Anda di halaman 1dari 5

ϱϬ

Perempuan Yang Dicintai Suamiku

'Pesan¨ dahsyat buat para suami (dan calon suami) untuk menjaga istrinya.
Dan motivasi hebat buat para istri (aan calon istri) untuk tetap mencintai suaminya.

Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun menjelang
pernikahan selalu terjadi konIlik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti
apa mauku. Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi
ke kantornya bekerja sampai subuh, baru pulang ke rumah, mandi, kemudian mengantar anak
kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit. Aku pikir dia workaholic.
Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja,
itu pun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir,
memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2 seperti itu sebagai ungkapan sayang.
Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan
berdua diluar pun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makan berdua, kami asyik
sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang
beradu dengan sendok garpu.
Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran di kamar, atau main dengan anak2
kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia
memang tidak suka tertawa lepas. Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun
pernikahan kami. Sampai suatu ketika, di suatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek
sakit di rumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya, dibanding makan di
rumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena sampai terjadi perIorasi di ususnya.
Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan
diri, bernama meisha, temannya Mario saat dulu kuliah.
Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah melihat mata
yang begitu cantik seperti yang dia milii. Matanya bersinar indah, penuh kehangatan dan
penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan2 waktu berhenti berputar dan terpana dengan
kalimat2nya yang ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkan
mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.
Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu, Meisha
bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab. 5 bulan lalu
mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha
yang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan
untuk perusahaan tempatnya bekerja.
Aku mulai mengingat 2-5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario,
setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari bisa menciumku lebih
dari 3x. Dia membelikan aku parIum baru, dan mulai sering tertawa lepas. Tapi di saat lain,
dia sering termenung di depan komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau aku
tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.
ϱϭ

Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS. Aku
sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal, karena Mario tidak juga
mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya,
'Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini? tidak mau makan
juga? uhh. dasar anak nakal, sini piringnya¨, lalu dia terus mengajak Mario bercerita sambil
menyuapi Mario, tiba2 saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya. Dan..aku tidak
pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak
pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun!
Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi
aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah
operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak
mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika
dia tidak pulang ke rumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa
sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.
Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha begitu manis,
dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan membawakan ekrol kesukaanku.
Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakku nonton. kali lain, dia datang bersama suami dan
ke-2 anaknya yang lucu2.
Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari
itu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak dihatinya.
Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta, aku tidak pernah menyangka, hatiku
pun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.
Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya keriting
ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka password email Papanya,
dan memanggilku, 'Mama, mau lihat surat papa buat tante Meisha?¨
Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,
Dear Meisha,
Kehaairanmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku, aku
tiaak pernah merasakan fatuh cinta seperti ini, bahkan paaa Rima. Aku mencintai Rima
karena konaisi yang mengharuskan aku mencintainya, karena aia ibu aari anak2ku.
Ketika aku menikahinya, aku tetap tiaak tahu apakah aku sungguh2 mencintainya. Tiaak aaa
perasaan bergetar seperti ketika aku memanaangmu, tiaak aaa perasaan rinau yang tiaak
pernah paaam ketika aku tiaak menfumpainya. Aku hanya tiaak ingin menyakiti
perasaannya.
Ketika konflik2 terfaai saat kami pacaran aulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku
tiaak sanggup mengatakan paaanya bahwa aia bukanlah perempuan yang aku cari untuk
mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku menikahinya.
Aku tiaak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti ketika cinta
untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah
ϱϮ

menaapat siraman aari pemiliknya. Seperti pepohonan ai hutan2 belantara yang tiaak
pernah minta aisirami, namun tumbuh aengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.
Aku tiaak akan pernah bisa memilikimu, karena kau suaah menfaai milik orang lain
aan aku aaalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatiku
terasa hampa, itu tiaaklah mengapa, asal aku bisa melihat Rima bahagia aan tertawa, aia
bisa menaapatkan segala yang aia inginkan selama aku mampu. Dia boleh menaapatkan
seluruh hartaku aan tubuhku, tapi tiaak fiwaku aan cintaku, yang hanya aku berikan
untukmu. Meskipun aaa tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau
mengerti, you are the only one in my heart.
yours,
Mario
Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru berusia 7
tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku.
Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia
mencintai perempuan lain. Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat
hampir setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan di amplop, dan aku letakkan di lemari
bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.
Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan
tabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan motor untuk mengantar
dan menjemput anak2ku. Mario merasa heran, karena aku tidak pernah lagi bermanja dan
minta dibelikan bermacam2 merek tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu
memintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman2ku sudah
menikah semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya.
Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuan
yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Kenapa dia tidak mengatakan saja,
bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku ? itu lebih aku hargai daripada
dia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya
nasibku.
Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah dia
mencintai perempuan itu terus di dalam hatinya. Dengan pura2 tidak tahu, aku sudah
membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan Mario adalah
kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.
**********

