Anda di halaman 1dari 121
1 BAB V PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN A. Paparan Data Paparan data dalam penelitian ini adalah didasarkan pada hasil wawancara dari responden. Paparan data dalam penelitian ini terfokus pada tiga permasalahan penelitian sebagaimana telah dijelaskan pada bab I. Pengadaan wawancara dengan para informan dilakukan pada tanggal 4 Nopember 2011 sampai dengan tanggal 4 Desember 2011. Untuk mengetahui lebih lanjut hasil wawancara tentang permasalahan penelitian yang tertuang dalam rumusan masalah dengan para informan dapat dilihat paparan datanya di bawah ini. 1. Kompetensi Manajerial Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri Tolak ukur Kompetensi manajerial kepala madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri didasarkan pada hasil 71 wawancara dengan para informan yang yang terdiri dari: 1 orang wakil kepala madrasah, 4 orang Pembantu Kepala Madrasah (PKM), 1 orang wali kelas, 1 orang Ka. TU., 1 orang bendahara madrasah/bendahara BOS, 1 orang wali murid, dan 1 orang tokoh masyarakat, Pertanyaan yang diajukan sehubungan dengan permasalahan pertama tersebut adalah pertanyaan sebagaimana yang diajukan pada rumusan masalah pertama berikut: Bagaimanakah kompetensi manajerial kepala madrasah dalam meningkatkan 2 kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri? Pertanyaan tersebut selanjutnya dipilah-pilah menjadi lima pertanyaan sebagaimana yang diajukan pada rumusan masalah pertama poin pertanyaan a sampai dengan poin pertanyaan e. Secara lengkap jawaban hasil wawancara dengan semua informan tersebut dipaparkan di bawah ini. a. Kompetensi Manajerial Kepala Madrasah Sebagai Pelaksana Fungsi Peren-canaan (Planning) dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri Pertanyaan yang diajukan kepada informan untuk menggali data tentang fokus permasalahan tersebut adalah: Bagaimanakah kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi perencanaan (Planning) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri? Secara numerikal hasil jawaban informan dapat dikemukakan berikut: 1) Jawaban Wakil Kepala Madrasah Jawaban Bapak Drs. Moch. Rohmatin selaku wakil kepala madrasah adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi perencanaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik karena kepala madrasah mampu merumuskan tujuan madrasah baik tujuan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, di samping itu kepala madrasah mampu merumuskan strategi bagaimana cara merealisasikan tujuan madrasah”.1 2) Jawaban PKM Kesiswaan 1 Hasil wawancara dengan Bapak Drs. Moch. Rohmatin, tanggal 4 Nopember 2011, pukul 11.15 – 11.45 WIB. di ruang wakamad. 2 3 Jawaban Bapak Samsul Komarudin, S.Pd selaku PKM Kesiswaan adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi perencanaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik karena kepala madrasah mampu mengambil kebijakan dan perincian rencana strategis untuk mencapai tujuan secara bersama, dan pada tahun pelajaran baru kepala madrasah membentuk struktur organisasi untuk melaksanakan keputusan kepala madrasah, dan mengevaluasi kinerja guru dan pegawai pada tahun pelajaran sebelumnya sebagai umpan balik untuk dijadikan bahan implementasi pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)”.2 3) Jawaban PKM Kurikulum Jawaban Bapak Mohammad Kamdan, S.Pd selaku PKM Kurikulum adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi perencanaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik karena kepala madrasah sebelum mengimplementasikan kegiatan KBM telah menetapkan tujuan madrasah, menetapkan orang-orang atau para guru dan staf pada struktur organisasi, serta membahas KBM yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya untuk dievaluasi dan ditindaklanjuti dalam kegiatan nyata. Bentuk kegiatan nyata yang hendak dilaksanakan disusun dalam bentuk rencana program kerja madrasah, termasuk diantaranya RKM dan RKTM yang harus dilaksanakan sesuai rencana”.3 4) Jawaban PKM Sarana Prasarana Jawaban Bapak Achmad Nasikhin, S.Pd. selaku PKM sarana dan prasarana adalah sebagai berikut: 2 Hasil wawancara dengan Bapak Samsul Komarudin, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 08.15 – 08.40 WIB. di ruang PKM Kesiswaan. 3 Hasil wawancara dengan Bapak Mohammad Kamdan, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 08.50 – 09.30 WIB. di ruang PKM Kurikulum. 4 “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi perencanaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik karena kepala madrasah sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran diawali dengan rapat dewan guru dengan melibatkan pengurus yayasan, komite madrasah, para guru, wali murid, tokoh masyarakat, dalam hal ini kepala madrasah menyampaikan rencana kerja madrasah, dan skala prioritas program kerja madrasah, setelah itu kepala madrasah membentuk struktur organisasi dengan menempatkan orang atau guru pada tempat atau posisi yang tepat untuk mengimplementasikan program kerja madrasah”.4 5) Jawaban PKM Humas Jawaban Bapak Drs. Suyono selaku PKM Humas adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi perencanaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik karena kepala madrasah selalu mengedepankan rencana kerja madrasah yang dituangkan dalam rencana program jangka pendek, menengah dan panjang dengan mengedepankan visi dan misi madrasah, di samping itu kepala madrasah selalu merumuskan strategi, kebijakan dan perincian rencana untuk mencapai tujuan madrasah”.5 6) Jawaban Wali Kelas Jawaban Ibu Elok Dewi Rohmah, S.Pd, sebagai wali kelas VII A adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi perencanaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik, hal ini berdasarkan pengalaman saya sebagai wali kelas, pada awal tahun pelajaran baru kepala madrasah sudah merumuskan konsep perencanaan program kerja kepala madrasah untuk jangka pendek, menengah dan panjang, dan rencana tersebut dievaluasi setiap akhir tahun pelajaran, di samping itu kepala madrasah juga menuntut setiap 4 Hasil wawancara dengan Bapak Achmad Nasikhin, S.Pd, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 09.40 – 10.10 WIB. di ruang PKM Sarana Prasarana. 5 Hasil wawancara dengan Bapak Drs. Suyono, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 10.20 – 10.50 WIB. di ruang PKM Humas. 4 5 guru membuat rencana program kerja tahunan, semester dan bulanan yang hasilnya disyahkan oleh kepala madrasah”.6 7) Jawaban Ka TU Jawaban Ibu Nur Fitria Yuliani, S.Kom. selaku Ka TU adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi perencanaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik karena kepala madrasah sebelum melaksanakan aktivitasnya sebagai kepala madrasah pada tahun ajaran baru selalu mengadakan musyawarah untuk memperbaiki kinerja para guru dan pegawai, dalam hal ini kepala madrasah merencanakan program kerja kepala madrasah yang ditindaklanjuti dengan program kerja wakil kepala madrasah, program kerja para PKM, program kerja para wali kelas dan program kerja Ka. TU. Dalam hal ini kepala madrasah sering mengatakan bahwa keberhasilan pendidikan selalu didasarkan oleh rencana kerja yang baik dari setiap personil yang duduk dalam jabatan atau struktur organisasi yang telah ditetapkan secara bersama”.7 8) Jawaban Bendahara Madrasah/Bendahara BOS Jawaban Ibu Suwarni, S.Pd. selaku Bendahara Madrasah/Bendahara BOS adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi perencanaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik karena dalam awal tahun pelajaran baru dan pada akhir tahun pelajaran, kepala madrasah selalu meminta hasil kerja dari setiap personil yang berupa laporan kinerja berdasarkan rencana kerja yang telah disahkan oleh kepala madrasah. Hal-hal yang berkaitan dengan perbendaharaan madrasah/BOS, kepala madrasah telah menyusun rencana pembiayaan madrasah sesuai dengan volume dan alokasi dana yang tersedia, sehingga keuangan madrasah selalu berjalan normal bahkan 6 Hasil wawancara dengan Ibu Elok Dewi Rohmah, S.Pd, tanggal 7 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang guru. 7 Hasil wawancara dengan Ibu Nur Fitria Yuliani, S.Kom, tanggal 9 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang TU. 6 masih terdapat saldo yang cukup dalam setiap akhir tahun”.8 9) Jawaban Wali Murid Jawaban Bapak Tajudin Nasikin, S.Pd.I. selaku wali murid adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi perencanaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik karena melihat kuantitas lulusan pada tahun pelajaran 2010/2011 yang lulus 100%, hal ini menunjukkan bahwa kepala madrasah mempunyai rencana yang baik untuk meningkatkan kualitas pendidikan, di samping itu sarana dan prasarana madrasah dari tahun ke tahun selalu terdapat perbaikan dan penambahan”.9 10) Jawaban Tokoh Masyarakat Jawaban H. Muh. Ilyas selaku tokoh masyarakat adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi perencanaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik karena saya melihat dan selalu mengamati kinerja kepala madrasah yang sangat aktif dalam membina anak-anak baik melalui kegiatan kurikuler maupun kegiatan ekstra kurikuler, hal ini menandakan bahwa kepala madrasah mempunyai kepedulian yang tinggi kepada peningkatan kualitas pendidikan melalui rencana kerja madrasah, di samping itu saya juga melihat adanya peningkatan peran serta masyarakat terutama wali murid dalam pembangunan sarana dan prasarana madrasah”.10 b. Kompetensi Manajerial Kepala Madrasah Sebagai Pelaksana Fungsi Pengorganisasian (Organizing) dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan 8 Hasil wawancara dengan Ibu Suwarni, S.Pd, tanggal 14 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang bendahara. 9 Hasil wawancara dengan bapak Tajudin Nasikin, S.Pd.I, tanggal 21 Nopember 2011, pukul 08.30 – 09.20 WIB. di rumah wali murid. 10 Hasil wawancara dengan H. Muh. Ilyas, tanggal 30 Nopember 2011, pukul 08.00 – 09.00 WIB. di rumah tokoh masyarakat. 6 7 di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri Pertanyaan yang diajukan kepada informan untuk menggali data tentang fokus permasalahan tersebut adalah: Bagaimanakah kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengorganisasian (Organizing) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri? Secara numerikal hasil jawaban informan dapat dikemukakan berikut: 1) Jawaban Wakil Kepala Madrasah Jawaban Bapak Drs. Moch. Rohmatin selaku Wakil Kepala Madrasah adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi pengorganisasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik, hal ini karena kepala madrasah selalu mengadakan evaluasi dan perbaikan secara periodik struktur organisasi dengan menempatkan para guru dan staf pendidikan yang disertai dengan wewenang dan pembagian tugas, serta jalur komando dan jalur hubungan lainnya antara bagian yang satu dengan bagian yang lainnya agar dalam melaksanakan pekerjaan tidak tumpang tindih”.11 2) Jawaban PKM Kesiswaan Jawaban Bapak Samsul Komarudin, S.Pd selaku PKM Kesiswaan adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi pengorganisasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik, hal ini karena kepala madrasah telah mengatur SOP (standar operasional dan prosedur) dalam setiap pelaksanaan tugas dan wewenang dari masing-masing komponen yang ditindaklanjuti dengan pelaksanaan program kerja sesuai dengan rencana kerja yang tertuang dalam 11 Hasil wawancara dengan Bapak Drs. Moch. Rohmatin, tanggal 4 Nopember 2011, pukul 11.15 – 11.45 WIB. di ruang wakamad. 8 program kerja madrasah secara menyeluruh, baik program kerja jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang”.12 3) Jawaban PKM Kurikulum Jawaban Bapak Mohammad Kamdan, S.Pd selaku PKM Kurikulum adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi pengorganisasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik, hal ini karena kepala madrasah dalam melaksanakan kebijakan selalu mendelegasikannya kepada para guru dan staf pendidikan lainnya dalam suatu bagan struktur organisasi yang disertai dengan deskripsi tugas dan tanggungjawabnya, sehingga pola kerjanya tidak tumpang tindih karena terdapat jalur komando baik secara vertikal maupun horisontal yang disertai dengan SK yang jelas dari Yayasan”.13 4) Jawaban PKM Sarana Prasarana Jawaban Bapak Achmad Nasikhin, S.Pd. selaku PKM Sarana Prasarana adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi pengorganisasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik, hal ini karena kepala madrasah telah menetapkan personil yang bertugas sebagai “kepanjangan kebijakan” program kerja madrasah dan tujuan madrasah yang tertuang dalam RKM, dan RKTM, serta program kerja lain dari masing-masing unsur PKM, wali kelas, dan para guru dengan telah ditetapkannya fungsi-fungsi, bagian-bagian yang diciptakan dengan wewenang dan pembagian tugas, serta jalur komando dan jalur hubungan lainnya antara bagian yang satu dengan bagian yang lainnya yang telah diketahui bersama karena terdapatnya SK yang mendasarinya”.14 12 Hasil wawancara dengan Bapak Samsul Komarudin, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 08.15 – 08.40 WIB. di ruang PKM Kesiswaan. 13 Hasil wawancara dengan Bapak Mohammad Kamdan, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 08.50 – 09.30 WIB. di ruang PKM Kurikulum. 14 Hasil wawancara dengan Bapak Achmad Nasikhin, S.Pd, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 09.40 – 10.10 WIB. di ruang PKM Sarana Prasarana. 8 9 5) Jawaban PKM Humas Jawaban Drs. Suyono sebagai PKM Humas adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi pengorganisasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik, hal ini karena kepala madrasah telah melakukan penetapan personil dan mengadakan tindakan implementasi program kerja yang sesuai dengan kondisi dan potensi setiap komponen yang ada pada madrasah. Komponen yang dimaksud meliputi: kurikulum yang berlaku, sarana dan prasarana, ketenagaan, siswa dan kemampuan dana serta kemampuan personil pendidikan”.15 6) Jawaban Wali Kelas Jawaban Ibu Elok Dewi Rohmah, S.Pd. selaku wali kelas VII A adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi pengorganisasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik, hal ini karena kepala madrasah telah menetapkan fungsi organisasi dengan cara menetapkan tenaga khusus yang menduduki jabatan tertentu sesuai dengan ketentuan yang berlaku di madrasah, yang disertai dengan tugas dan tanggungjawabnya untuk melaksanakan tugas dalam mengimplementasikan program-program madrasah untuk meningkatkan kualitas pendidikan”.16 7) Jawaban Ka TU Jawaban Ibu Nur Fitria Yuliani, S.Kom. selaku Ka. TU adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan 15 Hasil wawancara dengan Bapak Drs. Suyono, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 10.20 – 10.50 WIB. di ruang PKM Humas. 16 Hasil wawancara dengan Ibu Elok Dewi Rohmah, S.Pd, tanggal 7 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang guru. 10 dengan pelaksana fungsi pengorganisasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik, hal ini karena kepala madrasah telah menyusun dan menetapkan secara bersama berdasarkan musyawarah dewan guru dan staf pendidikan tenaga-tenaga yang layak dalam menduduki jabatan wakil kepala madrasah, PKM, wali kelas, koordinator BK, pembina ekstrakurikuler, dan komponen madrasah lainnya yang disertai dengan job deskripsi pelaksanaan tugas dan wewenang”.17 8) Jawaban Bendahara Madrasah/Bendahara BOS Jawaban Ibu Suwarni, S.Pd. selaku bendahara madrasah/bendahara BOS adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi pengorganisasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik, hal ini karena kepala madrasah dalam setiap mengambil kebijakan didasarkan oleh siapa-siapa yang telah ditetapkan sebagai orang yang menduduki jabatan dengan tugas-tugas tertentu misalnya, wakil kepala madrasah, para PKM, wali kelas, koordinator BK dan staf, bendahara madrasah/BOS, dan Ka. TU dan staf beserta rincian masingmasing tugas dan kewenangannya”.18 9) Jawaban Wali Murid Jawaban Bapak Tajudin Nasikin, S.Pd.I. selaku wali murid adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi pengorganisasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik, hal ini didasarkan apa yang saya lihat pada papan struktur organisasi madrasah yang lengkap, yang disertai dengan garis komando, hubungan vertikal dan horisontal juga sangat jelas.19 17 Hasil wawancara dengan Ibu Nur Fitria Yuliani, S.Kom, tanggal 9 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang TU. 18 Hasil wawancara dengan Ibu Suwarni, S.Pd, tanggal 14 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang bendahara. 19 Hasil wawancara dengan bapak Tajudin Nasikin, S.Pd.I, tanggal 21 Nopember 2011, pukul 08.30 – 09.20 WIB. di rumah wali murid. 10 11 10) Jawaban Tokoh Masyarakat Jawaban Bapak H. Muh. Ilyas selaku tokoh masyarakat adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi pengorganisasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik, hal ini karena berdasarkan apa yang saya lihat dan saya baca tentang pembagian tugas mengajar guru yang disertai dengan jumlah jam mengajar, mata pelajaran yang diampu, dan adanya penetapan wali kelas dan para PKM serta penetapan personil guru dan staf pada bagian-bagian atau tugas lain yang disusun secara sistematis”.20 c. Kompetensi Manajerial Kepala Madrasah sebagai Pelaksana Fungsi Pengge-rakan/Pendorongan (Actuating/Activating) dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri Pertanyaan yang diajukan kepada informan untuk menggali data tentang fokus permasalahan tersebut adalah: Bagaimanakah kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan (actuating/activating) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri? Secara numerikal hasil jawaban informan dapat dikemukakan berikut: 1) Jawaban Wakil Kepala Madrasah Jawaban Bapak Drs. Moch. Rohmatin selaku Wakil Kepala Madrasah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan dalam mening20 Hasil wawancara dengan H. Muh. Ilyas, tanggal 30 Nopember 2011, pukul 08.00 – 09.00 WIB. di rumah tokoh masyarakat. 12 katkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik, hal ini karena kepala madrasah mampu berinteraksi secara positif dengan bawahannya termasuk diantaranya para guru dan staf pendidikan lainnya yang dilakukan dalam setiap bertemu baik di madrasah maupun di rumah, selalu mengadakan motivasi dalam setiap rapat pembinaan”.21 2) Jawaban PKM Kesiswaan Jawaban Bapak Samsul Komarudin, S.Pd selaku PKM Kesiswaan adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik, hal ini karena kepala madrasah selalu memberikan motivasi yang kuat agar setiap bawahannya meningkatkan kinerjanya sesuai dengan tupoksinya masing-masing”22 3) Jawaban PKM Kurikulum Jawaban Bapak Mohammad Kamdan, S.Pd selaku PKM Kurikulum adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik, hal ini karena kepala madrasah seringkali mengadakan pembinaan dalam rangka meningkatkan kinerja bawahannya dan memberikan motivasi ekstrinsik agar tumbuh motivasi intrinsik dari semua bawahannya, sehingga pelaksanaan tugas dan kewajiban dari setiap personil di madrasah yang menjadi bawahannya semakin meningkat dan terpuaskan”.23 4) Jawaban PKM Sarana Prasarana 21 Hasil wawancara dengan Bapak Drs. Moch. Rohmatin, tanggal 4 Nopember 2011, pukul 11.15 – 11.45 WIB. di ruang wakamad. 22 Hasil wawancara dengan Bapak Samsul Komarudin, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 08.15 – 08.40 WIB. di ruang PKM Kesiswaan. 23 Hasil wawancara dengan Bapak Mohammad Kamdan, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 08.50 – 09.30 WIB. di ruang PKM Kurikulum. 12 13 Jawaban dari Bapak Achmad Nasikhin, S.Pd. selaku PKM Sarana Prasarana adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik, hal ini karena kepala madrasah selalu memberikan masukan positif bagaimana melaksanakan tugas dan kewajibannya sesuai dengan prosedur yang berlaku di madrasah, serta mengikutsertakan para guru dan staf untuk mengikuti pelatihan-pelatihan, MGMP, dan seminar yang menunjang kompetensi individualnya, dan kompetensi profesionalnya”.24 5) Jawaban PKM Humas Jawaban Bapak Drs. Suyono selaku PKM Humas adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik, hal ini karena kepala madrasah selalu memberikan masukan dan motivasi dalam setiap rapat kerja dan rapat pembinaan agar semua komponen pendidikan bekerjasama untuk pencapaian tujuan madrasah”.25 6) Jawaban Wali Kelas Jawaban Ibu Elok Dewi Rohmah, S.Pd, sebagai wali kelas VII A adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik, hal ini karena kepala madrasah mampu menggerakkan setiap komponen pendidikan di madrasah maupun stakeholder untuk berpartisipasi aktif dalam pencapaian tujuan pendidikan 24 Hasil wawancara dengan Bapak Achmad Nasikhin, S.Pd, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 09.40 – 10.10 WIB. di ruang PKM Sarana Prasarana. 25 Hasil wawancara dengan Bapak Drs. Suyono, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 10.20 – 10.50 WIB. di ruang PKM Humas. 14 di madrasah”.26 7) Jawaban Ka TU Jawaban Ibu Nur Fitria Yuliani, S.Kom. selaku Ka. TU adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik, hal ini karena kepala madrasah selalu berusaha mengadakan hubungan timbal balik yang positif dengan semua guru dan karyawan di samping itu selalu mengadakan pembinaan dalam waktu-waktu tertentu dan memberikan motivasi yang positif kepada semua guru dan staf agar meningkatkan kinerjanya”.27 8) Jawaban Bendahara Madrasah/Bendahara BOS Jawaban Ibu Suwarni, S.Pd. selaku bendahara madraah/bendahara BOS adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik, hal ini karena kepala madrasah selalu berperan aktif dalam menggerakkan semua guru dan staf untuk meningkatkan kinerjanya serta mampu mengadakan hubungan interpersonal dengan semua guru dan staf sehingga mereka dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dan keadministrasian serta tugas-tugas lainnya dilaksanakan dengan baik dan penuh tanggungjawab”.28 9) Jawaban Wali Murid Jawaban Bapak Tajudin Nasikin, S.Pd.I. selaku wali murid adalah sebagai 26 Hasil wawancara dengan Ibu Elok Dewi Rohmah, S.Pd, tanggal 7 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang guru. 27 Hasil wawancara dengan Ibu Nur Fitria Yuliani, S.Kom, tanggal 9 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang TU. 28 Hasil wawancara dengan Ibu Suwarni, S.Pd, tanggal 14 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang bendahara. 