Anda di halaman 1dari 29
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Pembangunan dibidang kesehatan ditujukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta kualitas kehidupan dan usia harapan hidup. Peningkatan kualitas hidup ini perlu dimulai dari dini yaitu sejak berada dalam kandungan. Oleh karena itu kehamilan yang sehat sangat mempengaruhi potensi dari penerus keturunan di kemudian hari. (Manuaba; 1998). Menurut Leimena 1993 kematian ibu adalah kematian seorang wanita yang sedang hamil atau dalam periode 42 hari setelah terminasi kehamilannya tanpa memandang lama dan lokasi kehamilannya Angka Kematian Ibu ( AKI ) dan Angka Kematian Bayi ( AKB ) merupakan salah satu faktor paling sensitif yang menggambarkan kesehatan ibu dan anak. AKI dan AKB di Indonesia masih sangat tinggi, terbukti dengan adanya kematian ibu yang sangat bervariasi antara 5 sampai 100.000 per kelahiran hidup. Dan kematian perinatal yang berkisar antara 25 sampai 750 per kelahiran hidup. Angka kematian ibu tersebut harus dapat ditekan menjadi 225 per 100.000 kelahiran hidup dan kematian bayi ditekan menjadi 49,8 per 1000 kelahiran hidup. Maka dari itu pemeriksaan antenatal perlu sekali dilakukan untuk memastikan keadaan ibu dan janin secara berkala serta untuk mengetahui secara dini apabila ada penyimpangan atau kelainan yang ditemukan. Dengan tujuan agar ibu hamil dapat melalui masa kehamilan, persalinan dan nifas dengan baik dan selamat serta melahirkan bayi dengan sehat. Pemeriksaan kehamilan secara berkala yang diikuti secara teknis harus dikuasai oleh setiap pelaksana program KIA di lapangan agar kualitas pelayanan dapat terjamin. Apabila pada ibu hamil dengan primigravida/ multigravida umumnya banyak masalah yang berhubungan dengan kehamilannya karena kurangnya pengetahuan ibu tentang kehamilannya. Oleh karena itu penting bagi ibu hamil primigravida/ multigravida untuk melakukan kemungkinan faktor resiko tinggi bisa ditemukan. 1.2. TUJUAN PENULISAN a. Tujuan Umum Penulis dapat menerapkan dan mengembangkan pola pikir secara ilmiah dalam memberikan asuhan kebidanan secara nyata serta mendapatkan pengetahuan dalam memecahkan masalah khususnya pada. Ny. A GIP00000 Usia Kehamilan 43 Minggu dengan Kehamilan Patologis Postdate di Puskesmas Lidah kulon. b. Tujuan Khusus 1. 2. 3. 4. 5. 1.3. Pengkajian dan menganalisa data pada klien dengan Merumuskan diagnosa kebidanan dan menentukan prioritas Menyusun rencana kebidanan. Melaksanakan tin dak an kebidanan. Evaluasi asuhan kebidanan. Tujuan khusus yang akan dicapai adalah mampu melakukan : kehamilan fisiologis. masalah pada klien. METODE PENULISAN Metode penulisan yang digunakan dalam proses penyusunan laporan ini adalah : 1. 2. Metode pendekatan deskriptif yaitu metode yang sifatnya mengungkapkan peristiwa dan gejalayang terjadi. Teknik pengumpulan data dan pengidentifikasian data melalui observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, studi dokumen dan studi kepustakaan. 3. Sumber data primer dari klien dan data sekunder dari keluarga dan petugas kesehatan. 1.4. LOKASI DAN WAKTU a. LOKASI Asuhan Kebidanan ini disusun saat penulis melaksanakan praktek lapangan di Puskesmas Lidah Kulon. b. WAKTU Penyusunan asuhan kebidanan ini dilakukan pada saat jam kerja Puskesmas yaitu pukul 07.30-13.30 WIB. BAB II LANDASAN TEORI 2.1. KONSEP DASAR KEHAMILAN 2.1.1 Definisi Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahimya janin, lamanya adalah 280 hari ( 40 minggu atau 9 bulan 7 hari ) dihitung dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan dibagi dalam 3 triwulan yaitu pertama dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, triwulan kedua dari bulan keempat sampai 6 bulan, triwulan ketiga dari bulan ketujuh sampai 9 bulan. 