Anda di halaman 1dari 12

PENDAHULUAN Latar Bekakang Banyak sampah padat yang tidak dapat teruraikan dalam waktu yang lama sehingga

dapat mencemari tanah. Yang dikategorikan sampah disini adalah bahan yang tidak dipakai lagi (refuse) karena telah diambil bagian utamanya dengan pengolahan sehingga menjadi bagian yang tidak disukai dan secara ekonomi tidak ada harganya. Sampah dapat berpengaruh pada kesehatan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Dampak langsung sampah pada kesehatan disebabkan terjadinya kontak langsung dengan sampah tersebut misalnya sampah beracun, sampah yang korosif terhadap tubuh, yang karsinogenik, teratogenik dan lain-lain. Pengaruh tidak langsung dapat dirasakan masyarakat akibat proses pembusukan, pembakaran dan pembuangan sampah (Yones, 2007). Berdasarkan data BPS tahun 2000 dalam Wibowo dan Djajawinata (2004), dari 384 kota menimbulkan sampah sebesar 80.235,87 ton setiap hari, penanganan sampah yang diangkut ke dan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) adalah sebesar 4,2 %, yang dibakar sebesar 37,6 % , yang dibuang ke sungai 4,9 % dan tidak tertangani sebesar 53,3 %. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya pertambahan penduduk dan arus urbanisasi yang pesat telah menyebabkan timbunan sampah pada perkotaan semakin tinggi, kendaraan pengangkut yang jumlah maupun kondisinya kurang memadai, sistem pengelolaan TPA yang kurang tepat dan tidak ramah lingkungan, dan belum diterapkannya pendekatan reduce, reuse dan recycle (3R). Pengelolaan sampah adalah pengaturan yang berhubungan denganpengendalian timbunan sampah, penyimpanan, pengumpulan, pemindahan dan pengangkutan, pengolahan dan pembuangan sampah dengan cara yang merujuk pada dasar-dasar yang terbaik mengenai kesehatan masyarakat, ekonomi, teknik, konservasi, estetika dan pertimbangan lingkungan yang lain dan juga tanggap terhadap perilaku massa. Pengelolaan persampahan mempunyai tujuan yang sangat mendasar yang meliputi meningkatkan kesehatan lingkungan dan masyarakat, melindungi sumber daya alam (air), melindungi fasilitas sosial ekonomi dan menunjang sektor strategis (Rahardyan Dan Widagdo 2005).

yang proporsinya dapat mencapai 78 % (Damanhuri dan Padmi. Padahal menurut Waddell dkk (2005). Pengolahan pemerintah selama ini masih mengacu bagaimana menghilangkan massa sampah yang sangat mustahil dilakukan. Sampah organik ini umumnya bersifat biodegradable. Padahal jika produksi kompos dari sampah dilakukan secara optimal melalui sistem pabrikasi terpadu. Hal ini didasarkan karena sampah masih memilki nilai ekonomis yang seharusnya bisa dimanfaatkan dengan baik. Selain itu. sehat dan teratur (Syafrudin dan Priyambada 2001). Hal tersebut barulah manfaat sampah anorganik yang di daur ulang.Sistem pengelolaan sampah perkotaan pada dasarnya dilihat sebagai komponen-komponen sub sistem yang saling mendukung satu sama lain untuk mencapai tujuan yaitu kota yang bersih. Pada kota dengan penduduk 1 juta jiwa. Selama ini hal tersebut hanya dilakukan dalam kegiatan pembentukan kompos saja. Dalam setahun bisnis ini bisa menghasilkan 2. permintaan akan kompos tidak sebesar banyaknya sampah organik yang diproduksi masyarakat.78 triliun rupiah atau lebih 20% dari APBD DKI Jakarta. 2004). Data untuk kota Bandung menunjukkan bahwa sebagian besar sampah dari pemukiman berupa sampah organik. sehingga tidak semua sampah orgaik yang ada dapat dimanfaatkan dengan baik. Bekasi mampu memberikan peluang bisnis bagi para pemulung. Penguraian dari sampah organik ini akan menghasilkan materi yang kaya akan unsur-unsur yang dibutuhkan tumbuhan. Sampah di TPA Bantar Gebang. sampah mempunyai konstribusi yang sangat besar terhadap pendapatan masyarakat apabila sampah dikelola dengan benar. dimana putaran uang per hari mencapai angka Rp 1. maka usaha pengolahan sampah bisa menghasilkan devisa sebesar Rp 7. Sementara sampah organik masih kurang pemanfaatannya secara optimal.62 miliar per hari. Akan lebih baik jika pengolahan sampah di Indonesia mulai menitik beratkan masalah pemanfaatan dan keberlanjutan energi yang ada. yaitu dapat terurai menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana oleh aktivitas mikroorganisme tanah. Padahal nilaijual kompos di pasaran sangat rendah. sehingga sangat baik digunakan . timbunan sampah kurang lebih setara dengan 500 ton/hari.5 miliar per hari.

