Anda di halaman 1dari 170

‡ Nama : AWANG SUWANDHI, Ir., MSc.

‡ Tempat & tgl lahir : Sukabumi, 27 Nov 1958 ‡ Alamat rumah : Bumi Rancaekek Kencana Jl. Suplir IX, No. 18, BANDUNG 40394 Ph: 022-779 7227; HP: 0813 20 1817 20 Email: awang.suwandhi@yahoo.co.id ‡ Pekerjaan : Wakil Ketua I (bidang akademis) SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI MINERAL INDONESIA (STTMI), BANDUNG ‡ Alamat kerja : Jl. Patuha No. 32 BANDUNG 40271; Ph: 022-7309835; Fax: 022-7312919
PENDIDIKAN FORMAL 1. SARJANA TEKNIK PERTAMBANGAN (UPN ³VETERAN´ YOGYAKARTA) 2. MASTER OF ENGINEERING SCIENCE IN MINING QUEENSLAND UNIVERSITY, BRISBANE, AUST
RIWAYAT PEKERJAAN 1984 ± 1994 : PUSLITBANG TEKNOLOGI MINERAL, BANDUNG 1993 ± 2000 : PT. SEMEN CIBINONG DIVISI QUARRY ± MALOKO, RUMPIN, BOGOR 2000 ± 2003 : PT. KARYA MARBELINDO LESTARY QUARRY ANDESITE± RUMPIN, BOGOR 1998 ± sekarang : JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN, STTMI, BANDUNG 2002 ± sekarang : DIPERBANTUKAN DI PUSDIKLAT TEKNO MIN.& BATUBARA, BANDUNG 2/2005 ± sekarang : KONSULTAN

SNI No. 13-6979.4-2003

Who created nitroglycerin safer by combining it with inert materials, called kieselguhr, to form Blasting Gelatine (Dynamite or Gelignite) in 1866, and also invented the detonator in 1867.

PELEDAKAN OVERBURDEN BATUBARA .

.

BLASTING IN LIMESTONE QUARRY (CEMENT BOSOWA MAKASSAR) .

PENGERTIAN BAHAN PELEDAK KLASIFIKASI KARAKTERISTIK TIPE DAN JENIS HANDAK INDUSTRI .

500 kg/cm2 $ 10. 1978) ± ± ± P = 100.000 atm$ 500 MPa  Titik leleh = 1. Steel barrel:  Kekuatan sampai dengan 5. kecep. gas atau campurannya yang apabila dikenai suatu aksi panas.ledak: ‡ Power = 1.950. detonasi = 4.000 m/s ‡ Didalam lubang ledak = 1200 m kcal ! 48 x 10 5 kcal/s x 4000 s m .000° C Energi Gelatin explosive dalam 1 m kolom lub.238 kcal /s) Bandingkan. cair. benturan. Hasil ledakan: (Langefors.500° C  Titik didih = 3.000 Mpa T = s 4000° C Daya (energi) = s 25.DEFINISI BAHAN PELEDAK (industri / komersial) Bahan peledak adalah suatu bahan kimia senyawa tunggal atau campuran berbentuk padat.000 MW = 25 x 106 kW = 5. gesekan atau ledakan awal akan mengalami suatu reaksi kimia eksotermis sangat cepat yang hasil reaksinya sebagian atau seluruhnya berbentuk gas dan disertai panas dan tekanan sangat tinggi yang secara kimia lebih stabil.200 kcal/kg/m .000 kcal /s (1 kW = 0.000 atm $ 101.

Contoh: Kriteria: ± ± ± ± Melibatkan reaksi kimia Okdigen tersedia berlebih di udara bebas Motor bakar (bensin atau solar): tidak perlu tangki oksigen Metoda pemadaman kebakaran: isolasi benda terbakar dari oksigen CH3(CH2)10CH3 + 18½ O2 p 12 CO2 + 13 H2O diesel oil .PEMBAKARAN (COMBUSTION) Reaksi permukaan yang eksotermis dan dijaga keberlangsungannya oleh panas yang dihasilkan dari reaksi itu sendiri dan produknya berupa pelepasan gas-gas.

LEDAKAN (EXPLOSION) Ekspansi seketika yang cepat dari gas menjadi bervolume lebih besar dari sebelumnya diiringi suara keras dan efek mekanis yang merusak. Contoh:  Tangki bertekanan meledak  Balon karet meletus Kriteria:  Tidak melibatkan reaksi kimia  Transfer energi ke gerakan massa (efek mekanis)  Disertai panas dan bunyi .

atau lebih rendah dari kecep suara (subsonic) Deflagrasi terjadi pada reaksi peledakan LOW EXPLOSIVE (black powder): .Sodium nitrat + charcoal + sulfur 20KNO3 + 30C + 10S p 6K2CO3 + K2SO4+ 3K2S +14CO2 +10CO + 10N2 .Potassium nitrat + charcoal + sulfur 20NaNO3 + 30C + 10S p 6Na2CO3 + Na2SO4+ 3Na2S +14CO2 +10CO + 10N2 .DEFLAGRASI (DEFLAGRATION) Adalah proses kimia eksotermis di mana transmisi dari reaksi dekomposisi didasarkan pada konduktivitas termal (heat/thermal conductivity) Merupakan fenomena reaksi permukaan di mana reaksinya meningkat menjadi peledakan dengan kecepatan rendah. yaitu antara 300-1000 m/s.

75 CO2 + 2.5 H2O + 1. bunyi dan panas) .Shock wave: bahaya symphatetic detonation.Shock compression: mempunyai daya dorong sangat tinggi.5 N2 + 0. merobek retakan yang sudah ada sebelumnya .DETONASI (DETONATION) Adalah proses kimia-fisika yang mempunyai kecepatan reaksi sangat tinggi.Reaksi sangat cepat (> Kecepatan suara } supersonic).Melibatkan reaksi kimia . Contoh: TNT meledak ANFO meledak NG meledak NG + AN meledak : C7H5N3O6 p 1. contoh VoDANFO = 4500 m/s .5 N2 + 5.5 H2O + 1.Oksigen utk reaksi terdapat dalam bahan itu sendiri (tanpa oksigen dari udara) .Ada ledakan (gerakan massa. sehingga menghasilkan gas dan temperature sangat besar yang semuanya membangun ekspansi gaya yang sangat besar pula.Reaksi ledakan tidak dapat dipadamkan .25 C : 3 NH4NO3 + CH2 p CO2 + 7 H2O + 3 N2 : C3H5N3O9 p 3 CO2 + 2. menentukan safety distance . Kecepatan reaksi yang sangat cepat dan diawali dengan panas tersebut menghasilkan gelombang tekanan kejut (shock compression wave) dan membebaskan energi dengan mempertahankan shock wave serta berakhir dengan ekspansi hasil reaksinya.25 O2 : 2 C3H5N3O9 + NH4NO3 p 6 CO2 + 7 H2O + 4 N4 + O2 Kriteria: .Handak dapat digunakan dalam lubang ledak .

SEGITIGA DETONASI .

KLASIFIKASI BAHAN PELEDAK BAHAN PELEDAK BAHAN PELEDAK KUAT (HIGH EXPLOSIVES) PRIMER CONTOH: Pb Azide Pb Stypnate Hg Fulminate BAHAN PELEDAK LEMAH (LOW EXPLOSIVES) SEKONDER CONTOH: NG TNT PETN Dinamit Emulsi ANFO TERSIER PROPELAN CONTOH: AN AP DNT PIROTEKNIK CONTOH: Thermite Delay composition Ignition charge LIQUID PADAT MONO CONTOH: Nitramine Hydrazine KOMPOSIT CONTOH: LOx Fuel SINGLE BASE CONTOH: Nitro cellulose DOUBLE BASE CONTOH: NC / NG TRIPLE BASE CONTOH: NC / NG / NQ COMPOSITE CONTOH: NC / NG / AP / Al / RDX .

1988) BAHAN PELEDAK KUAT TNT Dinamit Gelatine AGEN PELEDAKAN ANFO Slurries BAHAN PELEDAK KHUSUS Seismik Trimming Permissible PENGGANTI BAHAN PELEDAK Compressed air/ gas Expansion agents Mechanical methods Jet piercing Water jets Emulsi Hybrid ANFO Slurry mixtures Shaped charges Binary LOX Liquid .KLASIFIKASI BAHAN PELEDAK INDUSTRI BAHAN PELEDAK INDUSTRI (Mike Smith.

Densitas Sensitivitas Ketahanan Thd. Air Kestabilan Kimiawi Karakteristik Gas

HUBUNGAN DENSITAS DAN SENSITIVITAS HANDAK
Densitas kritis terbentuk bila partikel2 pembentuk handak terlalu rapat, shg tidak terdapat voids sebagai ruang bagi terbentuknya hot spots agar terjadi detonasi Densitas handak berhubungan erat dengan sensitivitasnya Deadpressing terbentuk bila voids untuk gas rusak, misalnya karena tekanan, gelombang kejut, shg mengurangi sensitivitasnya.

Kekuatan Detonasi Kecepatan Detonasi Tekanan Detonasi Tekanan Thd. Lubang Ledak Daya Ledakan Energi Efektif

TEKANAN DETONASI (detonation pressure) ‡ Tekanan yg terjadi disepanjang zona reaksi peledakan hingga terbentuk reaksi kimia seimbang sampai ujung handak yang disebut dgn bidang Chapman-Jouguet (C-J plane).85 gr/cc dan VOD 3700 m/s memiliki PD = 2900 MPa . diformulasi tekanan detonasi sbb: PD ! e ‡ x VD x U p Up ! 0. Umumnya memp satuan MPa. gr/cc VD = kecep detonasi. m/s ‡ ANFO dgn densitas 0. Dari penelitian oleh Cook menggunakan foto sinarx.25 x VD PD ! e x VD 2 4 Dimana: PD = tekanan detonasi. kPa Ve = densitas handak.

TEKANAN THD LUBANG LEDAK (borehole pressure) ‡ Tekanan terhadap dinding lubang ledak akibat ekspansi detonasi gas ‡ Biasanya sekitar 50% dari tekanan detonasi ‡ Volume dan laju kecep gas yang dihasilkan peledakan mengontrol tumpukan dan lemparan fragmen batuan .

dikelompokkan sbb:  AGEN PELEDAKAN (BLASTING AGENTS)  BAHAN PELEDAK BERBASIS ³NG´  PERMISSIBLE EXPLOSIVE  BLACK POWDER .

KLASIFIKASI AGEN PELEDAKAN .

80 ± 0. air: Shelf Life: ± ± buruk Maks. ANFO dapat ditidurkan sampai 6 bulan Kehadiran air dalam lubang akan menurunkan secara dramatis waktu tidur ‡ Waktu Tidur (Sleep Time) : ± ± .85 ± 0.95 ‡ ‡ ‡ Energi (MJ/kg): RWS (%): RBS: ± ± Poured (%) Blow Loaded (%) Poured (mm) Blow Loaded (mm) 3.: ± ± ‡ ‡ Ketahanan thd.7 100 p (373 kj/gr) 100 p (317 kj/cc) 116 75 25 ‡ Diameter lubang ledak min. 6 bulan tergantung temperatur dan kelembaban gudang Gudang yang bersuhu dan kelembaban tinggi akan membuat ANFO rusak.SIFAT-SIFAT ANFO (2) (Data diperoleh dari Dyno Nobel untuk Prilled ANFO) ‡ Densitas: ± ± Poured (gr/cc) Blow Loaded (gr/cc) 0. ditandai dgn pengerasan atau caking yg akan mengurangi kinerja peledakan Dalam kondisi normal kering dengan lubang tertutup stemming yang baik.85 0.

100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 excess FO deficient Oxygen deficient FO excess Oxygen Non-absorbent dense prill Distribusi FO tdk merata. % FUEL OIL.BULK ANFO (1) Oxygen Balance 3800 joules of heat / gr expl. shg oxygen balance buruk Absorbent porous prill FO diserap merata dengan perbandingan yang proporsional ENERGI PER KG (RWS). % (berat) .

Sebagai campurannya adalah: ‡ oksidator bisa dipakai sodium nitrat atau ammonium nitrat ‡ bahan bakarnya adalah solar atau minyak diesel. sehingga campuran tersebut berbentuk jeli atau slurries dan mempunyai ketahanan terhadap air yang sempurna. semacam perekat. . dan pemeka (sensitizer) di dalam media air yang dikentalkan memakai gums. ‡ pemekanya bisa berupa bahan peledak atau bukan bahan peledak Semuanya diaduk dalam 15% media air. bahan bakar. yaitu campuran oksidator.BAHAN PELEDAK SLURRY ATAU WATERGEL Istilah slurries dan watergel adalah sama artinya.

35 gr/cc VOD antara 4500 ± 5800 m/s dan RWS < ANFO tapi RBS > ANFO AN (AMMONIUM NITRAT) 94% ANFO (94% AN + 6% FO) 81% +6% FO ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ +18% EMULSI (76% AN + 5% FO + 18% AIR + 1% EMULSIFIER) AIR +1% EMULSI FIER .1 ± 1. Komposisi ini disebut tipe water in oil. Ukuran partikel menjadi kecil berbentuk droplets emulsi handak Konsentrasi matriks emulsi tidak larut air Dapat dibuat di pabrik atau pada truck MMU Densitas antara 1.PRINSIP EMULSIONS (1) ‡ Adalah matriks yang terbentuk dari fase larutan oksidator di dalam fase fuel yang dipertahankan sifat-sifatnya (continuous fuel phase) ditambah emulsifier (biasanya cuka) agar campuran tetap bersatu.

