Anda di halaman 1dari 6

OLI SYNTHETIC UNTUK KENDARAAN ANDA

OLI SYNTHETIC UNTUK KENDARAAN ANDA Untuk Kendaraan Baru Biasanya dealer mensyaratkan apabila kita melakukan hal yang lain seain yang diatur dalam buku servis, maka garansi akan hangus. Untuk ganti oli, ini berkaitan dengan ganti oli dimana? Karena pilihan oli tetap pada pemilik kendaraan, hanya ganti oli/servis berkala harus dilakukan di bengkel resmi dealer. Jadi sebaiknya sejak awal untuk kendaraan anda yang berharga gunakan oli synthetic sejak awal. Yang benar-benar bermutu tinggi produksi perusahaan oli ternama. Sehingga anda tidak harus berfikir untuk ganti mobil lagi 2-3 tahun kedepan karena penurunan performance yang significant dari kendaraan anda. Untuk kendaraan baru yang saat diantarkan dealer kepada anda sudah ber oli synthetic, tunggulah sampai 5.000 km untuk kendaraan bensin dan 16.000 km untuk kendaraan diesel. Ini untuk memberikan kesempatan bagi mesin untuk duduk dengan sempurna. Sehingga memaksimalkan mesin performance kendaraan untuk selanjutnya. Untuk Kendaraan Lama Kendaraan dengan masa pakai sampai 100.000 -120.000 km adalah kandidat untuk melakukan pergantian dari oli petroleum ke oli synthetic. Syaratnya tidak ada kebocoran seal & gasket packing pada mesin. Lebih sempurna lagi apabila segera dilakukan setelah turun mesin , dimana semua seal dan packing mesin diganti baru. Kendaraan dengan usia lebih dari 10 tahun biasanya sudah terdapat kebocoran/rembesan oli pada mesinnya. Waktu pakai yang lama dengan kualitas oli yang rendah memungkinkan terjadinya penyusutan/pergeseran pada seal & gasket packing mesin. Ini kadang tidak terlihat saking tebalnya kerak dalam mesin yang menambalnya, sehingga celah itu tertutupi. Hal inilah yang sering menimbulkan kontraversi dimana banyak orang dengan kendaraan yang usia pakainya sudah tinggi berteriak tidak mendapatkan performance yang diharapkan setelah beralih ke oli synthetic, malah mesinnya penuh rembesan oli. Jadi perhatikan kondisi mesin kendaraan anda sebelum beralih ke synthetic. Keputusan ada ditangan anda sepenuhnya. Prosedur Standar Peralihan ke Oli Synthetic Kendaraan < 30,000 km Buang oli lama, ganti filter oli, masukkan oli synthetic Kendaraan > 30,000 km Gunakan Engine Flush terlebih dulu untuk membuang kerak danvkotoran dalam ruang mesin. Ini untuk menghindari pencampuran sisa oli lama dengan oli baru yang menyebabkan anda harus mengganti oli lagi lebih cepat dari yang seharusnya. Hati-hati dengan engine flush yang beredar dipasaran karena dibalik kemasan yang berkilau dan iklan yang menarik dan menjanjikan bila dipakai bisa membuat mesin anda seperti baru lagi, didalamnya mungkin cuma berisi minyak tanah (kerosene). Siapapun yang menganjurkan pemakaian minyak tanah dalam mesin kendaraan anda, jangan sekali-kali anda turuti. Yang direkomendasi adalah yang diproduksi oleh Gold Eagle dan Amsoil Ganti filter oli, Buang oli lama setengah bagian atau dirasa setara dengan volume engine flush yang kita masukkan, sehingga ada ruang untuk mengganti lapisan kerak pada mesin. Jalankan mesin (idle) dengan lama sesuai petunjuk pada pemakaian Engine Flush. Hentikan mesin lalu buang sisa oli dalam mesin, ganti filter oli lagi, lalu masukkan oli synthetic kedalam mesin. Lakukan penggantian ini saat mesin masih panas. Dengan cara ini maka hampir semua kotoran pada mesin sisa oli lama akan terbuang. Cara lain yang lebih aman adalah dengan langsung memakai oli synthetic tanpa terapan flush terlebih dahulu. Ini lebih efektif karena hampir semua oli synthetic mengandung deterjen yang memberihkan sisa-sisa oli lama. Hanya dengan cara ini Drain Intervalnya akan berkurang. Saat 5.000 - 10.000 km mungkin anda sudah harus mengganti oli dan filter oli lagi. Akan terlihat bahwa Oli buangannya akan sangat kotor sisa endapan dari oli yang menempel pada mesin.