.29%) dan rasio C/N (8) masih berada di bawah standar.32%) yang melebihi standar SNI 2004. sehingga protes warga sekitar TPA dapat diminimalisasi karena warga mendapatkan keuntungan dari kegiatan ini. sehingga masyarakat di sekitar TPA tidak merasa dirugikan dengan keberadaan TPA. pupuk. bahan organik ini juga bisa digunakan sebagai bahan bakar (bioethanol dan biogas). P2O5 (0. Hasil uji menunjukkan kandungan Nitrogen (0. Kompos sampah organik yang yang dihasilkan dari proses pengomposan berjumlah rata-rata 48 kg. (2) disosialisasikanya peran sampah organik sebagai bahan bakar. Tujuan Karya tulis ini bertujuan (1) disosialisasikan kepada masyarakat berapa besar masalah yang dapat terjadi bila sampah tidak dikelola dengan baik. sementara kandungan Karbon (5. serta pakan ternak apabila dikelola dengan baik. menyusut rata-rata sebanyak 70% dari bahan sampah organik segar.64%). Manfaat Karya tulis ini bermanfaat dalam (1) pengolahan sampah organik yang efektif serta ramah lingkungan. dan pakan ternak. pupuk. serta (4) penciptaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat kecil terutama masyarakat di daerah sekitar TPA. (3) peningkatan keuntungan dan anggaran pemasukan daerah dari pengolahan sampah. 2006). Selain itu dengan demikian akan tercipta lapangan kerja baru yang dapat memberdayakan masyarakat sekitar TPA.sebagai pupuk organik (Arifin.33%). serta (3) disosialisasikanya sistem pengolahan sampah terpadu sehingga keuntungan yang diperoleh lebih maksimal. Sampah organik yang paling menimbulkan masalah selama ini sebenarnya selain dapat digunakan sebagai kompos. dan K2O (1. (2) penurunan angka penyakit akibat sampah dan sistem sanitasi yang buruk.

