Anda di halaman 1dari 32

BAB IV

DIFFERENSIASI
4.1 Garis singgung
Garis singgung adalah garis yang menyinggung suatu titik tertentu pada suatu kurva.
Pengertian garis singgung tersebut dapat dilihat pada Gambar 4.1. Akan tetapi jika
terdapat dua buah titik pada suatu kurva maka berkemungkinan garis singgung yang
menyinggung salah satu titik akan memotong kurva pada titik lainnya. Untuk lebih
jelasnya dapat dilihat pada Gambar 4.2.
Untuk mendapatkan pengertian yang lebih jelas mengenai garis singgung kita perlu
mendefinisikan kemiringan garis singgung l pada titik A(x1,f(x1)) yang terletak pada grafik
fungsi. Selanjutnya pada grafik fungsi tersebut kita pilih suatu titik B(x,f(x)). Jika kita
hubungkan titik A dan B maka akan terbentuk garis l
1
yang mempunyai kemiringan :
m1 =
x - x
f(x) - ) x ( f
1
1
( 4.1 )
A
l
Gambar 4.1
Gambar 4.2
A
B

l
1
Jika f(x) kontinu pada selang [A,B] maka kita dapat mendekatkan titik B ke titik A dengan
jalan memperkecil jarak antara x dan x1. Dalam bentuk limit hal tersebut dapat ditulis
dalam bentuk :
x x
f(x) - ) x ( f
lim m lim
1
1
x x
1
x x
1 1

·
→ →
( 4.2 )
Persaman (4.2) adalah kemiringan garis l
1
jika x mendekati x1. Jika kita perhatikan
Gambar 4.3 maka kita dapat melihat bahwa kemiringan garis l
1
jika x mendekati x1 adalah
mendekati kemiringan garis l. Dalam bentuk limit dapat ditulis :


l
1
A

l
B
x x
1
h
x
0
y
Gambar 4.3
Kemiringan garis

l
1
= m
1
Kemiringan garis l = m
2

m
x x
f(x) - ) x ( f
lim m lim
1
1
x x
1
x x
1 1
·

·
→ →
Jadi :

x x
f(x) - ) x ( f
lim m
1
1
x x
1

·

( 4.3 )
Karena x1 – x = h, maka
h
f(x) - ) h x ( f
lim m
0 h
+
·

( 4.4 )
Jika dimisalkan h = ∆ x, maka
x
f(x) - ) x x ( f
lim m
0 x

∆ +
·
→ ∆
( 4.5 )
Persamaan 4.3 s/d 4.5 adalah kemiringan garis l pada titik (x, f(x))
Contoh 4.1
Diketahui f(x) = 3x
2
+ 5
Tentukan kemiringan dan persamaan garis singgung yang melalui titik (a,a
2
)
Penyelesaian :
x
f(x) - ) x x ( f
lim m
0 x

∆ +
·
→ ∆


x
5 x 3 5 x) 3( x x 6 x 3
lim
x
5 3x - 5 ) x x ( 3
lim
2 2 2
0 x
2 2
0 x

− − + ∆ + ∆ +
·

− + ∆ +
·
→ ∆ → ∆

x 6 x 3 x 6 lim
0 x
· ∆ + ·
→ ∆
Jadi m = 6x (*)
Persamaan garis singgung : y = mx + n (**)
Karena garis singgung melalui titik (a,a
2
) maka :
persamaan (*) menjadi :m = 6a
persamaan (**) menjadi : a
2
= 6a
2
+ n. Sehingga n = -5a
2
Persamaan garis singgung menjadi : y = 6ax – 5a
2
4.2 Turunan
Turunan adalah hasil dari proses differensiasi suatu fungsi. Untuk mendapatkan pengertian
yang jelas dari turunan dan differensiasi perhatikan Gambar 4.4 berikut. Differensiasi
dapat dimisalkan sebagai suatu mesin yang memproses masukan f(x) menjadi turunan
f(x) atau f’(x).
Selanjutnya turunan didefinisikan sebagai kemiringan garis yang menyinggung kurva f(x)
di titik (x,f(x)). Berdasarkan persamaan 4.3 dan Gambar 4.3 maka definisi turunan dapat
ditulis dalam bentuk :
x x
) x ( f ) x ( f
lim ) x ( ' f
1
1
x x
1


·

, jika nilai limitnya ada ( 4.6 )
Jika persamaan 4.6 dapat dipenuhi berarti f(x) dapat didifferensiasikan (differensiable)
pada x. Maka dikatakan f(x) mempunyai turunan pada x.
Contoh 4.2
Jika f(x) = 2x
2
+ 5x – 7, tentukan f’(x), f’(c) dan f’(3)
Penyelesaian :
Differensiasi
f(x) f’(x)
Gambar 4.4
3
f(x) = 2x
2
+ 5x – 7
f(x+∆ x) = 2(x+∆ x)
2
+ 5(x+∆ x) – 7 = 2x
2
+ 4x∆ x +2(∆ x)
2
+ 5x + 5∆ x – 7
f(x+∆ x) – f(x) = 4x∆ x + 2(∆ x)
2
+ 5∆ x
5 x 4 5 x 2 x 4 lim
x
x 5 ) x ( 2 x x 4
lim
x
) x ( f ) x x ( f
lim ) x ( ' f
0 x
2
0 x 0 x
+ · + ∆ + ·

