Anda di halaman 1dari 11

Peranan Teknologi Informasi dalam Perkembangan Kampung Pendidikan Mandiri

Sarasehan Sehari : Waktunya yang Muda bicara 8 Februari 2012

Disusun Oleh : Muhayat Alumni SMP Plus Berkualitas Lengkong Mandiri


Jln. Raya Parigi, Lengkong Wetan, Serpong, Tangerang Selatan

Provinsi Banten

Kata Pengantar
Kampung Pendidikan Mandiri (KPM) Lengkong adalah sebuah lokalisasi yang di deklarasikan oleh Yayasan Bangun Bina Anak Indonesia (YBBAI). Lokalisasi ini ditujukan untuk mengembangkan budaya akademis dan budaya manajemen dan diharapkan dapat ditularkan bagi pengembangan SDM warga desa Lengkong Wetan pada khususnya. Selama lebih dari satu dasawarsa, YBBAI masuk ke desa ini untuk menyediakan fasilitasi pendidikan yang murah dan mudah akses bagi putraputri warga desa Lengkong Wetan. Langkah awal dengan pendirian perpustakaan, yang diikuti dengan dibangunnya gedung sekolah bagi SMP dan SMK Plus Berkualitas Lengkong Mandiri (SMP dan SMK Plus BLM). Secara garis besar dapat dikatakan bahwa KPM adalah pusat pendidikan terpadu dimana dalam lokasi ini akan dibangun bagian bagian/ divisi fungsional pada bangunan-bangunan gedung yang terpisah. Tidak terlepas dari perkembangan zaman, dimana peran Teknologi Informasi (TI) sudah sangat mempermudah komunikasi, maka YBBAI akan menerapkan TI dirumah tangga yayasan dan di Kampung Pendidikan mandiri. Demikian sehingga dalam makalah ini, akan dijelaskan manfaat dari penerapan 3 E yaitu E-commerce, E-communication dan E-Learning yang berbasiskan pada TI. Dengan adanya 3 E tersebut, secara internal fungsi-fungsi kegiatan strategis akan terhubung satu sama lain secara lebih effisien. Pihak yayasan sebagai pengelola akan mudah berkomunikasi dengan fungsi-fungsi kegiatan di KPM yang bertindak sebagai pihak pelaksana. Secara eksternal, hubungan dengan mitra, stakeholder serta pengguna jasa/costumer sangat dipermudah dengan adanya website dan situs online. Dengan demikian, penerapan teknologi informasi di Kampung Pendidikan Mandiri , maka diharapkan YBBAI dapat lebih mudah mewujudkan visi dan misinya.

Daftar Isi
Kata Pengantari Daftar Isi.ii Bab I. I.1. I.2. Bab II Pendahuluan Latar Belakang1 Maksud & Tujuan....................................1 Pembahasan3

BAB III. PENUTUP III.1. Kesimpulan..............................7 III.2. Saran..7

Bab I Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan teknologi yang merambah ke semua sektor, YBBAI dalam fungsinya sebagai pengelola Kampung Pendidikan Mandiri (KPM) di Lengkong Wetan merasa perlu untuk mengangkat 3E ( E-Commerce, ECommunication, E-Learning) kedalam kegiatan operasional sehari-hari. Hal ini disesuaikan dengan denah tapak pengembangan KPM yang terpencar atas beberapa gedung menurut peruntukannya masing-masing. Adapun effisiensi dalam komunikasi dan distribusi informasi adalah tujuan utama yang ingin dicapai. Agar seluruh jajaran di level manajemen dan operasional yayasan dan KPM serta unit-unit dibawahnya memperoleh gambaran ringkas yang berguna sebagai langkah awal mula dari penerapan TI dalam bentuk 3 E tadi. Terutama untuk E-Learning, kesiapan dari staff pengajar adalah merupakan hal yang penting, karena akan terjun langsung dalam penyajian materi pelajaran yang dituangkan dalam E-Learning. Dalam hal ini, akan disediakan program bimbingan dan penyuluhan terkait. Terutama agar tujuan utama pendidikan dan effisiensi kegiatan belajar mengajar sekolah binaan YBBAI dapat tercapai secara bersamaan. Kerjasama erat dan keinginan untuk maju adalah hal mendasar agar penerapan TI di bidang pendidikan dapat berjalan tanpa kendala berarti.

1.2.

Maksud Dan Tujuan


1.2.1. Maksud Maksud dari penyusunan makalah ini adalah untuk memperkenalkan manfaat dan kemudahan yang diperoleh dari penggunaan TI sebagai basis E-commerce, E-Communication, E-Learning di kampung Pendidikan Mandiri, Lengkong Wetan.

