Anda di halaman 1dari 14

UPAYA PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK AGROBISNIS

Disusun Oleh : Ermawati

Alumni Pertama SMP Plus Berkualitas Lengkong Mandiri

Yayasan Bangun Bina Anak Indonesia

KATA PENGANTAR

Indonesia adalah negara tropis yang lahannya terkenal subur sejak dari dulu kala. Sehingga kehidupan agraris merupakan mata pencaharian pokok bagi mayoritas penduduk Indonesia. Kesuburan tanah yang tinggi berasal dari keadaan geologi alam negri ini yang terletak pada volcanic belt atau rangkaian gunung api yang

terbentang dari ujung pulau Sumatra, Jawa hingga Bali. Letusan gunung api dapat saja dilihat sebagai bencana, tetapi akhirnya memberikan berkah melimpah karena mengandung materi yang menyuburkan tanah. Jadilah sejak ratusan tahun yang lalu, berdiri perkebunan perkebunan luas di pulau Jawa dan Sumatra dibawah pengelolaan Hindia Belanda. Pada masa sekarang, perkebunan tersebut telah beralih hak milik di bahwa badan-badan perkebunan dibawah Pemerintah Indonesia. Hasil utama mencakup kelapa sawit, karet, kopi, kina, teh dan tembakau juga coklat siap memenuhi konsumsi dalam negri atau di ekspor ke negara lain. Selain Sumatra dan Jawa, terutama di Indonesia bagian timur hasil bumi berupa rempah-rempah telah lama dikenal oleh negara negara lain beriklim 4 musim. Inilah yang menyebabkan terjadinya

penjajahan 3,5 abad dinegeri ini. Lahan yang subur dengan hasil yang melimpah, rakyat yang tidak mengerti akan nilai hasil bumi Indonesia serta rendahnya taraf pendidikan bangsa menyebabkan timbulnya rasa ingin memiliki dari negara lain. Maka hubungan dagang berubah menjadi penjajahan. Pada masa kini, dimana modernisasi sering acap disalah artikan, ada sekelompok orang yang masih ingat untuk merujuk pada sejarah i

Indonesia, tentang awal mulanya terjadi penjajahan di bumi pertiwi kita. Uniknya sejarah tersebut bukan hanya cerita untuk dikenang, karena faktanya lahan di negara ini masih tetap subur dan warga desa dari seluruh pelosok tanah air tetap memiliki SDM yang rendah. Oleh karena Yayasan Bangun Bina Anak Indonesia (YBBAI) yang membawahi Poncol Agro, bertekad untuk mengembalikan kepercayaan pada warga desa Lengkong Wetan untuk kembali menggantungkan kepercayaan

pada lahan subur yang dimiliki oleh desanya ini. Untuk itu dalam makalah ini akan dijelaskan secara ringkas, bahwa hasil bumi dapat ditingkatkan nilai tambahnya dengan berbagai cara seperti yang dituangkan pada Bab II selanjutnya.

ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................. DAFTAR IS I .......................................................................................... BAB I PENDAHULUAN 1.1 1.2 BAB II Latar Belakang ............................................................... Maksud dan Tujuan ........................................................

i iii

1 2

PEMBAHASAN 2.1 Peningkatan Nilai Tambah Poncol Agro ..................... 4 4 5

2.2 Pemasaran Online ........................................................... 2.3 Mengolah Produk-Produk Poncol Agro ........................ BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan.......................................................................

6 6

3.2 Saran-Saran ................................................................... BAB IV LAMPIRAN 4.1 Peta Desa Lengkong dan sekitar .................................. 4.2 Foto Poncol Agro

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Poncol Agro ditujukan sebagai lahan pertanian organik yang dikaitkan dengan pelatihan bagi siswa siswi SMP/SMK Plus BLM . Sebagai laboratorium alam untuk lokasi berpraktek siswa siswi dibawah Agro Kurikulum. Para siswa juga terlibat langsung

dengan proses marketing dan produksi juga Agro Research. Masing-masing dibawah bimbingan staff pengajar yang bertindak sebagai supervisor. Adapun YBBAI mengharapkan dari seluruh kegiatan ini, akan dapat menghasilkan nilai tambah dari hasil agro bisnis. Agro bisnis di KPM ini nantinya dapat menjadi percontohan bagi warga desa. Terutama akan di dirikannya pasar induk di kompleks KPM yang dapat menampung semua hasil bumi warga desa. Seperti diketahui bahwa dahulunya sebagian besar warga desa bermata pencaharian sebagai petani.Terkait dengan modernisasi yang terus berkembang dan merasuki desa Lengkong Wetan, terlihat adanya kecenderungan dari warga untuk berpindah mata