∆ + ∆ + ∆
·

− ∆ +
·
→ ∆ → ∆ → ∆
Jadi :
5 x 4 ) x ( ' f + ·

5 c 4 ) c ( ' f + ·

17 5 ) 3 ( 4 ) 3 ( ' f · + ·
4.3 Notasi turunan
Pada pasal terdahulu kita telah menggunakan notasi turunan dengan lambang f’ yaitu
lambang turunan dari suatu fungsi f yang diperkenalkan pertama kali oleh matematikawan
Perancis Louis Lagrange (1646 – 1716). Selain notasi tersebut masih terdapat notasi lain
yang sering digunakan yaitu notasi double “d”. Jadi kita juga dapat menulis lambang
turunan sebagai dy/dx, dy/dz, … dimana x dan z adalah peubah-peubah bebas dan y
sebagai peubah tak bebas. Hubungan antara notasi-notasi turunan yang disebut diatas
adalah sebagai berikut :
Jika terdapat suatu persamaan y = f(x), maka : dy/dx = f’(x).
4.4 Differensiabilitas dan kontinuitas
Jika f adalah fungsi yang differensiabel pada x maka f dikatakan kontinu pada x.
Bukti :
Pada uraian terdahulu telah dijelaskan bahwa suatu fungsi f dikatakan differensiable jika
memenuhi persamaan 4.6, yaitu :
Jika :
x
) x ( f ) x x ( f
lim
0 x

− ∆ +
→ ∆
ada, maka
x
) x ( f ) x x ( f
lim ) x ( ' f
0 x

− ∆ +
·
→ ∆
f(x+∆ x)-f(x)=
x
x
) x ( f ) x x ( f
∆ •

− ∆ +
x lim .
x
) x ( f ) x x ( f
lim )) x ( f ) x x ( f ( lim
0 x 0 x 0 x


− ∆ +
· − ∆ +
→ ∆ → ∆ → ∆
=f’(x) . 0 = 0
Sehingga :
) x ( f lim ) x x ( f lim
0 x 0 x → ∆ → ∆
· + ∆

) x ( f ) x ( f lim
0 x
·
→ ∆
(terbukti)
Sebaliknya jika f adalah fungsi yang kontinu pada x, maka tidak secara otomatis f
differensiable pada x.
4.5 Teorema-teorema
4.5.1 Turunan bilangan konstan
Jika c suatu bilangan konstan dan y didefinisikan sebagai :
y = f(x) = c maka
0 ) x ( ' f
dx
dy
· ·
( 4.7 )
Bukti :
f(x) = c ; f(x+∆ x) = c
x
) x ( f ) x x ( f
lim ) x ( ' f
0 x
dx
dy

− ∆ +
· ·
→ ∆
=
0
x
c c
lim
0 x
·


→ ∆
(terbukti)
4.5.2 Jika n adalah sembarang bilangan bulat, k adalah sembarang bilangan ril
dan jika y didefinisikan sebagai :
4
y = f(x) = kx
n
maka
1 n
knx ) x ( ' f
dx
dy

· ·
( 4.8 )
Bukti :
f(x) = kx
n
f(x+∆ x) = k(x+∆ x)
n
Dengan mengunakan teorema binomial didapat :
k(x+∆ x)
n
=
! n
x ! kn
! ) 1 n (
x ! 1) - k(n
! 2
) x ( x ) 1 n ( kn
! 1
x knx
! 0
kx
n 1 - n 2 2 n 1 n n

+


+ +
∆ −
+

+
− −

1 n
0 x
knx
x
) x ( f ) x x ( f
lim ) x ( ' f
dx
dy

→ ∆
·

− ∆ +
· ·
(terbukti)
Contoh 4.3
Tentukan turunan pertama dari f(x) = 5x
7
Penyelesaian :
6 1 7
x 35 x ) 7 )( 5 ( ) x ( ' f
dx
dy
· · ·

4.5.3 Aturan penjumlahan
Jika f dan g adalah dua buah fungsi dan h adalah fungsi yang didefinisikan sebagai :
y = h(x) = f(x) + g(x) maka
) x ( ' g ) x ( ' f
dx
dy
+ ·
( 4. 9 )
Bukti :
h(x) = f(x) + g(x)
h(x+∆ x) = f(x+∆ x) + g(x+∆ x)
h’(x) =
x
) x ( g ) x ( f ) x x ( g ) x x ( f
lim
x
) x ( h ) x x ( h
lim
0 x 0 x

− − ∆ + + ∆ +
·

− ∆ +
→ ∆ → ∆
=
) x ( ' g ) x ( ' f
x
) x x ( g
lim
x
) x ( f ) x x ( f
lim
0 x 0 x
+ ·

