Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN AKHIR POLICY PAPER STRATEGI PENINGKATAN EFEKTIVITAS PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 2008 TENTANG KETERBUKAAN

INFORMASI PUBLIK (KIP)

Tim Kajian Penyusunan Policy Paper Bidang Politik dan Komunikasi

Latar belakang
€

Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) telah berlaku efektif pada tanggal 1 Mei 2010 Meskipun sudah melewati masa transisi selama 2 tahun, ada beberapa masalah yang muncul dalam pelaksanaan UU KIP yaitu : 1. belum efektifnya PP tentang Pelaksanaan UU KIP 2. belum terbentuknya Komisi Informasi Daerah 3. belum ditunjuknya PPID 4. kesulitan pemilahan informasi dan data sesuai jenisnya 5. masih terbatasnya data dan informasi yang tersedia dan terdokumentasi dengan baik di setiap badan publik

€

3. . Bagaimana peraturan perundangan yang terkait dengan UU No.Pertanyaan Pengkajian 1. 14/2008 tentang Keterbukan Informasi Publik (KIP) ? Bagaimana kesiapan Badan Publik dalam pelaksanaan UU KIP secara umum. termasuk Komisi Informasi? Permasalahan dan kendala apa saja yang dihadapi Badan Publik dalam pelaksanaan UU KIP? Rekomendasi kebijakan dan/atau rencana strategis apa yang diperlukan dalam upaya meningkatkan efektifitas pelaksanaan UU KIP? 2. 4.

terutama peraturan pelaksanaannya. Mengidentifikasi kesiapan pelaksanaan UU KIP secara umum. dan/atau kendala dalam € € € Menyusun konsep rekomendasi kebijakan dan/atau rencana strategis dalam upaya meningkatkan efektifitas pelaksanaan UU KIP . Mengidentifikasi permasalahan pelaksanaan UU KIP.Tujuan € Mengidentifikasi peraturan perundangan yang terkait dengan UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukan Informasi Publik (KIP). termasuk Komisi Informasi.

Sasaran Merumuskan kebijakan strategis sebagai rekomendasi bagi para pemangku kepentingan untuk meningkatkan efektifitas pelayanan dan/atau penyediaan data dan informasi yang dibutuhkan masyarakat Dengan asas: Maximum Access Limited Exemption atau asas memberikan akses yang seluas-luasnya dengan pembatasan yang sekecil-kecilnya sesuai amanat UU KIP .

Keluaran (Output) Dokumen rumusan kebijakan strategis sebagai rekomendasi bagi para pemangku kepentingan untuk meningkatkan efektifitas badan publik dan para pihak terkait dalam melaksanakan UU KIP. .

.METODOLOGI Desain Kajian ‡ Menyusun Kerangka Acuan (TOR) ‡ Penyusunan instrumen pengkajian dan instrumen pengumpulan data dan informasi ‡ Menetapkan lokasi dan objek pengkajian Metode Pengkajian ‡ Deskriptif kualitatif.

.Teknik Pengumpulan Data € € € € Studi dokumen dan/atau literatur Wawancara mendalam Focused Group Discussion (FGD) Lokakarya dan/atau konsinyasi untuk penyusunan dan penyempurnaan policy paper rencana strategis peningkatan efektifitas pelaksanaan UU KIP.