seperti pasar lauk-pauk dan sayur-mayur menghasilkan hampir 95 % sampah organik. Berdasarkan data tersebut maka kebutuhan TPA pada tahun 1995 seluas 675 ha dan meningkat menjadi 1610 ha di tahun 2020. proses pengolahan yang tidak maksimal. mall. Potensi total sampah yang terbuang di Indonesia sudah mencapai 100. Permasalahan sampah pada saat ini masih banyak yang belum teratasi. Sampah pasar tradisional.51 %. Sumber sampah terbanyak berasal dari pasar tradisional dan pemukiman. diperkirakan bahwa tiap orang menghasilkan rata-rata 0. restoran. ditimbun 10. Berdasar perhitungan Bappenas dalam buku infrastruktur Indonesia pada tahun 1995 perkiraan timbulan sampah di Indonesia sebesar 22.Kondisi Sampah Organik di Pasar Tradisional Sampah merupakan semua bahan sisa yang berasal dari kegiatan manusiadan tidak digunakan lagi oleh manusia.76 % dan lainnya dibuang di pekarangan pinggir sungai atau tanah kosong sebesar 24. Sementara di kota besar produk sampah perkapita berkisar antara 600-830 gram per hari . pabrik dan sejenisnya) kini diwajibkan Undang undang No 18/ 2008 untuk dikelola secara mandiri. apartemen. Sampah kawasan komersial ( pasar. hotel.3 %. perumahan.24 % .000 ton per hari. Jika dihitung secara rinci. pertokoan.5 juta ton dan akan meningkat lebih dari dua kali lipat pada tahun 2020 menjadi 53. volume sampah yang terus bertambah. Menurut data BPS pada tahun 2001 timbulan sampah yang diangkut hanya mencapai 18. . Masalah sampah adalah masalah global yang bisa terjadi dimana saja terutama di kota-kota besar. Kondisi ini akan menjadi masalah besar dengan terbatasnya lahan kosong di kota besar. keterbatasan lahan.46 %.5 kg sampah setiap harinya. dibakar 43. manajemen sampah tidak efektif dan kurangnya dukungan kebijakan dari pemerintah terutama dalam pemanfaatan produk sampingan dari sampah sehingga menyebabkan tertumpuknya produk tersebut di TPA merupakan kendala yang sering terjadi sehingga masalah sampah seakan-akan tidak ada habisnya. dibuat kompos 3.7 juta ton. Sampah pasar merupakan salah satu penyuplai sampah yang jumlahnya 10% dari total keseluruhan sampah yang ada pada TPA.

Dari seluruh pasar tradisional yang ada di Surabaya. Sampah-sampah plastik jumlahnya lebih sedikit daripada sampah dari perumahan. Sampah pasar tradisional dapat dikurangi dengan cara setiap pasar melakukan pengolahan sampah secara mandiri. Tumpukan sampah ini salah satunya berasal dari sampah buah-buahan yang tidak laku terjual yang biasanya terjadi pada saat panen puncak buah-buahan. Berikut ini adalah data sekunder 20 pasar tradisional dari 79 pasar tradisional yang ada di Surabaya yang dapat dilihat pada Tabel 1. Komposisi sampah pasar lebih dominan sampah organik.terutama pasar tradisional yang banyak menjual sayur-sayuran dan buah – buahan sehingga pasar tradisional ini dapat menyuplai kebutuhan dasar pembuatan kompos secara kontinu. Salah satu sumber sampah yang menghasilkan sampah organik adalah aktifitas pasar. Selama ini sudah wajar bila orang tidak betah berlama-lama berada di lingkungan pasar tradisional karena banyaknya sampah bertebaran. hanya Pasar Keputran Utara saja yang sudah memiliki bangunan rumah kompos sebagai tempat untuk proses komposting sampah yang dihasilkan dari kegiatan pasar tersebut.Sampah pasar memiliki karakteristik yang sedikit berbeda dengan sampah dari perumahan. Sampah tersebut berpotensi mencemari lingkungan sekitarnya dan sampah-sampah yang lembab. busuk. Kota Surabaya sebenarnya memiliki total 16 rumah kompos yang direncanakan akan bertambah seiring kebutuhan akan pengolahan sampah. . Sampah buah-buahan juga banyak ditemukan di tempat penjualan buah berupa sisa pengupasan dan pemotongan buah-buahan. salah satunya dengan pengomposan. dan sarang lalat akan turut berperan menebarkan berbagai penyakit di sekitarnya. oleh karena itu perlu adanya fasilitas pada pasar sebagai tempat dilakukannya pengomposan sampah pasar yaitu rumah kompos.