∆ +
+

− ∆ +
→ ∆ → ∆
(terbukti)
Contoh 4.4
Diketahui y = 5x
6
+ 2x
-3
Tentukan
dx
dy
Penyelesaian :
f(x) = 5x
6
g(x) = 2x
-3
f’(x) = 30x
5
g’(x) = -6x
-4
·
dx
dy
f’(x) + g’(x) = 30x
5
– 6x
-4
4.5.4 Aturan perkalian
Jika f dan g adalah dua buah fungsi dan h adalah fungsi yang didefinisikan sebagai :
y = h(x) = f(x).g(x) maka
) x ( ' g ) x ( f ) x ( g ) x ( ' f
dx
dy
+ ·
(4.10)
Bukti :
5
h’(x) =
x
) x ( g ). x ( f ) x x ( g ). x x ( f
lim
0 x

− ∆ + ∆ +
→ ∆
=
x
) x ( g ). x ( f ) x ( g ). x x ( f ) x ( g ). x x ( f ) x x ( g ). x x ( f
lim
0 x

− ∆ + + ∆ + − ∆ + ∆ +
→ ∆
=
x
) x ( g ) x x ( g
) x x ( f lim
0 x

− ∆ +
∆ +
→ ∆
+
x
) x ( f ) x x ( f
) x ( g lim
0 x

− ∆ +
→ ∆
= f(x).g’(x) + g(x).f’(x) (terbukti)
Contoh 4.5
Diketahui y = (3x
5
+ 2x
-2
)(7x+3)
Tentukan
dx
dy
Penyelesaian :
f(x) = 3x
5
+ 2x
-2
g(x) = 7x+3
f’(x) = 15x
4
– 4x
-3
g’(x) = 7
dx
dy
= f’(x).g(x) + g’(x).f(x) = (15x
4
-4x
-3
)(7x+3) + (3x
5
+ 2x
-2
)(7)
= 105x
5
-28x
-2
+45x
4
– 12x
-3
+21x
5
+ 14x
-2

= 126x
5
+ 45x
4
- 14x
-2
– 12x
-3
4.5.5 Aturan pembagian
Jika f dan g adalah dua buah fungsi dan h adalah fungsi yang didefinisikan sebagai :
y = h(x) =
) x ( g
) x ( f
maka
[ ]
2
) x ( g
) x ( ' g ) x ( f ) x ( g ) x ( ' f
dx
dy −
·

(4.11)
Bukti :
h(x) =
) x ( g
) x ( f
; h(x+∆ x) =
) x x ( g
) x x ( f
∆ +
∆ +

h’(x) =
x
) x ( g
) x ( f
) x x ( g
) x x ( f
lim
x
) x ( h ) x x ( h
lim
0 x 0 x


∆ +
∆ +
·

− ∆ +
→ ∆ → ∆
=
) x ( g ). x x ( g . x
) x ( f ). x x ( g ) x x ( f ). x ( g
lim
0 x
∆ + ∆
∆ + − ∆ +
→ ∆
=
) x ( g ). x x ( g . x
) x ( g ). x ( f ) x ( f ). x x ( g ) x ( g ). x ( f ) x x ( f ). x ( g
lim
0 x
∆ + ∆
+ ∆ + − − ∆ +
→ ∆
=
) x ( g ). x x ( g . x
) x ( f ) x x ( f
) x ( g lim
0 x
∆ + ∆
− ∆ +
→ ∆
-
) x ( g ). x x ( g . x
) x ( g ) x x ( g
) x ( f lim
0 x
∆ + ∆
− ∆ +
→ ∆
=
1
1
1
1
]
1

¸

∆ +

− ∆ +
→ ∆
) x ( g ). x x ( g
x
) x ( f ) x x ( f
) x ( g lim
0 x
-
1
1
1
1
]
1

¸

∆ +

− ∆ +
→ ∆
) x ( g ). x x ( g
x
) x ( g ) x x ( g
) x ( f lim
0 x
=
[ ]
2
) x ( g
) x ( f ). x ( ' g ) x ( ' f ). x ( g −
(terbukti)
6
Contoh 4.6
Tentukan h’(x) jika h(x) =
3
2 4
x 4
x 3 x 2 −
Penyelesaian :
f(x) = 2x
4
– 3x
2
f’(x) = 8x
3
– 6x
g(x) = 4x
3
g’(x) = 12x
2
h’(x) =
2 3
2 2 4 3 3
2
) x 4 (
) x 12 )( x 3 x 2 ( ) x 4 )( x 6 x 8 (
)] x ( g [
) x ( ' g ). x ( f ) x ( g ). x ( ' f − − −
·


=
6
4 6
6
4 6 4 6
16
12 8
16
36 24 24 32
x
x x
x
x x x x +
·
+ − −
=
2
2
4
3 2
x
x +
4.5.6 Turunan fungsi komposisi
Jika y = f(u) dan u = g(x) maka
dx
du
du
dy
dx
dy
·
(4.12)
Bukti :
Jika y = f(u) dan u = g(x) maka y = f(g(x)). Fungsi tersebut mempunyai bentuk
komposisi dan dapat ditulis sebagai (fog)(x).
u = g(x)
∆ u= g(x+∆ x) – g(x) → g(x+∆ x) = g(x) + ∆ u = u + ∆ u
Jadi ∆ u → 0 maka ∆ x → 0
y = f(g(x))
∆ y = f(g(x+∆ x)) – f(g(x))
x
)) x ( g ( f )) x x ( g ( f
x
y

