Anda di halaman 1dari 49
BAHAN AJAR TEKNOLOGI MOBILE OLEH Y.YOHAKIM MARWANTA, S.Kom., M.Cs. SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER AKAKOM YOGYAKARTA 2011 1 Teknologi Mobile • • • • Kredit: 2 SKS Dosen: Y.Yohakim Mawwanta, S.Kom, M.Cs Email: yohak81@akakom.ac.id Kelas: Kamis, 15.00-17.00 WIB Deskripsi Matakuliah • • Matakuliah ini mengajarkan tentang pengantar dan konsep-konsep teknologi perangkat bergerak (mobile) dan wireless, seperti: handphone, pocket pc, jaringan wireless, GSM, CDMA, 3G, 4G, bluetooth, dan lain-lain. Mengajarkan konsep-konsep aplikasi mobile dan pengembangannya, seperti: WAP, WML, arsitektur J2ME dan Symbian Kompentensi Matakuliah • Setelah menyelesaikan kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: – Mengetahui konsep-konsep teknologi mobile – Mengerti penerapan dan penggunaannya – Mengetahui dan mengerti aplikasi mobile dan pengembangannya Silabus • Pengantar Teknologi Mobile • Perkembangan Teknolgi Wireless: 1G, 2G, 3G, 4G • Location Based System & Wireless Technical • Mobile Communication System • Wi-Fi dan Bluetooth • WAP (Wireless application protocol) • WML Dasar dan Navigasi • WML Form + WML Script • XHTML • XHTML-MP • Arsitektur dan Teknologi Symbian • Arsitektur .NET Compact Framework • Arsitektur J2ME Referensi • • • • • • • • • Mobile Computing Handbook by Mohammad Ilyas, Imad Mahgoub, AUERBACH PUBLICATIONS (CRC Company), 2005 Mobile Broadband: Tren Teknologi Wireless Saat ini dan Masa Datang, Gunawan Wibisono dan Gunadi Dwi Hantoro, Penerbit Informatika, Bandung, 2008 Konsep Teknologi Seluler, Gunawan Wibisono, dkk., Penerbit Informatika, Bandung, 2008 Building Solutions with the Microsoft .NET Compact Framework: Architecture and Best Practices for Mobile Development, by Dean Fox, Jon Box, Addison Wesley, 2003 Wireless Networks by P. Nicopolitidis, M. S. Obaidat, G. I. Papadimitriou, A. S. Pomportsis, John Willey and Sons, 2003 The New Communications Technologies (5th ed), by Michael M. A. Mirabito & Barbara L. Morgenstern, Focal press, 2004 Wireless Communications and Networks, William Stallings, 2004 Wireless Internet and M-Businness: How to Program, 2002 Diktat Kuliah “Teknologi Mobile” Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs, STMIK AKAKOM Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 2 Sofware • Nokia Mobile Internet ToolKit 4.1 – http://www.forum.nokia.com/info/sw.nokia.com/id/d57da811-c7cf-48c8-995ffeb3bea36d11/Nokia_Mobile_Internet_Toolkit_4.1.html • OpenWave Emulator – http://developer.openwave.com/dvl/tools_and_sdk/phone_simulator/ • NetBean 6.0 - 6.5 (+Mobility Package) – http://www.netbeans.org • Visual Studio.NET 2005 (Visual Basic) – .NET Compact Framework – Pocket PC Simulator Distribusi Nilai • • • UAS UTS Tugas 40% 30% 30% Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 3 PERTEMUAN -1 Mobile Computing 1. Pengertian • • • Mobile Computing adalah suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan aplikasi pada piranti berukuran kecil, portable, dan wireless serta mendukung komunikasi. Mobile Computing : A technology that allows transmission of data, via a computer, without having to be connected to a fixed physical link. Yang termasuk mobile computing: – laptop dengan wireless LAN – mobile phone – wearable computer – Personal Digital Assistant (PDA) dengan Bluetooth atau IRDA 1.1 Wearable Computer • Suatu computer yang “ditanamkan / embedded” di dalam sebuah peralatan yang dapat digunakan oleh manusia Wearable Computer (2) – in fiction • Wearable computers in fiction is that of James Bond, usually in the form of a watch. • In the manga and anime Dragon Ball series, the Scouter is a Head-mounted display worn over one eye to determine the relative strength of combatants. • In the movie The Tuxedo Jackie Chan is using a state-of-the-art spy suit with an advanced wearable computer and electronics. • In the video game series Splinter Cell, the main character Sam Fisher has almost always used a wrist computer called an OPSAT on his wrist. Perubahan Telekomunikasi • Fleksibilitas pemakaian : – Menggeser penggunaan telepon kabel – Tidak dibatasi dalam suatu ruang tertentu (selama dalam area hot spot) – Bentuk dan ukuran • Jumlah pemakai yang meningkat – 2000 sampai 2005 - kurang lebih 200 juta pelanggan – 2006 – kurang lebih 800 juta • Jumlah network provider yang meningkat – Bukan merupakan barang mewah, tetapi menjadi “part of life”. • Fasilitas layanan yang meningkat : internet dan multimedia • Kapasitas memori yang memungkinkan : – Penyimpanan nomor telepon – Pesan singkat (SMS) – Gambar – Aplikasi Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 4 1.2 Generation Mobile Phones Perbedaan 1.2.1 Standard Mobile Phone • 0G – Push to Talk – Mobile Telephone System – Improved Mobile Telephone System – Advanced Mobile Telephone System • 900 Mhz • In japan • 1G – Nordic Mobile Telephone (1rst cell phone in jerman) – Advanced Mobile Phone System (analog mobile phone) – Analog, Band frekuensi 800 MHz • 2G – Digital System – Global System for Mobile communications (GSM: originally from Groupe Spécial Mobile) • The most standard cell phone • SMS – Integrated Digital Enhanced Network (iDEN) • Developed by Motorola • Uses Time Division Multiple Access Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 5 – – – 2.5G – Digital AMPS code division multiple access (CDMAone) Menggunakan frek: 800, 900, 1800, 1900 MHz General Packet Radio System • 56 – 114 Kbps, for SMS, MMS, WAP, Internet • • • • • 2.75G – CDMA2000 – Enhanced Data rates for GSM Evolution (EDGE) or Enhanced GPRS (EGPRS) 3G – Wideband Code Division Multiple Access (WCDMA) – Universal Mobile Telecommunication System – CDMA 2000 – WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) 3.5G – HSDPA (High-Speed Downlink Packet Access) • 1.8, 3.6, 7.2 and 14.4 Mbit/s 4G – Ultra Mobile Broadband (UMB) Perbedaan • 1G: – radio sinyal bersifat analog – Pada frekuensi 800 Mhz & 400 Mhz – Dimulai dari Chicago, dikomersilkan 1983 2G: – radio sinyal bersifat digital – Dimulai dari maret 1993 – Menggunakan TDM (Time Division Multiplexing) – Frekuensi 800 – 1900 Mhz – Dikenalnya GSM dan CDMA 2.5G – 3G: digital high speed 4G: IPv6, voice, digital high speed • • • 3G • • • • • • • • Sistem 3G dimaksudkan untuk menyediakan global mobility dengan cakupan layanan yang lebih luas, seperti telephony, paging, messaging, Internet dan broadband data. International Telecommunication Union (ITU) memulai proses standard sistem 3G dikenal sebagai International Mobile Telecommunications 2000 (IMT-2000). European Telecommunications Standards Institute (ETSI) bertanggung jawab terhadap proses standarisasi UMTS (universal mobile telecommunication systems). Tahun 1998, Third Generation Partnership Project (3GPP) dibentuk untuk melanjutkan pekerjaan spesifikasi teknis UMTS. Third Generation Partnership Project 2 (3GPP2) dibentuk untuk mengembangkan teknologi cdma2000 yang merupakan anggota keluarga IMT-2000. Februari 1992, World Radio Conference mengalokasikan untuk pemakaian UMTS – Frekuensi 1885 - 2025 Mhz dan 2110 - 2200 MHz digunakan untuk IMT-2000. Jaringan 3G menyediakan transmisi data rate lebih tinggi: 384Kbps, dibandingkan dengan GSM 56Kbps WCDMA menggunakan lebar 5 MHz sinyal radio dengan chip rate 3.84 Mcps – Lebih besar 3 kali daripada cdmaOne (IS-95), yang menggunakan lebar 1,25 Mhz dengan chip rate 1,22 Mcps TABEL PERBANDINGAN ANTAR GENERASI. Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 6 Operator Selular Indonesia • • AMPS – Komselindo GSM – Telkomsel – Satelindo – Excelcom GPRS – Telkomsel – Satelindo – Excelcom CDMA – Telkom Flexy – Indosat StarOne – Bakrie Telko Esia – Mobile-8 Fren • • Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 7 1.2.3 Area Aplikasi Mobile • Business-to-Customer – Personalisasi aplikasi e-commerce • Misal: membandingkan harga barang – Bisnis barang digital • Misal: menjual aplikasi Java MIDP, Video, MP3, ringtone – Improvisasi layanan yang sudah ada • Misal: marketing sesuai dengan profile pemakai Business-to-Business – Mobile supply chain management – Mobile commerce Business-to-Employee – Mobile Sales Marketing Government and Public services – Polisi mengecek data SIM, pemilik mobil – perawat mengecek data medis pasien • • • 1.2.4 Aplikasi Mobile Phone • • • • • Messaging – SMS, MMS, Instant Messaging Mobile transaction – SMS alert, MMS alert, report analisys Mobile workplace – Email, calender, CRM, Instant Messaging Mobile music and videos – Monotone, RTTTL, Midi, mp3, wav, mp4, screensaver, picture message, A2DP Mobile games – Monochrome games, java games, symbian 1.2.5 Mobile Killer Applications • • Contoh : email, www, instance messaging, online auction, p2p file sharing Mobile Entertainment – Th 2003, $3,5 juta diperoleh dari bisnis ringtone (RBT) – Multiplayer Games – Content-based applications – High-impact visual games Mobile Enterprise – Terhubung ke berbagai kegiatan perusahaan • Perlu akses email, database dan im – Pengaksesan file • Perlu mobile client untuk download, view dan sinkronisasi dokumen – Menanggapi panggilan dan permintaan melalui layanan pesan • Perlu push-based data – Optimisasi penjadwalan dan perpindahan • Perlu aplikasi location-aware – Pengaksesan portal web perusahaan • Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 8 PERTEMUAN – 2 1. Karakteristik Piranti Mobile Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 9 2. Keterbatasan Piranti Mobile 3. Pengguna Aplikasi Mobile • Worker – Mobile Worker – Melakukan pengecekan email, jadwal, dan kondisi – Memperbarui email, jadwal, dan kondisi – Pertemuan atau rapat – Mengatur pegawai – Membaca atau menulis bisnis dokumen Sales – Mempersiapkan pertemuan dengan pelanggan – Pertemuan dengan pelanggan – Mengunjungi ke tempat pelanggan – Membaca dan menulis catatan bisnis – Melakukan tugas administrasi – Melakukan follow-up tugas Perbaikan / Jasa – Menerima panggilan perbaikan – Mengetahui informasi tugas pesanan – Mengunjungi ke tempat perbaikan untuk pelanggan – Mengetahui perkerjaan selanjutnya • • Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 10 – Melakukan perbaikan atau follow-up pekerjaan – Pembayaran – Penjadwalan follow-up tugas – Melakukan tugas administrasi Konsultan – Bekerja di tempat pelanggan atau kantor sendiri – Mengetahui apa yang akan dilakukan – Melakukan pelayanan atau follow-up tugas – Pembayaran – Penjadwalan follow-up tugas – Melakukan tugas administrasi • Mobile Cell 1. Pengertian • • • Ponsel merupakan gabungan dua teknologi, yaitu telepon (Alexander Graham Bell, 1876) dan Radio (Nikolai Tesla, 1880; Guglielmo Marconi, 