Anda di halaman 1dari 2

Teori selalu untuk seseorang dan untuk tujuan tertentu. Semua teori mempunyai perspektif.

Perspektif diperoleh dari suatu posisi di ruang dan waktu, khususnya di ruang dan waktu sosial & politik.

Ini adalah quote yang muncul pertama dalam artikel ini. Quote ini di munculkan oleh sang penulis bukan tanpa sebab, penulis mensinkronisasikan quote ini dengan teori dan konsep yang berhubungan dengan gender. Sesuai dengan judul yang ada di artikel ini yaitu New Times and New Conversations, yang dimana saat ini dunia telah memasuki era baru yang membicarakan mengenai dimensi yang berubah dikarenakan kita mengalami banyak konteks yang tidak dapat dipahami melalui paradigma teoritikal lama seperti Marxisme,Liberalisme, Positivisme, atau (neo) realisme. Dimana situasi saat ini secara tidak terasa oleh masyarakat biasa telah terkonstruksi secara gender. Teori hubungan internasioal kontemporer harus dapat mengenali bukan hanya kekuatan politik yang membentuk dunia kita saat ini tapi juga bagaimana subjektivitas maskulin, simbol, dan struktur membentuk kekuatan politik. Dengan memfokuskan kontribusi dan intervensi dari feminis di wilayah hubungan internasional, kita dapat memunculkan beberapa proses dikotomi melalui hegemoni maskulin yang beroperasi. Feminis bekerja di dalam sistem klasifikasi yang sudah ada dan kerangka pikiran yang sudah ada, yang bertujuan untuk mengungkap kebenaran yang bersifat sistemik yang terdistorsi oleh Androcentric. Namun tentu saja ini tidak mudah untuk terungkap dan dipercaya karena gender di dunia sosial telah terstruktur dan diproduksi, dan menurut Sandra Harding dibuku ini terdapat 3 proses yang mengenderkan dunia sosial, yaitu ; y Identitas gender, ialah bentuk dari konstruksi sosial identitas individual yang hanya terhubung secara tidak sempurna dengan Realitas atau persepsi dari perbedaan jenis kelamin. Simbolisme gender, adalah hasil dari memasukan metafora dualistik gender yang dimana terdapat dikotomi gender yang dimana jarang mempunyai sesuatu yang berhubungan dengan perbedaan jenis kelamin. Struktur gender, adalah konsekuensi dari memunculkan dualisme gender ini ke aktivitas organisasi sosial.

y

y

Sesuai dengan tulisan diatas yang dimana kita mengetahui terdapat banyak dikotomi gender, terlihat bahwa dunia sosial dan politik dikonstruksi sedemikian rupa oleh kaum maskulin yang khususnya berjenis kelamin laki laki untuk mendominasi sistem yang ada di dunia, dan segala aspek selalu berdasarkan perspektif mainstream yang ada saat ini. Terlihat egoisitas dari maskulin untuk menjadi dominan, namun tentu saja muncul pemikiran feminin yang cenderung dapat menjelaskan keadaan di dunia kontemporer saat ini. Ketika membicarakan masalah gender di dunia kontemporer ini tentu saja pasti terdapat persepsi mengenai gender dan jenis kelamin sama, namun sesuai dengan artikel ini dan perkuliahan gender yang sudah, ini adalah persepsi yang salah. Karena bila berbicara gender maka dalam konsteks

yang dimana terbiasa dengan perspektif mainstream yang di buat oleh maskulin. .sebenarnya adalah dasar pemikiran manusia yang cenderung ke arah feminin atau maskulin dalam menjalani dunia sosial dan politik (bisa pria dan wanita. Para feminis berjuang untuk menghilangkan dan menyadarkan masyrakat dunia mengenai dikotomi terhadap feminin. juga femininpun sekarang digunakan dalam percakapan dan perdebatan di Hubungan Internasional sebagai bahan untuk mengkritisi. mereka menyajikan perspektif baru di dunia kontemporer ini yang dimana membuat eye opener bagi penstudi Hubungan Internasional. untuk memasuki ranah dunia politik elit wanita harus mempunyai dasar maskulinitas supaya dapat diterima dan diakui. Dengan adanya para penstudi feminist.begitu juga kebalikannya). dan mengubah . sedangkan jenis kelamin adalah yang membedakan perempuan dan laki laki dari alat kelaminnya. dikritik. dan dapat menjadi bahan untuk memikirkan ulang isu dan perspektif perspektif lainnya. status dari dikotomi di pemikiran Barat dan memunculkan bahwa pemikiran baru dapat membuat masalah baru. Karena struktur dari dikotomi membuat stereotype gender. sehingga kaum feminin pun berjuang untuk memperjuangkan bahwa laki laki maupun perempuan yang mempunyai mindset feminin dapat masuk ke ranah dunia politik. Dan memperjuangkan juga hak dari kaum feminin yang lain karena seperti yang diketahui. susah untuk dilihat.