− ∆ +
·



u
u
x
)) x ( g ( f )) x x ( g ( f



− ∆ +
·
·


x
y
x
u
u
) u ( f ) u u ( f



− ∆ +

·


→ ∆
x
y
lim
0 x
dx
dy
x
u
u
) u ( f ) u u ( f
lim
0 x
·



− ∆ +
→ ∆
dx
du
du
dy
x
u
lim .
u
) u ( f ) u u ( f
lim
dx
dy
0 x 0 x
·



− ∆ +
·
→ ∆ → ∆
(terbukti)
Persamaan 4.12 disebut aturan rantai
Contoh 4.7
Tentukan
dx
dy
jika y = (4x
3
+ 5x
2
– x + 4)
3


Penyelesaian :
Misal u = 4x
3
+ 5x
2
– x + 4 y = u
3

1 x 10 x 12
dx
du
2
− + ·
2
u 3
du
dy
·

) 1 x 10 x 12 ( u 3
dx
du
du
dy
dx
dy
2 2
− + · ·

2 2 3 2
) 4 x x 5 x 4 )( 1 x 10 x 12 ( 3 + − + − + ·
Soal-soal
Tentukan turunan pertama dari fungsi-fungsi berikut !
1. f(t) = at
2
– bt + 7 6. f(x) =
1
]
1

¸

+
1
]
1

¸

x
1
5
x 4
3x -
x 4
5
7
2. f(x) = 3x
-5
+
3 2
x 5
7. g(t) = (at
2
+bt+c)
2
(3at–7)
5
3. g(x) =
1
]
1

¸

+
2
x
x
2
8. h(w) =
c w
2
aw b
+

4. h(x) =
2
x
1
5
x 4
1
]
1

¸

+
9. v(t) =
3
) d ct (
2
) bt
2
at (


5. w(x) =
3
3 2x -
x 4
7
1
]
1

¸

+
10. g(t) =
3 - t
) 3 (2t
t
2
+
4.6 Turunan fungsi-fungsi trigonometri
Jika y = f(x) = sin x maka
x cos ) x ( ' f
dx
dy
· ·
(4.13)
Bukti :
x
x sin ) x x sin(
lim
x
) x ( f ) x x ( f
lim ) x ( ' f
dx
dy
0 x 0 x

− ∆ +
·

− ∆ +
· ·
→ ∆ → ∆

x
x sin x sin x cos x cos x sin
lim
0 x

− ∆ + ∆
·
→ ∆

x
x sin x cos ) 1 x (cos x sin
lim
0 x

∆ + − ∆
·
→ ∆

1
]
1

¸



+

− ∆
→ ∆
·
x
x sin
x cos
x
) 1 x (cos
x sin
0 x
lim

x
x sin
lim x cos
x
1 x cos
lim x sin
0 x 0 x


+

− ∆
·
→ ∆ → ∆

= (sinx)(0) + (cosx)(1) = cosx (terbukti)
Jika y = sin u dan u = f(x) maka
dx
du
u cos
dx
dy
·
(4.14)
Bukti :
y = sin u
u cos
du
dy
·
u = f(x)
) x ( ' f
dx
du
·
dx
du
u cos
dx
du
du
dy
dx
dy
· ·
(terbukti)
Jika y = f(x) = cos x maka
x sin ) x ( ' f
dx
dy
− · ·
(4.15)
Bukti :
x
x cos ) x x cos(
0 x
lim
x
) x ( f ) x x ( f
0 x
lim ) x ( ' f
dx
dy

− ∆ +
→ ∆
·

− ∆ +
→ ∆
· ·

x
x cos x sin x sin x cos x cos
0 x
lim

− ∆ − ∆
→ ∆
·
8

x
x sin x sin ) 1 x (cos x cos
0 x
lim

∆ − − ∆
→ ∆
·

1
]
1

¸





− ∆
→ ∆
·
x
x sin
x sin
x
) 1 x (cos
x cos
0 x
lim

x
x sin
0 x
lim x sin
x
1 x cos
0 x
lim x cos


→ ∆


− ∆
→ ∆
·

= (cosx)(0) - (sinx)(1) = -sinx (terbukti)
Jika y = cos u dan u = f(x) maka
dx
du
u sin
dx
dy
− ·
(4.16)
Bukti :
y = cos u
u sin
du
dy
− ·
u = f(x)
) x ( ' f
dx
du
·
dx
du
u sin
dx
du
du
dy
dx
dy
− · ·
(terbukti)
Contoh 4.8
Jika y = sin(π -2x), tentukan
dx
dy


Penyelesaian :
Misal u = π - 2x y = sin u

2
dx
du
− · u cos
du
dy
·

) x 2 cos( 2 ) 2 )( u (cos
dx
du
du
dy
dx
dy
− π − · − · ·
Contoh 4.9
Jika y =
2
x
cos
tentukan
dx
dy


Penyelesaian :
Misal u =
2
x
y = cos u

2 / 1
dx
du
· u sin
du
dy
− ·

2
x
sin
2
1
- )
2
1
)( u sin (
dx
du
du
dy
dx
dy
· − · ·
Contoh 4.10
Jika y = sin2x cos3x, tentukan
dx
dy


