi 3. perut.Berikan O2 .Oedema . ditandai dengan : 2. DS : Klien mengeluh sesak DO : Rospirasi > 24 xlmt Perubahan volume cairan berlebihan yang berhubungan dengan gangguan mekanisme pengeluaran. tangan 2.

Makan habis 1 P Intervensi : . nyeri ulu hati.Klien mengatakan tidak mual.kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan gangguan absorpsi zat-zat sekunder terhadap penurunan curah jantung ditandai dengan : DS : Klien mengeluh mual.Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian obat-obat anti mual .Berikan diet sesuai advis .Anjurkan untuk makan sedikit tapi sering . tidak nafsu makan DO : Anoreksia.Beri penjelasan tentang pentingnya makanan . makan ½ P waktu 3 hari Kriteria : . mau makan .Sajikan makan dalam keadaan hangat .