900. Nama Pasar dan Anak Pasar Bendul Merisi Alamat Luas tanah (m²) Volume Sampah / Hari (m³) 1. 10.50 4.50 2.316. 7. Genteng besar no.00 1. 9. Kolang pilang marinir Bangkingan Jl. Mastrip Lakarsantri Jl.50 0.000.00 5. 20.00 4. Bendul Merisi Jagir 1.00 2. Kedungsari Kedungdoro Jl.50 6. Wonokromo Jl.00 30.00 2. 6.00 3.00 2. Bangkingan Kembang Jl.565. Lakarsantri Hewan karang Jl. 4.00 1. 3. 62 Tunjungan baru Jl. Kedungdoro Kupang Jl. Embong malang Karang pilang Jl.00 9.00 2.00 8.00 1. Pasar kembang Kedungsari Jl.00 1.00 17.00 3.00 2. 12.00 30. Gayung sari Wonokromo lama Dukuh kupang Jl. Dukuh barat kupang barat Genteng baru Jl.00 850. 13.00 966.00 1. 17. Jl.876.00 9.00 3. 18.00 0.00 2. 16. Raya dr.437. 15.00 4.50 3. Soetomo Wonokitri Jl. Pasar kembang 131 Kupang gunung Jl. Stasiun DTC wonokromo Keputih Jl.794.213. 19.550. Gayungan Jl.600. 14. 8.00 0.085.00 3.00 618.437.00 657. Putat Pakis Jl.00 1.676. Brawijaya 46 Wonokromo – Jl.Tabel 1 Data Umum Unit Pasar Kota Surabaya No.400. 11.00 1.00 3. 5. Keputih Solusi yang Pernah Ditawarkan .50 1.700. Dukuh kupang barat Dukuh kupang Jl.00 9.

Selain dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk kompos.5%). Perbandingan dengan kandungan unsur hara pupuk kandang menunjukkan bahwa kompos sampah organik memiliki kandungan unsur hara K2O yang lebih baik dari pupuk kandang (K2O 0. Kompos sampah organik secara umum telah berada di kisaran nilai standar yang telah ditetapkan oleh SNI tahun 2004 dan aman untuk digunakan pada tanaman dan lingkungan. Biogas dan bietanol merupakan suatu langkah untuk memaksimalkan pemanfaatan energi sampah sebelum dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk. namun kandungan N dan P2O5 pupuk kompos sampah lebih kecil dibandingkan dengan pupuk kandang (N 0. Penggunaan biogas dinilai efektif untuk mengurangi kecenderungan pemakaian BBM di masa depan karena proses . sementara sisanya disediakan oleh pupuk kimia. Hal ini sejalan dengan program penghapusan BBM yang dilaksanakan pada tahun 2005 akan menjadi momentum yang tepat dalam penggunaan energi alternatif seperti biogas.75% dan P2O5 0. sampah organik juga digunakan sebagai bahan baku biogas.45%). Hasil penelitian ini menunjukkan pupuk kompos sampah organik dan pupuk kandang dapat menyediakan separuh kebutuhan nutrisi pada budidaya padi.Gagasan Baru yang Ditawarkan Sistem pengolahan sampah dalam gagasan ini menitikberatkan pada pengolahan pemanfaatan maksimal energi yang bernilai ekonomi tinggi. Selain itu bahan bakar yang dihasilkan oleh sampah ini memiliki tingkat oktan yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan sampah anorganik. Hal ini dapat dihitung dengan adanya jumlah bahan baku biogas yang melimpah dan rasio antara energi biogas dan energi minyak bumi yang menjanjikan (8900 kkal/m3 gas methan murni). Hasil pengukuran menunjukkan bahwa ratarata tinggi tanaman meningkat pada setiap periode pertumbuhan vegetatif.