1984 .20 mm Semua padat 4000 Slurry 0.001 mm Liquid 5000 6000 Bampfield & Morrey.00 mm Semua padat 3500 4500 Dynamit 0.EMULSIONS (2) ANFO 2.20 mm Padat / liquid 3300 Emulsi 0.

12 ± 1. thn DAHANA Dayagel magnum 1. % VOD. % RBS.32 20 98 ± 118 140 ± 179 4600 ± 5600 25 ± 65 Sangat baik 1 SASOL SMX Seri Emex 1.16 ± 1. kg RWS.25 20 119 183 4600 ± 5600 25 ± 65 Sangat baik 1 DYNO NOBEL Emulite 1.JENIS HANDAK BERBASIS EMULSI (kemasan berbentuk cartridge) PRODUSEN SIFAT Merk dagang Desitas. mm Ketahanan thd air Penyimpanan.25 25 111 162 5000 ± 5800 25 ± 80 Sangat baik 1 ICI EXPLOSIVE Seri Powergel 1.24 -74 ± 186 97 ± 183 4600 ± 5600 25 ± 65 Sangat baik 1 .18 ± 1. gr/cc Berat/karton. m/s Diameter.

33 1. gr/cc Tidak Sedang Sangat baik KETAHANAN THD.28 1.35 1.29 1. m/s Tidak dapat dipompa Sulit dipompa Dapat dipompa dengan mudah KEMAMPU-POMPAAN Dapat diulir (auger) dengan mudah Tidak dapat diulir ke arah atas KEMAMPU-ULIRAN .RUANG UDARA BUTIRAN ANFO 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 % ANFO RUANG UDARA TERISI OLEH EMULSI CAMPURAN EMULSI / ANFO 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 % EMULSI 0.80 1.24 1.10 1.30 DENSITAS. AIR 4700 6000 VoD TEORITIS.

Didefinisikan sebagai bahan-bahan pembantu peledakan yang HABIS PAKAI. yaitu: »DETONATOR« »SUMBU PELEDAKAN« »SAMBUNGAN« Mempersiapkan detonator dan sumbusumbu peledakan .

TNT. berfungsi menerima efek panas dengan sangat cepat dan meledak menimbulkan gelombang kejut. yaitu campuran lead azide atau lead stypnate dan aluminium. 2. Fungsinya menerima gelombang kejut dan meledak dengan kekuatan yang besarnya tergantung pada berat isian dasar tersebut. .PENTING  1. Bahannya disebut ASA. Isian dasar (base charge) disebut juga isian sekunder adalah bahan peledak kuat dengan VoD tinggi. Jenis bahan peledaknya adalah PETN. Isian utama (primary charge) berupa bahan peledak kuat yang peka (sensitif). atau kombinasi keduanya dengan perbandingan tertentu.

DETONATOR ELEKTRONIK (ELECTRONIC DET.) Kekuatan ledak (strength) detonator ditentukan oleh jumlah isian dasarnya dan diidentifikasi sbb: (dari ICI Explosive) 1. DETONATOR BIASA (PLAIN DETONATOR) 2. DETONATOR LISTRIK (ELECTRIC DETONATOR) 3. detonator No. detonator No. detonator No.22 gr PETN 2.80 gr PETN . 6 = 0.1. DETONATOR NONEL (NONEL DETONATOR) 4. 8 = 0. 8* = 0.45 gr PETN 3.

di dalam detonator akan memijar.kabel listrik plastik berwarna selubung kabel leg wire penyumbat penyumbat fusehead : . Selanjutnya ledakan isian utama menginisiasi isian dasar yang menghasilnya intensitas ledakan lebih besar sesuai beratnya. energi panas dirambatkan dulu melalui elemen tunda yang lamanya sesuai panjang elemen tunda atau jenis bahan lain penghambat panas sebelum menginisiasi isian utama.ramuan pembakar tabung silinder isian utama elemen waktu tunda tabung silinder isian dasar SIMULTANEOUS DELAY MEKANISME PELEDAKAN DETONATOR LISTRIK 1. Setelah listrik mengalir melalui legwire. Untuk detonator tunda. Apabila pijar dari kawat halus terbentuk. . 3. 4. kawat halus (bridge wire) yang diselubungi ramuan pembakar. maka ramuan pembakar langsung terbakar dan timbul energi panas dalam ruang detonator yang akan menginisiasi isian utama. 2.kawat halus yg memijar . secara keseluruhan disebut fusehead.

alat penguji tahanan. pola peledakan menjadi lebih bervariasi dan arah serta fragmentasi peledakan dapat diatur dan diperbaiki. ‡ Dipengaruhi gelombang radio. televisi. Penanganan lebih mudah dan praktis B. dan ³arus liar´ atau stray currents dan listrik statis (static electricity) dari dalam bumi serta arus listrik lainnya dapat mengaktifasi aliran listrik pada detonator ‡ Membutuhkan peralatan peledakan khusus listrik. detektor kilat dan peralatan listrik lainnya yang memerlukan biaya. yaitu sumber arus listrik. KELEMAHANNYA: ‡ Tidak boleh digunakan pada cuaca mendung apalagi disertai kilat. . Demikian juga getaran bisa dikurangi. penguji arus. sehingga terjadi peledakan premature. KELEBIHANNYA: ‡ ‡ ‡ Jumlah lubang yang dapat diledakkan sekaligus relatif lebih banyak Dengan adanya elemen tunda dalam detonator.A. karena kilatan dapat mengaktifasi aliran listrik.

dst Kedua ujung kawat selalu dihubungkan sebelum dilakukan perangkaian B. BILA:  LEGWIRE TIDAK ADA ATAU HANYA SATU ATAU PANJANG SEBELAH  SELUBUNGNYA PENYOK. Dapat terinisiasi oleh arus liar (stray currents). SIFAT-SIFAT PENTING: ‡ ‡ ‡ Bisa meledak bila terkena panas yang berlebih atau dibakar. 2. «. 1. listrik statis (static electricity) dari dalam bumi.A. 3. dan dibanting keras. BERLUBANG DAN KARET PENYUMBAT TIDAK ADA . petir atau kilat serta arus listrik lainnya dapat mengaktifasi aliran listrik Untuk menginisiasi harus digunakan alat pemicu khusus yang disebut BLASTING MACHINE atau EXPLODER WASPADAI DETONATOR LISTRIK YG RUSAK. dipukul-pukul. CIRI-CIRI KHUSUS: ‡ ‡ ‡ Dilengkapi sepasang kawat (kabel) dengan warna yang berbeda keluar dari detonator yang disebut LEG WIRE Terdapat waktu tunda yang ditempel pada ujung kawat dengan penomoran dari 0.

Du Pont ms Delay Series (1980) Half Second Delays (ms) 0 500 1000 1500 2000 2500 3000 3500 4000 4500 5000 5500 "L" Series Short Delays (ms) 5 30 55 80 105 130 155 180 205 230 255 280 305 335 365 395 dst.Nomor dan nilai nominal waktu tunda detonator listrik ICI Explosives (1989) No. Delay 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 dst. Carrick Delays (ms) 5 30 55 80 135 165 195 230 265 300 410 480 560 650 Nominal Delay Time (ms) 0 25 50 75 100 125 150 175 200 250 300 350 400 450 500 600 Delay Tag Color -Black Red Blue Lilac Green Orange White Olive Brown Buff White White White White White .

 Untuk menyambung sampai ke dalam lubang. adalah kawat tembaga tanpa isolasi atau kawat terbuka berukuran 10. Connecting wire. 2. Bus wire.1. 12 atau 14 AWG yang diperlukan untuk peledakan bawah tanah. kawat penyambung leg wire antar lubang  Kondisi udara normal dan kering digunakan kawat tembaga berukuran 20 AWG yang diisolasi plastik PVC. Kawat alumunium dilarang karena khawatir teroksidasi (resistensi tinggi) . karena leg wire terlalu pendek. dan kondisi basah dipakai kawat tembaga berdiameter antara 21 ± 23 AWG dan diisolasi plastik PVC.

2. Isian Utama (primary charge). Panas yang ditimbulkan oleh Ramuan Pembakar akan menginisiasi Isian Utama. Bagian-bagian utama detonator biasa adalah Ramuan Pembakar (ignition mixture). dan Isian Dasar (base charge).tabung silinder isian dasar (shell) (base charge) BAGIAN-BAGIAN UTAMA DAN MEKANISME PELEDAKANNYA 1. 4. yang selanjutnya meledakkan Isian Dasar. 3. Mekanisme peledakan detonator biasa diawali dari sumber panas yang berasal langsung dari api melalui sumbu api yang akan membakar Ramuan Pembakar. ramuan pembakar (Ignition mixture) ruang kosong disediakan untuk sumbu bakar (safety fuse) isian utama (primer charge) . Terdapat ruang kosong pada salah satu ujungnya yang berfungsi untuk menyisipkan sumbu api atau sumbu bakar atau safety fuse.

KELEMAHANNYA: ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Jumlah lubang yang diledakkan terbatas karena detonator biasa sangat dipengaruhi oleh kelembaban Harus terlebih dahulu disambung dengan sumbu api (safety fuse) Tidak ada detonator biasa tunda. kecuali hanya dengan membedakan panjang sumbu apinya. Membutuhkan pengalaman yang cukup lama untuk trampil dalam proses penyambungan detonator biasa dengan sumbu api. sehingga akurasi tunda sulit dicapai Membutuhkan alat penguat sambungan (cramper) ketika sumbu api disisipkan ke dalam detonator biasa. .A. murah dan mudah mengontrol bila digunakan untuk meledakkan beberapa lubang ledak (kurang dari 10 lubang) dalam cuaca normal / kering atau untuk secondary blasting. KELEBIHANNYA: ‡ ‡ Tidak dipengaruhi oleh gelombang radio dan ³arus liar´ dari dalam bumi serta arus listrik lainnya karena tidak ada unsur listrik Lebih praktis. B.

A. CIRI-CIRI KHUSUS:
‡ ‡ ‡ Salah satu bagian ujungnya terbuka untuk menyisipkan sumbu api Panjang detonator relatif sama Dikemas dalam dos (kotak) yang isinya 100 detonator per kotak

B. SIFAT-SIFAT PENTING:
‡ Bisa meledak bila terkena panas yang berlebih atau dibakar, dipukulpukul, dan dibanting keras. ‡ Untuk menginisiasi dengan cara menyambungnya terlebih dahulu dengan sumbu api, kemudian sumbu api dibakar menggunakan korek api atau alat khusus yang menghasilkan pijar (ignitor)
WASPADAI :  JANGAN MENGOREK-NGOREK ISIAN DETONATOR MENGGUNAKAN APA SAJA  DETONATOR BIASA RUSAK BILA SELUBUNGNYA PENYOK ATAU BAGIAN ALASNYA BERLUBANG BERLUBANG

‡ Sumbu api adalah sumbu yang disambung ke detonator biasa pada peledakan dengan menggunakan detonator biasa. Dapat dikata-kan bahwa sumbu merupakan pasangan detonator biasa, karena detonator biasa tidak dapat digunakan tanpa sumbu api. ‡ Bagian inti dari sumbu api adalah blackpowder atau gunpowder yang tergolong bahan peledak lemah (low explosive) dan dibungkus oleh tekstil serta dilapisi material kedap air, misalnya aspal dan plastik. ‡ Dikemas dalam gulungan (rol) panjang 12,5 m/ rol atau 250 m/rol dengan

‡ Fungsi sumbu api untuk merambatkan api dengan kecepatan tetap. Perambatan api dapat menyalakan ramuan pembakar (ignition mixture) di dalam detonator biasa, sehingga dapat meledakkan isian primer dan isian dasarnya. ‡ Sumbu api merambat (deflagrate) dengan kecepatan rambat yang biasa diperdagangkan adalah: 1. Ketentuan di Amerika, 130 ±10 det/meter bila terletak di daerah permukaan laut 2. Ketentuan di Eropa 120 ±10 det/meter pada kondisi yang sama dengan di atas 3. Ketentuan di Australia 100 ±10 det/meter pada kondisi sama dengan di atas (60 cm / menit)

MEMASANG SUMBU API DENGAN DETONATOR BIASA
Cramper alat untuk menjepit (mengklem) sambungan sumbu api dengan detonator biasa

bagian ujung yang dipotong miring

bagian ujung yang dipotong tegak lurus

SUMBU API

Blackpowder dibakar

blackpowder bersentuhan dengan ramuan pembakar dalam detonator

Multiple Fuse Ignitor (MFI)
adalah: ‡ Alat bantu penyulut beberapa sumbu api berupa silinder terbuat dari tembaga atau alumunium dan didalamnya terdapat ramuan pembakar. ‡ Diameter silinder dirancang sesuai dengan jumlah sumbu api yang bisa dimasukkan, umumnya sekitar 8 sumbu dan sebuah sumbu pokok (master fuse). ‡ Sumbu pokok adalah sumbu yang menghantarkan rambatan api ke dalam silinder MFI untuk menyulut 8 sumbu lainnya secara bersamaan melalui ramuan pembakaran.

1

No. 1, 2 dan 3 adalah master fuse dan yg lainnya adalah sumbu api yang masuk ke masing-masing lubang ledak

2

3

BEANHOLE
Bean-hole

Penyambungan sumbu api dan beanhole dengan PIC-cepat

SLOT CONNECTOR Slot penyambung Penyambungan sumbu api dengan PIC-lambat dan penyambung slot .