Eks Sos. Intern PPID Politic al Will SOP Rglsi Intrn SDM Pema haman S/P Dana 1 Pol Hu kam ¥ 2 Kesra 3 Komin fo ¥ 4 Per dag ¥ 5 Kemke s ¥ 6 Dik nas ¥ 7 Kemta n ¥ 8 Kemhu t ¥ 9 Kemda g ri ¥ 10 PU 11 Kemke u ¥ 12 KI 13 Jab ar ¥ 14 Kepri 15 Sulsel ¥ ¥ ¥ ¥ ¥ ¥ ¥ ¥ ¥ ¥ _ ¥ ¥ ¥ ¥ ¥ ¥ ¥ ¥ ¥ ¥ ¥ _ ¥ ¥ ­_ ¥ ¥ ¥ ¥ _ ¥ ¥ _ _ ¥ _ ¥ ¥ _ ¥ ¥ ¥ _ ¥ ¥ ¥ ¥ _ _ ¥ ¥ _ _ ¥ ¥ _ ­_ _ _ _ _ ¥ ¥ ¥ ¥ _ ¥ ¥ ¥ _ _ ¥ ¥ ­_ _ ¥ _ _ _ _ _ _ ¥ ¥ _ _ ­_ ¥ ¥ ¥ ¥ _ _ _ ¥ ¥ ¥ ¥ ¥ _ _ ¥ ¥ _ _ _ ¥ ¥ ¥ _ ¥ _ ¥ _ ¥ ¥ ¥ _ ¥ ¥ ¥ _ ¥ ¥ ¥ ¥ ¥ ¥ ¥ ¥ ¥ ¥ ¥ ¥ ¥ _ _ _ _ .DESKRIPSI TEMUAN FAKTA LAPANGAN & PEMBAHASAN Kategorisasi Kesiapan Badan Publik K/L Katego ri Umum Sos.

Posisi Penanganan Informasi Dalam Sebuah Struktur Kelembagan .

Model Strategi Implementasi UU KIP nomor 14/2008 .

45%) yang belum mempunyai SDM yang memadai 5 Kementerian (45.72%) telah membentuk PPID 7 Kementerian (63.45%) belum mempunyai pemahaman pentingnya keterbukaan informasi 8 Kementerian (72.90%) sudah mempunyai anggaran                 Weaknesses KI belum berhasil mengidentifikasi Badan Publik secara optimal Kondisi Badan Publik sangat kompleks Keberadaan komisi-komisi ternyata belum dipetakan tugas pokok dan fungsinya Kasus KKN yang beragam KI menganggap bahwa UU KIP ini tidak memiliki daya implementasi yang kuat KI tidak bisa mengharuskan BP untuk mengimplementasikan KIP atau memiliki PPID Content dinilai belum lengkap untuk dapat diimplementasikan secara komprehensif Tterkait dengan materi/isi regulasi ini.Matriks SWOT Strengths  F A K T O R I N T E R N A L   Filosofisnya pada clean and good government Tiga agenda reformasi Keterbukaan informasi sebagai bentuk pengawasan publik terhadap penyelenggaraan Negara 100% responden menjawab telah melakukan sosialisasi 8 Kementerian (72.54%) sudah mempunyai SDM yang secara kuantitas memadai 6 Kementerian (54. independensi KI menjadi bias Belum ada grand design sosialisasi 4 Kementerian (36.36%) belum memiliki Political Will 6 Kementerian (54.63%) sudah memiliki kemauan politik 6 Kementerian (54. ada pada pasal 29.54%) sudah mempunyai regulasi internal 6 Kementerian (54.54%) belum mempunyai SOP 5 Kementerian (45.45%) yang belum mempunyai regulasi internal 5 Kementerian (45.54%) sudah mempunyai pemahaman pentingnya keterbukaan informasi 9 Kementerian (90.72%) belum mempunyai sarana & prasarana yang memadai Rantai birokrasi yang panjang        .

E K S T E R N A L Opportunities   Memberi sebagian kewenangan penyelenggaraan  Negara kepada public Partisipasi publik untuk turut mengawasi badan penyelenggara Negara Threats Berpotensi adanya overlapping Di daerah. KI dianggap hanya menambah anggaran  .

tindakan dan pemeliharaan) yang jelas Menyelenggaraan forum tatap muka dalam bentuk dialogis/interaktif.TOWS O P P O R T U N I T I E S Weaknesses   Diperlukan satu kajian hukum  secara khusus Pembuatan SKB terutama dari  Kemendagri. penyadaran. Kominfo. dan Keuangan Di daerah. persiapan. secara berjenjang (vertikal) dan berkelanjutan. termasuk penyediaan forum advokasi dan konsultasi serta bimbingan teknis. Menpan. Membangun networking dengan Media massa untuk menginformasikan kepada masyarakat mengenai UU ini  . perlu dibentuk kebijakan dari Induk lembaganya untuk mengawal  pembentukan PPID dan penyediaan perangkat pelayanan informasi lainnya Strengths Stages Of Change (pengenalan.