1.2.2. Tujuan Adapun tujuan-tujuan yang akan dicapai dari penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut : Membudidayakan 3E ( E-commerce, E-Communication, ELearning) di lingkungan Kampung pendidikan Mandiri Lengkong Wetan. Memberikan masukan informasi dan saran kepada yayasan dan sekolah binaan yayasan tentang TI dan kegunaanya, agar effisiensi manajemen dapat tercapai. Menghimbau seluruh jajaran staff pengajar di sekolah binaan yayasan, terutama karena bersentuhan langsung dengan materi pelajaran yang akan disajikan melalui website interaktif antara pengajar pelajar. Menghimbau instansi terkait atas responnya bagi penyediaan prasarana yang akan dikaitkan dengan instalasi TI di Kampung Pendidikan Mandiri, Lengkong Wetan.

1.3.

Identifikasi Masalah
Dengan demikian, maka masalah-masalah yang dapat diidentifikasikan adalah sebagaimana berikut di bawah ini : Mengetengahkan pentingnya pengertian tentang TI. Kegunaan dan kemudahan yang dicapai dalam mengelola dan mengembangkan yayasan serta KPM agar menjadi sebuah organisasi yang bonafide dan professional. Melihat seberapa jauh kesiapan struktur dan infrastruktur KPM terhadap penggunaan 3E ( E-Commerce, E-Communication, E-Learning) di masa datang. Penentuan bidang-bidang strategis di KPM sebagai langkah awal pembentukan rancangan jaringan 3 E.

Bab II Pembahasan
2.1. Manfaat Teknologi Informasi bagi Kampung Pendidikan Mandiri
Seperti yang telah diuraikan di atas, manfaat teknologi informasi dapat membuat waktu proses dalam berkomunikasi lisan dan tulisan (pengolahan dan tukar menukar data/informasi menjadi cepat. Akan sangat banyak proses proses penting dalam kegiatan manajamen dan pendidikan di komplek Kampung Pendidikan Mandiri menjadi sangat dipermudah. Tingkat effisiensi akan meningkat seiring dengan dihematnya waktu, biaya dan tenaga. 3E (E-Commerce, E Communication dan E-Learning) yang dimaksudkan pada makalah ini, adalah mencakup aliran informasi di antara semua fungsi kegiatan di dalam batas area organisasi yayasan di Kampung Pendidikan Mandiri.

2.2. Penerapan

Teknologi

Informasi

dan

Komunikasi

dalam

Lingkup YBBAI dan Kampung Pendidikan Mandiri


Penerapan teknologi informasi dan komunikasi banyak digunakan karena perhitungan tingkat efisiensi atas waktu dan biaya. Seperti juga setiap pelaku usaha merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan kerjanya masing-masing, maka YBBAI dan KPM yang dikelolanya akan menerapkan teknologi informasi yang dirancang khusus, yang disebutkan dengan ERP (Enterprise Resource Planning) bagi komunikasi lisan dan tulisan (tukar menukar data). Dengan demikian akan terjadi perubahan dalam kebiasaan kerja.

ERP merupakan salah satu jenis perangkat lunak yang aplikasinya menggunakan software terintegrasi, dirancang sedemikian rupa menyesuaikan kebutuhan yang diinginkan. E-Commerce, E Communication dan E-Learning adalah merupakan bagian dari ERP. Jadi pada yayasan dan KPM, ERP yang akan difungsikan sebagai internet.

2.2.1. E-Learning E-Learning ini bersifat khusus, tidak dapat diakses oleh masyarakat umum. Cara kerjanya akan diaplikasikan pada komputer-komputer yang terhubung satu sama lain. Sejogjanya penerapan E-Learning di KPM akan meningkatkan kualitas dan effisiensi kegiatan belajar mengajar. Tetapi ternyata diperkirakan adanya kendala-kendala seperti yang dinyatakan oleh Indrajit (2010), sebagaimana berikut dibawah ini : 1). Walaupun TI sangat membantu proses pembelajaran, namun paradigma yang digunakan di dalam proses pengajaran masih belum tepat, yakni jarang sekali mengkaitkan teori dengan contoh nyata kehidupan, sehingga walaupun menggunakan media TI yang canggih, namun proses pembelajaran tetap terasa kering 2). dan abstrak. Perkembangan TI sebagai media pembelajaran tidak berjalan searah dengan perkembangan materi pengajaran yang diberikan. Akibatnya 3). Masih soal variasi materi dan metode cara pengajaran mengubah yang tidak pola telah tersampaikan dengan baik melalui perangkat TI terkait. paradigma bahkan di pendidikan, institusi pendidikan, pendidikan

menerapkan TI sebagai media pembelajaran. Dengan kata lain penerapan TI secanggih apapun tidak akan mengembangkan pola pengajaran, karena dosen masih mendidik dengan pola satu arah. Pernyataan diatas, menunjukkan bahwa porsi pembelajaran harus dipisah-pisahkan secara bijak. Ada bagian-bagian tertentu dalam proses belajar harus menggunakan cara-cara konvensional. Sementara