Jadi sumbu ledak adalah BAHAN PELEDAK KUAT berbentuk sumbu.6 ± 70 gr/m. ‡ Sumbu ledak adalah sumbu yang pada bagian intinya terdapat bahan peledak PETN. atau cordtex. Anyaman tekstil sintetis Serat nylon Selubung plastik PETN Inti katun .‡ Berbagai nama untuk sumbu ledak yang dikenal di lapangan antara lain detonating cord. bahan peledak dlm kolom lubang ledak.6 gr/m atau 5 gr/m karena akan mengurangi kerusakan stemming. Yang sering digunakan adalah sumbu ledak dengan isian PETN 3. detonating fuse. dan pengaruh air blast. yaitu salah satu jenis bahan peledak kuat dengan kecepatan rambat sekitar 6000 ± 7000 m/s. ‡ Komposisi PETN di dalamnya bervariasi dari 3.

ATAU TERLALU MENEKUK .0 113 2 x 305 WASPADAI !!! SUMBU LEDAK YANG RUSAK BILA: TERENDAM DALAM LARUTAN MINYAK ATAU AIR SELUBUNGNYA SOBEK.SUMBU LEDAK DARI DYNO NOBEL Explosives Class: 1.0 5. No: 0065 Explosive Type PETN.N. Velocity of Detonation (m/sec) (min) 6500 Special 25 Colour Nominal Core Load (g/m) Nominal Diameter (mm) Minimum Strength (kg) Packing Reels (m) Green 5.2 90 2 x 500 Special 50 Blue 10.1D U. PATAH.0 4.

6 atau 8 Sumbu ledak Selotip kuat . 6 atau 8 Sumbu api Ke arah rangkaian peledakan Sumbu ledak Selotip kuat Leg wire Ke arah rangkaian peledakan Detonator No.Menggunakan semua jenis detonator standar nomor 6 atau 8 yang ditempelkan kuat (diselotip) pada sumbu ledak. Detonator No.

SAMBUNGAN ANTAR SUMBU LEDAK Sambungan ³L´ Sambungan ikat bunga cengkeh Sambungan ikat bunga cengkeh dgn ujung diseloitip kearah downline Sambungan 3 putaran Penyambung plastik antara trunkline dan downline Simpul mati untuk memperpanjang trunkline .

ATAU SUMBU NONELNYA TERLIPAT-LIPAT .BAGIAN-BAGIAN DETONATOR NONEL tabung alumunium elemen transisi penyumbat antistatis sumbu nonel pelapis baja isian utama elemen tunda isian dasar WASPADAI DETONATOR NONEL YG RUSAK. PENYOK. PLUG PENUTUPNONEL LEPAS. BILA: plug penutup tidak tembus air TABUNGNYA BERLUBANG.

HMX bersuhu stabil dan memiliki densitas serta kecep detonasi yang tinggi. Untuk menginisiasi digunakan alat pemicu khusus yang disebut Shot firer atau Shot gun atau menggunakan detonator listrik atau biasa nomor 8. shg detonator nonel meledak. yaitu: Lapisan luar ± Lapisan luar: untuk ketahanan terhadap goresan dan perlindungan terhadap ultra violet ± Lapisan tengah: untuk daya regang dan ketahanan terhadap zat kimia ± Lapisan dalam: menahan bahan kimia reaktif. transmisi signal energi rendah bergerak disepanjang sumbu dgn kecepatan propagasi enam kali kecepatan suara (2000 m/s). Pada bagian ujung sumbu dipres atau ditutup yang disebut dengan ultrasonic seal. Lapisan tengah HMX satu layer Lapisan dalam Dari Dyno Nobel 2.1. Ketika inisiasi impact dilakukan. Jangan coba-coba memotong ultrasonic seal ini karena uap air akan masuk kedalam sumbu dan dapat menyebabkan gagal ledak. Berfungsi sebagai saluran signal energi menuju detonator nonel. . yaitu jenis HMX atau octahydrotetranitro-tetrazine dan aluminium. Sumbu nonel terdiri dari tiga lapisan.

telah diuraikan sebelumnya 2. ³J´ hook + label tunda sumbu nonel deto. yang berkekuatan nomor 8. Detonator nonel. Sumbu nonel. quartersecond.1. Nomor tunda biasanya juga dituliskan pada ³J´ Hook ini. 3. sehingga identitas waktu tunda tidak diketahui. Komponen utama dalam detonator nonel sama dengan detonator listrik yang membedakannya hanya pada mekanisme pembentukan energi panasnya. Fasilitas ini tidak selalu ada atau modelnya yang berbeda. Label tunda. ³J´Hook. Hanya saja label ini bisa rusak atau lepas. 4. adalah alat untuk menyisipkan detonating cord. atau millisecond dan waktu nominal ledaknya. Bila hal tersebut terjadi bisa membingungkan dan berbahaya. yaitu label dengan warna tertentu yang menandakan tipe priode tunda halfsecond. nonel sumbu nonel label tunda ³J´ hook . Bagian-bagiannya sudah diuraikan sebelumnya.

. umumnya diletakkan paling depan sejajar dengan bidang bebas. yaitu satu set detonator nonel yang dimasukkan ke dalam lubang ledak (sebagai primer) ‡ tRUNKLINE atau sURFACE.‡ iN-hOLE atau dOWNLINE. Letaknya tergantung pola peledakan yang dikehendaki. adalah satu baris sambungan nonel sebagai pengontrol inisiasi seluruh lubang ledak. yaitu satu set detonator nonel yang dipasang di permukaan sebagai penyambung antar lubang ‡ cONTROL LINE. tapi bila digunakan pola peledakan Box Cut diletakkan pada baris tengah sejajar bidang bebas ‡ Dengan demikian waktu tunda (delay system) pada peledakan nonel dapat terjadi di dalam lubang ledak maupun dipermukaan. Pada peledakan tambang terbuka.

1B NONEL tube colour NONEL tube diameter (mm) NONEL tube VOD (m/sec) SNAPLINE clip capacity U. Tested using standard procedures at 20rC. 1. .PENYAMBUNG NONEL DI PERMUKAAN (SURFACE) Dari Dyno Nobel Explosives Class: 1. 2.0 (STD) 2100 s 300 5 STD tubes Will not initiate detonating cord.N. No: 0360 Pink 3.

.KELEBIHAN DAN KEKURANGAN DETONATOR NONEL A. bisa mencapai ratusan ‡ Dengan adanya waktu tunda di dalam lubang ledak maupun di permukaan. ± butiran fragmentasi lebih baik dibanding peledakan lainnya. KELEMAHANNYA: ‡ Perlu ekstra hati-hati mengatur waktu tunda di permukaan maupun di dalam lubang ledak agar tidak gagal ledak ‡ Urut-urutan waktu tunda memerlukan perhatian yang cukup. shg dpt digunakan walaupun cuaca mendung B. KELEBIHANNYA: ‡ Jumlah lubang yang dapat diledakkan cukup banyak. dan ± getaran dapat lebih dikurangi ‡ Dapat dikombinasikan dengan sumbu ledak ‡ Tidak terinisiasi oleh arus listrik normal. maka: ± akan menghasilkan arah lemparan fragmentasi hasil peledakan lebih presisi. paling tidak memerlukan satu detonator listrik atau detonator biasa. sehingga mempengaruhi kecepatan perangkaian ‡ Membutuhkan peralatan peledakan khusus untuk menginisiasi.

Sumbu Api Penyumbat (stemming) Kolom lubang ledak Bahan peledak utama (Primary Charge) TOP (COLLAR) PRIMING DECK (MIDDLE) PRIMING BOTTOM PRIMING .Sumbu nonel .Kabel listrik .POSISI PRIMER DALAM KOLOM LUBANG LEDAK Dari detonator bisa berupa: . . .Sumbu Ledak .

Cara ke 2 Sumbu ledak . Cara ke 1 b.PEMBUATAN PRIMER 1) a. Cara ke 2 Detonator listrik 2) 3) Detonator biasa dengan sumbu api a. Cara ke 1 b.

BOOSTER YANG DIRANCANG UNTUK PRIMER DARI PABRIK .

BAHAN PELEDAK BERBASIS NG DAN PERMITTED EXPLOSIVE .

CARA MENGINISIASI DETONATOR .

Peralatan yang langsung berhubungan dengan teknik peledakan 2.Didefinisikan sebagai perangkat pembantu peledakan yang dapat dipakai berulang kali DIKELOMPOKKAN MENJADI: 1. Peralatan pendukung peledakan .

PERALATAN YG BERHUBUNGAN LANGSUNG DGN PELEDAKAN ‡ Alat pemicu ledak: ± Pada peledakan listrik (Blasting Machine) ± Pada peledakan nonel (Shot gun/ Shot firer) ‡ Alat bantu peledakan listrik: ± ± ± ± ± Blasting Ohmmeter (BOM) Pengukur kebocoran arus listrik Multimeter peledakan Pengukur kekuatan blasting machine Pelacak kilat (lightning detector) ‡ Alat bantu peledakan lain: ± Kabel listrik utama (lead wire) atau sumbu nonel utama (lead-in line) ± Cramper (penjepit sambungan sumbu api dengan det.biasa) ± Meteran (50 m) dan tongkat bambu (± 7 m) diberi skala ‡ Alat pencampur dan pengisi .

terdapat engkol atau kunci kontak.Disebut Blasting Machine (BM) atau Exploder FUNGSI : untuk menyuplai energi listrik yang cukup pada sistem peledakan listrik CIRI-CIRI khusus / bagian-bagian penting: terdapat dua slot kutub listrik. dan lampu indikator .

TIPE GENERATOR: Pengumpulkan energi listrik menggunakan gerakan mekanis dengan cara memutar engkol (handle) yang telah disediakan. yaitu dengan cara mengontakkan kunci kearah ³starter´ dan setelah lampu indikator menyala berarti kapasitor penuh dan arus sudah maksimal serta siap dilepaskan Untuk pengamanan engkol dan kunci harus bisa dilepas dan hanya dipegang oleh Juru Ledak . Saat ini tipe generator sudah jarang digunakan. Putaran engkol dihentikan setelah lampu indikator menyala yang menandakan arus sudah maksimum dan siap dilepaskan. TIPE BATERAIPengumpulan energi listrik melalui baterai.

digerakkan secara mekanis atau oleh baterai untuk membentuk gelombang kejut terhadap HMX yang terdapat di dalam sumbu nonel ‡ CIRI-CIRI khusus : untuk tipe yang digerakkan secara mekanis dilengkapi Shot Shell Primer.‡ Disebut dengan shot gun atau shot firer atau nonel starter ‡ FUNGSI : sebagai penyuplai gelombang kejut pada detonator nonel melalui sumbu nonel (nonel tube) ‡ TIPE : didasarkan atas pemicunya. sedangkan yang menggunakan baterai dapat menimbulkan percikan api bertekanan tinggi .

adalah badan nonel starter sebagai penampung Shot Shell Primer dan sumbu nonel yang disisipkan kedalamnya . sebagai penutup nonel starter sekaligus media yang apabila dipukul atau diinjak kaki akan menggerakkan per di dalam barrel yang akan memberi efek impact terhadap Shot Shell Primer.‡ Striker. ‡ Barrel.

. dan  kawat utama (lead wire atau lead lines atau firing line).‡ FUNGSI: Untuk membantu kelancaran sistem peledakan listrik agar tidak terjadi gagal ledak ‡ JENIS:  pengukur tahanan (blastohmeter)  pengukur kebocoran arus (earth leakage tester )  penguji kapasitas BM (rheostat dan fussion tester)  multimeter peledakan (blasting multimeter)  detektor kilat (lightning detector).

Ukuran 95 x 140 x 60 mm. Ukuran 76 x 76 x 38 mm. Diproteksi oleh plastik yg dicetak dan kokoh. berat 340 gr Blastometer 80 buatan ICI Explosives dapat mengukur tahanan antara 0±30 ohms dan 0 ± 300 ohms. berat 500 gr. Diproteksi oleh bahan yang tidak mudah pecah.Blastometer digital model 104 buatan Thomas Instruments. Inc. OHT 13 .

ALAT PENGUKUR KEBOCORAN ARUS DAN MULTIMETER PELEDAKAN PENGUKUR KEBOCORAN LISTRIK MULTIMETER PELEDAKAN .

.

DETEKTOR KILAT (LIGHTNING DETECTOR) A. THOR LIGHTNING SENTRY. THOMAS INSTRUMENTS. INC . ICI EXPLOSIVE B. MODEL 350.

.

8 ohms/100 m atau dapat dipakai kawat tembaga 50/0.20 mm dengan tahanan 4.76 mm dengan isolasi plastik PVC mempunyai tahanan 1.076 yang diisolasi dengan plastik PVC dengan tahanan 5.4 ohms/100 m. .8 ohms per 100 m atau dapat pula digunakan kawat tembaga ganda berukuran 24/0.6 ohms per 100 m untuk peledakan yang berat (heavy duty) dipakai kawat tembaga berukuran 70/0.‡ Panjang kabel utama ditetapkan berdasarkan ukuran jarak paling aman antara lokasi peledakan dengan tempat berlindung agar terhindar dari kemungkinan lemparan batu ‡ Kabel utama ditarik ke arah berlawanan atau samping kiri atau kanan dari arah lemparan hasil peledakan ‡ Ukuran kabel (kawat) yang cocok sebagai lead wire: untuk peledakan pada kondisi normal adalah kawat tembaga ganda berukuran 23/0.25 mm dengan tahanan 1.