pencaharian.Menjual lahan leluhur adalah pilihan yang disukai bagi pemenuhan kebutuhan hidup.Keahlian bertani dan bercocok tanam yang ada ditinggalkan begitu saja.Padahal secara keseluruhan, SDM desa ini masih belum tepat untuk bekerja sebagai pegawaipegawai di instansi pemerintah ataupun swasta.Sehingga banyak warga desa yang menjadi buruh-buruh di pusat perbelanjaan,

rumah tangga dan lain sebagainya.Ini adalah masalah sosial penting yang harus mendapatkan perhatian selayaknya. Pendirian Poncol Agro di KPM menitik beratkan pada aspek bisnis, sebagai lahan percontohan bagi warga desa bahwa hasil bumi dapat diberikan pupuk nilai tambah dengan salah cara-cara satunya,

tertentu.Penggunaan

organik

adalah

termasuk pengolahan hasil agro untuk diterapkan dalam industriindustri kecil yang dapat dilakukan di rumah-rumah warga dengan biaya yang murah dan terjangkau.

1.2 Maksud dan Tujuan 1.2.1 Maksud Penyusunan makalah ini dimaksudkan

untukmemberikan masukan kepada warga desa, bagaimana keahlian bertani dan bercocok tanam tidak harus

ditinggalkan. Terutama karena lahan desa Lengkong adalah lahan subur yang mampu memberikan hasil melimpah untuk langsung dinikmati sendiri, dijual dengan manajemen yang baik, ataupun diolah menjadi bahan makanan lain. Tidak terkecuali inventarisasi tumbuhan yang dapat dijadikan bahan kerajinan tangan.

1.2.2 Tujuan Tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu sebagai berikut : Menyadarkan warga bahwa hasil bumi dapat diberikan nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Menyadarkan

warga

bahwa

lahan

subur

dapat

dimanfaatkan dengan ditanami daripada menyerahkan hak kepemilikan kepada pemilik modal yang berniat melebarkan kekuasaan Membuka lapangan pekerjaan baru bagi kaum wanita

desa ini untuk membuka home industri makanan olahan dari hasil bumi. Berkreasi dengan hasil bumi untuk meningkatkan taraf kehidupan keluarga mereka. Pelestarian tanaman-tanaman langka yang berkhasiat sebagai sumber bahan baku herbal. Pelestarian tumbuhan yang berguna bagi industri

kreatif kerajinan tangan

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Peningkatan Nilai Tambah Poncol Agro Untuk meningkatkan nilai tambah dari produk Poncol Agro ini ada beberapa alternatif cara yang akan ditempuh : 2.1.1 Memasarkan Produk-produk Poncol Agro secara Langsung. Memasarkan produk Poncol Agro secara langsung maksudnya yaitu dengan cara kami pihak penjual bertemu secara langsung kepada para pembeli. Alumni dihimpun untuk memasarkan produk-produk agro tersebut ke pasarpasar tradisional dan pasar modern serta kepada pendudukpenduduk sekitar. Stand stand yang berlokasi di belakang SMP Plus Berkualitas Lengkong Mandiri juga didirikan. Rencana kedepannya, akan dibangun sejenis pasar induk di desa Lengkong Wetan, untuk pemasaran hasil Poncol Agro juga untuk menampung hasil bumi dari petani lokal.

2.1.2 Pemasaran Online Di zaman modern ini teknologi sudah berkembang sangat canggih dan pesat. YBBAI bekerja sama dengan alumni dan supervisornya akan membentuk website bagi pemasaran online. Jasa pesan antar ditawarkan bagi peningkatan pemasaran produk Poncol Agro.