Setahun kemudian.
Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itu
masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.
'Mario, suamiku..Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama
kali bekerja di kantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona
padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak bertepuk
ϱϯ

sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesiI ingin memilikimu seutuhnya. Aku
sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa di atas
angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku. Aku pikir, aku si puteri cantik
yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku
sehingga mau melakukan apa saja untukku...
Ternyata aku keliru.. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. Ketika
aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnya
menyukai Mario.
Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, 'kenapa, Rima? Kenapa kamu
mesti cemburu? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku?¨
Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.
Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia
bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yang
sempurna yang engkau inginkan.
Istrimu, Rima¨
Di surat yang lain,
'...Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin
es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari
matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola
matamu saat memandang Meisha..¨
Disurat yang kesekian,
'...Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.
Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah2 padamu, aku tidak lagi
suka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan
masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros, dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka
bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang ke rumah. Dan aku
selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Aku
merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku
menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, di rumah sakit saat engkau dirawat,
karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah...
Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan
menantinya....¨
Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya.
dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.
Disurat terakhir, pagi ini.
'......Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahun lalu engkau
tidak pulang ke rumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan
masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya di rumah Bude
ϱϰ

Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku
hanya mengendarai motor.
Saat aku tiba di rumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran dimatamu.
Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit.
Tahukah engkau suamiku,
Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahun
kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu, inikah tanda2
cinta mulai bersemi dihatimu ?...¨
Jelita menatap Meisha, dan bercerita, 'Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari
jauh aku melihat keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya
kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu,
dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya.
Mama memarkir motornya di seberang jalan, Ketika mama menyeberang jalan, tiba2 mobil
itu lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi.. aku tidak sanggup melihatnya terlontar,
Tante... aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak..¨.
Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk
merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa.
Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario mengirimkan
email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima membacanya.
Dear Meisha,
Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeaa, aia tiaak lagi marah2 aan
selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan taai, aia pulang aengan tubuh basah kuyup
karena kehufanan, aku sangat khawatir aan memeluknya. Tiba2 aku baru menyaaari betapa
beruntungnya aku memiliki aia. Hatiku mulai bergetar.. Inikah tanaa2 aku mulai
mencintainya?
Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan besok
aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil mungil untuknya,
supaya aia tiaak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena aia ibu aari anak2ku, tapi
karena aia belahan fiwaku..
Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk
disamping nisan Rima. Di wajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah terjadi,
Mario..
Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang itu telah pergi
meninggalkan kita................
Sumber . Botefilia
Source aeryuai
Sharea By Kisah Penuh Hikmah
(http://virouz007.wordpress.com/)

XQWXN PHQMDJD LVWULQ\D« 'DQ PRWLYDVL KHEDW EXDW SDUD LVWUL GDQ FDORQ LVWUL.