2.1.2 Proses Kehamilan Setiap bulan wanita melepaskan 1 atau 2 sel telur ( ovum ) dari indung telur ( ovulasi ), yang ditangkap oleh umbai-umbai ( fimbriae ) dan masuk ke dalam saluran telur. Waktu persetubuhan, cairan semen tumpah ke dalam vagina dan berjuta-juta sel mani ( sperma ) bergerak memasuki rongga rahim lalu masuk ke saluran telur. Pembuahan sel telur oleh sperma biasanya terjadi di bagian yang menggembung dari tuba falopi. Ovum yang telah dibuahi ini segera membelah diri sambil bergerak ( oleh rambut getar tuba ) menuju ruang rahim, kemudian melekat pada mukosa rahim untuk selanjutnya bersarang ke ruang rahim, peristiwa ini disebut nidasi ( implantasi ). Dari pembuahan sampai nidasi diperlukan waktu kira- kira 6-7 hari. Untuk menyuplai darah dan zat- zat makanan bagi mudigah dan janin, dipersiapkan uri ( plasenta). Pembuahan ( konsepsi = fertilisasi ) Pembuahan adalah suatu peristiwa penyatuan antara sel mani dengan sel telur di tuba fallopii. Hanya satu sperma yang telah mengalami proses kapasitasi yang dapat melintasi zona pelusidadan masuk ke vitelus ovum. Setelah itu zona pelusida mengalami perubahan sehingga tidak dapat dilalm oleh sperma lain. Proses ini diikuti oleh penyatuan kedua pronuklei yang disebut zigot, yang terdiri atas acuan genetik dari wanita dan pria. Dalam beberapa jam setelah pembuahan, mulailah pembelahan zigot selama 3 hari sampai stadium morula. Hasil konsepsi ini tetap digerakkan ke arah rongga rahim oleh arus dan getaran silia serta kontraksi tuba Hasil konsepsi tiba dalam kavum uteri pada tingkat blastula. Nidasi (Implantasi) Nidasi adalah masknya atau tertanamnya hasil konsepsi ke dalam endometrium. Blastula diselubungi oleh suatu simpai, disebut trofoblas, yang mampu menghancurkan dan mencairkan jaringan. Ketika blastula mencapai rongga rahim, jaringan endometrium berada dalam masa sekresi. Blastula dengan bagian yang berisi masa sel dalam akan mudah masuk ke dalam desidua, menyebabkan luka kecil yang kemudian sembuh dan menutup lagi. Itulah sebabnya, kadang- kadang pada saat nidasi terjadi sedikit perdarahan akibat luka desidua (tanda hartman ). Umumnya nidasi terjadi pada dinding depan atau belakang rahim ( korpus ) dekat fundus uteri. Dalam peringkat nidasi ttofoblas dihasilkan hormon human chorionic gonadotropin ( HCG ). Pertumbuhan mudigah ( Embriogenesis ) Pertumbuhan mudigah ( embrio ) bermula dari lempeng embrional yang selanjutnya berdiferensiasi menjadi 3 unsur lapisan, yaitu : • • • sel- sel ektodermal sel- sel mesodermal sel- sel entodermal Ruang amnion akan bertumbuh pesat mendesak exocoeloma, sehingga dinding ruang amnion mendekati korion. Mesoblas diantara ruang amnion dan mudigah menjadi padat, disebut body stalk, yang merupakan jembatan antara mudigah dengan dinding trofoblas. Body stalk kelak menjadi tali pusat. Uri ( plasenta ) Uri betbentuk bundar atau oval; ukuran diameter 15-20 cm, tebal 2-3 cm, berat 500-600 gram. Biasanya plasenta atau uri akan berbentuk lengkap pada kehamilan kira- kira 16 minggu, dimana ruang amnion telah mengisi seluruh rongga rahim. 