Anda di halaman 1dari 12

1. Tikus Gejala serangan : 1. Tikus menyerang berbagai tumbuhan. 2.

Menyerang di pesemaian, masa vegetatif, masa generatif, masa panen, tempat penyimpanan. 3. Bagian tumbuhan yang disarang tidak hanya biji – bijian tetapi juga batang tumbuhan muda. 4. Tikus membuat lubang – lubang pada pematang sawah dan sering berlindung di semak – semak. Pengendaliannya : 1. Membongkar dan menutup lubang tempat bersembunyi para tikus dan menangkap tikusnya. 2. Menggunakan musuh alami tikus, yaitu ular. 3. Menanam tanaman secara bersamaan agar dapat menuai dalam waktu yang bersamaan pula sehingga tidak ada kesempatan bigi tikus untuk mendapatkan makanan setelah tanaman dipanen. 4. Menggunakan rodentisida (pembasmi tikus) atau dengan memasang umpan beracun, yaitu irisan ubi jalar atau singkong yang telah direndam sebelumnya dengan fosforus. Peracunan ini sebaiknya dilakukna sebelum tanaman padi berbunga dan berbiji. Selain itu penggunaan racun harus hati – hati karena juga berbahaya bagi hewan ternak dan manusia. 2. Wereng Gejala serangan : 1. Menyebabkan daun dan batang tumbuhan berlubang – lubang. 2. Daun dan batang kemudian kering, dan pada akhirnya mati. Pengendaliannya : 1. Pengaturan pola tanam, yaitu dengan melakukan penanaman secara serentak maupun dengan pergiliran tanaman. Pergiliran tanaman dilakukan untuk memutus siklus hidup wereng dengan cara menanam tanaman palawija atau tanah dibiarkan selama 1 – 2 bulan. 2. b. Pengandalian hayati, yaitu dengan menggunakan musuh alami wereng, misalnya laba – laba predator Lycosa Pseudoannulata, kepik Microvelia douglasi dan Cyrtorhinuss lividipenis, kumbang Paederuss fuscipes, Ophinea nigrofasciata, dan Synarmonia octomaculata. 3. Pengandalian kimia, yaitu dengan menggunakan insektisida, dilakukan apabila cara lain tidak mungkin untuk dilakukan. Penggunaan insektisida diusahakan sedemikan rupa sehingga efektif, efisien, dan aman bagi lingkungan.

atau liat. agak hampa. Melakukan pengendalian hayati dengan cara melepaskan predator alami beruba laba – laba dan menanam jamur yang dapat menginfeksi walang sangit. terutama pada malam hari. 2. 3. Melakukan pengendalian kimia. Walang Sangit Gejala serangan : 1. Apabila kedua cara diatas tidak berhasil. 5. 6. • • • Sawah sangat dekat dengat perhutanan. 6. Membersihkan sawah dari segala macam rumput yang tumbuh di sekitar sawah agar tidak menjadi tempat berkembang biak bagi walang sangit. Walang sangit muda (nimfa) lebih aktif dibandingkan dewasanya (imago). Faktor – faktor yang mendukung yang mendukung populasi walang sangit antara lain sebagai berikut. tetapi hewan dewasa dapat merusak lebih hebat karenya hidupnya lebih lama. Membuang telur – telur kupu – kupu yang melekat pada bagian bawah daun. Kulit biji iu akan berwarna kehitam – hitaman. Menangkap walang sangit pada pagi hari dengan menggunakan jala penangkap. Ulat Gejala serangan : 1. Menanam tanaman secara serentak. 4. 3. 2. Daun yang dimakan oleh ulat hanya tersisa rangka atau tulang daunya saja. atau dengan alga. Pengendaliannya : 1. Aktif memakan dedaunan bahkan pangkal batang. Biji yang sudah diisap akan menjadi hampa. Penangkapan menggunakan unmpan bangkai kodok. 3. 2.3. Walang sangit dewasa juga dapat memakan biji – biji yang sudah mengeras. Menghisap butir – butir padi yang masih cair. Menggenangi tempat persemaian dengan air dalam jumlah banyak sehingga ulat akan bergerak ke atas sehingga mudah untuk dikumpulkan dan dibasmi. ketam sawah. Tungau . 5. 4. yaitu dengan menggunakan insektisida. Populasi gulma di sekitar sawah cukup tinggi. yaitu dengan mengeluarkan enzim yang dapat mencerna karbohidrat. 4. Penanaman tidak serentak Pengendaliannya : 1. maka dapat dilakukan penyemprotan dengan menggunakan pertisida. 5. 2.