DODX KDUL OLEXU GLD OHELK VHULQJ KDQ\D WLGXUDQ GL NDPDU DWDX PDLQ GHQJDQ DQDN NDPL GLD MDUDQJ VHNDOL WHUWDZD OHSDV . XQWXN WHWDS PHQFLQWDL VXDPLQ\D« .DUHQD GLD VDQJDW SHQGLDP DNX PHQ\DQJND GLD PHPDQJ WLGDN VXND WHUWDZD OHSDV $NX PHQJLUD UXPDK WDQJJD NDPL EDLN VDMD VHODPD  WDKXQ SHUQLNDKDQ NDPL 6DPSDL VXDWX NHWLND GL VXDWX KDUL \DQJ WHULN VDDW LWX VXDPLNX WHUJROHN VDNLW GL UXPDK VDNLW NDUHQD MDUDQJ PDNDQ GDQ VHULQJ MDMDQ GL NDQWRUQ\D GLEDQGLQJ PDNDQ GL UXPDK GLD NHQD W\SKRLG GDQ KDUXV GLUDZDW GL 56 NDUHQD VDPSDL WHUMDGL SHUIRUDVL GL XVXVQ\D 3DGD VDDW GLD PDVLK GL .HKLGXSDQ SHUQLNDKDQ NDPL DZDOQ\D EDLN VDMD PHQXUXWNX 0HVNLSXQ PHQMHODQJ SHUQLNDKDQ VHODOX WHUMDGL NRQIOLN WDSL VHWHODK PHQLNDK 0DULR WDPSDN EDLN GDQ OHELK PHQXUXWL DSD PDXNX .DPL WLGDN SHUQDK EHUWHQJNDU KHEDW NDODX PDUDK GLD FHQGHUXQJ GLDP GDQ SHUJL NH NDQWRUQ\D EHNHUMD VDPSDL VXEXK EDUX SXODQJ NH UXPDK PDQGL NHPXGLDQ PHQJDQWDU DQDN NDPL VHNRODK 7LGXUQ\D VDQJDW VHGLNLW PDNDQQ\D SXQ VHGLNLW $NX SLNLU GLD ZRUNDKROLF 'LD PHQFLXPNX PDNVLPDO [ VHKDUL SDJL PHQMHODQJ NHUMD GDQ VDDW GLD SXODQJ NHUMD LWX SXQ NDODX DNX PDVLK EDQJXQ .DODX DNX WDQ\D GLD ELODQJ DGD SHNHUMDDQ \DQJ PHPELQJXQJNDQ .DUHQD ZDNWX SDFDUDQ GLD WLGDN SHUQDK URPDQWLV DNX SLNLU PHPDQJ GLD WLGDN URPDQWLV GDQ WLGDN PHPHUOXNDQ KDO VHSHUWL LWX VHEDJDL XQJNDSDQ VD\DQJ .DPL MDUDQJ QJREURO VDPSDL PDODP NDPL MDUDQJ SHUJL QRQWRQ EHUGXD EDKNDQ PDNDQ EHUGXD GLOXDU SXQ KDPSLU WLGDN SHUQDK .&8 VHRUDQJ SHUHPSXDQ GDWDQJ PHQMHQJXNQ\D 'LD PHPSHUNHQDONDQ GLUL EHUQDPD PHLVKD WHPDQQ\D 0DULR VDDW GXOX NXOLDK 0HLVKD WLGDN VHFDQWLN DNX GLD EHJLWX VHGHUKDQD WDSL DNX WLGDN SHUQDK PHOLKDW PDWD \DQJ EHJLWX FDQWLN VHSHUWL \DQJ GLD PLOLL 0DWDQ\D EHUVLQDU LQGDK SHQXK NHKDQJDWDQ GDQ SHQXK FLQWD NHWLND GLD EHUELFDUD VHDNDQ ZDNWX EHUKHQWL EHUSXWDU GDQ WHUSDQD GHQJDQ NDOLPDWQ\D \DQJ ULQJDQ GDQ SHQXK SHVRQD 6HWLDS RUDQJ ODNL PDXSXQ SHUHPSXDQ EDKNDQ PXQJNLQ VHUDQJJD \DQJ OHZDW DNDQ MDWXK FLQWD EHJLWX PHQGHQJDU GLD EHUFHULWD 0HLVKD WLGDN SHUQDK NHQDO GHNDW GHQJDQ 0DULR VHODPD PHUHND NXOLDK GXOX 0HLVKD EHUFHULWD 0DULR VDQJDW SHQGLDP VHKLQJJD MDUDQJ SXQ\D WHPDQ \DQJ DNUDE  EXODQ ODOX PHUHND EHUWHPX NDUHQD DGD SHNHUMDDQ NDQWRU PHUHND \DQJ PHPSHUWHPXNDQ PHUHND 0HLVKD \DQJ EHNHUMD GL DGYHUWLVLQJ DNKLUQ\D EHUWHPX GHQJDQ 0DULR \DQJ VHGDQJ PHPEXDW LNODQ XQWXN SHUXVDKDDQ WHPSDWQ\D EHNHUMD $NX PXODL PHQJLQJDW  EXODQ ODOX DGD SHUXEDKDQ \DQJ FXNXS GUDVWLV SDGD 0DULR VHWLDS PDX SHUJL NHUMD GLD WHUVHQ\XP PDQLV SDGDNX GDQ GDODP VHKDUL ELVD PHQFLXPNX OHELK GDUL [ 'LD PHPEHOLNDQ DNX SDUIXP EDUX GDQ PXODL VHULQJ WHUWDZD OHSDV 7DSL GL VDDW ODLQ GLD VHULQJ WHUPHQXQJ GL GHSDQ NRPSXWHUQ\D $WDX WHUPHQXQJ PHPHJDQJ +SQ\D .DODX NDPL PDNDQ GL PHMD PDNDQ EHUGXD NDPL DV\LN VHQGLUL GHQJDQ VHQGRN JDUSX NDPL EXNDQ REURODQ \DQJ WHUGHQJDU KDQ\D GHQWLQJ SLULQJ \DQJ EHUDGX GHQJDQ VHQGRN JDUSX .