3.1 KONSELING KEHAMILAN LEWAT BULAN (POSTDATE) Definisi. Kehamilan yang berlangsung 42 minggu atau lebih sejak hari pertama menstruasi terakhir. Beberapa kehamilan mungkin bukan post term tetapi lebih pada kesalahan penaksiran usia gestasi. Patofisiologi 1. Sindrom postmatur a. Stadium 1 cairan amnion jernih b. Stadium 2 kulit berwarna hijau c. Stadium 3 Kulit berwarna kuning-hijau Bayi postmatur menunjukkan gambaran yang unik dan khas berupa kulit keriput, mengelupas lebar-lebar, badan kurus yang menunjukkan pengurasan energi, dan maturitas lanjut karena bayi tersebut bermata terbuka, tampak luar biasa siaga, tua dan cemas. 2. Disfungsi plasenta Clifford mengajukan bahwa perubahan kulit pada postmatur disebabkan oleh hilangnya efek protektif vernik kaseosa, Smith dan Baker baru-baru ini melaporkan bahwa apoptosis-kematian sel terprogram-meningkat secara signifikan pada gestasi 41-42 minggu lengkap dibandingkan dengan 36 sampai 39 minggu. Penatalaksanaan 1. Pengujian antenatal atau induksi persalinan dilakukan pada minggu ke 42 2. Oligo hidramnion yang dideteksi dengan menggunakan ultrasonografi yang ditetapkan sebagai tidak adanya kantong vertikal cairan amnion lebih dari 2 cm atau indeks cairan amnion 5 cm atau kurang merupakan indikasi melakukan pelahiran atau pengawasan ketat pada janin 3. Gel prostaglandin dapat digunakan dengan aman pada kehamilan postterm untuk memicu perubahan serviks dan menginduksi persalinan. Pada wanita dengan usia gestasi yang pasti, persalinan diinduksi setelah kehamilan 42 minggu. Hampir 90 % wanita seperti ini di induksi dengan berhasil, atau memasuki persalinan dalam 2 hari induksi. Untuk yang melahirkan pada induksi pertama induksi kedua dilakukan dalam 3 hari. Hampir semua akan melahirkan dengan rencana penatalaksanaan ini. Pada kasus yang luar biasa adalah induksi ketiga (atau lebih) versus seksio sesaria. Wanita yang di golongkan mengalami kehamilan postterm tak pasti diikuti setiap minggu dan tanpa intervensi kecuali ada kecurigaan adanya bahaya bagi janin. Bahaya bagi janin dicurigai berdasarkan persepsi menurunnya volume cairan amnion secara klinis atau ultrasonografi. Yang sama mengkhawatirkan adalah berkurangnya gerakan janin yang dilaporkan ASUHAN KEBIDANAN PADA KEHAMILAN I. PENGKAJIAN DATA Meliputi data subjektif ( yang didapatkan dari pernyataan pasien ) dan data objektif (yang didapatkan dari hasil pemenksaan ). Yang termasuk data subjektif adalah sebagai berikut: 1. DATA Nama Umur Agama Bangsa/ suku Pendidikan Pekerjaan Alamat No. Telp No.Register 2. Informasi biodata ibu dan suami, meliputi: IBU SUAMI Riwayat kehamilan sekarang, meliputi : a. HPHT dan apakah normal b. Gerak janin ( kapan mulai dirasakan dan apakah ada perubahan yang terjadi) c. Masalah atau tanda- tanda bahaya d. Keluhan- keluhan lazim pada kehamilan e. Penggunaan obat-obatan (termasuk jamu-jamuan) f. Kekhawatiran-kekhawatiran lain yang dirasakan Riwayat kehamilan yang sekarang dapat membantu untuk menentukan umur kehamilan dengan tepat. Setelah mengetahui umur kehamilan, dapat dilakukan konseling tentang keluhan kehamilan yang biasa terjadi dan dapat mendeteksi adanya komplikasi dengan lebih baik. 3. a. Riwayat kebidanan yang lalu, meliputi : Jumlah kehamilan, anak yang lahir hidup, persalinan aterm, persalinan prematur, keguguran, persalinan dengan tindakan ( forsep, vakum, operasi seksio sesaria) b. c. kehamilan pada kehamilan sebelumnya Riwayat Hipertensi perdarahan pada kehamilan, persalinan atau nifas sebelumnya disebabkan d. kg atau > 4 kg e. dialami Berat bayi sebelumnya < 2.5 Masalah- masalah lain yang Riwayat kebidanan yang lalu membantu anda mengelola asuhan pada kehamilan ini (konseling khusus, tes, tindak lanjut dan rencana persalinan). 