1894) Sebelum ponsel, orang harus memasang telepon radio di mobil. Pada sistem sistem telepon-radio, terdapat tower antena pusat di tiap kota, mungkin ada 25 channel frekuensi tiap tower. – Artinya, telepon di mobil harus memiliki transmiter yang cukup kuat, selain itu dengan channel terbatas tidak semua orang dapat menggunakan pada saat bersamaan Lalu, muncul sistem cellular, yang membagi suatu kota/daerah menjadi beberapa sel kecil. – Memungkinkan penggunakan frekuensi ulang pada satu kota, sehingga jutaan pemakai dapat menggunakan ponsel bersamaan. • 2. Konsep Selular Analog • Setiap sel (terdiri dari 7 sel hexagonal grid), menggunakan 1/7 dari channel suara duplex • Sehingga: setiap sel memiliki frekuensi unik dan dapat menghindari tabrakan (collision) – Sebuah cell-phone carrier mendapat 832 frekuensi radio – Setiap ponsel menggunakan 2 frekuensi/panggilan (channel duplex), sehinggal ada 395 kanal suara per carrier. (42 frekuensi lain untuk channel kontrol) • (832 – 42) / 2 = 395 – Sehingga, setiap sel memiliki sekitar 56 kanal suara. • 395 / 7 = 56,429 => 56 – Jadi, pada setiap sel, 56 orang dapat saling berbicara pada saat sama. 3. Transmisi Selular Analog • Ponsel memiliki transmisi berkekuatan rendah (0.6 watt dan 3 watt) • Keuntungan: – Transmisi base station dan ponsel tidak akan berada diluar sel. – Konsumsi listrik ponsel juga rendah, sehingga baterai dapat berukuran sekecil mungkin • Setiap carrier memiliki sebuah Mobile Telephone Switching Office (MTSO) yang menangani semua hubungan ponsel dengan PSTN dan mengontrol semua base station Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 11 4. Konsep Detail Telepon Selular • Suatu area (kota misal), dibagi menjadi beberapa sub area (sel) • Setiap sel berukuran rata-rata 26 km2 • Ruang lingkup suatu sel berbentuk hexagon dan membentuk suatu hexagon grid besar. • Oleh karena ponsel dan base station menggunakan transmiter bertenaga rendah, frekuensi yang sama dapat digunakan ulang pada sel yang tidak berdekatan • Setiap sel memiliki sebuah base station yang terdiri dari tower dan bangunan kecil berisi perangkat radio 5. Arsitektur Sistem Selular • Sel – Unit dasar sistem selular – Ukuran sel tergantung pada area • Cluster – Sekumpulan sel – Tidak ada channel frekuensi yang digunakan ulang Area Splitting • • Membagi satu sel menjadi beberapa subsel Tujuan: membagi suatu area yang terlalu padat agar layanan dapat masih tersedia 6. Prinsip kerja jaringan seluler Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 12 6. Arsitektur Seluler Referensi : • PSTN – Public Switch Telephone Network • MTSO – Mobile Telephone Switching Office (Provider cellular) – Kantor pusat untuk mobile switching – Di dalamnya terdapat MSC (Mobile Switching Center), field monitoring dan relay stations untuk pemindah panggilan dari/ke cell site dengan PSTN – MSC mengontrol panggilan, billing, lokasi pelanggan cell site dengan sistem antena • Mobile subscriber unit (MSU) - ponsel 7. Kode-kode ponsel • • Setiap ponsel memiliki kode khusus untuk menunjukkan identitas ponsel, pemilik dan penyedia layanan. Electronic Serial Number (ESN) – Nomor unik 32 bit yang ditanam waktu pembuatan ponsel • 8 digit kode manufaktur, 18 digit SN, 6 digit reserved – Skrng diganti IMEI = 56 digit Mobile Identification Number (MIN) – 10 digit dari nomor SIM Card System Identification Code (SID) – 5-digit angka yang dapat menghubungkan ponsel dengan provider cellular (bisa juga BTS) • • 8. SIM CARD • • • • • Tahun 1991 -> munich card (Giesecke & Devrient) 3 digit = Mobile Country Code 2 digit = Mobile Network Code 10 digit = Mobile Station Identification Number SIM = Subcriber Identity Module => Smart Card Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 13 • RUIM = Removable User Identity Module – Untuk CDMA Mekanisme Pemanggilan : • Ketika On, akan dicari SID pada channel control – Channel control adalah frekuensi khusus dimana ponsel dan BTS berkomunikasi untuk setup panggilan dan pergantian channel – Jika tidak ditemukan SID, akan muncul “no service” Jika ditemukan SID, akan dicocokan dengan SID pada ponsel (pada kartu), jika ya, ponsel berada dalam jaringan sistem home. Dengan SID, ponsel mengirimkan registration request, dan MTSO mencatat lokasi ponsel Jika ada panggilan masuk, MTSO akan mencari posisi ponsel Anda di sel mana. MTSO akan menyiapkan dua frekuensi agar ponsel dapat menerima panggilan MTSO berkomunikasi dengan ponsel melalui kanal kontrol untuk memberitahu frekuensi mana yang digunakan. – Dan ketika ponsel dan tower dapat berpindah ke frekuensi tersebut, koneksi terbentuk. – Anda berbicara dua arah dengan teman Anda. Ketika Anda bergerak ke tepi sel, sinyal akan melemah. Sementara itu, BTS berikut yang Anda tuju mendeteksi sinyal ponsel Anda menguat. Kedua BTS akan berkoordinasi lewat MTSO, dan pada saat itu, melalui kanal kontrol, ponsel Anda mendapat informasi perubahan kanal frekuensi. – Inilah yang disebut hand off • • • • • • • Roaming • • • • Apabila kode SID pada Control Channel tidak cocok dengan kode SID yang telah terprogram sebelumnya di dalam database MTSO MTSO dari sel dimana Anda sedang roaming akan menguji apakah SID Anda valid dengan menghubungi MTSO jaringan home Anda Sistem home memverifikasi ponsel Anda ke lokal MTSO, kemudian menelusuri ponsel Anda yang sedang berada pada selnya Sangat cepat waktunya Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 14 Pertemuan - 3 1G : AMPS (Advanced Mobile Phone System) • • • • • Menggunakan rentang frekuensi 824 Mhz – 894 Mhz – 824 – 849 Mhz untuk uplink: sinyal dari ponsel – 869 – 894 Mhz untuk downlink: sinyal ke ponsel Setiap operator memiliki 832 frekuensi: 790 untuk suara dan 42 untuk data (kontrol) Dua frekuensi digunakan membentuk 1 kanal – Total ada 416 kanal dan dibagi dalam 7 sel Menerapkan modulasi FM. Lebar kanal suara 30 Khz Teknologi lain: – NMT (Nordic Mobile Telephone) => Switzerland, Netherlands – TACS (Total Access Communications System) => United Kingdom – C-450 => West Germany, Portugal, South Africa – Radiocom 2000 => France – RTMI => Italy GSM (Global System for Mobile Communication) • • • • • • GSM distandarisasi oleh “Groupe Spécial Mobile”. – Eropa & Asia menerapkan GSM 900 dan GSM 1800. Sedangkan untuk US, GSM 1900 Untuk dapat terhubung pada jaringan GSM, pemakai harus memiliki subscriber identification module (SIM) card. GSM 900 menyediakan 124 kanal full duplex, 25 MHz GSM1800 menyediakan 374 kanal full duplex, 25 MHz Roaming technology: complete communication from anywhere in world – Providers establish roaming areas: higher cost for users when outside home area GSM offers SMS service infrastruktur GSM • Switching Subsystem – HLR (Home Location Register), merupakan database yang digunakan untuk manajemen dan penyimpanan subcriptions – MSC (Mobile services Switching Center), melakukan fungsi telephone switching Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 15 VLR (Visitor Location Register), database untuk memyimpan informasi mengenai subscribers yang diperlukan oleh MSC untuk melayani visiting subscribers – AUC (Authentication Center), menyediakan fungsi authentikasi dan enkripsi – EIR (Equipment Identity Register), merupakan database yang menyimpan informasi mengenai identitas mobile equipment (IMEI) Base Station Subsystem – BSC (Base Station Controller), menyediakan fungsi kontrol dan link antara MSC dan BTS – BTS (Base Transceiver Station), merupakan radio equipment (transceiver dan antena). Sekelompok BTS dikontrol oleh satu BSC Mobile Station (MS) – Mobile Equipment (ME) => handset – Subscriber Identity Module (SIM) card, merupakan card yang berisi informasi mengenai user subscription – • • Layanan Data GSM • GPRS: General Packet Radio Service (2.5G) – Layanan WAP dan MMS – Wireless access to packet data networks, e.g. to the Internet – Volume-based billing – Instant Messaging; Push to Talk – Data rate: 160 kbps (real: 30 – 70 kbps) – Packet data traffic channels (PDCHs) • Transmit data packets (like SMS) • Always on connectivity EDGE: Enhanced Data rates for GSM Evolution (3G) – Data rate: 473,6 kbps (384) – 3G – Video service (VOIP) dan layanan multimedia lain (streaming) • 3 Class of Message Services of GSM/GPRS • In GSM/GPRS network, conventional circuit switched services (speech, data, and SMS) and GPRS services can be used in parallel. Three classes are defined: – Class A mendukung GPRS dan GSM secara bersama-sama (2on) – Class B mendukung GPRS dan GSM, namun hanya aktif salah satu saja pada suatu saat – Class C mendukung GPRS dan GSM, namun harus di switch secara manual Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 16 Pertemuan - 4 GPRS 1. Pengertian  GPRS (singkatan bahasa Inggris: General Packet Radio Service, GPRS) adalah suatu teknologi yang memungkinkan pengiriman dan penerimaan data lebih cepat dibandingkan dengan penggunaan teknologi Circuit Switch Data atau CSD.  Penggabungan layanan telepon seluler dengan GPRS (General Packet Radio Service) menghasilkan generasi baru yang disebut 2.5G.  Sistem GPRS dapat digunakan untuk transfer data (dalam bentuk paket data) yang berkaitan dengan e-mail, data gambar (MMS), Wireless Application Protocol (WAP), dan World Wide Web (WWW). 2. SEJARAH  Kemunculan GPRS didahului dengan penemuan telepon genggam generasi 1G dan 2G yang kemudian mencetuskan ide akan penemuan GPRS.  Penemuan GPRS terus berkembang hingga kemunculan generasi 3G, 3,5G, dan 4G.  Perkembangan teknologi komunikasi ini disebabkan oleh keinginan untuk selalu memperbaiki kinerja, kemampuan dan efisiensi dari teknologi generasi sebelumnya. 1. Generasi 1G: analog, kecepatan rendah (low-speed), cukup untuk suara. Contoh: NMT (Nordic Mobile Telephone) dan AMPS (Analog Mobile Phone System). 2. Generasi 2G: digital, kecepatan rendah - menengah. Contoh: GSM dan CDMA2000 1xRTT. o 2G merupakan jaringan telekomunikasi seluler yang diluncurkan secara komersial pada GSM di Finlandia oleh Radiolinja pada tahum 1991 .  Time Division Multiple Access (TDMA): membagi frekuensi radio berdasarkan satuan waktu. Teknologi ini memungkinkan untuk melayani beberapa panggilan secara sekaligus melakukan pengulangan-pengulangan dalam irisan waktu tertentu yang terdapat dalam satu channel radio.  Personal Digital Cellular: Cara kerja mirip dengan TDMA, PDC lebih banyak digunakan di negara Jepang.  iDEN: teknologi berbasis CDMA dengan arsitektur GSM memungkinkan untuk membuka aplikasi Private Mobile Radio dan Push to Talk.  Digital European Cordless Telephone: teknologi ini berbasis TDMA digunakan untuk keperluan bisnis dalam skala menengah ke atas.  