2.1.3 Mengolah Produk-produk Poncol Agro Pada bagian ini akan diterangkan bahwa tidak hanya produk Poncol Agro yang akan menjadi objek bagi

kreatifitas peningkatan nilai jual. Tetapi hasil kebun warga yang akan dikumpulkan juga merupakan bagian daripadanya. Buah dan sayur seperti mangga, papaya dan jambu batu dan jambu air asinan.Sementara dapat diolah menjadi manisan atau kecil berupa keripik akan

makanan

dihasilkan dari tanaman bayam, nangka, ubi rambat, singkong dan pisang. Tidak terkecuali, biji nangka dan

cempedak dapat pula dijadikan keripik.Rambutan yang banyak terdapat hampir disemua daerah akan dapat pula dikemas sebagai awetan dalam sirup. Dan kelapa buah tropis yang tidak mengenal musim adalah objek untuk dijadikan serundeng kering dalam kemasan, juga banyak makanan kecil lainnya. Sementara Markisa dapatdiolah menjadi sirup yang dikemas dalam

botol-botol plastik. Inovasi yang berarti mencampurkan hasil bumi

dengan bahan makanan lain akan menghasilkan cake wortel, biscuit kelapa dan permen jelly. Bahkan diolah dari ice cream dapat

ubi rambat. Mie basah/mie kering dapat

diproduksi dengan menggunakan wortel, sawi hijau dan ubi rambat.

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan Lahan subur di desa Lengkong Wetan adalah kekayaan alam yang patut untuk dilestarikan kegunaannya.Berkaitan dengan tatanan kehidupan yang sudah menjadikan bercocok tanam sebagai budaya di desa Lengkong Wetan, maka jelas terlihat bahwa budaya cocok tanam tidak harus ditinggalkan demi mengikuti kemajuan kehidupan modern.Modernisasi tidak berarti meninggalkan jati diri, dan tatanan nilai-nilai kehidupan keseharian warga.Melainkan banyak mendapatkan informasi dari kemajuan ilmu pengetahuan lewat berbagai media yang tersedia, dan adanya kemauan untuk mendapatkan pembelajaran dari penyuluhan dan pelatihan yang juga disediakan. YBBAI melalui Poncol Agro yang dibinanya adalah wadah bagi penyuluhan dan pelatihan tentang peningkatan nilai tambah hasil agro. Dimana nantinya warga desa akan terbuka cakrawala berfikirnya dengan melihat proyek percontohan ini. Dengan demikian tercapai maksud penyusunan makalah ini yaitu

memberikan masukan yang berguna bagi warga untuk melihat dengan sudut pandang lain terhadap apa yang sudah ada didalam genggaman tangan.

3.2 Saran-saran. Agro Research, dan Agro Marketing di bawah Poncol Agro sudah waktunya untuk mengadakan temu wicara dengan aparat dan warga desa secara kontinyu. Hal ini dimaksudkan untuk mengetengahkan hasil penemuan, berbagi ilmu pengetahuan dan mengemukakan kendala yang dihadapi. Dengan adanya informasi

silahturahmi yang

terjalin, banyak pertukaran

berguna yang akan di dapat. Adapun secara garis besar, konsep dari pertemuan termaksud sudah dapat dijabarkan sebagai berikut : Memberikan penyadaran kepada warga agar merubah sudut pandang bahwa hasil bumi dapat diolah secara langsung, diinovasikan meningkat. Bahwa dengan hal tersebut, akan terbuka lahan pekerjaan baru dari terbentuknya home-home industri yang akan banyak merekrut tenaga kerja. Terutama sekali bagi kaum wanita dan remaja dapat menggunakan waktu luangnya bagi kegiatan home industri ini. Home industri sendiri selain terpusat makanan olahan juga akan pada produksi menjadi bentuk lain agar nilai jualnya

dapat memproduksi herbal.

Untuk ini, perlu inventarisasi jenis tanaman obat, khasiat dan kegunaannya. Home industsri juga akan dapat memproduksi hasil

kerajinan tangan seperti topi, sandal, dompet anyam dari tumbuhan tertentu.

dan tikar

Dengan demikian diharapkan agar Agro Marketing sudah bersiap diri untuk memberikan masukan kepada warga dengan memberikan rujukan calon penampung hasil home industri agar dapat didistribusikan lebih lanjut

BAB IV LAMPIRAN

4.1 Peta Desa Lengkong dan sekitar

BSD CITY
Kel. Lengkong Karya

BINTARO JAYA

Kel. Lengkong Wetan Kampoeng Pendidikan Mandiri Lengkong

4.2 Foto Poncol Agro

Tanaman Bayam dan kangkung

Tanaman cabai