SYNTHETIC VS PETROLEUM
Dari segi hasil singkatnya synthetic lebih baik dalam hal: 1 Interval Pergantian oli lebih lama 2 Biaya perawatan mesin lebih ringan 3 Lebih hemat BBM 4 Performance mesin meningkat Dari segi kandungan oli 5 Synthetic oil lebih murni dan seragam molekulnya. 6 Biasanya synthetic oil dibuat dengan teknologi tinggi jadi QC lebih baik. 7 Senyawa pada synthetic oil adalah rantai pendek yang lebih stabil tidak seperti senyawa panjang pada petroleum oil 8 Demi kestabilan tidak memerlukan contaminant yang dapat berefek pada penurunan kualitas pelumasan. Pada tes pada jenis 5w30 pada produk synthetic oil beberapa produk merek terkemuka seperti Amoco, AMSOIL,Chevron, Havoline, Mobil 1, NEO, Quaker State, Redline, Royal Purple, Shell, Synergyn dan Valvoline. Ditemukan nilai flash point rata-rata 453 derajat F (eq.234 derajat C). Itu 40 derajat lebih tinggi dari rata-rata flash point petroleum oil. Ini sangat significant.

JARAK PENGGANTIAN OLI LEBIH LAMA


AMSOIL dan NEO synthetic oil menggaransi 25.000 miles atau 1 tahun penggantian oli sejak awal tahun 70-an sementara Red Line oil juga merekomendasikan penggantian sampai lebih dari 10.000 miles. Perlu saya klarifikasi bahwa tidak semua synthetic oil bisa bertahan begitu lama karena perlu pencampuran yang cermat antara premium basestocks dengan kualitas tertinggi dari paket additive untuk sampai menjamin 40.000 km penggantian. Jadi angka yang aman adalah 12.000 16.000 km atau 6 bulan penggantian. Lalu kenapa perusahaan oli yang lain tidak menawarkan drain interval yang panjang? Jawabnya adalah UANG. Karena nanti volume oli yang dijual menjadi turun drastis. Berarti keuntungan juga turun secara significant. Petroleum oil adalah angsa bertelur emas, yang merekomendasikan drain interval setiap 5.000 km sehingga kita mengganti oli 5-8 kali setahun.. Penghematan yang dilakukannya mengerikan untuk perusahaan produsen oli bila orang rame-rame menggunakan synthetic oil

MEMANJANGKAN USIA MESIN DAN MEMPERSEDIKIT PERBAIKAN


Ini bisa dilakukan karena adanya efek pemakaian synthetic oil seperti 9 Pengurangan Friksi mesin 10 Kualitas film yang dihasilkan lebih baik 500-1000% 11 Kotoran/sisa pembakaran yang lebih sedikit.

Kenyataannya, believe it or not, Oli synthetic dengan angka SAE 0w30 or 5w20 mempunyai kekuatan film pelapis ruang mesin yang lebih baik dibanding dengan oli petroleum dengan angka SAE 15w40 atau 20w50 yang lebih besar (oli lebih kental). Jadi dengan oli synhetic yang lebih encer (lebih ringan) bisa menghasilkan perlindungan terhadap panas yang lebih baik pada temperatur tinggi dan terhadap kondisi mesin yang bekerja lama dan berat. Atau dengan kata lain pelumasan yang lebih baik dan mencegah kontak metal dengan metal yang lebih sempurna.