Personal Handphone Secvice: teknologi ini tidak jauh berbeda dengan DECT,  kecepatan transmisinya jauh lebih cepat dan digunakan dalam lingkungan yang  lebih luas.  IS-CDMA: Teknologi ini meningkatkan kapasitas sesi penelponan dengan menggunakan metode pengkodean yang unik untuk setiap kanal frekuensi yang digunakan.  GSM: teknologi GSM menggunakan sistem TDMA dengan alokasi kurang lebih delapan di dalam satu channel frekuensi sebesar 200kHz per satuan waktu. Kelebihan dari GSM ini adalah interface yang tinggi bagi para provider dan penggunanya. 3. Generasi 3G : digital, kecepatan tinggi (high-speed), untuk pita lebar (broadband). Contoh: W-CDMA (atau dikenal juga dengan UMTS) dan CDMA2000 1xEV-DO. 4. Generasi 3,5G: memungkinkan akses internet yang lebih cepat. Contoh: HSDPA. 5. Generasi 4G : merupakan Long Term Evolution (LTE) yakni, evolusi dari teknologi 3GPP dan Ultra Mobile Broadband (UMB) berasal dari 3GPP2, sehingga sulit untuk dibedakan dengan jelas antara teknologi 3G dan 4 G. Contoh: Wimax Mobile Standard. Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 17 2.1 Universal Mobile Telecommunications System (UMTS) UMTS (bahasa Inggris: Universal Mobile Telecommunications System) adalah salah satu teknologi telepon genggam 3G (generasi ke-3). Sekarang ini bentuk yang paling banyak digunakan adalah W-CDMA yang distandarisasi oleh 3GPP. Untuk membedakan UMTS dari teknologi 3G lainnya, UMTS seringkali dipasarkan sebagai 3GSM, menekankan dasar 3G dari teknologi ini. High-Speed Downlink Packet Access (HSDPA)  High-Speed Downlink Packet Access (HSDPA) adalah sebuah protokol telepon genggam dan kadangkala disebut sebagai teknologi 3,5G. HSDPA fase pertama berkapasitas 4,1 Mbps. Kemudian menyusul fase 2 berkapasitas 11 Mbps dan kapasitas maksimal downlink peak data rate hingga mencapai 14 Mbit/s. Teknologi ini dikembangkan dari WCDMA sama seperti EV-DO mengembangkan CDMA2000. HSDPA memberikan jalur evolusi untuk jaringan Universal Mobile Telecommunications System (UMTS) yang memungkinkan untuk penggunaan kapasitas data yang lebih besar (sampai 14,4 Mbit/detik arah turun).  HSDPA merupakan evolusi dari standar W-CDMA dan dirancang untuk meningkatkan kecepatan transfer data 5x lebih tinggi. HSDPA memdefinisikan sebuah saluran WCDMa yang baru, yaitu high-speed downlink shared channel (HS-DSCH) yang cara operasinya berbeda dengan saluran W-CDMA yang ada sekarang. Hingga kini penggunaan teknologi HSDPA hanya pada komunikasi arah bawah menuju telepon genggam.  Kecepatan unduh datanya : - Di lingkungan perumahan teknologi ini dapat melakukan unduh data hingga berkecepatan 3,7 Mbps. - Dalam keadaan bergerak seseorang yang sedang berkendaraan di jalan tol berkecepatan 100 km/jam dapat mengakses internet berkecepatan 1,2 Mbps. - Di lingkungan perkantoran yang padat pengguna dapat menikmati streaming video dengan perkiraan kecepatan 300 Kbps.  Kelebihan HSDPA Kelebihan HSDPA adalah mengurangi tertundanya pengunduhan data (delay) dan memberikan umpan balik yang lebih cepat saat pengguna menggunakan aplikasi interaktif seperti mobile office atau akses Internet kecepatan tinggi untuk penggunaan fasilitas permainan atau mengunduh audio dan video. Kelebihan lain HSDPA, meningkatkan kapasitas sistim tanpa memerlukan spektrum frekuensi tambahan. Hal ini menyebabkan berkurangnya biaya layanan mobile data secara signifikan. GPRS (Lanjutan)  GPRS merupakan sistem transmisi berbasis paket untuk GSM yang menggunakan prinsip 'tunnelling'.  GPRS menawarkan laju data yang lebih tinggi. Laju datanya secara kasar sampai 160 kbps dibandingkan dengan 9,6 kbps yang dapat disediakan oleh rangkaian tersakelar GSM.  Kanal-kanal radio ganda dapat dialokasikan bagi seorang pengguna dan kanal yang sama dapat pula digunakan dengan berbagi antar pengguna sehingga menjadi sangat efisien.  Dari segi biaya, harga mengacu pada volume penggunaan. Penggunanya ditarik biaya dalam kaitannya dengan banyaknya byte yang dikirim atau diterima, tanpa memperdulikan panggilan, dengan demikian dimungkinkan GPRS akan menjadi lebih cenderung dipilih oleh pelanggan untuk mengaksesnya daripada layanan-layanan IP. Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 18  GPRS merupakan teknologi baru yang memungkinkan para operator jaringan komunikasi bergerak menawarkan layanan data dengan laju bit yang lebih tinggi dengan tarif rendah ,sehingga membuat layanan data menjadi menarik bagi pasar massal.  Para operator jaringan komunikasi bergerak di luar negeri kini melihat GPRS sebagai kunci untuk mengembangkan pasar komunikasi bergerak menjadi pesaing baru di lahan yang pernah menjadi milik jaringan kabel, yakni layanan internet.  Kondisi ini dimungkinkan karena ledakan penggunaan internet melalui jaringan kabel (telepon) dapat pula dilakukan melalui jaringan bergerak.  Layanan bergerak yang kini sukses di pasar adalah, laporan cuaca, pemesanan makanan, berita olah raga sampai ke berita-berita penting harian.  Dari perkembangan tersebut, dapat dirasakan dampaknya pada kemunculan berbeagai provider HP yang bersaing menawarkan tarif GPRS yang semakin terjangkau.  Dalam teorinya GPRS menjanjikan kecepatan mulai dari 56 kbps sampai 115 kbps, sehingga memungkinkan akses internet, pengiriman data multimedia ke komputer, [[notebook]] dan [[handheld computer]].  Namun, dalam implementasinya, hal tersebut sangat tergantung faktor-faktor sebagai berikut:  Konfigurasi dan alokasi time slot pada level BTS  Software yang dipergunakan  Dukungan fitur dan aplikasi ponsel yang digunakan Ini menjelaskan mengapa pada saat-saat tertentu dan di lokasi tertentu akses GPRS terasa lambat, bahkan lebih lambat dari akses CSD yang memiliki kecepatan 9,6 kbps. Perbedaan GPRS dan WAP  WAP merupakan kependekan dari Wireless Application Protocol adalah teknologi seperti WWW dan merupakan protokol untuk mengakses internet melalui HP, sedangkan  GPRS (General Packet Radio Service). adalah teknologi koneksi yang digunakan oleh HP tersebut menuju jalur internet. Misalnya, kita menggunakan broadband pada PC yang terkoneksi ke Speedy. Komponen Utama GPRS Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 19 1. Komponen-komponen utama jaringan GPRS adalah: 1. GGSN (Gateway GPRS Support Node): gerbang penghubung jaringan GPRS ke jaringan internet. Fungsi dari komponen ini adalah sebagai interface ke PDN (Public Data Network), information routing, network screening, user screening, address mapping. 2. SGSN (Serving GPRS Support Node): gerbang penghubung jaringan BSS/BTS ke jaringan GPRS. Komponen ini berfungsi untuk mengantarkan paket data ke MS, update pelanggan ke HLR, registrasi pelanggan baru. 3. PCU : komponen di level BSS yang menghubungkan terminal ke jaringan GPRS 2. Cara Kerja Komponen Utama GPRS  SGSN bertugas: 1. Mengirim paket ke Mobile Station (MS) dalam satu area 2. Mengirim sejumlah pertanyaan ke HLR untuk memperoleh profile data pelanggan GPRS (management mobility) 3. Mendeteksi MS-GPRS yang baru dalam suatu area servis yang menjadi tanggung jawabnya (location management) 4. SGSN dihubungkan ke BSS pada GSM dengan koneksi frame relay melalui PCU (Packet Control Unit) di dalam BSC.  GGSN bertugas: 1. Sebagai interface ke jaringan IP external seperti : public internet atau mobile service provider 2. Memutakhirkan informasi routing dari PDU ( Protokol Data Units ) ke SGSN.  GPRS menggunakan sistem komunikasi packet switch sebagai cara untuk mentransmisikan datanya. Packet switch adalah sebuah sistem di mana data yang akan ditransmisikan dibagi menjadi bagian-bagian kecil (paket) lalu ditransmisikan dan diubah kembali menjadi data semula. Sistem ini dapat mentransmisikan ribuan bahkan jutaan paket per detik. Transmisi dilakukan melalui PLMN (Public Land Mobile Network) dengan menggunakan IP seperti 08063464xxx. Karena memungkinkan untuk pemakaian kanal transmisi secara bersamaan oleh pengguna lain maka biaya akses GPRS, secara teori, lebih murah daripada biaya akses CSD. GPRS didesain untuk menyediakan layanan transfer packet data pada jaringan GSM dengan kecepatan yang lebih baik dari GSM. Kecepatan yang lebih baik ini didapat dengan menggunakan coding scheme (CS) yang berbeda dari GSM. Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 20 Pertemuan – 5 APLIKASI MOBILE Pengertian Mobile Applications  Mobile : Berpindah.  Aplikasi yang dapat dijalankan : - Walaupun pengguna berpindah - Karena pengguna berpindah  Menggunakan Mobile Equipment (paling populer : ponsel) Macam-Macam Mobile Applications A. Berdasarkan Teknologi Yang digunakan : Server-Request Based SMS based SIM-card based Mobile Equipment Based 1. Server-Request Based Mobile Equipment (ME) merequest data dari server. WAP. Menggunakan WML, sebuah markup language khusus berbasis XML. Keuntungan : 1. Platform Independent 2. Mudah diterapkan 3. Jenis aplikasi beragam Kerugian : 1. Masih banyak ME yang tidak support WAP. 2. Pembayaran untuk data. 3. Interface terbatas 2. Server-Request Based Implementasi Menggunakan Web Server dengan setting tambahan di configurasi File WML dibuat selayaknya membuat file HTML 3. SMS based SMS : Short Message Service. Pengiriman pesan singkat antar ME / dengan sebuah server Terbatas ± 160 characters. Keuntungan - Platform Independent - ME sebagian besar sudah dapat menerapkan SMS Kerugian : - Pembayaran untuk setiap aksi. - Interface hanya text, user harus ingat perintah - Panjang text sangat terbatas Implementasi - Menggunakan interface antara ME dengan server - Aplikasi menunggu data dari interface dan mengirim data melalui interface tersebut. Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 21 4. SIM-card based - Aplikasi diletakkan di atas SIM-card - Aplikasi dapat diakses melalui menu baru yang akan muncul di ponsel. - Javacard. Khusus untuk javacard aplikasi bersifat downloadable. - Pengiriman data lewat SMS Keuntungan : - Platform Independent (??) - Data disimpan secara lokal dan dapat digunakan bila berganti ME Kerugian : - Size terbatas. - Aplikasi harus sangat kecil Sulit diterapkan Implementasi - Download Javacard. - Gunakan Simulator 5. Mobile Equipment based c. Aplikasi diletakkan di Mobile Equipment d. Contoh Pemrograman di atas Symbian OS e. Pengiriman data SMS. Keuntungan : 1. Interface sangat mudah 2. Jenis aplikasi sangat beragam, bahkan dapat digunakan untuk aplikasi berat Kerugian : 1. Platform Dependent 2. Bila mengubah ME kemungkinan aplikasi dan data tidak dapat digunakan B. Based on function 1. Information 2. Communications 3. Entertainment 4. Productivity Tools 5. Commerce and Banking 6. Location based 1. Information . Pengiriman informasi ke ME user 2. Communications. Komunikasi antara user dengan satu atau lebih user lain. 3. Entertainment. Aplikasi menghibur seperti Games. 