Penyelesaian :
Misal u = sin 2x v = cos 3x

x 2 cos 2
dx
du
·

3x sin 3
dx
dv
− ·

) x 3 sin 3 )( x 2 (sin ) x 3 )(cos x 2 cos 2 (
dx
dv
u v .
dx
du
dx
dy
− + · + ·
9

x 3 sin . x 2 sin 3 x 3 cos . x 2 cos 2 − ·
Contoh 4.11
Jika y =
x 4 cos
x 3 sin
, tentukan
dx
dy


Penyelesaian :
Misal u = sin 3x v = cos 4x

x 3 cos 3
dx
du
·

4x sin 4
dx
dv
− ·

2
) x 4 (cos
) x 4 sin 4 )( x 3 (sin ) x 4 )(cos x 3 cos 3 (
2
v
dx
dv
. u v .
dx
du
dx
dy − −
·

·

x 4 cos
x 4 sin . x 3 sin 4 x 4 cos . x 3 cos 3
2
+
·
Jika y = f(x) = tan x maka
x sec ) x ( ' f
dx
dy
2
· ·
(4.16)
Bukti :
y = tan x =
x cos
x sin

u = sin x v = cos x

x cos
dx
du
·

x sin
dx
dv
− ·
2
v
dx
dv
. u v .
dx
du
dx
dy

·
=
2
) x (cos
) x sin )( x (sin ) x )(cos x (cos − −
=
x cos
x sin x cos
2
2 2
+
=
x sec
x cos
1
2
2
·
(terbukti)
Jika y = tan u maka
dx
du
u) (sec
dx
dy
2
·
(4.17)
Bukti :
y = tan u
u sec
du
dy
2
·
u = f(x)
) x ( ' f
dx
du
·
dx
du
) u (sec
dx
du
du
dy
dx
dy
2
· ·
(terbukti)
Contoh 4.12
Jika y = 5 tan 3x, tentukan
dx
dy


Penyelesaian :
Misal u = 3x y = 5 tan u

3
dx
du
·

u sec 5
du
dy
2
·
10

x 3 sec 15 u sec 15 ) 3 )( u sec 5 (
dx
du
du
dy
dx
dy
2 2 2
· · · ·
Jika y = f(x) = cot x maka
x csc ) x ( ' f
dx
dy
2
− · ·
(4.18)
Bukti :
y = cot x =
x sin
x cos

u = cos x v = sin x

x sin
dx
du
− ·

x cos
dx
dv
·
2
v
dx
dv
. u v .
dx
du
dx
dy

·
=
2
) x (sin
) x )(cos x (cos ) x )(sin x sin ( − −
=
x sin
) x cos x (sin
2
2 2
+ −
=
x csc
x sin
1
2
2
− · −
(terbukti)
Jika y = tan u maka
dx
du
u) csc (
dx
dy
2
− ·
(4.19)
Bukti :
y = cot u
u csc
du
dy
2
− ·
u = f(x)
) x ( ' f
dx
du
·
dx
du
) u csc (
dx
du
du
dy
dx
dy
2
− · ·
(terbukti)
Contoh 4.13
Jika y =
x
3
1
cot
2
1
, tentukan
dx
dy


Penyelesaian :
Misal u =
x
3
1
y =
u cot
2
1

3
1
dx
du
·

u csc
2
1
du
dy
2
− ·

x
3
1
csc
6
1
u csc
6
1
)
3
1
)( u csc
2
1
(
dx
du
du
dy
dx
dy
2 2 2
− · − · − · ·
Jika y = f(x) = sec x maka
tanx x sec ) x ( ' f
dx
dy
· ·
(4.20)
Bukti :
y = sec x =
x cos
1

u = 1 v = cos x

0
dx
du
·

x sin
dx
dv
− ·
11
2
v
dx
dv
. u v .
dx
du
dx
dy

·
=
2
) x (cos
) x sin )( 1 ( ) x )(cos 0 ( − −
=
tanx x sec
x
2
cos
x sin
·
(terbukti)
Jika y = sec u maka
dx
du
tanu) u (sec
dx
dy
·
(4.21)
Bukti :
y = sec u
tanu u sec
du
dy
·
u = f(x)
) x ( ' f
dx
du
·
dx
du
u) tan u (sec
dx
du
du
dy
dx
dy
· ·
(terbukti)
Jika y = f(x) = csc x maka
cotx x csc ) x ( ' f
dx
dy
− · ·
(4.22)
Bukti :
y = csc x =
x sin
1

u = 1 v = sin x
0
dx
du
·

x cos
dx
dv
·
2
v
dx
dv
. u v .
dx
du
dx
dy

·
=
2
) x (sin
) x )(cos 1 ( ) x )(sin 0 ( −
=
cotx x csc
x
2
sin
x cos
− ·

(terbukti)
Jika y = csc u maka
dx
du
cotu) u csc (
dx
dy
− ·
(4.23)
Bukti :
y = csc u
cotu u csc
du
dy
− ·
u = f(x)
) x ( ' f
dx
du
·
dx
du
u) cot u csc (
dx
du
du
dy
dx
dy
− · ·
(terbukti)
Contoh 4.15
Jika y =
) x csc(
3
1
− π
, tentukan
dx
dy