MENGHEMAT BBM
Pada oli petroleum, molekul yang lebih ringan ikut terbakar lebih dulu menimbulkan sisa pembakaran dan meninggalkan molekul yang lebih berat yang lebih berat untuk dipompa. Ini adalah pemborosan energi yang nyata sekali. Logikanya begini, energi yang dhasilkan oleh proses pembakaran yang pada oli petroleum berkurang karena gesekan komponen mesin, dengan oli synthetic bisa tersalur sepenuhnya ke roda. Ini bisa terjadi karena molekul yang seragam dalam oli synthetic sangat sedikit yang ikut terbakar sehingga tidak menimbulkan sisa pembakaran yang akan menghambat pemompaan energi yang dihasilkan dari pembakaran BBM sehingga tidak kehilangan energi yang terlalu banyak

PERFORMANCE MESIN MENINGKAT


Karena BBM yang terbakar seluruhnya menjadi tenaga, dan gesekan pada ruang mesin sangat minimal, efek langsungnya menghasilkan akselerasi kendaraan yang lebih halus dan bertenaga.

VISKOSITAS
Viscosity secara umum dapat diartikan sebagai ketebalan/kekentalan dari Oli. Intinya ia harus tetap encer/lancer mengalir saat udara dingin dan tetap kenta saat menghadapi temperature mesin yang tinggi. Berkaitan dengan Viscosity ada beberapa jenis oli:

Multy Grade
Contoh dengan code: Ow30, 5w30, 10w40 adalah oli yang didesign untuk aplikasi pada perubahan suhu yang signifikan seperti di kawasan Amerika Utara dimana suhu bisa sampe -20 derajat F saat musim dingin dan +95 derajat F saat musim panas.

Mono Grade
Contoh dengan code SAE30 yang dirancang untuk operasional mesin saat musim panas saja. Monograde oil masih sering digunakan pada aplikasi di super high performance racing, Alat-alat berat yang digunakan saat musim panas dan mesin industri yang biasanya selalu ditempatkan dalam ruangan dengan suhu konstan sepanjang tahun.

Arti Angka
5w30 sering diartikan sebagai 5 weight oil saat suhu dingin dan 30 weight oil saat suhu tinggi apakah tepat demikian? 5 di 5w30 adalah angka relative yang mengindikasikan kemudahan mesin untuk dinyalakan saat temperatur rendah dibanding dengan 10 pada 10w30.. Jadi itu bukan bukan referensi atas viscosity. Jadi agar tidak bingung, lebih mudah mengingat W sebagai Winter daripada sebagai klasifikasi weight. Sementara klasifikasi SAE hanya untuk aplikasi buat oli pada temperature 100 derajat C yang tidak bisa dijadikan standar untuk oli dengan temperature selain 100 derajat C Sebagai contoh ,oli dengan SAE 30 harus punya kinematic viscosity saat suhu100 derajat C antara 9.3 - 12.5 cSt (centistokes)

