Anda di halaman 1dari 7

Hukum gerak Newton

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Hukum Newton pertama dan kedua, dalam bahasa Latin, dari edisi asli journal Principia Mathematica tahun 1687. Hukum gerak Newton adalah tiga hukum fisika yang menjadi dasar mekanika klasik. Hukum ini menggambarkan hubungan antara gaya yang bekerja pada suatu benda dan gerak yang disebabkannya. Hukum ini telah dituliskan dengan pembahasaan yang berbeda-beda selama hampir 3 abad,[1] dan dapat dirangkum sebagai berikut:
1. Hukum Pertama: setiap benda akan memiliki kecepatan yang konstan kecuali ada

gaya yang resultannya tidak nol bekerja pada benda tersebut.[2][3][4] Berarti jika resultan gaya nol, maka pusat massa dari suatu benda tetap diam, atau bergerak dengan kecepatan konstan (tidak mengalami percepatan). akan mengalami percepatan a yang arahnya sama dengan arah gaya, dan besarnya berbanding lurus terhadap F dan berbanding terbalik terhadap M. atau F=Ma. Bisa juga diartikan resultan gaya yang bekerja pada suatu benda sama dengan turunan dari momentum linear benda tersebut terhadap waktu.

2. Hukum Kedua: sebuah benda dengan massa M mengalami gaya resultan sebesar F

3. Hukum Ketiga: gaya aksi dan reaksi dari dua benda memiliki besar yang sama,

dengan arah terbalik, dan segaris. Artinya jika ada benda A yang memberi gaya sebesar F pada benda B, maka benda B akan memberi gaya sebesar –F kepada benda A. F dan –F memiliki besar yang sama namun arahnya berbeda. Hukum ini juga terkenal sebagai hukum aksi-reaksi, dengan F disebut sebagai aksi dan –F adalah reaksinya. Ketiga hukum gerak ini pertama dirangkum oleh Isaac Newton dalam karyanya Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica, pertama kali diterbitkan pada 5 Juli 1687.[5] Newton menggunakan karyanya untuk menjelaskan dan meniliti gerak dari bermacam-macam benda fisik maupun sistem.[6] Contohnya dalam jilid tiga dari naskah tersebut, Newton menunjukkan bahwa dengan menggabungkan antara hukum gerak dengan hukum gravitasi umum, ia dapat menjelaskan hukum pergerakan planet milik Kepler.

Daftar isi
[sembunyikan]
• • •

1 Tinjauan 2 Hukum pertama Newton 3 Hukum kedua Newton
○ ○ ○

3.1 Impuls 3.2 Sistem dengan massa berubah 3.3 Sejarah

• • •

4 Hukum ketiga Newton 5 Pentingnya hukum Newton dan jangkauan validitasnya 6 Hubungan dengan hukum kekekalan

nisi quatenus a viribus impressis cogitur statum illum mutare. Hukum Euler dapat dianggap sebagai aksioma dalam menjelaskan gerakan dari benda yang memiliki dimensi. Jika setiap benda dapat direpresentasikan sebagai sekumpulan partikel-partikel yang berbeda. [9] [sunting] Hukum pertama Newton Walter Lewin menjelaskan hukum pertama Newton. hukum gerak Newton tidaklah cukup untuk menghitung gerakan dari obyek yang bisa berubah bentuk (benda tidak padat). Leonard Euler pada tahun 1750 memperkenalkan generalisasi hukum gerak Newton untuk benda padat yang disebut hukum gerak Euler. relatif terhadap jarak yang ditempuh. yang dalam perkembangannya juga dapat digunakan untuk benda tidak padat.[8] Ketika kecepatan mendekati kecepatan cahaya.• • • • 7 Lihat juga 8 Referensi dan catatan kaki 9 Bacaan lanjut 10 Pranala luar [sunting] Tinjauan Hukum Newton diterapkan pada benda yang dianggap sebagai partikel. karena obyek yang dihitung dapat dianggap kecil. Perubahan bentuk (deformasi) dan rotasi dari suatu obyek juga tidak diperhitungkan dalam analisisnya. dan tiap-tiap partikel mengikuti hukum gerak Newton. efek dari relativitas khusus harus diperhitungkan. Dirumuskan secara matematis menjadi: Artinya : .[11] Hukum ini menyatakan bahwa jika resultan gaya (jumlah vektor dari semua gaya yang bekerja pada benda) bernilai nol.01)[10] Lex I: Corpus omne perseverare in statu suo quiescendi vel movendi uniformiter in directum. Dalam bentuk aslinya. maka kecepatan benda tersebut konstan. Maka sebuah planet dapat dianggap sebagai suatu titik atau partikel untuk dianalisa gerakan orbitnya mengelilingi sebuah bintang. panjang benda tidak dihiraukan.(MIT Course 8. Hukum I: Setiap benda akan mempertahankan keadaan diam atau bergerak lurus beraturan.[7] dalam evaluasi pergerakan misalnya. maka hukum-hukum Euler dapat diturunkan dari hukum-hukum Newton. kecuali ada gaya yang bekerja untuk mengubahnya.