pemeliharaan pada pembangkit biogas yang sederhana dan energi yang dihasilkan cukup besar yaitu 8900 kkal/m3 gas methan murni (Nurtjahya. yaitu menciptakan alat yang kedap udara dengan bagian-bagian pokok terdiri atas pencerna (digester). bulu. Di dalam digester ini terdapat bakteri methan yang mengolah limbah bio atau biomassa dan menghasilkan biogas. teknologi biogas adalah teknologi yang memanfaatkan proses fermentasi (pembusukan) dari sampah organik secara anaerobik (tanpa udara) oleh bakteri methan sehingga dihasilkan gas methan. dan potonganpotongan kecil sisa-sisa tanaman. Hal ini akan semakin mengejutkan dengan adanya perhitungan bahwa jumlah penduduk indonesia berdasarkan data statistik pada tahun 2000 sebanyak lebih dari 200 juta jiwa (Biro Pusat Statistik. Dengan jumlah ini. dan pipa penyaluran biogas yang terbentuk. Kabupaten Bandung. Jawa Barat (Arifin. serta 1 desa terdiri dari 40 orang. sisa makanan. dan setiap keluarga memelihara 1 ekor sapi. Jika diasumsikan bahwa jumlah feses manusia yang dihasilkan sebanyak 0.575 kkal/hari. tanduk. Gas methan adalah gas yang mengandung satu atom C dan 4 atom H yang memiliki sifat mudah terbakar. Dengan hanya mengandalkan asumsi perhitungan jumlah kotoran manusia tanpa memperhitungan sampah organik dan feses hewan ternak. gas tersebut dapat dialirkan ke kompor yang terletak di dapur. tulang. serta air yang cukup banyak. Prinsip pembangkit biogas. Sampah ini akan semakin menjadi masalah dengan bertambahnya usaha peternakan di pedesaan karena semakin berkembang usaha peternakan. Gas methan yang dihasilkan kemudian dapat dibakar sehingga dihasilkan energi panas. embrio. untuk permulaan pembangunan pembangkit biogas memang memerlukan biaya yang relatif besar bagi penduduk pedesaan tetapi alat tersebut dapat dipergunakan untuk menghasilkan biogas selama bertahun-tahun. seperti jerami dan sebagainya. maka akan didapatkan hasil perhitungan jumlah feses yang dihasilkan sebanyak 140 kg feses/ hari.5 kg/hari/orang. isi rumen. Pada prinsipnya. 2006).75 m3/hari atau sebesar 15. 2003). lemak. 2001). akan didapatkan hasil . Keuntungan pembangkit biogas selain sebagai sumber energi adalah untuk mengatasai masalah sampah organik terutama di pedesaan seperti feses. dan sebagainya. maka semakin meningkat limbah yang dihasilkan. darah. limbah yang sebagian besar terdiri dari kotoran. Bahan organik yang bisa digunakan sebagai bahan baku industri ini adalah sampah organik. Proses ini sebetulnya terjadi secara alamiah sebagaimana peristiwa ledakan gas yang terbentuk di bawah tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Leuwigajah. kuku. kulit telur. Gas tersebut dapat digunakan untuk keperluan memasak dan lain-lain. urine. Dengan pipa yang didesain sedemikian rupa. 1 keluarga terdiri dari 5 orang. Menurut Nurtjahya (2003). maka biogas yang dihasilkan setiap hari sebanyak 1. lubang pemasukan bahan baku dan pengeluaran lumpur sisa hasil pencernaan (slurry).