HWLND NRQIOLN WHUMDGL VDDW NDPL SDFDUDQ GXOX DNX VHEHQDUQ\D NHFHZD WDSL DNX WLGDN VDQJJXS PHQJDWDNDQ SDGDQ\D EDKZD GLD EXNDQODK SHUHPSXDQ \DQJ DNX FDUL XQWXN PHQJLVL NHNRVRQJDQ KDWLNX +DWLNX WHWDS WHUDVD KDPSD PHVNLSXQ DNX PHQLNDKLQ\D $NX WLGDN WDKX EDJDLPDQD FDUDQ\D PHQXPEXKNDQ FLQWD XQWXNQ\D VHSHUWL NHWLND FLQWD XQWXNPX WXPEXK VHFDUD DODPL VHSHUWL SRKRQ EHULQJLQ \DQJ WXPEXK NRNRK WDQSD SHUQDK .HWLND DNX PHQLNDKLQ\D DNX WHWDS WLGDN WDKX DSDNDK DNX VXQJJXK PHQFLQWDLQ\D 7LGDN DGD SHUDVDDQ EHUJHWDU VHSHUWL NHWLND DNX PHPDQGDQJPX WLGDN DGD SHUDVDDQ ULQGX \DQJ WLGDN SHUQDK SDGDP NHWLND DNX WLGDN PHQMXPSDLQ\D $NX KDQ\D WLGDN LQJLQ PHQ\DNLWL SHUDVDDQQ\D .HKDGLUDQPX EDJDL EHULEX ELQWDQJ JHPHUODS \DQJ PHQJLVL VHOXUXK UHOXQJ KDWLNX DNX WLGDN SHUQDK PHUDVDNDQ MDWXK FLQWD VHSHUWL LQL EDKNDQ SDGD 5LPD $NX PHQFLQWDL 5LPD NDUHQD NRQGLVL \DQJ PHQJKDUXVNDQ DNX PHQFLQWDLQ\D NDUHQD GLD LEX GDUL DQDNNX .6XDWX VDDW 0HLVKD SHUQDK GDWDQJ SDGD VDDW 0DULR VDNLW GDQ PDVLK GLUDZDW GL 56 $NX VHGDQJ PHPHJDQJ VHSLULQJ QDVL EHVHUWD ODXNQ\D GHQJDQ ZDMDK NHVDO NDUHQD 0DULR WLGDN MXJD PDX DNX VXDSL 0HLVKD PDVXN NDPDU GDQ PHQ\DSD GHQJDQ VXDUD ULDQJQ\D ³+DL 5LPD NHQDSD GHQJDQ DQDN VXOXQJPX \DQJ QRPRU VDWX LQL" WLGDN PDX PDNDQ MXJD" XKK« GDVDU DQDN QDNDO VLQL SLULQJQ\D´ ODOX GLD WHUXV PHQJDMDN 0DULR EHUFHULWD VDPELO PHQ\XDSL 0DULR WLED VDMD VHSLULQJ QDVL LWX VXGDK KDELV GLWDQJDQQ\D 'DQ«DNX WLGDN SHUQDK PHOLKDW WDWDSDQ SHQXK FLQWD \DQJ WHUSDQFDU GDUL PDWD