Bintang-bintang akan tetap berada di surga.• • Sebuah benda yang sedang diam akan tetap diam kecuali ada resultan gaya yang tidak nol bekerja padanya. [sunting] Hukum kedua Newton Walter Lewin menjelaskan hukum dua Newton dengan menggunakan gravitasi sebagai contohnya.[13][14][15] variabel massa (sebuah konstan) dapat dikeluarkan dari operator diferensial dengan menggunakan aturan diferensiasi. Maka. Dalam bukunya Newton memberikan penghargaan pada Galileo untuk hukum ini. dan untuk satu benda bergerak pada garis lurus dengan kecepatan konstan diperlukan sesuatu dari luar benda tersebut yang terus mendorongnya. maka benda berada pada kecepatan konstan.(MIT OCW)[12] Hukum kedua menyatakan bahwa total gaya pada sebuah partikel sama dengan banyaknya perubahan momentum linier p terhadap waktu : Karena hukumnya hanya berlaku untuk sistem dengan massa konstan. . Tetapi Galileo menyadari bahwa gaya diperlukan untuk mengubah kecepatan benda tersebut (percepatan). tapi untuk mempertahankan kecepatan tidak diperlukan gaya. Sebuah benda yang sedang bergerak. kalau tidak benda tersebut akan berhenti bergerak. tidak akan berubah kecepatannya kecuali ada resultan gaya yang tidak nol bekerja padanya. Ia mengira bahwa sebuah benda sedang berada pada kondisi alamiahnya jika tidak bergerak. Hukum pertama newton adalah penjelasan kembali dari hukum inersia yang sudah pernah dideskripsikan oleh Galileo. Sama dengan hukum pertama Newton : Tanpa gaya berarti tidak ada percepatan. Aristoteles berpendapat bahwa setiap benda memilik tempat asal di alam semesta: benda berat seperti batu akan berada di atas tanah dan benda ringan seperti asap berada di langit.

Dalam beberapa konvensi. maka hukum kedua Newton tidak dapat digunakan langsung. tidak termasduk dalam sistem tertutup dan tidak dapat dihitung dengan hanya mengubah massa menjadi sebuah fungsi dari waktu di hukum kedua. Perubahan momentum ini bukanlah akibat dari gaya.Dengan F adalah total gaya yang bekerja. hukum Newton dapat digunakan dengan menjumlahkan semua partikel dalam sistem: dengan Ftotal adalah total gaya yang bekerja pada sistem. Dalam kasus partikel-partikel dalam suatu sistem yang terdefinisikan dengan jelas. seperti yang tertulis dalam An Introduction to Mechanics karya Kleppner dan Kolenkow.[18] [sunting] Sistem dengan massa berubah Sistem dengan massa berubah. Untuk menghitung sistem dengan massa yang bisa berubah-ubah. Maka total gaya yang bekerja pada suatu benda menghasilkan percepatan yang berbanding lurus. yang juga disebut dorongan. walaupun tidak terjadi perubahan besaran. m adalah massa benda. turunan momentum terhadap waktu tidak nol ketika terjadi perubahan arah. dan dirumuskan sebagai[16][17] Impuls adalah suatu konsep yang digunakan untuk menganalisis tumbukan. Sistem dengan massa yang berubah-ubah seperti roket atau ember yang berlubang biasanya tidak dapat dihitung seperti sistem partikel. [sunting] Impuls Impuls J muncul ketika sebuah gaya F bekerja pada suatu interval waktu Δt. karena dalam kecepatan sangat tinggi hasil kali massa dengan kecepatan tidak mendekati momentum sebenarnya. besar (u dm/dt) di sebelah kiri persamaan. Hukum kedua ini perlu perubahan jika relativitas khusus diperhitungkan.[15] Pada mekanika klasik. dan apm adalah percepatan dari pusat massa sistem. seperti roket yang bahan bakarnya digunakan dan mengeluarkan gas sisa. partikel memiliki massa yang konstant. Hubungan ini juga secara tidak langsung menyatakan kekekalan momentum: Ketika resultan gaya yang bekerja pada benda nol. didefinisikan sebagai gaya (gaya yang dikeluarkan oleh suatu benda . Massa yang bertambah atau berkurang dari suatu sistem akan mengakibatkan perubahan dalam momentum. M adalah total massa dari sistem. Persamaan baru digunakan untuk menyelesaikan soal seperti itu dengan cara menata ulang hukum kedua dan menghitung momentum yang dibawa oleh massa yang masuk atau keluar dari sistem:[13] dengan u adalah kecepatan dari massa yang masuk atau keluar relatif terhadap pusat massa dari obyek utama. adalah bahwa hukum kedua Newton berlaku terhadap partikel-partikel secara mendasar. Setiap perubahan gaya berbanding lurus dengan perubahan momentum tiap satuan waktu. diperlukan persamaan yang berbeda. momentum benda tersebut konstan. Sesuai dengan hukum pertama. Contohnya adalah gerak melingkar beraturan. dan a adalah percepatan benda.[14] Alasannya.