CONTOH KABEL UTAMA PADA PELEDAKAN LISTRIK a. Untuk peledakan berat . Untuk kondisi normal b.

Dimensi rol sekitar tinggi 30 cm dan diameter 40 cm. yaitu antara 500 ± 3000 m per gulung (rol). ‡ Panjang sumbu nonel sudah ditetapkan oleh pabrik pembuatnya.‡ Sumbu nonel tergolong pada ³perlengkapan peledakan´ karena hanya dapat dipakai satu kali. ‡ Recomendasi penyambungan yang diberikan Dyno Nonel sbb: . Tidak seperti kabel utama pada peledakan listrik yang dapat digunakan berulang kali.

CONTOH SUMBU NONEL UTAMA BUATAN DYNO NOBEL .

± Posisikan cramper pada ujung detonator biasa. Persyaratan pemotongan sumbu api harus dipenuhi sebelum dimasukkan ke dalam detonator biasa. kemudian jepit detonatornya. ± Yakinkan bahwa sumbu api benar-benar telah menyentuh sumbu pembakar dalam detonator biasa.‡ Alat khusus yang digunakan untuk menjepit atau mengikat kuat detonator biasa dengan sumbu api ‡ Sumbu api dikatagorikan juga sebagai sumbu non-electric ‡ CARA PENGGUNAAN: ± Masukkan sumbu api ke dalam detonator biasa. Saudara bisa melakukan penjepitan lebih dari satu kali untuk meyakinkan sambungan cukup kuat .

‡ Umumnya menggunakan meteran berbentuk rol dengan panjang ± 50 m ‡ Meteran terbuat dari plastik atau bahan yang tahan terhadap air dan tahan terhadap tarikan ‡ Fungsi meteran pada peledakan: ± mengukur kedalaman lubang ledak ± mengukur burden dan spasi. serta ± ketinggian jenjang ‡ Cara pemakaian meteran untuk mengukur kedlm¶an lubang ledak : ± Gunakan pemberat yang diikat kuat pada ujung meteran berskala nol ± Turunkan perlahan-lahan ke dalam lubang sampai ke dasar lubang ± Apabila penurunan pemberat tidak lancar. Kuncinya selalu diupayakan kondisi lubang ledak sebagaimana mestinya ± Catat kedalaman lubang ledak tersebut OHT 25 . maka perlu di tekan menggunakan tongkat bambu secara perlahan.

Penekanan dimaksudkan agar butiran menyebar kedinding lubang (COUPLING) ‡ Stemming perlu ditumbuk hingga butirannya saling mengunci. pakailah bahan alumunium. . karena fungsi stemming sebagai penyumbat agar energi ledak tidak mengarah keatas atau terjadi stemming ejection. Tidak diperkenankan menggunakan tongkat besi yang dapat menghantar listrik ‡ Panjang tongkat antara 5 ± 7 m ‡ Bahan peledak (khususnya ANFO) tidak boleh ditumbuk.‡ Nama lain adalah TEMPER ‡ Disarankan tongkat terbuat dari bambu atau sejenisnya ‡ Bila menggunakan logam. cukup dengan hanya menekan perlahan-lahan agar butirannya tidak hancur.

‡ Pada waktu bekerja tidak menimbulkan panas yang berlebih atau listrik statis. Persyaratan tersebut yaitu: ‡ Bahan yang kontak dengan AN terbuat dari stainless-steel atau diberi lapisan epoxy. Alat pencampur bahan peledak harus memenuhi beberapa persyaratan. sebab hasilnya berupa bahan peledak kuat yang berbahaya bagi keselamatan kerja. Pengisian lubang ledak dapat dilakukan secara manual atau menggunakan alat bantu mekanis. Cara pengisian dibedakan berdasarkan diameter lubang ledak dan untuk alasan tersebut lubang ledak dikelompokkan menjadi: ‡ Diameter ³Kecil´ : < 50 mm (2´) ‡ Diameter ³Sedang´ : 50 ± 100 mm (2´ ± 4´) ‡ Diameter ³Besar´ : > 100 mm (4´) . 2.1.

) ANFO loader ALAT PENGISI LUBANG KECIL Pneumatic cartridge charger (blow loader) .ALAT PENCAMPUR DAN PENGISI ANFO Poros tempat engkol bila alat dioperasikan tangan Corong untuk butiran AN Pipa saluran pengeluaran ANFO (extruder) sistem auger Inlet untuk Fuel Oil Pencampur ANFO ³COXAN´ (ICI Expl.

PENGISIAN BAHAN PELEDAK PADA PENGGALIAN BAWAH TANAH Cartridge Tongkat pendorong dan pemadat Primer Pengisian manual lubang ledak pada pembuatan terowongan Tongkat pendorong Pengisian manual lubang ledak pada penambangan batubara bawah tanah .

PENGISIAN MANUAL LUBANG LEDAK PADA TAMBANG TERBUKA Seseorang memegang legwire ANFO dituang ke lubang ledak Hose pengukur kedalaman bahan peledak .

PENGISIAN LUBANG LEDAK SECARA MEKANIS Pengisian bahan peledak menggunakan Mobile Mixing/Manufacturing Unit pada lubang ledak besar dan produksi besar di tambang terbuka (PT Dahana Indonesia) .

dan pengukur kebisingan. . berhubungan dengan aspek keselamatan dan keamanan kerja. misalnya alat pengukur kecepatan detonasi. alat pendukung utama. pengukur getaran. terfokus pada penelitian peledakan yang tidak selalu dipakai pada peledakan rutin. alat pendukung tambahan. misalnya alat pengangkut dan alat pengaman b. serta lingkungan.a.

Apabila tidak memungkinkan. PENGANGKUT BAHAN PELEDAK ± ± ± Alat atau kendaraan tidak digerakkan oleh listrik Tempat atau penampung bahan peledak dapat ditutup Bahan peledak kuat dan detonator sebaiknya diangkut dalam kendaraan terpisah. Terdapat alat pemadam kebakaran dan tanda ³dilarang merokok´. ± ± ± . misalnya dilapisi belt conveyor bekas. Bagian kendaraan yang kontak dengan bahan peledak terbuat dari kayu atau bahan lain yang bersifat isolator. boleh diangkut dalam kendaraan yang sama dan kedua bahan peledak tersebut harus berada dalam tempat atau penampung yang terpisah.ALAT PENDUKUNG AKTIFITAS PELEDAKAN 1. Pada bagian luar terdapat tanda peringatan ³bahan peledak´ atau ³Explosive´ yang dapat terbaca dengan jelas atau membawa bendera merah.

Radio komunikasi portable atau handy-talky (HT) Sirine dengan tenaga listrik AC atau DC. Bendera merah atau pita pembatas area yang akan diledakkan dan rambu-rambu di lokasi yang diperkirakan terkena dampak negatif langsung akibat peledakan ± ± ± Faktor keselamatan dan keamanan kerja harus menjadi pertimbangan utama dalam melaksanakan operasi peledakan .6).2. ALAT PENGAMANAN PELEDAKAN ± Detektor kilat (lightning detector). dipergunakan untuk memantau kemungkinan adanya petir (lihat Gambar 1. Peralatan ini hanya dipakai untuk operasi peledakan dengan sistem peledakan listrik dan untuk daerah-daerah dengan intensitas petir tinggi.

± ± ALAT PEMANTAU PELEDAKAN Pemantau getaran (vibration) Pemantau kebisingan suara (noise level indicator) .3.

4. ‡ ‡ ALAT UNTUK TUJUAN PENELITIAN PELEDAKAN DAN KINERJA BAHAN PELEDAK VOD meter Video camera kecepatan tinggi .

efisien dan aman .Adalah semua kegiatan baik teknis maupun tindakan pengamanan yang ditujukan untuk melaksanakan suatu peledakan dengan efektif.

CARA MENGHITUNGNYA. SIPD.‡ ‡ ‡ ‡ AREA PELEDAKAN ADALAH LOKASI YANG AKAN DILEDAKKAN. KEMAJUAN / KEDALAMAN LUBANG LEDAKNYA LUAS AREA PELEDAKAN DIGUNAKAN UNTUK: 1. 2. BAIK PADA TAMBANG TERBUKA MAUPUN BAWAH TANAH PADA TAMBANG TERBUKA UMUMNYA MENCAKUP LOKASI YANG LUAS. MENGHITUNG VOLUME PELEDAKAN YANG AKAN TERGALI MENGHITUNG SISA LUAS CADANGAN. LEBAR DAN PANJANG TOTAL LOKASI PELEDAKAN HARUS DIKETAHUI. MENGHITUNG SISA JUMLAH (BERAT ATAU VOLUME TOTAL) CADANGAN.I. YAITU LUAS LOKASI PENAMBANGAN SESUAI IJIN YANG DIMILIKI (KP. BURDEN. TANAH AREANYA LEBIH SEMPIT. POINT 2 DAN 3 DIPERLUKAN UNTUK MEMBUAT LAPORAN KEMAJUAN TAMBANG SETIAP ENAM BULAN KE PEMERINTAH . YAITU DGN MENGUKUR SPASI. 4. LUAS AREA BUKAAN DIKALIKAN DGN. DAN JUMLAH BARIS. Y. P2KP) DIKURANGI LUAS AREA PELEDAKAN. 3. SHG DAPAT DIHITUNG LUASNYA PADA TAMBANG BWH.

Penghubung antar level. antara lain untuk: Pembuatan jalan masuk tambang (dari permukaan bumi). adit. cross cut. sehingga membahayakan operator dan karyawan lain disekitar lokasi tersebut . dan keleluasaan kerja Tujuan peledakan bawah tanah.‡ Sangat dipengaruhi oleh kondisi. drift. tujuan peledakan. dll Produksi ‡ ‡ Secara umum persiapan peledakan hampir sama dengan pada tambang terbuka Penekanan persiapan peledakan di bawah tanah terutama pada pengamanan batuan disekitar bukaan yang diperkirakan akan jatuh akibat getaran pengeboran atau aktifitas lain. alat yang digunakan. Pembuatan jalur ventilasi tambang.

1 org memeriksa batu menggantung menggunakan scaling bar dan seorang lagi mengawasinya. Apabila atap terowongan tinggi. Diperlukan minimal dua orang yang mengerjakan scaling. Pandangan selalu ke atas . bisa berdiri di atas alat gali dengan meminta ijin kpd operatornya terlebih dahulu 3. 2. Batu menggantung yang akan dijatuhkan harus berada sekitar 3 4 m di depan orang yang mengerjakan scaling atau pada posisi yang diperkirakan aman bila batu terjatuh 5. 4.1. Gunakan scaling bar yang ringan dan kuat serta panjangnya cukup menjangkau atap.

5. 4. 2. dan burden Adanya penghambat di dalam lubang ledak Rongga dan retakan di dalam lubang ledak Menutup rongga dalam lubang ledak .1. 3. Ada-tidaknya air di dalam lubang ledak Kedalaman lubang ledak. spasi.

kalau terpaksa dapat disambung dan sambungannya harus diisolasi agar air tidak masuk ke kawat. maka dapat dibantu didorong dengan tongkat kayu dengan perlahan-lahan. ‡ Hitung berat primer yang dipakai ‡ Untuk lubang tegak mengarah ke atap pada bukaan bahwa tanah diperlukan retainer untuk menahan primer agar tidak jatuh. Bila waktu memasukkan primer agak susah turunnya. ‡ Kawat detonator listrik (legwire) jangan sampai terkelupas akibat bergesekan dengan dinding lubang. misalnya ANFO. ‡ Diameter primer harus lebih kecil sedikit dari diameter lubang ledak. ikatlah kawat atau sumbu dengan batu atau kayu di bagian luar agar tidak merosot masuk ke dalam lubang ledak.Beberapa hal yang harus diperhatikan a. Disamping itu hindari legwire yang terlalu pendek. dipompakan ke dalam lubang dengan tekanan antara 270 -340 kPa . Setelah itu ³isian utama´.l: ‡ Hati-hati saat memasukkan primer ke dalam lubang ledak agar detonator atau sumbu tidak terlepas dari cartridge. ‡ Dilarang memadatkan (tamping) primer secara berlebihan. ‡ Setelah primer terletak pada posisinya.

misalnya ember plastik. maka harus diproteksi oleh selubung plastik yang cukup kuat ‡ Pada tambang bawah tanah biasanya menggunakan bahan peledak cartridge yang dituang menggunakan alat mekanis khusus.‡ Lubang ledak berdiameter ³kecil´ berukuran <50 mm (2´) dan ³sedang´ antara 50 ± 100 mm (2´ ± 4´) ‡ Bisa dilakukan secara manual atau alat mekanis ‡ Dengan cara manual. yang telah ditetapkan volumenya ‡ Penuangan sedikit demi sedikit diiringi dengan pengukuran ketinggiannya menggunakan selang plastik atau tongkat berskala sampai batas yang telah direncanakan ‡ Bila ANFO dituang ke dalam lubang ledak yang berair. bahan peledak (biasanya ANFO) dituang langsung ke dalam lubang ledak menggunakan tempat sederhana. .

5 ± 1 cm. ‡ Bila tak ada dapat digunakan serbuk bor (cutting) ‡ Lubang vertikal disumbat menggunakan penyumbat kayu atau alat khusus utk itu .‡ Material stemming yang baik berupa krikil atau batu split berukuran 0. Dengan dmk diharapkan stemming ejection tidak terjadi. agar setelah dimampatkan/dipadatkan butirannya akan saling mengunci.