14 15 berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik, hal ini karena kepala madrasah mampu menjalin hubungan yang baik dengan wali murid, misalnya dalam setiap pertemuan dengan wali murid kepala madrasah selalu menyampaikan hal-hal positif dan negatif kondisi madrasah, serta hal-hal lain yang berkaitan dengan pengembangan madrasah beserta solusinya, dalam hal ini kepala madrasah selalu meminta wali murid untuk juga memikirkan pengembangan madrasah, sehingga muncul partisipasi para wali murid untuk membantu madrasah sesuai dengan kemampuannya”.29 10) Jawaban Tokoh Masyarakat Jawaban Bapak H. Muh. Ilyas selaku tokoh masyarakat adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik, hal ini karena kepala madrasah mampu menjalin hubungan harmonis dengan tokoh masyarakat, karena ia menganggap bahwa tokoh masyarakat merupakan salah satu dari komponen stakeholder dan masyarakat pendidikan, ia juga selalu melibatkan para tokoh masyarakat sekitar MTs. untuk memikirkan bagaimana pengembangan madrasah ke depan, sehingga mau atau tidak mau para tokoh masyarakat terlibat aktif dalam pengembangan madrasah, keterlibatan ini tidak hanya semata-mata masalah finansial tetapi juga pemikiran bagaimana madrasah ini dapat maju dan berkembang pesat dengan kualitas pendidikan yang mumpuni dan mampu bersaing dengan sekolah atau madrasah lain di Kecamatan Pare”.30 d. Kompetensi Manajerial Kepala Madrasah sebagai Pelaksana Fungsi Pengontrolan/Pengawasan (Controlling) dalam Meningkatkan Kualitas 29 Hasil wawancara dengan bapak Tajudin Nasikin, S.Pd.I, tanggal 21 Nopember 2011, pukul 08.30 – 09.20 WIB. di rumah wali murid. 30 Hasil wawancara dengan H. Muh. Ilyas, tanggal 30 Nopember 2011, pukul 08.00 – 09.00 WIB. di rumah tokoh masyarakat. 16 Pen-didikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri Pertanyaan yang diajukan kepada informan untuk menggali data tentang fokus permasalahan tersebut adalah: Bagaimanakah kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan (controlling) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri? Secara numerikal hasil jawaban informan dapat dikemukakan berikut: 1) Jawaban Wakil Kepala Madrasah Jawaban Bapak Drs. Moch. Rohmatin selaku Wakil Kepala Madrasah adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik, hal ini karena kepala madrasah selalu mengamati sejauhmana kegiatan yang dilakukan bawahan terutama para PKM, wali kelas, guru dan staf pendidikan lainnya terlaksana sesuai dengan rencana”.31 2) Jawaban PKM Kesiswaan Jawaban Bapak Samsul Komarudin, S.Pd selaku PKM Kesiswaan adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik, hal ini karena kepala madrasah dalam mengadakan pengawasan selalu: a). menetapkan standar yang dijadikan alat pengukur dalam lingkup kerjanya sesuai dengan pedoman sertifikasi guru dalam jabatan dan pedoman administrasi yang ditetapkan oleh kementerian agama, b). mengukur kegiatan sambil berpegang kepada standar 31 Hasil wawancara dengan Bapak Drs. Moch. Rohmatin, tanggal 4 Nopember 2011, pukul 11.15 – 11.45 WIB. di ruang wakamad. 16 17 yang telah ditetapkan tersebut, c). memperbaiki penyelewengan yang ditemukan dan selanjutnya memperbaiki segala bentuk penyelewengan dan kelemahan atau kesalahan yang telah dilakukan olah para guru dan staf”.32 3) Jawaban PKM Kurikulum Jawaban Bapak Mohammad Kamdan, S.Pd selaku PKM Kurikulum adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik, hal ini karena kepala madrasah selalu memperhatikan langkah-langkah utama dalam proses pengawasan terutama: a). Menetapkan standar alat ukur penilaian, b). mengukur kegiatan berdasar standar yang telah ditetapkan melalui observasi KBM dan observasi administrasi, c). memperbaiki kesalahan yang ditemukan dalam pelaksanaan tupoksi masing-masing guru dan staf”.33 4) Jawaban PKM Sarana Prasarana Jawaban Bapak Achmad Nasikhin, S.Pd. selaku PKM Sarana Prasarana adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adaah sangat baik, hal ini karena kepala madrasah selalu mengadakan perandingan antara penampilan kerja dengan rencana, perbandingan proram yang dicapai dengan program yang direncanakan, perbandingan tujuan yang dicapai dengan tujuan yang diharapkan yang kesemuanya itu dilakukan secara periodik dan dievaluasi pada akhir semester”.34 5) Jawaban PKM Humas 32 Hasil wawancara dengan Bapak Samsul Komarudin, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 08.15 – 08.40 WIB. di ruang PKM Kesiswaan. 33 Hasil wawancara dengan Bapak Mohammad Kamdan, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 08.50 – 09.30 WIB. di ruang PKM Kurikulum. 34 Hasil wawancara dengan Bapak Achmad Nasikhin, S.Pd, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 09.40 – 10.10 WIB. di ruang PKM Sarana Prasarana. 18 Jawaban Bapak Drs. Suyono selaku PKM Humas adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik, hal ini karena kepala madrasah selalu mengadakan monitoring dalam setiap pelaksanaan kegiatan, terutama pengadaan observasi dan supervisi akademik bagi para guru dan supervisi administrasi bagi para staf pendidikan”.35 6) Jawaban Wali Kelas Jawaban Ibu Elok Dewi Rohmah, S.Pd, sebagai wali kelas VII A adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik, hal ini karena kepala madrasah selalu mengadakan pengontrolan terhadap setiap kegiatan yang dilakukan oleh para guru dan staf pendidikan, yang dimaksudkan untuk mengetahui apakah program kerja yang telah direncanakan dapat terealisasikan sesuai dengan tujuan apa tidak? Jika telah sesuai dengan tujuan kepala madrasah memberikan apresiasi positif, dan bagi guru dan staf yang belum mampu merealisasikannya selalu mendapatkan pembinaan untuk memperbaiki tupoksinya”.36 7) Jawaban Ka TU Jawaban Ibu Nur Fitria Yuliani, S.Kom selaku Ka. TU adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik, hal ini karena kepala madrasah sering melakukan pengontrolan terhadap semua kegiatan ke-TU-an yang saya pimpin, 35 Hasil wawancara dengan Bapak Drs. Suyono, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 10.20 – 10.50 WIB. di ruang PKM Humas. 36 Hasil wawancara dengan Ibu Elok Dewi Rohmah, S.Pd, tanggal 7 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang guru. 18 19 mengadakan penilaian kinerja berdasarkan pedoman yang telah ditetapkan kementerian agama serta mengadakan evaluasi dan tindak lanjut pelaksanaan program kegiatan dari masing-masing unsur pendidikan yang menjadi bawahannya”.37 8) Jawaban Bendahara Madrasah/Bendahara BOS Jawaban Ibu Suwarni, S.Pd. selaku bendahara madrasah/bendahara BOS adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik, hal ini karena kepala madrasah selalu mengadakan pengamatan terhadap semua kegiatan bawahan apakah sesuai dengan rencana apa tidak, di samping itu juga mengadakan tindakan perbaikan bagi guru dan staf pendidikan yang kurang mampu merealisasikan rencana program kerja tepat waktu”.38 9) Jawaban Wali Murid Jawaban Bapak Tajudin Nasikin, S.Pd.I. selaku wali murid adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya sangat baik, karena saya melihat kepala madrasah sering mengadakan pengecekan terhadap kegiatan ekstrakurikuler yang kebetulan saya pernah menjemput anak saya mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pramuka di madrasah, dan pengontrolan terhadap pengembangan sarana dan prasarana”.39 10) Jawaban Tokoh Masyarakat 37 Hasil wawancara dengan Ibu Nur Fitria Yuliani, S.Kom, tanggal 9 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang TU. 38 Hasil wawancara dengan Ibu Suwarni, S.Pd, tanggal 14 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang bendahara. 39 Hasil wawancara dengan bapak Tajudin Nasikin, S.Pd.I, tanggal 21 Nopember 2011, pukul 08.30 – 09.20 WIB. di rumah wali murid. 20 Jawaban Bapak H. Muh. Ilyas selaku tokoh masyarakat adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik, hal ini karena saya sering bertemu dengan kepala madrasah baik secara formal di kantor kepala madrasah maupun di luar madrasah, dan saya sering menanyakan tentang kondisi madrasah dan pengembangan madrasah, dan kepala selalu menjawab selalu mengadakan pengontrolan terhadap semua kegiatan yang dilakukan oleh anak buahnya dan melakukan pembinaan dalam setiap bulannya, dan untuk kegiatan akademis yang berkaitan dengan peningkatan prestasi belajar siswa, kepala madrasah telah menunjuk beberapa guru untuk mengadakan les dan bimbingan belajar bagi semua siswa yang dilakukan di dalam kelas dan kepala madrasah sering mengadakan pengontrolan terhadap kegiatan tersebut dan ternyata hasilnya sangat positif”.40 e. Kompetensi Manajerial Kepala Madrasah sebagai Pelaksana Fungsi Pengkoordinasian (Coordinating) dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri Pertanyaan yang diajukan kepada informan untuk menggali data tentang fokus permasalahan tersebut adalah: Bagaimanakah kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengkoordinasian (coordinating) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri? Secara numerikal hasil jawaban informan dapat dikemukakan berikut: 1) Jawaban Wakil Kepala Madrasah Jawaban Bapak Drs. Moch. Rohmatin sebagai Wakil Kepala Madrasah 40 Hasil wawancara dengan H. Muh. Ilyas, tanggal 30 Nopember 2011, pukul 08.00 – 09.00 WIB. di rumah tokoh masyarakat. 20 21 adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi pengkoordinasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik, hal ini karena kepala madrasah selalu mengatur kegiatan apapun yang dilaksanakan di madrasah dan mengarahkan semua bawahannya untuk menduduki tugas-tugas tertentu baik dari unsur guru maupun tenaga administrasi dan staf lainnya di lingkungan madrasah yang mengarah pada suatu kegiatan ke sasaran dan tujuan yang ingin diraih sebagaimana telah ditetapkan dalam rencana kerja atau program kerja madrasah”.41 2) Jawaban PKM Kesiswaan Jawaban Bapak Samsul Komarudin, S.Pd selaku PKM Kesiswaan adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi pengkoordinasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik, hal ini karena kepala madrasah sering mengarahkan segala kegiatan di madrasah baik kegiatan kurikuler maupun kegiatan ekstrakurikuler ke sasaran peningkatan mutu pendidikan”.42 3) Jawaban PKM Kurikulum Jawaban Bapak Mohammad Kamdan, S.Pd selaku PKM Kurikulum adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi pengkoordinasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik, hal ini karena kepala madrasah sering menetapkan sasaran dan tujuan bersama yang mengikat semua pihak yang berkompeten di madrasah, dengan menetapkan tugas khasnya sesuai dengan kemampuannya serta mengadakan koordinasi yang mengarahkan segala 41 Hasil wawancara dengan Bapak Drs. Moch. Rohmatin, tanggal 4 Nopember 2011, pukul 11.15 – 11.45 WIB. di ruang wakamad. 42 Hasil wawancara dengan Bapak Samsul Komarudin, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 08.15 – 08.40 WIB. di ruang PKM Kesiswaan. 22 sesuatu ke sasaran dan tujuan yang telah direncanakan sebelumnya, misalnya dalam mengikuti kegiatan lomba PHBI dan PHBN kepala madrasah selalu menetapkan para pembina yang berkompeten, sehingga para siswa sering mendapatkan juara dalam setiap tahunnya, di samping itu dalam menetapkan para pembina kegiatan ekstra kurikuler, kepala madrasah selalu mengadakan pengkoordinasian dengan PKM kesiswaan dan PKM Kurikulum serta koordinator BK untuk menentukan penjurusan ke kegiatan eksra mana siswa harus memilih. Di samping itu kepala madrasah juga menetapkan tugas-tugas lain, seperti wali kelas, guru piket, dan pembina les melalui rapat koordinasi dengan para unsur pimpinan di madrasah yang melibatkan yayasan dan komite madrasah”.43 4) Jawaban PKM Sarana Prasarana Jawaban Bapak Achmad Nasikhin, S.Pd. selaku PKM Sarana dan Prasarana adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi pengkoordinasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik, hal ini karena kepala madrasah selalu melakukan koordinasi dengan para petugas atau unsur yang duduk di jabatan struktural madrasah, dan juga para guru dalam melakukan kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler dan kegiatan lain yang mengarah pada peningkatan mutu pendidikan di madrasah”.44 5) Jawaban PKM Humas Jawaban Bapak Drs. Suyono selaku PKM Humas adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi pengkoordinasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik, hal ini karena kepala madrasah selalu mengusahakan adanya keserasian tugas dalam melaksanakan setiap kegiatan peningkatan mutu dan pengembangan madrasah yaitu implementasi setiap program madrasah yang direncanakan para PKM, wali kelas, BK, yang 43 Hasil wawancara dengan Bapak Mohammad Kamdan, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 08.50 – 09.30 WIB. di ruang PKM Kurikulum. 44 Hasil wawancara dengan Bapak Achmad Nasikhin, S.Pd, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 09.40 – 10.10 WIB. di ruang PKM Sarana Prasarana. 22 23 dimaksudkan untuk mencapai sasaran dan tujuan madrasah”.45 6) Jawaban Wali Kelas Jawaban Ibu Elok Dewi Rohmah, S.Pd, sebagai wali kelas VII A adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi pengkoordinasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik, hal ini karena kepala madrasah selalu mengadakan koordinasi dengan para wali kelas terutama kegiatan yang berkaitan dengan pengisian raport, pembinaan peserta didik, dan pembinaan ekstrakurikuler serta pembinaan les menjelang try out dan Ujian Madrasah serta Ujian Nasional”.46 7) Jawaban Ka TU Jawaban Ibu Nur Fitria Yuliani, S.Kom selaku Ka TU adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi pengkoordinasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik, hal ini karena kepala madrasah sering mengadakan koordinasi dengan Ka. Tu untuk menetapkan personil TU jika dibutuhkan, serta mengadakan pendataan, pengetikan, pengadministrasian kegiatan yang dipandang perlu dan berguna bagi kelengkapan administrasi madrasah”.47 8) Jawaban Bendahara Madrasah/Bendahara BOS Jawaban Ibu Suwarni, S.Pd. selaku bendahara madrasah/bendahara BOS 45 Hasil wawancara dengan Bapak Drs. Suyono, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 10.20 – 10.50 WIB. di ruang PKM Humas. 46 Hasil wawancara dengan Ibu Elok Dewi Rohmah, S.Pd, tanggal 7 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang guru. 47 Hasil wawancara dengan Ibu Nur Fitria Yuliani, S.Kom, tanggal 9 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang TU. 24 adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi pengkoordinasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik, hal ini karena kepala madrasah selalu mengadakan pengkoordinasian terhadap semua kegiatan pendidikan, termasuk juga pengkoordinasian terhadap keuangan madrasah yang dituangkan dalam RAPBM untuk mengetahui sirkulasi volume dana yang diterima madrasah dengan pengeluaran anggaran. Jika terdapat pembengkakan anggaran karena adanya pengembangan madrasah, kepala madrasah mengadakan koordinasi dengan pengurus yayasan dan komite madrasah, serta para wali murid untuk mencari solusi dan realisasi program pengembangan madrasah tersebut”.48 9) Jawaban Wali Murid Jawaban Bapak Tajudin Nasikin, S.Pd.I. selaku wali murid adalah sebagai berikut: “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi pengkoordinasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya cukup baik, karena saya melihat kepala madrasah sering mengadakan koordinasi dengan para wali murid melalui rapat antara wali murid dengan semua unsur pendidikan di madrasah, termasuk diantaranya para pengurus yayasan dan komite serta para unsur pimpinan madrasah untuk membahas hal-hal yang berkaitan dengan peningkatan mutu pendidikan, terutama peningkatan prestasi belajar siswa serta rencana pengembangan madrasah dan upaya-upaya permintaan bantuan dari para wali murid, baik berupa bantuan material, imaterial dan pikiran”.49 10) Jawaban Tokoh Masyarakat Jawaban Bapak H. Muh. Ilyas selaku tokoh masyarakat adalah sebagai berikut: 48 Hasil wawancara dengan Ibu Suwarni, S.Pd, tanggal 14 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang bendahara. 49 Hasil wawancara dengan bapak Tajudin Nasikin, S.Pd.I, tanggal 21 Nopember 2011, pukul 08.30 – 09.20 WIB. di rumah wali murid. 24 25 “Kompetensi manajerial kepala madrasah terutama berkaitan dengan pelaksana fungsi pengkoordinasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik, hal ini karena saya sering diajak oleh kepala madrasah bagaimana mengupayakan pengembangan madrasah, di samping itu jika ada unek-unek atau pemikiran yang saya pandang baik untuk pengembangan madrasah maka saya sampaikan kepada madrasah, dan kepala madrasah menerimanya karena dianggap sebagai masukan yang sangat berarti. Dalam hal ini kepala madrasah selalu menghormati tokohtokoh masyarakat di sekitar madrasah, karena ia menganggap bahwa tokoh masyarakat seperti saya ini sangat berpengaruh terhadap penerimaan siswa baru, dan berpengaruh pula terhadap pengumpulan dana madrasah jika dibutuhkan. Karena diantara tokoh madrasah di sini, ada beberapa tokoh yang menjadi donatur tetap madrasah, dan selalu dilibatkan dalam rapat-rapat penting di madrasah”.50 2. Faktor Pendukung Kompetensi Manajerial Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri Tolak ukur faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri didasarkan pada hasil wawancara dengan para informan yang yang terdiri dari: 1 orang wakil kepala madrasah, 4 orang Pembantu Kepala Madrasah (PKM), 1 orang wali kelas, 1 orang Ka. TU., 1 orang bendahara madrasah/bendahara BOS, 1 orang wali murid, dan 1 orang tokoh masyarakat. Pertanyaan yang diajukan sehubungan dengan permasalahan kedua tersebut adalah pertanyaan sebagaimana yang diajukan pada rumusan masalah kedua berikut: Apa sajakah faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri? Pertanyaan tersebut selanjutnya dipilah-pilah menjadi lima pertanyaan seba50 Hasil wawancara dengan H. Muh. Ilyas, tanggal 30 Nopember 2011, pukul 08.00 – 09.00 WIB. di rumah tokoh masyarakat. 26 gaimana yang diajukan pada rumusan masalah kedua poin pertanyaan a sampai dengan poin pertanyaan e. Secara lengkap jawaban hasil wawancara dengan semua informan tersebut dipaparkan di bawah ini. a. Faktor Pendukung Kompetensi Manajerial Kepala Madrasah sebagai Pelaksana Fungsi Perencanaan (Planning) dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri Pertanyaan yang diajukan kepada informan untuk menggali data tentang fokus permasalahan tersebut adalah: Apa sajakah faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi perencanaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri? Secara numerikal hasil jawaban informan dapat dikemukakan berikut: 1) Jawaban Wakil Kepala Madrasah Jawaban Bapak Drs. Moch. Rohmatin selaku Wakil Kepala Madrasah adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi perencanaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Kemampuan yang baik dari kepala madrasah dalam merencanakan program pendidikan yang dituangkan dalam RAPBM, RKM, dan RKTM, dan 2) Motivasi kepala madrasah yang kuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mengembangkan madrasah, serta 3) Adanya bantuan dan dukungan dari semua komponen pendidikan serta stakeholders dalam mengimplementasikan rencana program madrasah dan peningkatan kualitas pendidikan”.51 2) Jawaban PKM Kesiswaan Jawaban Bapak Samsul Komarudin, S.Pd selaku PKM Kesiswaan adalah 51 Hasil wawancara dengan Bapak Drs. Moch. Rohmatin, tanggal 4 Nopember 2011, pukul 11.15 – 11.45 WIB. di ruang wakamad. 26 27 sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi perencanaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Tersedianya staf perencana program madrasah yang berkompeten, b) Tersedianya staf perencana pengembangan madrasah yang berkompeten, c) Tersedianya sarana dan prasarana pendukung, d) Adanya partisipasi semua pihak, atau stakeholder dalam perencanaan, dan e) Adanya keinginan yang sangat kuat dari kepala madrasah untuk mengembangkan madrasah dan meningkatkan kualitas pendidikan”.52 3) Jawaban PKM Kurikulum Jawaban Bapak Mohammad Kamdan, S.Pd selaku PKM Kurikulum adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi perencanaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Adanya partisipasi dari semua komponen pendidikan, b) Adanya motivasi yang kuat dari wakil kepala, para PKM, wali kelas dan para guru dalam mendukung perencanaan program madrasah, dan c) Adanya rasa kewajiban dari kepala madrasah dan setiap personil pendidikan untuk menyusun program kerja melalui perencanaan program kerja masing-masing unsur pendidikan sesuai dengan tupoksinya, serta d) Adanya sasaran dan tujuan yang ingin dicapai yang harus direncanakan sebelumnya”.53 4) Jawaban PKM Sarana Prasarana Jawaban Bapak Achmad Nasikhin, S.Pd. selaku PKM Sarana Prasarana adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi perencanaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) 52 Hasil wawancara dengan Bapak Samsul Komarudin, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 08.15 – 08.40 WIB. di ruang PKM Kesiswaan. 53 Hasil wawancara dengan Bapak Mohammad Kamdan, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 08.50 – 09.30 WIB. di ruang PKM Kurikulum. 