Anda di halaman 1dari 23

Studi kelayakan bisnis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa

Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia
Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi artikel. Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini.

Studi kelayakan sangat diperlukan oleh banyak kalangan, khususnya terutama bagi para investor yang selaku pemrakarsa, bank selaku pemberi kredit, dan pemerintah yang memberikan fasilitas tata peraturan hukum dan perundang-undangan, yang tentunya kepentingan semuanya itu berbeda satu sama lainya. Investor berkepentingan dalam rangka untuk mengetahui tingkat keuntungan dari investasi, bank berkepentingan untuk mengetahui tingkat keamanan kredit yang diberikan dan kelancaran pengembaliannya, pemerintah lebih menitik-beratkan manfaat dari investasi tersebut secara makro baik bagi perekonomian, pemerataan kesempatan kerja, dll.

Mengingat bahwa kondisi yang akan datang dipenuhi dengan ketidakpastian, maka diperlukan pertimbangan-pertimbangan tertentu karena di dalam studi kelayakan terdapat berbagai aspek yang harus dikaji dan diteliti kelayakannya sehingga hasil daripada studi tersebut digunakan untuk memutuskan apakah sebaiknya proyek atau bisnis layak dikerjakan atau ditunda atau bahkan dibatalkan. Hal tersebut diatas adalah menunjukan bahwa dalam studi kelayakan akan melibatkan banyak tim dari berbagai ahli yang sesuai dengan bidang atau aspek masing-masing seperti ekonom, hukum, psikolog, akuntan, perekayasa teknologi dan lain sebagainya. Dan studi kelayakan biasanya digolongkan menjadi dua bagian yang berdasarkan pada orientasi yang diharapkan oleh suatu perusahaan yaitu berdasarkan orientasi laba, yang dimaksud adalah studi yang menitik-beratkan pada keuntungan yang secara ekonomis, dan orientasi tidak pada laba (social), yang dimaksud adalah studi yang menitik-beratkan suatu proyek tersebut bisa dijalankan dan dilaksanakan tanpa memikirkan nilai atau keuntungan ekonomis.

PENGERTIAN Jadi pengertian studi kelayakan peroyek atau bisnis adalah penelitihan yang menyangkut berbagai aspek baik itu dari aspek hukum, sosial ekonomi dan budaya, aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologi sampai dengan aspek manajemen dan keuangannya, dimana itu semua digunakan untuk dasar penelitian studi kelayakan dan hasilnya digunakan untuk mengambil keputusan apakah suatu proyek atau bisnis dapat dikerjakan atau ditunda dan bahkan ditadak dijalankan.

RUANG LINGKUP Aspek yang terdapat pada studi kelayakan proyek atau bisnis yang terdiri dari berbagai aspek yang sudah disebutkan di atas antara lain :

1. Aspek hukum Berkaitan dengan keberadaan secara legal dimana proyek akan dibangun yang meliputi ketentuan hukum yang berlaku termasuk : a. Perijinan : i) Izin lokasi : • sertifikat (akte tanah), • bukti pembayaran PBB yang terakhir, • rekomendasi dari RT / RW / Kecamatan ii) Izin usaha : • Akte pendirian perusahaan dari notaris setempat PT/CV atau berbentuk badan hukum lainnya. • NPWP (nomor pokok wajib pajak) • Surat tanda daftar perusahaan • Surat izin tempat usaha dari pemda setempat • Surat tanda rekanan dari pemda setempat • SIUP setempat • Surat tanda terbit yang dikeluarkan oleh Kanwil Departemen Penerangan

2. Aspek sosial ekonomi dan budaya Berkaitan dengan dampak yang diberikan kepada masyarakat karena adanya suatu proyek tersebut : a. Dari sisi budaya Mengkaji tentang dampak keberadaan peroyek terhadap kehidupan masyarakat setempat, kebiasaan adat setempat. b. Dari sudut ekonomi Apakah proyek dapat mengubah atau justru mengurangi income per capita panduduk setempat. Seperti seberapa besar tingkat pendapatan per kapita penduduk, pendapatan nasional atau upah rata-rata tenaga kerja setempat atau UMR, dll.

Aspek pasar dan pemasaran Berkaitan dengan adanya peluang pasar untuk suatu produk yang akan di tawarkan oleh suatu proyek tersebut : • Potensi pasar • Jumlah konsumen potensial. jenis mesin. Aspek manajemen Berkaitan dengan manajemen pembangunan proyek dan operasionalnya. dokumen. Dan dari segi sosial Apakah dengan keberadaan proyek wilayah menjadi semakin ramai. adanya jalur komunikasi.c. kecenderungan permintaan masa lalu. menyangkut tentang starategi yang digunakan untuk meraih sebagian pasar potensial atau pelung pasar atau seberapa besar pengaruh strategi tersebut dalam meraih besarnya market share. 3. preferensi konsumen. dll. dan pemilihan teknologi yang sesuai. Tentang perkembangan/pertumbuhan penduduk : • Daya beli. 4. 5. atau peralatan lainnya yang sesuai dengan kapasitas produksi. kebiasaan. lalulintas semakin lancar. • Pemasaran. kuesioner. 2009 oleh plantus . dll. lay out. pendidikan masyarakat setempat. Aspek teknis dan teknologi Berkaitan dengan pemilihan lokasi peroyek. 6. Untuk melihat apakah suatu proyek layak atau tidak dilakukan dengan membandingkan keinginan investor atau pihak yang terkait dengan sumber data yang terkumpul. USAHA PEMBIBITAN TANAMAN BUAH Januari 27. konsumen yang mempunyai keinginan atau hasrat untuk membeli. ASPEK KEUANGAN. Untuk mendapatkan itu semua dengan cara wawancara. Aspek keuangan Berkaitan dengan sumber dana yang akan diperoleh dan proyeksi pengembaliannya dengan tingkat biaya modal dan sumber dana yang bersangkutan. penerangan listrik dan lainnya. kemampuan konsumen dalam rangka membeli barang mencakup tentang perilaku.