4. a. cardiovaskuler b. c. d. e. Riwayat kesehatan yang lalu dan Hipertensi Malaria PMS atau HW/AIDS Imunisasi tetanus. sekarang dapat membantu Riwayat kesehatan termasuk penyakit-penyakit yang diidap Masalah-masalah dahulu dan sekarang, seperti : mengidentifikasi kondisi kesehatan yang dapat mempengaruhi kehamilan atau bayi baru lahir. 5. a. b. Riwayat sosial ekonomi, meliputi: Status perkawinan. Respon orang tua dan keluarga terhadap kehamilan ini. c. d. e. dalam keluarga. f. Kebiasaan makan dan gizi yang di konsumsi dengan fokus pada vitamin A dan zat besi. RiwayatKB. Dukungan keluarga. Pengambilan keputusan g. h. sehari-hari. i. penolong yang dunginkan. Kebiasaan hidup sehat meliputi kebiasaan merokok, minum obat atau alkohol. Beban kerja dan kegiatan Tempat melahirkan dan Riwayat sosial ekonomi ibu dapt membantu mengetahui sistem dukungan terhadap ibu dan pengambilan keputusan dalam keluarga sehingga dapat membantu ibu merencanakan persalinannya dengan lebih baik. Sedangkan yang termasuk data objektif adalah : 1. Pemeriksaan fisik umum a. Tinggi badan. b. Berat badan. c. Tanda-tanda vital: • Tekanan darah • Denyut nadi • Suhu 2. a. b. c. d. Kepala dan leher Edema di wajah. Pada mata. Mulut pucat. Saluran limfe atau pembengkakan kelenjar tiroid. 3. a. b. c. d. 4. Tangan dan kaki Edema di jari tangan. Kuku jari pucat. Varices vena, Reflek-reflek. Payudara a. b. menonjol/masuk. c. cairan lain. d. e. f. 5. a. b. jika lebih dari 12 minggu. c. penurunan kepala (kalau > 36 minggu). d. 6. a. b. c. d. e. seken f. (massa), cairan yang keluar. 7. a. membuka. b. keluar, luka, darah. Genital dalam (interna ) Genital luar ( externa ) Abdomen Ukuran, simetris. Puting Keluamya payudara kolostrum : atau Retraksi, dimpling. Massa. Nodus axilla. Lukabekas operasi. Tinggi Fundus Uteri (TFU), Letak, peresentasi, posisi dan Djj (jika > 18 minggu). Varices Perdarahan Luka Cairan yang keluar Pengeluaran dari uretra dan Kelenjar bartholin : bengkak Serviks meliputi : cairan yang keluar, luka ( lesi ), kelunakan, posisi, mobilitas, tertutup atau Vagina meliputi cairan yang c. d. 8. Ekstremitas bawah a. Oedema b. Varices 9. Ukuran adneksa, bentuk, posisi, nyeri, kelunakan, massa ( pada trimester pertama). Uterus meliputi : ukuran, bentuk, posisi, mobilitas, kelunakan, massa (pada trimester pertama). Palpasi/ periksa raba, terdiri dari leopold I sampai leopold 4 a. Leopold 1   uteri, b. Leopold 2   berada. c. Leopold 3  untuk mengetahui apakah bagian bawah janin sudah masuk PAP atau belum. d. Leopold 4  untuk menentukan seberapa bagian bawah janin yang sudah masuk PAP, apabila bagian terendah janin belum masuk-maka leopold 4 ini tidak perlu dilakukan. untuk menentukan batas antara rahim kanan dan rahim kiri pada letak bujur untuk menentukan dimana letak kepala untuk menentukan usia kehamilan dan tinggi fundus uteri. untuk mengetahui bagian apa yang terletakdi atas fundus berada, pada letak lintang untuk menentukan dimana punggung II. DIAGNOSA/ MASALAH DAN KEBUTUHAN Berdasarkan semua hasil pemeriksaan kemudian dilakukan identifikasi yang benar terhadap masalah atau diagnosa dan kebutuhan klien. III. DIAGNOSA POTENSIAL Mengidentifikasi diagnosa/ masalah potensial yang mungkin akan terjadi berdasarkan