28 Tersedianya sumberdaya manusia guru dan tenaga pendidikan lainnya, b) Adanya petunjuk program perencanaan madrasah yang ditetapkan oleh pemerintah melalui kementerian agama, c) Tersedianya sarana dan prasarana pendukung, dan d) Tersedianya anggaran yang cukup memadai, serta e) Adanya tujuan pengembangan madrasah dan peningkatan kualitas pendidikan yang telah dirumuskan”.54 5) Jawaban PKM Humas Jawaban Bapak Drs. Suyono selaku PKM Humas adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi perencanaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Sumber Daya Manusia dan sarana prasarana pendukung yang dimiliki madrasah, b) Adanya SOP atau standar operasional prosedur yang telah ditetapkan madrasah, c) Adanya rencana program madrasah yang jelas, dan d) Adanya partisipasi dari pengurus yayasan dan komiter serta unsur wali murid”.55 6) Jawaban Wali Kelas Jawaban Ibu Elok Dewi Rohmah, S.Pd. selaku wali kelas VII A adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi perencanaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Motivasi yang tinggi dari kepala madrasah untuk meningkatkan kinerja para guru dan pegawai, b) Adanya program kerja yang jelas yang dituangkan dalam RKM, RKTM dan RAPBM, serta c) Adanya dukungan pengembangan program madrasah dari semua komponen pendidikan”.56 7) Jawaban Ka TU 54 Hasil wawancara dengan Bapak Achmad Nasikhin, S.Pd, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 09.40 – 10.10 WIB. di ruang PKM Sarana Prasarana. 55 Hasil wawancara dengan Bapak Drs. Suyono, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 10.20 – 10.50 WIB. di ruang PKM Humas. 56 Hasil wawancara dengan Ibu Elok Dewi Rohmah, S.Pd, tanggal 7 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang guru. 28 29 Jawaban Ibu Nur Fitria Yuliani, S.Kom selaku Ka. TU adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi perencanaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Tersedianya perangkat yang memadai, yang berupa SDM dan sarana dan prasarana, b) Minat dan motivasi yang tinggi dari kepala madrasah, dan c) Adanya tujuan yang ingin dicapai”.57 8) Jawaban Bendahara Madrasah/Bendahara BOS Jawaban Ibu Suwarni, S.Pd. selaku bendahara madrasah/bendahara BOS adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi perencanaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Adanya tujuan dari program madrasah dan pengembangan pendidikan untuk peningkatan kualitas pendidikan, b) Adanya standar operasional prosedur yang sistematis yang dikembangkan madrasah, dan c) Adanya motivasi dan disiplin kepala madrasah untuk menempatkan faktor perencanaan sebagai dasar implementasi semua program pendidikan”.58 9) Jawaban Wali Murid Jawaban Bapak Tajudin Nasikin, S.Pd.I. selaku wali murid adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi perencanaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Adanya partisipasi dari semua pihak termasuk para wali murid untuk membantu dan memikirkan pengembangan madrasah dan peningkatan mutu pendidikan di madrasah, b) Adanya hubungan yang kuat antara 57 Hasil wawancara dengan Ibu Nur Fitria Yuliani, S.Kom, tanggal 9 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang TU. 58 Hasil wawancara dengan Ibu Suwarni, S.Pd, tanggal 14 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang bendahara. 30 kepala madrasah dengan para wali murid serta tokoh masyarakat, c) Adanya tujuan madrasah dan prgram kerja madrasah, dan d) Adanya SDM dari guru dan staf yang memadai yang mampu menyusun rencana pengembangan madrasah dan sekaligus melaksanakan program kerjanya”.59 10) Jawaban Tokoh Masyarakat Jawaban Bapak H. Muh. Ilyas selaku tokoh masyarakat adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi perencanaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Adanya SDM guru dan petugas pendidikan lainnya yang memadai dan cukup serta layak, b) Adanya sarana dan prasarana pendukung yang cukup memadai, c) Adanya siswa yang cukup banyak, d) Adanya program kerja dari kepala madrasah dan program kerja dari setiap personil pendidikan untuk pengembangan madrasah dan peningkatan mutu pendidikan, dan e) Adanya peran partisipasi dari stakeholder yang sangat kuat, serta f) Adanya tujuan yang ingin dicapai”.60 b. Faktor Pendukung Kompetensi Manajerial Kepala Madrasah sebagai Pelaksana Fungsi Pengorganisasian (Organizing) dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri Pertanyaan yang diajukan kepada informan untuk menggali data tentang fokus permasalahan tersebut adalah: Apa sajakah faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengorganisasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri ? Secara numerikal hasil jawaban informan dapat dikemukakan berikut: 59 Hasil wawancara dengan bapak Tajudin Nasikin, S.Pd.I, tanggal 21 Nopember 2011, pukul 08.30 – 09.20 WIB. di rumah wali murid. 60 Hasil wawancara dengan H. Muh. Ilyas, tanggal 30 Nopember 2011, pukul 08.00 – 09.00 WIB. di rumah tokoh masyarakat. 30 31 1) Jawaban Wakil Kepala Madrasah Jawaban Bapak Drs. Moch. Rohmatin selaku Wakil Kepala Madrasah adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengorganisasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Adanya hubungan kerja yang kuat antara personil pendidikan di madrasah, b) Adanya Standar Operasional Prosedur yang jelas, dan c) Adanya penempatan orang yang tepat yang mempunyai kompetensi pendukung dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan”.61 2) Jawaban PKM Kesiswaan Jawaban Bapak Samsul Komarudin, S.Pd selaku PKM Kesiswaan adalah seba-gai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengorganisasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Adanya hubungan kerja yang kuat antara para personil atau antara bagian yang duduk pada jabatan struktur organisasi madrasah, dan b) Adanya pedoman kerja dari setiap bagian untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya sehingga dalam pelaksanaan pekerjaan tidak tumpang tindih”.62 3) Jawaban PKM Kurikulum Jawaban Bapak Mohammad Kamdan, S.Pd selaku PKM Kurikulum adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengorganisasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) 61 Hasil wawancara dengan Bapak Drs. Moch. Rohmatin, tanggal 4 Nopember 2011, pukul 11.15 – 11.45 WIB. di ruang wakamad. 62 Hasil wawancara dengan Bapak Samsul Komarudin, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 08.15 – 08.40 WIB. di ruang PKM Kesiswaan. 32 Adanya orang/bagian yang bertanggungjawab terhadap pengelolaan kesiswaan, kurikulum, sarana dan prasarana, hubungan masyarakat dan pengembangan mutu serta bimbingan dan konseling, dan b) Adanya orang/bagian yang bertanggungjawab menangani keuangan, kegiatan ekstra kurikuler, TU, perpustakaan, LAB, wali kelas, tata tertib dan lain sebagainya sesuai dengan kebutuhan madrasah”.63 4) Jawaban PKM Sarana Prasarana Jawaban Bapak Achmad Nasikhin, S.Pd. selaku PKM Sarana Prasarana adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengorganisasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Adanya pembagian bidang yang dipimpin oleh seorang yang diberi wewenang memimpin oleh kepala madrasah, b) Adanya anak buah atau staf pelaksana dari program setiap bidang, dan c) Adanya mekanisme pelaksanaan tugas yang jelas dari setiap bidang”.64 5) Jawaban PKM Humas Jawaban Bapak Drs. Suyono selaku PKM Humas adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengorganisasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Adanya unsur pimpinan pada sub bagian dari struktur organisasi madrasah yang berkompeten, b) Adanya wewenang yang jelas dari setiap unsur pimpinan, dan c) Adanya tupoksi yang jelas dalam pelaksanaan tugas”.65 6) Jawaban Wali Kelas Jawaban Ibu Elok Dewi Rohmah, S.Pd. selaku wali kelas VII A adalah 63 Hasil wawancara dengan Bapak Mohammad Kamdan, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 08.50 – 09.30 WIB. di ruang PKM Kurikulum. 64 Hasil wawancara dengan Bapak Achmad Nasikhin, S.Pd, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 09.40 – 10.10 WIB. di ruang PKM Sarana Prasarana. 65 Hasil wawancara dengan Bapak Drs. Suyono, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 10.20 – 10.50 WIB. di ruang PKM Humas. 32 33 sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengorganisasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Adanya pengaturan struktur organisasi yang ditata rapi dan berkompeten untuk mencapai sasaran dan tujuan yang ingin dicapai madrasah, b) Adanya pembagian tugas yang jelas, dan c) Adanya hubungan yang kuat antar ketua bidang atau PKM, dan BK dengan para staf bawahannya”.66 7) Jawaban Ka TU Jawaban Ibu Nur Fitria Yuliani, S.Kom. selaku Ka. TU adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengorganisasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Kondisi dan potensi setiap komponen yang ada pada madrasah cukup berkompeten dan memadai serta mampu melaksanakan progam madrasah, b) Ketersediaan dana yang cukup memadai dalam membiayai semua bidang dalam struktur organisasi yang dikembangkan madrasah, dan c) kemampuan dan kemauan yang kuat dari para unsur pimpinan yang bertugas melaksanakan program madrasah”.67 8) Jawaban Bendahara Madrasah/Bendahara BOS Jawaban Ibu Suwarni, S.Pd. selaku bendahara madrasah/bendahara BOS adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengorganisasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Adanya kesiapan para guru dan staf untuk menduduki jabatan dalam struktur organisasi, b) Adanya program yang komprehensif yang dapat dilaksanakan dengan baik dengan memanfaatkan potensi SDM madra66 Hasil wawancara dengan Ibu Elok Dewi Rohmah, S.Pd, tanggal 7 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang guru. 67 Hasil wawancara dengan Ibu Nur Fitria Yuliani, S.Kom, tanggal 9 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang TU. 34 sah, dan c) Adanya unsur penunjang yang cukup memadai, seperti sarana dan prasarana, para staf, dan dana”.68 9) Jawaban Wali Murid Jawaban Bapak Tajudin Nasikin, S.Pd.I. selaku wali murid adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengorganisasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Adanya hubungan yang kuat antara kepala madrasah dengan para bawahannya, b) Adanya hubungan yang kuat antara para pembina pendidikan dengan para siswa dan wali murid, dan c) adanya hubungan yang kuat antara kepala madrasah dengan pengurus yayasan dan komite madrasah”.69 10) Jawaban Tokoh Masyarakat Jawaban Bapak H. Muh. Ilyas selaku tokoh masyarakat adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengorganisasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Adanya hubungan interpersonal yang kuat antara kepala madrasah dengan para tokoh masyarakat, b) Adanya sumber daya pendidikan yang mampu melaksanakan tugas sesuai dengan tugas dan kewajibannya, dan c) Adanya hubungan kinerja yang harmonis antar semua komponen pendidikan”.70 c. Faktor Pendukung Kompetensi Manajerial Kepala Madrasah sebagai Pelaksana Fungsi Penggerakan/Pendorongan (Actuating/Activating) dalam 68 Hasil wawancara dengan Ibu Suwarni, S.Pd, tanggal 14 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang bendahara. 69 Hasil wawancara dengan bapak Tajudin Nasikin, S.Pd.I, tanggal 21 Nopember 2011, pukul 08.30 – 09.20 WIB. di rumah wali murid. 70 Hasil wawancara dengan H. Muh. Ilyas, tanggal 30 Nopember 2011, pukul 08.00 – 09.00 WIB. di rumah tokoh masyarakat. 34 35 Meningkatkan Kualitas Pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri Pertanyaan yang diajukan kepada informan untuk menggali data tentang fokus permasalahan tersebut adalah: Apa sajakah faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan (actuating/activating) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri? Secara numerikal hasil jawaban informan dapat dikemukakan berikut: 1) Jawaban Wakil Kepala Madrasah Jawaban Bapak Drs.Moch. Rohmatin selaku Wakil Kepala Madrasah adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Adanya motivasi ingin maju dan motivasi berprestasi dari kepala madrasah, b). Adanya kemampuan mengadakan hubungan atau berinteraksi secara positif dengan bawahannya termasuk diantaranya para guru dan staf pendidikan lainnya”.71 2) Jawaban PKM Kesiswaan Jawaban Bapak Samsul Komarudin, S.Pd selaku PKM Kesiswaan adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Adanya ikatan kerja yang kuat dengan para bawahannya, b) Adanya kemauan yang kuat dan motivasi yang kuat untuk pencapaian tujuan pendidikan, serta c) Adanya kebijakan yang tepat sasaran yang diterapkan kepala madrasah sehingga meningkatkan 71 Hasil wawancara dengan Bapak Drs. Moch. Rohmatin, tanggal 4 Nopember 2011, pukul 11.15 – 11.45 WIB. di ruang wakamad. 36 kinerja bawahannya”.72 3) Jawaban PKM Kurikulum Jawaban Bapak Mohammad Kamdan, S.Pd selaku PKM Kurikulum adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Sikap, dan tindakan yang bijaksana terhadap semua kebijakan yang diambil, b) Perilaku hidup sehari-hari yang sederhana dan lebih mementingkan kepentingan bersama untuk tujuan organisasi pendidikan, dan c) Kemampuan memotivasi bawahan untuk maju dan berpretasi”.73 4) Jawaban PKM Sarana Prasarana Jawaban Bapak Achmad Nasikhin, S.Pd. selaku PKM Sarana Prasarana adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Sikap ingin maju, b) Motivasi yang kuat untuk memajukan organisasi pendidikan, dan c) Kemauan yang kuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan dari berbagai unsur, termasuk diantaranya unsur SDM guru, unsur siswa, dan unsur pengembangan sarana dan prasarana pendidikan”.74 5) Jawaban PKM Humas Jawaban Bapak Drs. Suyono selaku PKM Humas adalah sebagai berikut: 72 Hasil wawancara dengan Bapak Samsul Komarudin, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 08.15 – 08.40 WIB. di ruang PKM Kesiswaan. 73 Hasil wawancara dengan Bapak Mohammad Kamdan, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 08.50 – 09.30 WIB. di ruang PKM Kurikulum. 74 Hasil wawancara dengan Bapak Achmad Nasikhin, S.Pd, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 09.40 – 10.10 WIB. di ruang PKM Sarana Prasarana. 36 37 “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Sikap yang adaptif dan tidak mau menang sendiri terhadap semua kebutuhan bawahannya, b) Kemauannya mendengarkan aspirasi dari bawahan, dan c) Motivasi yang kuat untuk memajukan madrasah”.75 6) Jawaban Wali Kelas Jawaban Ibu Elok Dewi Rohmah, S.Pd. selaku wali kelas VII A adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Tidak egois, dan tidak otoriter dalam menetapkan suatu kebijakan dan keputusan, b) Kemauannya yang kuat dalam memajukan lembaga pendidikan, c) Kemampuannya mengelola hubungan interpersonal dengan semua komponen pendidikan, dan d) Ketepatannya dalam menempatkan personil untuk menduduki jabatan tertentu di madrasah”.76 7) Jawaban Ka TU Jawaban Ibu Nur Fitria Yuliani, S.Kom selaku Ka. TU adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Kemampuannya dalam menjalin ikatan kerja yang sangat kuat, b) Kemampuannya dalam berinteraksi secara positif dengan bawahannya sangat kuat, dan c) Selalu bersikap adil dan bijaksana dalam menetapkan keputusan”.77 75 Hasil wawancara dengan Bapak Drs. Suyono, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 10.20 – 10.50 WIB. di ruang PKM Humas. 76 Hasil wawancara dengan Ibu Elok Dewi Rohmah, S.Pd, tanggal 7 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang guru. 77 Hasil wawancara dengan Ibu Nur Fitria Yuliani, S.Kom, tanggal 9 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang TU. 38 8) Jawaban Bendahara Madrasah/Bendahara BOS Jawaban Ibu Suwarni, S.Pd. selaku bendahara madrasah/bendahara BOS adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Motivasi kerja dan motivasi berprestasi yang sangat kuat untuk memajukan dunia pendidikan yang dikelolanya, b) Kemampuannya dalam mendorong dan menggerakkan bawahannya sangat kuat sehingga dipatuhi bawahannya, dan c) Perilaku dan tindakan yang dilakukannya sangat santun dan tidak pernah mencaci maki bawahannya yang melakukan kesalahan, tetapi memberikan motivasi yang positif agar bawahannya tidak melakukan kesalahan, dan disediakan waktu untuk memperbaiki kesalahannya”.78 9) Jawaban Wali Murid Jawaban Bapak Tajudin Nasikin, S.Pd.I. selaku wali murid adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Kemampuannya dalam menyikapi semua persoalan antar guru dan staf dengan bijaksana dan mampu menyelesaikan konflik dengan baik, b) Selalu memberikan motivasi positif kepada semua bawahannya untuk maju dan berprestasi sesuai dengan bidang kerjanya, dan c) Kemampuannya yang sangat baik dalam menjalin hubungan kerja dengan semua bawahannya”.79 10) Jawaban Tokoh Masyarakat 78 Hasil wawancara dengan Ibu Suwarni, S.Pd, tanggal 14 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang bendahara. 79 Hasil wawancara dengan bapak Tajudin Nasikin, S.Pd.I, tanggal 21 Nopember 2011, pukul 08.30 – 09.20 WIB. di rumah wali murid. 38 39 Jawaban Bapak H. Muh. Ilyas selaku tokoh masyarakat adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Sikap yang bijaksana, dan b) Motivasi ingin maju dari semua komponen pendidikan di madrasah”.80 d. Faktor Pendukung Kompetensi Manajerial Kepala Madrasah sebagai Pelaksana Fungsi Pengontrolan/Pengawasan (Controlling) dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri Pertanyaan yang diajukan kepada informan untuk menggali data tentang fokus permasalahan tersebut adalah: Apa sajakah faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan (controlling) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupa-ten Kediri? Secara numerikal hasil jawaban informan dapat dikemukakan berikut: 1) Jawaban Wakil Kepala Madrasah Jawaban Bapak Drs. Moch. Rohmatin selaku Wakil Kepala Madrasah adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Peraturan atau tatib yang telah dirumuskan dan disyahkan oleh kepala madrasah yang berlaku mengikat bagi guru dan karyawan serta siswa, b) RKM, RKTM serta RAPBM sebagai tolak ukur pelaksanaan program yang harus diawasi, c) Tujuan madrasah yang harus direa80 Hasil wawancara dengan H. Muh. Ilyas, tanggal 30 Nopember 2011, pukul 08.00 – 09.00 WIB. di rumah tokoh masyarakat. 40 lisasikan”.81 2) Jawaban PKM Kesiswaan Jawaban Bapak Samsul Komarudin, S.Pd selaku PKM Kesiswaan adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Standar baku yang ditetapkan oleh kepala madrasah bagi para guru dalam pelaksanaan pembelajaran, yakni pencapaian KKM bagi semua mata pelajaran, b) Tuntutan administrasi dari kementerian agama untuk mengecek kelengkapan administratif yang berhubungan dengan perangkat pembelajaran, dan c) Standar minimal yang dijadikan alat pengukur bagi keberhasilan pendidikan yang ditetapkan oleh kementerian agama yang dikembangkan dalam pedoman penilaian madrasah”.82 3) Jawaban PKM Kurikulum Jawaban Bapak Mohammad Kamdan, S.Pd selaku PKM Kurikulum adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Tujuan dan sasaran yang harus dicapai madrasah, b) Rencana program madrasah yang harus dilaksanakan oleh para bawahan, c) Penetapan beban kerja dari setiap bawahan dan hal ini membutuhkan pengawasan, termasuk diantaranya jam kerja guru, dan jam kerja karyawan tata usaha, dan d) Program kerja dari setiap bawahan yang harus direalisasikan baik berkaitan dengan KBM maupun di luar KBM termasuk diantaranya kelengkapan pengadministrasian semua kegiatan di madrasah”.83 81 Hasil wawancara dengan Bapak Drs. Moch. Rohmatin, tanggal 4 Nopember 2011, pukul 11.15 – 11.45 WIB. di ruang wakamad. 82 Hasil wawancara dengan Bapak Samsul Komarudin, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 08.15 – 08.40 WIB. di ruang PKM Kesiswaan. 83 Hasil wawancara dengan Bapak Mohammad Kamdan, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 08.50 – 09.30 WIB. di ruang PKM Kurikulum. 40 41 4) Jawaban PKM Sarana Prasarana Jawaban Bapak Achmad Nasikhin, S.Pd. selaku PKM Sarana Prasarana adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Program kerja yang direncanakan untuk direalisasikan para bawahan, b) Kegiatan supervisi akademik dan supervisi administrasi bagi para guru dan karyawan yang harus terpenuhi dengan baik, c) Tuntutan untuk meminimalkan adanya penyelewengan dari bawahan terhadap pelaksanaan program madrasah, dan anggaran keuangan madrasah dari para guru dan staf atau karyawan”.84 5) Jawaban PKM Humas Jawaban Bapak Drs. Suyono selaku PKM Humas adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Otoritas kepala madrasah untuk mengawasi berbagai penggunaan sumber belajar dan sarana prasarana yang dimiliki madrasah agar tidak terjadi penimpangan, b) Tersedianya PKM sebagai kepanjangan tangan implementasi kebijakan kepala madrasah yang bertugas mengawasi bawahannya dalam pelaksanaan program dari masingmasing bidang, dan c) Penetapan tujuan madrasah yang harus tercapai secara maksimal”.85 6) Jawaban Wali Kelas Jawaban Ibu Elok Dewi Rohmah, S.Pd. selaku wali kelas VII A adalah sebagai berikut: 84 Hasil wawancara dengan Bapak Achmad Nasikhin, S.Pd, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 09.40 – 10.10 WIB. di ruang PKM Sarana Prasarana. 85 Hasil wawancara dengan Bapak Drs. Suyono, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 10.20 – 10.50 WIB. di ruang PKM Humas. 42 “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) SDM guru dan tenaga administrasi yang harus ditingkatkan kualitasnya untuk mencapai tujuan madrasah, b) Siswa didik/siswa asuh sebagai subyek belajar yang perlu adanya pembinaan dan pengawasan, c) Tujuan pendidikan yang harus terealisasi dengan baik, serta d) Penampilan kerja guru yang harus diobservasi dan diawasi agar sesuai dengan budaya kerja madrasah”.86 7) Jawaban Ka TU Jawaban Ibu Nur Fitria Yuliani, S.Kom selaku Ka. TU adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Terealisasinya tujuan pembelajaran dan tujuan pengembangan madrasah, b) Kemampuan kepala dalam pengadaan pengawasan melalui observasi kelas dan supervisi akademik, dan c) Kemampuan yang baik dari kepala dalam menetapkan standar penilaian pekerjaan bagi semua bawahan, termasuk diantaranya beban mengajar guru, jam kerja serta hasil kerja yang tertuan dalam analisis dan evaluasi serta tindaklanjut pelaksanaan program”.87 8) Jawaban Bendahara Madrasah/Bendahara BOS Jawaban Ibu Suwarni, S.Pd. selaku bendahara madrasah/bendahara BOS adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Kemauan yang kuat dari kepala untuk mengadakan pengawasan demi perbaikan pelaksanaan pekerjaan bagi semua bawahannya, dan b) Kemampuan yang memadai dari kepala madrasah dalam me86 Hasil wawancara dengan Ibu Elok Dewi Rohmah, S.Pd, tanggal 7 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang guru. 87 Hasil wawancara dengan Ibu Nur Fitria Yuliani, S.Kom, tanggal 9 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang TU. 42 43 laksanakan kegiatan pengawasan bagi semua bawahan dalam mengimplementasikan program kerja pada masing-masing bidang, termasuk bidang kesiswaan, bidang kurikulum, bidang humas dan bidang sarana dan prasarana”.88 9) Jawaban Wali Murid Jawaban Bapak Tajudin Nasikin, S.Pd.I. selaku wali murid adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Kepedulian kepala madrasah dalam melakukan pengawasan sangat kuat sebagai fungsi kontrol terhadap pelaksanaan kegiatan yang menjadi tanggungjawabnya, dan b) Kemampuan yang sangat baik dari kepala madrasah dalam melaksanakan program kepengawasan”.89 10) Jawaban Tokoh Masyarakat Jawaban Bapak H. Muh. Ilyas selaku tokoh masyarakat adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Kepedulian yang tinggi dari kepala madrasah untuk mencapai tujuan pendidikan di madrasah, dan b) Motivasi kerja dan etos kerja yang tinggi dari kepala madrasah dalam mengembangkan madrasah, yang dalam hal ini membutuhkan pengawasan yang kontinyu terhadap kinerja para bawahannya”.90 e. Faktor Pendukung Kompetensi Manajerial Kepala Madrasah sebagai 88 Hasil wawancara dengan Ibu Suwarni, S.Pd, tanggal 14 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang bendahara. 