Penyelesaian :
Misal u = π -x y =
u csc
3
1

1
dx
du
− ·

cotu u csc
3
1
du
dy
− ·

x) - cot( ) x csc(
3
1
cotu u csc
3
1
) 1 )( cotu u csc
3
1
(
dx
du
du
dy
dx
dy
π − π · · − − · ·
12
Soal-soal
Tentukan turunan pertama dari fungsi-fungsi berikut !
1. f(x) =
)
3 2
x
sin(
π

6. f(x) =
) x
3
( csc
4

π
2. f(x) = cos
)
3
x
2
( −
π
7. g(t) =
t cos t 2 sin
2
1
π
3. g(x) = tan
3
x 8. h(w) =
) bw cos(
) aw sin(
− π
π −
4. h(x) = cot
3
x 9. v(t) =
) t b cos(
t 2 sin at
2


5. w(x) =
)
3 2
x
( sec
5
π

10. g(t) =
t 3 sin
cos2t
t sin
4.7 Turunan fungsi-fungsi trigonometri invers
Jika y = f(x) = arcsin x maka
2
x 1
1
) x ( ' f
dx
dy

· ·
(4.24)
Bukti :
y = arcsinx → sin y = x →
1
dx
dx
dx
dy
y cos · ·

y cos
1
dx
dy
·
Selanjutnya perhatikan segitiga berikut ini !
sin y = x
cos y =
2
x 1 −
2
x 1
1
dx
dy

·
(terbukti)


2
x 1 −
Jika y = arcsin u dan u = f(x) maka
dx
du
u 1
1
dx
dy
2

·
(4.25)
Bukti :
y = arcsin u →
2
u 1
1
du
dy

·
dx
du
u 1
1
dx
du
.
du
dy
dx
dy
2

· ·
(terbukti)
Contoh 4.16
Jika y =
) x
3
1
arcsin(
8
3

, tentukan
dx
dy


Penyelesaian :
Misal u =
x
3
1

y =
u arcsin
8
3

3
1
dx
du
− ·

2
u 1
1
8
3
du
dy

·
13
1 x
y

2
2
x
9
1
1 8
1
3
1
u 1
1
8
3
dx
du
du
dy
dx
dy

− ·
1
]
1

¸



· ·
Jika y = f(x) = arccos x maka
2
x 1
1
) x ( ' f
dx
dy

− · ·
(4.26)
Bukti :
y = arccosx → cos y = x →
1
dx
dx
dx
dy
y sin · · −

y sin
1
dx
dy
− ·
Selanjutnya perhatikan segitiga berikut ini !
cos y = x
sin y =
2
x 1 −
2
x 1
1
dx
dy

− ·
(terbukti)
2
x 1 −

x
Jika y = arccos u dan u = f(x) maka
dx
du
u 1
1
dx
dy
2

− ·
(4.27)
Bukti :
y = arccos u →
2
u 1
1
du
dy

− ·
dx
du
u 1
1
dx
du
.
du
dy
dx
dy
2

− · ·
(terbukti)
Contoh 4.17
Jika y =
2x arccos 3 −
, tentukan
dx
dy


Penyelesaian :
Misal u = 2x y =
u arccos 3 −

2
dx
du
·

2
u 1
1
3
du
dy

·

2 2
x 4 1
6
) 2 (
u 1
1
3
dx
du
du
dy
dx
dy

·

· ·
Jika y = f(x) = arctan x maka
2
x 1
1
) x ( ' f
dx
dy
+
· ·
(4.28)
Bukti :
y = arctanx → tan y = x → sec
2
y

1
dx
dx
dx
dy
· ·

y sec
1
dx
dy
2
·
Selanjutnya perhatikan segitiga berikut ini !
tan y = x
14
1
y
sec
2
y =
2
x 1 −


2
x 1 +
x
2
x 1
1
dx
dy

·
(terbukti)

1
Jika y = arctan u dan u = f(x) maka
dx
du
u 1
1
dx
dy
2
+
·
(4.29)
Bukti : y = arctan u →
2
u 1
1
du
dy
+
·
dx
du
u 1
1
dx
du
.
du
dy
dx
dy
2
+
· ·
(terbukti)
Contoh 4.18
Jika y =
x
3
1
arctan
5
3
, tentukan
dx
dy


Penyelesaian :
Misal u =
x
3
1
y =
u arctan
5
3

3
1
dx
du
·

2
u 1
1
5
3
du
dy
+
·

) x
9
1
1 ( 5
1
3
1
u 1
1
5
3
dx
du
du
dy
dx
dy
2
2
+
·
1
]
1

¸

+
· ·
Jika y = f(x) = arccot x maka
2
x 1
1
) x ( ' f
dx
dy
+
− · ·
(4.30)
Bukti : y = arccotx → cot y = x → -csc
2
y

1
dx
dx
dx
dy
· ·

y csc
1
dx
dy
2
− ·
Selanjutnya perhatikan segitiga berikut ini !
cot y = x
csc
2
y =
2
x 1 +