Anjing tanah atau orong-orong (Gryllotalpa hirsuta atau Gryllotalpa African Gejala serangan : 1. Hama ini dapat diatasi dengan cara mengumpulkan daun – daun yang terserang hama pada suatu tempat dan dibakar. Uret (Exopholis hypoleuca. Setelah keluar dari pupa selama 1 minggu menjadi imago yang siap kawin. Lalat bibit (Atherigona exigua. 6. Hidup dibawah tanah yang lembab dengan membuat terowongan. Telur menetas setelah dua hari dan larva merusak titik tumbuh. Tungau (kutu kecil) bisaanya terdapat di sebuah bawah daun untuk mengisap daun tersebut. tetapi tingkat kerusakan tanaman lebih besar dari pada manfaatnya sebagai predator. Phyllophaga helleri) Gejala serangan : . yang jantan dapat mengerik di senja hari. 2. Leucopholis rorida. 3. Pengendaliannya : 1. Pada daun yang terserang kutu akan timbul bercak – bercak kecil kemudian daun akan menjadi kuning lalu gugur. Pengendaliannya diutamakan pada penanaman varitas yang tahan. Memakan hewan-hewan kecil (predator). 3. Nimfa muda memakan humus dan akar tanaman. imago betina sayapnya berkembang setengah. 7. 2. 8.Gejala serangan : 1. Oryzae) Gejala serangan : 1. Pengendaliannya diarahkan pada pengolahan tanah yang baik agar terowongan rusak. A. 2. Pengendaliannya : 1. Pupa berwarna kuning kecoklatan terletak di dalam tanah. Pengendaliannya : 1. Lalat bibit meletakkan telur pada pelepah daun padi pada senja hari. Hama ini menyerang terutama pada kondisi kelembaban udara tinggi.

. pertumbuhan daun padi jadi tidak normal. Hama ganjur sejenis lalat ordo Diptera. 3. Pengendaliannya : 1.1. memanfaatkan air sebagai sumber oksigen. Phyllophaga helleri 2. Pengendalian diarahkan pada sistem bercocok tanam yang baik agar vigor tanaman baik. Larva bersifat semi aquatik. Perkembangan hidup ketiga uret tersebut sama yaitu dari telur – larva (uret) – pupa – imago (kumbang). 4. Pengendaliannya : 1. perkembangan sampai menjadi pupa 14 – 20 hari. Telur berwarna coklat kemerahan dan menetas setelah 3 hari. Daun padi yang telah dikorok menjadi putih. 10. Larva membuat gulungan/kantung dari daun padi kemudian menjatuhkan diri ke air. Ganjur (Orseolia oryzae) Gejala serangan : 1. Larva berwarna hijau. bertelur antara 100-250 telur. Kumbang hanya makan sedikit daun-daunan dan tidak begitu merusak dibanding uretnya. Pengendalian diarahkan pada penanaman varietas yang resisten. Meniadakan genangan air pada pesemaian sehingga larva tidak dapat memanfaatkan air sebagai sumber oksigen. Pucuk tanaman menjadi kering dan mudah dicabut. Pengendaliannya : 1. penggenangan areal pertanaman sesudah panen agar pupanya mati. Uret yang merusak tanaman padi terdiri dari spesies Exopholis hypoleuca. 2. 2. 3. 3. tinggal kerangka daunnya saja. Leucopholis rorida. Pengorok daun atau hama putih (Nymphola depunctalis) menyerang daun padi sejak dipesemaian hingga dilapang. Ngengat betina hanya kawin satu kali seumur hidupnya. Pengorok daun atau hama putih (Nymphola depunctalis) dan hama putih palsu (Cnaphalocrosis medinalis) Gejala serangan : 1. Masa larva selama 6 – 12 hari. Larva makan jaringan tanaman diantara lipatan daun padi. Siklus hidup keseluruhan 19 – 26 hari. 9. Stadia pupa 4 – 7 hari.

