Anda di halaman 1dari 8
2 MENEJEMEN KEBIDANAN 2.2.1 Menejemen Kebidanan Adalah Proses pencegahan masalah yang digunakan sebagai metode untun mengorganisasikan perkara dari tindak berdasarkjan teori ilmiah, penempuan ketrampilan dalam rangkaian / tahapan yang logis untuk pengambilan keputusan yang berfokus pada klien. (Hellen Varney, 1997) 2.2.2 Langkah Menejemen Kebidanan Menurut Varney I. PENGKAJIAN A. Data Subyektif 1. Biodata Meliputi, nama, umur, pekerjaan, kebangsaan/ suku, tingkat pendidikan, agama, alamat, no register. Biodata bertujuan untuk mengetahui status sosial ekonomi klien, sehingga memudahkan dalam memberikan asuhan kebidanan. 2. Status perkawinan berapa umur kawin, lama kawin, untuk mengetahui persepsi terhadap masa nifas ini 3. Keluhan Utama Dinyatakan untuk mengetahui alasan klien datang ke puskesmas 4. Riwayat Kebidanan a. Haid Dikaji untuk mengetahui kapan menarche, keluhan saat haid flour albus ada / tidak HPTP yang dapat digunakan untuk mengetahui keadaan faal alat kandungan b. Riwayat kehamilan dan persalinan nifas yang lalu untuk mengetahui persalinanya dengan spontan atau SC. c. Riwayat Kehamilan Sekarang Dinyatakan untuk mengetahui kehamilan sekarang di keluhan-keluhan tandatanda kelainan yang mungkin terjadi ditanyakan ibu pada kehamilan sekarang ini sudah diperiksa dimana sudah berapa kali 5. Riwayat Kesehatan Lalu Mencari faktor pencetus terjadinya kehamilan terhadap kehamilan sekarang 6. Riwayat kesehatan keluarga Ditanyakan untuk mengetahui ada tidaknya keturunan kembar mengetahui ada tidaknya keturunan kembar dan mengetahui penyakit menurun dan menular dalam keluarganya. 7. Pola Kehidupan Sehari-hari Pola nutrisi Hal yang perlu ditanyakan bagaimana nafsu makannya berapa makannya dalam sehari jumlah minumnya dan tanyakan pada makanan selaam hamil, karena makanan dan minuman merupakan salah satu faktor penting di dalam pertumbuhan dan pekembangan janin serta mempertahankan kondisi klien dan karena itu makanan dan minuman yang bermutu cukup mengandung gizi sangat diperlukan - Pola Eliminasi Yang ditanyakan apakah ibu selama hamil dan sebelum hamil buang air kecil/ buang air besar ada keluhan atau tidak, lancar atau tidak. Berapa kali frekuensi dalam 1 hari - Pola Aktivitas Untuk mengetahui apakah aktifitas yang dilakukan ibu dapat mempengaruhi kehamilan atau tidak - Personal Hygiene Yang ditanyakan bagaimana menjaga kebersihan tubuhnya seperti berapa kali mandi dalam 1 hari, ganti baju dalam sehari gosok gigi dalam sehari, keramas dalam 1 minggu - Istirahat Untuk mengetahui adanya gangguan istirahat, bila ada gangguan istirahat dapat mempengaruhi masa nifas atau tidak, - Pola seksual Pola seksual pada ibu masa nifas tidak boleh dilakukan sebab organ-organ masih belum pulih seluruhnya - Data psikososial Dengan mengetahui data psikososial dapat mengetahui apakah masa nifas uni ibu dapat menjaga dengan baik dan dapat juga mengetahui hubungan yang erat dengan orang tuanya ataupun hubungan yang harmonis dengan suaminya. - Data sosial budaya Hal-hal yang perlu ditanyakan apakah ibu pada masa nifas ini minum jamu, apakah pantangan makanan, adat-istiadat yang mengikat selama nifas, apakah diadakan selamatan, susunan keluarga