K/26/M. ‡ ‡ Secara teknis waktu tidur dpt dilakukan dengan memperhatikan jenis bhn peledak dan mengacu pada spesifikasi dari pabrik pembuatnya. Contoh waktu tidur bahan peledak seri ³Titan 4000´ dari Nitro Nobel seperti terlihat pada tabel di bawah.‡ Menurut peraturan Kepmen No. . dan Dilakukan pengamanan thd daerah peledakan tidur 2) Apabila dlm peledakan tidur digunakan detonator di dalam lubang maka harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang. 555.PE/1995 pasal 78 sbb: 1) Peledakan tidur (sleeping blasting) dapat dilakukan dengan ketentuan: ‡ ‡ tidak boleh menggunakan detonator di dalam lubang ledak.

‡ Pemegang kunci BM dan pelaku inisiasi hanya diijinkan kepada orang yang benar-benar mengerti. Tahanan listrik rangkai harus sesuai dengan perhitungan teoritis dgn toleransi ± 10% dianggap baik. ‡ Sebelum rangkaian disambung ke kawat utama. ‡ Ujung kawat harus selalu tersambung. Upayakan agar kawat tidak kusut. ‡ Rangkaian harus dibuat rapih dan efektif. baik legwire secara terpisah maupun ujung kawat dari rangkaian yang akan disambung ke kawat utama (lead wire). tahanan listrik dan kesinambungan arus dari rangkaian harus diukur dengan blastohmeter (BOM). ‡ Secara terpisah ³kawat utama´ harus diukur juga tahanannya. .Beberapa hal yang harus diperhatikan dlm penyambungan: ‡ Arus listrik yang harus dicegah disebut arus liar (stray current) dan arus statis (static current) yang bisa muncul dari dalam bumi atau dari udara ‡ Sambungan legwire dengan connecting wire di dalam lubang harus diisolasi dengan baik dan kuat ‡ Penyambungan rangkaian antar lubang harus dilaksanakan secepatnya. cukup berpengalaman dan memiliki Kartu Ijin Meledakkan (KIM) atas nama yang bersangkutan dan perusahaan.

Putar lengkungan kawat sebanyak tiga kali 4. Caranya bisa dengan melipat bagian yang terselubung kemudian letakkan di atas tanah (d) atau letakkan sambungan di atas sebuah batu (e) .a. (d) (e) Langkah-langkah penyambungan: 1. Lengkungkan sepasang kawat tersebut sekitar separuh dari bagian kawat terbuka 3. b. Rapatkan sepasang kawat terbuka 2. Letakkan sambungan di atas tanah dan usahakan bagian yang terbuka tidak menyentuh tanah. c.

bidang bebas 3 2 1 0 1 2 3 4 3 2 1 2 3 4 5 4 3 2 3 4 5 ‡ Nomor menunjukkan urutan peledakan (berapa ms ?) ‡ Tanda panah menunjukkan arah lemparan hasil peledakan ‡ Bagaimana susunan/pola waktu tunda untuk peledakan antar baris (inter row pattern)? .

karena keterbatasan teknis dan pertimbangan aspek keselamatan kerja ‡ Minimal panjang yang keluar dari lubang ledak sekitar 60 cm. karena kecepatan rambat sumbu api 60 cm/menit ‡ Penyambung yang digunakan bisa Multiple Fuse Ignitor (MFI). Bean-hole Connectors. dan Slotted Connectors ‡ Bentuk setiap jenis penyambung tersebut di atas dapat dilihat pada Modul 2: PERLENGKAPAN PELEDAKAN.‡ Hanya dapat diterapkan pada bbrp lubang ledak. . Plastic Ignitor Cord (PIC). maks sekitar 20 lubang.

bisa di atas 500 lubang ‡ Tahan terhadap air bertekanan tinggi ‡ Lentur dan tidak mudah patah walaupun pada musim dingin OHT . baik di dalam lubang maupun di permukaan ‡ Waktu tunda lebih presisi dan bervariasi dibanding detonator listrik ‡ Tidak bersuara ‡ Tidak terpengaruh adanya symphatetic detonation ‡ Tidak ada pengaruh negatif terhadap bahan peledak di dalam lubang ledak ‡ Jumlah lubang ledak banyak.‡ Aman dari resiko arus liar dan frekuensi radio ‡ Tidak sensitif terhadap panas dan benturan.

Menggunakan PRIMADET 175 ms .118 293 59 234 135 310 76 251 17 152 327 93 268 34 209 169 344 110 285 51 226 186 361 127 302 68 243 203 378 144 319 85 260 220 395 161 336 102 277 237 412 178 353 119 294 254 429 195 370 136 311 271 436 212 387 153 328 175 192 bidang bebas IP (instant) waktu tunda permukaan waktu lubang meledak sebenarnya POLA PELEDAKAN Waktu tunda permukaan (surface atau trunkline delay ) : 42 ms ke arah diagonal 17 ms sebagai control-line di depan Waktu tunda dalam lubang (in-hole atau downline delay ): .

‡ Sambungan antara sumbu ledak utama dan sumbu ledak cabang. . cukup berpengalaman dan memiliki Kartu Ijin Meledakkan (KIM) atas nama yang bersangkutan dan perusahaan. ‡ Hindari adanya rangkaian sumbu ledak yang saling menyilang atau saling menumpang sehingga bersentuhan. ‡ Pelaku inisiasi hanya diijinkan kepada orang yang benar-benar mengerti. harus benar-benar baik dan harus membentuk sudut lebih besar dari 90r. ‡ Untuk mengurangi airblast dan noise pada peledakan tambang terbuka. ‡ Dilarang memotong sumbu ledak menggunakan alat dari besi.‡ Sambungan harus memenuhi persyaratan sebagaimana telah diberikan dalam petunjuk pada Modul 2: PERLENGKAPAN PELEDAKAN ‡ Jarak antar lubang tertentu agar tidak terjadi sympathetic detonation. baik yang masuk ke dalam lubang ledak maupun antar baris. sebaiknya seluruh sumbu ledak dipermukaan ditutupi oleh material. ‡ Pada waktu memotong sumbu ledak sebaiknya tidak digenggam apalagi dililitkan di tangan. misalnya serbuk bor (cutting).

Adalah semua kegiatan baik teknis maupun tindakan pengamanan yang ditujukan untuk dapat melaksanakan suatu peledakan dengan efisien dan aman Topik bahasan: POLA PENGEBORAN DAN PELEDAKAN GEOMETRI PELEDAKAN JENJANG POWDER FACTOR MENGATASI GAGAL LEDAK (MISFIRE) MENANGANI BONGKAHAN BATU (BOULDERS) .

5 m 3m 2.5 m (c) Bidang bebas (d) Bidang bebas . Pola bujursangkar b. Pola persegi panjang c. Pola zigzag (a) Bidang bebas (b) Bidang bebas bujursangkar d. Pola zigzag persegi panjang 3m 2.3m 3m 3m 3m a.

Pola peledakan pada tambang terbuka dan bukaan di bawah tanah berbeda karena adanya faktor pola pengeboran Beberapa keuntungan yang diperoleh dengan menerapkan waktu tunda pada sistem peledakan antara lain adalah: ± Mengurangi getaran ± Mengurangi overbreak dan batu terbang (fly rock) ± Mengurangi gegaran akibat airblast dan suara (noise). akan terjadi dampak merugikan. ± Dapat mengarahkan lemparan fragmentasi batuan ± Dapat memperbaiki ukuran fragmentasi batuan hasil peledakan Apabila pola peledakan tidak tepat atau seluruh lubang diledakkan sekaligus. mengganggu lingkungan dan hasilnya tidak efektif dan tidak efisien.l.Secara umum pola peledakan menunjukkan urutan atau sekuensial ledakan dari sejumlah lubang ledak akibat adanya jeda waktu atau waktu tunda (delay time). a. .

 penentuan urutan ledakannya yang salah. bahan peledaknya kurang atau tidak sesuai dengan perhitungan.Urutan peledakan yang tidak logis bisa disebabkan oleh : penentuan waktu tunda yang terlalu dekat.  dimensi geometri peledakan tidak tepat.   Acuan dasar penentuan pola peledakan pada tambang terbuka. .  Peledakan tunda antar beberapa lubang.  Peledakan tunda antar lubang. yaitu :  Peledakan tunda antar baris.

Bila orientasi antar retakan hampir tegak lurus. maka ratio spasi dan burden (S/B) dirancang dengan pola bujursangkar (square pattern). POLA PELEDAKAN (R.15 B dan menerapkan interval waktu longdelay 3. 1980) 1. Bila peledakan dilakukan pada bidang bebas yang memanjang. ASH dan KONYA.L. maka arah lemparan sebaiknya terfokus ke depan (tidak menyebar) . 4.PENGARUH ORIENTASI RETAKAN THD.41 B 2. Bila peledakan dilakukan serentak antar baris. Bila orientasi antar retakan mendekati 60r sebaiknya S = 1. sebaiknya S = 1.

(BENCH BLASTING GEOMETRY) Diameter lubang ledak ( ˆ ) Burden ( B ) Spasi ( S ) Stemming ( T ) Tinggi jenjang ( H ) Kedalaman lubang ledak ( L ) Subdrilling / Subdrill / Sub grade ( J ) ‡ Isian utama / primary charge ( PC) ‡ Sudut kemiringan lubang ledak (E ) ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ B T B L PC H J .

perlu analisis kestabilan lereng ± Hanya baik untuk batuan yang kompeten (kuat) ± Permukaan bidang bebas sering tidak rata  KEUNTUNGAN: ± Akan diperoleh jenjang yang stabil ± Mengurangi resiko timbulnya toe dan backbreak ± Bentuk muck pile lebih baik ± Dapat diterapkan pada batuan yang lemah ± Permukaan bidang bebas lebih mungkin rata  KELEMAHAN: ± Sulit melakukan pengeboran miring yang akurat ± Umur asesoris bor lebih pendek ± Diperlukan supervisi yang ketat . asesoris bor berumur lebih panjang ± Bahan peledak lebih sedikit ± Biaya pengeboran lebih kecil  KELEMAHAN: ± Potensi terbentuk toe dan backbreak besar ± Lereng kurang stabil terhadap getaran. dan akurat ± Untuk jenis batuan yang sama. KEUNTUNGAN: ± Pelaksanaan pengeboran lebih mudah. cepat.

3B Tinggi jenjang (H) dan burden (B) ditentukan oleh ratio H/B (Stifness Ratio) . inci ) Serentak tiap baris lubang ledak (instantaneous single-row blastholes) H  2B H " 4B p S ! 2B 3 Berurutan dalam tiap baris lubang ledak (sequenced single-row blastholes) H 4B p S ! H 4B p S ! H  7B 8 H " 4B p S ! 1.15 de 3 SGe SGr   ( Burden.B ! 3. T=B ± Batuan berlapis. de. ft .4B Stemming (T): ± Batuan massif.7B Subdrilling (J) = 0. T = 0.

Jangan dilakukan dan rancang ulang Bila memungkinkan. 1972) Stifness Ratio 1 Fragmentasi Buruk Ledakan udara Besar Batu terbang Banyak Getaran tanah Besar Komentar Banyak muncul back-break di bagian toe. Konya.J.Potensi yang terjadi akibat variasi stiffness ratio (C. rancang ulang Kontrol dan fragmentasi baik Tidak akan menambah keuntungan bila stiffness ratio di atas 4 2 3 4 Sedang Baik Memuaskan Sedang Kecil Sangat kecil Sedang Sedikit Sangat sedikit Sedang Kecil Sangat kecil .

J = 8d ± 12 d ‡ Stemming (T).5B ‡ Subgrade (J). B = 25d ± 40d ‡ Spasi antar lubang ledak sepanjang baris (S) = 1B ± 1. T = 20d ± 30d ‡ Powder Factor (PF) = Berat bahan peledak (Berat/m) x (Panjang isian) ! Volume batuan (B x S x H) .‡ Tinggi jenjang (H) dan diameter lubang ledak (d) merupakan pertimbangan pertama yang dipertimbangkan ‡ Hmaks ditentukan berdasarkan kemampuan jangkauan alat muat dan peraturan Pemerintah ‡ Secara empiris H = 60d ± 140d ‡ Burden (B) antar baris.

‡ Center cut / pyramid / diamond cut ‡ Wedge cut / V-cut / angled cut / cut bentuk baji ‡ Drag cut / pola kipas ‡ Burn cut / cylinder cut .

PENGELOMPOKKAN LUBANG LEDAK PADA PEMBUATAN TEROWONGAN Roof holes atau back holes Stoping holes atau helper holes atau reliever holes Wall holes atau rib holes Tinggi busur Cut holes Tinggi abutment Cut spreader holes atau raker holes Floor holes atau lifter holes .

L = 14 m. VS = 3. S = B = 3.80 m³ (loose) 0.6 m. T = 3 m.5 = 42. diperoleh d = 4. VL = 16.6 x 13 = 168.50 m³ (bank)/lubang   bank=insitu b.82 SF . Volume total hasil peledakan (VS-total ) = 100 x 168.6 x 3.850 m³ (bank) c. A.125 ton (bank) d. MENGHITUNG VOLUME a.850 BxSxH = = 20. H = 13 m.548.PF ! Berat bahan peledak (Berat/m) x (Panjang isian) ! Volume batuan (B x S x H) Contoh:Setelah melalui perhitungan dan berbagai pertimbangan. jumlah lub.75´. Hitung PF.850 x 2. Bhn peledak ANFO dgn densitas 0.8 gr/cc.5 = 16. Berat hasil peledakan (W) = 16. ledak (n) = 100. VS = B x S x H.