Penggerek jagung (Ostrinia furnacalis) Gejala serangan : 1. 4. tanda daun kelihatan garis-garis putih bekas gigitan. Nogos 50 EC. pengendalian dilakukan sebelum ulat masuk ke dalam batang. Panicum viride. Hostation 40 EC. bayam dan gulma Blumea lacera. Dengan cara pergiliran tanaman dengan tanaman yang bukan merupakan inangnya. Selanjutnya ulat menggerek ke dalam batang dan kebanyakan pada ruas batangnya. Kupu sebagai induk dari hama Ostrinia furnacalis muncul di pertanaman pada malam hari. 20. Lalat Tabanidae dan semut Solenopsis gemitata merupakan musuh alami. Karvos 20 EC 12. Membersihkan rumput-rumputan 5. biasanya kutu ini ditemukan dipucuk dan daun muda tanaman cabai. dan setelah habis digereknya pula ruas yang disebelah bawah. 2. 5. Tanaman inang selain jagung adalah cantel. Beberapa jenis insektisida yang dinyatakan efektif adalah: Azodrin 15 WSC. 3. 11. 6. ulat akan masuk ke dalam batang setelah berumur 7-10 hari melalui pucuknya dan sering merusak malai yang belum keluar. Pengendaliannya : 1. tangkai bunga dan bagian tanaman yang lain sehingga daun jadi keriting dan kecil warnanya brlang kekuningan. Biasanya ditutupi oleh bulu-bulu. Umur ulat 18-41 hari 4. Apabila batang jagung patah. Serangan berikutnya tampak adanya lubang gerekan pada batang yang disertai adanya tepung gerek berwarna coklat.00 dan meletakkan telurnya pada jamjam tersebut. Menghilangkan tanaman inang yang lain yang tumbuh diantara dua waktu tanam. Gejala serangan ulat yang masih muda. Kutu daun persik (Myzus persicae) Gejala serangan : 1. layu dan akhirnya mati. 2. Tanaman yang terserang dipotong dan ditimbun dalam tanah atau diberikan pada hewan ternak. . Mengisap cairan daun. antara pk. 2. Menyebabkan batang jagung retak dan patah. 3. pucuk. Setelah 4-5 hari telur menetas.2. 22. Kupu betina meletakkan telur sebanyak 300-500 butir pada daun ketiga. tanaman akan mati.00 sampai pk. Cara kimiawi. Kutu daun persik memiliki alat tusuk isap. Telut berwarna putih kekuningan diletakkan di bawah permukaan daun secara berkelompok.

Thrips sering bersarang di bunga. sebaiknya dihindari penanaman cabai dalam skala luas dapa satu hamparan. Dengan pergiliran tanaman adalah langkah awal memutus perkembangan Thrips. Memasang perangkap kertas kuning IATP (Insect Adhesive Trap Paper). Pengendaliannya : 1. daun mengecil. Efek dari kutu ini menyebabkan tanaman kerdil. Thrips/kemreki (Thrips parvispinus) Gejala serangan : 1. Kalau dibiarkan tanaman bisa gundul atau tinggal tulang daun saja. Daun bolong-bolong pertanda serangan ulat grayak. Regent 50 SC. pertumbuhan terhambat. ia juga menjadi perantara penyebaran virus. Ulat grayak (Spodoptera litura) Gejala serangan : 1. 2. Hostation 40 EC. Confidor 200 SL. Pengendalian dengan kimia seperti Curacron 500 EC. Ia juga memakan buah hingga berlubang akibatnya cabe tidak laku dijual. Melalui angin kutu ini menyebar ke areal kebun. Dengan cara mengumpulkan telur dan ulat-ulat langsung membunuhnya. Pegasus 500 SC. Daun yang cairannya diisap menjadi keriput dan melengkung ke atas. dengan cara digulung dan digantung setinggi 15 Cm dari pucuk tanaman. 5. 4. Kutu ini juga ikut andil dalam penyebaran virus. . Dicarzol 25 SP. Decis 2. Yang dapat dilih antara lain Agrimec 18 EC. 3. Dosis penyemprotan disesuaikan dengan label kemasan. Hostathion 40EC. 2. Pegasus 500 SC.5 EC.5 EC. Orthene 75 SP. Pengendaliannya : 1. 13. 2.3. Pengendalian dengan insektisida secara bijaksana. Pengendalian dengan cara menanam tanaman perangkap (trap crop) di sekeliling kebun cabai seperti jagung. Curacron 500 EC. Mesurol 50 WP. Kutu ini mengeluarkan cairan manis yang dapat menutupi permukaan daun akan ditumbuhi cendawan hitam jelaga sehingga menghambat proses fotosintesis. 14. 2. Menjaga kebersihan kebun dari gulma dan sisa tanaman yang menjadi tempat persembunyian hama dan pergiliran tanaman. Pengendaliannya : 1. Mesurol 50 WP. 2. Decis 2.