Masalah Pada Oli Multy Grade


Wax contaminants pada petroleum basestocks mengkristal pada suhu dingin yang menyebabkannya mengental dan menjadi susah untuk dipompa. Jadi sebagai dasar material petroleum oil harus menggunakan basestocks yang encer. Sebagai contoh pada oli 5w30, agar mudah mengalir agarsesuai denga klasifikasi 5W, maka digunakan petroleum basestocks dengan SAE20 yang akan ditambahi dengan pour point depressant additives. Ingat di pembahasan sebelumnya bahwa additive ini digunakan untuk menjaga viscosity tetap rendah pada saat temperature dingin dengan mencegah pengkristalan waxy contaminants dalam oli. Tapi agar bisa stabil di SAE 30 dan tidak menjadi SAE 20 oli harus di bangun dengan VI-improvers yang juga sudah kita bahas. Tapi makin panjang VI improvers maka makin tidak stabil, sehingga senyawa ini sangat cepat pecah sehingga 5w30 bisa balik ke 5w20 atau lebih rendah lagi. Jadi SAE J300 memberikan persyaratan bahwa oli harus memenuhi cP level atas HT/HS (Hi Temperature/Hi Shear) test (ASTM D 4683) Makin tinggi HT/HS makin bagus oli karea mengindikasikan shear yang lebih rendah. Petroleum oil punya nilai HT/HS yang rendah tapi cukup memenuhi standar spesifikasi dari SAE J300. Karena HT/HS yang rendah maka Petroleum oil mudah terbakar dan meninggalkan kotoran serta harus rutin diganti. NOACK dan Four Ball Wear Indication adalah yang paling penting untuk melihat kestablilan dan kelebihan dari setiap oli. NOACK test menempatkan oli pada lingkungan dengan temperatur 250 derajat C (kl. 500 derajat F) selama 1 jam. Ini dilakukan untuk menentukan penguapan selama periode tersebut. Petroleum Oil nilainya biasanya kehilangan diatas 15% dari berat awalnya. Sementara synthetic oil biasanya dengan mudah berada pada kisaran dibawah 10%. Makin encer oli biasanya makin besar penguapannya. SAE

30 menguap lebih banyak dari pada SAE 60, seperti halnya 0w30 dengan 10w30 Four Ball Wear tes adalah untuk mengetahui seberapa baik oli mencegah gesekan pada situasi terjadi kontak antar metal di mesin. Misalnya antar piston dengan silinder mesin.

CHEMICAL ADDITIVES
Bahan additive memainkan peran yang penting dalam memastikan bahwa pelumas bekerja sesuai dengan yang fungsi yang diinginkan. Biasanya penambahan additive bertujuan untuk satu atau beberapa tujuan tertentu. Kualitas bahan dan perlakuannya saat mencampur dalam oli sangat menentukan dalam seberapa baik paket additive bekerja. Seperti biasa makin tinggi kualitas bahan additive, begitu juga harganya. Berikut ini penjelasan singkat beberapa tipe bahan yang digunakan sebagai additive.

Peningkatan Karakteristik Viscosity


1. Pour Point Depressants Digunakan untuk meningkatkan kemampuan aliran dari pelumas pada temperatur yang rendah. Petroleum basestock dengan kualitas yang tinggi tidak terlalu membutuhkan additive ini karena sudah mempunyai level kontaminasi wax yang lebih rendah. Tapi karena proses penghilangan kandungan wax (dewaxing) menjadi nol sangat mahal maka hampir semua Petroleum basestock perlu additive ini. Hydrocracked Petroleum basestock mungkin tidak memerlukan additive ini. 2. Viscosity Index Improvers Digunakan untuk meminimisasi pengurangan viscositas pelumas saat terjadi peningkatan temperature. Pelumas Synthetic lebih awet viscositasnya dibanding dengan yang petroleum. Bahkan beberapa pelumas synthetic begitu stabilnya di temperatur yang tinggi sehingga tidak memerlukan VI-improvers sama sekali sehingga bisa tahan lama pemakaiannya.