VXDPLNX VHSHUWL VLDQJ LWX WLGDN SHUQDK VHXPXU KLGXSNX \DQJ DNX ODOXL EHUVDPDQ\D WLGDN SHUQDK VHGHWLNSXQ +DWLNX WHUDVD VDNLW OHELK VDNLW GDUL NHWLND GLD PHPEDOLNNDQ WXEXKQ\D PHPEHODNDQJL DNX VDDW DNX PHPHOXNQ\D GDQ EHUKDUDS GLD PHQFXPEXNX /HELK VDNLW GDUL UDVD VDNLW VHWHODK RSHUDVL FDHVDU NHWLND DNX PHODKLUNDQ DQDNQ\D /HELK VDNLW GDUL UDVD VDNLW NHWLND GLD WLGDN PDX PHPDNDQ PDVDNDQ \DQJ DNX EXDW GHQJDQ VXVDK SD\DK /HELK VDNLW GDULSDGD VDNLW NHWLND GLD WLGDN SXODQJ NH UXPDK VDDW XODQJ WDKXQ SHUNDZLQDQ NDPL NHPDULQ /HELK VDNLW GDUL UDVD VDNLW NHWLND GLD OHELK VXND PHQFXPEX NRPSXWHUQ\D GLEDQGLQJ DNX 7DSL DNX WLGDN SHUQDK ELVD PDUDK VHWLDS PHOLKDW SHUHPSXDQ LWX 0HLVKD EHJLWX PDQLV GLD ELVD KDGLU WLED PHPEDZDNDQ GRQDW EXDW DQDN GDQ PHPEDZDNDQ HNURO NHVXNDDQNX 'LD PHQJDMDNNX MDODQ NDGDQJ PHQJDMDNNX QRQWRQ NDOL ODLQ GLD GDWDQJ EHUVDPD VXDPL GDQ NH DQDNQ\D \DQJ OXFX $NX WLGDN SHUQDK EHUWDQ\D DSDNDK VXDPLNX PHQFLQWDL SHUHPSXDQ EHUKDWL ELGDGDUL LWX" NDUHQD WDQSD EHUWDQ\D SXQ DNX VXGDK WDKX DSD \DQJ EHUJHMRODN GLKDWLQ\D 6XDWX VRUH PHQGXQJ EHJLWX PHQ\HOLPXWL MDNDUWD DNX WLGDN SHUQDK PHQ\DQJND KDWLNX SXQ DNDQ PHQGXQJ EDKNDQ JHULPLV NHPXGLDQ $QDN VXOXQJNX VHRUDQJ DQDN SHUHPSXDQ FDQWLN EHUXVLD  WDKXQ UDPEXWQ\D NHULWLQJ LNDO GDQ FHUGDVQ\D VDPD VHSHUWL D\DKQ\D 'LD EHUKDVLO PHPEXND SDVVZRUG HPDLO 3DSDQ\D GDQ PHPDQJJLONX ³0DPD PDX OLKDW VXUDW SDSD EXDW WDQWH 0HLVKD"´ $NX WHUWHJXQ PHPDQGDQJQ\D GDQ PHPEDFD VXUDW HOHNWURQLN LWX 'HDU 0HLVKD .