17. Penyemprotan kimia dengan cara bergantian agar tidak terjadi kekebalan pada hama. dengan cara dimasukkan kedalam botol bekas air mineral ½ liter yang diberi lubang kecil sebagai sarana masuknya kupu jantan. 15. dan berlobang. Tangkap belalang yang belum bersayap atau saat masih pagi dan berembun biasanya belalang tidak dapat terbang dengan sayap basah. 3. Curacron 500 EC. Kendalikan dengan perangkap metil eugenol yang sangat efektif dengan cara memasukkan metil eugenol dalam kapas ke botol bekas air mineral yang telah diolesi minyak goreng. 16. atau diberi air. Match 50 EC. Hama ini dapat ditanggulangi dengan penangkapan secara manual. Setelah telur menetas jadi larva (belatung) dan hidup di dalam buah sampai buah rontok dan membusuk larva akan keluar ke tanah dan seminggu kemudian berubah menjadi lalat muda. Tamaron. Pengendaliannya : 1. Gejala penyerangan hama belalang ini sama dengan ulat. Buah yang terserang akan menjadi bercak-bercak bulat. Curacron 500 EC. Gantungkan perangkap di pingir kebun. Pasang perangkap ngengat UGRATAS. 3. Lalat ini menusuk pangkal buah cabe yang terlihat ada bintik hitam kecil bekas tusukan lalat buah untuk memasukkan telur. Pengendalian secara kimia dapat dilakukan dengan penyemprotan Buldok. yaitu daun menjadi rombeng. 4. Karena UGRATAS adalah zat perangsang sexual pada serangga jantan dewasa dan sangat efektif untuk dijadikan perangkap.5 EC. Lalat buah (Dacus ferrugineus Coquillet atau Dacus dorsalis Hend) Gejala serangan : 1. Lakukan pergiliran tanaman untuk memutus rantai perkembangan lalat. 4. Jika terpaksa atasi serangan ulat grayak dengan Decis 2. Lannate. 2. 2. Hostathion 40 EC. 2. kemudian membusuk. Pengendaliannya : 1. Orthene 75 Sp. Belalang Gejala serangan : 1. Kumpulkan semua buah cabai yang terserang dan musnahkan. Kutu perisai Gejala serangan : .3.

kemudian muncul bercak-bercak pada bagian yang diisap cairannya. 2. 18. Fungus gnats Gejala serangan : 1. Kutu ini biasanya terdapat koloni dengan membentuk barisan di bagian tulang daun. dilakukan penyemprotan insektisida. Cacing liang (Radhopolus Similis) Gejala serangan : 1. dengan gejala serangan munculnya bintik-bintik hitam pada seludang bunga. Pengendaliannya : 1. 20. 2. Disarankan menggunakan akarisida. Spider mite Gejala serangan : 1. Pada fase masih menjadi larva. Serangan Spider mite secara besar bisa mengakibatkan daun habis dan tanaman mati. 2. 3. . 3. Spider mite lebih kebal terhadap insektisida.1. maka penanganannya dilakukan dengan menaburkan Nematisida seperti Furadan G ke media tanam. Serangan hama ini mengakibatkan daun berwarna kuning. Spider mite mengisap cairan pada tanaman. Hama ini menyerang bagian daun. Menghisap cairan pada akar tanaman. Adalah serangga yang berbentuk seperti nyamuk berwarna hitam. Tanaman yang terserang hama ini adalah tanaman menjadi lambat tumbuh dan kerdil serta menghasilkan bunga yang kecil. 2. 19. Sedangkan pada fase dewasa. Dapat diatasi menggunakan insektisida sistemik dengan bahan aktif acephate. Fungus gnats dewasa merusak seludang bunga. Pengendaliannya : 1. Pengendaliannya : 1. Larvanya yang berbentuk seperti cacing hidup di dalam media tanam dan sering makan akar halus tanaman. 2.