sesuai dengan berubahnya massa. and is made in the direction of the right line in which that force is impress'd. dan memiliki arah yang sama dengan garis normal dari titik singgung gaya dan benda. persamaan tadi menjadi [sunting] Sejarah Hukum kedua Newton dalam bahasa aslinya (latin) berbunyi: Lex II: Mutationem motus proportionalem esse vi motrici impressae. Para pemain sepatu luncur es memberikan gaya pada satu sama-lain dengan besar yang sama tapi berlawanan arah. seperti dorongan roket) dan dimasukan dalam besarnya F. Yang dalam Bahasa Indonesia berarti: Hukum Kedua: Perubahan dari gerak selalu berbanding lurus terhadap gaya yang dihasilkan / bekerja. Diterjmahkan dengan cukup tepat oleh Motte pada tahun 1729 menjadi: Law II: The alteration of motion is ever proportional to the motive force impress'd. et fieri secundum lineam rectam qua vis illa imprimitur. Maka dengan mengubah definisi percepatan. [sunting] Hukum ketiga Newton Hukum Ketiga Newton.[19] . Penjelasan hukum ketiga Newton.

b adalah gaya-gaya yang bekerja pada A oleh B. Setiap ujung gaya ini sama kecuali arahnya yang berlawanan. dan tidak pernah hanya pada sebuah benda. Atau sebuah ujung gaya adalah cerminan dari ujung lainnya. dan tetap berlaku pada kasus yang membuat hukum ketiga newton seakan-akan tidak berlaku. Dua gaya yang bekerja pada hukum ketiga ini adalah gaya yang bertipe sama. Misalnya antara roda dengan jalan sama-sama memberikan gaya gesek. Newton menggunakan hukum ketiga untuk menurunkan hukum kekekalan momentum. jari anda juga ditekan oleh batu. tapi arah yang berlawanan. Dengan Fa.[20] maka tidak ada gaya yang bekerja hanya pada satu benda. Secara matematis. Asumsikan benda A dan benda B memberikan gaya terhadap satu sama lain. Peluncur yang massanya lebih kecil akan mendapat percepatan yang lebih besar karena hukum kedua Newton. Misalnya ketika medan gaya memiliki momentum. dan hukum-hukum ini adalah pendekatan yang sangat baik untuk perhitungan . maka kuda tersebut juga "tertarik" ke arah batu: untuk tali yang digunakan.a adalah gaya-gaya yang bekerja pada B oleh A. Jika benda A mengerjakan gaya pada benda B. para peluncur es (Ice skater) memberikan gaya satu sama lain dengan besar yang sama.[21] namun dengan pengamatan yang lebih dalam. Jika seekor kuda menarik sebuah batu dengan menggunakan tali. dan dalam mekanika kuantum. kekekalan momentum adalah ide yang lebih mendasar (diturunkan melalui teorema Noether dari relativitas Galileo dibandingkan hukum ketiga. ” ” Hukum ketiga : Untuk setiap aksi selalu ada reaksi yang sama besar dan berlawanan arah: atau gaya dari dua benda pada satu sama lain selalu sama besar dan berlawanan arah. Benda apapun yang menekan atau menarik benda lain mengalami tekanan atau tarikan yang sama dari benda yang ditekan atau ditarik. [sunting] Pentingnya hukum Newton dan jangkauan validitasnya Hukum-hukum Newton sudah di verifikasi dengan eksperimen dan pengamatan selama lebih dari 200 tahun. juga akan menarik sang kuda ke arah batu sebesar ia menarik sang batu ke arah kuda. Seperti yang ditunjukan di diagram. percepatan yang terjadi tidak sama.“ “ Lex III: Actioni contrariam semper et æqualem esse reactionem: sive corporum duorum actiones in se mutuo semper esse æquales et in partes contrarias dirigi. dan Fb. sebuah gaya selalu bekerja pada sepasang benda. hukum ketiga ini berupa persamaan vektor satu dimensi. Walaupun gaya yang diberikan sama. Secara sederhananya. Jadi untuk setiap gaya selalu memiliki dua ujung. yang bisa dituliskan sebagai berikut. benda B secara bersamaan akan mengerjakan gaya dengan besar yang sama pada benda A dan kedua gaya segaris. Hukum ketiga ini menjelaskan bahwa semua gaya adalah interaksi antara benda-benda yang berbeda. Kalau anda menekan sebuah batu dengan jari anda.