89 Hasil wawancara dengan bapak Tajudin Nasikin, S.Pd.I, tanggal 21 Nopember 2011, pukul 08.30 – 09.20 WIB. di rumah wali murid. 90 Hasil wawancara dengan H. Muh. Ilyas, tanggal 30 Nopember 2011, pukul 08.00 – 09.00 WIB. di rumah tokoh masyarakat. 44 Pelaksana Fungsi Pengkoordinasian (Coordinating) dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri Pertanyaan yang diajukan kepada informan untuk menggali data tentang fokus permasalahan tersebut adalah: Apa sajakah faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengkoordinasian (coordinating) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri? Secara numerikal hasil jawaban informan dapat dikemukakan berikut: 1) Jawaban Wakil Kepala Madrasah Jawaban Bapak Drs. Moch. Rohmatin selaku Wakil Kepala Madrasah adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengkoordinasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Kecakapan dan kemampuan serta pengalaman yang cukup memadai yang dimiliki kepala madrasah dalam melaksanakan kegiatan pengkoordinasian, b) Pemahaman teoritis dan praktis yang cukup baik dari kepala madrasan tentang kegiatan pengkoordinasian, dan c) Tersedianya tenaga guru dan staf pendidikan lainnya dan tersedianya standar operasional prosedur dalam melaksanakan suatu jenis pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh para unsur pimpinan, serta d) Tersedianya aturan yang mengikat berdasarkan perumusan job deskripsi masing-masing unsur pimpinan di madrasah, terutama para PKM, koordinator BK, wali kelas, Ka. TU, dan tenaga administrasi pendidikan lainnya sehingga dalam melaksanakan suatu tugas dan pekerjaan tidak saling tumpang tindih”.91 2) Jawaban PKM Kesiswaan Jawaban Bapak Samsul Komarudin, S.Pd selaku PKM Kesiswaan adalah 91 Hasil wawancara dengan Bapak Drs. Moch. Rohmatin, tanggal 4 Nopember 2011, pukul 11.15 – 11.45 WIB. di ruang wakamad. 44 45 sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengkoordinasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Motivasi dan etos kerja yang tinggi yang dimiliki kepala madrasah dalam melaksanakan kegiatan pengkoordinasian, b) Telah tersedianya tenaga guru dan tenaga non guru yang menduduki jabatan strategis di madrasah, dan c) Kemampuannya dalam memanajemen konflik atau perbedaan pendapat antar unsur pimpinan yang duduk dalam struktur organisasi pendidikan di madrasah yang sangat baik”.92 3) Jawaban PKM Kurikulum Jawaban Bapak Mohammad Kamdan, S.Pd selaku PKM Kurikulum adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengkoordinasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Kemampuannya yang sangat baik dalam mengarahkan para unsur pimpinan di madrasah dalam melaksanakan suatu tugas atau pekerjaan, b) Pengalaman yang cukup memadai dalam melakukan kegiatan koordinasi dalam pencapaian tujuan madrasah, dan c) Penge-tahuan teoritis dan praktis yang sangat memadai terhadap kegiataan pengkoordinasian”.93 4) Jawaban PKM Sarana Prasarana Jawaban Bapak Achmad Nasikhin, S.Pd. selaku PKM Sarana Prasarana adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengkoordinasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Kemampuan dan pengalaman kepala madrasah yang sangat memadai, karena sebelum menjadi kepala madrasah pernah menduduki jabatan unsur pimpinan PKM di madrasah, b) Adanya tata aturan yang jelas 92 Hasil wawancara dengan Bapak Samsul Komarudin, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 08.15 – 08.40 WIB. di ruang PKM Kesiswaan. 93 Hasil wawancara dengan Bapak Mohammad Kamdan, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 08.50 – 09.30 WIB. di ruang PKM Kurikulum. 46 antara jalur komando struktural sebagaimana tertuang dalam rumusan job deskripsi masing-masing bidang, dan c) Adanya kemauan kerjasama yang kuat antar unsur pimpinan dan wali kelas dalam mencapai sasaran dan tujuan pendidikan”.94 5) Jawaban PKM Humas Jawaban Bapak Drs. Suyono selaku PKM Humas adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengkoordinasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Kemampuannya yang sangat baik dalam mengatur organisasi di madrasah, b) Pemahaman dan pengalamannya yang cukup memadai, dan c) Tersedianya perangkat pendukung yang memadai baik berkenaan dengan SDM guru dan staf serta sarana dan prasarana”.95 6) Jawaban Wali Kelas Jawaban Ibu Elok Dewi Rohmah, S.Pd. selaku wali kelas VII A adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengkoordinasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Kemampuan mengadakan koordinasi yang sangat baik dari kepala madrasah untuk mengoptimalkan suatu bidang pekerjaan yang didelegasikan kepada semua bawahan atau staf yang telah ditunjuk, b) Tersedianya SOP yang jelas dari masing-masing bidang pekerjaan untuk mencapai sasaran dan tujuan madrasah, dan c) Tersedianya program dan staf yang jelas yang saling mengadakan koordinasi dan konsultasi antar unsur pimpinan sebagaimana tertulis dalam bagan struktur organisasi di madrasah”.96 7) Jawaban Ka TU 94 Hasil wawancara dengan Bapak Achmad Nasikhin, S.Pd, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 09.40 – 10.10 WIB. di ruang PKM Sarana Prasarana. 95 Hasil wawancara dengan Bapak Drs. Suyono, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 10.20 – 10.50 WIB. di ruang PKM Humas. 96 Hasil wawancara dengan Ibu Elok Dewi Rohmah, S.Pd, tanggal 7 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang guru. 46 47 Jawaban Ibu Nur Fitria Yuliani, S.Kom. selaku Ka. TU adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengkoordinasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Adanya kegiatan pengaturan dalam suatu bidang pekerjaan yang jelas untuk mencapai sasaran dan tujuan madrasah, b) Tersedianya staf yang representatif untuk melaksanakan jenis pekerjaan tertentu, dan) Adanya pedoman pelaksanaan pekerjaan”.97 8) Jawaban Bendahara Madrasah/Bendahara BOS Jawaban Ibu Suwarni, S.Pd. selaku bendahara madrasah/bendahara BOS adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengkoordinasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Kemampuan kepala madrasah yang sangat baik dalam mengkoordinasi semua pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh para bawahan, b) Jenis bidang pekerjaan yang jelas, dan c) Jalur komando yang jelas dan tersedianya staf pelaksana yang melaksanakan tugas atau pekerjaan”.98 9) Jawaban Wali Murid Jawaban Bapak Tajudin Nasikin, S.Pd.I. selaku wali murid adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengkoordinasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Kemampuan yang baik dari para pelaksana yang ditempatkan pada posisi jabatan tertentu, b) Kecukupan tenaga pendidik dan staf, dan) 97 Hasil wawancara dengan Ibu Nur Fitria Yuliani, S.Kom, tanggal 9 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang TU. 98 Hasil wawancara dengan Ibu Suwarni, S.Pd, tanggal 14 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang bendahara. 48 Adanya jalur komando yang jelas dan transparan”.99 10) Jawaban Tokoh Masyarakat Jawaban Bapak H. Muh. Ilyas selaku tokoh masyarakat adalah sebagai berikut: “Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengkoordinasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri antara lain: a) Tersedianya SDM guru dan tenaga administrasi pendidikan yang berkompeten yang mampu melaksanakan suatu tugas atau pekerjaan, dan b) Tersedianya sarana dan prasarana pendukung yang dimiliki madrasah”.100 3. Faktor Penghambat Kompetensi Manajerial Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri Tolak ukur faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri didasarkan pada hasil wawancara dengan para informan yang yang terdiri dari: 1 orang wakil kepala madrasah, 4 orang Pembantu Kepala Madrasah (PKM), 1 orang wali kelas, 1 orang Ka. TU., 1 orang bendahara madrasah/bendahara BOS, 1 orang wali murid, dan 1 orang tokoh masyarakat. Pertanyaan yang diajukan sehubungan dengan permasalahan ketiga tersebut adalah pertanyaan sebagaimana yang diajukan pada rumusan masalah ketiga berikut: Apa sajakah faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri? 99 Hasil wawancara dengan bapak Tajudin Nasikin, S.Pd.I, tanggal 21 Nopember 2011, pukul 08.30 – 09.20 WIB. di rumah wali murid. 100 Hasil wawancara dengan H. Muh. Ilyas, tanggal 30 Nopember 2011, pukul 08.00 – 09.00 WIB. di rumah tokoh masyarakat. 48 49 Pertanyaan tersebut selanjutnya dipilah-pilah menjadi lima pertanyaan sebagaimana yang diajukan pada rumusan masalah ketiga poin pertanyaan a sampai dengan poin pertanyaan e. Secara lengkap jawaban hasil wawancara dengan semua informan tersebut dipaparkan di bawah ini. a. Faktor Penghambat Kompetensi Manajerial Kepala Madrasah sebagai Pelaksana Fungsi Perencanaan (Planning) dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri Pertanyaan yang diajukan kepada informan untuk menggali data tentang fokus permasalahan tersebut adalah: Apa sajakah faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi perencanaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri? Secara numerikal hasil jawaban informan dapat dikemukakan berikut: 1) Jawaban Wakil Kepala Madrasah Jawaban Bapak Drs. Moch. Rohmatin selaku Wakil Kepala Madrasah adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi perencanaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah terdapat sebagian kegiatan yang dilaksanakan tidak melalui perencanaan yang matang karena bersifat insidentil yang mendesak di luar agenda kerja madrasah dan bukan merupakan program utama madrasah sehingga menjadikan hasilnya kurang maksimal”.101 2) Jawaban PKM Kesiswaan Jawaban Bapak Samsul Komarudin, S.Pd selaku PKM Kesiswaan adalah 101 Hasil wawancara dengan Bapak Drs. Moch. Rohmatin, tanggal 4 Nopember 2011, pukul 11.15 – 11.45 WIB. di ruang wakamad. 50 seba-gai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi perencanaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut adalah pada item-item tertentu pada bidang kurikulum misalnya pengadaan try out dan persiapan ujian nasional, dan sarana dan prasarana misalnya pemenuhan mebelair, kecukupan sarana iptek (komputer, dan laptop) dan ruang kelas perlu adanya perbaikan karena implementasinya terlalu berat baik berkenaan dengan kecukupan sumber daya maupun pembiayaan, walaupun segala sesuatunya telah direncanakan dengan matang yang didahului dengan kegaiatan evaluasi dan tindaklanjut rencana kerja madrasah pada awal tahun pelajaran baru, baik berkenaan dengan RKM, RKTM, RAPBM, dan rencana kegiatan madrasah lainnya yang diprogramkan masing-masing unsur pimpinan madrasah”.102 3) Jawaban PKM Kurikulum Jawaban Bapak Mohammad Kamdan, S.Pd selaku PKM Kurikulum adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi perencanaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten menurut saya hampir tidak ada karena berdasarkan pengalaman saya sebagai unsur pimpinan di madrasah ini semua perencanaan telah disusun dengan rapi, jelas dan sistematis sebagai tertuang dalam perumusan tujuan jangka pendek, jangka menengah dan panjang atau renstra madrasah, di tambah dengan setiap unsur pimpinan yang telah merumuskan kegiatan tersediri yang ditandatangani atau disyahkan oleh kepala madrasah pada tahun pelajaran baru, jikalau ada maka kelemahan unsur perencanaan yang sangat mungkin terjadi adalah perumusan item perencanaan pada bagian-bagian tertentu yang mungkin sangat sulit untuk dicapai, misalnya target atau sasaran yang terlalu berat jika mencanangkan siswa lulus 100% dalam Unas, serta dalam tahun pelajaran berikutnya kecukupan dan standarisasi kualitas mebelair harus terpenuhi dengan baik”.103 102 Hasil wawancara dengan Bapak Samsul Komarudin, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 08.15 – 08.40 WIB. di ruang PKM Kesiswaan. 103 Hasil wawancara dengan Bapak Mohammad Kamdan, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 08.50 – 09.30 WIB. di ruang PKM Kurikulum. 50 51 4) Jawaban PKM Sarana Prasarana Jawaban Bapak Achmad Nasikhin, S.Pd. selaku PKM Sarana Prasarana adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi perencanaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya hampir tidak ada, namun pada bidang sarana dan prasarana faktor penghambatnya adalah faktor biaya perbaikan sarana dan prasarana serta pemenuhan mebelair, karena anggaran madrasah tidak memadai dan tidak memenuhi, baik secara kuantitas maupun kualitas”.104 5) Jawaban PKM Humas Jawaban Bapak Drs. Suyono selaku PKM Humas adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi perencanaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya hampir tidak ada, jika ada sifatnya sangat kecil karena segala sesuatunya telah direncanakan secara matang pada awal tahun pelajaran baru. Pada bidang humas misalnya terdapat permasalahan kecil, yaitu dalam setiap akhir semester dan akhir tahun menjelang acara purna siswa kelas IX kita dituntut untuk mengadakan rapat rutin dengan wali murid dengan menghadirkan semua wali murid, namun dalam pelaksanaannya tidak semua wali murid hadir 100% sesuai dengan rencana dikarenakan jadwal pertemuan dengan kesibukan atau pekerjaan wali murid yang tidak dapat ditinggalkan”.105 6) Jawaban Wali Kelas Jawaban Ibu Elok Dewi Rohmah, S.Pd. selaku wali kelas VII A adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madraah sebagai pelaksana fungsi perencanaan dalam meningatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya hampir 104 Hasil wawancara dengan Bapak Achmad Nasikhin, S.Pd, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 09.40 – 10.10 WIB. di ruang PKM Sarana Prasarana. 105 Hasil wawancara dengan Bapak Drs. Suyono, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 10.20 – 10.50 WIB. di ruang PKM Humas. 52 tidak ada, karena segala bentuk program yang direncanakan madrasah telah dirumuskan dengan baik malalui renstra madasah, dan rencana kerja madrasah lainnya seperti RKM, RKTM, RAPBM, dan rencana kerja per bidang pembantu kepala madrasah, wali kelas, bimbingan dan konseling, laboratorium, tata usaha, dan perpustakaan. Jika terdapat permasalahan namun sifatnya sangat sedikit dan hal tersebut dapat dipecahkan dengan segera”.106 7) Jawaban Ka. TU Jawaban Ibu Nur Fitria Yuliani, S.Kom. selaku Ka. TU adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi perencanaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya secara umum tidak ada karena semua rencana kerja madrasah telah dipersiapkan dengan matang pada awalawal tahun pelajaran baru. Namun pada kegiatan administrasi ada kalanya rencana yang telah ditentukan sedikit molor karena keterbatasan staf dan makin bertambahkan kegiatan yang hendak dilaksanakan oleh madrasah, di samping itu adanya pengembangan program madrasah yang bersifat insidentil juga menimbulkan kerepotan dan permasalahan pengadministrasian”.107 8) Jawaban Bendahara Madrasah/Bendahara BOS Jawaban Ibu Suwarni, S.Pd. selaku bendahara madrasah/bendahara BOS adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madraah sebagai pelaksana fungsi perencanaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya hampir tidak ada karena menurut saya semua program perencanaan madrasah telah tersusun dengan baik dan berdasarkan kebiasaan sejak dahulu jika semua program telah terencanakan maka dalam implementasinya dapat dilaksanakan dengan baik. Jika terjadi kendala, 106 Hasil wawancara dengan Ibu Elok Dewi Rohmah, S.Pd, tanggal 7 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang guru. 107 Hasil wawancara dengan Ibu Nur Fitria Yuliani, S.Kom, tanggal 9 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang TU. 52 53 maka kendala tersebut dapat dipecahkan dengan baik. Pada bidang kebendaharaan hal-hal yang ada kemungkinan muncul permasalahan adalah pembiayaan program kegiatan yang ada kalanya membengkak, namun hal ini dapat diatasi dengan cara merevisi anggaran dengan mengambilkan anggaran dari bidang lain atau mencari sumber dana lain untuk menutupi anggaran yang telah dilaksanakan”.108 9) Jawaban Wali Murid Jawaban Bapak Tajudin Nasikin, S.Pd.I. selaku wali murid adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madraah sebagai pelaksana fungsi perencanaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya hampir tidak ada permasalahan yang berarti, karena dalam taraf rencana kerja madrasah, kegiatan perencanaan telah dirumuskan sejak awal dan terdokumentasi dengan baik misalnya dalam RKM, RKTM, dan kegiatan perencanaan madrasah lainnya telah disusun dengan baik oleh para unsur pimpinan pada tahun pelajaran baru”.109 10) Jawaban Tokoh Masyarakat Jawaban Bapak H. Muh. Ilyas selaku tokoh masyarakat adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madraah sebagai pelaksana fungsi perencanaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya hampir tidak ada, karena kegiatan perencanaan merupakan pondasi utama suatu program kerja, sehingga dalam melakukan kegiatan perencanaan kepala madrasah telah membentuk tim perumus, terutama unsur pimpinan dan orang-orang yang ditunjuk berdasarkan SK Yayasan dan SK Kepala Madrasah, sehingga dalam melaksanakan kegiatan apa pun dalam satu semester selalu merujuk pada rencana kerja atau program kerja yang telah disepakati dan disyahkan oleh kepala madra108 Hasil wawancara dengan Ibu Suwarni, S.Pd, tanggal 14 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang bendahara. 109 Hasil wawancara dengan bapak Tajudin Nasikin, S.Pd.I, tanggal 21 Nopember 2011, pukul 08.30 – 09.20 WIB. di rumah wali murid. 54 sah”.110 b. Faktor Penghambat Kompetensi Manajerial Kepala Madrasah sebagai Pelaksana Fungsi Pengorganisasian (Organizing) dalam Meningkatkan Kualitas Pendidian di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri Pertanyaan yang diajukan kepada informan untuk menggali data tentang fokus permasalahan tersebut adalah: Apa sajakah faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengorganisasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri? Secara numerikal hasil jawaban informan dapat dikemukakan berikut: 1) Jawaban Wakil Kepala Madrasah Jawaban Bapak Drs. Moch. Rohmatin selaku Wakil Kepala Madrasah adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengorganisasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya tidak ada karena segala program madrasah telah dikendalikan oleh kepala madrasah dan unsur pimpinan yang dibentuk madrasah berdasarkan rapat atau musyawarah antara dewan guru dan staf yang dihadiri oleh para pengurus yayasan dan pengurus komite madrasah”.111 2) Jawaban PKM Kesiswaan Jawaban Bapak Samsul Komarudin, S.Pd selaku PKM Kesiswaan adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengorganisasian dalam meningkatkan kua110 Hasil wawancara dengan H. Muh. Ilyas, tanggal 30 Nopember 2011, pukul 08.00 – 09.00 WIB. di rumah tokoh masyarakat. 111 Hasil wawancara dengan Bapak Drs. Moch. Rohmatin, tanggal 4 Nopember 2011, pukul 11.15 – 11.45 WIB. di ruang wakamad. 54 55 litas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya tidak ada karena segala SDM dan sarana prasaran pendukung kegiatan pengorganisasian telah disiapkan dengan matang sesuai dengan kompetensi dan atau kemampuan madrasah”.112 3) Jawaban PKM Kurikulum Jawaban Bapak Mohammad Kamdan, S.Pd selaku PKM Kurikulum adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengorganisasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten menurut saya tidak ada karena kegiatan pengorganisasian telah menjadi prioritas utama madrasah dalam setiap tahun pelajaran baru, dan dalam hal ini kepala madrasah telah mempersiapkan petugas-petugas atau staf yang duduk dalam bagan struktur organisasi yang berlaku di madrasah sehingga setiap tahun pelajaran baru telah tersedia orang-orang yang duduk dalam struktur organisasi yang siap melaksanakan tupoksinya”.113 4) Jawaban PKM Sarana Prasarana Jawaban Achmad Nasikhin, S.Pd. selaku PKM Sarana Prasarana adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengorganisasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya tidak ada karena kegiatan pengorganisasian selalu didahului oleh kegiatan perencanaan, oleh karena kegiatan perencanaan telah dilakukan dengan matang, maka dalam kegiatan pengorganisasian ini tidak mengalami kendala atau penghambat yang berarti”.114 5) Jawaban PKM Humas 112 Hasil wawancara dengan Bapak Samsul Komarudin, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 08.15 – 08.40 WIB. di ruang PKM Kesiswaan. 113 Hasil wawancara dengan Bapak Mohammad Kamdan, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 08.50 – 09.30 WIB. di ruang PKM Kurikulum. 114 Hasil wawancara dengan Bapak Achmad Nasikhin, S.Pd, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 09.40 – 10.10 WIB. di ruang PKM Sarana Prasarana. 