2 kg/m = 10.80 gr/cc.2 kg/m = 101.120 kg = 10. MENGHITUNG BERAT HANDAK  Gunakan loading density chart untuk mendapatkan berat handak/m  Kalikan jumlah handak/m dengan panjang PC dalam kolom lubang ledak akan didapatkan berat handak/lubang  Keperluan handak total yang harus di ³bon´ dari gudang diperoleh dengan mengalikan 7handak/lubang dengan n.B.20 kg/lub. Maka bahan peledak yg dibutuhkan sebagai berikut:  Wtotal handak = n x PC x Vd  Whandak/lub. Bahan peledak yang digunakan ANFO densitas 0.  Wtotal handak = 100 x 11 m x 9.12 ton . = 1 x 11 m x 9.75 ³(121 mm) dengan panjang kolom PC = 11 m (lihat Gambar).  Diketahui diameter lubang ledak 4.

PF berdasarkan pengalaman berkisar antara 0. MENGHITUNG POWDER FACTOR (PF) a.20 168. S dan penghematan bahan peledak menjadi sebagai berikut:  VS = B x S x H.6 x 5 x 13 = 234 bcm/lubang  Volume seluruh hasil peledakan (VS-total ) = 100 x 234 = 23. Dari item ³A´ diperoleh volume (bank) peledakan 168.500 kg per peledakan g. dan (3) lingkungan f.400 bcm  Dari hasil uji coba berkali-kali ternyata bahan peledak dari gudang bisa dikurangi dari 10.50 yang ideal d. (2) keselamatan kerja. perlu dimodifikasi dengan melakukan uji coba mengubah dimensi parameter geometri peledakan dan jumlah bahan peledak dengan tolok ukur : (1) ukuran fragmentasi.120 kg menjadi 7.60 kg/m 101. PF = = 0.50 m³/lubang b.400 . Misalnya dilakukan modifikasi terhadap B.31 kg/m 23.C.30 kg/m³ e. Rancangan tersebut menghasilkan pemborosan karena PF terlalu besar.20 kg/lubang c. VS = 3. Dari item ³B´ diperoleh berat bahan peledak 101.500 = 0. PF = 7.20 ± 0.

kecuali bila mengetahui di area peledakan terdapat sesuatu yang membahayakan.  Semua jalan masuk ke area peledakan ditutup atau diblokir   Pada saat itu kedua ujung kawat utama (lead wire) masih terkait satu sama lainnya dan belum disambung ke pemicu ledak (B M) . jadi seluruh bagian tidak diperkenankan menggunakan jalur tersebut.SAAT PELAKSANAAN PELEDAKAN (aba-aba 1) Memberikan aba-aba peringatan secara bertahap untuk memberi kesempatan pekerja lain menghindari lokasi yang akan diledakkan  Aba-aba pertama (berupa peringatan melalui megaphone atau HT):  Semua orang yang berada di area peledakan harus menyingkir dan berlindung  Minta ijin ke sentral informasi bahwa jalur komunikasi untuk sementara diambil alih oleh team peledakan.

2«.3«. ‡ Aba-aba ketiga (peledakan) : ± Peledakan dilakukan. ± Sampai tahap ini jalur komunikasi masih dikuasai team peledakan sebelum dilakukan pemeriksaan hasil peledakan dan dinyatakan bahwa peledakan aman dan terkendali.4«.SAAT PELAKSANAAN PELEDAKAN (aba-aba 2 dan 3) ‡ Aba-aba kedua (persiapan akhir): ± Pekerjaan pada aba-aba pertama sudah dilaksanakan dan Mandor atau Foreman atau Pengawas Peledakan sedang melakukan pemeriksaan akhir ± Kondensator dalam pemicu ledak sedang diisi arus listrik ± Kawat utama sudah disambung dengan pemicu ledak (exploder) ± Masih mungkin peledakan ditunda apabila Pengawas Peledakan menilai terdapat kondisi tidak aman melalui komunikasi dan aba-aba khusus. misalnya 5«. biasanya dengan hitungan mundur bisa dari 5 atau 3. Hitungan tersebut ada baiknya disalurkan juga melalui jalur komunikasi agar seluruh karyawan mengetahui detik-detik peledakan.´tembak !!´.1«. .

maka lemparan batu terbang minimal 500 m ± menggunakan peta untuk lemparan yang jauh ‡ Periksa ada-tidaknya pemukiman disekitar batu terbang tersebut ‡ Melaporkan pekerjaan diatas kepada Pengelola Peledakan dengan mengisi format laporan ³Hasil Peledakan´ yang tersedia. Cara penaksiran dilakukan sbb: ± berdasarkan lebar jenjang. dgn bahan peledak ANFO. . yaitu bila tinggi jenjang 10 m.‡ Mengukur atau menaksir lemparan batu terjauh.

.‡ Boulders adalah fragmentasi hasil peledakan berupa bongkah besar yang tidak dapat diambil oleh alat muat dan tidak masuk ke dalam crusher. atau didorong bulldozer. wheel loader. misalnya excavator. Biasanya berukuran u 80 cm ‡ Boulders adalah ukuran fragmentasi maksimum yang dapat diterima oleh proses berikutnya. ‡ Harus dipisahkan dari tumpukan hasil peledakan yang berukuran sesuai menggunakan bantuan alat mekanis. ‡ Boulders dipisahkan sebaiknya tidak jauh dari tumpukan hasil peledakan dan siap diledakkan ulang.

yaitu menjumlahkan setiap volume bongkah. di mana L dan t masing-masing adalah luas alas dan tinggi. ‡ Menghitung volume total bongkah. di mana L dan t masing-masing adalah luas alas dan tinggi ± seperti limas atau kerucut. maka volume = Lt. maka volume = 1/3 Lt. dan tinggi (t). atau V1+V2+V3+«+Vn. maka harus diukur diameternya (d). dan volume dihitung 1/6 T d³ ± seperti prisma. ± seperti bola. misalnya: ± seperti balok. misalnya n bongkah ‡ Menghitung volume setiap bongkah dengan toleransi 10% dengan cara menyesuaikan bentuk bangun relative setiap bongkah tersebut. kemudian volumenya dihitung (p x x t) m³. .‡ Menghitung jumlah boulders yang akan diledakkan ulang. lebar ( ). maka harus diukur panjang (p).

arah pengeboran 3 2  34 (A) (B) (A) Block holing (B) Snake holing (C) Mud capping / plaster blasting (C) .

a. Pendorong proyektil metal (shaped directional charges) b. Mengatasi batu macet di draw point menggunakan pendorong proyektil metal .

cm a.1968) . Tekanan detonasi inci primer. kbars Bahan peledak utama (Primary Charge) BOOSTER BOTTOM PRIMING 3980 B C 3 2 12 2 1 240 240 240 240 3320 Konstan 2660 2000 0 10 20 30 40 50 60 70 80 D Jarak dari primer. Perbedaan booster dan primer dalam kolom lubang ledak b. Karakter energi peledakan ANFO dengan variasi diameter primer (Junk.Kecepatan detonasi ANFO. primer. m/s Penyumbat (stemming) Inisiator 5300 Kurva 4640 A A B C D Diam.

.

.

.

.

555.K/M.K/2016/DDJP/1990 Ketiga : Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No.PE/1995 .79 Ketentuan : Ketiga peraturan tersebut masih tetap berlaku di Bidang Pertambangan Umum sampai sekarang.PE/1995 Pasal 52 .K/26/M. 342 Lembar Negara Tahun 1930 Pasal 102 ² 122 Kedua : Keputusan Dirjen Pertambangan Umum No. 316. 555.PEDOMAN PENYIMPANAN HANDAK DI BIDANG PERTAMBANGAN UMUM Pertama : MPR No. Khusus untuk peraturan penanganan bahan peledak dan peledakan diberlakukan Kepmen P & E No.

PENGERTIAN UMUM : 1. 8. 5. Bahan ramuan handak adalah bahan baku yang apabila dicampur dengan bahan tertentu akan menjadi handak peka primer. campuran atau alat yang dibuat. diproduksi atau digunakan untuk membuat handak dengan reaksi kimia yang berkesinambungan di dalam bahan-bahannya.KESELAMATAN PENANGANAN HANDAK I. Handak adalah semua senyawa kimia. Handak peka primer adalah handak yang hanya dapat meledak dengan menggunakan booster bersama detonator no. 10. Gudang adalah suatu bangunan atau kontainer yang secara teknis mampu menyimpan handak secara aman. 6. . 2. Gudang handak sementara adalah gudang yang dipergunakan untuk kegiatan pertambangan tahap eksplorasi. 3. 8. 4. Gudang handak utama adalah gudang yang digunakan sebagai tempat penyimpanan handak yang letaknya di lokasi tambang. 9. Detonator adalah suatu benda yang mengandung isian handak sebagai penyala awal ledakan (penggalak). Juru Ledak adalah orang yang diangkat sebagai pekerja untuk mempersiapkan handak dan peledakan yang memiliki KIM. Gudang handak transit adalah gudang yang digunakan sebagai tempat penyimpanan handak sementara sebelum diangkut ke gudang utama. 8. Handak peka detonator adalah handak yang dapat meledak dengan detonator no. 7.

SYARAT PENYIMPANAN HANDAK : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Jumlah maksimum daya tampung Lokasi tempat penyimpanan Konstruksi Kondisi di dalam tempat penyimpanan Cara-cara penyimpanan di dalam gudang Cara-cara pengamanan dan pengawasan tempat penyimpanan Pembukuan handak di dalam tempat penyimpanan FUNGSI GUDANG HANDAK : 1) 2) 3) 4) 5) Tempat untuk penyimpanan handak Handak agar tidak jatuh kepada orang yang tidak berhak Handak agar tidak mudah rusak Pemasukan dan pengeluaran dapat terkontrol Tidak meledak sendiri .

8. 10. 7. 2. 11.II. 4. 14. Thermometer di dalam gudang Tanda dilarang merokok di luar gudang Hanya satu pintu masuk / keluar gudang Tabung APAR di luar gudang Gudang Handak Peka Detonator terdiri 2 ruangan Buku Administrasi dalam gudang Lampu penerangan di luar gudang Pagar pengaman sekeliling gudang Tanggul tanah sekeliling gudang Peka Detonator dan Peka Primer Dijaga 24 jam terus menerus Memenuhi jarak aman lingkungan Memasuki gudang menggunakan lampu kedap gas Dilarang memakai sepatu alas besi atau membawa barang-barang yang dapat menimbulkan percikan api Didalam gudang AN di bawah 5 ton dipasang pemadam api otomatis Gudang AN di atas 5 ton dipasang hydrant di luar gudang Penyelenggara administrasi orang yang memiliki sertifikat juru ledak . 9. 12. 13. 16. 15. 6. PENGAMANAN GUDANG HANDAK Setiap Gudang Handak harus tersedia : 1. 3. 5.

Gudang Berbentuk Kontainer : ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Terbuat dari pelat metal Dilengkapi lobang peranginan Bagian dalam dilapisi kayu Air hujan tidak merembes masuk Hanya satu jalan keluar/masuk Dilengkapi penangkal petir. Gudang Berbentuk Bangunan : ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Bahan tidak mudah terbakar Atap seringan mungkin Dinding pejal Dilengkapi lobang peranginan atas . tahanan < 5 ohm Bebas kebakaran radius 30 meter Lantai tidak menimbulkan percikan api Tidak boleh ada besi tersingkap 3 meter dari lantai 2.bawah Mempunyai satu jalan keluar/masuk Dilengkapi penangkal petir.III. Gudang Handak Peka Detonator 1. PERSYARATAN GUDANG HANDAK PERMUKAAN A. tahanan < 5 ohm Bebas kebakaran radius 30 meter .

Lanjutan B. Gudang Handak Peka Primer 1. Gudang Berbentuk Kontainer : ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Terbuat dari pelat metal 3 millimeter Dilengkapi lobang peranginan atas . tahanan < 5 ohm Bebas kebakaran radius 30 meter Lantai tidak menimbulkan percikan api Tidak boleh ada besi tersingkap 3 meter dari lantai 2. Gudang Berbentuk Bangunan : ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Bahan tidak mudah terbakar Atap seringan mungkin Dilengkapi lobang peranginan atas±bawah. dinding Air hujan tidak merembes masuk Hanya satu jalan keluar/masuk Dilengkapi penangkal petir.bawah. dinding Mempunyai satu jalan keluar/masuk Dilengkapi penangkal petir. tahanan < 5 ohm Bebas kebakaran radius 30 meter .

bawah. tahanan < 5 ohm Bebas kebakaran radius 30 meter . dinding Mempunyai satu jalan keluar/masuk Dilengkapi penangkal petir.Lanjutan C. dinding Air hujan tidak merembes masuk Hanya satu jalan keluar/masuk Dilengkapi penangkal petir. Gudang Berbentuk Kontainer : ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Terbuat dari pelat metal Dilengkapi lobang peranginan atas . Gudang Berbentuk Bangunan : ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Bahan tidak mudah terbakar Atap seringan mungkin Dilengkapi lobang peranginan atas±bawah. Gudang Bahan Ramuan Handak 1. tahanan < 5 ohm Bebas kebakaran radius 30 meter Lantai tidak menimbulkan percikan api Tidak boleh ada besi tersingkap 3 meter dari lantai 2.