dalam skala dan kecepatan yang dialami oleh manusia sehari-hari. dan posisi didefinsikan oleh operator-operator linier yang beroperasi dalam kondisi kuantum. (untuk pertama kalinya) dapat memfasilitasi penjelasan kuantitatif tentang berbagai fenomena-fenomena fisis. dan momentum sudut berlaku lebih umum daripada hukum-hukum Newton. terutama dalam skala yang amat kecil. konsep gaya tidak penting dan berada dibawah kekekalan momentum. namun beberapa versi terbaru dari hukum kedua tidak berlaku pada kecepatan relativistik. Maka hukum-hukum ini tidak dapat digunakan untuk menjelaskan fenomena-fenomena seperti konduksi listrik pada sebuah semikonduktor. elektrodinamika kuantum. [sunting] Hubungan dengan hukum kekekalan Di fisika modern. Dalam mekanika kuantum konsep seperti gaya. hukum kedua tetap berlaku seperti bentuk aslinya F = dpdt. Pada kecepatan yang mendekati kecepatan cahaya. relativitas umum. faktor Lorentz. dan juga pada fisika klasik maupun fisika non-klasik.). momentum. berasal dari pertukaran partikel virtual. Secara sederhana. Penjelasan dari fenomena-fenomena ini membutuhkan teori fisika yang lebih kompleks. dan momentum angular tidak dapat diciptakan atau dihilangkan. hukum kekekalan dari momentum. yang menjelaskan bahwa gaya adalah turunan dari momentum suatu benda terhadap waktu. Kekekalan energi baru ditemukan setelah hampir dua abad setelah kehidupan Newton. massa diam. kecepatan yang sangat tinggi (dalam relativitas khususs. dan superkonduktivitas. Hukum gerak Newton dan hukum gravitasi umum dan kalkulus. pada kecepatan yang jauh lebih rendah dari kecepatan cahaya. energi. hukum-hukum Newton sama tepatnya dengan operatoroperator ini bekerja pada benda-benda klasik. Namun hukum newton (digabungkan dengan hukum gravitasi umum dan elektrodinamika klasik) tidak tepat untuk digunakan dalam kondisi tertentu. Gaya-gaya lain seperti gravitasi dan tekanan degenerasi fermionic juga muncul dari kekekalan momentum. dalam teori-teori dasar (seperti mekanika kuantum. dan kecepatan harus diperhitungkan dalam perumusan momentum) atau medan gravitasi yang sangat kuat. Kekekalan dari 4-momentum dalam gerak inersia melalui ruang-waktu terkurva menghasilkan yang kita sebut sebagai gaya gravitasi dalam teori relativitas umum. . sifat-sifat optik dari sebuah bahan. dsb." Karena gaya adalah turunan dari momen. energi. karena mereka berlaku pada cahaya maupun materi. kesalahan pada GPS sistem yang tidak diperbaiki secara relativistik. Model standar dapat menjelaskan secara terperinci bagaimana tiga gaya-gaya fundamental yang dikenal sebagai gaya-gaya gauge. termasuk relativitas umum dan teori medan kuantum. Ketiga hukum ini juga merupakan pendekatan yang baik untuk benda-benda makroskopis dalam kondisi sehari-hari. "Momen. adanya jeda yang cukup panjang ini disebabkan oleh adanya kesulitan dalam memahami peran dari energi mikroskopik dan tak terlihat seperti panas dan cahaya infra-merah.