56 Jawaban Bapak Drs. Suyono selaku PKM Humas adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengorganisasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya hanya satu, yakni jika salah satu unsur pimpinan tidak ada atau berhalangan karena sakit atau ada tugas lainnya, misalnya mengikuti diklat atau seminar pendidikan, atau MGMP dan tugas sejenis, maka unsur pimpinan lain kurang mampu melaksanakan tugas atau pekerjaan tersebut, dalam hal ini tidak ada pengganti, dan ternyata tugas tersebut harus dilaksanakan, maka hasilnya kurang maksimal”.115 6) Jawaban Wali Kelas Jawaban Ibu Elok Dewi Rohmah, S.Pd. selaku wali kelas VII A adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madraah sebagai pelaksana fungsi pengorganisasian dalam meningatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya tidak ada, karena kegiatan pengorganisasian merupakan bagian kegiatan rutin yang sudah biasa terlaksana dengan baik di madrasah”.116 7) Jawaban Ka. TU Jawaban Ibu Nur Fitria Yuliani, S.Kom selaku Ka. TU adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengorganisasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya tidak ada karena semua kegiatan pengorganisasian di madrasah ini berdasarkan job deskripsi masing-masing unsur kepala bidang dan unsur pendidikan lainnya sehingga dalam implementasi program kerja madrasah pada masing-masing bidang dapat berjalan dengan lancar yang disertai dengan bukti analisis dan evaluasi program kerja semesteran dan tahunan yang dilakukan secara periodik dan semuanya telah 115 Hasil wawancara dengan Bapak Drs. Suyono, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 10.20 – 10.50 WIB. di ruang PKM Humas. 116 Hasil wawancara dengan Ibu Elok Dewi Rohmah, S.Pd, tanggal 7 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang guru. 56 57 terdokumentasikan pada bagian administrasi di TU”.117 8) Jawaban Bendahara Madrasah/Bendahara BOS Jawaban Ibu Suwarni, S.Pd. selaku bendahara madrasah/bendahara BOS adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madraah sebagai pelaksana fungsi pengorganisasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya tidak ada hal ini karena setiap tahun pelajaran baru telah ditetapkan petugas-petugas atau staf yang menduduki jabatan tertentu sebagaimana tertuang dalam organogram atau bagan struktur organisasi di madrasah, dalam penempatannya tidak terdapat komplain dari semua komponen pendidikan”.118 9) Jawaban Wali Murid Jawaban Bapak Tajudin Nasikin, S.Pd.I. selaku wali murid adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madraah sebagai pelaksana fungsi pengorganisasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya hampir tidak ada karena kepala madrasah mampu melaksanakan kegiatan pengorganisasian dengan baik yang dibuktikan dengan tidak terdapatnya kendala atau konflik antar unsur pimpinan dalam pelaksanaan tugas dan tanggungjawabnya sebagai pendendali bidang pekerjaan yang didelegasikan kepada setiap unsur pimpinan”.119 10) Jawaban Tokoh Masyarakat Jawaban Bapak H. Muh. Ilyas selaku tokoh masyarakat adalah sebagai berikut: 117 Hasil wawancara dengan Ibu Nur Fitria Yuliani, S.Kom, tanggal 9 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang TU. 118 Hasil wawancara dengan Ibu Suwarni, S.Pd, tanggal 14 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang bendahara. 119 Hasil wawancara dengan bapak Tajudin Nasikin, S.Pd.I, tanggal 21 Nopember 2011, pukul 08.30 – 09.20 WIB. di rumah wali murid. 58 “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madraah sebagai pelaksana fungsi pengorganisasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya tidak ada karena saya yakin bahwa orang-orang yang terlibat dan menduduki jabatan unsur pimpinan atau apapun jenis bidang pekerjaan yang dikembangkan madrasah dan ditunjuk oleh kepala madrasah untuk membantunya dan menduduki struktur organisasi tertentu di madrasah mampu melaksanakan tugas dengan baik”.120 c. Faktor Penghambat Kompetensi Manajerial Kepala Madrasah sebagai Pelaksana Fungsi Penggerakan/Pendorongan (actuating/activating) dalam Meningkatkan Kualitas Pendidian di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri Pertanyaan yang diajukan kepada informan untuk menggali data tentang fokus permasalahan tersebut adalah: Apa sajakah faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri? Secara numerikal hasil jawaban informan dapat dikemukakan berikut: 1) Jawaban Wakil Kepala Madrasah Jawaban Bapak Drs. Moch. Rohmatin selaku Wakil Kepala Madrasah adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya tidak ada karena segala sesuatu pekerjaan sebelum dilaksanakan oleh seluruh komponen pendidikan dilakukan pembinaan dan pemberian motivasi yang kuat secara ekstrinsik dari kepala madrasah”.121 120 Hasil wawancara dengan H. Muh. Ilyas, tanggal 30 Nopember 2011, pukul 08.00 – 09.00 WIB. di rumah tokoh masyarakat. 121 Hasil wawancara dengan Bapak Drs. Moch. Rohmatin, tanggal 4 Nopember 2011, pukul 11.15 – 11.45 WIB. di ruang wakamad. 58 59 2) Jawaban PKM Kesiswaan Jawaban Bapak Samsul Komarudin, S.Pd selaku PKM Kesiswaan adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya hanya satu, yakni pemberian motivasi yang kuat dari kepala madrasah kurang diimbangi dengan pengawasan secara menyeluruh terhadap kinerja para guru dan pegawai, hal ini kemungkinan disebabkan faktor kegiatan atau pekerjaan kepala madrasah yang sangat banyak atau padat”.122 3) Jawaban PKM Kurikulum Jawaban Bapak Mohammad Kamdan, S.Pd selaku PKM Kurikulum adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten menurut saya tidak ada, karena implementasi seluruh program sudah ada ramburambunya dan kepala madrasah sudah memberikan pengarahan dan motivasi dalam setiap rapat dinas”. 123 4) Jawaban PKM Sarana Prasarana Jawaban Bapak Achmad Nasikhin, S.Pd. selaku PKM Sarana Prasarana adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya tidak ada karena segala aktivitas dari semua guru dan karyawan telah diberikan motivasi sebelumnya pada tahun pelajaran baru 122 Hasil wawancara dengan Bapak Samsul Komarudin, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 08.15 – 08.40 WIB. di ruang PKM Kesiswaan. 123 Hasil wawancara dengan Bapak Mohammad Kamdan, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 08.50 – 09.30 WIB. di ruang PKM Kurikulum. 60 dan pada saat-saat rapat koordinasi antar unsur pimpinan madrasah, dan rapat-rapat pembinaan”.124 5) Jawaban PKM Humas Jawaban Bapak Drs. Suyono selaku PKM Humas adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya tidak ada, karena semua perencanaan program dari semua bidang, dan implementasi program selalu mendapatkan motivasi dari kepala madrasah, apalagi dalam setiap akhir semester semua program dievaluasi dan ditindaklanjuti dengan pembinaan seluruh staf”.125 6) Jawaban Wali Kelas Jawaban Ibu Elok Dewi Rohmah, S.Pd. selaku wali kelas VII A adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madraah sebagai pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan dalam meningatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya tidak ada, hal ini karena pada rapat-rapat dewan guru dan staf, kepala madrasah selalu memberikan motivasi yang kuat agar semua program pendidikan yang dilaksanakan di madrasah dilaksanakan dengan baik untuk mencapai sasaran dan tujuan madrasah”.126 7) Jawaban Ka TU Jawaban Ibu Nur Fitria Yuliani, S.Kom selaku Ka. TU adalah sebagai berikut: 124 Hasil wawancara dengan Bapak Achmad Nasikhin, S.Pd, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 09.40 – 10.10 WIB. di ruang PKM Sarana Prasarana. 125 Hasil wawancara dengan Bapak Drs. Suyono, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 10.20 – 10.50 WIB. di ruang PKM Humas. 126 Hasil wawancara dengan Ibu Elok Dewi Rohmah, S.Pd, tanggal 7 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang guru. 60 61 “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya tidak ada, karena untuk perencanaan dan implementasi program di bidang ke-TU-an sudah ditetapkan standar proses pengadministrasian secara lengkap, dan kepala madrasah telah memberikan semangat kepada semua staf TU untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik dan tepat sasaran agar tujuan pengadministrasian berjalan dengan baik sesuai dengan rencana program madrasah yang telah ditetapkan”.127 8) Jawaban Bendahara Madrasah/Bendahara BOS Jawaban Ibu Suwarni, S.Pd. selaku bendahara madrasah/bendahara BOS adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madraah sebagai pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya tidak ada, hal ini karena pada tahun pelajaran baru kepala madrasah telah memberikan semangat untuk maju kepada semua komponen pendidikan tanpa kecuali agar dalam melaksanakan tupoksinya dapat mencapai sasaran dan tujuan madrasah sesuai dengan bidang pekerjaannya”.128 9) Jawaban Wali Murid Jawaban Bapak Tajudin Nasikin, S.Pd.I. selaku wali murid adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madraah sebagai pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya hampir tidak ada karena melihat aktivitas guru yang sangat baik dalam melaksanakan pekerjaan dan aktivitas para staf lainnya yang sangat tinggi, kemungkinan hal ini disebabkan oleh pemberian 127 Hasil wawancara dengan Ibu Nur Fitria Yuliani, S.Kom, tanggal 9 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang TU. 128 Hasil wawancara dengan Ibu Suwarni, S.Pd, tanggal 14 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang bendahara. 62 motivasi yang sangat kuat dari kepala madrasah”.129 10) Jawaban Tokoh Masyarakat Jawaban Bapak H. Muh. Ilyas selaku tokoh masyarakat adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madraah sebagai pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya tidak ada, karena jika melihat parameter atau ukuran keberhasilan madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan sudah sangat kelihatan, terbukti dengan kuantitas lulusan yang sangat memuaskan, dan kemajuan pendidikan di bidang sarana dan prasarana serta kegiatan ekstrakurikuler yang sangat kentara dan dapat dilihat atau diobservasi dengan nyata, hal ini dapat dijadikan bukti bahwa terdapat peran motivasi dari kepala madrasah untuk menggerakkan semua staf atau semua komponen pendidikan untuk melaksanakan tugas atau pekerjaan secara maksimal”.130 d. Faktor Penghambat Kompetensi Manajerial Kepala Madrasah sebagai Pelaksana Fungsi Pengontrolan/Pengawasan (controlling) dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri Pertanyaan yang diajukan kepada informan untuk menggali data tentang fokus permasalahan tersebut adalah: Apa sajakah faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan (controlling) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri? Secara numerikal hasil jawaban informan dapat dikemukakan berikut: 129 Hasil wawancara dengan bapak Tajudin Nasikin, S.Pd.I, tanggal 21 Nopember 2011, pukul 08.30 – 09.20 WIB. di rumah wali murid. 130 Hasil wawancara dengan H. Muh. Ilyas, tanggal 30 Nopember 2011, pukul 08.00 – 09.00 WIB. di rumah tokoh masyarakat. 62 63 1) Jawaban Wakil Kepala Madrasah Jawaban Bapak Drs. Moch. Rohmatin selaku Wakil Kepala Madrasah adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya adalah pelaksanaan kontrol dari kepala madrasah terhadap kinerja guru dan staf tidak dilaksanakan secara kontinyu berdasarkan rencana pengawasan dari kepala madrasah”.131 2) Jawaban PKM Kesiswaan Jawaban Bapak Samsul Komarudin, S.Pd selaku PKM Kesiswaan adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya adalah belum adanya standar baku pelaksanaan pengontrolan terhadap kinerja guru dan staf yang bukan PNS, di samping itu pelaksanaan pengontrolan kadang-kadang kurang terbuka karena tidak dilaksanakan secara langsung, misalnya pengontrolan terhadap kegiatan ekstrakurikuler dan pengontrolan terhadap pelaksanaan pembelajaran”.132 3) Jawaban PKM Kurikulum Jawaban Bapak Mohammad Kamdan, S.Pd selaku PKM Kurikulum adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten menurut saya adalah belum tersedianya standar baku perangkat kontrol bagi guru 131 Hasil wawancara dengan Bapak Drs. Moch. Rohmatin, tanggal 4 Nopember 2011, pukul 11.15 – 11.45 WIB. di ruang wakamad. 132 Hasil wawancara dengan Bapak Samsul Komarudin, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 08.15 – 08.40 WIB. di ruang PKM Kesiswaan. 64 dan staf yang bukan PNS, dan pelaksanaan pengontrolan secara langsung terhadap pelaksanaan kegiatan madrasah tidak dilaksanakan sendiri namun melalui unsur pimpinan madrasah, dengan demikian pelaksanaan pengontrolan seringkali didelegasikan pada staf atau bawahan yang menduduki unsur dalam struktur organisasi madra-sah”.133 4) Jawaban PKM Sarana Prasarana Jawaban Bapak Achmad Nasikhin, S.Pd. selaku PKM Sarana Prasarana adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya adalah pengontrolan kegiatan kurikulum, kesiswaan, humas dan sarana dan prasarana tidak selalu dilakukan sendiri tetapi melalui unsur PKM, dan faktor pengawasan try out serta kegiatan les dan bimbingan belajar, kepala madrasah kadang-kadang saja melakukan pengawasan”.134 5) Jawaban PKM Humas Jawaban Bapak Drs. Suyono selaku PKM Humas adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya adalah belum maksimalnya fungsi pengontrolan/pengawasan hal ini dapat dilihat dengan belum adanya supervisi klinis dan supervisi akademik secara berkelanjutan dari kepala madrasah, masalah kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru dan kegiatan lain yang diprogramkan kepala madrasah, kepala madrasah menyerahkan sepenuhnya kepada unsur pimpinan yang diserahi mandat atau tugas, sementara itu kepala madrasah mengadakan pengontrolan berdasarkan hasil pelaporan baik tertulis maupun lisan dari unsur pimpinan yang berkepentingan”.135 133 Hasil wawancara dengan Bapak Mohammad Kamdan, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 08.50 – 09.30 WIB. di ruang PKM Kurikulum. 134 Hasil wawancara dengan Bapak Achmad Nasikhin, S.Pd, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 09.40 – 10.10 WIB. di ruang PKM Sarana Prasarana. 135 Hasil wawancara dengan Bapak Drs. Suyono, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 10.20 – 10.50 WIB. di ruang PKM Humas. 64 65 6) Jawaban Wali Kelas Jawaban Ibu Elok Dewi Rohmah, S.Pd. selaku wali kelas VII A adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madraah sebagai pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan dalam meningatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya adalah belum maksimalnya kegiatan pengawasan terhadap kinerja guru dan staf, hal ini karena belum terdapatnya rencana kegiatan pengawasan dari kepala madrasah secara terprogram”.136 7) Jawaban Ka. TU Jawaban Ibu Nur Fitria Yuliani, S.Kom selaku Ka. TU adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya masih belum adanya standar baku pengawasan terhadap unsur atau bidang yang dikembangkan madrasah, sehingga pengawasan yang dilakukan kepala madrasah masih bersifat observasi langsung dengan tidak menyertakan instrumen penilaian, walaupun demikian karena hal ini sudah menjadi kebiasaan atau budaya kerja di madrasah ini, maka kegiatan pengawasan bukan menjadi prioritas utama untuk menilai kinerja guru dan staf, yang terpenting adalah bagaimana mengoptimalkan hasil kerja semua guru dan staf agar hasilnya mampu mencapai sasaran dan tujuan madrasah”.137 8) Jawaban Bendahara Madrasah/Bendahara BOS Jawaban Ibu Suwarni, S.Pd. selaku bendahara madrasah/bendahara BOS adalah sebagai berikut: 136 Hasil wawancara dengan Ibu Elok Dewi Rohmah, S.Pd, tanggal 7 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang guru. 137 Hasil wawancara dengan Ibu Nur Fitria Yuliani, S.Kom, tanggal 9 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang TU. 66 “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madraah sebagai pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya masih belum adanya instrumen pengawasan untuk lembaga swasta yang dijadikan pedoman atau parameter penilaian pengawasan bagi guru dan staf untuk menilai kinerjanya”.138 9) Jawaban Wali Murid Jawaban Bapak Tajudin Nasikin, S.Pd.I. selaku wali murid adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madraah sebagai pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya hanya satu yaitu kepala madrasah masih jarang melihat atau mengawasi secara langsung pelaksanaan pekerjaan dari semua komponen pendidikan, hal ini menyebabkan kierja guru dan staf kurang maksimal, karena menurut saya unsur pengawasan dapat dijadikan parameter keberhasilan pendidikan di madrasah”.139 10) Jawaban Tokoh Masyarakat Jawaban Bapak H. Muh. Ilyas selaku tokoh masyarakat adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madraah sebagai pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya masih kurangnya kegiatan pengawasan di madrasah, baik berkenaan dengan pengawasan kegiatan pembelajaran, pengawasan kegiatan administratif, pengawasan kegiatan ekstrakurikuler, dan kegiatan lain yang dilaksanakan di madrasah”.140 138 Hasil wawancara dengan Ibu Suwarni, S.Pd, tanggal 14 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang bendahara. 139 Hasil wawancara dengan bapak Tajudin Nasikin, S.Pd.I, tanggal 21 Nopember 2011, pukul 08.30 – 09.20 WIB. di rumah wali murid. 140 Hasil wawancara dengan H. Muh. Ilyas, tanggal 30 Nopember 2011, pukul 08.00 – 09.00 WIB. di rumah tokoh masyarakat. 66 67 e. Faktor Penghambat Kompetensi Manajerial Kepala Madrasah sebagai Pelaksana Fungsi Pengkoordinasian (coordinating) dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri Pertanyaan yang diajukan kepada informan untuk menggali data tentang fokus permasalahan tersebut adalah: Apa sajakah faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengkoordinasian (coordinating) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri? Secara numerikal hasil jawaban informan dapat dikemukakan berikut: 1) Jawaban Wakil Kepala Madrasah Jawaban Bapak Drs. Moch. Rohmatin selaku Wakil Kepala Madrasah adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengkoordinasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya adalah kadang-kadang kepala madrasah kurang mengadakan koordinasi dengan unsur pimpinan lain yang ada di madrasah dalam pengambilan keputusan tentang implementasi program madrasah, sehingga pelaksanaan pekerjaan pada bidang tertentu kurang maksimal”.141 2) Jawaban PKM Kesiswaan Jawaban Bapak Samsul Komarudin, S.Pd selaku PKM Kesiswaan adalah seba-gai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengkoordinasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya tidak ada karena sudah ada tupoksi dari masing-masing unsur pimpinan di madrasah, dan komponen lain termasuk wali kelas, guru, BK, 141 Hasil wawancara dengan Bapak Drs. Moch. Rohmatin, tanggal 4 Nopember 2011, pukul 11.15 – 11.45 WIB. di ruang wakamad. 68 dan para staf lainnya yang pengkoordinasiannya dilaksanakan pada masing-masing ketua bidang, dan hal ini sudah jelas adanya jalur komando dan jalur hubungan pendelegasian dalam bagan struktur organisasi madrasah, dan jalur ini sudah dipahami oleh para unsur pimpinan, guru dan staf”.142 3) Jawaban PKM Kurikulum Jawaban Bapak Mohammad Kamdan, S.Pd selaku PKM Kurikulum adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengkoordinasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten menurut saya tidak ada, karena semua komponen pendidikan sudah memahami tupoksinya masing-masing dan kepala madrasah sudah mengadakan job-job deskripsi masing-masing tupoksi dari semua komponen pendidikan berdasarkan alur pekerjaan sebagaimana tertuang dalam bagan struktur organisasi madrasah”.143 4) Jawaban PKM Sarana Prasarana Jawaban Bapak Achmad Nasikin, S.Pd. selaku PKM Sarana Prasarana adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengkoordinasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya adalah belum efektifnya fungsi pengkoordinasian dari masing-masing unsur pimpinan, karena pada saat tertentu dalam pelaksanaan pekerjaan pada suatu bidang, unsur pimpinan bidang tersebut tidak mengadakan konsultasi dan koordinasi dengan unsur bidang lainnya, sehingga dalam pelaksanaan pekerjaan terdapat sedikit permasalahan, misalnya penanganan siswa bermasalah, secara konseptual masalah ini menjadi kewenangan bidang kesiswaan, BK dan wali kelas, namun dalam pelaksanaan penanganannya bidang kesiswaan lebih kuat dibandingkan dengan BK dan wali kelas sehingga masalah ini kadang142 Hasil wawancara dengan Bapak Samsul Komarudin, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 08.15 – 08.40 WIB. di ruang PKM Kesiswaan. 143 Hasil wawancara dengan Bapak Mohammad Kamdan, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 08.50 – 09.30 WIB. di ruang PKM Kurikulum. 68 69 kadang menjadi konflik internal madrasah”.144 5) Jawaban PKM Humas Jawaban Bapak Drs. Suyono selaku PKM Humas adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengkoordinasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya adalah tidak ada karena alur koordinasi sudah ditetapkan dengan jelas, karena ada jalur komando dan ada jalur hubungan yang telah ditetapkan sebelumnya dengan jelas, sehingga pelaksanaan pekerjaan mengikuti jalur yang telah ditetapkan tersebut”.145 6) Jawaban Wali Kelas Jawaban Ibu Elok Dewi Rohmah, S.Pd. selaku wali kelas VII A adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madraah sebagai pelaksana fungsi pengkoordinasian dalam meningatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya adalah tidak ada, karena semua fungsi pengkoordinasian telah ditetapkan sebelumnya dengan jelas, dan telah adanya pendeskripsian masing-masing tugas, serta hubungan kinerja antara ketua bidang yang satu dengan ketua bidang yang lainnya, kedudukan kepala madrasah dalam hal ini sebagai komando pelaksanaan pekerjaan terhadap semua komponen madrasah, dalam hal ini semua guru dan staf telah memahami dan mampu melaksanakan tugasnya masing-masing sesuai dengan jalur komando tersebut”.146 7) Jawaban Ka TU Jawaban Ibu Nur Fitria Yuliani, S.Kom selaku Ka. TU adalah sebagai berikut: 144 Hasil wawancara dengan Bapak Achmad Nasikhin, S.Pd, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 09.40 – 10.10 WIB. di ruang PKM Sarana Prasarana. 145 Hasil wawancara dengan Bapak Drs. Suyono, tanggal 5 Nopember 2011, pukul 10.20 – 10.50 WIB. di ruang PKM Humas. 