WX \DQJ DNX UDVDNDQ $NX WLGDN DNDQ SHUQDK ELVD PHPLOLNLPX NDUHQD NDX VXGDK PHQMDGL PLOLN RUDQJ ODLQ GDQ DNX DGDODK ODNL \DQJ VDQJDW PHPHJDQJ NRPLWPHQ SHUQLNDKDQ NDPL 0HVNLSXQ KDWLNX WHUDVD KDPSD LWX WLGDNODK PHQJDSD DVDO DNX ELVD PHOLKDW 5LPD EDKDJLD GDQ WHUWDZD GLD ELVD PHQGDSDWNDQ VHJDOD \DQJ GLD LQJLQNDQ VHODPD DNX PDPSX 'LD EROHK PHQGDSDWNDQ VHOXUXK KDUWDNX GDQ WXEXKNX WDSL WLGDN MLZDNX GDQ FLQWDNX \DQJ KDQ\D DNX EHULNDQ XQWXNPX 0HVNLSXQ DGD WHPERN \DQJ PHQJKDODQJL NLWD DNX KDQ\D EHUKDUDS EDKZD HQJNDX PHQJHUWL \RX DUH WKH RQO\ RQH LQ P\ KHDUW \RXUV 0DULR 0DWDNX WHUDVD SDQDV -HOLWD DQDN VXOXQJNX PHPHOXNNX HUDW 0HVNLSXQ EDUX EHUXVLD  WDKXQ GLD DGDODK PDODLNDW MHOLWDNX \DQJ VDQJDW PHQJHUWL GDQ PHQ\D\DQJLNX 6XDPLNX WLGDN SHUQDK PHQFLQWDLNX 'LD WLGDN SHUQDK EDKDJLD EHUVDPDNX 'LD PHQFLQWDL SHUHPSXDQ ODLQ $NX PHQJXPSXONDQ NHNXDWDQNX 6HMDN LWX DNX PHQXOLV VXUDW KDPSLU VHWLDS KDUL XQWXN VXDPLNX 6XUDW LWX DNX VLPSDQ GL DPSORS GDQ DNX OHWDNNDQ GL OHPDUL EDMXNX WLGDN SHUQDK DNX EHULNDQ XQWXNQ\D 0RELO \DQJ GLD EHULNDQ XQWXNNX DNX NHPEDOLNDQ SDGDQ\D $NX PHQJXPSXONDQ WDEXQJDQNX \DQJ NXVLPSDQ GDUL VLVD XDQJ EHODQMD ODOX DNX EHOLNDQ PRWRU XQWXN PHQJDQWDU GDQ PHQMHPSXW DQDNNX 0DULR PHUDVD KHUDQ NDUHQD DNX WLGDN SHUQDK ODJL EHUPDQMD GDQ PLQWD GLEHOLNDQ EHUPDFDP PHUHN WDV GDQ EDMX $NX WHUSXUXN GDODP NHKDQFXUDQNX $NX GXOX PHPLQWDQ\D PHQLNDKLNX NDUHQD DNX PDOX WHUODOX ODPD SDFDUDQ VHGDQJNDQ WHPDQNX VXGDK PHQLNDK VHPXD 7HUQ\DWD GLD PHPDQJ WLGDN SHUQDK PHQJLQJLQNDQ DNX PHQMDGL LVWULQ\D %HWDSD WLGDN EHUKDUJDQ\D DNX 7LGDNNDK GLD WDKX EDKZD DNX MXJD VHRUDQJ SHUHPSXDQ \DQJ EHUKDN PHQGDSDWNDQ NDVLK VD\DQJ GDUL VXDPLQ\D " .HQDSD GLD WLGDN PHQJDWDNDQ VDMD EDKZD GLD WLGDN PHQFLQWDL DNX GDQ WLGDN PHQJLQJLQNDQ DNX " LWX OHELK DNX KDUJDL GDULSDGD GLD FXPD GLDP GDQ PHQJDQJJXN GDQ PHODPDUNX ODOX PHQLNDKLNX %HWDSD PDODQJQ\D QDVLENX 0DULR WHUXV PHQHUXV VDNLWDQ GDQ DNX WHWDS PHUDZDWQ\D GHQJDQ VHWLD %LDUODK GLD PHQFLQWDL SHUHPSXDQ LWX WHUXV GL GDODP KDWLQ\D 'HQJDQ SXUD WLGDN WDKX DNX VXGDK PHPEXDWQ\D EDKDJLD GHQJDQ PHQFLQWDL SHUHPSXDQ LWX .HEDKDJLDDQ 0DULR DGDODK NHEDKDJLDDQNX MXJD NDUHQD DNX DNDQ VHODOX PHQFLQWDLQ\D 6HWDKXQ NHPXGLDQ« 0HLVKD PHPEXND DPSORS VXUDW LWX GHQJDQ DLU PDWD EHUOLQDQJ 7DQDK SHPDNDPDQ LWX PDVLK EDVDK PHUDK GDQ PDVLK GLSHQXKL EXQJD ³0DULR VXDPLNX«$NX WLGDN SHUQDK PHQ\DQJND SHUWHPXDQ NLWD VDDW DNX SHUWDPD NDOL EHNHUMD GL NDQWRUPX DNDQ PHPEDZDNX SDGD FLQWD VHMDWLNX $NX EHJLWX WHUSHVRQD SDGDPX \DQJ SHQGLDP GDQ WDPSDN GLQJLQ %HWDSD VHQDQJQ\D DNX NHWLND DNX WLGDN EHUWHSXN .PHQGDSDW VLUDPDQ GDUL SHPLOLNQ\D 6HSHUWL SHSRKRQDQ GL KXWDQ EHODQWDUD \DQJ WLGDN SHUQDK PLQWD GLVLUDPL QDPXQ WXPEXK GHQJDQ OHEDW VHFDUD DODPL .