masalah/ diagnosa yang sudah diidentifikasi. IV. TINDAKAN SEGERA Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan/ dokter, dan atau untuk dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi pasien. V. RENCANA TINDAKAN DAN RASIONAL Merencanakan asuhan menyeluruh ynag rasional dengan temuan dan langkah sebelumnya. VI. PELAKSANAAN RENCANA TINDAKAN Mengarahkan atau melaksanakan rencana asuhan secara efisien dan aman. VII. EVALUASI Mengevaluasi dari keefektifan asuhan yang diberikan, ulangi kembali proses manajemen dengan benar terhadap setiap aspek asuhan yang sudah dilaksanakan tetapi belum diteliti. BAB III TINJAUAN KASUS NO. REGISTER: PUSKESMAS LIDAH KULON 3.1. A 1. Nama Umur Agama Suku/ bangsa Pendidikan Pekerjaan Alamat Telp 2. PENGKAJIAN DATA Data Subjektif Identitas : Ny “ A “ : 25 tahun : Islam : Indonesia/Jawa : S1 : SPD : Jl.Lidah Wetan : Nama Suami : Tn “ W“ Umur Agama Pendidikan Pekerjaan : 31 Tahun : Islam : SMA : Swasta. Suku/ bangsa : Indonesia/Jawa Alamat rumah : Jl.Lidah Wetan Telp : - Keluhan utama / Alasan kunjungan Ibu mengatakan bahwa ibu merasa pusing, sering BAK.. 3. Riwayat kebidanan a. • • • • • • Menarche : ± 13 th : Teratur ± 28 hari/ ± 7 hari. Riwayat menstruasi. Siklus/Lama Banyak : ± 2 kotex/hari. : Merah segar / anyir. Warna / Bau Keluhan HPHT : : Disminorehoe (-), flour albus (-). 7-2-2007 b. persalinan dan nifas yang lalu. KEHAMILAN Perk. Ke 1 1 UK Hamil ini Jenis PERSALINAN Penokm g Tmpt Penyt BBL ANAK Sex Hidup Riwayat kehamilan, NIFAS KB Mati Penyt ASI c. sekarang. • HPL : 4-11-2007 : Ibu mengatakan bahwa ibu merasa mual Riwayat kehamilan • Trimester I • • Trimester II : Ibu mengatakan bahwa ibu merasa pusing Trimester III : Ibu BAK mengatakan bahwa ibu merasa pusing, sering 4. • Riwayat kesehatan Riwayat penyakit sekarang Ibu mengatakan datang ke puskesmas lidah kulon untuk memeriksakan kehamilannya. • Riwayat penyakit yang lalu Ibu mengatakan tidak pemah menderita penyakit menular, menurun ataupun menahun seperti : DM, Ashma, TBC, HT, Hepatitis. • Riwayat penyakit keluarga Ibu mengatakan, dalam keluarga tidak ada yang menderita penyakit menular, menurun ataupun menahun seperti HT, DM, TBC, Ashma, Hepatitis dan tidak ada riwayat keturunan kembar. 5.  Riwayat Sosial •Perkawinan ke •Usia Menikah Status Pernikahan : I : 24 th •Lama Kawin : 1 th  Riwayat psikososial Ibu mengatakan bahwa : Hubungan antara ibu, keluarga dan tetangga terjalin baik Ibu dan keluarga sangat senang dengan kehamilan ibu 6. Pola kebiasaan sehari-hari a. Nutrisi Sebelum hamil : Ibu mengatakan makan 3 kali sehari, porsi sedang, (nasi, lauk-pauk, sayur). Minum ±8 gelas / hr (air putih) Selama hamil b. : ibu mengatakan makan 5 kali sehari, porsi sedikit (nasi, Eliminasi lauk, sayur dan buah). Minum ± 9 gelas / hr ( air putih) Sebelum hamil : Ibu mengatakan BAB 1 x / hr (warna kuning, lunak, tidak ada keluhan). BAK ± 5 x / hr (warna kuning, jernih, tidak ada keluhan). Selama hamil c. keluhan. Selama hamil d. tangga sendiri : Ibu mengatakan tidur siang ± 2 jam / hr. Tidur malam ± 5 Aktivitas jam / hr, tidak ada keluhan. Sebelum hamil : Ibu mengatakan setiap hari melakukan pekerjaan rumah : ibu mengatakan BAB 1 x / hr (warna kuning, lunak, tidak Istirahat ada keluhan). BAK ± 6-7 x / hr (warna kuning, jernih, tidak ada keluhan). Sebelum hamil : Ibu mengatakan Tidur malam ± 5 jam / hr, tidak ada Selama hamil e. : Ibu mengatakan setiap hari melakukan pekerjaan rumah Personal hygene tangga sendiri tetapi mengurangi pekerjaan berat & jalan kaki di pagi hari. Sebelum hamil : Ibu mengatakan mandi 2 kali/hr, gosok gigi 2 kali/hr, ganti baju 2 kali/hr, keramas 3 kali/minggu. Selama hamil : Ibu mengatakan mandi 2 kali/hr, gosok gigi 2 kali/hr, ganti baju 2 kali/hr, keramas 2 kali/minggu. f. ada keluhan. Selama hamil : Ibu mengatakan melakukan hubungan seksualitas baik tidak ada keluhan. 