masukan dari instansi terkait dan pustaka yang mendukung sehingga akan diperoleh gambaran secara utuh tentang aspek keuangan usaha pembibitan tanaman buah-buahan. Bibit yang tidak laku terjual akan ditanam kembali dan dapat dijual kembali bila sewaktu-waktu ada yang memerlukannya Asumsi Analisis keuangan usaha pembibitan tanaman buah-buahan perlu dilakukan untuk mengetahui gambaran umum mengenai pendapatan dan pengeluaran/biaya. Luas lahan pembibitan tanaman buah-buahan adalah 1 ha terdiri dari 0. kemampuan melunasi kredit. pohon induk penghasil mata tempel dan biji untuk batang bawah.1 Pemilihan periode proyek 3 tahun disebabkan oleh umur ekonomis peralatan yang digunakan rata-rata mencapai 3 tahun. Usaha pembibitan tanaman buah-buahan harus memperhatikan ketersediaan air sepanjang tahun. rambutan Binjai. Ukuran ini adalah ukuran untuk partai besar/borongan. Mata tempel dan biji untuk batang bawah dibeli dari petani buah. Asumsi-asumsi yang digunakan dapat dilihat pada Tabel 5. Jenis kredit yang digunakan adalah Kredit Modal Kerja (KMK) dengan jangka waktu pengembalian kredit adalah 12 bulan (1 tahun). 0.Pemilihan Pola UsahaPola usaha yang dipilih adalah pola usaha polikultur sesuai dengan pola usaha di daerah survei dengan menggunakan teknik konvensional yakni pembibitan di lahan sawah. mangga Arumanis dan Lalijiwa. Untuk melakukan analisis keuangan tersebut digunakan beberapa asumsi dan parameter keuangan yang didasarkan pada hasil pengamatan di lapangan. Internal Rate of Return (IRR). Biaya dalam analisis keuangan berdasarkan harga bahan baku. Proses pembibitan tanaman buah-buahan mulai dari pengolahan tanah sampai dengan panen mencapai 14 bulan (1 musim tanam). Asumsi total kehilangan hasil sebesar 30% . Tanaman yang ditangkar yakni durian Kani. Lebak Bulus dan Rapiah masing-masing 0.45 ha pembibitan rambutan (untuk Binjai. sarana produksi dan upah tenaga kerja pada tahun 2004/2005 (musim tanam 2004). serta kelayakan usaha ditinjau dari beberapa kriteria kelayakan finansial seperti Net Present Value (NPV).20 ha pembibitan mangga terdiri dari 2/3 mangga Arumanis dan 1/3 mangga Lalijiwa dan 0. Pay back Period (PBP) dan Net Benefit/Cost Ratio (Net B/C). Produk dari usaha ini adalah bibit yang berlabel dengan tinggi 30-40 cm.15 ha).35 ha pembibitan durian. Harga jual bibit berdasarkan harga jual tahun 2005 (Tabel 3.3) dan diasumsikan harga sama pada tahun berikutnya. Lebak Bulus dan Rapiah.

Tenaga kerja tetap. Dari hasil survei.(saat okulasi 20% ditambah 10% setelah okulasi).000 40 400 20 Rp/buah 150 . Produksi bibit buah ditentukan oleh jumlah order/pesanan dan ketersediaan pohon induk penghasil mata tempel dengan produksi bibit setiap tahun adalah sama yaitu 70.000 per orang per bulan. Asumsi dan parameter yang digunakan dalam analisis keuangan selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 1 Tabel 5. Bibit yang tidak laku terjual dapat dijual kembali pada tahun berikutnya. Bibit yang berhasil dijual tiap tahun sebesar 80 % dari total produksi bibit tiap tahun. termasuk didalamnya tenaga kerja manajerial berjumlah 8 orang dengan upah Rp 500. Asumsi Analisis Keuangan No Asumsi Satuan Hari Bulan Jumlah 25 12 8 • Hari kerja per bulan • Bulan kerja per tahun 9 Penggunaan tenaga kerja • Tenaga manajerial • Tenaga kerja tetap • Tenaga kerja borongan 10 Upah tenaga kerja • Tenaga kerja tetap • Tenaga kerja borongan 11 Sarana produksi • Plastik • Karung/keranjang • Pestisida • Pupuk urea • Pupuk kandang 12 Harga sarana produksi • Biji batang bawah durian. Orang Orang Orang 8 15 Rp/orang/hari 20.000 Rp/bibit 100 Bal Buah Liter Kg Ton 33 70. pemilik usaha pembibitan tanaman buahbuahan sekaligus bertindak sebagai tenaga kerja manajerial yang gajinya sama dengan tenaga kerja tetap.1.000 bibit.

Secara rinci jadwal kegiatan usaha pembibitan tanaman buah-buahan dapat dilihat pada Tabel 5.000 165 15. Mangga c. mangga dan rambutan) mulai dari pengolahan tanah. pembuatan bedengan hingga panen berlangsung selama 14 bulan untuk satu musim tanam. Jadwal Kegiatan Usaha Pembibitan Tanaman Buah-buahan Rp/buah Rp/buah Rp/buah Rp/bal Rp/buah Rp/liter Rp/kg Rp/ton Rp/bibit Persen 70 125 70 4.2. Durian b.100 200.000 100 60.000 1.2. Rambutan • Plastik • Karung/keranjang • Pestisida • Pupuk urea • Pupuk kandang 13 Biaya sertifikasi bibit 14 Bunga Kredit Modal Kerja 15 Proporsi kredit dan dana sendiri untuk Modal Kerja • Kredit • Dana sendiri 16 Jangka waktu pinjaman Sumber: Lampiran 1 Jadwal kegiatan usaha pembibitan tanaman buah-buahan seluas 1 hektar dengan pola usaha polikultur (durian. Tabel 5.75 Persen Persen Tahun 35 65 1 No Bulan Uraian Kegiatan 1 Desember Pengolahan tanah 2 Januari 3 Februari Pembuatan bedengan Penyemaian biji untuk batang bawah sebanyak 100.mangga dan rambutan • Mata tempel a.000 biji .