Mempertahankan Kestabilan Pelumas


1. Detergents & Dispersants Digunakan untuk meningkatkan kemampuan pelumas untuk membersihkan kotoran yang sudah terbentuk dan mencegah pembentukan kotoran (sludge) baru. 2. Anti Foaming Agents Walaupun berperan dalam kebersihan mesin, Detergents & Dispersants mempunyai efek negatif dari busa yang dihasilkan. Bila busa ini tidak dinetralkan maka akan mengurangi kualitas pelumasan. Anti Foaming Agents digunakan digunakan untuk mengontrol bua ini. 3. Oxidation Inhibitors Digunakan untuk mengontrol oksidasi pelumas dengan udara. Disebut juga sebagai antioxidans. Antioxidants Ada 2 tipe : 1 Untuk menetralkan radikal bebas yang mendorong terjadinya oksidasi. 2 Untuk menetralkan peroksida yang berperan dalam proses oksidasi. Lebih jauh Antioxidants juga melindungi bearing dari proses peng-karat-an. 3. Corrosion Inhibitors Walaupun Antioxidants mencegah terbentuknya senyawa Asam dari oksidasi, tapi tidak mencegah terbentuknya senyawa asam dari proses pembakaran BBM-udara-Oli. Jadi additive lain diperlukan untuk melindungi metal mesin. Kemampuan netralisasi senyawa asam dari pelumas disebut sebagai TBN (Total Base Number) Karena mesin diesel cendrung menghasilkan senyawa asam yang terbentuk dari pelumas lebih banyak, maka TBN pelumas mesin diesel biasanya berkisar di angka 9-14. Sementara mesin bensin normalnya di angka 5-8. Makin tingi kualitas oli dan makin panjang drain interval suatu oli maka TBN makin tinggi. Jadi untuk Petroleum oil yang drains intervalnya pendek tidak perlu TBN yang tinggi. Additive ini tidak terlalu diperlukan untuk basestock yang diolah secara hydrocracking 4. Anti Wear Agents Sebagus apapun olinya tetap ada kemungkinan terjadinya kontak antar metal dalam mesin,terutama saat start-up. Jadi anti Wear Agent digunakan untuk situasi ini. Aditive seperti Zinc & Phosphor akan melapisi permukaan metal membuat perlindungan dari gesekan. Biasanya Zinc & Phospor digunakan dlam bentuk paket yang disebut ZDDP (Zianc Dialkyl Dithiophosphate)

UKURAN KUALITAS OLI


1. Viscosity Index (VI) Ukuran kemampuan oli mempertahankan viskositasnya dalam rentang temperature tertentu. Makin besar angka viscosity index artinya makin sedikit perubahan viskositas dalam suhu yang berubah-ubah. Secara umum makin tinggi viscosity index makin bagus oli tersebut. 2. Low Temperature Performance (POUR POINTS) Makin baik Oli mengalir pada temperature yang rendah, makin baik low temperature performance-nya. Sehingga makin baik dalam melindungi mesin saat start-up dalam kondisi cuaca yang dingin 3. High Temperature Performance (FLASH POINTS) Bagaimana ketahanan oli dibawah kondisi mesin yang panasnya ekstrim, apakah lebih mudah terbakar ? apakah akan kehilangan viskositas sehingga menyebabkan kontak antar metal? Semakin baik oli maka semakin tahan berada dalam kondisi panas yang ekstrim 4. Oxidation Resistance. Oksidasi menyebabkan terbentuknya kotoran pada mesin. Oksidasi juga meningkatkan viskositas oli dan membuat mesin bekerja lebih keras untuk memompa oli keseluruh sistem. Jadi oli harus bisa mencegah oksidasi Untuk mencapai 4 kriteria tadi atas hasil akhir pelumas base oil, maka minyak mentah harus melalui serial langkah proses pemurnian sebagai berikut: 12 Desalting, memisahkan unsur garam dalam minyak mentah untuk mempermudah tahapan selanjutnya. 13 Partial Vaporization, memisahkan unsur berdasarkan titik didihnya. 14 Vacum Distillation, memisahkan molekul unsur berdasarkan berat molekulnya. 15 Solvent Extraction, menghilangkan hampir 80% unsur aromatik yang akan mestabilkan ketahanan terhadap oksidasi dan meningkatkan viskositas. 16 Dewaxing, mengeluarkan unsur wax yang pada gilirannya akan menjamin kemampuan alir oli pada suhu rendah 17 Hydrofinishing/clay tratment, memisahkan komponen yang tidak stabil seperti sulfur dan nitrogen akan meningkatkan stabilitas ketahanan terhadap oksidasi dan temperatur. 18 Hydrotreating, memurnikan oli sampai >99 lebih lanjut lagi dan menstabilkan ikatan hydrokarbon oli, proses ini hanya digunakan untuk mendapatkan oli super premium