7. Pola sosial budaya Seksual Sebelum hamil : Ibu mengatakan melakukan hubungan seksual baik tidak Ibu selama hamil, tidak ada pantangan makan atau minum tertentu dan tidak pemah minum jamu. B 1. Data Obyektif Pemeriksaan fisik umum a. • • • • • b. • • • • Tensi Suhu Nadi RR : : : : Keadaan umum Kesadaran Cara berjalan TB/Lila : BB : : : Keadaan umum : Baik Composmenitis Tegak, tidak pincang 153 cm/ 24 cm 53 kg Tanda-tanda vital 110/70 mmHg 36,5 °C 80 x/menit 20 x/menit 2. • • • • • • • • Pemeriksaan fisik khusus a. Infeksi Kepala Muka Mata Hidung Mulut dan gigi Telinga Leher Dada & payudara : Tidak ada benjolan, kulit kepala bersih, rambut lurus dan panjang. : Tidak pucat, tidak oedem, tidak ada cloasma gravidarum. : Simetris, conjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterus. : Simetris, tidak ada pernafasan cuping hidung, tidak ada polip, tidak ada seceret. : Simetris, mukosa mulut lembab, tidak ada stomatitis, tidak ada caries gigi. : Simetris, tidak ada serumen, pendengaran baik. : Tidak ada pembesaran kel. tyiroid, tidak ada bendungan v. jugularis. : Tidak ada retraksi, simetris puting • • Perut Genetalia : membesar kehamilan. : Tidak odema, tidak varices, tidak ada condiloma, tidak ada pembesaran kelenjar bartholini dan skene • • Anus Eksteremitas : Tidak ada haemoroid, bersih, tidak ada varices. : Simetris, tidak oedem, tidak ada varises, pergerakan aktif. sesuai bentuk payudara susu dengan menonjol, ukuran hiperpigmentasi areola mamae, bersih, b. Palpasi • • • • Leher Ketiak Mamae Perut : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, tidak ada bendungan vena jugalaris. : Tidak teraba pembesaran kelenjar limfe. : Tidak tekan. teraba benjolan, tidak nyeri TFU : 3 jari dibawah px(37cm) o Leopold I o Leopold II : : teraba TFU 3 jari dibawah px teraba bagian terkeras janin seperti papan disebelah kiri gan bagian terkecil janin lainnya disebelah kanan o Leopold III : teraba o c. Auskultasi • Djj bagian bawah janin melenting keras(kepala) Leopold IV : sudah mulai masuk PAP d. Perkusi Reflek patella+/+ 3. 4. Pemeriksaan penunjang HB = 11,0 gr% Kesimpulan Ny. A GIP00000 Usia Kehamilan 43 Minggu,Tunggal Hidup Intra uteri let kepala ,keadaan jalan lahir normal, Ku ibu dan janin baik 3.2. ASSESMENT/DIAGNOSA Ny. A GIP00000 Usia Kehamilan 43 Minggu,Tunggal Hidup Intra uteri let kepala ,keadaan jalan lahir normal, Ku ibu dan janin baik 3.3. 3.4. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL : IDENTIFIKASI KEBUTUHAN AKAN TINDAKAN SEGERA Kehamilan Lewat bulan (postdate) berpotensial terjadi ATAU KOLABORASI : Membutuhkan tindakan segera dengan mengadakan kolaborasi dengan dokter di rumah sakit. 3.5. 1. MERENCANAKAN ASUHAN YANG MENYELURUH Lakukan pendekatan kepada ibu dengan komunikasi therapeutik. menumbuhkan rasa percaya pasien kepada petugas dan pasien dapat lebih 2. kooperatif sehingga mudah dalam memberikan pelayanan asuhan kebidanan. lakukan pemeriksaan kehamilan dengan standart 7 T. dini kelainan kehamilan. 