000batang bawah.4 Maret-Juni Pemeliharaan batang bawah Okulasi tahap I sebanyak 100. Dengan tingkat keberhasilan 60% maka jumlah bibit yangberhasil hidup setelah okulasi sebanyak 60. . sewa lahan.000 mata tempel untuk 40. Sedangkan biaya operasional diperlukan pada saaat prosesproduksi mulai dilakukan Biaya Investasi Biaya investasi diperlukan untuk memulai usaha pembibitan tanaman buah-buahan meliputi biaya perizinan.000batang bawah.000 Secara rinci jenis investasi dan kebutuhan biaya masing-masing investasi dapat dilihat pada Tabel 5. bangunan dan peralatan.3 berikut.000 bibit Panen terdiri dari pendongkeran dan pengangkutan bibit hasilokulasi sebanyak 70.000 mata tempel untuk 100.000 bibit 5 Juli 6 Agustus Pemeliharaan bibit hasil okulasi. Pada September7 tahap ini diperkirakanjumlah kematian Desember bibit sebanyak 10.000 bibit (tingkat keberhasilan sampai dengan panensebesar 70%) 8 Januari Biaya Investasi dan Operasional Struktur biaya yang diperlukan untuk usaha pembibitan tanaman buah-buahanterdiri dari biaya investasi dan biaya operasional. Biaya investasi ini bersifat tetap (fixed) dan harus dikeluarkan pada tahun ke-0 sebelum melakukan usaha. Jumlah investasi yang dibutuhkan untuk usaha pembibitan tanaman buah-buahan adalah Rp 65. Jumlah bibit yangberhasil hidup setelah okulasi tahap I dan II yaitu 80. Dengan tingkat keberhasilan 50% maka jumlah bibit yangberhasil hidup setelah okulasi sebanyak 20.000 bibit Okulasi tahap II sebanyak 40. Biaya investasiadalah biaya awal yang diperlukan sebelum kegiatan operasionaldilakukan.000 bibit.620.

tenaga kerja borongan dan biaya sertifikasi bibit.Selama periode proyek. sarana produksi dan biaya sertifkasi bibit juga tetap.000 2 Sewa Lahan 1 Hektar 3 Bangunan dan Peralatan a. jumlah bahan baku.000. Kebutuhan Biaya Operasional per Tahun No Uraian Jumlah Biaya (Rp) .000 36. Besarnya biaya operasional ini tergantung pada luas areal tanah. Kebutuhan Biaya Investasi Usaha Pembibitan Tanaman Buah-buahan No 1 Perijinan Uraian Jumlah Biaya (Rp) 1.000000 62.4. Biaya operasional umumnya merupakan biaya tidak tetap (variabel cost) yang terdiri dari biaya bahan baku.162. Total biaya operasional yang dibutuhkan pada tahun pertama sejumlah Rp 131.4 berikut ini. NPWP dan SIUP.000. Biaya perizinan meliputi Tanda Daftar Pedagang (TDP). Biaya overhead meliputi biaya listrik. Komponen biaya investasi usaha pembibitan tanaman buah-buahan secara rinci terdapat pada Lampiran 2.000 Biaya operasional merupakan biaya yang diperlukan dalam memproduksi bibit tanaman buah-buahan.000 3. Semakin luas areal tanam maka biaya operasional semakin tinggi. Tabel 5.620.620.3. sarana produksi. Tabel 5. Biaya operasional usaha pembibitan tanaman buah-buahan dapat dilihat pada Tabel 5. Peratalan Jumlah Biaya Operasional 25. Bangunan b. biaya telepon dan tenaga kerja tetap. biaya operasional juga meliputi juga biaya overhead yang merupakan biaya tetap yang harus dikeluarkan setiap bulannya dan sifatnya tidak langsung.000 dan pada tahun selanjutnya diasumsikan konstan karena luas areal tanam tetap. Selain biaya tidak tetap. terdapat komponen investasi yang harus melakukan reinvestasi pada tahun-tahun berikutnya yakni sewa lahan sedangkan biaya perizinan dikeluarkan sekali saja pada awal usaha.

162.000terdiri dari kredit modal kerja sebesar Rp 45. Secara keseluruhan besarnya dana untuk investasi dan modal kerja usaha pembibitan tanaman buah-buahan mencapai Rp 196.550.1 Biaya Variabel a.000 13. pihak bank mensyaratkan bahwa penangkar harus mempunyai dana investasi sendiri. Biaya bahan baku b.5.000 26. . Tenaga kerja borongan tergantung pada jumlah produksi bibit. Dari tabel 5.340. Biaya listrik b. Biaya tenaga kerja tetap Jumlah 600.255. dapat diketahui bahwa untuk kebutuhan investasi dibutuhkan dana sebesar Rp 65. Kebutuhan biaya operasional yang dibutuhkan dalam usaha pembibitan tanaman buah-buahan per tahun secara rinci dapat dilihat padaLampiran 3.972. Biaya listrik dan telepon juga diasumsikan tetap tiap tahunnya.000.000 44. Biaya saprotan c.000 48. Kebutuhan Investasi dan Modal Kerja Sumber dana untuk usaha pembibitan tanaman buah-buahan berasal dari dana sendiri dan kredit perbankan.200.000 sedangkan untuk kebutuhan modal kerja dibutuhkan dana sebesar Rp 131. Biaya telepon c.000 1. Biaya sertifikasi bibit 2 Biaya Overhead a.906. Tenaga kerja borongan bersifat tidak tetap yang diupah Rp 100 untuk setiap bibit sehingga besarnya upah tidak tergantung jumlah tenaga kerja yang digunakan. Tenaga kerja borongan d.300 atau 65%. Dana investasi seluruhnya berasal dari dana sendiri.700 atau 35% dan dana sendiri sebesar Rp 85.000 11.000.782. Kegiatan yang dilakukan tenaga kerja borongan meliputi okulasi.000 131.000. sedangkan dana modal kerja berasal dari kredit bank dan dana sendiri dengan perbandingan 35% kredit bank dan 65% dari dana sendiri. Untuk mendapatkan kredit. pendongkeran dan pengangkutan bibit ke showroom.620.000 Upah tenaga kerja tetap yang terlibat dalam usaha ini tidak mengalami kenaikan karena menyesuaikan dengan upah minimum provinsi.162.