VHEHODK WDQJDQ $NX PHQFLQWDLPX GDQ EHJLWX SRVHVLI LQJLQ PHPLOLNLPX VHXWXKQ\D $NX VHULQJ PDUDK NHWLND NDPX DV\LN EHNHUMD GDQ WLGDN PHPSHUGXOLNDQ DNX $NX PHUDVD GL DWDV DQJLQ NHWLND NDPX KDQ\D GLDP GDQ PHQXUXWL NHLQJLQDQNX« $NX SLNLU DNX VL SXWHUL FDQWLN \DQJ GLLQJLQNDQ EDQ\DN SULD WHODK PHPHQXKL UXDQJ KDWLPX GDQ NDPX WHUODOX PHQFLQWDLNX VHKLQJJD PDX PHODNXNDQ DSD VDMD XQWXNNX« 7HUQ\DWD DNX NHOLUX« DNX PHQ\DGDULQ\D WHSDW VHKDUL VHWHODK SHUQLNDKDQ NLWD .HQDSD NDPX PHVWL FHPEXUX" GLD VXGDK PHQLNDK GDQ DNX VXGDK PHPLOLKPX PHQMDGL LVWULNX"´ $NX WLGDN SHUGXOLGDQ EHUODOX GDUL KDGDSDQPX GHQJDQ VRPERQJQ\D 6HNDUDQJ DNX PHQ\HVDO PHPLQWDPX PHODPDUNX (QJNDX WLGDN SHUQDK EDKDJLD EHUVDPDNX $NX DGDODK KDO WHUEXUXN GDODP NHKLGXSDQ FLQWDPX $NX EXNDQODK ZDQLWD \DQJ VHPSXUQD \DQJ HQJNDX LQJLQNDQ .VWULPX 5LPD´ 'L VXUDW \DQJ ODLQ ³«««.HKDGLUDQ SHUHPSXDQ LWX PHPEXDWPX EHUXEDK HQJNDX WLGDN ODJL VHGLQJLQ HV (QJNDX PXODL WHUDVD KDQJDW QDPXQ WHWDS VDMD DNX WLGDN SHUQDK PHOLKDW FDKD\D FLQWD GDUL PDWDPX XQWXNNX VHSHUWL DNX PHOLKDW FDKD\D \DQJ SHQXK FLQWD LWX EHUSHQGDU GDUL NHGXD EROD PDWDPX VDDW PHPDQGDQJ 0HLVKD««´ 'LVXUDW \DQJ NHVHNLDQ ³««$NX EHUVXPSDK DNDQ PHPEXDWPX MDWXK FLQWD SDGDNX $NX WHODK EHUXEDK 0DULR (QJNDX OLKDW NDQ DNX WLGDN ODJL PDUDK SDGDPX DNX WLGDN ODJL VXND PHPEDQWLQJ EDUDQJ GDQ EHUWHULDN MLND HPRVL $NX EHODMDU PDVDN GDQ VHODOX NXEXDWNDQ PDVDNDQ \DQJ HQJNDX VXNDL $NX WLGDN ODJL ERURV GDQ VHODODX PHQDEXQJ $NX WLGDN ODJL VXND EHUWHQJNDU GHQJDQ LEXPX $NX VHODOX WHUVHQ\XP PHQ\DPEXWPX SXODQJ NH UXPDK 'DQ DNX VHODOX PHQHOHSRQPX XQWXN PHQDQ\DNDQ VXGDKNDK NHNDVLK KDWLNX PDNDQ VLDQJ LQL" $NX PHUDZDWPX MLND HQJNDX VDNLW DNX WLGDN NHVDO VDDW HQJNDX WLGDN PDX DNX VXDSL DNX PHQXQJJXLPX VDPSDL WHUWLGXU GLVDPSLQJ WHPSDW WLGXUPX GL UXPDK VDNLW VDDW HQJNDX GLUDZDW NDUHQD SHQ\DNLW SHQFHUQDDQPX \DQJ VHODOX EHUPDVDODK«« 0HVNLSXQ EHOXP WHUELW MXJD VLQDU FLQWD LWX GDUL PDWDPX DNX DNDQ WHWDS EHUXVDKD GDQ PHQDQWLQ\D««´ 0HLVKD PHQJKDSXV DLU PDWD \DQJ WHUXV PHQJDOLU GDUL NHGXD PDWD LQGDKQ\D« GLSHOXNQ\D -HOLWD \DQJ WHUVHGXVHGX GLVDPSLQJQ\D 'LVXUDW WHUDNKLU SDJL LQL« ³««««+DUL LQL DGDODK KDUL XODQJ WDKXQ SHUQLNDKDQ NDPL \DQJ NH 7DKXQ ODOX HQJNDX WLGDN SXODQJ NH UXPDK WDSL WDKXQ LQL DNX DNDQ PHPDNVDPX SXODQJ NDUHQD KDUL LQL DNX DNDQ PDVDN PDVDNDQ \DQJ SDOLQJ HQDN VHGXQLD .HPDULQ DNX EHODMDU PHPEXDWQ\D GL UXPDK %XGH .HWLND DNX PHPEDQWLQJ KDGLDK MDP WDQJDQ GDUL VHRUDQJ WHPDQ NDQWRU GXOX \DQJ DNX WDKX VHEHQDUQ\D PHQ\XNDL 0DULR $NX PHOLKDW PDWDPX EHJLWX WHUOXND NHWLND EHUNDWD ³NHQDSD 5LPD" .