yang tinggal di rumah nanti melahirkan dimana, ditolong dokter/ bidan, kebiasaan menunjang dan kebiasaan yang menghambat, kebisaan pijat di dukun B. Data Obyektif 1. pemeriksaan umum Untuk mengetahui bagaimana keadaan umum, keadaan gizi bentuk dan kesadaran klien apakah dalam keadaan normal / tidak serta menilai tanda-tanda vital apakah dalam batas normal / tidak. Tekanan darah Nadi Pernafasan Suhu TB BB : normal / tidak (110/70-120/80 mmHg) : normal / tidak (72 x/mnt ± 80 x/mnt) : normal / tidak (18 x/mnt ± 20 x/mnt) : normal/tidak (36,5 oC ± 37oC) : dilahirkan pada ibu yang pendek, tinggi (145 cm) : dilakukan setiap datang periksa 2. Pemeriksaan khusus a. Inspeksi Diperhatikan bagaimana sikap tubuh klien, pemeriksaan dilakukan secara berurutan dari rambut sampai ujung kaki Kepala Muka Mata Hidung Telinga : Keadaan kulit kepala, warna rambut, bersih / tidak rontok : Clasmagravidarum ada/tidak, pucat / tidak adem. : Bentuk konjungtiva pucat/tidak secara kuning / tidak papelara. : Bentuk, ada polip / tidak, infeksi / kelainan : Bentuk ada kelainan / lidah Mulut Leher Ketiak : Bentuk bibir, gigi, mulut, lidah : pembesaran kelenjar tyroid ada / tidak, Venajugularis : Pembesaran kelenjar limfe ada / tidak Dada : Bentuk, normal (pembesaran, Hiperpigmentasi Amolaputing susu) pengeluaran cairan Perut : Simetris, bersih tidak ada luka bekas operasi strie (-) linia (-) membesar / ukurannya sesuai dengan masa pengembalian uterus. Genetalia Externa : Kebersihan, tanda kehamilannya, kelainan caries (tumor, candiloma matalata ada/tidak kondiloma acuminata ada / tidak Anus Ekstrimitas b. Palpasi Leher Mamal Perut Leopold III Leopold IV / belum TBJ Ektremitas c. Auskultasi BJA ada / tidak reguler / inguler Jumlah 11 ± 12 ± 11 / mnt terdengar jelas / tidak : TFU = ( cm) ± 13 ) x 155 ........ grm : Odema pretibia kanan / kiri / tidak : Pembesaran kelenjar tyroid ada / tidak, vena jugularis : Tumor, coloserum keluar/belum, konsistensi : TFU 2 jari bawat pusat, kontasaksi (+) : Bagian terendah teraba kekrsa dan melenting : Bagian terendah divergen / sejajar / konvergen sudah masuk PAP : Vanses ada/tidak, hemeroid tidak/ada : Tangan dan kaki bentuk venses ada / tidak, adema tidak/ada. d. Perkusi : Reflek patella Data persalinan Meliputi ³tgl / jam persalinan´ Lama persalinan kala I II III Jumlah jam menit menit menit Pecah air ketuban jam / tanggal ......................... Bau ketuban : khas Banyak air ketuban Keadaan plasenta Lahir tanggal jam Berat Insersi Robekan Membaran lengkap / tidak Keadaan perenium tuptur / tidak Jumlah pendarahan ............. cc Pengobatan yang diberikan inj oksitosin 1 ampul pada kala III penyulut ada / tidak II. IDENTIFIKASI MASALAH / DIAGNOSA DX : P««.post Jartum hari ke«« DS : Ibu mengatakan melahirkan tgl........... jam......... anak ke tiga jenis kelamin lakilaki berat badan ..... gr, panjang ....... hidup ibu mengatakan tidak ada keluhan setelah melahirkan Do TFU 2 jari bawah pusat kontraksi (+) (baik). Data persalinan Tgl/ jam persalinan Lama persalinan kala I...................... jam II .................... jam III ................... jam Jumlah«««..Jam Pecah ketuban jam / tgl ........ bau air ketuban ................., banyak air ketuban ..... keadaan perenium : ruptur / tidak jumlah perdarahan ........... cc pengobatan yang diberikan, pada kala penyulit ada / tidak. III. ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL a. Pendarahan b. Infeksi akibat persalinan IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA - Mengetahui tentang nutrisi - Pengetahuan tentang personal hygiene - Pengetahuan tentang senam nifas V. PENGEMBANGAN RENCANA DX : Ny.¶«¶ P«««. post partum hari ke« Tujuan : masa nifas berjalan / langsung dengan lancar masa nifas berlangsung dengan normal kriteria hasil Tidak terjadi pendarahan post parfum Penurunan TFU sesuai dengan tahapan involusi Kontraksi uterus baik Payudara dalam keadaan bersih dan lancar Lochea berubah sesuai dengan tahapan INTERVENSI 1. Ajarkan ibu untuk memantai transaksi uterus R. memandikan ibu memantau kontraksi jika ada tanda bahaya. 2. lakukan pemantauan y Penurunan TFU R. penurunan TFU yang sesuai merupakan tanda bahwa involusi y Kontraksi Uterus R. Kontraksi uterus yang baik adalah menjepit pembuluh darah sehingga mengurangi pengeluaran jumlah perdarahan y Pengeluaran lochea R. lochea yang berubah sesuai dengan tahapan menandakan involusi berjalan normal y Kandung kemih R. untuk mengetahui keadaan kandung kemih apakah terdapat timbunan kencing pada kandung kemih 3. Lakukan observasi vitas sign ( TTV ) R. Observasi vital sign merupakan salah satu mediator kesehatan yang peka terhadap sistem tubuh 4. Ciptakan keadaan yang tenang aman dan nyaman R. dengan menciptakan suasana yang tenang aman dan nyaman akan memberikan ketenangan bagi ibu 5. Libatkan seluruh keluarga R. keluarga mempunyai potensi yang dapat dikembangkan dalam pemenuhan kebutuhan 6. Lakukan kolaborasi dengan tim medis tentang pemberian terapy R dengan melakukan interdependen akan mempercepat pencapaian tingkat kesehatan 7. Anjurkan ibu untuk kontral 1 minggu lagi atau sewaktu-waktu bila ada keluhan R untuk mendeteksi adanya kelainan / komplikasi setelah melahirkan. VI. IMPLEMENTASI Implementasi mengacu pada intervensi. Beberapa pripsip dalam pelaksanaan tindakan meliputi : 1. Tindakan kebidanan apa yang dapat dikerjakan sendiri, dibantu atau dilimpahkan kepada staf lainnya kepada klien atau kepada keluarga serta dirujuk pada tenaga lain dari tim kesehatan 2. penguasaan pengetahuan dan ketrampilan nidan tentang tindakan yang dilakukan 3. mengamati hasil dari tindakan yang diberikan petugas kesehatan 4. mencatat dan mengadakan konsultasi jika perlu dilakukan rujukan. VII. EVALUASI Evaluasi tindakan merupakan langkah terakhir dalam menejemen kebidanan, setelah dilakukan evaluasi bidan merencanakan pada klien yang telah dilakukan tindakan kebidanan, perlu atau tidak melakukan follow up terhadap klien harus direncanakan bentuk dan waktunya follow up, sehingga klien dapat melakukan asuhan kebidanan yang komprehensif yang berkesinambungan. Evaluasi dilakukan berdasarkan SOAP, yaitu : Subyekti Obyektif Assessment Planning : Data didapatkan dari pernyataan pasien secara langsung : Data yang dihasilkan dari pemeriksaan dan observasi : Pernyataan gangguan yang terjadi atas data subyek dan obyek :Perencanaan yang ditentukan sesuai dengan masalah yang terjadi.