Tabel 5. Kredit b.) Tabel 5.105 4. Dana Sendiri Jumlah Dana Investasi 2 Dana Modal Kerja a. Angsuran Pokok dan Angsuran Bunga.315 4.558 Bulan 3 3.825.08442. Kredit b.700 85.6.255.377. Kredit b.162. Dana Sendiri Jumlah Dana Proyek 23.906.300 196.000 0% 100% 0 65. Kebutuhan Modal Investasi dan Modal Kerja No Uraian Persentase Total Biaya (Rp) 1 Dana Investasi a.327.700 150.430.000 65.700 Bulan 1 3.025 .782.000 Dana yang berasal dari bank yaitu KreditModal Kerja akan dikembalikan dalam jangka waktu 1 tahun dengan bunga15.081.000 35% 65% 45.558 Bulan 2 3.75% dengan angsuran dibayarkan setiap bulan (Tabel 5. Dana Sendiri Jumlah Dana Modal Kerja 3 Total Dana Proyek a.142 552.906.906.620.558 602.525 4. Angsuran Angsuran Total Periode Pokok Bunga Angsuran Saldo Akhir 45.255.87338.583 502.825.66334.620.6.428.5.825.875.67% 45.33% 76.300 131.

976.61115.277.558 Bulan 6 3.651. mangga 14.263 4.467 401.825. Total kehilangan hasil pembibitan diasumsikan 30% dan sama setiap tahunnya sehingga jumlah total produksi bibit tiap tahun 70. Sedangkan untuk rambutan baik itu rambutan Binjai.875.916.825.61111.979 3.117 100.925.558 Bulan 9 3.825.500 bibit dan Lalijiwa 3. Lebak Bulus dan Rapiah masing-masing 10. Lebak Bulus maupun Rapiah dijual dengan harga Rp 2000/bibit.825.500 bibit sebagaimana terlihat pada Tabel 5.000 bibit .000 dari produksi 70.823. rambutan Binjai.Bulan 4 3.558 3.476 4.842 4. Jumlah bibit terjual diasumsikan 80% dari total produksi bibit dan bibit yang tidak terjual dapat dijual kembali pada tahun berikutnya.233 200.45230.792 251.177.500 bibit.127.631 3. bibit yang terjual adalah 56.558 Bulan 7 3.210 3.908 351. mangga Arumanis Rp 2500/bibit dan mangga Lalijiwa Rp 3000/bibit.24226.558 451.825.076.115 Produksi dan Pendapatan Bibit tanaman durian.000 bibit terdiri dari durian Kani 24.825.953.558 Bulan 5 3.000 bibit terdiri dari Arumanis 10.350 301.210 3.03222.825.190 7.778.052 4.82119.126.41549.227.558 Bulan 10 Bulan 11 Bulan 12 3.894 4.7.906. mangga dan rambutan diproduksi setahun sekali.604.825.769 0 Total 1 45.684 4.675 150.558 Bulan 8 3.500 bibit. Pada tahun ke-1.825.558 3.825.302.476.026.558 50. Bibit yang dihasilkan berukuran 30-40 cm dan dijual secara borongan dengan harga jual bibit durian Kani Rp 4000/bibit.700 Tahun 3.

000 bibit ditambah sisa produksi bibit tahun kedua sehingga diperoleh pendapatan Rp 196. Mangga Arumanis dan Lalijiwa c.500 70. Rambutan Binjai.456. 50.600 11. Mangga Arumanis dan Lalijiwa Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 24.000.500 70.080.888 25.840.000 97.200 23. Lebak Bulus dan Rapiah Jumlah Pendapatan Bibit : a.200.500 70.400.sehingga diperoleh pendapatan sebesar Rp 158. Lebak Bulus dan Rapiah Jumlah Nilai (Rupiah) a.200 56.250.000 30.240 67.000 24.440 78.500 14.500 14.000.000 31.000 62.440 bibit dari produksi 70. Durian Kani b.000 29.400.000 . Pada tahun ke-2.946. Secara rinci proyeksi produksi dan pendapatan dapat dilihat pada Lampiran 4 dan Lampiran 6.400.000 35.000 c.168.200 31. Rambutan Binjai. Rambutan Binjai.216.520 13. Durian Kani b. Mangga Arumanis dan Lalijiwa c.000 19.000 31.440 24. Pada tahun ke-3.000.000 31. Tabel 5.248 69.7.000 bibit ditambah sisa produksi bibit tahun pertama sehingga diperoleh pendapatan Rp 189.000 60.304 13.480.000 36.000 24.000 94.500 14. Durian Kani b. bibit yang terjual adalah 67.200 bibit dari produksi 70. bibit yang terjual adalah 69. Proyeksi Produksi dan Pendapatan Usaha Pembibitan Tanaman Buah-buahan Uraian Produksi (bibit) a.

317.271.074 Rata-rata keuntungan bersih selama 3 tahun mencapai Rp 23.840.278.000196.921.100 dengan profit on sales sebesar 18.000152.621. Proyeksi Laba Rugi Usaha dan Break Even Point per Tahun No A B C Uraian Total Pendapatan Total Pengeluaran L/R Sebelum Pajak Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 158.840.700 6.78% 18.8.98% dan BEPRp 121.000189. Sementara rata-rata Break Even Point (BEP) dalam rupiah selama 3 tahun mencapai Rp 133.000 43.238 5.252.478.98% G BEP : Rupiah 154.900 D Pajak (15%) E F Laba Setelah Pajak Profit on Sales 1.243.235.100 1.585 37.03% dan Break Even Point (BEP) dalam rupiah adalah Rp 154. Potensi keuntungan tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun hingga tahun ketiga memperoleh keuntungan bersih Rp 37.300 37.415 152.693 124.243.000 1.168.019 per tahun.000 189.000 156. Proyeksi Arus Kas dan Kelayakan Proyek Proyeksi arus kas dilakukan untuk mengetahui kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya ke pihak lain dan tetap mendapatkan keuntungan .8.235.030.03% 16. Secara rinci ptoyeksi laba dan rugi dan BEP dapat dilihat pada Lampiran 7.362.Lebak Bulus dan Rapiah Jumlah 158.074 (Tabel 5.570.633.347 dengan profit on sales sebesar 1.000198.000 288.317.467 per tahun sedangkan profit on sales rata-rata mencapai 12.) Tabel 5. Perhitungan proyeksi laba dan rugi menunjukkan bahwa pada tahun pertama usaha pembibitan tanaman buah-buahan memperoleh keuntungan sebesar Rp 1.362.693.26% per tahun.806.856.200.291121.633.000 Proyeksi Laba Rugi dan Break Even Point Proyeksi laba rugi merupakan suatu gambaran potensi keuntungan atau kerugian yang akan diperoleh dari suatu usaha atau proyek.200.168.347 31.