ada bagian bagian yang cocok untuk dituangkan dalam metoda Elearning. Untuk ini dibutuhkan proses identifikasi dari setiap jenis mata pelajaran, dan tata cara penyampaiannya. Sehingga kendalakendala seperti di atas tidak perlu dihadapi. 2.2.2. E-Commerce E-commerce akan berfungsi untuk melayani bagian atau unit yang harus dapat diakses oleh umum, selain juga oleh kalangan internal sendiri. Ecommerce juga akan diaplikasikan pada komputer-komputer yang berhubungan. Linkage untuk E-commerce akan diterakan pada tampilan website YBBAI, sehingga calon costumer akan dapat mengakses situs Agro Poncol, koperasi, Eco Lengkong Resort, sekolah-sekolah binaan dan unit-unit lain yang bersifat komersil. Kegiatan promosi dan marketing secara keseluruhan akan dicakupkan pada E-commerce. 2.2.3. E-Communication E-communication sendiri sesuai dengan termnya akan melayani pertukaran informasi lisan dan tulisan. Dengan demikian akan diaplikasikan pada komputer dan telephon. Jalur E-communication ini tidak dapat diakses oleh umum, karena merupakan komunikasi internal yayasan dan KPM serta unit-unitnya. Hanya E-communication yang diaplikasikan pada telephon ini, sudah seharusnya terhubung dengan dunia luar. Adapun maksud penerapannya ditelephon bukanlah untuk membatasi hubungan internal, melainkan menerapkan suatu tatanan yang effisien melalui operator operator yang disediakan pada masingmasing gedung di keseluruhan kompleks KPM. Skema di bawah ini akan mempermudah penjelasan bagian-bagian yang telah diterangkan :

TI

Internet

Komputer Tulisan

Telephon Lisan

E Communication

E Learning

E Commerce

Skema 1. Jaringan ERP yang diterapkan di YBBAI dan Kampung Pendidikan Mandiri

BAB III PENUTUP

3.1.

Kesimpulan :
Dengan perkembangan teknologi informasi, kecepatan dalam komunikasi lisan dan tulisan ( olah dan tukar menukar data) telah menjadi suatu kebutuhan penting dalam dunia bisnis dan manajemen. Kampung Pendidikan Mandiri Lengkong yang terpusat pada kegiatan pendidikan dan manajemen, juga akan merancang dan membangun jaringan TI untuk diaplikasikan pada computer dan telephon. TI yang dimaksudkan disini adalah sistem yang mencakup keseluruhan bagian dan fungsi dari yayasan dan KPM. Sistem tersebut karena disesuaikan dengan kebutuhan, dinamakan dengan ERP (Enterprise Resource Planning). ERP ini walaupun serupa dengan internet, namun memiliki cara kerja yang dibatasi dengan apa yang dibutuhkan Telah ditetapkan bahwa ERP tersebut nantinya adalah sistem yang akan dikenal sebagai E -learning, Ecommunication dan E-commerce. E-learning, E-communication dan E-commerce ini akan mempermudah YBBAI dalam mengelola perkembangan KPM selanjutnya. Untuk hal ini diperlukan kesiapan dari seluruh jajaran manajemen di yayasan dan KPM, agar instalasi 3E ini dapat diberdayakan secara maksimal

3.2. Saran-Saran
Agar pembentukan E-communication didahulukan dalam penerapan TI di yayasan dan KPM. Pengintegrasian organigram yayasan dan KPM terhadap intra dan inter flow chart adalah langkah awal dalam rancangannya.. Dengan demikian proses transfer jaringan kedalam dan E-communication menjadi lebih mudah. TI yang diterapkan pada telephon kabel dan komputer sebagai

hardwarenya ini, akan mempermudah akses komunikasi dari pihak luar, serta hubungan antara yayasan dengan divisi-divisi tertentu yang membutuhkan pengawasan yang lebih ketat. Disamping itu, divisi-divisi terkait akan sangat terbantu dalam komunikasinya. Terutama hubungan antara divisi yang sejenis karena memiliki kesamaan dalam pelaksanaan operasional. Contohnya hubungan inter dan intra dari divisi keuangan. Rancangan E-commerce harus bersifat informatif dan komunikatif. Sedapat mungkin juga bersifat interaktif terutama dengan disusunnya website yayasan dan situs-situs online bagi Poncol Agro dan sekolah-sekolah binaan yayasan. Keberhasilan promosi dan marketing sangat tergantung atas Ecommerce, terutama karena melalui E-commerce yayasan dan KPM (sekolah dan unit usaha yang dibawahinya) terhubung dengan calon costumer, mitra, donatur. Penerapan E-learning dapat disusulkan kemudian, menanti kesiapan dari personil di sekolah-sekolah binaan yayasan. Diperlukan adanya program bimbingan dan penyuluhan untuk staff pengajar sebagai yang langsung terjun dalam kegiatan belajar dan mengajar lewat E-learning yang dipersiapkan. Melihat kesiapan dan kendala yang ada, Penggunaan E-learning jauh lebih berlebih tepat bagi kegiatan belajar mengajar di politeknik dan di Institute Lengkong Kajian Strategis. Internet umum yang juga diinstalkan di lingkungan yayasan dan KPM agar dibatasi luas pelayanannya. Situs-situs perjudian, game dan lainnya, yang dianggap tidak memiliki masukan berguna bagi pendidikan dapat di blokir penuh.

******************************