2. Disinfeksi tanah sebelum penaburan benih atau penyemprotan pembibitan. 3. berwarna coklat dan akhirnya bibit roboh. mengingat dampak negatif yang bisa ditimbulkan. Untuk mengatasinya digunakan Nematisida seperti Furadan G yang ditaburkan pada media tanam sesuai aturan yang tertera dalam kemasan. Sclerotium sp dan Rhizoctonia sp. Bergejala nekrosis berwarna gelap terang (konsentris) dan setelah prosesing warnanya lebih coklat dibanding daun normal. Pengendaliannya : 1. Penyakit Lanas (disebabkan cendawan Phytophthora nicotianae var Breda de Haan) Gejala serangan : 1.Pengendaliannya : 1. 2.) Gejala serangan : 1.5. penggunaan pupuk kandang yang telah masak. Daunnya terkulai kemudian menguning tanaman layu dan akhirnya mati. Pencelupan bibit sebelum tanam dengan fungisida netalaksil 3 g/liter air Mankozep (2 – 3 g/liter air). Pengendaliannya : 1. Penyakit biasanya menyerang didaerah dengan suhu 240C. . Benomil 2 – 3 g/liter air dan Propanokrab Hidroklorida 1 – 2 ml/l air. Penyakit ini menyerang pada tembakau. Penyakit ini menyerang pada tembakau. busuk. Penyakit Rebah Kecambah (Phytium spp. Penyakit ini dapat diatasi dengan pengaturan jarak tanam pembibitan. disamping juga pertimbangan akan adanya kemungkinan serangga menjadi semakin kebal dengan insektisida yang digunakan. 22. kelembaban di atas 85 % drainase buruk curah hujan tinggi dan pH tanah 5. 3. Karena umumnya tanaman hias diletakkan berdekatan dengan manusia. 2. pangkal batang dekat permukaan tanah busuk berwarna coklat dan apabila dibelah empulur tanaman bersekat-sekat. 4.2 – 8. 2. Aplikasi pestisida pada tanaman hias sebaiknya digunakan secara bijak. dengan gejala serangan pangkal bibit berlekuk seperti terjepit. 3. Melakukan sanitasi pengolahan tanah yang matang. memperbaiki drainase. Pada umumnya menyerang di pembibitan. 21. Tanaman yang daunnya masih hijau mendadak terkulai layu dan akhirnya mati.

Rotasi tanaman minimal 2 tahun dan menggunakan varietas tahan seperti Coker 48. 25. Kutu daun dapat menyebabkan kerugian sampai 50 %. Mengurangi pemupukan N dan melakukan penyemprotan insektisida yaitu apabila lebih besar dari 10 % tanaman dijumpai koloni kutu tembakau (setiap koloni sekitar 50 ekor kutu). menyerang di pembibitan dan pertanaman. Gejala serangan : 1. 24. 2. tepi daun melengkung ke atas. 23. sehingga pertumbuhan tanaman terhambat. Pestisida yang digunakan yaitu jenis imidaklorid. Propanokarb Hidroklorida 1 – 2 ml air dan bubur bordo 1 – 2 %. daun menebal. Benomil 2 -3 g/liter air. Pengendaliannya : 1. Dengan penyemprotan fungisida pada pangkal batang dengan menggunakan fungisida Mankozeb 2 – 3 g/liter air. Kutu daun secara fisik mempengaruhi warna. gula. Oxford 1. kutu daun dapat menyebabkan kerugian 22 – 28 % pada tembakau flue-cured. Virus Penyakit Kerupuk (Tabacco Leaf Corl Virus = TLCV). tulang daun bengkok. 3. Kutu Daun Tembakau (Myzus persicae) Gejala serangan : 1. 2. Ky 340. 4. aroma dan tekstur dan selanjutnya akan mengurangi mutu dan harga. atau sampai daun berkerut dan sangat kasar. Kutu ini menghasilkan embun madu yang menyebabkan daun menjadi lengket dan ditumbuhi cendawan berwarna hitam. Speight G-28. Coker 206 NC85. dan Vesta 33. Kutu ini merusak tanaman tembakau. 2. 5. Memberantas vektor lalat putih (Bemisia tabaci) dengan insektisida dimetoat atau imedakloprid. 3. Penggerek buah kakao (Conopomorpha cramerella) Gejala serangan : . Daun terlihat agak berkerut. 6. Penyakit ini menyerang pada tembakau. Pengendaliannya : 1.2. Ky 317. Menghisap cairan daun tanaman. Secara Khemis kutu daun mengurangi kandungan alkoloid. rasio gula alkoloid dan maningkatkan total nitrogen daun. DB 102.