Analisis sensitivitas dilakukanpada 3 skenario atau kondisi perubahan yaitu : 1.75% per tahun memiliki NPV positif yaitu sebesar Rp34.53 2. Net Present Value (NPV). Tabel 5.75%) 2 IRR 3 Net B/C Ratio 4 PBP (Tahun) Analisis Sensitivitas Analisis sensitivitas kelayakan usahaperlu dilakukan untuk mengetahui sampai seberapa besar (dalam persen)perubahan dari pengeluaran dan atau pendapatan.Sementara PBP adalah 2. Penurunan pendapatan dapat terjadi karena harga jual bibit tanaman .08 tahun yang menunjukkan investasi usahaPembibitan Tanaman Buah-buahan yang besarnya mencapai Rp 65. Dengan demikianusaha Pembibitan Tanaman Buah-buahan layak dilaksanakan sampai tingkatsuku bunga 41.93%. Net B/C ratiolebih kecil dari satu dan IRR di bawah tingkat suku bunga.00 <3 1 NPV (15.75% > 1.769. IRR yang lebih tinggi dari tingkat suku bunga yaitusebesar 41.769.93% dan Net B/C ratio lebih besar dari 1 yaitu 1.9.53. Dalam pengertian NPV negatif.(proyeksi arus kas masuk dan arus kas keluar).9. Dalam analisis arus kas juga dilakukan perhitungan kelayakan usaha yaitu Net Benefit/Cost Ratio (Net B/C Ratio).91 6 41.916. Secara ringkas.93% 1. Internal Rate of Return (IRR) dan Pay Back Period (PBP). sehingga proyek initidak layak dilaksanakan. Skenario I : Penurunan pendapatan Pada skenario ini terjadi penurunan pendapatan sementara biaya investasi dan operasional tetap. Hasilperhitungan menunjukkan bahwa usaha pembibitan tanaman buahbuahanmerupakan usaha yang menguntungkan secara finansial karena pada tingkatsuku bunga 15. Hal inidisebabkan karena proyeksi pendapatan dan pengeluaran didasarkan padaasumsi yang memiliki ketidakpastian.000dapat tertutup kembali selama 2 tahun usaha berjalan.620. Proyeksi arus kas secara rinci dapat dilihat pada Lampiran 8.08 JustifikasiKelayaka n >0 > 15. kriteria kelayakan dan nilainyadapat dilihat pada Tabel 5. Kelayakan Usaha Pembibitan Tanaman Buah-buahan No KriteriaKelayaka n Nilai Rp 34.

tenaga kerja borongan dan biaya sertifikasi bibit. Tabel 5. Skenario II : Kenaikan biaya variabel (produksi) Pada skenario ini. 2.10 dan Lampiran 9 dan Lampiran 10. biaya variabel mengalami kenaikan sedangkan biaya investasi. sarana produksi.Rp 1. Pada saat terjadi penurunan pendapatan usaha pembibitan tanaman buah-buahan menjadi sensitif terhadap penurunan pendapatan pada kisaran 8-9%. Kenaikan biaya variabel dapat terjadi apabila harga input meningkat seperti bahan baku bibit. Hasil analisis sensitivitas akibat penurunan pendapatan sabagaimana terlihat pada tabel 5. Tabel 5.buah-buahan mengalami penurunan ataupun penurunan volume penjualan. IRR berada di bawah tingkat suku bungayang berlaku yakni 15. Hasil Analisis Sensitivitas Proyek Skenario I No Kriteria Kelayakan Pendapatan Turun 8% Rp 2. Pada saat terjadi peningkatan biaya variabel usaha pembibitan tanaman buah-buahan menjadi sensitif pada kisaran 18-19%.75%. biaya overhead dan pendapatan dianggap tetap.667.06 1 NPV (15.11.62% 1.11 dan Lampiran 11 dan Lampiran 12.358 14. Tetapijika pendapatan turun sampai 9%. Hasil analisis sensitivitas akibat kenaikan biaya variabel dapat dilihat pada Tabel 5.91 tahun.10.04 2. Hasil Analisis Sensitivitas Proyek Skenario II No Kriteria Kelayakan Biaya Variabel Naik 18% 19% .97 3.228 17. danjangka waktu pengembalian investasi (PBP) sebesar 2.381. IRR lebih besar daritingkat suku bunga yang berlaku yakni 15. Net B/C berada di bawah 1 dan jangka waktupengembalian investasi (PBP) melebihi umur proyek.75%) 2 IRR 3 Net B/C Ratio 4 PBP (Tahun) Dari tabel tersebut dapat diketahuibahwa jika pendapatan turun sampai 8% maka proyek tersebut masih layakuntuk dilaksanakan karena nilai NPV masih positif. proyek tersebut tidak layak untukdilaksankan karena NPV negatif.91 9% .75% dan Net B/C di atas 1.43% 0.