146 Hasil wawancara dengan Ibu Elok Dewi Rohmah, S.Pd, tanggal 7 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang guru. 70 “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengkoordinasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya adalah tidak ada karena segala sesuatu pekerejaan yang dilaksanakan oleh para guru dan staf pendidikan sudah terkoordinasi melalui unsur pimpinan, kepala madrasah sebagai top manajemen telah mengadakan pembinaan pada awal semester, tengah semester dan mengadakan evaluasi pada akhir semester. Dan pada saat-saat tertentu semua unsur pimpinan dimintai pertanggungjawaban melaporkan semua kegiatan yang telah dilaksanakan”.147 8) Jawaban Bendahara Madrasah/Bendahara BOS Jawaban Ibu Suwarni, S.Pd. selaku bendahara madrasah/bendahara BOS adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madraah sebagai pelaksana fungsi pengkoordinasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya adalah belum maksimalnya koordinasi antar unsur pimpinan madrasah, karena saya sering mendampingi dalam rapat koordinasi, ternyata masih terdapat perbedaan pendapat dari para unsur pimpinan dalam mengimplementasikan suatu program madrasah, walaupun akhirnya kepala madrasah mampu memecahkan permasalahan perbedaan pendapat atau perbedaan penafsiran dalam pelaksanaan program kegiatan”.148 9) Jawaban Wali Murid Jawaban Bapak Tajudin Nasikin, S.Pd.I. selaku wali murid adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madraah sebagai pelaksana fungsi pengkoordinasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya adalah tidak ada karena saya melihat semua kegiatan yang dilaksanakan di madrasah telah diatur dengan baik sesuai dengan tugas dan 147 Hasil wawancara dengan Ibu Nur Fitria Yuliani, S.Kom, tanggal 9 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang TU. 148 Hasil wawancara dengan Ibu Suwarni, S.Pd, tanggal 14 Nopember 2011, pukul 08.20 – 08.50 WIB. di ruang bendahara. 70 71 tanggungjawabnya”.149 10) Jawaban Tokoh Masyarakat Jawaban Bapak H. Muh. Ilyas selaku tokoh masyarakat adalah sebagai berikut: “Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah se-bagai pelaksana fungsi pengkoordinasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri menurut saya tidak ada karena saya melihat hampir pada semua jenis kegiatan yang dilaksanakan para guru dan staf semuanya berjalan lancar, dan hal ini mungkin disebabkan oleh keberhasilan fungsi pengkoordinasian yang telah dilakukan oleh kepala madrasah”.150 B. Temuan Penelitian Berdasarkan paparan hasil wawancara tersebut selanjutnya dapat dikemukakan temuan penelitian sebagai berikut: 1. Kompetensi manajerial kepala madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri dapat dijelaskan di bawah ini; a. Kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi perencanaan (Planning) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik karena kepala madrasah: 1) Mampu merumuskan tujuan madrasah dan merumuskan strategi cara merealisasikannya dan selalu mengedepankan visi dan misi madrasah; 2) Mampu mengambil kebijakan dan perincian rencana strategis 149 Hasil wawancara dengan bapak Tajudin Nasikin, S.Pd.I, tanggal 21 Nopember 2011, pukul 08.30 – 09.20 WIB. di rumah wali murid. 150 Hasil wawancara dengan H. Muh. Ilyas, tanggal 30 Nopember 2011, pukul 08.00 – 09.00 WIB. di rumah tokoh masyarakat. 72 baik rencana kerja madrasah (RKM) dan rencana kerja tahunan madrasah (RKTM) untuk mencapai tujuan madrasah, membentuk struktur organi-sasi, mengadakan monitoring dan mengevaluasi kinerja guru dan staf sebagai umpan balik untuk dijadikan bahan tindak lanjut implementasi pelaksanaan kegiatan pembelajaran; 3) Melibatkan pengurus yayasan, komite madrasah, para guru, wali murid, tokoh masyarakat untuk menyampaikan rencana kerja madrasah yang berupa prioritas program kerja madrasah; 4) Selalu meminta hasil kerja dari setiap personil yang berupa laporan kinerja berdasarkan rencana kerja yang telah disyahkan; 5) Mempunyai rencana kerja peningkatan kualitas pembelajaran melalui kegiatan kurikuler maupun kegiatan ekstra kurikuler, dan mempunyai rencana peningkatan peran serta masyarakat terutama wali murid dalam pembangunan sarana dan prasarana madrasah. b. Kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengorganisasian (Organizing) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik karena kepala madrasah: 1) Selalu mengadakan evaluasi dan perbaikan secara periodik struktur organisasi dengan menempatkan para guru dan staf pendidikan yang disertai dengan wewenang dan pembagian 72 73 tugas secara lengkap, serta jalur komando dan jalur hubungan lainnya antara bagian yang satu dengan bagian yang lainnya. 2) Mengatur SOP (Standar Operasonal dan Prosedur) dalam setiap pelak-sanaan tugas dan wewenang dari masing-masing komponen yang ditin-daklanjuti dengan pelaksanaan program kerja sesuai dengan rencana kerja yang tertuang dalam program kerja madrasah secara menyeluruh, baik program kerja jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang; c. Kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan (actuating/activating) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik karena kepala madrasah: 1) Mampu berinteraksi secara positif dengan bawahannya dan selalu mengadakan motivasi dalam setiap rapat pembinaan; 2) Seringkali mengadakan pembinaan dalam rangka meningkatkan kinerja bawahannya dan pencapaian tujuan madrasah; 3) Sering mengikutsertakan para guru dan staf untuk mengikuti pelatihan-pelatihan, MGMP, dan seminar yang menunjang kompetensi individual, dan kompetensi profesional; 4) Mampu menggerakkan setiap komponen pendidikan di madrasah maupun stakeholder untuk berpartisipasi aktif dalam pencapaian tujuan pendi-dikan di madrasah; 74 5) Mampu menjalin hubungan yang baik dengan wali murid, dan meminta wali murid untuk memikirkan pengembangan madrasah, sehingga muncul partisipasi para wali murid untuk membantu madrasah sesuai dengan kemampuannya. 6) Mampu menjalin hubungan harmonis dengan tokoh masyarakat, dan selalu melibatkan para tokoh masyarakat untuk memikirkan pengemba-ngan madrasah, dan peningkatan kualitas pendidikan. d. Kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan (controlling) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik karena kepala madrasah: 1) Selalu mengamati/mengontrol kegiatan atau pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan bawahan terutama para Pembantu Kepala Madrasah (PKM), wali kelas, guru dan staf pendidikan serta mengadakan evaluasi dan tin-dak lanjut pelaksanaannya; 2) Selalu memperhatikan langkah-langkah utama dalam proses pengawasan terutama: a). Menetapkan standar alat ukur penilaian, b). Mengukur kegiatan berdasar standar yang telah ditetapkan melalui observasi KBM dan observasi administrasi, c). Memperbaiki kesalahan yang ditemukan dalam pelaksanaan tupoksi masing-masing guru dan staf; 3) Selalu mengadakan perbandingan antara penampilan kerja 74 75 dengan renca-na, perbandingan program yang dicapai dengan program yang direncana-kan, perbandingan tujuan yang dicapai dengan tujuan yang diharapkan yang dilakukan secara periodik dan dievaluasi pada akhir semester; 4) Selalu mengadakan pengawasan melalui kegiatan observasi dan supervisi akademik bagi para guru dan supervisi administrasi bagi para staf; e. Kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengkoordinasian (coordinating) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik karena kepala madrasah: 1) Selalu mengatur kegiatan yang dilaksanakan di madrasah dan menga-rahkan semua bawahannya untuk menduduki tugastugas tertentu sesuai kebutuhan, baik dari unsur guru maupun tenaga administrasi dan staf lainnya yang mengarah pada suatu kegiatan ke sasaran dan tujuan yang ingin diraih; 2) Sering mengarahkan segala kegiatan di madrasah baik kegiatan kurikuler maupun kegiatan ekstrakurikuler ke sasaran peningkatan mutu pendi-dikan. 3) Selalu melakukan koordinasi dengan para unsur pimpinan di madrasah, wali kelas, dan para guru dalam melakukan kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler dan kegiatan lain yang mengarah pada peningkatan mutu pendidikan di madrasah; 4) Selalu mengusahakan keserasian pelaksanaan tugas 76 peningkatan mutu dan pengembangan madrasah yaitu implementasi setiap program madrasah yang direncanakan para pembantu kepala madrasah (PKM), wali kelas, bk, serta para guru untuk mencapai sasaran dan tujuan madrasah; 5) Sering mengadakan koordinasi dengan Ka. TU untuk menetapkan personil jika dibutuhkan, serta mengadakan pendataan, pengetikan, pengadmi-nistrasian kegiatan yang dipandang perlu dan berguna bagi kelengkapan administrasi madrasah; 6) Selalu mengadakan pengkoordinasian terhadap semua kegiatan pendi-dikan, termasuk pengkoordinasian terhadap implementasi RAPBM, dan mengadakan koordinasi dengan pengurus yayasan dan komite madrasah, serta para wali murid dan tokoh masyarakat untuk mencari solusi dan realisasi program pengembangan madrasah. 2. Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri dapat dijelaskan di bawah ini; a. Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi perencanaan (Planning) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah berikut; 1) Kemampuan yang sangat baik dalam merencanakan program pendidikan yang dituangkan dalam RAPBM, RKM, dan RKTM, memiliki motivasi 76 77 yang kuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mengembangkan madrasah, serta adanya partisipasi, bantuan dan dukungan dari semua komponen pendidikan serta stakeholders dalam mengimplementasikan rencana program madrasah dan peningkatan kualitas pendidikan; 2) Tersedianya: staf perencana program madrasah, staf perencana pengembangan madrasah, sarana dan prasarana pendukung, dan adanya keinginan yang sangat kuat untuk mengembangkan madrasah dan meningkatkan kualitas pendidikan; 3) Adanya motivasi yang kuat dari semua komponen madrasah dalam mendukung perencanaan program madrasah, dan adanya sasaran dan tujuan yang ingin dicapai; 4) Adanya SOP atau standar operasional prosedur yang telah ditetapkan madrasah, dan adanya strategi dan kebijakan pengembangan madrasah; 5) Adanya unsur pimpinan organisasi yang melaksanakan keputusan; 6) Adanya hubungan yang kuat antara kepala madrasah dengan para stakeholder. b. Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengorganisasian (Organizing) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah berikut: 1) Adanya mekanisme dan hubungan kerja yang kuat antara personil pendidikan, adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas, adanya penempatan orang yang tepat dalam struktur organisasi, dan kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler, serta keadministrasian yang mempunyai 78 kompetensi dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan. 2) Adanya unsur pimpinan pada sub bagian dari struktur organisasi madrasah yang berkompeten, adanya wewenang yang jelas dari setiap unsur pimpi-nan, dan adanya tupoksi yang jelas dalam pelaksanaan tugas. 3) Adanya perumusan fungsi-fungsi, bagian-bagian yang diciptakan dengan wewenang dan pembagian tugas yang jelas, adanya jalur komando dan jalur hubungan lainnya antara bagian yang satu dengan bagian yang lainnya secara jelas; 4) Tersedianya sarana dan prasarana pendukung fungsi pengorganisasian, dan adanya siswa yang cukup memadai sebagai subyek dan obyek pelaksanaan program madarasah; 5) Ketersediaan dana yang cukup memadai dalam membiayai semua bidang dalam struktur organisasi yang dikembangkan madrasah, dan kemampuan dan kemauan yang kuat dari para unsur pimpinan yang bertugas melaksanakan program madrasah; 6) Adanya program yang komprehensif yang dapat dilaksanakan dengan baik dengan memanfaatkan potensi SDM madrasah; 7) Adanya hubungan kinerja yang kuat antara kepala madrasah dengan para stakeholder. c. Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala ma-drasah sebagai pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan (actuating/ activating) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah berikut; 1) Adanya motivasi berprestasi dan etos kerja yang tinggi untuk memajukan 78 79 dan mengembangkan madrasah, adanya kemampuan mengadakan hubungan interpersonal, berkomunikasi dan berinteraksi secara positif dengan para guru dan staf pendidikan lainnya; 2) Adanya ikatan kerja yang kuat dengan para bawahannya, adanya kemauan dan motivasi yang kuat untuk pencapaian tujuan pendidikan, serta adanya kebijakan yang tepat sasaran; 3) Sikap yang adaptif dan ingin maju, kemauannya dalam mendengarkan aspirasi dari bawahan tindakan yang bijaksana terhadap semua kebijakan yang diambil, dan perilaku hidup sehari-hari yang sederhana dan lebih mementingkan kepentingan bersama untuk tujuan organisasi pendidikan; 4) Tidak egois, tidak otoriter, adil dan bijaksana dalam menetapkan suatu kebijakan dan keputusan, ketepatannya dalam menempatkan personil untuk menduduki jabatan tertentu di madrasah, dan disiplin kerja yang tinggi, dan selalu mengadakan pembinaan bawahannya secara kontinyu; 5) Kemampuannya dalam menyikapi semua persoalan antar guru dan staf dengan bijaksana dan mampu menyelesaikan konflik dengan baik; d. Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan (controlling) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah berikut: 1) Adanya peraturan atau tatib yang berlaku mengikat bagi guru, karyawan dan siswa, tersusunnya RKM, RKTM serta RAPBM sebagai tolak ukur pelaksanaan program yang harus diawasi, tujuan madrasah yang harus dicapai dan direalisasikan; 80 2) Adanya standar baku pencapaian KKM bagi semua mata pelajaran, tuntutan kelengkapan administratif yang berhubungan dengan perangkat pembelajaran, dan adanya standar minimal yang dijadikan alat pengukur keberhasilan pendidikan; 3) Adanya penetapan beban kerja dari setiap bawahan yang membutuhkan pengawasan, termasuk diantaranya jam kerja guru, dan jam kerja karyawan tata usaha, dan adanya program kerja setiap bawahan yang harus direalisasikan; 4) Adanya kegiatan supervisi akademik dan supervisi administrasi, tuntutan meminimalkan penyelewengan terhadap pelaksanaan program madrasah, dan anggaran keuangan madrasah dari para guru dan staf atau karyawan; 5) Adanya otoritas kepala madrasah untuk mengawasi berbagai penggunaan sumber belajar dan sarana prasarana yang dimiliki madrasah agar tidak terjadi penimpangan, tersedianya Pembantu Kepala Madrasah (PKM) sebagai kepanjangan tangan implementasi kebijakan kepala madrasah yang bertugas mengawasi bawahannya dalam pelaksanaan program dari masing-masing bidang; 6) Adanya SDM guru dan tenaga administrasi yang harus ditingkatkan kualitasnya, adanya siswa didik/siswa asuh sebagai subyek belajar yang perlu adanya pembinaan dan pengawasan, penampilan kerja guru yang harus diobservasi dan diawasi agar sesuai dengan budaya kerja madrasah, dan tuntutan kurikulum dan pencapaian 8 standar pendidikan; 7) Kemampuan dalam pencapaian target kurikulum yang maksimal, pema- 80 81 haman dan kemampuan yang baik dalam pengadaan pengawasan, 8) Kemampuan yang baik dalam menetapkan standar penilaian pekerjaan bagi semua bawahan, termasuk diantaranya beban mengajar guru, jam kerja serta hasil kerja yang tertuang dalam analisis dan evaluasi serta tindaklanjut pelaksanaan program; 9) Kemauan dan kemampuan, motivasi dan etos kerja yang tinggi dalam mengadakan pengawasan terhadap pelaksanaan program kerja madrasah; e. Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengkoordinasian (coordinating) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah berikut: 1) Pemahaman, kecakapan dan kemampuan serta pengalaman yang sangat baik dalam melaksanakan kegiatan pengkoordinasian, dan tersedianya tenaga guru dan staf dan tersedianya standar operasional prosedur (SOP) yang jelas, serta tersedianya aturan yang mengikat berdasarkan perumusan job deskripsi masing-masing unsur pimpinan di madrasah; 2) Motivasi dan etos kerja yang tinggi dalam melaksanakan kegiatan pengkoordinasian, dan kemampuannya dalam memanajemen konflik atau perbedaan pendapat antar unsur pimpinan yang duduk dalam struktur organisasi pendidikan di madrasah yang sangat baik; 3) Kemampuannya yang sangat baik dalam mengarahkan para unsur pimpinan di madrasah dalam melaksanakan suatu tugas atau pekerjaan; 4) Adanya tata aturan yang jelas antara jalur komando struktural sebagaimana tertuang dalam rumusan job deskripsi masing-masing bidang, dan 82 adanya kemauan kerjasama yang kuat antar unsur pimpinan dan wali kelas dalam mencapai sasaran dan tujuan pendidikan; 5) Adanya kebijakan yang tepat sasaran dalam pencapaian tujuan, dan adanya kerjasama yang kuat antar semua pihak yang menduduki jabatan tertentu sebagai tertuang dalam struktur organisasi madrasah. 3. Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri dapat dijelaskan di bawah ini. a. Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi perencanaan (Planning) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah berikut; 1) Sebagian kegiatan yang dilaksanakan tidak melalui perencanaan karena bersifat insidentil yang mendesak di luar agenda kerja madrasah; 2) Pada item-item bidang kurikulum misalnya pengadaan try out dan persiapan ujian nasional kadang-kadang terdapat kendala karena keter-batasan sumberdaya guru, dan sarana dan prasarana misal-nya pada bidang mebelair, pemenuhan kecukupan sarana iptek (komputer, dan laptop) dan ruang kelas terlalu berat untuk dipenuhi karena keterbatasan keuangan madrasah dan kurangnya bantuan dari pemerintah; 3) Perumusan item perencanaan siswa lulus 100% dalam UNAS, sangat sulit terpenuhi karena kemampuan siswa berbeda; 82 83 4) Pemenuhan kehadiran wali murid pada acara purna siswa tidak mencapai target 100%; 5) Pada kegiatan administrasi ada kalanya rencana yang telah ditentukan sedikit molor karena keterbatasan staf dan makin bertambahkan kegiatan yang dilaksanakan madrasah, dan adanya pengembangan program madra-sah yang bersifat insidentil; 6) Pembiayaan program kegiatan pada semua bidang ada kalanya mem-bengkak, sehingga dilakukan revisi anggaran yang bersifat mendesak. b. Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengorganisasian (Organizing) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah jika salah satu unsur pimpinan tidak ada atau berhalangan hadir dalam rapat koordinasi karena sakit atau ada tugas lainnya, maka unsur pimpinan lain kurang mampu melaksanakan tugas atau pekerjaan tersebut. c. Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan (actuating/activating) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah pemberian motivasi yang kuat dari kepala madrasah kurang diimbangi dengan pengawasan secara menyeluruh terhadap kinerja para guru dan pegawai. d. Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan (controlling) dalam meningkatkan kua- 84 litas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah berikut; 1) Pelaksanaan kontrol terhadap kinerja guru dan staf tidak dilaksanakan pengawasan. 2) Belum adanya standar baku pelaksanaan pengontrolan terhadap kinerja guru dan staf yang bukan PNS, pengontrolan kadang-kadang kurang terbuka karena tidak dilaksanakan secara langsung, misalnya pengon-trolan terhadap kegiatan ekstrakurikuler pembelajaran; 3) Pelaksanaan pengontrolan terhadap sebagian besar kegiatan madrasah kadang-kadang melalui unsur pimpinan madrasah, terutama para Pem-bantu Kepala Madrasah (PKM) sehingga hasilnya kurang maksimal, karena melalui pihak kedua dan tidak secara langsung; 4) Belum maksimalnya fungsi pengawasan melalui kegiatan supervisi klinis dan supervisi akademik secara berkelanjutan; 5) Belum maksimalnya kegiatan pengawasan terhadap kinerja guru dan staf, karena belum terdapatnya rencana kegiatan pengawasan secara terpro-gram; 6) Belum terdapat penilaian empiris secara valid terhadap kinerja guru dan staf, karena sebagian besar guru dan staf bukan PNS; e. Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelakdan pengontrolan terhadap pelaksanaan secara kontinyu berdasarkan rencana 84 85 sana fungsi pengkoordinasian (coordinating) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah berikut: 1) Kadang-kadang kepala madrasah kurang mengadakan koordinasi dengan unsur pimpinan lain dalam pengambilan keputusan tentang implementasi program madrasah, sehingga pelaksanaan pekerjaan pada bidang tertentu kurang maksimal; 2) Belum efektifnya fungsi pengkoordinasian dari masing-masing unsur pimpinan, karena pada saat tertentu unsur pimpinan bidang tidak menga-dakan konsultasi dan koordinasi dengan unsur bidang lainnya misalnya dalam penanganan siswa bermasalah; 3) Keterbatasan staf guru yang berkompeten dan staf administrasi sehingga dalam pelaksanaan suatu program kegiatan unsur ketua bidang menem-patkan staf guru atau staf pendidikan untuk membantu pelaksanaan tugas, sehingga tugas utamanya terabaikan, dan masih terdapat kegiatan yang belum dikoordinasikan dengan baik dengan unsur pimpinan yang lain, terutama unsur PKM Kesiswaan, Unsur BK dan unsur wali kelas dalam menangani kasus-kasus yang dihadapi siswa bermasalah; 4) Belum maksimalnya koordinasi antar unsur pimpinan madrasah, sehingga menimbulkan perbedaan pendapat dari para unsur pimpinan dalam meng-implementasikan suatu 86 program madrasah. 