2
x 1 +
1
2
x 1
1
dx
dy
+
− ·
(terbukti)

x

Jika y = arccot u dan u = f(x) maka
dx
du
u 1
1
dx
dy
2
+
− ·
(4.31)
Bukti : y = arccot u →
2
u 1
1
du
dy
+
− ·
15
y
y
dx
du
u 1
1
dx
du
.
du
dy
dx
dy
2
+
− · ·
(terbukti)
Contoh 4.19
Jika y = 2 arccot 3x, tentukan
dx
dy


Penyelesaian :
Misal u = 3x y = 2 arccot u

3
dx
du
·

2
u 1
1
2
du
dy
+
− ·

2 2
x 9 1
6
) 3 (
u 1
1
2
dx
du
du
dy
dx
dy
+
− ·
+
− · ·
Jika y = f(x) = arcsec x maka
1 x x
1
) x ( ' f
dx
dy
2

· ·
(4.32)
Bukti : y = arcsecx → sec y = x → secy tany
1
dx
dx
dx
dy
· ·

y tan y sec
1
dx
dy
− ·
Selanjutnya perhatikan segitiga berikut ini !
sec y = x
sec y tan y =
1 x x
2


x
1 x
2

1 x x
1
dx
dy
2

− ·
(terbukti)
1

Jika y = arcsec u dan u = f(x) maka
dx
du
1 u u
1
dx
dy
2

·
(4.33)
Bukti : y = arcsec u →
1 u u
1
du
dy
2

·
dx
du
1 u u
1
dx
du
.
du
dy
dx
dy
2

· ·
(terbukti)
Contoh 4.20
Jika y = arcsec
) x
2
( −
π
, tentukan
dx
dy


Penyelesaian :
Misal u =
x
2

π
y = arcsec u

1
dx
du
− ·

1 u u
1
du
dy
2

·
16
y

1 ) x
2
( ) x
2
(
1
) 1 (
1 u u
1
dx
du
du
dy
dx
dy
2
2
− −
π

π
− · −

· ·
Jika y = f(x) = arccsc x maka
1 x x
1
) x ( ' f
dx
dy
2

− · ·
(4.34)
Bukti :
y = arccscx → csc y = x → -csc y cot y
1
dx
dx
dx
dy
· ·

y cot y csc
1
dx
dy
− ·
Selanjutnya perhatikan segitiga berikut ini !
csc y = x
csc y cot y =
1 x x
2


x 1
1 x x
1
dx
dy
2

− ·
(terbukti)

1 x
2



Jika y = arcsec u dan u = f(x) maka
dx
du
1 u u
1
dx
dy
2

− ·
(4.35)
Bukti : y = arccsc u →
1 u u
1
du
dy
2

− ·
dx
du
1 u u
1
dx
du
.
du
dy
dx
dy
2

− · ·
(terbukti)
Contoh 4.21
Jika y = arccsc
)
2
x (
π

, tentukan
dx
dy


Penyelesaian :
Misal u =
2
x
π

y = arccsc u

1
dx
du
·

1 u u
1
du
dy
2

− ·

1 )
2
x ( )
2
x (
1
) 1 (
1 u u
1
dx
du
du
dy
dx
dy
2
2

π

π

− ·

− · ·
Soal-soal
Carilah turunan pertama dari soal-soal berikut !
1. y = arcsin(π -x) 3.
x arccos
x 2 cos
y ·
2. y = -3 arccos 4x 4. y = arctan x – sin 3x
4.8 Turunan fungsi Eksponen
17
y
Jika y = f(x) = e
x
maka
· · ) x ( ' f
dx
dy
e
x
(4.36)
Bukti :
e
x
didefinisikan sebagai
n
n
x
1
n
lim
1
]
1

¸

+
∞ →
Dengan menggunakan teorema binomial didapat :
n
n
x
1

1
]
1

¸

+
=

n
x
3!
1 ). 2 n )( 1 n ( n
n
x
! 2
1 ). 1 n ( n
n
x
! 1
1 n
1 . n
n
x
! 0
n
1
3
3 n
2
2 n
1 0
+
1
]
1

¸
− −
+
1
]
1

¸

+
1
]
1

¸


+
1
]
1

¸

− −
n
n
x
1

1
]
1

¸

+
=
 x
3!
) n / 2 1 )( n / 1 1 (
x
! 2
) n / 1 1 (
x 1
3 2
+
− −
+

+ +
n
n
x
1
n
lim

1
]
1

¸

+
∞ →
=
1
]
1

¸

+
− −
+

+ +
∞ →
 x
3!
) n / 2 1 )( n / 1 1 (
x
! 2
) n / 1 1 (
x 1
n
lim
3 2
e
x
=

3
x
! 2
x
x 1
3 2
+ + + +
(4.37)
Sehingga : e =
  + + + + · + + + +
! 3
1
! 2
1
1 1
3
1
! 2
1
1 1
3 2
(4.38)
Jika y = f(x) = e
x

Maka
x
) 1 e ( e
lim
x
e e
lim
x
) x ( f ) x x ( f
lim ) x ( ' f
dx
dy
x x
0 x
x x x
0 x 0 x ∆