Hasil Analisis Sensitivitas Proyek Skenario III No Kriteria Kelayakan Pendapatan Turun dan Biaya Variabel Naik 5% Rp 5. Net B/C kurang dari satu dan jangka waktu pengembalian investasi (PBP) lebih dari umur proyek.81 6% . Tabel 5.12.911 19. Skenario III : Penurunan pendapatan dan kenaikan biaya variabel (produksi) Pada skenario ini terjadi penurunan pendapatan sekaligus terjadi peningkatan biaya varibel pada saat yang bersamaan dengan persentase yang sama. 3. Hasil analisis sensitivitas akibat penurunan pendapatan dan peningkatan biaya variabel dapat dilihat pada Tabel 5. IRR berada di bawah tingkat suku bunga yang berlaku. Net B/C Ratio berada di atas 1 dan PBP sebesar 2.03 2. Tetapi pada kenaikan biaya variabel sampai 19% proyek ini tidaklayak dilaksanakan karena nilai NPV negatif.33% 0.12 dan Lampiran 13 dan Lampiran 14.75%) 2 IRR 3 Net B/C Ratio 4 PBP (Tahun) Jika pendapatan turun dan biaya variabel naik masing-masing 5% maka proyek tersebut masih layak untuk dilaksanakan karena nilai NPV masih positif.568 15.Rp 530.94tahun. . proyek tersebut tidak layak untuk dilaksanakan karena nilai NPV negatif. Tetapi jika penurunan pendapatan dan kenaikan biaya variabel adalah 6%. Pada saat terjadi penurunan pendapatan dan peningkatan biaya variabel usaha pembibitan tanaman buah-buahan menjadi sensitif pada kisaran 5-6%.00 3.10% 1.8 tahun.02 1 NPV (15.68% 1.1 NPV (15.08 2.88 3.75%. IRR lebih besar dari tingkat suku bunga yang berlaku yaitu 15.94 .743.00 Pada kenaikan biaya variabel sampai 18%mengindikasikan proyek tersebut masih layak untuk dilaksanakan karenanilai NPV masih positif.Rp 91. Net B/C Ratio masih berada di atas 1 dan PBP selama 2.247 17.92% 1. IRR berada di bawahtingkat suku bunga yang berlaku. IRR lebih besar dari tingkat suku bungayang berlaku.490 15.352.75%) 2 IRR 3 Net B/C Ratio 4 PBP (Tahun) Rp 1.

sedangkan pada kenaikan biaya variabel sebesar 18% proyek masih layak dilaksanakan. Peluang pasar bibit tanaman buah-buahanmasih terbuka dan berpotensi memberikan peluang bagi pengembanganagribisnis buah-buahan. usaha pembibitan ini menyebabkan berkembangnya usaha-usaha baru seperti buruh angkut.KESIMPULAN 1. 3. 2. dikelola sederhana dan merupakan usaha perseorangan. disebabkanoleh minimnya informasi yang diperoleh penangkar mengenai jumlahpermintaan dan adanya permainan harga yang dilakukan oleh pedagang ataupengumpul yang bermodalkan besar. pembuatan keranjang. ASPEK SOSIAL EKONOMI Dalam pelaksanaan studi lapangan diketahui bahwa sebagian besar penangkar bibit di Kecamatan Sawan dan Kabutambahan dapat menyisihkan pendapatan dari usaha ini dalam bentuk tanah. pedagang batang bawah dan pedagang mata tempel atau entres. Menurut masyarakat sekitar usaha ini berdampak positif bagi lingkungan sekitar terutama sekitar showroom karena lingkungan menjadi asri dan indah. pedagang biji-bijian. Penangkar juga mempunyai usaha lain yang mendukung usaha pembibitan yakni kebun buah. kendaraan bermotor dan rumah. Hal ini terbukti dengan penurunan pendapatan 9% proyek sudah tidak layak. Usaha pembibitan tanaman buah-buahandilakukan di lahan persawahan (konvensional) dengan teknologisederhana. Bagi masyarakat sekitar. Dari hasil analisis keuangan secara keseluruhan dapat diketahui bahwa usaha pembibitan tanaman buah-buahan cukup menguntungkan dan layak untuk dilaksanakan. . peluang pengembangan usaha pembibitan tanamanbuah-buahan di Indonesia masih banyak tersedia di berbagai daerah. Dari sisi pendapatan daerah usaha ini hanya memiliki kontribusi 1% meskipun demikian usaha ini mampu menjadi ikon bagi daerah Buleleng sehingga kabupaten ini terkenal sebagai pusat pembibitan tanaman buah-buahan di daerah Bali.Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa penurunan pendapatan lebih sensitif dibandingkan dengan kenaikan biaya variabel. ASPEK DAMPAK LINGKUNGAN Berdasarkan hasil wawancara sampai saat ini belum diketahui secara pasti dampak negatif yang disebabkan dari usaha ini. Kendala yang dihadapi penangkar dalampengembangan usaha pembibitan tanaman buah-buahan adalah ketergantunganpasar terhadap pesanan dari pedagang besar. Usaha pembibitan tanaman buah-buahan mampu menyerap tenaga kerja cukup tinggi dan mengurangi pengangguran. Masalah ini. Dilihat dari potensi sumber daya alam dansumber daya manusia.

Danainvestasi seluruhnya berasal dari dana sendiri. 8. Pada tingkat penurunan pendapatan tersebut proyek ini tidaklayak untuk dilaksanakan. Kendala produksi pembibitan tanamanbuah-buahan adalah ketersediaan mata tempel. proyek ini tidak layak untuk dilaksanakan. maka usaha pembibitan tanaman buah-buahan dinilaiLAYAK untuk dijalankan.916. Hal ini tercermin pula dari nilai IRRyang mencapai 41.53. Untuk menjaga kestabilan harga baik harga bibit dan harga sarana produksi serta harga jual bibit. Berdasarkan hasil analisis kelayakan usahapembibitan tanaman buah-buahan. kondisi iklim dan cuaca pada saat okulasi dan pendongkeran. dengan kemampuan mendatangkan hasilpenjualan yang tinggi para pengrajin mampu mengembalikan modal dalamwaktu 2.08 tahun. baik di tingkat daerah atau nasional. Usaha pembibitan tanaman buah-buahanmemberikan usaha tambahan yakni kebun buah bagi penangkar dan peluangkerja dan usaha bagi masyarakat setempat. 10. 5. 12.93% dengan NPV Rp 34. Hasil analisis keuangan tersebutmenunjukkan bahwa pembibitan tanaman buah-buahan merupakan proyek yangmenguntungkan. Pada tingkat kenaikan biaya variabeltersebut proyek ini tidak layak untuk dilaksanakan.Pada tingkat penurunan pendapatan dan kenaikan biaya variabel sampai8%. biaya tetapdan pendapatan adalah tetap. >Usaha pembibitan tanaman buah-buahan perlu menggunakan alternatif teknik budidaya yang baru dan lebih menguntungkan seperti kultur jaringan 4. 6. penangkar harus mengoptimalkan fungsi asosiasi atau perkumpulan penangkar bibit. 7. Perlu diadakannya diversifikasi bibit mengingat beragamnya buah unggulan Indonesia.> 2.769. secara ekonomi usaha ini jugamemiliki masa depan yang cerah dan layak dibiayai perbankan. Analisis sensitivitas terhadap perubahanpendapatan menunjukkan bahwa proyek ini sensitif terhadap penurunansampai dengan 11% dengan asumsi biaya investasi dan operasional adalahtetap. Analisis sensitivitas terhadap perubahanbiaya variabel menunjukkan bahwa proyek ini sensitif terhadap kenaikanbiaya variabel sampai 24%.4. Pihak-pihak yang terkait usaha ini perlu untuk mengambil inisiatif agar bibit dari Indonesia dapat menembus pasar luar negeri.Disamping secara sosial memiliki manfaat.. Usaha pembibitan tidak menimbulkanpencemaran dan limbah berbahaya SARAN 1. ketersediaan biji atauseedling.dan Net B/C Ratio 1. 11. Sumber dana untuk usaha pembibitan tanamanbuah-buahan berasal dari dana sendiri dan kredit dari bank. dengan asumsi biaya investasi. 9. 3. Analisis sensitivitas terhadap perubahanpendapatan sekaligus kenaikan biaya variabel menunjukkan bahwa proyekini sensitif terhadap penurunan pendapatan dan kenaikan biaya variabelsampai dengan 8% dengan asumsi biaya tetap dan biaya investasi tetap. sedangkan dana modalkerja berasal dari kredit bank dan dana sendiri dengan perbandingan 35%kredit bank dan 65% dana sendiri. masayarakat dan pedagang. antara lain bagi penangkar. .