Melalui serangkaian penelitian.2 kal maka akan didapatkan hasil total energi yang dihasilkan hanya dari jumlah penduduk adalah sebesar 30. Sampah organik ternyata juga dapat dimanfaatkan sebagai biogasoline yang merupakan campuran antara gasoline dan alkohol. Namun bila diolah menjadi pakan. dan 95. dan pembuatan pelet.feses sebanyak 100 juta kg feses/hari atau 1. yakni pakan ternak. dimana alkohol yang digunakan adalah alkohol dengan kadar kemurnian 95%. dan selanjunya etanol digunakan sebagai aditif pada bensin dengan perbandingan tertentu. Secara ekonomis pemanfaatan sampah untuk pakan ini sangat . Kemudian hasil fermentasi tersebut didestilasi sampai menghasilkan alkohol dengan kadar 90.30% sebanyak 2850 ml. Madura.30% sebanyak 485 ml.66 MW. pengeringan.14% sebanyak 320 ml. sampah tersebut dapat “dilewatkan” ke dalam perut ternak dan dapat menghasilkan daging dan pupuk organik dari kotoran ternak. Berdasarkan data dari hasil penelitian terhadap pengolahan sampah organik menjadi alkohol dan selanjutnya diolah menjadi biogasoline maka dapat ditarik kesimpulan sampah organik merupakan bahan baku yang dapat digunakan untuk membuat alkohol. Bali dan Lombok. 93. Bila sampah organik langsung dikomposkan maka produk yang diperoleh hanya pupuk organik. dilanjutkan dengan pencacahan. pembuatan alkohol dari sampah organik dilakukan dengan metoda fermentasi dalam ruang tertutup yang kemudian dilanjutkan dengan destilasi bertingkat untuk meningkatkan kadar alkoholnya. sampah organik dapat diproses menjadi produk yang lebih bernilai ekonomis. yang juga merupakan daerah dengan populasi sapi relatif tinggi dan sering mengalami masalah keterbatasan lahan untuk penanaman hijauan makanan ternak (HMT). pencampuran.5% dari bobot badan pada sapi bali selama 5 bulan. Menurut Kusuma (2010). fermentasi. Membuat pakan dari sampah dimulai dengan pemisahan sampah organik dan anorganik.125 juta kal/hari. Hasil penelitian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali menunjukkan bahwa penggunaan pakan komplit berbahan baku sampah sebanyak 1. Dengan demikian nilai tambah yang diperoleh lebih tinggi sekaligus dapat memecahkan pencemaran lingkungan dan mengatasi kekurangan pakan ternak. memberikan pertambahan bobot badan rata-rata 650 g/hari. Hasil pengolahan sampah organik dapat menghasilkan alkohol khususnya etanol dengan kadar awal 11.25 juta m3/hari atau 11. penepungan. Apabila dengan asumsi konversi 1 J = 4. sehingga dapat digunakan sebagai sumber bahan baku energi alternatif dimasa depan. Dari campuran bensin dan alkohol yang dihasilkan. biogasoline yang memiliki sifat – sifat fisika paling mendekati atau masih berada dalam interval sifat – sifat fisika bensin murni adalah biogasoline dengan campuran bensin dan alkohol dengan perbandingan bensin 90 ml dan alkohol 10 ml.42% sebanyak 215 ml. Hal ini tentu akan sangat bermanfaat bagi daerah-daerah padat penduduk seperti Jawa.

Menurut Annihayah (2006). Permasalahan yang timbal saling terkait sehingga diperlukan pendekatan secara komprehensif dan melibatkat semua pelaku utamanya. maka diperlukan kerjasama secara intensif dengan universitas. dan pakan ternak lebih bersifat profit dan ramah lingkungan karena dapat membantu mengurangi masalah penumpukan sampah dan pencemaran lingkungan. membina kerjasama antara TPS (Tempat Pembuangan Sementara). Pelaksanaan ide ini diperlukan kerjasama berbagai pihak di bidang yang terkait dengan pengelolaan sampah dan bidang usaha kecil menengah. LSM lingkungan. Industri pengolahan pupuk kompos. dan biogas memerlukan dukungan berupa pembinaan dari Kementrian UKM dan Koperasi serta bantuan pinjaman mikro dari bank setempat. ekonomis. sedangkan efeknya terhadap pertumbuhan sapi cukup baik. dan sosiopolitis. dan industri pengolahan daur ulang sampah dalam mensosialisasikan konsep pemisahan jenis sampah kepada masyarakat. Dukungan penuh dari Pemda maupun Pemkot dalam usaha pengelolaan sampah dan perizinan untuk mendirikan industri pengolahan pupuk kompos. Berdasarkan analisis ekonomi. Pihak yang Dapat Mengimplementasikan Gagasan Pengelolaan sampah merupakan suatu permasalahan yang cukup kompleks yang melibatkan pelaku utamanya yaitu pemerintah. diperlukan edukasi dasar bagi masyarakat untuk membiasakan diri memisahkan sampah organik dan anorganik dalam tempat sampah terpisah. Dari kajian-kajian yang diperoleh. masyarakat dan pelaku usaha. pakan ternak dan biogas juga sangat diperlukan. Oleh karena itu. dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan untuk memisahkan jenis sampah antara organik dan anorganik. Beberapa langkah yang perlu dilakukan demi tercapainya ide ini diantaranya. Langkah-Langkah Strategis Implementasi Gagasan . meskipun hanya dalam ranah sampah organik saja. 2006). Selain itu juga dapat membuka lapangan pekerjaan misalnya dengan membuka industri pengelolaan pakan ternak dan pupuk dari sampah organik atau perusahaan biogas yang pada akhirnya dapat mengurangi angka pengangguran di Indonesia. TPA (Tempat Pembuangan Akhir). penggemukan sapi dengan ransum komplit berbahan baku sampah memberikan keuntungan sekitar 200% dibandingkan dengan cara tradisional (Londra. Penanganan masalah sampah tidaklah mudah karena sangat kompleks mencakup aspek teknis.prospektif mengingat bahan dan biaya produksinya relatif murah. pupuk kompos. pakan ternak. fungsionalisasi sampah sebagai bahan bakar.

