Anda di halaman 1dari 15

BENTUK

BARIS-ESLON TEREDUKSI ELIMINASI GAUSSIAN SUBTITUSI-BALIK SISTEM LINIER HOMOGEN

1. BENTUK BARIS-ESELON BARISTEREDUKSI


Untuk menjadi beris eselon, sebuah matriks harus mempunyai sifat-sifat: y Jika suatu baris tidak seluruhnya terdiri dari nol pertama dalam baris tersebut adalah sebuah angka 1 ( utama 1). y Jika ada sebarang baris yang seluruhnya terdiri dari nol, maka baris-baris ini dikelompokkan bersama dibagian bawah matriks. y Jika sebarang dua baris yang berurutan yang tidak seluruhnya terdiri dari nol, utama 1 dalam baris yang lebih bawah terletak di sebelah kanan utama 1 dalam baris yang lebih atas. y Masing-masing kolom yang berisi sebuah utama 1 mempunyai nol ditempat lainnya. y Suatu matriks yang mempunyai 1,2, dan 3 (tidak perlu 4) disebut mempunyai bentuk baris-eselon.

Contoh 1: y Matriks dalam bentuk baris-eselon tereduksi: , , ,

y Baris-eselon tidak tereduksi , ,

CONTOH

a)

x1 = 5 , x2 = -2 , x3 = 4

b)

x1 + 4x4 = -1 , x2 + 2x4 = 6 , x3 + 3x4 = 2

2. ELIMINASI GAUSSIAN ATAU GAUSS JORDAN


Langkah yang digunakan untuk mereduksi Sebarang matirks menjadi bentuk Baris-Eselon tereduksi. y Langkah 1: tempatkan kolom paling kiri ynag tidak seluruhnya terdiri dari nol. y Langkah 2: pertukaran baris teratas dengan baris lainnya, jika perlu, untuk membawa salah satu anggota tak-nol keposisi paling atas dari kolom yang didapatkan dalam langkah 1 y Langkah 3 : jika anggota yang sekarang berada diposisi paling atas pada kolom yang ditemukan dalam langkah 1 adalah a, kalikan baris pertama dengan 1/a untuk mendapat utama 1.

Langkah 4 : tambahkan hasil kali yang sesuai dari baris teratas kebaris-baris dibawahnya sedemikian sehingga semua anggota dibawah utama menjadi nol. Langkah 5 : sekarang tutup atau abaikan baris teratas matriks dan mulai lagi dengan langkah 1 yang diterapkan pada sub-matriks yang tersisa. Lanjut semua ini sampai semua matriks dalam bentuk-eselon. Langkah 6 : mulai dengaan baris tak-nol terakhir dan kerjakan keatas, tambahkan perkalian yang sesuai dari masing-masing baris ke baris-baris diatasnya untuk mendapatkan nol diatas utama 1.

jika kita hanya menggunakan lima langkah pertama, prosedur tersebut menghasilkan bentuk baris-eselon dan disebut eliminasi Gaussian.

Contoh pertama

Contoh kedua: Selesaikan dengan eliminasi gauss-jordan

3. Subtitusi Balik
System persamaan yang berpadanan bisa diselesaikan dengan suatu teknik yang disebut subsitusi-balik. Langkah-langkah:  Langkah 1. selesaikan persamaan pertama untuk peubah-peubah utama  Langkah 2. mulai dengan persamaan yang paling bawah dan l;anjutkan keatas, secara berturut-turut subtitusikan masing-masing persamaan ke semua persamaan diatasnya.  Langkah 3. tetapkan sebarang nilai untuk peubahpeubah acak, jika ada.

Selesaikan Bentuk BarisEsselon

contoh

4. SISTEM LINIER HOMOGEN

ADA DUA KEMUNGKINAN UNTUK PENYELESAIAN SISTEM HOMOGEN System tersebut hanya mempunyai penyelesaian trivial System tersebut mempunyai tak-hingga banyaknya penyelesaian disamping penyelesaian trivial.

Dalam kasus system linear homogeny khusus dari dua persamaan dengan dua peubah, katakanlah

a x b y ! 0
1 1

(a1 , b1 tidak keduanya nol)

x  b2 y ! 0 (a2 , b2 tidak keduanya nol)

Grafiknya:
y y

a x b y ! 0
1 1

a x b y ! 0
1 1

dan

a x b y ! 0
2 2

a x b
2

y!0

Hanya penyelesaian trivial

tak-hingga banyaknya penyelesaiaan

Selesaikan Sistem Persamaan Linier Homogen Berikut dengan Eliminasi Gauss-Jordan.

contoh

WASSALAMUALAIKUM, WR. WB