4. Productivity Tools. Aplikasi yang dapat meningkatkan produktivitas walaupun sedang berpindah 1. Commerce and Banking. Jual beli melalui ME. 2. Location based. Aplikasi yang mengubah data sesuai dengan lokasi user. Lokasi dapat ditentukan oleh GPS dan sel yang ditempati oleh user Segi Bisnis dari Aplikasi Mobile Mengapa ? a. Segi bisnis penting karena menjalankan aplikasi ini mahal. b. Operator cenderung mencari aplikasi yang menguntungkan Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 22 Latihan Soal : 1. berikut adalah Pengertian Mobile Applications kecuali : a. Aplikasi yang Mobile : Berpindah. b. Aplikasi yang dapat dijalankan Walaupun pengguna berpindah c. Aplikasi yang dapat dijalankan Karena pengguna berpindah d. Aplikasi yang Menggunakan Computer Equipment 2. Macam-Macam Mobile Applications yaitu (pilih 2 jawaban yang benar): a. Berdasarkan teknologi yang digunakan b. Berdasarkan Fungsinya c. Berdasarkan Tingkat Penggunaan d. Berdasarkan Keamanannya 3. berikut adalah macam mobile application Berdasarkan Teknologi Yang digunakan (pilih 2 jawaban yang benar): a. Server-Request Based b. Location based c. SIM-card based d. Productivity Tools 4. Yang bukan merupakan Keuntungan dari Server-Request Based adalah: a. Platform Independent b. Mudah diterapkan c. Jenis aplikasi beragam d. ME sebagian besar sudah dapat menerapkan SMS 5. Berikut adalah Keuntungan SIM-card based kecuali : a. Platform Independent (??) b. Data disimpan secara lokal dan dapat digunakan bila berganti ME c. Size terbatas. d. Interface sangat mudah 6. Mobile Application didasarkan pada fungsinya adalah sebagai berikut kecuali : a. Information b. Location based c. Entertainment d. Mobile Equipment based 7. Aplikasi yang dapat meningkatkan produktivitas walaupun sedang berpindah adalah salah satu fungsi dari : a. Entertainment. b. Productivity Tools. c. Commerce and Banking. d. Location based. Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 23 Wireless Application Protocol (WAP) Pengertian : Wireless Application Protocol disingkat WAP adalah sebuah protokol atau sebuah teknik messaging service yang memungkinkan sebuah telepon genggam digital atau terminal mobile yang mempunyai fasilitas WAP, melihat/membaca isi sebuah situs di internet dalam sebuah format teks khusus. Situs internet ini harus merupakan situs dengan fasilitas WAP. WAP dipublikasikan oleh WAP Forum, ditemukan pertama kali oleh Ericsson pada tahun 1997. Motorola, Nokia, dan Unwired Planet juga melakukan hal yang sama. Versi WAP Ada beberapa versi WAP antara lain :WAP 1.2.1 dan 2.0. WAP 1.2.1 hanya dapat menampilkan halaman sederhana saja dibandingkan dengan WAP 2.0 yang mendukung bahasa xhtml dan gambar.      WAP di buat pertama kali sebagai protokol komunikasi bergerak yang tidak bergantung pada sistem tertentu. WAP dirancang sebagai bagian dari sistem di masa depan sama halnya dengan Bluetooth dan GPRS. WAP merupakan protokol komunikasi bergerak yang terdiri dari beberapa layer dan dapat dijalankan pada sistem jaringan yang berbeda. Teknologi ini merupakan hasil kerjasama antar industri untuk membuat sebuah standar yang terbuka dan berbasis pada standar Internet, serta beberapa protokol yang sudah dioptimasi untuk lingkungan nirkabel. Teknologi ini bekerja dalam modus teks dengan kecepatan sekitar 9,6 kbps. Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 24 Keterbatasan Perangkat WAP 1. Kemampuan Central Processing Unit (CPU) yang lebih rendah dibandingkan CPU yang digunakan pada perangkat wired seperti komputer. 2. Keterbatasan ukuran memori 3. Penghematan penggunaan daya (power) yang biasanya menggunakan batere 4. Ukuran display yang lebih kecil dan terbatas 5. Input device yang berbeda dengan device biasa Disain dari informasi yang dikirimkan melalui WAP biasanya menggunakan format WML (Wireless Markup Language). WML ini mirip HTML, hanya lebih spesifik untuk perangkat nirkabel yang memiliki keterbatasan seperti di atas. Contoh Penggunaan WAP Informasi jadwal keberangkatan penerbangan Transaksi pembelian tiket Pendaftaran keberangkatan pesawat Informasi lalu lintas Daftar informasi kondisi cuaca Informasi nilai stok Mencari informasi nomor telepon atau alamat Latihan Soal : 1. Berikut adalah hal-hal yang benar yang berhubungan dengan WAP kecuali a. singkatan dari Wireless Application Protocol b. adalah sebuah protokol atau sebuah teknik messaging service c. memungkinkan sebuah telepon genggam digital atau terminal mobile yang mempunyai fasilitas WAP, melihat/membaca isi sebuah situs di internet dalam sebuah format teks khusus. d. Adalah sebuah alat komunikasi mobile. 2. Disain dari informasi yang dikirimkan melalui WAP biasanya menggunakan format : a. WML (Wireless Markup Language). b. HTML (Hypertext Markup Language) c. XML d. Semua jawaban salah 3. WAP mendukung bahasa xhtml dan gambar adalah WAP Versi a. WAP 1.2.1 b. WAP 1.2.0 c. WAP 1.3.0 d. WAP 1.3.1 4. Teknologi WAP bekerja dalam modus teks dengan kecepatan berkisar: a. 9,6 kbps. b. 6,9 kbps. c. 9,7 kbps. d. 7,9 kbps. 5. berikut adalah keterbatasan dari WAP (pilih 2 jawaban yang benar) : a. Keterbatasan ukuran memori b. Penghematan penggunaan daya (power) yang biasanya menggunakan batere c. Ukuran display yang lebih besar dan tidak terbatas d. Input device yang sama dengan device biasa Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 25 Quality of Service Pengertian : Quality of Service (disingkat menjadi QoS) merupakan mekanisme jaringan yang memungkinkan aplikasi-aplikasi atau layanan dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan. Beberapa parameter QoS: 1. Data Rate: ukuran kecapatan transmisi data, satuannya kbps or Mbps 2. Latency (maximum packet delay) : waktu maksimum yang dibutuhkan dari transmisi ke penerimaan yang diukur dengan satuan milidetik o Dalam voice communication: <= 50 ms 3. Packet Loss / Error : ukuran error rate dari transmisi packet data yang diukur dalam persen. o Packet hilang (bit loss) yang biasanya dikarenakan buffer yang terbatas, urutan packet yang salah termasuk dalam error rate ini. o Packet Loss = Frame dari Transmitter – Frame dari Receiver 4. Jitter : ukuran delay penerimaan paket yang melambangkan smoothness dari audio/video playback. masalah-masalah tersebut diatas dapat membuat efek yang cukup besar bagi banyak aplikasi. Sebagai contoh, komunikasi suara (seperti VoIP atau IP Telephony) serta video streaming dapat membuat pengguna frustrasi ketika paket data aplikasi tersebut dialirkan di atas jaringan dengan bandwidth yang tidak cukup, dengan latency yang tidak dapat diprediksi, atau jitter yang berlebih. Fitur Quality of Service (QoS) ini dapat menjadikan bandwidth, latency, dan jitter dapat diprediksi dan dicocokkan dengan kebutuhan aplikasi yang digunakan di dalam jaringan tersebut yang ada. Kualitas Video 1. Tidak bisa ditetapkan secara pasti karena presepsi user berbeda-beda 2. Pada umumnya dipengaruhi faktor: frame rate, image quality, brightness, frame loss, dan warna. 3. Perbandingan kualitas image dengan frame rate o Semakin baik kualitas image, biasanya frame rate video jelek Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 26 Wi-Fi Pengertian : Wi-Fi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, yang memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.16 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya. Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk penggunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan seseorang dengan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan titik akses (atau dikenal dengan hotspot) terdekat. Spesifikasi Wi-Fi dirancang berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11. Sekarang ini ada empat variasi dari 802.11, yaitu: 802.11a 802.11b 802.11g 802.11n Spesifikasi b merupakan produk pertama Wi-Fi. Variasi g dan n merupakan salah satu produk yang memiliki penjualan terbanyak pada 2005. Spesifikasi Wi-Fi Spesifikasi Kecepatan Frekuensi Cocok Band dengan 802.11b 11 Mb/s ~2.4 GHz B 802.11a 54 Mb/s ~2.4 GHz A 802.11g 54 Mb/s ~2.4 GHz b, g 802.11n 100 Mb/s ~5 GHz b, g, n Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 27 Di banyak bagian dunia, frekuensi yang digunakan oleh Wi-Fi, pengguna tidak diperlukan untuk mendapatkan ijin dari pengatur lokal (misal, Komisi Komunikasi Federal di A.S.). 802.11a menggunakan frekuensi yang lebih tinggi dan oleh sebab itu daya jangkaunya lebih sempit, lainnya sama. Versi Wi-Fi yang paling luas dalam pasaran AS sekarang ini (berdasarkan dalam IEEE 802.11b/g) beroperasi pada 2.400 MHz sampai 2.483,50 MHz. Dengan begitu mengijinkan operasi dalam 11 channel (masing-masing 5 MHz), berpusat di frekuensi berikut: Channel 1 - 2,412 MHz; Channel 2 - 2,417 MHz; Channel 3 - 2,422 MHz; Channel 4 - 2,427 MHz; Channel 5 - 2,432 MHz; Channel 6 - 2,437 MHz; Channel 7 - 2,442 MHz; Channel 8 - 2,447 MHz; Channel 9 - 2,452 MHz; Channel 10 - 2,457 MHz; Channel 11 - 2,462 MHz Secara teknis operasional, Wi-Fi merupakan salah satu varian teknologi komunikasi dan informasi yang bekerja pada jaringan dan perangkat WLAN (wireless local area network). Dengan kata lain, Wi-Fi adalah sertifikasi merek dagang yang diberikan pabrikan kepada perangkat telekomunikasi (internet) yang bekerja di jaringan WLAN dan sudah memenuhi kualitas kapasitas interoperasi yang dipersyaratkan. Teknologi internet berbasis Wi-Fi dibuat dan dikembangkan sekelompok insinyur Amerika Serikat yang bekerja pada Institute of Electrical and Electronis Engineers (IEEE) berdasarkan standar teknis perangkat bernomor 802.11b, 802.11a dan 802.16. Perangkat Wi-Fi sebenarnya tidak hanya mampu bekerja di jaringan WLAN, tetapi juga di jaringan Wireless Metropolitan Area Network (WMAN). Karena perangkat dengan standar teknis 802.11b diperuntukkan bagi perangkat WLAN yang digunakan di frekuensi 2,4 GHz atau yang lazim disebut frekuensi ISM (Industrial, Scientific dan Medical). Sedang untuk perangkat yang berstandar teknis 802.11a dan 802.16 diperuntukkan bagi perangkat WMAN atau juga disebut Wi-Max, yang bekerja di sekitar pita frekuensi 5 GHz. Tingginya animo masyarakat --khususnya di kalangan komunitas Internet-- menggunakan teknologi Wi-Fi dikarenakan paling tidak dua faktor. Pertama, kemudahan akses. Artinya, para pengguna dalam satu area dapat mengakses Internet secara bersamaan tanpa perlu direpotkan dengan kabel. Konsekuensinya, pengguna yang ingin melakukan surfing atau browsing berita dan informasi di Internet, cukup membawa PDA (pocket digital assistance) atau laptop berkemampuan WiFi ke tempat dimana terdapat access point atau hotspot. Menjamurnya hotspot di tempat-tempat tersebut --yang dibangun oleh operator telekomunikasi, penyedia jasa Internet bahkan orang perorangan-- dipicu faktor kedua, yakni karena biaya pembangunannya yang relatif murah atau hanya berkisar 300 dollar Amerika Serikat. Peningkatan kuantitas pengguna Internet berbasis teknologi Wi-Fi yang semakin menggejala di berbagai belahan dunia, telah mendorong Internet service providers (ISP) membangun hotspot yang di kota-kota besar dunia. Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 28 Beberapa pengamat bahkan telah memprediksi pada tahun 2006, akan terdapat hotspot sebanyak 800.000 di negara-negara Eropa, 530.000 di Amerika Serikat dan satu juta di negara-negara Asia. Keseluruhan jumlah penghasilan yang diperoleh Amerika Serikat dan negara-negara Eropa dari bisnis Internet berbasis teknologi Wi-Fi hingga akhir tahun 2003 diperkirakan berjumlah 5.4 trilliun dollar Amerika, atau meningkat sebesar 33 milyar dollar Amerika dari tahun 2002 (www.analysys.com). Wi-fi Hardware Wi-fi dalam bentuk PCI Hardware wi-fi yang ada di pasaran saat ini ada berupa : PCI USB PCMCIA Compact Flash Wi-fi dalam bentuk USB Mode Akses Koneksi Wi-fi Ada 2 mode akses koneksi Wi-fi, yaitu 1. Ad-Hoc Mode koneksi ini adalah mode dimana beberapa komputer terhubung secara langsung, atau lebih dikenal dengan istilah Peer-to-Peer. Keuntungannya, lebih murah dan praktis bila yang terkoneksi hanya 2 atau 3 komputer, tanpa harus membeli access point 2. Infrastruktur Menggunakan Access Point yang berfungsi sebagai pengatur lalu lintas data, sehingga memungkinkan banyak Client dapat saling terhubung melalui jaringan (Network). Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 29 Sistem Keamanan Wi-fi Terdapat beberapa jenis pengaturan keamanan jaringan Wi-fi, antara lain: 1. 2. 3. 4. 5. 6. WPA Pre-Shared Key WPA RADIUS WPA2 Pre-Shared Key Mixed WPA2 RADIUS Mixed RADIUS WEP Popularitas Wi-fi Di Indonesia sendiri, penggunaan Internet berbasis Wi-Fi sudah mulai menggejala di beberapa kota besar. Di Jakarta, misalnya, para maniak Internet yang sedang berselancar sambil menunggu pesawat take off di ruang tunggu bandara, sudah bukan merupakan hal yang asing. Fenomena yang sama terlihat diberbagai kafe --seperti Kafe Starbucks dan La Moda Cafe di Plaza Indonesia, Coffee Club Senayan, dan Kafe Coffee Bean di Cilandak Town Square-dimana pengunjung dapat membuka Internet untuk melihat berita politik atau gosip artis terbaru sembari menyeruput cappucino panas. Dewasa ini, bisnis telepon berbasis VoIP (Voice over Internet Protocol) juga telah menggunakan teknologi Wi-Fi, dimana panggilan telepon diteruskan melalui jaringan WLAN. Aplikasi tersebut dinamai VoWi-FI (Voice over Wi-Fi). Beberapa waktu lalu, standar teknis hasil kreasi terbaru IEEE telah mampu mendukung pengoperasian layanan video streaming. Bahkan diprediksi, nantinya dapat dibuat kartu (card) berbasis teknologi Wi-Fi yang dapat disisipkan ke dalam peralatan eletronik, mulai dari kamera digital sampai consoles video game (ITU News 8/2003). Berdasarkan paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa bisnis dan kuantitas pengguna teknologi Wi-Fi cenderung meningkat, dan secara ekonomis hal itu berimplikasi positif bagi perekonomian nasional suatu negara, termasuk Indonesia. Meskipun demikian, pemerintah seyogyanya menyikapi fenomena tersebut secara bijak dan hati-hati. Pasalnya, secara teknologis jalur frekuensi --baik 2,4 GHz maupun 5 GHz-- yang menjadi wadah operasional teknologi Wi-Fi tidak bebas dari keterbatasan (Kompas, 5/2/2004). Pasalnya, pengguna dalam suatu area baru dapat memanfaatkan sistem Internet nirkabel ini dengan optimal, bila semua perangkat yang dipakai pada area itu menggunakan daya pancar yang seragam dan terbatas. Apabila prasyarat tersebut tidak diindahkan, dapat dipastikan akan terjadi harmful interference bukan hanya antar perangkat pengguna Internet, tetapi juga dengan perangkat sistem telekomunikasi lainnya. Bila interferensi tersebut berlanjut --karena penggunanya ingin lebih unggul dari pengguna lainnya, maupun karenanya kurangnya pemahaman terhadap keterbatasan teknologinya-pada akhirnya akan membuat jalur frekuensi 2,4 GHz dan 5 GHz tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. Keterbatasan lain dari kedua jalur frekuensi nirkabel ini (khususnya 2,4 GHz) ialah karena juga digunakan untuk keperluan ISM (industrial, science and medical). Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 30 Konsekuensinya, penggunaan komunikasi radio atau perangkat telekomunikasi lain yang bekerja pada pada pita frekuensi itu harus siap menerima gangguan dari perangkat ISM, sebagaimana tertuang dalam S5.150 dari Radio Regulation. Dalam rekomendasi ITU-R SM.1056, diinformasikan juga karakteristik perangkat ISM yang pada intinya bertujuan mencegah timbulnya interferensi, baik antar perangkat ISM maupun dengan perangkat telekomunikasi lainnnya. Rekomendasi yang sama menegaskan bahwa setiap anggota ITU bebas menetapkan persyaratan administrasi dan aturan hukum yang terkait dengan keharusan pembatasan daya. Menyadari keterbatasan dan dampak yang mungkin timbul dari penggunaan kedua jalur frekuensi nirkabel tersebut, berbagai negara lalu menetapkan regulasi yang membatasi daya pancar perangkat yang digunakan. Latihan Soal : 1. Beberapa parameter Quality of Service (QoS) adalah sebagai berikut Kecuali: a. b. c. d. Data Rate Latency (maximum packet delay) Packet Loss / Error Data Speed 2. pentingnya mengetahui Fitur Quality of Service (QoS) adalah : a. b. c. d. dapat menjadikan bandwidth dapat diprediksi dan dicocokkan dengan kebutuhan aplikasi yang digunakan di dalam jaringan tersebut yang ada. dapat menjadikan latency dapat diprediksi dan dicocokkan dengan kebutuhan aplikasi yang digunakan di dalam jaringan tersebut yang ada dapat menjadikan Jitter dapat diprediksi dan dicocokkan dengan kebutuhan aplikasi yang digunakan di dalam jaringan tersebut yang ada. Semua Jawaban Benar 3. Dalam ranah Qos Kualitas Video dipengaruhi oleh hal berikut(pilih 3 jawaban yang benar): a. image quality, b. brightness, c. frame loss dan warna. d. Ukuran 4. Dalam menilai kualitas Jika kualitas image semakin baik maka : a. frame rate video semakin baik b. frame rate video sama baik c. frame rate video semakin jelek d. semua jawaban salah. 6. Wi-Fi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, yang memiliki pengertian yaitu (pilih 3 jawaban yang benar): a. sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN) b. jaringan Local Nirkabel yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. c. jaringan Local Nirkabel yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11.b d. jaringan Local Nirkabel yang didasari pada spesifikasi 802.16 g Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 31 6. Wi-Fi dirancang berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11. Sekarang ini ada empat variasi dari 802.11, yaitu kecuali: a. b. c. d. 802.11a 802.11b 802.11g 802.11h 7. Variasi Wi-Fi dengan kecepatan 100 Mb/s adalah : a. 802.11a,b b. 802.11b c. 802.11g d. 802.11n 8. Perangkat dengan standar teknis 802.11b diperuntukkan bagi perangkat WLAN yang digunakan di frekuensi 2,4 GHz atau yang lazim disebut frekuensi : a. Wi-Max b. WMAN c. ISM d. Semua jawaban benar 9. berikut adalah Hardware wi-fi yang ada di pasaran saat ini (pilih 3 jawaban yang benar): a. b. c. d. PCI USB PCMUSB Compact Flash 10. Ada 2 mode akses koneksi Wi-fi, yaitu : a. b. c. d. Ad-Hoc infrastruktur Langsung Gateaway 11. Mode koneksi ini dimana beberapa komputer terhubung secara langsung, atau lebih dikenal dengan istilah Peer-to-Peer. Adalah mode koneksi : a. b. c. d. Ad-Hoc infrastruktur Langsung Gateaway 12. Mode koneksi dimana dalam koneksi Menggunakan Access Point yang berfungsi sebagai pengatur lalu lintas data, sehingga memungkinkan banyak Client dapat saling terhubung melalui jaringan (Network) disebut dengan mode koneksi : a. Ad-Hoc b. infrastruktur c. Langsung d. Gateaway Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 32 MOBILE IP Pengertian Mobile IP adalah suatu standar yang dibuat oleh Internet Engineering Task Force (IETF) RFC 2002[3]. Mobile IP bekerja di network layer (layer 3) yang mempunyai beberapa karakteristik yang saling berhubungan kemampuan dalam mendukung node mobility. Beberapa karakteristik dari Mobile IP adalah seorang user (node) tidak terpaku pada suatu tempat atau tidak ada batasan geografis, tidak ada hubungan fisik yang dibutuhkan dan yang terakhir adalah keamanan sudah disupport oleh Mobile IP. Dari beberapa karakteristik terdapat beberapa entitas baru yang mendukung karakteristik Mobile IP, yaitu: a. Mobile Node (MN) Merupakan sebuah node yang melakukan perpindahan posisi dari sebuah jaringan satu ke jaringan yang lain tanpa merubah alamat IP dan masih tetap dapat terhubung dengan Correspondent Node. Mobile Node juga dapat berkomunikasi dengan node lain yang berada pada suatu lokasi yang tertentu dengan menggunakan alamat IP konstan. b. Correspondent Node (CN) Sebuah node yang melakukan komunikasi dengan Mobile Node. Correspondent Node dapat berfungsi sebagai Mobile Node. c. Home Agent (HA) Sebuah router pada Home Network yang dapat mengirimkan paket data untuk MN saat berpindah dari asalnya dan juga memelihara informasi lokasi dari MN. d. Foreign Agent (FA) Sebuah router pada Foreign Network yang berfungsi seperti Home Network. e. Access Point (AP) Sebuah akses entiti Lapis 2 yang berfungsi menyediakan sebuah hubungan antara MN dan lapis 2 wireless link. f. Care-of-Address (COA) Alamat yang mengidentifikasikan lokasi MN saat ini. g. Tunnel Jalur yang diambil oleh paket yang terenkapsualasi. h. Agent Advertisement (AA) Pesan pemberitahuan yang dibangun melalui ekstensi khusus dalam sebuah pesan advertise router yang berisi informasi bagi MN untuk terhubung ke Mobility Agent. Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 33 Beberapa layanan yang mendukung MIP adalah: a. Agent Solicitation Permintaan atau permohonan kiriman iklan layanan dari HA, FA dan Access Point oleh MN yang berisi permintaan link mendeteksi adanya paket hilang tetapi masih memiliki Care-of Address yang valid. b. Registration Ketika MN menjauhi HA, MN akan register ke HA dengan Care-of Address yang dimiliki, sehingga HA dapat mengetahui lokasi terbaru MN dan mengirimkan paket data. c. Enkapsulasi Proses penumpangan IP datagram dengan header yang IP lain yang berisi Care-of Address (alamat sementara) pada MN. IP datagram tetap utuh dan tidak tersentuh seluruhnya saat penumpangan. d. Dekapsulasi Proses pemisahan header IP terluar pada paket yang datang, sehingga datagram yang ditumpangkan itu dapat diakses dan dapat dikirimkan ke tujuan yang sebenarnya. Dekapsulasi adalah kebalikan dari enkapsulasi. Operasional Mobile IPv6 Pada IPv6 Mobile Node memperoleh sebuah Care-of Address dan kemudian menginformasikan kepada lawan komunikasinya tentang setiap perubahan Care-of Address. Sebuah option tujuannya yang baru, Binding updated, melayani pemberitahuan Care-of Address yang baru kepada Home Agent dan Corresspondent Node. Tidak hanya itu, MN juga menjamin avability untuk keperluan mobilitas. Dengan tambahan Binding acknowledgement membantu memastikan MN tentang pengiriman Binding Update. Mobilitas IPv6 meminjam ide paling umum dari Mobile IPv4 yaitu Home Network, Home Agent dan Care-of Address . MN harus selalu dapat dijangkau oleh paket-paket yang ditujukan untuknya yaitu ke Home Address-nya. Jika Mobile Node tidak lagi berada pada Home Network nya, maka Home Agent harus bertanggung jawab untuk mengirimkan datagram untuk Mobile Node. Hal ini secara tidak langsung menyatakan bahwa Home Agent dan Mobile Node bekerjasama untuk memastikan bahwa Home Agent selalu waspada terhadap alamat Care-of Address dari Mobile Node. Proses kerjasama tersebut dapat disebut registrtion dan kemudian registration akan terjadi saat MN mendapatkan Care-Of Address yang baru. IPv6 mengharuskan setiap node agar dapat melakukan address autoconfiguration. Dengan menggunakan protokol ini, sebuah MN mampu menentukan prefix jaringan pada point of attachment dimana saja yang bisa ia pilih, kemudian mendapatkan alamat IPv6 secara global yang dapat diroutingkan sesuai point of attachment tersebut. Sehingga dengan menggunakan fitur-fitur yang tersedia pada protokol IPv6, MN dapat melakukan pelayanan untuk dirinya sendiri pada saat ia berada pada area barunya. HA harus selalu waspada terhadap perubahan alamat Care-of Address milik MN secepat mungkin. HA menemukan dan mempertahankan informasi Care-of Address dari MN yaitu dengan dua cara. Yang pertama ketika HA menemukan bahwa MN telah berpindah subnet, Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 34 maka HA menggunakan teknik neighbour Discovery untuk menunjukkan alamat lapis MAC yang baru dari MN untuk diinformasikan kepada seluruh lawan bicara MN yang ada pada home network. Kedua , ketika HA menerima paket yang ditujukan untuk MN maka HA aka menggunakan IP6-to-IP6 enkapsulasi untuk mengirimkan paket tersebut ke alamat Careof Address. Ketika MN menerima datagram yang sudah dienkapsulasi, maka MN akan mengetahui bahwa ia harus menginformasikan kepada CN tentang alamat Care-of Addressnya. Hal terpenting untuk penjangkauan MN, HA harus selalu diberikan sinyal acknowledge oleh MN tentang semua informasi dari Care-of Address. Binding Updated Option MN menggunakan destination option (Binding Update Option) yang berfungsi untuk menginformasikan kepada HA dan CN tentang alamat Care-of Address-nya. Binding Acknowlodgement Option Untuk memastikan bahwa HA telah menerima binding update dari MN maka HA harus selalu memberikan sinyal ackowledgment sesudah menerima binding update. Proses Perpindahan Pada Mobile IPv6 Mekanisme perpindahan pada IPv6 menggunakan mekanisme penemuan (discovery) sehingga MN dapat terus melacak status konektivitasnya kepada Point of Attachment. Mekanisme Medium specific dibawah lapis network dapat selalu memberikan petunjuk tentang status hubungan komunikasi. Sehingga MN dapat menggunakan status informasi tersebut ketika mempertimbangkan apakah ia masih terhubung secara fisik dengan Point of Attachment-nya. MN menggunakan mekanisme NUD (Neighbour Unreachbility Detection) untuk mendetekasi kapan default router-nya menjadi tidak dapat dijangkau. Ketika MN secara aktif sedang mengirimkan paket-paket, maka ia masih tetap dapat mendeteksi bahwa router tersebut apakah masih dapat terjangkau, dengan cara: 1. Melalui indikasi dari protokol lapis MN, yaitu apabila sudah tidak menghasilkan hasil yang baik. 2. Melalui kegagalan pada saat menerima sinyal Neighbour Adevertisement dari default routernya dan memberikan balasan berupa Neighbour Solicitation. Jadi NUD merupakan metoda yang cocok bagi MN untuk menetukan kapan ia tidak dapat mengirimkan paket-paket kepada default routernya. Operasional Fast Handover Mobile IPv6 Pada intinya protokol FMIPv6 (RFC 4068) adalah bahwa sebuah Access Router (AR) harus tahu AR lainnya yang berdekatan dengannya yang kemungkinan MN akan terkoneksi kepada AR tersebut. Terlebih lagi, hal ini juga meminta Access Point L2 untuk tahu setiap kemampuan dan tanggung jawab dari setiap AR. Hal ini sangat cocok untuk diimplementasikan dalam pembangunan jaringan intra-organisasi. Sedankan untuk jaringan inter-organisasi akan memerlukan kerjasama pemodelan yang dapat dipercaya antara organisasi yang terkait. FMIPv6 memiliki beberapa terminology baru: 1. Access Router (AR). Default router dari MN, sebagai contoh adalah router dimana MN terkoneksi. Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 35 2. Previous Access Router (PAR). AR akan terlibat didalam penanganan trafik dari MN saat terjadi perpindahan. PAR adalah router dimana MN terkoneksi sebelum melakukan perpindahan. 3. New Access Router (NAR). NAR adalah router dimana MN terkoneksi setelah melakukan perpindahan. 4. Previous Care of Address (PCoA). CoA yang dimiliki oleh MN sebelum pindah. 5. New CoA (NCoA). CoA yang dimiliki MN setelah dia berpindah ke jaringan yang baru.Overview dari elemen dan referensi arsitekturalnya dapat dilihat pada gambar sebagai berikut: Protokol ini juga mendefinisikan beberapa tipe pesan yang baru yaitu: 1. Router Solicitation for Proxy (RtSolPr) - (Dari MN ke PAR). Pesan ini dikirimkan oleh MN untuk meminta informasi handover dari PAR. 2. Proxy Router Advertisement (PrRtAdv) - (Dari PAR ke MN). Pesan ini dikirimkan oleh PAR untuk menginformasikan neighbouring link kepada MN 3. Fast Binding Update (FBU) - (Dari MN ke PAR). Dikirim oleh MN untuk melakukan BU dengan NCoA yang didapat dari pesan PrRtAdv. 4. Handover Initiate (HI) - (Dari PAR ke NAR). Dikirimkan oleh PAR ke NAR untuk menginisiasi handover. 5. Handover Acknoledgement (HAck) - (Dari NAR ke PAR). Dikirim oleh NAR untuk meng-ack inisiasi handover yang telah dilakukan. 6. Fast Binding Acknowledgement (FBack) - (Dari Par ke MN). Dikirim oleh PAR untuk meng-ack FBU. 7. Fast Neighbour Advertisement (FNA) - (Dari MN ke NAR). Dikirim oleh MN untuk mengumumkan keberadaan linknya ke NAR. Latihan Soal 11. Mobile IP adalah suatu standar yang dibuat oleh Internet Engineering Task Force (IETF) RFC 2002[3]. Bekerja dilayer apakah Mobil IP tersebut ? a. b. c. d. Layer aplikasi Layer Network Layer Presentation Layer Fisik 12. Beberapa karakteristik dari Mobile IP adalah kecuali: a. seorang user (node) tidak terpaku pada suatu tempat atau seorang user tidak ada batasan geografis, b. tidak ada hubungan fisik yang dibutuhkan c. membutuhkan hubungan fisik dalam jaringan Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 36 d. keamanan sudah disupport oleh Mobile IP. 3. Berikut adalah beberapa entitas baru yang mendukung karakteristik Mobile IP, yaitu (pilih 2 jawaban yang benar) : a. b. c. d. Mobile Node (MN) Registration Home Agent (HA) Agent Solicitation 4. Entitas baru yang Merupakan sebuah node yang melakukan perpindahan posisi dari sebuah jaringan satu ke jaringan yang lain tanpa merubah alamat IP dan masih tetap dapat terhubung dengan Correspondent Node disebut dengan : a. b. c. d. Mobile Node (MN) Home Agent (HA) Foreign Agent (FA) Access Point (AP) 5. Sebuah router pada Home Network yang dapat mengirimkan paket data untuk MN saat berpindah dari asalnya dan juga memelihara informasi lokasi dari MN disebut dengan . a. b. c. d. Mobile Node (MN) Home Agent (HA) Foreign Agent (FA) Access Point (AP) 6. Berikut adalah beberapa layanan yang mendukung MIP (pilih 3 jawaban yang benar): a. b. c. d. Registration Enkapsulasi Autentication Dekapsulasi Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 37 Bluetooth A. Pengertian Bluetooth Bluetooth adalah sebuah teknologi komunikasi wireless (tanpa kabel) yang beroperasi dalam pita frekuensi 2,4 GHz Menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara bluetooth dengan jarak jangkauan layanan yang terbatas. Jarak devices10 m dan dapat mencapai kapasitas 720 kbps. Bisa juga untuk bluetooth kelas 1: 100 m Dapat berupa card seperti Wi-Fi Available globally for unlicensed users Supports open-ended list of applications, Data, audio, graphics, video real-time antara host-host B. Bluetooth Application Areas Data and voice access points Real-time voice and data transmissions: 1 Mbit/s Cable replacement Eliminates need for numerous cable attachments for connection Ad hoc networking Device with Bluetooth radio can establish connection with another when in range C. Sejarah dan Perkembangan Bluetooth Awal mula dari Bluetooth adalah sebagai teknologi komunikasi wireless (tanpa kabel) yang beroperasi dalam pita frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial, Scientific and Medical) dengan menggunakan sebuah frequency hopping tranceiver yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real-time antara host-host bluetooth dengan jarak jangkauan layanan yang terbatas (sekitar 10 meter). Bluetooth berupa card yang menggunakan frekuensi radio standar IEEE 802.11 dengan jarak layanan yang terbatas dan kemampuan data transfer lebih rendah dari card untuk Wireless Local Area Network (WLAN). Pembentukan Bluetooth dipromotori oleh 5 perusahaan besar Ericsson, IBM, Intel, Nokia dan Toshiba membentuk sebuah Special Interest Group (SIG) yang meluncurkan proyek ini. Pada bulan Juli 1999 dokumen spesifikasi bluetooth versi 1.0 mulai diluncurkan. Pada bulan Desember 1999 dimulai lagi pembuatan dokumen spesifikasi bluetooth versi 2.0 dengan tambahan 4 promotor baru yaitu 3Com, Lucent Technologies, Microsoft dan Motorola. Saat ini, lebih dari 1800 perusahaan di berbagai bidang bergabung dalam sebuah konsorsium sebagai adopter teknologi bluetooth. Walaupun standar Bluetooth SIG saat ini ‘dimiliki’ oleh grup promotor tetapi ia diharapkan akan menjadi sebuah standar IEEE (802.15). Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 38 Pada bulan Oktober di tahun 2001, Bluetooth telah diperbarui dan dirilis versi 1.1 dan 1.2. Digunakannya mask pada perangkat Hardware Device Address (BD-ASSR) untuk melindungi pengguna dari identity snooping (pengintai) maupun tracker. Penggunaan protokol tanpa nama (anonymite mode) sudah tersedia namun tidak diimplementasikan. Adaptive Frequency Hopping (AFH), dengan memperbaiki daya tahan dari gangguan frekuensi radio Transmisi berkecepatan tinggi Lalu untuk versi 2.0 memiliki spesifikasi : Diperkenalkannya Non-hopping narrowband channels. Channel ini bisa digunakan untuk memperkenalkan layanan profile bluetooth oleh berbagai device dengan volume yang sangat tinggi dari perangkat bluetooth secara simultan. Tidak dienkripsinya informasi yang bersifat umum secara realtime, sehingga dasar kemacetan trafik informasi dan laju trafik ke tujuan dapat dihindari waktu ditransmisikan oleh perangkat dengan melewati setiap host dengan kecepatan tinggi. Koneksi berkecepatan tinggi. Multiple speeds level. Pada awal 2009 diperkenalkan versi 3.0. Bluetooth 3.0 ini memiliki fitur Enhanced Power Control (EPC) baru yang dapat mereduksi terputusnya koneksi akibat berpindahnya perangkat. Misalnya saat ponsel dipindahkan ke kantong atau dompet. Fitur ini sangat bermanfaat mengingat terputusnya koneksi dapat menghambat penyelesaian transfer data. Jika Bluetooth 2.0 memiliki transfer data maksimal 3Mbps pada jarak di bawah 2 meter, Bluetooth 3.0 mampu menghadirkan transfer data sebesar 480Mbps. Kecepatan ini serupa dengan kecepatan koneksi Wireless USB di jarak yang sama. Jika jarak antar perangkat antara 2 sampai 10 meter, kabarnya Bluetooth 3.0 akan memberikan bandwidth setidaknya sebesar 53,3Mbps, atau diperkirakan sekitar 100Mbps. Pada awal tahun 2010, teknologi Bluetooth 4.0 hadir dalam rangka memenuhi tuntutan teknologi tanpa kabel yang menargetkan aplikasi dengan energi rendah, khususnya dalam industri kesehatan, kebugaran, keamanan pusat perbelanjaan, serta hiburan rumah tangga. Dengan kata lain, Teknologi Bluetooth 4.0 menjadi bentuk evolusi Bluetooth yang mengutamakan penggunaan teknologi tanpa kabel hemat energi. Sebagai generasi termuda dari teknologi Bluetooth, Bluetooth 4.0 memiliki beberapa keunggulan yang antara lain adalah: Konsumsi daya yang lebih kecil sehingga hemat baterai atau listrik. Waktu pemakaian yang lebih lama sampai tahunan dengan hanya menggunakan baterai kapasitas kecil (coin cell batteries). Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 39 Biaya produksi yang rendah. Jarak lebih panjang. Mampu menjangkau lebih dari 100 meter. Kecepatan transfer lebih baik dengan kemampuan sekitar 1 Mbps. Sistem keamanan yang lebih terkontrol dibandingkan dengan sistem keamanan pada bluetooth generasi-generasi sebelumnya. D. Pengembang Original founding members: Ericsson, Intel, IBM, Nokia, Toshiba Added promoters: 3Com, Agere (was: Lucent), Microsoft, Motorola > 2500 members E. Bluetooth Special Interest Group (SIG) Formed in 1998 by Ericsson, IBM, Intel, Toshiba and Nokia to develop a standard for Bluetooth wireless technolgy Membership benefits access to other member companies’ patents and technologies Membership constraints must conform to SIG-qualification testing all information must be shared to advance the technology SIG Membership Over 2000 companies participate in SIG 3 levels Promoter : berbayar Associate : berbayar Adopter : gratis Each level has different fees and different offerings Promoter level is the highest but costs the most, also has non-restricted access to all technologies and specifications Adopter membership is free but access to certain SIG information is limited SIG Membership F. Spesifikasi Bluetooth Bluetooth menggunakan salah satu dari dua jenis frekuensi Spread Specturm Radio yang digunakan untuk kebutuhan wireless. Jenis frekuensi yang digunakan adalah Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 40 Frequency Hopping Spread Spedtrum (FHSS) : Selalu berganti-ganti frekuensi Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS) G. Usage Model Protokol bluetooth menggunakan kombinasi antara circuit switching dan packet switching. Komunikasi: point to point, dan point to multipoint Layanan: File transfer : to PC, from PC Internet bridge LAN access : networking Synchronization with Office / Outlook Headset audio H. Sistem Utama Bluetooth Sebuah radio transceiver, Saseband link management, Control, Baseband (processor core, SRAM, UART, PCM USB Interface), flash, dan voice code. Fungsional: Baseband link controller: menghubungkan perangkat keras radio ke baseband -processing dan layer protokol fisik. Link manager: melakukan aktivitas-aktivitas protokol tingkat tinggi seperti melakukan link setup, autentikasi dan konfigurasi. Diagram blok fungsional Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 41 I. Transmisi Wireless LAN mentransfer data melalui udara dengan menggunakan gelombang elektromagnetik dengan teknologi yang dipakai adalah Spread-Sprectum Technology (SST). Dengan teknologi ini memungkinkan beberapa user menggunakan pita frekuensi yang sama secara bersamaan. SST ini merupakan salah satu pengembangan teknologi CDMA Dengan urutan kode (code sequence) yang unik data ditransfer ke udara dan diterima oleh tujuan yang berhak dengan kode tersebut. Alasan Spread Spectrum : Kemampuannya membatasi interferensi internal akibat padatnya lalu lintas komunikasi yang menggunakan frekuensi radio. Kemampuan menolak penyadapan informasi oleh penerima yang tidak dikenal. Dapat dioperasikan dengan kerapatan spektral berenergi rendah. Penggunaan yang lebih aman. Frekuensi ini dapat melakukan lompatan gelombang hingga 1600 lompatan per detik. Hal ini mempersulit dilakukan penyadapan data, karena lompatan sinyal data yang cepat dan tidak beraturan sulit ditangkap oleh transceiver lain, kecuali transceiver penerimanya. Noise yang lebih kecil dan jarak pita gelombang yang sempit dapat menolak interferensi. J. Karakteristik Radio Bluetooth Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 42 K. Bluetooth layer Penjelasan : Bluetooth radio: lapisan terendah dari spesifikasi Bluetooth. lapisan ini mendefinisikan persyaratan yang harus dipenuhi oleh perangkat tranceiver yang beroperasi pada frekuensi 2,4 GHz Baseband lapisan yang memungkinkan hubungan Radio Frequency terjadi antara beberapa unit Bluetooth membentuk piconet. Piconet merupakan piranti yang menghubungkan pada jaringan. 2 sampai 8 komputer bisa digabungkan dalam sebuah piconet. Salah satu dari kedelapan komputer setiap piconet disebut dengan master dan lainnya disebut dengan slave. Sistem Radio Frequency dari bluetooth ini menggunakan frekuensi-hopping-spread spectrum yang mengirimkan data dalam bentuk paket pada time slot dan frekuensi yang telah ditentukan. LMP, Link Manager Protocol, bertanggung jawab terhadap link set-up antar perangkat Bluetooth. ini termasuk aspek securiti seperti autentifikasi dan enkripsi dengan pembangkitan, penukaran dan pemeriksaan ukuran paket dari lapisan baseband. Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 43 L. Bluetooth profile LAN access profile: menentukan bagaimana perangkat bluetooth mampu mengakses layanan-layanan pada sebuah LAN menggunakan Point to Point Protocol (PPP). Selain itu profile ini menunjukkan bagaimana mekanisme PPP yang sama digunakan untuk membentuk sebuah jaringan yang terdiri dari dua buah perangkat bluetooth. Fax profile: menentukan persyaratan-persyaratan perangkat bluetooth yang harus dipenuhi untuk dapat mendukung layanan fax. Hal ini memungkinkan sebuah bluetooth cellular phone (modem) dapat digunakan oleh sebuah komputer sebagai sebuah wireless fax modem untuk mengirim atau menerima sebuah pesan fax. M. Security Bluetooth dirancang untuk memiliki fitur-fitur keamanan sehingga dapat digunakan secara aman baik dalam lingkungan bisnis maupun rumah tangga. Fitur-fitur yang disediakan bluetooth antara lain sebagai berikut: * Enkripsi data. * Autentikasi user * Fast frekuensi-hopping (1600 hops/sec) * Output power control Fitur-fitur tersebut menyediakan fungsi-fungsi keamanan dari tingkat keamanan layer fisik/ radio yaitu gangguan dari penyadapan sampai dengan tingkat keamanan layer yang lebih tinggi seperti password dan PIN. Tetapi dari sebuah artikel Internet, menurut penelitian dua mahasiswa Tel Aviv Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 44 University, mengenai adanya kemungkinan Bluetooth bisa disadap dengan proses pairing berpasangan. Caranya adalah dengan menyiapkan sebuah kunci rahasia pada proses pairing. Selama ini dua perangkat bluetooth menyiapkan kunci digital 128 bit. Ini adalah kunci rahasia yang kemudian disimpan dan dipakai dalam proses enkripsi pada komunikasi selanjutnya. Langkah pertama ini mengharuskan pengguna yang sah untuk menginputkan kunci rahasia yang sesuai, PIN empat digit ke perangkat. Pesan lalu dikirim ke perangkat lainnya, dan ketika ditanyai kunci rahasia, dia berpura-pura lupa. Hal ini memacu perangkat lain untuk memutus kunci dan keduanya lalu mulai proses pairing baru. Kesempatan ini kemudian bisa dimanfaatkan oleh hacker untuk mengetahui kunci rahasia yang baru. Selain mengirim ini ke perangkat Bluetooth yang dituju, semua perangkat Bluetooth yang ada dalam jangkauan itu juga tetap dapat disadap. N. Cara penggunaan Bluetooth Instalasi Sebuah perangkat dengan tambahan bluetooth (tidak satu paket) biasanya harus dilakukan instalasi untuk driver dan software kontrolnya atau utility. Windows tidak menggunakan teknologi bluetooth sebagai standar perangkat yang disupport, jadi membutuhkan driver dari manufaktur. Mencari Sinyal Setelah melakukan instalasi, akan terlihat icon bluetooth pada systray windows. Jika diklik icon ini, maka akan terbuka My Bluetooth Places. Lalu pada windows Bluetooth Tasks, pilih View device in Range dengan mengaktifkan dahulu device Bluetooth yang lain. Selanjutnya PC akan mencari device yang mengaktifkan sinyal bluetooth dalam radius daya jangkaunya. Menentukan Service Dengan mengklik kanan pada device yang ditemukan, akan keluar menu Explorer, Open, Connect Network Access, Connect Generic Serial, Discover Available Service, Unpair Device, Paste, dan Properties. Pilihlah Discover Available Service, maka eksplorer akan menampilkan service yang dapa diberikan oleh device tersebut, beda device maka berbeda jenis service-nya. Mengoneksikan Device Untuk mengoneksikan dua device bluetooth dengan aman, Anda harus mengaktifkan Secure Connection dari icon tray bluetooth pada menu Advanced Configuration, Local Services, pilih Properties pada aplikasi yang akan digunakan. Lalu beri tanda centang (√) pada box Secure Connection. Begitu juga pada Client Application. Selanjutnya saat terkoneksi, Anda akan diminta memasukkan 4 PIN yang merupakan password. Penggunaan Service Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 45 Anda dapat mengklik kanan pada icon tray Bluetooth, lalu pilih quick connect dan kini ada 9 service standar yang dapat anda gunakan, antara lain Bussines Card Exchange, Bluetooth