SYNTHETIC BASESTOCKS
Synthetic basestock persamaannya terlalu sedikit dengan sepupunya-petroleum basestocks. Biasa digunakan untuk fungsi tertentu. Sementara yang satu dirancang untuk melumasi yang satu digunakan untuk kemampuan yang lebih memadai untuk melakukan fungsinya. Hubungan keduanya seperti selayaknya batu dengan palu. Keduanya bisa digunakan untuk memukul paku. Tetapi yang satu lebih efektif dari yang satu untuk tugas tertentu. Palu tentunya lebih sesuai untuk memukul paku demi paku tanpa berkurang kemampuannya seiring waktu. Sementara batu mungkin bisa retak, pecah atau tercuil saat dipakai memukul paku. Mungkin kita akan menemui setelah beberapa lusin paku kita harus mencari batu baru. TIPE SYNTHETHIC BASESTOCK OIL 1. Polyalphaolefins (PAOs) Biasa disebut juga sebagai synthesized hydrocarbons dan pasti tidak mengandung wax, metal, sulfur atau phosphor. Viscosity Index sekitar 150, dan memiliki pour points yang rendah (biasanya dibawah 40 derajat F. Meskipun PAOs stabil secara thermal ada 2 hal yang harus kita perhatikan. Pertama PAOs tidak stabil sifat oksidasinya seperti synthetic lainnya. Tapi dengan additive yang sesuai sifat oksidasi yang stabil bisa didapat. PAOs juga cendrung bersifat menyusutkan seal. Ini ditemukan pada awal tahun 70-an ketika produsen oli besar mendapatkan masalah pada seal dengan formula synthetic mereka yang pertama. 2. Diester

Kurang populer digunakan. Dengan keuntungan yag sama pada PAOs tapi dengan struktur yang lebih bervariasi. Sehingga karakteristik performancenya lebih bervariasi juga dibandung PAOs. Bila dipilih dengan cermat, maka diesters secara umum memberikan por points yang lebih baik dibanding PAOs (sekitar -60 sampai -80 derajat F) dan sedikit lebih stabil dalam sifat oksidasinya dengan additive yang sesuai. Diesters juga mempunyai karakter inherent solvency yang sangat baik. Sehingga disamping pembakaran yang bersih juga dapat ikut membersihkan kotoran yang ditinggalkan oleh pelumas yang lain. Meskipun saat diaplikasi tidak dibantu dengan detergency additives. Kebalikannya dengan PAOs yang mengerutkan seal, Diesters dapat memuaikan seal. Seal yang tahan terhadap reaksi kimia sangat direkomendasikan bisa kita menggunakan synthetic base oil yang diproses dengan diesters 3. Polyolester Seperti diesters, tetapi lebih rumit sedikit. Rentang yang lebih besar pada pour points dan VI dari diesters, tetapi polyolesters basestocks lebih baik dari diester dengan pour ponts lebih rendah setara -90 derajat F dan VI setinggi 160 (tanpa VI additive improvers). Sama seperti diesters, polyolester juga memuaikan seal. Kualitas premium biasanya mencampurkan antar PAOs dengan diester atau polyolester untuk mendapatkan kombinasi dari kelebihannya masng-masing bahan. Ini memerlukan banyak keahlian dan eksperimen. Hasilnya seiring kualitasnya yang tinggi harganya juga menjadi tidak murah. Biasanya lebih mahal dengan harga 2-3 kali oli yang lebih rendah kualitasnya.