6. 2. 3. a) b) c) d) 8. 7. 5. PERSYARATAN GUDANG HANDAK BAWAH TANAH 1. 4. Permukaan kering dan datar Mempunyai satu pintu keluar/masuk Mempunyai 2 ruangan dan mempunyai pintu masing-masing Terlindung dari kejatuhan batu Ada lobang ventilasi dan aliran udara cukup Konstruksi kuat Lokasi gudang dalam garis lurus berjarak : 100 meter dari sumur tambang terdekat atau dari gudang lain di bawah tanah 25 meter dari tempat kerja 10 meter dari lobang naik untuk orang atau lalu-lintas pengangkutan 50 meter dari lokasi peledakan Dipergunakan hanya menyimpan handak untuk pemakaian selama 2 hari 2 malam yang jumlahnya tidak lebih 5 ton Tempat penyimpanan handak kurang dari 24 jam.IV. harus mendapat persetujuan KAPIT . 9.

V. TATACARA PENYIMPANAN HANDAK A. Persyaratan Umum 1) 2) 3) 4) 5) 6) Handak harus disimpan dengan kemasan aslinya Tercantum tanggal penerimaan pada kemasannya Detonator disimpan terpisah dengan handak lain di dalam gudang Handak Peka Detonator Handak Peka Detonator tidak boleh disimpan di gudang Handak Peka Primer atau di gudang Bahan Ramuan Handak Handak Peka Primer dapat disimpan bersama-sama di dalam gudang Handak Peka Detonator. tapi tidak boleh bersama-sama di dalam gudang Bahan Ramuan Handak Bahan Ramuan Handak dapat disimpan bersama-sama di dalam gudang Handak Peka Primer atau di dalam gudang Handak Peka Detonator .

DETONATOR PEKA DETONATOR PEKA PRIMER BAHAN RAMUAN GD. DETO GD. BAHAN RAMUAN NB # Arah panah menunjukkan bahan peledak : tersebut dapat disimpan/ ditimbun di # Khusus detonator ditimbundimaksud di dalam dalam gudang yang gudang tersendiri dan tidak boleh ditimbun bersama-sama handak lain dalam satu . PEKA PRIMER GD. PEKA DETO GD.

Gudang Berbentuk Bangunan : ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Tetap dalam kemasan asli Di atas bangku tinggi 30 cm dari lantai Tinggi tumpukan maksimum 5 peti Lebar tumpukan maksimum 4 peti Diantara lapisan peti diberi papan penyekat Jarak antara tumpukan minimum 80 cm Ruang bebas antara tumpukan dengan dinding. Handak Peka Detonator 1.B. sehingga udara dapat mengalir dengan baik Jumlah maksimum kapasitas 4 ton . Gudang Berbentuk Kontainer : ‡ ‡ Disusun sedemikian rupa. minimum 30 cm Lanjutan 2.

Gudang Berbentuk Bangunan : a) Dalam Kemasan 25 kilogram ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Lanjutan Tetap dalam kemasan aslinya Di atas bangku tinggi 30 cm dari lantai Tinggi tumpukan maksimum 5 peti Lebar tumpukan maksimum 4 peti Panjang tumpukan sesuai gudang Diantara lapisan peti diberi papan penyekat Jarak antara tumpukan minimum 80 cm Ruang bebas antara tumpukan dengan dinding.C. Gudang Berbentuk Kontainer : ‡ ‡ ‡ Tetap dalam kemasan aslinya Handak dalam kemasan 25 kilogram sesuai ketentuan pada 1a Kapasitas tidak lebih 5 ton . Handak Peka Primer 1. minimum 30 cm b) Dalam Kemasan 1000 kilogram ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Disimpan dengan paletnya Ruang bebas antara tumpukan dan dinding 75 cm Tinggi tumpukan maksimum 3 kemasan Tersedia lorong untuk operasi alat angkut Jarak antara tumpukan sesuai alat angkut dapat manuver dengan aman Alat angkut tidak boleh ditinggal di dalam gudang Penerimaan/pengeluaran tidak boleh secara manual 2.

D. Gudang Berbentuk Bangunan : a) Dalam Kemasan 25 kilogram ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Lanjutan Tetap dalam kemasan aslinya Di atas bangku tinggi 30 cm dari lantai Tinggi tumpukan maksimum 10 kemasan Lebar tumpukan maksimum 8 kemasan Panjang tumpukan sesuai gudang Diantara lapisan peti diberi papan penyekat Jarak antara tumpukan minimum 80 cm Ruang bebas antara tumpukan dengan dinding. minimum 30 cm b) Dalam Kemasan 1000 kilogram ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Disimpan dengan paletnya Ruang bebas antara tumpukan dan dinding 75 cm Tinggi tumpukan maksimum 3 kemasan Tersedia lorong untuk operasi alat angkut Jarak antara tumpukan sesuai alat angkut dapat manuver dengan aman Alat angkut tidak boleh ditinggal di dalam gudang Penerimaan/pengeluaran tidak boleh secara manual 2. Gudang Berbentuk Kontainer : ‡ ‡ Harus ditumpuk dengan baik sehingga udara dapat mengalir disekitar tumpukan Kapasitas kontainer tidak lebih 20 ton . Bahan Ramuan Handak 1.

Lanjutan 3. Penyimpanan Bahan Ramuan Handak Dalam Kontainer Aslinya : ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Kontainer ditempatkan pada lokasi yang telah mendapat izin Kontainer harus disusun rapat dan baik sehingga pintupintunya tidak dapat dibuka Tumpukan maksimum 2 kontainer Untuk satu lokasi maksimum ditimbun 2000 ton Kapasitas perkontainer 20 ton 4. Gudang Berbentuk Tangki Mobile : ‡ ‡ Untuk penyimpanan handak bentuk cair atau gel Ketentuan penyimpanan sama seperti penyimpanan bahan ramuan handak dalam kontainer aslinya .

VI. CATATAN HANDAK DALAM GUDANG 1. jenis dan jumlah serta tanggal penerimaan ‡ Lokasi dan jumlah handak yang disimpan 2. Tersedia buku untuk mencatat : ‡ Nama. ‡ Tersedia daftar persediaan secara teratur dalam rinciannya tercatat : Nama dan tanda tangan petugas yang diberi wewenang menerima dan mengeluarkan handak yang namanya tercatat dalam buku tambang Jumlah setiap jenis handak atau detonator yang masuk dan keluar dari gudang handak ‡ Tanggal dan waktu pengeluaran serta pengambilan handak ‡ Nama dan tanda tangan petugas yang menerima handak ‡ Lokasi peledakan atau tujuan permintaan/pengeluaran handak ‡ .

melalui sumur secara mekanis Dilakukan satu orang pengantar .VII. PEMERIKSAAN : 1) 2) 3) 4) Setiap satu kali dalam seminggu. penyimpanan dan pengeluaran handak Persediaan detonator harus seimbang dengan jumlah handak VIII. harus diperiksa mengenai isi gudang handak Penangkal petir harus diperiksa setiap 6 bulan sekali dan atau setiap terjadi petir yang hebat Harus memeriksa penerimaan. PENGANGKUTAN HANDAK : ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Jumlah sesuai dengan kebutuhan Didalam peti atau tas tertutup Detonator dan handak terpisah Menghindari route yang ramai Dilengkapi dengan tanda khusus Dilarang merokok Dilakukan pada siang hari Jangan terkena sinar matahari Jangan sampai terbanting Jangan ke luar tambang Untuk tambang bawah tanah memakai lampu keselamatan ³safety lamp´ pada jam kerja.

³ merupakan salah satu dokumen perusahaan tentang penggunaan bahan peledak untuk penambangan bahan galian ³ .

K/26/M.  Memenuhi Kepmen nomor 555. penggunaan. yaitu setiap perusahaan pertambangan diwajibkan memberikan laporan tentang persediaan. Merupakan dokumen vital bagi perusahaan tentang penggunaan bahan peledak untuk penambangan bahan galian agar terhindar dari kemungkinan penyalahgunaan bahan peledak yang dimilikinya oleh pihak lain. .PE/ 1995. dan sisa bahan peledak yang dimiliki setiap triwulan.

Laporan pelaksanaan peledakan: memuat tentang laporan peledakan rutin. dan laporan bulanan peledakan Administrasi bahan peledak: memuat tentang pengaturan penggunaan bahan peledak yang intinya meliputi petugas administrasi bahan peledak dan pembukuan bahan peledak . berita acara peledakan.

² nama Juru Ledak yang bertugas saat itu. mendung. yaitu berawan. berdasarkan peringatan dari alat monitor cuaca ² geometri peledakan dan sketsa area peledakan ² jumlah lubang ledak dan pola peledakan yang diterapkan ² estimasi jumlah produksi. Mengisi formulir ´Rencana Peledakanµ. 2.1. hari. kabut. termasuk kecelakaan yang terjadi . ² jarak terjauh lemparan fragmentasi hasil peledakan . dan petir. ² jumlah lubang gagal ledak dan penyebabnya . serta perlengkapan peledakan lain yang dipakai ² cuaca saat peledakan berlangsung. detonator. ² teknik penanggulangan gagal ledak yang diterapkan . bulan. ² jumlah dan jenis bahan peledak. tanggal. ² keamanan dan keselamatan kerja peledakan saat itu. dgn menyantumkan: ² jam. dgn menyantumkan: ² distribusi fragmentasi hasil peledakan ² ada-tidaknya secondary blasting . ² nama perusahaan. baik BCM maupun LCM ² estimasi besaran Powder Factor (PF) ² tujuan peledakan Mengisi formulir ´Hasil Peledakanµ. dan tahun pelaksanaan peledakan.

.. IP. No.Jumlah Surface delay : . No. kg/m3 Bijih / Buangan LAPORAN PELEDAKAN RUTIN JAM: Aktual SITE: PIT: SKETSA PELEDAKAN (memperlihatkan tie in. m3 PF : kg/ton. . tanggal: jam: .. .. No. m Stemming. No. .. m2 Kedalaman lubang.Jumlah Detonator listrik: No.. kg Ukuran & tipe primer In hole delay : .tipe . bid. m Tinggi jenjang.tipe . . ton. dan arah lemparan) Rencana KOMENTAR Juru Ledak. m Jumlah baris Bahan peledak.. No. Jumlah Produksi. tanggal: jam: Pengelola Peledakan.. XYZ TANGGAL: PARAMETER PELEDAKAN Parameter Diameter lubang Jumlah lubang Spasi x Burden.. .(kombinasi formulir rencana peledakan dan hasil peledakan) PT. ....bebas.

minggu. peledak yang gagal ledak BAGIAN 2 Penyebab terjadinya gagal ledak : Jumlah bhn peledak gagal ledak yang diketemukan dan yang mungkin masih ada di lokasi lain : BAGIAN 3 Apakah terjadi kecelakaan dan sudahkah dilaporkan ? Komentar : Ya / Tidak BAGIAN 4 Sudahkah area peledakan disurvey ? Komentar : Pengawas lapangan/ Pengelola Peledakan: Juru Ledak : Ya / Tidak Tanggal: Tanggal: . Apabila lubang yang gagal ledak terletak dibagian toe.PT. ± Bagian 3 diisi oleh Pengawas lapangan atau Pengelola Peledakan. Pada saat pemeriksaan hasil peledakan. Batuan yang digali oleh operator alat muat adalah batuan yang ada di luar pita pengaman demi menjaga keselamatan penggalian. maka disekitarnya harus dijamin bersih dari material dan kalau perlu disiram air sebelum dibor kembali didekatnya. atau bulan setelah peledakan. atau 2. XYZ ‡ Gagal ledak bisa diketahui: 1. bagaimana menyelamatkan bahan peledaknya. Arsipnya disimpan di kantor tambang. Pada bagian ini Juru Ledak memberikan kesimpulan tentang penyebab bahan peledak yang dipakai gagal meledak. ‡ Pada kasus ke-2 perlu laporan khusus ‡ Cara pengisian Laporan Gagal ledak pada kasus ke-2 adalah: ± Bagian 1 diisi oleh Juru Ledak ± Bagian 2 diisi oleh Juru Ledak. beberapa hari. ± Bagian 4 diisi oleh Pengawas lapangan atau Pengelola Peledakan. Menyurvey lokasi tempat lubang gagal dan membatasinya dengan pita pengaman. dan kemungkinan ada-tidaknya bahan peledak di lokasi peledakan lain yang dicurigai gagal ledak. Ada-tidaknya kecelakaan akibat bahan peledak yang ditemukan gagal ledak dilaporkan ke Kepala Teknik. No Form: B.030 SEKSI PEMBORAN & PELEDAKAN LAPORAN GAGAL LEDAK BAGIAN 1 Jumlah lubang Tanggal peledakan Batas jam peledakan Tanggal diketahui gagal ledak Jam diketahui gagal ledak Tanggal dilaporkan Nama penemu gagal ledak Tipe bhn.

pelaksanaan peledakan aman dan terkendali. personil Juru Ledak telah dibekali Kartu Izin Meledakkan (KIM) ‡ Oleh sebab itu pada penggunaannya diperlukan saksi-saksi.‡ Berita acara peledakan merupakan suatu dokumen penting bagi perusahaan yang paling tidak berfungsi sebagai bukti: ± ± ± ± kepemilikan bahan peledak yang sah secara hukum. penggunaan bahan peledak yang sah sesuai kebutuhan produksi. . yaitu petugas security perusahaan yang sedang bertugas dan petugas Polisi dari Polisi Sektor (Polsek) setempat.

