Anda di halaman 1dari 1

Diagnosis Komplikasi OMSK

Diagnosis Komplikasi OMSK: Pengenalan yang baik tehadap perkembangan suatu penyakit telinga merupakan prasyarat untuk mengetahui timbulnya komplikasi. Bila dengan pengobatan medikamentosa tidak berhasil mengurangi gejala klinis dengan tidak berhentinya otorhea dan pada pemeriksaan otoskopik tidak menunjukkan berkurangnya reaksi inflamasi dan pengumpulan cairan maka harus diwaspadai terjanya komplikasi. Pada stadium akut, naiknya suhu tubuh, nyeri kepala atau adanya tanda toksisitas seperti malaise, perasaan mengantuk (drowsiness), somnolen atau gelisah yang menetap dapat merupakan tanda bahaya. Timbulnya nyeri kepala didaerah parietal atau oksipital dan adanya keluhan mual, muntah yang proyektil serta kenaikan suhu badan yang menetap selama terapi diberikan merupakan tanda komplikasi intrakranial. Pada OMSK, tanda-tanda penyebaran penyakit dapat terjadi setelah sekret berhenti keluar. Hal ini menandakan adanya sekret purulen yang terbendung.

Pemeriksaan neurologi memberikan informasi yang dibutuhkan untuk diagnosis supuratif labirinitis, fascial paralisis, dan complikasi intracranial. Sebagai tambahan dalam memeriksa fungsi saraf cranial, pemeriksa harus mengetahui kesadaran pasien, mengetahui respon meningeal sign dan mengevaluasi adanya deficit pada serebellum atau serebrum.

Pemeriksaan radiologik dapat membantu memperlihatkan kemungkinan kerusakan dinding mastoid, tetapi untuk yang lebih akurat diperlukan pemeriksaan CT scan. Erosi tulang merupakan tanda nyata komplikasi dan memerlukan tindakan operasi segera. CT scan berfaedah untuk menentukan letak anatomi lesi. Walaupun mahal, pemeriksaan ini bermanfaat untuk menegakkan diagnosis sehingga terapi dapat diberikan lebih cepat dan efektif.Untuk melihat lesi di otak, misalnya abses otak, hidrosefalus dan lain-lain dapat dilakukan pemeriksaan CT scan otak tanpa dan dengan kontras.

Magnetic resonace imaing (MRI) jauh lebih sensitif dibandingkan dengan CT scan dalam mendiagnosa infeksi atau abses pada parenkim otak, abses epidural, thrombosis sinus lateralis, atau empiema subdural.