86 87 156 PEMBAHASAN BAB VI Hal-hal yang perlu dibahas sehubungan dengan temuan penelitian adalah pengadaan interpretasi dan diskusi. Interpretasi dan diskusi terhadap hasil temuan penelitian dapat dikemukakan berikut. A. Interpretasi Interpretasi terhadap hasil temuan penelitian adalah sebagai berikut: 1. Kompetensi manajerial kepala madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri dapat dijelaskan di bawah ini; a. Kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi perencanaan (Planning) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik hal ini berarti: 1) Kemampuannya dalam merumuskan tujuan madrasah dan strategi cara merealisasikannya dan prinsip mengedepankan visi dan misi madrasah dinilai sangat baik; 2) Kemampuannya dalam mengambil kebijakan dan perincian rencana kerja madrasah (RKM) dan rencana kerja tahunan madrasah (RKTM), membentuk struktur organisasi, monitoring dan mengevaluasi kinerja guru dan staf sebagai umpan balik untuk dijadikan bahan tindak lanjut implementasi pelaksanaan kegiatan pembelajaran dinilai sangat baik; Kemampuannya dalam melibatkan pengurus yayasan, komite madrasah, para guru, wali murid, tokoh masyarakat dalam penyampaian rencana kerja madrasah yang berupa prioritas program kerja madrasah dinilai sangat baik; Kemampuannya dalam meningkatkan hasil kerja dari setiap personil yang berupa laporan kinerja berdasarkan rencana kerja tahunan, semesteran, dan bulanan dinilai 88 baik; Kemampuannya dalam menyusun rencana kerja peningkatan kualitas pembelajaran melalui kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler, dan peningkatan peran serta masyarakat terutama wali murid dalam pembangunan sarana dan prasarana madrasah dinilai sangat baik. b. Kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengorganisasian (Organizing) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik hal ini berarti: 1) Kemampuannya dalam mengadakan evaluasi dan perbaikan penempatan personil dalam struktur yang disertai dengan wewenang dan pembagian tugas secara lengkap, serta jalur komando dan jalur hubungan lainnya antara bagian yang satu dengan bagian yang lainnya dinilai sangat baik; 2) Kemampuannya dalam mengatur SOP (Standar Operasonal Dan Prosedur) dalam setiap pelaksanaan tugas dan wewenang dari masing-masing komponen yang ditindaklanjuti dengan pelaksanaan program kerja sesuai dengan rencana kerja yang tertuang dalam program kerja madrasah, baik program kerja jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang dinilai sangat baik; c. Kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan (actuating/activating) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik hal ini berarti: 1) Kemampuannya dalam berinteraksi secara positif dengan bawahannya dan pemberian motivasi dalam setiap rapat pembinaan dinilai sangat baik; 2) Kemampuannya dalam membina guru dan staf untuk meningkatkan 88 89 kinerja dan pencapaian tujuan madrasah dinilai sangat baik; 3) Kemampuannya dalam mengikutsertakan para guru dan staf untuk mengikuti pelatihan-pelatihan, MGMP, dan seminar yang menunjang kompetensi individual, dan kompetensi profesional dinilai sangat baik; 4) Kemampuannya dalam menggerakkan guru dan staf serta stakeholder untuk berpartisipasi aktif dalam pengembangan madrasah, peningkatan kualitas pendidikan dan pencapaian tujuan pendidikan di madrasah dinilai sangat baik; 5) Kemampuannya dalam menjalin hubungan baik dan meningkatkan partisipasi dengan wali murid untuk memikirkan pengembangan madrasah dinilai sangat baik. d. Kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan (controlling) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik karena hal ini berarti: 1) Kemampuannya dalam mengamati/mengontrol kegiatan atau pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan para bawahannya, mengadakan evaluasi dan tindak lanjut pelaksanaannya dinilai sangat baik; 2) Kemampuannya dalam mengikuti langkah-langkah proses pengawasan terutama: a). Menetapkan standar alat ukur penilaian, b). Mengukur kegiatan berdasar standar yang telah ditetapkan melalui observasi KBM dan observasi administrasi, c). Memperbaiki kesalahan yang ditemukan dalam pelaksanaan tupoksi masing-masing guru dan staf dinilai sangat 90 baik; 3) Kemampuannya dalam mengadakan perbandingan antara penampilan kerja dengan rencana, perbandingan program yang dicapai dengan program yang direncanakan, perbandingan tujuan yang dicapai dengan tujuan yang diharapkan yang dilakukan secara periodik dan dievaluasi pada akhir semester dinilai sangat baik; 4) Kemampuannya dalam mengadakan pengawasan melalui kegiatan observasi dan supervisi akademik bagi para guru dan supervisi administrasi bagi para staf dinilai sangat baik; e. Kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengkoordinasian (coordinating) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik karena hal ini berarti: 1) Kemampuannya dalam mengatur kegiatan yang dilaksanakan di madrasah dan mengarahkan semua bawahannya untuk menduduki tugas-tugas tertentu sesuai kebutuhan, baik dari unsur guru maupun tenaga administrasi dan staf lainnya yang mengarah pada suatu kegiatan ke sasaran dan tujuan yang ingin diraih dinilai sangat baik; 2) Kemampuannya dalam mengarahkan kegiatan kurikuler maupun kegiatan ekstrakurikuler ke sasaran peningkatan mutu pendidikan dinilai sangat baik; 3) Kemampuannya dalam melakukan koordinasi dengan para unsur pimpinan di madrasah, wali kelas, dan para guru dalam melakukan kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler dan kegiatan lain yang mengarah 90 91 pada peningkatan mutu pendidikan di madrasah dinilai sangat baik; 4) Kemampuannya dalam mengusahakan keserasian pelaksanaan tugas peningkatan mutu dan pengembangan madrasah yaitu implementasi setiap program madrasah yang direncanakan para pembantu kepala madrasah (PKM), wali kelas, BK, serta para guru untuk mencapai sasaran dan tujuan madrasah dinilai sangat baik; 5) Kemampuannya dalam mengadakan koordinasi dengan Ka. TU untuk menetapkan personil TU, serta mengadakan pendataan, pengetikan, pengadministrasian kegiatan yang dipandang perlu dan berguna bagi kelengkapan administrasi madrasah dinilai sangat baik; 6) Kemampuannya dalam mengadakan pengkoordinasian terhadap implementasi RAPBM, pengurus yayasan dan komite madrasah, serta para wali murid dan tokoh masyarakat untuk mencari solusi dan realisasi program pengembangan madrasah dinilai sangat baik; 2. Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri dapat dijelaskan di bawah ini; a. Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi perencanaan (Planning) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri sangat bervariasi, antara lain; 1) Adanya perencanaan RAPBM, RKM, dan RKTM, peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan madrasah, serta partisipasi, bantuan, hubungan dan dukungan dari semua komponen pendidikan serta 92 stakeholders dalam mengimplementasikan rencana program madrasah dan peningkatan kualitas pendidikan; 2) Adanya perencanaan staf perencana program madrasah, staf perencana pengembangan madrasah, sarana dan prasarana pendukung, dan pengembangan madrasah serta peningkatan kualitas pendidikan; 3) Adanya motivasi semua komponen madrasah dalam mendukung perencanaan program madrasah, dan penetapan sasaran dan tujuan madrasah yang ingin dicapai; 4) Adanya perencanaan SOP atau standar operasional prosedur, strategi dan kebijakan pengembangan madrasah; 5) Adanya perencanaan unsur pimpinan organisasi yang keputusan. b. Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengorganisasian (Organizing) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri sangat bervariasi, antara lain: 1) Adanya pengorganisasian terhadap mekanisme dan hubungan kerja antara personil pendidikan, Standar Operasional Prosedur (SOP), penempatan orang dalam struktur organisasi, dan kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler, serta keadministrasian; 2) Adanya pengorganisasian terhadap unsur pimpinan pada sub bagian dari struktur organisasi madrasah, wewenang pembagian tugas dari setiap unsur pimpinan, tupoksi, jalur komando dan jalur hubungan lainnya antara bagian yang satu dengan bagian yang lainnya; melaksanakan 92 93 3) Adanya pengorganisasian sarana dan prasarana pendukung, dan siswa sebagai subyek dan obyek pelaksanaan program madarasah; 4) Adanya pengorganisasian dana dalam membiayai semua bidang yang dikembangkan madrasah, dan kemampuan dan kemauan para unsur pimpinan yang bertugas melaksanakan program madrasah; 5) Adanya pengorganisasian program madrasah yang komprehensif dengan memanfaatkan potensi SDM madrasah; 6) Adanya pengorganisasian hubungan kinerja dengan para stakeholder. c. Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan (actuating/activating) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri sangat bervariasi, antara lain: 1) Adanya motivasi berprestasi dan etos kerja yang tinggi untuk memajukan dan mengembangkan madrasah, hubungan interpersonal, komunikasi dan interaksi dijalin positif dengan para guru dan staf pendidikan lainnya; 2) Adanya motivasi dalam menjalin ikatan kerja yang kuat dengan para bawahannya, kemauan dan motivasi yang kuat untuk pencapaian tujuan pendidikan, serta kebijakan yang tepat sasaran; 3) Adanya sikap yang adaptif dan ingin maju, kemauan mendengarkan aspirasi bawahan, tindakan yang bijaksana terhadap semua kebijakan yang diambil, dan perilaku hidup sehari-hari yang sederhana dan lebih mementingkan kepentingan bersama untuk tujuan organisasi pendidikan; 4) Adanya sikap yang tidak egois, tidak otoriter, adil dan bijaksana dalam 94 menetapkan suatu kebijakan dan keputusan, ketepatan menempatkan personil untuk menduduki jabatan tertentu di madrasah, dan disiplin kerja yang tinggi, dan selalu mengadakan pembinaan bawahannya secara kontinyu; 5) Adanya motivasi dalam menyikapi semua persoalan antar guru dan staf dengan bijaksana dan mampu menyelesaikan konflik. d. Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan (controlling) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri sangat bervariasi, antara lain: 1) Adanya pengawasan terhadap peraturan/tatib yang berlaku mengikat bagi guru, pelaksanaan pekerjaan karyawan dan siswa, implementasi RKM, RKTM serta RAPBM, dan pencapaian tujuan madrasah; 2) Adanya pengawasan terhadap standar baku pencapaian KKM bagi semua mata pelajaran, kelengkapan administratif yang berhubungan dengan perangkat pembelajaran, dan standar minimal yang dijadikan alat pengukur keberhasilan pendidikan; 3) Adanya pengawasan terhadap penetapan beban kerja dari setiap bawahan termasuk diantaranya jam kerja guru, dan jam kerja karyawan tata usaha, dan program kerja setiap bawahan; 4) Adanya supervisi akademik dan supervisi administrasi, pengawasan penyelewengan terhadap pelaksanaan program madrasah, dan anggaran keuangan madrasah dari para guru dan staf atau karyawan; 94 95 5) Adanya pengawasan terhadap berbagai penggunaan sumber belajar dan sarana prasarana yang dimiliki madrasah, dan kinerja Pembantu Kepala Madrasah (PKM); 6) Adanya pengawasan terhadap kinerja guru dan tenaga administrasi, siswa didik/siswa asuh, penampilan kerja guru, implementasi kurikulum dan pencapaian 8 standar pendidikan; 7) Adanya pengawasan terhadap penetapan standar penilaian pekerjaan bagi semua bawahan, termasuk diantaranya beban mengajar guru, jam kerja serta hasil kerja yang tertuang dalam analisis dan evaluasi serta tindaklanjut pelaksanaan program; e. Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengkoordinasian (coordinating) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri sangat bervariasi, antara lain: 1) Adanya pemahaman, kecakapan dan kemampuan serta pengalamannya yang baik dalam melaksanakan kegiatan pengkoordinasian; 2) Adanya pengkoordinasian terhadap guru dan staf dan standar operasional prosedur (SOP), serta aturan yang mengikat berdasarkan perumusan job deskripsi masing-masing unsur pimpinan di madrasah; 3) Adanya pengkoordinasian memanajemen konflik atau perbedaan pendapat antar unsur pimpinan yang duduk dalam struktur organisasi pendidikan di madrasah yang sangat baik; 4) Adanya pengkoordinasian mengarahkan para unsur pimpinan di madrasah dalam melaksanakan suatu tugas atau pekerjaan; 96 5) Adanya tata aturan yang jelas antara jalur komando struktural sebagaimana tertuang dalam rumusan job deskripsi masing-masing bidang, dan adanya kemauan kerjasama yang kuat antar unsur pimpinan dan wali kelas dalam mencapai sasaran dan tujuan pendidikan; 6) Adanya pengkoordinasian kebijakan yang tepat sasaran dalam pencapaian tujuan, dan kerjasama yang kuat antar semua pihak yang menduduki jabatan tertentu sebagai tertuang dalam struktur organisasi madrasah. 3. Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri dapat dijelaskan di bawah ini. a. Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi perencanaan (Planning) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri sangat bervariasi, antara lain: 1) Sebagian kegiatan yang dilaksanakan tidak melalui perencanaan karena bersifat insidentil yang mendesak di luar agenda kerja madrasah; 2) Pada bidang kurikulum misalnya pengadaan try out dan persiapan ujian nasional kadang-kadang terdapat kendala karena keterbatasan sumberdaya guru, dan pada bidang sarana dan prasarana misalnya pemenuhan mebelair, kecukupan sarana iptek (komputer, dan laptop) dan ruang kelas terlalu berat untuk dipenuhi karena keterbatasan keuangan madrasah dan kurangnya bantuan dari pemerintah; 3) Perumusan item perencanaan siswa lulus 100% dalam Unas, sangat sulit terpenuhi karena kemampuan siswa berbeda; 96 97 4) Pemenuhan kehadiran wali murid pada acara purna siswa tidak mencapai target 100%; 5) Dalam pengawasan try out tidak semua pengawas hadir dalam pelaksanaannya sehingga membutuhkan orang atau pengawas pengganti; 6) Pada kegiatan administrasi ada kalanya rencana yang telah ditentukan sedikit molor karena keterbatasan staf dan makin bertambahkan kegiatan yang dilaksanakan madrasah, dan adanya pengembangan program madrasah yang bersifat insidentil; 7) Pembiayaan program kegiatan pada semua bidang ada kalanya membengkak, sehingga dilakukan revisi anggaran yang bersifat mendesak. b. Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengorganisasian (Organizing) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri ada satu, yaitu jika salah satu unsur pimpinan tidak ada atau berhalangan hadir dalam rapat koordinasi karena sakit atau ada tugas lainnya, maka unsur pimpinan lain kurang mampu melaksanakan tugas atau pekerjaan tersebut. c. Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan (actuating/activating) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri ada satu yaitu pemberian motivasi yang kuat dari kepala madrasah kurang diimbangi dengan pengawasan secara menyeluruh terhadap kinerja para guru dan pegawai. d. Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelak- 98 sana fungsi pengontrolan/pengawasan (controlling) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri sangat bervariasi, antara lain: 1) Pelaksanaan kontrol terhadap kinerja guru dan staf tidak dilaksanakan secara kontinyu berdasarkan rencana pengawasan; 2) Belum adanya standar baku pelaksanaan pengontrolan terhadap kinerja guru dan staf yang bukan PNS, pengontrolan kadang-kadang kurang terbuka karena tidak dilaksanakan secara langsung, misalnya pengontrolan terhadap kegiatan ekstrakurikuler dan pengontrolan terhadap pelaksanaan pembelajaran; 3) Pelaksanaan pengontrolan terhadap sebagian besar kegiatan madrasah kadang-kadang melalui unsur pimpinan madrasah, terutama para Pembantu Kepala Madrasah (PKM) sehingga hasilnya kurang maksimal, karena melalui pihak kedua dan tidak secara langsung; 4) Belum maksimalnya fungsi pengawasan melalui kegiatan supervisi klinis dan supervisi akademik secara berkelanjutan; 5) Belum maksimalnya kegiatan pengawasan terhadap kinerja guru dan staf, karena belum terdapatnya rencana kegiatan pengawasan secara terprogram; 6) Belum terdapat penilaian empiris secara valid terhadap kinerja guru dan staf, karena sebagian besar guru dan staf bukan PNS; e. Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengkoordinasian (coordinating) dalam meningkatkan kualitas 98 99 pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri sangat bervariasi, antara lain: 1) Kadang-kadang kepala madrasah kurang mengadakan koordinasi dengan unsur pimpinan lain dalam pengambilan keputusan tentang implementasi program madrasah, sehingga pelaksanaan pekerjaan pada bidang tertentu kurang maksimal; 2) Belum efektifnya fungsi pengkoordinasian dari masing-masing unsur pimpinan, karena pada saat tertentu unsur pimpinan bidang tidak mengadakan konsultasi dan koordinasi dengan unsur bidang lainnya misalnya dalam penanganan siswa bermasalah; 3) Keterbatasan staf guru yang berkompeten dan staf administrasi sehingga dalam pelaksanaan suatu program kegiatan unsur ketua bidang menempatkan staf guru atau staf pendidikan untuk membantu pelaksanaan tugas, sehingga tugas utamanya terabaikan, dan masih terdapat kegiatan yang belum dikoordinasikan dengan baik dengan unsur pimpinan yang lain, terutama unsur PKM Kesiswaan, Unsur BK dan unsur wali kelas dalam menangani kasus-kasus yang dihadapi siswa bermasalah; 4) Belum maksimalnya koordinasi antar unsur pimpinan madrasah, sehingga menimbulkan perbedaan pendapat dari para unsur pimpinan dalam mengimplementasikan suatu program madrasah. B. Diskusi Diskusi terhadap hasil interpretasi yang telah dikemukakan tersebut adalah 100 sebagai berikut: 1. Kompetensi manajerial kepala madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri dapat dijelaskan di bawah ini; a. Jika kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi perencanaan (Planning) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri ingin lebih baik, maka: 1) Kemampuannya dalam merumuskan tujuan madrasah dan strategi cara merealisasikannya dan prinsip mengedepankan visi dan misi madrasah ditingkatkan kualitasnya; 2) Kemampuannya dalam mengambil kebijakan dan perincian rencana kerja madrasah (RKM) dan rencana kerja tahunan madrasah (RKTM), membentuk struktur organisasi, monitoring dan mengevaluasi kinerja guru dan staf sebagai umpan balik untuk dijadikan bahan tindak lanjut implementasi pelaksanaan kegiatan pembelajaran ditingkatkan kualitasnya; 3) Kemampuannya dalam melibatkan pengurus yayasan, komite madrasah, para guru, wali murid, tokoh masyarakat dalam penyampaian rencana kerja madrasah yang berupa prioritas program kerja madrasah ditingkatkan kualitasnya; 4) Kemampuannya dalam meningkatkan hasil kerja dari setiap personil yang berupa laporan kinerja berdasarkan rencana kerja tahunan, semesteran, dan bulanan ditingkatkan kualitasnya; 5) Kemampuannya dalam menyusun rencana kerja peningkatan kualitas pembelajaran melalui kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler, dan pe- 100 101 ningkatan peran serta masyarakat terutama wali murid dalam pembangunan sarana dan prasarana madrasah ditingkatkan kualitasnya. b. Jika kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengorganisasian (Organizing) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri ingin lebih baik, maka: 1) Kemampuannya dalam mengadakan evaluasi dan perbaikan penempatan personil dalam struktur yang disertai dengan wewenang dan pembagian tugas secara lengkap, serta jalur komando dan jalur hubungan lainnya antara bagian yang satu dengan bagian yang lainnya ditingkatkan kualitasnya; 2) Kemampuannya dalam mengatur SOP (Standar Operasonal Dan Prosedur) dalam setiap pelaksanaan tugas dan wewenang dari masing-masing komponen yang ditindaklanjuti dengan pelaksanaan program kerja sesuai dengan rencana kerja yang tertuang dalam program kerja madrasah, baik program kerja jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang ditingkatkan kualitasnya; c. Jika kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan (actuating/activating) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri ingin lebih baik, maka: 1) Kemampuannya dalam berinteraksi secara positif dengan bawahannya dan pemberian motivasi dalam setiap rapat pembinaan ditingkatkan kualitasnya; 2) Kemampuannya dalam membina guru dan staf untuk meningkatkan kiner- 102 ja dan pencapaian tujuan madrasah ditingkatkan kualitasnya; 3) Kemampuannya dalam mengikutsertakan para guru dan staf untuk mengikuti pelatihan-pelatihan, MGMP, dan seminar yang menunjang kompetensi individual, dan kompetensi profesional ditingkatkan kualitasnya; 4) Kemampuannya dalam menggerakkan guru dan staf serta stakeholder untuk berpartisipasi aktif dalam pengembangan madrasah, peningkatan kualitas pendidikan dan pencapaian tujuan pendidikan di madrasah ditingkatkan kualitasnya; 5) Kemampuannya dalam menjalin hubungan baik dan meningkatkan partisipasi dengan wali murid untuk memikirkan pengembangan madrasah ditingkatkan kualitasnya. d. Jika kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan (controlling) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri ingin lebih baik, maka: 5) Kemampuannya dalam mengamati/mengontrol kegiatan atau pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan para bawahannya, mengadakan evaluasi dan tindak lanjut pelaksanaannya ditingkatkan kualitasnya; 6) Kemampuannya dalam mengikuti langkah-langkah proses pengawasan terutama: a). Menetapkan standar alat ukur penilaian, b). Mengukur kegiatan berdasar standar yang telah ditetapkan melalui observasi KBM dan observasi administrasi, c). Memperbaiki kesalahan yang ditemukan dalam pelaksanaan tupoksi masing-masing guru dan staf ditingkatkan kualitasnya; 102 103 7) Kemampuannya dalam mengadakan perbandingan antara penampilan kerja dengan rencana, perbandingan program yang dicapai dengan program yang direncanakan, perbandingan tujuan yang dicapai dengan tujuan yang diharapkan yang dilakukan secara periodik dan dievaluasi pada akhir semester ditingkatkan kualitasnya; 8) Kemampuannya dalam mengadakan pengawasan melalui kegiatan observasi dan supervisi akademik bagi para guru dan supervisi administrasi bagi para staf ditingkatkan kualitasnya; e. Kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengkoordinasian (coordinating) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri ingin lebih baik, maka: 1) Kemampuannya dalam mengatur kegiatan yang dilaksanakan di madrasah dan mengarahkan semua bawahannya untuk menduduki tugas-tugas tertentu sesuai kebutuhan, baik dari unsur guru maupun tenaga administrasi dan staf lainnya yang mengarah pada suatu kegiatan ke sasaran dan tujuan yang ingin diraih ditingkatkan kualitasnya; 2) Kemampuannya dalam mengarahkan kegiatan kurikuler maupun kegiatan ekstrakurikuler ke sasaran peningkatan mutu pendidikan ditingkatkan kualitasnya; 3) Kemampuannya dalam melakukan koordinasi dengan para unsur pimpinan di madrasah, wali kelas, dan para guru dalam melakukan kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler dan kegiatan lain yang mengarah pada peningkatan mutu pendidikan di madrasah ditingkatkan kualitasnya; 104 4) Kemampuannya dalam mengusahakan keserasian pelaksanaan tugas peningkatan mutu dan pengembangan madrasah yaitu implementasi setiap program madrasah yang direncanakan para pembantu kepala madrasah (PKM), wali kelas, BK, serta para guru untuk mencapai sasaran dan tujuan madrasah ditingkatkan kualitasnya; 5) Kemampuannya dalam mengadakan koordinasi dengan Ka. TU untuk menetapkan personil TU, serta mengadakan pendataan, pengetikan, pengadministrasian kegiatan yang dipandang perlu dan berguna bagi kelengkapan administrasi madrasah ditingkatkan kualitasnya; 6) Kemampuannya dalam mengadakan pengkoordinasian terhadap implementasi RAPBM, pengurus yayasan dan komite madrasah, serta para wali murid dan tokoh masyarakat untuk mencari solusi dan realisasi program pengembangan madrasah ditingkatkan kualitasnya; 2. Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri dapat dijelaskan di bawah ini; a. Jika faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi perencanaan (Planning) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri ingin lebih baik dan lebih mendukung, maka; 1) RAPBM, RKM, dan RKTM, peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan madrasah, serta partisipasi, bantuan, hubungan dan dukungan dari semua komponen pendidikan serta stakeholders dalam mengim- 104 105 plementasikan rencana program madrasah dan peningkatan kualitas pendidikan direncanakan dengan baik dan ditingkatkan kualitasnya; 2) Staf perencana program madrasah, staf perencana pengembangan madrasah, sarana dan prasarana pendukung, dan pengembangan madrasah serta peningkatan kualitas pendidikan direncanakan dengan baik dan ditingkatkan kualitasnya; 3) Motivasi semua komponen madrasah dalam mendukung perencanaan program madrasah, dan penetapan sasaran dan tujuan madrasah yang ingin dicapai direncanakan dengan baik dan ditingkatkan kualitasnya; 4) SOP atau standar operasional prosedur, strategi dan kebijakan pengembangan madrasah direncanakan dengan baik dan ditingkatkan kualitasnya; 5) Adanya perencanaan unsur pimpinan organisasi yang keputusan. b. Jika faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengorganisasian (Organizing) dalam meningkatkan kualitas pendi-dikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten ingin lebih baik dan lebih mendukung, maka: 1) Mekanisme dan hubungan kerja antara personil pendidikan, Standar Operasional organisasi, Prosedur dan (SOP), penempatan dan orang dalam struktur serta melaksanakan kegiatan kurikuler ekstrakuri-kuler, baik dan keadministrasian kualitasnya; dior-ganisasikan dengan ditingkatkan 2) Unsur pimpinan pada sub bagian dari struktur organisasi madrasah, we- 106 wenang pembagian tugas dari setiap unsur pimpinan, tupoksi, jalur komando dan jalur hubungan lainnya antara bagian yang satu dengan bagian yang lainnya diorganisasikan dengan baik dan ditingkatkan kualitasnya; 3) Sarana dan prasarana pendukung, dan siswa sebagai subyek dan obyek pelaksanaan program madarasah diorganisasikan dengan baik dan ditingkatkan kualitasnya; 4) Dana dalam membiayai semua bidang yang dikembangkan madrasah, dan kemampuan dan kemauan para unsur pimpinan yang bertugas melaksanakan program madrasah; 5) Program madrasah yang komprehensif dengan memanfaatkan potensi SDM madrasah diorganisasikan dengan baik dan ditingkatkan kualitasnya; 6) Hubungan kinerja dengan para stakeholder diorganisasikan dengan baik dan ditingkatkan kualitasnya. c. Jika faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan (actuating/activating) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri ingin lebih baik dan lebih mendukung, maka: 1) Motivasi berprestasi dan etos kerja yang tinggi untuk memajukan dan mengembangkan madrasah, hubungan interpersonal, komunikasi dan interaksi dijalin positif dengan para guru dan staf pendidikan lainnya ditingkatkan kualitasnya; 2) Motivasi dalam menjalin ikatan kerja yang kuat dengan para bawahannya, 106 107 kemauan dan motivasi yang kuat untuk pencapaian tujuan pendidikan, serta kebijakan yang tepat sasaran ditingkatkan kualitasnya; 3) Sikap yang adaptif dan ingin maju, kemauan mendengarkan aspirasi bawahan, tindakan yang bijaksana terhadap semua kebijakan yang diambil, dan perilaku hidup sehari-hari yang sederhana dan lebih mementingkan kepentingan bersama untuk tujuan organisasi pendidikan lebih dimotivasi dan ditingkatkan kualitasnya; 4) Sikap yang tidak egois, tidak otoriter, adil dan bijaksana dalam menetapkan suatu kebijakan dan keputusan, ketepatan menempatkan personil untuk menduduki jabatan tertentu di madrasah, dan disiplin kerja yang tinggi, dan selalu mengadakan pembinaan bawahannya secara kontinyu diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya; 5) Motivasi dalam menyikapi semua persoalan antar guru dan staf dengan bijaksana dan mampu menyelesaikan konflik ditingkatkan kualitasnya. d. Jika faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan (controlling) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri ingin lebih baik dan lebih mendukung, maka: 8) Pengawasan terhadap peraturan/tatib yang berlaku mengikat bagi guru, pelaksanaan pekerjaan karyawan dan siswa, implementasi RKM, RKTM serta RAPBM, dan pencapaian tujuan madrasah ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya; 9) Pengawasan terhadap standar baku pencapaian KKM bagi semua mata 108 pelajaran, kelengkapan administratif yang berhubungan dengan perangkat pembelajaran, dan standar minimal yang dijadikan alat pengukur keberhasilan pendidikan ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya; 10) Pengawasan terhadap penetapan beban kerja dari setiap bawahan termasuk diantaranya jam kerja guru, dan jam kerja karyawan tata usaha, dan program kerja setiap bawahan ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya; 11) Supervisi akademik dan supervisi administrasi, pengawasan penyelewengan terhadap pelaksanaan program madrasah, dan anggaran keuangan madrasah dari para guru dan staf atau karyawan ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya; 12) Pengawasan terhadap berbagai penggunaan sumber belajar dan sarana prasarana yang dimiliki madrasah, dan kinerja Pembantu Kepala Madrasah (PKM) ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya; 13) Pengawasan terhadap kinerja guru dan tenaga administrasi, siswa didik/ siswa asuh, penampilan kerja guru, implementasi kurikulum dan pencapaian 8 standar pendidikan ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya; 14) Pengawasan terhadap penetapan standar penilaian pekerjaan bagi semua bawahan, termasuk diantaranya beban mengajar guru, jam kerja serta hasil kerja yang tertuang dalam analisis dan evaluasi serta tindaklanjut pelaksanaan program ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya; e. Jika faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengkoordinasian (coordinating) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri ingin lebih baik dan 108 109 lebih mendukung, maka: 1) Pemahaman, kecakapan dan kemampuan serta pengalamannya dalam melaksanakan kegiatan pengkoordinasian ditingkatkan kualitasnya; 2) Pengkoordinasian terhadap guru dan staf dan standar operasional prosedur (SOP), serta aturan yang mengikat berdasarkan perumusan job deskripsi masing-masing unsur pimpinan di madrasah ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya; 3) Pengkoordinasian dalam memanajemen konflik atau perbedaan pendapat antar unsur pimpinan yang duduk dalam struktur organisasi pendidikan di madrasah ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya; 4) Pengkoordinasian dalam mengarahkan para unsur pimpinan di madrasah dalam melaksanakan suatu tugas atau pekerjaan ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya; 5) Tata aturan antara jalur komando struktural sebagaimana tertuang dalam rumusan job deskripsi masing-masing bidang diperjelas, dan kerjasama antar unsur pimpinan dan wali kelas dalam mencapai sasaran dan tujuan pendidikan ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya; 6) Pengkoordinasian terhadap penetapan kebijakan yang tepat sasaran dalam pencapaian tujuan, dan kerjasama antar semua pihak yang menduduki jabatan tertentu sebagai tertuang dalam struktur organisasi madrasah ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya. 3. Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri dapat dijelaskan di 110 bawah ini. a. Jika faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi perencanaan (Planning) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri ingin tidak meluas, maka: 1) Semua kegiatan yang dilaksanakan melalui perencanaan yang matang dan kegiatan yang bersifat insidentil yang mendesak di luar agenda kerja madrasah diperkecil frekuensinya; 2) Sumberdaya guru dalam pengadaan try out dan persiapan ujian nasional, dan mebelair dipenuhi dan ditingkatkan kualitasnya, komputer, dan laptop dan ruang kelas disesuaikan dengan kebutuhuan dan kemampuan dana madrasah, serta mengajukan proposal kepada pemerintah melalui kementerian terkait; 3) Perumusan item perencanaan siswa lulus 100% dalam UNAS perlu diimbangi dengan kemampuan siswa melalui kegiatan les atau bimbingan belajar yang berkelanjutan dan terprogram; 4) Pemenuhan kehadiran wali murid pada acara purna siswa dengan target 100% hadir, maka pelaksanaannya harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi wali murid atau orang tua siswa, dan penyebaran undangan dilakukan seminggu sebelumnya yang disertai dengan catatan: “mengingat pentingnya acara diharap wali murid/orang tua hadir”; 5) Dalam pengawasan try out semua pengawas diwajibkan hadir tepat waktu dan panitia menyediakan pengawas pengganti jika terdapat pengawas yang berhalangan; 110 111 6) Pada kegiatan administrasi perlu menambah tenaga administrasi sesuai kebutuhan, serta melaksanakan tugas secara maksimal serta “nglembur” untuk memenuhi target dan tujuan yang telah ditetapkan; 7) Pembiayaan program kegiatan pada semua bidang dilaksanakan secara proporsional sesuai dengan skala prioritas, serta menyiapkan dana talangan atau dana pendamping sesuai dengan kebutuhan madrasah. b. Jika faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengorganisasian (Organizing) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri tidak meluas, maka dalam setiap rapat koordinasi antar unsur pimpinan diwajibkan hadir dengan mempertimbangkan waktu, situasi dan kondisi masing-masing pimpinan. c. Jika faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan (actuating/activating) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri tidak meluas, maka pemberian motivasi yang kuat dari kepala madrasah harus diimbangi dengan pengawasan secara menyeluruh terhadap kinerja para guru dan pegawai. d. Jika faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan (controlling) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri tidak meluas, maka: 1) Pelaksanaan kontrol terhadap kinerja guru dan staf dilaksanakan secara kontinyu berdasarkan rencana pengawasan; 112 2) Perlu menstandarbakukan pelaksanaan pengontrolan terhadap kinerja guru dan staf yang bukan PNS, dilakukan pengontrolan secara terbuka dan dilaksanakan secara langsung terhadap kegiatan ekstrakurikuler dan pelaksanaan pembelajaran; 3) Pelaksanaan pengontrolan terhadap sebagian besar kegiatan madrasah harus dilakukan secara langsung oleh kepala madrasah agar hasilnya maksimal; 4) Memaksimalkan fungsi pengawasan melalui kegiatan supervisi klinis dan supervisi akademik secara berkelanjutan; 5) Memaksimalkan kegiatan pengawasan terhadap kinerja guru dan staf, serta merencanakan kegiatan pengawasan secara terprogram; 6) Pengadaan penilaian dilakukan sempiris secara valid terhadap kinerja guru dan staf, karena mereka bukan PNS; e. Jika faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengkoordinasian (coordinating) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri tidak meluas, maka: 5) Kepala madrasah sering mengadakan koordinasi dengan unsur pimpinan lain dalam pengambilan keputusan tentang implementasi program madrasah untuk memaksimalkan pelaksanaan pekerjaan pada semua bidang yang dikembangkan madrasah; 6) Fungsi pengkoordinasian dari masing-masing unsur pimpinan perlu diefektifkan terutama dalam penanganan siswa bermasalah; 7) Staf guru yang berkompeten dan staf administrasi dipenuhi dan diting- 112 113 katkan kualitasnya, unsur ketua bidang menempatkan staf guru atau staf pendidikan untuk membantu pelaksanaan tugas, koordinasi antar unsur pimpinan terutama unsur PKM Kesiswaan, Unsur BK dan unsur wali kelas dalam menangani kasus-kasus yang dihadapi siswa bermasalah ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya; 8) Koordinasi antar unsur pimpinan madrasah ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya untuk memperkecil perbedaan pendapat dari para unsur pimpinan dalam mengimplementasikan suatu program madrasah. 114 BAB VII KESIMPULAN A. Kesimpulan184 Berdasarkan hasil analisis data, maka penelitian ini dapat disimpulkan berikut: 1. Kompetensi manajerial kepala madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri dapat dijelaskan di bawah ini; a. Kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi perencanaan (Planning) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik b. Kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengorganisasian (Organizing) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik c. Kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan (actuating/activating) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik d. Kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan (controlling) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik. Kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi peng-koordinasian (coordinating) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah sangat baik. 2. Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare 114 115 Kabupaten Kediri dapat dijelaskan di bawah ini; a. Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi perencanaan (Planning) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri sangat bervariasi. b. Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengorganisasian (Organizing) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri sangat bervariasi. c. Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan (actuating/activating) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri sangat bervariasi. d. Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan (controlling) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri sangat bervariasi. e. Faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengkoordinasian (coordinating) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri sangat bervariasi. 3. Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri dapat dijelaskan di bawah ini. a. Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi perencanaan (Planning) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri sangat bervariasi. 116 b. Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengorganisasian (Organizing) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri ada satu yaitu jika salah satu unsur pimpinan tidak ada atau berhalangan hadir dalam rapat koordinasi karena sakit atau ada tugas lainnya, maka unsur pimpinan lain kurang mampu melaksanakan tugas atau pekerjaan tersebut. c. Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan (actuating/activating) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri ada satu yaitu pemberian motivasi yang kuat dari kepala madrasah kurang diimbangi dengan pengawasan secara menyeluruh terhadap kinerja para guru dan pegawai. d. Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan (controlling) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri sangat bervariasi. e. Faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengkoordinasian (coordinating) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri adalah bervariasi. B. Implikasi dan Tindak Lanjut Penelitian Berdasarkan hasil analisis dan simpulan yang telah dikemukakan, maka implikasi dan tindak lanjut penelitian ini adalah sebagai berikut: 116 117 1. Memberikan masukan kepada kepala madrasah agar meningkatkan kompetensi manajerial kepala madrasah baik sebagai fungsi perencanaan, fungsi pengor-ganisasian, fungsi penggerakan/pendorongan, fungsi pengawasan maupun fungsi pengkoordinasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri. 2. Mengoptimalkan faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah baik sebagai fungsi perencanaan, fungsi pengorganisasian, fungsi penggerakan/ pendorongan, fungsi pengawasan maupun fungsi pengkoordinasian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri. 3. Meminimalkan faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah baik sebagai fungsi perencanaan, fungsi pengorganisasian, fungsi penggerakan/ pendo-rongan, fungsi pengawasan maupun fungsi pengkoordinasian sehingga ia bersama staf pimpinan dan para komponen pendidikan serta stakeholder mampu mening-katkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri. 118 DAFTAR PUSTAKA Abbas, MS, “Kualitas Pendidikan”. (Surabaya: Jurnal Gentengkali 1 Th:3, 1998). Aqib, Zainal, Profesionalisme Guru dalam Pembelajaran. (Surabaya: Insan Cendekia, 2002). BNSP, Undang-Undang Republik Indonesia No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. ( Jakarta: Depdikas, 2005). Burhanuddin, Analisis Administrasi Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan. (Jakarta: Bumi Aksara, 1994). Depdiknas, Supervisi Pendidikan. (Jakarta: Ditjan Dikdasmen, 2001). Ditdikmenum, Manajemen Peningkatan Kualitas Berbasis Sekolah. (Jakarta: Depdiknas, 2000). Firdaus, dan Hanafi, Penyelenggaraan Wajar Dikdas Sembilan Tahun 2004-2009. (Jakarta: Ditjen Pendidikan Islam Depag RI, 2009). Gozali, Ahmad dan Fuaduddin, Kepemimpinan Kepala Madrasah yang Efektif, (Jakarta: Depag RI Balai Diklat Keagamaan Pusdiklat Administrasi, 2005). Hidayah, Zamrotul dan Alvinar Aziz, Pengembangan Potensi Diri Kepala Madrasah. (Jakarta: Depag RI Badan Litbang Agama dan Diklat Keagamaan Pusdiklat Administrasi, 2005). Mulyasa, E, Kurikulum Berbasis Kompetensi Konsep, Implementasi. (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2003). Karakteristik, dan Riberu, J, Dasar-Dasar Kepemimpinan. (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 2003). Suryobroto, Manajemen Pendidikan di Sekolah. (Jakarta: Rineka Cipta, 2004). Tim Ditjen Kelembagaan Agama Islam/Direktorat Pembinaan Pendais pada Sekolah Umum, Panduan Tugas Jabatan Fungsional P. (Jakarta: Depag RI, 2000). Tim Dirjen Kelembagaan Agama Islam, Modul dan Model Pelatihan Pengawas Pendais. (Jakarta: Depag RI, 2003). 118 188 119 Tim Ditjen Kelembagaan Agama Islam, Kendali Mutu Pendidikan Agama Islam. (Jakarta: Depag RI, 2003). Tim Pengembang Ilmu Pendidikan, Ilmu dan Pendidikan Pendidikan Bagian II: Ilmu Pendidikan Praktis. (Bandung: Imperial Bhakti Utama, 2007). Widuroyekti, Barokah, “Optimalisasi Kinerja Guru dalam Menciptakan Sekolah yang Efektif”. (Surabaya: MPA 259 April:31, 2008). 120 Lampiran 1 PEDOMAN WAWANCARA KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN (Responden PKM, Wali Kelas, dan Guru) Nama Madrasah Nama Informan/Responden NIP Jabatan dalam Tugas : ……………………………………………. : ……………………………………………. : ………………………………………….… : ..................................................................... A. Petunjuk: 1. Isilah identitas bapak/ibu/saudara pada kolom yang telah disediakan!!! 2. Jawablah pertanyaan di bawah ini sesuai dengan kenyataan bapak/ibu/saudara ketahui tentang kualitas pendidikan di madrasah ini!!! B. Pertanyaan yang 1. Bagaimanakah kompetensi manajerial kepala madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri? a. Bagaimanakah kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi perencanaan (Planning) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri? b. Bagaimanakah kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengorganisasian (Organizing) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri? c. Bagaimanakah kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan (actuating/activating) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri? d. Bagaimanakah kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan (controlling) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri? e. Bagaimanakah kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengkoordinasian (coordinating) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri? 2. Apa sajakah faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri? a. Apa sajakah faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi perencanaan (Planning) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri? b. Apa sajakah faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengorganisasian (Organizing) dalam meningkatkan 120 121 kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri? c. Apa sajakah faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan (actuating/activating) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri? d. Apa sajakah faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan (controlling) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri? e. Apa sajakah faktor pendukung kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengkoordinasian (coordinating) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri? 3. Apa sajakah faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri? a. Apa sajakah faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi perencanaan (Planning) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri? b. Apa sajakah faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengorganisasian (Organizing) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri? c. Apa sajakah faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi penggerakan/pendorongan (actuating/activating) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri? d. Apa sajakah faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengontrolan/pengawasan (controlling) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri? e. Apa sajakah faktor penghambat kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai pelaksana fungsi pengkoordinasian (coordinating) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs. Ma’arif Pare Kabupaten Kediri?