lahan perkebunan produktif 15. memiliki lahan kehutanan 113 juta ha. Untuk mengoptimalkan nilai manfaat sumberdaya yang berlimpah tetapi tidak merata tersebut bagi pengembangan wilayah nasional secara berkelanjutan dan menjamin kesejahteraan umum secara luas (public interest). Implikasi dari ketidak-merataan keberadaan kedua sumberdaya tersebut adalah belum baiknya tingkat pelayanan infrastruktur wilayah melayani kebutuhan wilayah dan masyarakat.110 pulau dengan garis pantai sepanjang 108. Hal ini seiring dengan agenda Kabinet .000 km. lahan sawah produktif 9. STRATEGI PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA Posted on Februari 25.9 juta ha.3 juta km2 Selain itu . memiliki potensi sumberdaya alam baik di laut (marine natural resources) dan di darat (land natural resources) yang sangat besar. Di laut. diperlukan intervensi kebijakan dan penanganan khusus oleh Pemerintah untuk pengelolaan wilayah yang tertinggal. Di darat. Hal yang sama terjadi dengan sebaran sumberdaya manusia yang merupakan “aktor” pembangunan tersebar juga tidak merata. Indonesia memiliki kedaulatan atas wilayah perairan seluas 3. terutama daerah-daerah terisolir dan tertinggal. namun bank perlu untuk melakukan analisis kredit yang lebih komprehensif berdasarkan prinsip kehatihatian bank. Indonesia memiliki ± 18. 2011 by tarymagetan| Tinggalkan komentar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan negara dengan luas wilayah hampir 2 juta km2 dan berpenduduk lebih 206 juta jiwa pada tahun 2000. Meskipun usaha ini layak dibiayai oleh bank.2 juta km2 yang terdiri dari perairan kepulauan seluas 2. 60 cekungan prospektif sumber mineral dan migas.7 km2 pada perairan ZEE (sampai dengan 200 mil dari garis pangkal). Kenyataan bahwa sumberdaya yang berlimpah tersebut tidak merata beradadi seluruh daerah.5 juta.9 juta km2 dan laut teritorial seluas 0.Berdasarkan Konvensi Hukum Laut (UNCLOS) 1982.5.Indonesia juga mempunyai hak eksklusif untuk memanfaatkan sumber daya kelautan dan berbagai kepentingan terkait seluas 2.

dimana baik sumberdaya lautan dan daratan saat ini didorong pemanfaatannya. sedangkan daerah yang berkarakteristik darat dikembangkan melalui pembangunan kawasan industri. investasi. dan infrastruktur yang dibutuhkan oleh pengembangan Industri. 7. Wilayah Indonesia terdirid ari 33 propinsi dengan 400an kabupaten/kota yang secara sosial ekonomi dan budaya sangat beragam. UU 24/1992 tentang Penataan Ruang menyebutkan bahwa ruang dipahami sebagai suatu wadah yang meliputi ruang daratan. ekspor dan impor yang dihasilkan oleh suatu negara. kebijakan nasional untuk industrialisasi. Keberagaman ini memberikan perbedaan dalam karakteristik faktor-faktor produksi yang dimiliki. Meningkatnya kinerja ekonomi nasional sering diterjemahkan dengan meningkatnya kinerja ekonomi seluruh wilayah/daerah. investasi publik. Lebih lanjut. SDA. Faktor-faktor produksi tersebut adalah kesempatan kerja. Pendekatan ini dikenal dengan pembangunan ekonomi wilayah. karena hanya beberapa wilayah/daerah yang dapat berkembang seperti nasional dan banyak daerah yang tidak dapat berlaku seperti wilayah nasional. Secara sederhana. Dalam konteks tersebut. Contoh. pembangunan ekonomi dapat dipahami sebagai upaya melakukan perubahan yang lebih baik dari sebelumnya yang ditandai oleh 3membaiknya faktor-faktor produksi. Secara mudah. di daerah yang berkarateristik wilayah kepulauan dan laut diantisipasi dengan pembangunan industri perikanan. sumberdaya manusia. serta daerah yang tertinggal merencanakan pembangunan industri tetapi sulit merealisasikannya akibat rendahnya SDM.Gotong Royong untuk menormalisasi kehidupan ekonomi dan memperkuat dasar bagi kehidupan perekonomian rakyat melalui upaya pembangunan yang didasarkan atas sumber daya setempat (resource-based development). Pemahaman terhadap sumberdaya alam. Hal ini memberikan pengertian yang “bias”. yang berarti bahwa pembangunan ekonomi memandang wilayah nasional tersebut sebagai satu “entity”. sebagai salah satu andalan bagi pemulihan perekonomian nasional. wujud dari membaiknya ekonomi suatu wilayah diperlihatkan dengan membaiknya tingkat konsumsi masyarakat. sumberdaya buatan/infrastruktur dan kondisi kegiatan usaha dari masing-masing daerah di Indonesia serta interaksi antar daerah (termasuk diantara faktor-faktor produksi yang dimiliki) merupakan acuan dasar bagi perumusan upaya pembangunan ekonomi nasional ke depan. Pembangunan ekonomi wilayah memberikan perhatian yang luas terhadap keunikan karakteristik wilayah (ruang). Seringkali kebijakan nasional pembangunan ekonomi yang disepakati sulit mencapai tujuan dan sasaran yang diharapkan pada semua daerah-daerah yang memiliki karakteristik sangat berbeda. ruang lautan . dan teknologi yang dipergunakan dalam proses produksi. pembangunan ekonomi merupakan pembangunan yang a-spasial. investasi swasta. perekonomian wilayah yang meningkat dapat diindikasikan dengan meningkatnya pergerakan barang dan masyarakat antar wilayah.