Serial Port, Dial-up Networking, Fax, File Transfer, PIM Synchronization, Network Access, Headset, dan Audio Gateway. Anda tinggal memilih service mana yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan. O. Kelebihan Bluetooth Ingin menambah device tanpa perlu manambah kusut kabel yang berseliweran, contohnya printer, keyboard, atau mouse. Ingin mengoneksikan secara cepat perangkat mobile Anda, seperti PDA, notebook, atau handycam. Ingin menggantikan semua device yang selama ini menggunakan koneksi infrared yang lambat. Membutuhkan sarana transfer data mudah cepat dan tanpa kabel. P. Kekurangan Bluetooth Sistem ini menggunakan frekuensi yang sama dengan gelombang LAN standar Apabila dalam suatu ruangan terlalu banyak koneksi Bluetooth yang digunakan, akan menyulitkan pengguna untuk menemukan penerima yang diharapkan Banyak mekanisme keamanan Bluetooth yang harus diperhatikan untuk mencegah kegagalan pengiriman atau penerimaan informasi. Di Indonesia, sudah banyak beredar virus-virus yang disebarkan melalui bluetooth dari handphone IPv6 Pengertian IP adalah singkatan dari Internet Protocol yang sering digunakan dalam jaringan dengan TCP/IP menjadi ketinggalan. Karena sekarang ini telah terdapat berbagai aplikasi pada internet yang membutuhkan kapasitas IP jaringan yang sangat besar dan dengan jumlah yang sangat banyak. Aplikasi-aplikasi tersebut di antaranya email, multimedia menggunakan internet, remote access, FTP (File Transfer Protocol), dan lain sebagainya. Aplikasi ini membutuhkan supply layanan jaringan yang lebih cepat dan fungsi keamanan menjadi faktor terpenting di dalamnya. Kebutuhan akan fungsi keamanan tersebut tidak dapat dipenuhi oleh IPV4, karena pada IP ini memiliki keterbatasan, yaitu hanya mempunyai panjang address sampai dengan 32 bit saja. Dengan demikian, diciptakanlah suatu IP untuk mengatasi keterbatasan resource Internet Protocol yang telah mulai berkurang serta memiliki fungsi keamanan yang handal (relia¬bility). IP tersebut adalah IPV6 (IP Versi 6), atau disebut juga dengan IPNG (IP Next Generation). IPV6 merupakan pengembangan dari IP terdahulu yaitu IPV4. Pada IP ini terdapat 2 pengalamatan dengan panjang address sebesar 128 bit. Penggunaan dan pengaturan IPV4 pada jaringan dewasa ini mulai mengalami berbagai masalah dan kendala. Di mulai dari masalah pengalokasian IP address yang akan habis digunakan karena banyaknya host yang terhubung atau terkoneksi dengan internet, mengingat panjang addressnya yang hanya 32 bit serta tidak mampu mendukung kebutuhan akan komunikasi yang aman. IPv6 mempunyai tingkat keamanan yang lebih tinggi karena berada pada level Network Layer, sehingga dapat mencakup semua level aplikasi. Hal tersebut berbeda dengan IPV4 yang bekerja pada level aplikasi. Oleh sebab Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 46 itu, IPV6 mendukung penyusunan address secara terstruktur, yang memungkinkan Internet terus berkembang dan menyediakan kemampuan routing baru yang tidak terdapat pada IPV4. Jadi perbedaan antara IPV4 (Internet Protocol Versi4) dan IPV6 (Internet Protokol Versi6) pada panjangnya pengalamatan address. IPV4 memiliki panjang address sampai dengan 32 bit saja, sedangkan IPV6 atau disebut juga dengan IPNG (IP Next Generation) memiliki panjang address sampai 128bit . Kelebihan Sementara kelebihan atau solusi yang terdapat di dalam desain IPv6 adalah salah satu pemicu percepatan implementasi. Kelebihan-kelebihan IPv6 adalah sebagai berikut: 1. Ipv6 merupakan solusi bagi keterbatasan alamat IPv4 (32 bit). IPv6 dengan 128 bit memungkinkan pengalamatan yang lebih banyak, yang memungkinkan IP-nisasi berbagai perangkat (PDA, handphone, perangkat rumah tangga, perlengkapan otomotif). 2. Aspek keamanan dan kualitas layanan (QoS) yang telah terintegrasi. 3. Desain autokonfigurasi IPv6 dan strukturnya yang berhirarki memungkinkan dukungan terhadap komunikasi bergerak tanpa memutuskan komunikasi end-to-end. 4. IPv6 memungkinkan komunikasi peer-to-peer tanpa melalui NAT, sehingga memudahkan proses kolaborasi / komunikasi end-to-end: manusia ke manusia, mesin ke mesin, manusia ke mesin dan sebaliknya. IPv6 mendukung beberapa jenis format prefix, yakni sebagai berikut:  Alamat Unicast, yang menyediakan komunikasi secara point-to-point, secara langsung antara dua host dalam sebuah jaringan. Alamat Multicast, yang menyediakan metode untuk mengirimkan sebuah paket data ke banyak host yang berada dalam group yang sama. Alamat ini digunakan dalam komunikasi one-tomany. Alamat Anycast, yang menyediakan metode penyampaian paket data kepada anggota terdekat dari sebuah group. Alamat ini digunakan dalam komunikasi one-to-one-of-many. Alamat ini juga digunakan hanya sebagai alamat tujuan (destination address) dan diberikan hanya kepada router, bukan kepada host-host biasa.   Jika dilihat dari cakupan alamatnya, alamat unicast dan anycast terbagi menjadi alamat-alamat berikut:  Link-Local, merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam satu subnet. Site-Local, merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam sebuah intranet. Global Address, merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam Internet berbasis IPv6.   Sementara itu, cakupan alamat multicast dimasukkan ke dalam struktur alamat. Format Alamat Dalam IPv6, alamat 128-bit akan dibagi ke dalam 8 blok berukuran 16-bit, yang dapat dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal berukuran 4-digit. Setiap blok bilangan heksadesimal tersebut akan dipisahkan dengan tanda titik dua (:). Karenanya, format notasi yang digunakan oleh IPv6 juga sering disebut dengan colon-hexadecimal format, berbeda dengan IPv4 yang menggunakan dotteddecimal format. Berikut ini adalah contoh alamat IPv6 dalam bentuk bilangan biner: Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 47 00100001110110100000000011010011000000000000000000101111001110110000001010101010000 00000 1111111111111110001010001001110001011010 Untuk menerjemahkannya ke dalam bentuk notasi colon-hexadecimal format, angka-angka biner di atas harus dibagi ke dalam 8 buah blok berukuran 16-bit: 0010000111011010 0000000011010011 0000000000000000 0010111100111011 0000001010101010 0000000011111111 1111111000101000 1001110001011010 Lalu, setiap blok berukuran 16-bit tersebut harus dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal dan setiap bilangan heksadesimal tersebut dipisahkan dengan menggunakan tanda titik dua. Hasil konversinya adalah sebagai berikut: 21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A Perubahan dari IPv4 ke IPv6 pada dasarnya terjadi karena beberapa hal yang dikelompokkan dalam kategori berikut : Kapasitas Perluasan Alamat IPv6 meningkatkan ukuran dan jumlah alamat yang mampu didukung oleh Ipv4 dari 32 bit menjadi 128 bit. Peningkatan kapasitas alamat ini digunakan untuk mendukung peningkatan hirarki atau kelompok pengalamatan, peningkatan jumlah atau kapasitas alamat yang dapat dialokasikan dan diberikan pada node dan mempermudah konfigurasi alamat pada node sehingga dapat dilakukan secara otomatis. Penyederhanaan Format Header Beberapa kolom pada header IPv4 telah dihilangkan atau dapat dibuat sebagai header pilihan. Hal ini digunakan untuk mengurangi biaya pemrosesan hal-hal yang umum pada penanganan paket IPv6 dan membatasi biaya bandwidth pada header IPv6. Dengan demikian, pemerosesan header pada paket IPv6 dapat dilakukan secara efisien. Option dan Extension Header Perubahan yang terjadi pada header-header IP yaitu dengan adanya pengkodean header Options (pilihan) pada IP dimasukkan agar lebih efisien dalam penerusan paket (packet forwarding), agar tidak terlalu ketat dalam pembatasan panjang header pilihan yang terdapat dalam paket IPv6 dan sangat fleksibel/dimungkinkan untuk mengenalkan header pilihan baru pada masa akan datang. Kemampuan Pelabelan Aliran Paket Kemampuan atau fitur baru ditambahkan pada IPv6 ini adalah memungkinkan pelabelan paket atau pengklasifikasikan paket yang meminta penanganan khusus, seperti kualitas mutu layanan tertentu (QoS) atau real-time. Autentifikasi dan Kemampuan Privasi Kemampuan tambahan untuk mendukung autentifikasi, integritas data dan data penting juga dispesifikasikan dalam alamat IPv6. Perubahan terbesar pada IPv6 adalah perluasan IP address dari 32 bit pada IPv4 menjadi 128 bit. 128 bit ini adalah ruang address yang kontinyu dengan menghilangkan konsep kelas. Selain itu juga dilakukan perubahan pada cara penulisan IP address. Jika pada IPv4 32 bit dibagi menjadi masing-masing 8 bit Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs. 48 yang dipisah kan dengan "." dan di tuliskan dengan angka desimal, maka pada IPv6, 128 bit tersebut dipisahkan menjadi masing-masing 16 bit yang tiap bagian dipisahkan dengan ":"dan dituliskan dengan hexadesimal. IPv6 Transition (IPv4-IPv6) Untuk mengatasi kendala perbedaan antara IPv4 dan IPv6 serta menjamin terselenggaranya komunikasi antara pengguna IPv4 dan pengguna IPv6, maka dibuat suatu metode Hosts – dual stack serta Networks – Tunneling pada hardware jaringan, misalnya router dan server. Jadi setiap router menerima suatu packet, maka router akan memilah packet tersebut untuk menentukan protokol yang digunakan, kemudian router tersebut akan meneruskan ke layer diatasnya. Kesimpulan Kesimpulan 1. IPv6 menggunakan IPSec sebagai protokol keamanan. IPSec adalah sebuah protokol yang digunakan untuk mengamankantransmisi datagram dalam sebuah internetwork berbasis TCP/IP. Terdapat beberapa standar untuk melakukan enkripsi data dan juga integritas data pada lapisan kedua dalam DARPA Reference Model(internetwork layer). 2. Agar komunikasi aman, maka sesikomunikasi antara dua komputer dengan menggunakan IPSec, maka dibutuhkan sebuah framework protokol yang disebut dengan ISAKMP/Oakley. Protokol ISAKMP / Oakley menggunakan algoritma Diffie Hellman dalam mempertukarkan kunci rahasia yang akan digunakan dalam mengenkripsi data IPSec mendukung duabuah sesi komunikasi keamanan, yakni protokol Authentication Header (AH) dan protokol Encapsulating Security Payload (ESP). 3. Diffie Hellman adalah protokol dalam kriptografi yang memperbolehkan 2 buah pihak yang belum memiliki pengetahuan mengenai satu sama lain untuk bertukar kode melalui jaringan komunikasi yang tidak diamankan. Dan kode ini dapat digunakan untuk mengenkripsi komunikasi yang berurutan menggunakan symetri key cipher (sebuah algoritma kriptografi untuk mendekripsi dan mengenkripsi data). Secara umum, Algoritma Diffie Huffman merupakan sebuah algoritma yang aman untuk saling mempertukarkan kunci rahasia. Bahan Ajar Teknologi Mobile Y.Yohakim Marwanta, S.Kom., M.Cs.