Bidang hukum internal maupun dari konsultan eksternal) . melalui dorongan dan fasilitasi dari pemerintah terutama melalui APBN/APBD.Weaknesses T  R E A  T S Disiapkan peraturan khusus dalam melindungi keamanan Badan Publik Mengeksekusi ketertutupan informasi di seluruh badan publik.  Strengths Melakukan uji konsekuensi dalam merancang berbagai peraturan internal di Badan Publik dengan melibatkan ahli hukum (Biro.

KESIMPULAN € UU KIP 14/2008 dinilai belum lengkap untuk dapat diimplementasikan secara komprehensif Potensi adanya overlapping. menjadi penghambat bagi publik untuk mengakses informasi publik € € € € . ³Omnibus Regulation´ dengan aturan perundangan yang lain nampak ada Kepatuhan badan publik terhadap UU KIP 14/2008 umumnya dinilai rendah atau minim Temuan dan fakta di lapangan untuk di tingkat K/L pusat. terlambatnya badan publik merespon UU KIP 14/2008 Rantai birokrasi yang panjang.

sebagian sangat responsif. disamping sosialisasi tersebut tidak kena sasaran karena.€ Pemahaman pejabat dan aparatur Negara terhadap mekanisme pelayanan informasi publik. komisi informasi sebagai lembaga independen dianggap hanya menambah beban bagi pemerintah daerah dari segi anggaran dan fasilitas Minimnya sosialisasi UU KIP dan peraturan kelengkapannya ke daerah-daerah. namun masih banyak pula yang lambat menanggapinya Di daerah. tidak ada ³grand design´. sebagian besar masih rendah atau minimal Implementasikan UU KIP sangat tergantung pada pimpinan/pejabat lembaga. € € € .

Informasi ekonomi dan keuangan seperti: UU Perdagangan. Termasuk dalam PP 61/2010 Badan Publik secara formal perlu dasar hukum. UU Kepegawaian. mengawasi secara teknis pelaksanaan UU KIP € . UU Kesehatan. UU Keuangan Negara atau UU Kearsipan. Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MENPAN). Persaingan Usaha. baik dalam bentuk Surat Edaran. atau Surat Keputusan. Diantaranya dikaitkan dengan wilayah privacy seperti : KUHP pasal 322. UU Otonomi Daerah dan UU Kepegawaian.IMPLIKASI DAN REKOMENDASI € Diperlukan satu kajian hukum secara khusus tentang UU ini. Surat Keputusan Bersama/SKB terutama dari Kementerian Dalam Negeri. Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) dan Kementerian Keuangan sangat diperlukan dalam mengatur.

Bidang hukum internal maupun dari konsultan eksternal) dalam melakukan uji konsekuensi dalam merancang berbagai peraturan internal di sebuah Badan Publik € € .€ Diperlukan Sosialisasi atau Kampanye Nasional. tindakan dan pemeliharaan) yang jelas Tersedianya peraturan atau regulasi secara internal di kelembagaan masing-masing Disamping itu perlu disiapkan peraturan khusus dalam ³melindungi´ keamanan badan publik dari penyalahgunaan informasi yang diberikannya kepada siapa saja Diperlukan keterlibatan ahli hukum (Biro. penyadaran. persiapan. dengan Stages Of Change (pengenalan.

untuk mengeksekusi ketertutupan informasi di seluruh badan publik. melalui dorongan dan fasilitasi dari pemerintah terutama melalui APBN/APBD Mengoptimalkan kerjasama dan membangun networking dengan Media massa untuk menginformasikan kepada masyarakat tentang UU KIP € .€ Memberi penguatan kelembagaan Komisi Informasi.

SEKIAN DAN TERIMAKASIH .