± keselamatan kerja peledakan saat itu. ± nama juru ledak yang bertugas saat itu. NIK. XYZ BERITA ACARA PELEDAKAN No Form: B. dan tahun pelaksanaan peledakan.027 SEKSI PEMBORAN & PELEDAKAN Pada hari ini tanggal bulan tahun jam telah dilakukan peledakan oleh perusahaan di lokasi penambangan . Bertindak sebagai Juru Ledak adalah pemegang Kartu Izin Meledakkan No. dikeluarkan oleh yang berlaku sampai dengan disaksikan oleh dari Polres . Juru Ledak. ± jumlah dan jenis detonator yang dipakai. dinyatakan baik dan dalam kondisi aman dan Demikian Berita Acara Peledakan ini yang akhirnya ditutup serta ditandatangi oleh petugas tersebut di atas dan saksi-saksi pada hari ini. yaitu . ton/m3 *) kg kg pcs m m kg/ton Jenis dan jumlah sisa bahan peledak yang dikembalikan ke gudang adalah: Hasil peledakan terkendali. (Polres 2. ± jumlah lubang ledak yang diledakkan. Pengamanan dilakukan oleh Satuan Pengamanan perusahaan yang sedang bertugas. Adapun spesifikasi teknik dan jumlah bahan peledak yang digunakan pada hari ini adalah sebagai berikut:                    Pada dasarnya bentuk formulir berita acara peledakan diserahkan kepada masingmasing perusahaan. bulan. . tanggal. (Petugas Satpam) *) Mengetahui. Coret yang tidak perlu . Kepala Teknik ) NIK. ± hasil peledakan ± Saksi-saksi dari petugas security perusahaan dan Polisi dari Polsek setempat. ± nama perusahaan. ± jumlah bahan peledak yang digunakan.PT. Saksi-saksi: 1. diameter lubang ledak : kedalaman lubang ledak : tinggi jenjang : spasi x burden : stemming : jumlah lubang ledak : perkiraan produksi : jenis bhn peledak peka primer/utama : jumlah bahan peledak peka primer : jenis bahan peledak peka detonator : jumlah bahan peledak peka detonator : jenis detonator : jumlah detonator : jenis sumbu ledak : panjang sumbu ledak : jenis sumbu api : panjang sumbu api : powder factor (PF) : kg/m3 = lain-lain : mm/inci*) m m m2 m lub. hari. tetapi harus mengandung unsur-unsur penting seperti tercantum di bawah ini: ± jam.

‡ Pada satu lokasi penimbunan terdapat dua orang petugas administrasi bahan peledak yang bekerja sesuai dengan jam kantor dan bertugas sebagai: ± Kepala Gudang bahan peledak, dan ± Pencatat Data bahan peledak. ‡ Apabila perusahaan memiliki beberapa tempat penimbunan bahan peledak, maka Kepala Gudang bahan peledak cukup seorang, sedangkan Pencatat Data bahan peledak harus ada disetiap lokasi penimbunan. ‡ Jumlah tersebut tidak termasuk petugas keamanan atau satpam yang bertugas menjaga gudang bahan peledak selama 24 jam.

 Mampu membaca, menulis, dan berkomunikasi dengan baik terhadap pimpinan maupun orang-orang yang dipimpinnya;  Berusia 21 tahun ke atas;  Berpengalaman dalam menangani dan menggunakan bahan peledak;  Mempunyai ketrampilan dalam hal administrasi;  Mempunyai rasa tanggung jawab dan kejujuran yang dapat diandalkan dan telah teruji;  Setidak-tidaknya memiliki sertifikat Juru Ledak pada Penambangan Bahan Galian atau juru ledak kelas II;  Memahami peraturan-peraturan bahan peledak;

 Memeriksa dan membuat laporan kondisi dan jumlah bahan peledak serta      



detonator secara periodik kepada Kepala Teknik Tambang; Memeriksa penangkal petir selalu dalam kondisi layak pakai; Memeriksa kondisi papan sebagai alas tumpukan bahan peledak peka detonator, peka primer atau bahan ramuan bahan peledak, dan rak penyimpan detonator; Memastikan bahwa gudang bahan peledak harus selalu terkunci, kecuali saat dilakukan pemeriksaan, inventarisasi, pemasukan, dan pengeluaran bahan peledakan; Sebagai pemegang salah satu kunci gudang bahan peledak; Menjaga kebersihan di dalam dan disekitar gudang bahan peledak, misalnya memotong rumput yang tumbuh terlalu tinggi pada tanggul pengaman, membersihkan selokan disekeliling gudang, memeriksa pagar kawat dan pintu gerbang, dan sebagainya; Memeriksa hidran agar selalu berfungsi dengan baik; Memeriksa seluruh penerangan di sekitar gudang bahan peledak.

pengurangan. dan sisa bahan peledak di dalam gudang pada ³Buku Besar´ ‡ Pada dasarnya bentuk Buku Besar diserahkan pada masing-masing perusahaan. dan sisa bahan peledak harus bermuatan tanggal. perlengkapannya. pengurangan. kondisi.‡ Maksudnya adalah inventori penambahan. dan bahan ramuan bahan peledak harus memiliki ³Buku Besar´ dan senantiasa disimpan di dalam gudangnya masing-masing ‡ Setiap komponen penambahan. hanya sebaiknya dibuat tabel dengan kolom-kolom yang memuat komponen diatas dan mudah diperiksa dengan kertas A4 yang memanjang (landscape) ‡ Setiap jenis bahan peledak. jenis. dan asal bahan peledak tersebut ‡ Untuk bahan peledak yang rusak harus dicatat waktu teridentifikasi rusak dan rencana waktu pemusnahannya . jumlah.

Oleh sebab itu harus ada kolom ³Pengembalian´ pada tabel pembukuan bahan peledak .1.2 harus dicatat ulang pada Buku Besar sisa bahan peledak dan perleng-kapannya yang dikembalikan ke gudang. Untuk pengertian no. Sisa bahan peledak dan perlengkapannya bisa diartikan sebagai sisa bahan peledak dan perlengkapannya di dalam gudang setiap periode tertentu. misalnya bulanan 2. Dapat pula berarti sisa bahan peledak dan / atau perlengkapannya dari lokasi peledakan yang harus dikembalikan ke gudang 3.

misal: ± ANFO mengeras ± Detonator listrik kabelnya putus atau tidak aktif.‡ Tidak boleh dibuang sembarangan tetapi tetap dalam gudang dan penyimpanannya terpisah dengan yang masih baik dalam jenis gudang yang sama ‡ Dicatat jumlah dan penyebab rusaknya. dsb ‡ Dicatat waktu teridentifikasi rusak dan dilaporkan serta perkiraan pemusnahannya ‡ Oleh sebab itu harus ada kolom ³rusak´ pada tabel pembukuan bahan peledak .

.

SEMOGA SUKSES SELALU MENYERTAI SAUDARA DAN SELAMAT BEKERJA UNTUK KEMAJUAN NEGARA DAN BANGSA INDONESIA TETAPKAN KESATUAN BANGSA .

ARMINDO PRIMA ‡ PT. TARUNA KUSAN EXPLOSIVE ‡ PT. TRUBA RAYA TRADING (YAYASAN MILIK TNI AD) INKOPAL (YAYASAN MILIK TNI AL) INKOPAU PUKADARA (YAYASAN MILIK TNI AU) PT. GENJAH TEHNIK PRATAMA ‡ PT. MANGKU BATHIN ABADI ‡ PT. PINDAD (PERSERO) ‡ PT. KARINA BARU PRATAMA ‡ PT. EMPAT ENAM ‡ PT. NENGGALA KARYA ‡ PT. PRASIDA NIRMALA ‡ PT.PERUSAHAAN DI BIDANG HANDAK PRODUSEN HANDAK PENGGUNA AKHIR (END USER) BADAN USAHA ANGKUTAN HANDAK ‡ PT. TRIDAYA ESTA ‡ PT. WAHANABHARA BHAKTI PT. ARMINDO PRIMA ‡ PT. BRAJATARA (YAYASAN MILIK POLRI) . FAJAR SEGARA MURNI ‡ PT. PRABUWIJAYA ABADI ‡ PT. BINA NUSANTARA INDAH ‡ PT. TRIAS GARDA YAMA ‡ PT. ARMINDO NIRMALA ‡ PT. TRIFITA PERKASA ‡ PT. TAMARA TAMA ‡ PT. FIBRIJASA UTAMA ‡ PT. PANCA DARMA WANGSA (PANDAWA) ‡ PT. MULTI NITROTAMA KIMIA ‡ PT. PUPUK KALTIM Tbk ‡ PT. MITRA ARDHYA KARYA ‡ PT. PANDAWA TRANSPORTINDO NUSANTARA ‡ ASA KARUA MULTIGUNA ‡ PT. ASA KARYA MULTI PRATAMA BADAN USAHA PENGHUBUNG END USER ‡ PT. DAHANA PERSERO ‡ PT. LINGGARJATI SAKTI ‡ PT. MULTI USAHA UNGGUL PRIMA PROYEK PEMBANGUNAN DAN PERUSAHAAN NEGARA ATAU SWASTA BERBADAN HUKUM YANG DALAM GIAT USAHANYA MEMAKAI HANDAK INDUSTRI SEBAGAI PENUNJANG GIATNYA ‡ PT. DIANTARA KITA SUKSES ‡ PT. DHARMA PRATAMA SEROJA ‡ PT.

5. PENUGASAN & PENYIMPANAN)  SI 2P (PEMBUATAN & PRODUKSI)  SI ANGKUT ANTAR POLDA  SI ALIH GUNA  SI PEMINDAH TANGANAN  SI PEMUSNAHAN 1. 4. 1. 3. 1. 2. 5. 2. 2.PERIZINAN YANG DIKELUARKAN MABES POLRI. 3. TERDIRI DARI :  SI PEMBUATAN  SI PEMASUKAN  SI PENGELUARAN  SI GUDANG  SI 3P (PEMILIKAN. PENUNJUKAN SEBAGAI PRODUSEN HANDAK DARI MENHAN RENCANA PEMBUATAN DAN PENDISTRIBUSIAN PERSETUJUAN DARI DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN PERSETUJUAN DARI PEMDA SETEMPAT REKOMENDASI KAPOLDA PENUNJUKAN SBG IMPORTIR DARI MENHAN IZIN PRINSIP (KUOTA IMPORT) DARI MENHAN RENCANA KEBUTUHAN RENCANA PENDISTRIBUSIAN REKOMENDASI KAPOLDA REKOMENDASI KAPOLDA RENCANA PENGELUARAN (EKSPORT) DATA NEGARA TUJUAN SI PEMBUAT AN SI PEMASUK AN SI PENGELUAR . 4. 3.

7. SKEP KEPALA TEHNIK TAMBANG c. PENGUKUHAN/SERTIFIKAT JURU LEDAK SURAT IZIN PERTAMBANGAN DAERAH (SIPD) DAERAH a. AKTE PENDIRIAN BADAN USAHA DARI NOTARIS SURAT DARI DIRJEN PERTAMBANGAN : a. SKEP GUDANG / UTK PROYEK DARI POLRI b. POLDA KELUAR REKOMENDASI b. 1. PROYEK MEMILIKI SURAT PERINTAH KERJA MEMILIKI SIUP SATPAM MINIMAL 6 ORANG BAP CEK PHISIK GUDANG DARI POLRES SURAT SARAN DARI POLWIL DAN POLRES RENCANA JENIS & JUMLAH HANDAK YG DIGUNAKAN TELAH PUNYA SYARAT 3P DITAMBAH REKOMENDASI PEMBELIAN DARI PERTAMBANGAN PENUHI PERSYARATAN 3P DAN 2P AJUKAN PERMOHONAN IZIN KE MABES POLRI. TEMBUSAN: a. 4. 2. 4. 3. POLRES KELUAR SURAT SARAN &BAP/LAP CEK GUDANG SURAT PERNYATAAN ALIH GUNA ASAL USUL HANDAK FOTOCOPY 3P DAN 2P LAP STOCK AKHIR HANDAK (BA RIKSA HANDAK) SURAT SARAN DARI KAPOLRES DAN KAPOLWIL FOTOCOPY 3P DAN 2P ALASAN PEMUSNAHAN LAP STOCK AKHIR HANDAK (BA RIKSA HANDAK) SURAT SARAN DARI KAPOLRES DAN KAPOLWIL SI 2P PEMBELIAN & PENGGUNAAN 1. 3.1. 2. 6. 4. 1. 2. KURANG DARI 1 HA DARI BUPATI b. 5. POLWIL KELUAR SURAT SARAN c. 3. 1P PENGGUNAAN ALIH GUNA / HIBAH 1. 5. 2. SI 3P PEMILIKAN PENUGASAN PENYIMPANAN 3. PEMUSNAHAN . 2. LEBIH DARI 1 HA DARI GUBERNUR c.

‡Production ‡Safety ‡Environtment .

14. 3. 10. 6. 13. 8. 5.UNTUK MENJADI POPULER 1. 4. 11. 12. LUASKAN PANDANGAN ANDA BERBICARA DENGAN SOPAN HARGAILAH TITIK PANDANG ORANG LAIN PELIHARA PERSAHABATAN BELAJAR MENGALAH DENGAN HATI TERBUKA BELAJARLAH TERSENYUM LATIHLAH INGATAN ANDA BERUSAHALAH MENYENANGKAN HATI ORANG LAIN TUNJUKAN BAHWA ANDA DAPAT DIPERCAYA BERLAKU SECARA BIJAKSANA BERTINDAK SECARA HORMAT REDAKAN AMARAH HARGAI PENDAPAT ORANG LAIN PERHATIKAN WAJAH DAN TINGKAH LAKU ANDA . 2. 9. 7.