3. Jelaskan hasil pemeriksaan pada ibu. mengetahui kondisinya dan janin saat ini serta dapat Rasional : Dengan memberikan penjelasan pada ibu diharapkan ibu mengantisipasi keadaan yang tidak diinginkan yang mungkin terjadi dari kondisi saat ini. 4. Berikan tablet penambah darah (Fe) multi vitamin (B12,kalk) kepada ibu, kesehatan ibu dan janin akan lebih terjamin. 5. Anjurkan kepada ibu untuk minum obat secara teratur. : Dengan menganjurkan ibu untuk minum obat secara teratur, kondisi ibu dan janin akan menjadi lebih baik dan terkontrol 6. Beritahu ibu tanda-tanda bahaya kehamilan dan persalinan : Dengan mengetahui tanda-tanda bahaya kehamilan dan persalinan ibu dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi persalinan Rasional Rasional Rasional : Dengan melakukan kolaborasi untuk memberikan tambahan obat Rasional : Dengan pemeriksaan kehamilan standart 7 T kita dapat mendeteksi Rasional : Melakukan pendekatan dengan komunikasi therapeutik akan 7. Lakukan kolaborasi dengan dokter Dengan mengadakan kolaborasi dengan dokter diharapkan penyebab pendarahan dapat diketahui. Rasional : 8. Anjurkan kepada ibu untuk kontrol 1 minggu lagi terpantau oleh tenaga kesehatan sehingga kemungkinan tanda bahaya kehamilan tidak akan terjadi. Rasional : Dengan kontrol tepat pada waktunya kondisi ibu dan janin lebih 3.6. PELAKSANAAN RENCANA TINDAKAN 1. Melakukan pendekatan melalui komunikasi teraupetik baik verbal maupun nonverbal(sentuhan) dan tidak menyinggung perasaan pasien. 2. Melakukan pemeriksaan dengan standart 7T ( BB=53kg, TFU=3 jari dibawah px TD= 110/70, lila=24 cm, denyut nadi=80x/menit, Tb= 153cm, pernapasan 20x/menit, suhu=36C). 3. Menjelaskan hasil pemeriksaan kepada ibu tentang keadaan ibu dan janin 4. Menganjurkan ibu untuk banyak makan makanan yang bergizi bagi ibu hamil yaitu makanan dengan gizi seimang seperti ikan, sayur, buah, air putih, susu 5. Memberikan vitamin B12,kalk,Fe.. 6. Melakukan kolaborasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab pendarahan 7. Menganjurkan ibu untuk memeriksakan kehamilannya secara rutin agar adanya komplikasi dan kelainan dapat diketahui secara dini. 3.7. S O A P EVALUASI Jam : 11.00 WIB : Ibu mengatakan mengerti dan dapat memahami apa yang dijelaskan oleh petugas. : Ibu dapat menjelaskan apa yang telah dianjurkan bidan : Tujuan tercapai : Rencana dilanjutkan Tanggal: 4-12-2007 BAB IV PENUTUP 4.1. KESIMPULAN Setelah penulis melaksanakan asuhan kebidanan pada Ny. A dengan usia kehamilan 43minggu diPuskesmas Lidah kulon. Dapat ditarik beberapa kesimpulan : 1. Dalam melakukan pengkajian diperlukan adanya ketelitian, kepekaan dan peranan dari ibu hamil sehingga diperoleh data yang menunjang untuk mengangkat diagnosa kebidanan. 2. Dalam analisa data dan mengangkat diagnosa kebidanan pada dasarnya merigacu pada tinjauan pustaka & adanya perubahan serta keseimbangan dengan tinjauan pustaka tergantung pada kondisi ibu hamil. 3. Pada dasarnya perencanaan yang ada pada tinjauan pustaka tidak semuanya dapat direncanakan pada tinjauan kasus nyata, karena dalam perencanaan disesuaikan dengan masalah yang ada pada saat itu, sehingga masalah yang ada pada tinjauan pustaka tidak akan direncanakan jika tidak ada tinjauan kasus nyata 4. Pada dasarnya pelaksanaan merupakan perwujudan dari perencanaan akan tetapi tidak dilaksanakan seperti perawatan payudara dalam kasus nyata hanya dilakukan penyuluhan saja sehingga klien melakukan sendiri dirumah sesuai petunjuk. 