2. permukaan kulit buah retak dan terjadi perubahan bentuk. Mengatur cara panen. Kepik penghisap buah (Helopeltis spp) Gejala serangan : 1. 2. Selain itu sistem ini dapat juga mencegah serangan hama helopeltis dan tikus 5. Pengendaliannya : 1. Pengendalian yang efektif dan efisien sampai saat ini dengan insektisida pada areal yang terbatas yaitu bila serangan helopeltis <15 % sedangkan bila serangan >15% penyemprot-an dilakukan secara menyeluruh. 27. Selain itu buah jika digoyang tidak berbunyi. caranya dengan mengguna-kan kantong plastik dan cara ini dapat menekan serangan 95-100 %. Pengendaliannya : 1. menggunakan semut hitam. yaitu dengan mencegah masuknya bahan tanaman kakao dari daerah terserang PBK 2.1. Sihalotrin (Matador 25 EC). Cara kimiawi: dengan Deltametrin (Decis 2. Dikendalikan secara biologis. Pemangkasan bentuk dengan membatasi tinggi tajuk tanaman maksimum 4m sehingga memudahkan saat pengendalian dan panen 3. yaitu belang kuning hijau atau kuning jingga dan terdapat lubang gerekan bekas keluar larva. dengan gejala masak awal. 3.5 EC). Menyelubungan buah (kondomisasi). Buah kakao yang terserang tampak bercak-bercak cekung berwarna coklat kehitaman dengan ukuran bercak relatif kecil (2-3 mm) dan letaknya cenderung di ujung buah. gugur kemudian ranting layu mengering dan meranggas. Serangan pada buah muda menyebabkan buah kering dan mati. Bila serangan pada pucuk atau ranting menyebabkan daun layu. Pada saat buah dibelah biji-biji saling melekat dan berwarna kehitaman. Buah kakao yang diserang berukuran panjang 8 cm. Sarang semut dibuat dari daun kakao kering atau daun kelapa diletakkan di atas jorket dan diolesi gula. tetapi jika buah tumbuh terus. Buldok 25 EC dengan volume semprot 250 l/ha dan frekuensi 10 hari sekali. Karantina. 2. 26. yaitu dengan melakukan panen sesering mungkin (7 hari sekali) lalu buah dimasukkan dalam karung sedangkan kulit buah dan sisa-sisa panen dibenam 4. Penyakit busuk buah (Phytophthora palmivora) Gejala serangan : . biji tidak berkembang dan ukurannya menjadi lebih kecil.

dan biasanya penyakit ini berkembang dengan cepat pada kebun yang mempunyai curah hujan tinggi dengan kondisi lembab. dll. Pengendaliannya : 1. 4. Disarankan agar menanam benih cabe yang memiliki ketahanan terhadap penyakit pathek. Sanitasi kebun. 4. cupravit Cobox. 5. 3. 5.ICS 6 dan hibrida DR1. Sca 6. Dengan kultur teknis yang baik. Kultur teknis.1. 3. Ledakan penyakit ini sangat cepat pada musim hujan. Disebarkan melalui sporangium yang terbawa atau terpercik air hujan. sedikit terbenam dan berair. 2. Penyemprotan dilakukan dengan frekuensi 2 minggu sekali. dengan memetik semua buah busuk lalu membenamnya dalam tanah sedalam 30 cm. maupun melalui vektor. Menyerang pada tanaman cabe Adanya bercak yang agak mengkilap. yaitu dengan pengaturan pohon pelindung dan lakukan pemangkasan pada tanaman-nya sehingga kelembaban di dalam kebun akan turun. 6. 3. angin. biasanya dimulai dari ujung atau pangkal buah. Penyebarannya tidak hanya melalui sentuhan antara tanaman saja melainkan juga bisa karena percikan air. yaitu menyemprot buah dengan fungisida seperti :Sandoz. saat pemilihan benih harus kita lakukan secara selektif . Antraknosa (Penyebab jamur C. 28. atau yang berbahan aktif Mankozeb seperti Victory 80WP. Selain dengan cara budidaya yang baik. Cara kimia. . Buah kakao yang terserang berbercak coklat kehitaman. capsici) Gejala serangan : 1. Lama–kelamaan busuk tersebut akan melebar membentuk lingkaran konsentris. Secara kimia. 2. Dalam waktu yang tidak lama maka buah akan berubah menjadi coklat kehitaman dan membusuk. Pengendaliannya : 1. Dapat juga dilakukan pembersihan atau pembuangan bagian tanaman yang sudah terserang agar tidak menyebar. (4) penggunaan klon tahan hama/penyakit seperti: klon DRC 16. 2. 2. pengendalian penyakit ini dapat disemprot dengan fungisida bersifat sistemik yang berbahan aktif triadianefon dicampur dengan fungisida kontak berbahan aktif tembaga hidroksida seperti Kocide 54WDG.