LVDK 3HQXK +LNPDK KWWSYLURX]ZRUGSUHVVFRP.7DWL VDPSDL NHKXMDQDQ GDQ EDVDK NX\XS NDUHQD ZDNWX SXODQJ KXMDQQ\D GHUDV VHNDOL GDQ DNX KDQ\D PHQJHQGDUDL PRWRU 6DDW DNX WLED GL UXPDK NHPDULQ PDODP DNX PHOLKDW VLQDU NHNKDZDWLUDQ GLPDWDPX (QJNDX PHPHOXNNX GDQ PHQ\XUXKNX VHJHUD JDQWL EDMX VXSD\D WLGDN VDNLW 7DKXNDK HQJNDX VXDPLNX 6HODPD KDPSLU  WDKXQ DNX PHQJHQDOPX  WDKXQ NLWD SDFDUDQ GDQ KDPSLU  WDKXQ NLWD PHQLNDK EDUX NDOL LQL DNX PHOLKDW VLQDU NHNKDZDWLUDQ LWX GDUL PDWDPX LQLNDK WDQGD FLQWD PXODL EHUVHPL GLKDWLPX "«««´ -HOLWD PHQDWDS 0HLVKD GDQ EHUFHULWD ³6LDQJ LWX 0DPD PHQMHPSXWNX GHQJDQ PRWRUQ\D GDUL MDXK DNX PHOLKDW NHFHULDDQ GLZDMDK PDPD GLD WHUXV PHODPEDLODPEDLNDQ WDQJDQQ\D NHSDGDNX $NX WLGDN SHUQDK PHOLKDW ZDMDK \DQJ VDQJDW EHUVLQDU GDUL PDPD VHSHUWL VLDQJ LWX GLD EHJLWX FDQWLN 0HVNLSXQ GXOX VHULQJ PDUDK NHSDGDNX WDSL DNX VHODOX PHQ\D\DQJLQ\D 0DPD PHPDUNLU PRWRUQ\D GL VHEHUDQJ MDODQ .QLNDK WDQGD DNX PXODL PHQFLQWDLQ\D" $NX WHUXV EHUXVDKD PHQFLQWDLQ\D VHSHUWL \DQJ HQJNDX VDUDQNDQ 0HLVKD 'DQ EHVRN DNX DNDQ PHPEHULNDQ VXUSULVH XQWXNQ\D DNX DNDQ PHPEHOLNDQ PRELO PXQJLO XQWXNQ\D VXSD\D GLD WLGDN ODJL QDLN PRWRU NHPDQDPDQD %XNDQ NDUHQD GLD LEX GDUL DQDNNX WDSL NDUHQD GLD EHODKDQ MLZDNX« 0HLVKD PHQDWDS 0DULR \DQJ WDPSDN VHPDNLQ ULQJNLK \DQJ PDVLK WHUGXGXN GLVDPSLQJ QLVDQ 5LPD 'L ZDMDKQ\D WDPSDN GXND \DQJ GDODP 6HPXDQ\D WHODK WHUMDGL 0DULR«« .DGDQJ NLWD EDUX PHQ\DGDUL PHQFLQWDL VHVHRUDQJ NHWLND VHVHRUDQJ LWX WHODK SHUJL PHQLQJJDONDQ NLWD««««««««««««««« 6XPEHU  %RWHILOLD 6RXUFH GHU\XGL 6KDUHG %\ .HWLND PDPD PHQ\HEHUDQJ MDODQ WLED PRELO LWX OHZDW GDUL WLNXQJDQ GHQJDQ NHFHSDWDQ WLQJJL«« DNX WLGDN VDQJJXS PHOLKDWQ\D WHUORQWDU 7DQWH« DNX PHOLKDWQ\D PDVLK PHPDQGDQJNX VHEHOXP GLD WLGDN ODJL EHUJHUDN««´ -HOLWD PHPHOXN 0HLVKD GDQ WHULVDNLVDN %RFDK FDQWLN LQL PDVLK WHUODOX NHFLO XQWXN PHUDVDNDQ VDNLW GL KDWLQ\D WDSL GLD VDQJDW GHZDVD 0HLVKD PHQJHOXDUNDQ VHOHPEDU NHUWDV \DQJ GLD SULQW WDGL SDJL 0DULR PHQJLULPNDQ HPDLO ODJL NHPDULQ PDODP GDQ WDGLQ\D DNX LQJLQ 5LPD PHPEDFDQ\D 'HDU 0HLVKD 6HODPD VHWDKXQ LQL DNX PXODL PHUDVDNDQ 5LPD EHUEHGD GLD WLGDN ODJL PDUDK GDQ VHODOX EHUXVDKD PHQ\HQDQJNDQ KDWLNX 'DQ WDGL GLD SXODQJ GHQJDQ WXEXK EDVDK NX\XS NDUHQD NHKXMDQDQ DNX VDQJDW NKDZDWLU GDQ PHPHOXNQ\D 7LED DNX EDUX PHQ\DGDUL EHWDSD EHUXQWXQJQ\D DNX PHPLOLNL GLD +DWLNX PXODL EHUJHWDU« .

.