serta . seimbang untuk tercapainya kesejahteraan manusia/makhluk hidup serta kelestarian lingkungan dan keberlanjutan pembangunan (development sustainability) • proses pemanfaatan ruang. yang merupakan wujud operasionaliasirencana tata ruang atau pelaksanaan pembangunan itu sendiri. Dalam konteks ini. selaras. • proses perencanaan tata ruang wilayah. Paling tidak ada 4 (empat) tantangan yang dihadapi Indonesia. Selain merupakan proses untuk mewujudkan tujuan-tujuan pembangunan. sumberdaya alam. Pergeseran orientasi pembangunansebagai negara maritim. tempat manusia dan mahluk hidup lainnya hidup dan melakukan kegiatan serta memelihara kelangsungan hidupnya. Penataan ruang tidak terbatas pada proses perencanaan tata ruang saja. TANTANGAN PEMBANGUNAN INDONESIA KE DEPAN Tantangan pembangunan Indonesia ke depan sangat berat dan berbeda dengan yang sebelumnya. Ancaman dan sekaligus peluang globalisasi. yaitu: (i) (ii) (iii) Otonomi daerah. sumberdaya manusia.dan ruang udara sebagai satu kesatuan wilayah. penataan ruang sekaligus juga merupakan instrumen yang memiliki landasan hukum untuk mewujudkan tujuan pengembangan wilayah. Disamping sebagai “guidance of future actions” rencana tata ruang wilayah pada dasarnya merupakan bentuk intervensi yang dilakukan agar interaksi manusia/makhluk hidup dengan lingkungannya dapat berjalan serasi. yang menghasilkan rencana tata ruang wilayah. dan • proses pengendalian pemanfaatan ruang yang terdiri atas mekanisme pengawasan dan penertiban terhadap pelaksanaan pembangunan agar tetap sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan tujuan penataan ruang wilayahnya. sumberdaya buatan/infrastruktur wilayah dan kegiatan usaha merupakan unsur pembentuk ruang wilayah dan sekaligus unsur bagi pembangunan ekonomi nasional yang lebih merata dan adil. namun lebih dari itu termasuk proses pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang.

Di sisi lain. kemampuan dalam pemasaran dan distribusi global. kebijakan pemerintah. (iv) Adanya pasar bersama 6untuk produk-produk ekspor yang sama ke pasar Asia Pasifik yang memiliki 70% pasar dunia. Wilayah kelautan dan pesisir beserta sumberdaya alamnya memiliki makna strategis bagi pembangunan ekonomi Indonesia. Tetapi. (ii) Potensi pasar yang besar bagi produk masal. Proses ekonomi global cenderung melibatkan banyak negara sesuai dengan keunggulan kompetitifnya seperti sumberdaya manusia. Kedua. yaitu (i) Spesialisasi produk yang didasarkan pada keunggulan absolut atau komparatif. (iii) Kerjasama pemasaran bagi hasil bumi dan tambang untuk memperkuat posisi tawar.(iv) Kondisi objektif akibat krisis ekonomi. Ketiga. ketersediaan modal. karena dapat diandalkan sebagai salah satu pilar ekonomi nasional. penguatan ini sangat penting karena secara langsung permasalahaan yang dirasakan masyarakat di kabupaten/kota langsung diupayakan diselesaikan melalui mekanisme yang ada di kabupaten/kota tersebut. reorientasi pembangunan Indonesia ke depan adalah keunggulan sebagai negara maritim. keamanan. 22 tahun 1999 secara tegas meletakkan otonomi daerah di daerah kabupaten/kota. Undang-undang No. penguasaan teknologi. di sisi lain. otonomi ini justru menciptakan ego daerah yang lebih besar dan bahkan telah menciptakan konflik antar daerah yang bertetangga dan ancaman terhadap kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di satu sisi. Ada empat manfaat yang dirasakan dari globalisasi ekonomi. Hal ini berarti telah terjadi penguatan yang nyata dan legal terhadap kabupaten/kota dalam menetapkan arah dan target pembangunannya sendiri. inovasi proses produksi dan produk. ancaman dan peluang dari globalisasi ekonomi terhadap Indonesia yang terutama diindikasikan dengan hilangnya batas-batas negara dalam suatu proses ekonomi global. jaringan bisnis global. globalisasi juga memberikan ancaman terhadap ekonomi nasional dan daerah berupa membanjirnya produk-produk asing yang menyerbu pasar-pasar domestik akibat tidak kompetitifnya harga produk lokal. Pertama. . sumberdaya buatan/infrastruktur.

seperti krisis sosial. Di sisi lain.2% dari total penduduk Indonesia pada tahun 1997/1998 dan mulai membaik pada tahun 1999 menjadi 23. dan krisis kepercayaan terhadap pemerintah .4% atau 47.Terakhir.5 juta atau 24.97 juta jiwa. krisis ekonomi ini menjadi pemacu krisis multidimensi. kondisi objektif akibat krisis ekonomi (jatuhnya kinerja makro ekonomi menjadi –13% dan kurs rupiah yang terkontraksi sebesar 5-6 kali lipat) dan multi dimensi yang dialami Indonesia telah menyebabkan tingginya angka penduduk miskin menjadi 49.