4.2. SARAN 1. Bagi petugas. Bidan dalam fungsinya sebagai pelaksana pelayanan kebidanan harus meningkatkan kemampuan & keterampilan yang dimiliki serta harus memiliki kerja sama yang baik dengan petugas kesehatan yang lain, klien dan keluarga. 2. Bagi klien. Klien harus dapat bekerja sama dengan baik dengan tenaga kesehatan agar keberhasilan dalam asuhan kebidanan dapat tercapai serta semua masalah klien dapat terpecahkan. 3. Bagi pendidikan. Tenaga kesehatan yang berada disuatu instansi kesehatan supaya lebih memperhatikan & memberikan bimbingan kepada calon tenaga kesehatan pada umumnya serta supaya melengkapi buku-buku yang ada di perpustakaan yang merupakan gudang ilmu bagi para anak didik. 4. Bagi Puskesmas Puskesmas harus berusaha untuk mempertahankan pelayanan yang sudah ada dan selalu berusaha untuk memberikan pelyanan yang terbaik untuk pasien. DAFTAR PUSTAKA Bagian Obsetri dan Ginekologi; Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung. 1983. Obstetri Fisiologi. Bandung: elemen Manjoer, Arif, 2001. Kapita Selecta Kedokteran. Jld 1, Ed 3. Jakarta: Media Aesculapius Manuaba, Ida Bagus Gde. 19987. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri, Obstetri Fisiologi dan Obstetri Patologi, Ed 2. Jakarta: EGC Prawirohardjo, Sarwono. 1999. Ilmu Kebidanan. Jakarta: YBP-SP Saifuddin, Abdul Bari. 2002. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: YBP-SP dan Bekerja Sama Dengan Jaringan Nasional Pelatihan Klinik Kesehatan Reproduksi-POGI LEMBAR PENGESAHAN Telah disetujui dan disahkan laporan yang berjudul " Asuhan Kebidanan pada Ny. A GIP00000 Usia Kehamilan 43 Minggu Dengan Kehamilan Patologis Postdate ", diPuskesmas Lidah Kulon. Surabaya, Desember 2007 Mahasiswa Kebidanan RISKA OKTAVIANI NIM.06091050 Di setujui oleh Pembimbing Akademik Bidan pembimbing DEWI ARIANI,SST ALFIATI 140103980 Mengetahui: Ketua Puskesmas Lidah Kulon dr.R.MOCH.BAMBANG I NIP. 140224082 i KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas karunia-Nya, sehingga tersusun laporan proses belajar tentang penerapan asuhan kebidanan yang berjudul " Asuhan Kebidanan pada Ny. A GIP00000 Usia Kehamilan 43 Minggu Dengan Kehamilan Patologis Postdate ". Asuhan kebidanan ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas di lapangan atau lahan praktek. Penyusunan tugas ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak, untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat: 1. Prof.dr.Arsiniati,Mb.Arbai,Nutr selaku kepala Setikes Insan Unggul. 2. dr. Bambang selaku kepala Puskesmas. 3. Ibu Endang Sri Resmiati, S.H, SST selaku ketua program studi DIV Kebidanan . 4. Ibu Dewi Ariani,SST selaku dosen pembimbing. 5. Ibu Alfiati selaku bidan pembimbing praktek di Puskesmas. 6. Ny. A selaku pasien. 7. Kedua orang tua yang telah memberikan dukungan materi maupun spiritual. 8. Rekan- rekan mahasisiwa STIKES INSAN UNGGUL yang telah banyak memberikan dukungan, masukan pada penulisan Asuhan Kebidanan ini. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif untuk perbaikan laporan ini dan juga laporan selanjutnya. Penulis berharap semoga laporan ini bermanfaat bagi para pembaca pada umumnya dan bagi penulis pada khususnya. Surabaya, Desember 2007 Penulis ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. A GIP00000 USIA KEHAMILAN 43MINGGU DENGAN KEHAMILAN PATOLOGIS POSTDATE DI PUSKESMAS LIDAH KULON SURABAYA Disusun Oleh : RISKA OKTAVIANI 06021050 STIKES INSAN UNGGUL SURABAYA PROGRAM STUDI D-IV KEBIDANAN JALUR - A TAHUN AJARAN 2007-2008