Untuk pengolahan sampah organik yang mulai membusuk. sampah melewati proses desinfektasi untuk menghilangkan kuman penyakit serta dehidrasi untuk pengeringan. organik segar. Diagram Alir Proses Pengolahan Sampah Organik Sampah yang berasal dari pasar tradisional. bSioetanol dan biogasoline serta dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak. sampah dapat diolah menjadi dua jenis yaitu biogas dan bioethanol. dan Pupuk Gambar 1. Dalam penelitian ini. Proses pemeliharaan pada pembangkit biogas sangat sederhana dan energi yang dihasilkan cukup besar yaitu 8900 kkal/m3 gas methan murni (Nurtjahya. dan sampah organik yang mulai membusuk. Menurut Bagus (2010). TPA. sampah juga dapat diolah kedalam bentuk lain seperti pengolahan menjadi sumber bahan bakar atau sumber energi yaitu dalam produk biogas. pembuatan alkohol dari sampah organik dilakukan dengan metoda fermentasi dalam ruang tertutup yang kemudian dilanjutkan dengan destilasi bertingkat untuk meningkatkan kadar alkoholnya. pengolahan sampah anorganik tidak dibahas.Langkah Pelaksanaan Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pakan Ternak. teknologi biogas adalah teknologi yang memanfaatkan proses fermentasi (pembusukan) dari sampah organik secara anaerobik (tanpa udara) oleh bakteri methan sehingga dihasilkan gas methan. Teknologi biogasoline merupakan campuran antara gasoline dan alkohol. Bahan Bakar. setelah disortir. yaitu : sampah anorganik. dsb. Pada prinsipnya. serta sisa pengolahannya dapat dijadikan pupuk kompos dibantu dengan penambahan bakteri dan nutrien. Pada sampah organik segar. Setelah itu penentuan ransum pakan sesuai dengan konsentrasi dan penambahan bahan pendukung untuk pakan ternak. 2003). peternakan. Selain dimanfaatkan sebagai pupuk kompos. disortasi berdasarkan jenisnya. yang dibahas adalah pengolahan sampah organik segar dan organik yang mulai membusuk. KESIMPULAN Sampah organik tidak selamanya slalu besifat merugikan bila diolah dan ditangani dengan benar dan kreatif. Bahan dari sampah organik serta bahan tambahan dicampur untuk kemudian menjadi pakan ternak dengan nutrisi lengkap. dan selanjunya etanol .

sampah melewati proses desinfektasi untuk menghilangkan kuman penyakit serta dehidrasi untuk pengeringan. Bila sampah organik diolah menjadi pakan. sampah tersebut dapat menghasilkan daging pada ternak dan pupuk organik dari kotoran ternak. Pada sampah organik segar.digunakan sebagai aditif pada bensin dengan perbandingan tertentu. Bahan dari sampah organik serta bahan tambahan dicampur untuk kemudian menjadi pakan ternak dengan nutrisi lengkap. Dengan demikian nilai tambah yang diperoleh lebih tinggi sekaligus dapat memecahkan pencemaran lingkungan dan mengatasi kekurangan pakan ternak. Sampah organik juga dapat olah menjadi produk yang lebih bernilai ekonomis. setelah disortir. . yakni pakan ternak. Dalam penelitian ini. Setelah itu penentuan ransum pakan sesuai dengan konsentrasi dan penambahan bahan pendukung untuk pakan ternak. sampah yang digunakan adalah sampah organik segar dan organik yang mulai membusuk.