·


·

− ∆ +
· ·

→ ∆
∆ +
→ ∆ → ∆
Karena e
x
=

3
x
! 2
x
x 1
3 2
+ + + +
, maka e

x
– 1 =

3
x
! 2
x
x
3 2
+

+

+ ∆
Sehingga
x
) 1 e ( e
lim
x x
0 x ∆


→ ∆
=
x
2
x
0 x
e
3
x
! 2
x
1 e lim ·
1
1
]
1

¸

+

+

+
→ ∆

(terbukti)
Jika y = e
u
dan u = f(x) maka
dx
du
e
dx
dy
u
·
(4.39)
Bukti : y = e
u

u
e
du
dy
·

u = f(x)
) x ( ' f
dx
du
·
dx
du
e
dx
du
du
dy
dx
dy
u
· ·
(terbukti)
Contoh 4.22
Jika y =
bx a
e 2


, tentukan
dx
dy
Penyelesaian :
Misal : u = a – bx

dx
du
= -b
bx a bx a
be ) b )( e (
dx
dy
− −
− · − ·
4.9 Turunan fungsi logaritma
18
Jika y = f(x) = ln x maka
· · ) x ( ' f
dx
dy
x
1
(4.40)
Bukti :
y = f(x) = ln x
x
x
x
1 ln
lim
x
x ln ) x x ln(
lim
x
) x ( f ) x x ( f
lim ) x ( ' f
dx
dy
0 x 0 x 0 x

1
]
1

¸

+
·

− ∆ +
·

− ∆ +
· ·
→ ∆ → ∆ → ∆
·
1
]
1

¸

+

·
→ ∆
x
x
1 ln
x
1
lim
0 x
·
1
]
1

¸

+

·
→ ∆
x
x
1 ln
x
x
lim
x
1
0 x
x
x
0 x x
x
1 ln lim
x
1

→ ∆
1
]
1

¸

+ ·
Berdasarkan teorema binomial maka :

 +
1
]
1

¸

1
]
1

¸



1
]
1

¸


+
1
]
1

¸

1
]
1

¸


+ ·
1
]
1

¸

+






! 2
x
x
1 1
x
x
x
x
! 1
x
x
1
x
x
! 0
1
x
x
1
2
2
x
x
1
x
x
x
x
x
x
Jadi :
1
1
1
1
1
1
]
1

¸

+
1
]
1

¸

1
]
1

¸



1
]
1

¸


+
1
]
1

¸

1
]
1

¸


+ ·
1
]
1

¸

+





→ ∆

→ ∆

! 2
x
x
1 1
x
x
x
x
! 1
x
x
1
x
x
! 0
1
ln lim
x
1
x
x
1 ln lim
x
1
2
2
x
x
1
x
x
x
x
0 x
x
x
0 x
1
1
1
1
]
1

¸

+
1
]
1

¸


1
]
1

¸


+
1
]
1

¸


+ + ·
1
]
1

¸

+
→ ∆

→ ∆

! 3
x
x 2
1
x
x
1
! 2
x
x
1
1 1 ln lim
x
1
x
x
1 ln lim
x
1
0 x
x
x
0 x

( )
x
1
1
x
1
e ln
x
1
! 3
1
! 2
1
1 1 ln
x
1
· · ·
1
]
1

¸

+ + + + · 
(terbukti)
Jika y = ln u dan u = f(x) maka
dx
du
u
1
dx
dy
·
(4.41)
Bukti : y = ln u
u
1
du
dy
·

u = f(x)
) x ( ' f
dx
du
·
dx
du
u
1
dx
du
du
dy
dx
dy
· ·
(terbukti)
Contoh 4.23
Jika y = e
2x
ln
x
3
1
tentukan
dx
dy
Penyelesaian : Misal : u = e
2x
v = ln
x
3
1

x 2
e 2
dx
du
·
x
1
dx
dv
·

1
]
1

¸

+ · + · + ·
x
1
x
3
1
ln 2 e
x
1
e x
3
1
ln e 2
dx
dv
. u v .
dx
du
dx
dy
x 2 x 2 x 2
19
Jika y = f(x) =
a
log x maka
· · ) x ( ' f
dx
dy
x ) a (ln
1
(4.42)
Bukti :
y =
a
log x → a
y
= x
y ln a = ln x → y =
x ln
a ln
1

x ) a (ln
1
dx
dy
·
(terbukti)
Jika y =
a
log u dan u = f(x) maka
dx
du
u ) a (ln
1
dx
dy
·
(4.43)
Bukti :
y =
a
log u →
u ) a (ln
1
du
dy
·
dx
du
.
u ) a (ln
1
dx
du
.
du
dy
dx
dy
· ·
(terbukti)
Contoh 4.24
Jika y =
7
log(3-5x) tentukan
dx
dy
Penyelesaian : Misal : u = 3 – 5x →
5
dx
du
− ·
) x 5 3 )( 7 (ln
5
dx
du
u ) a (ln
1
dx
dy


· ·
Soal-soal
Tentukan turunan pertama dari fungsi-fungsi berikut !
1. y = xe
3x
4. y =
x 4
2
e
x 3 ln x
7. y =
x 4 ln
e
x
3
1
10. y =
x ln e
e x 5 ln x
x
x

2. y =
x 3
e 2
2
x 3

5. y =
x 2
x
e
) e x 4 (ln x +
8. y =
x 2 3
5
e
) x 1 log( 3


3. y = x
3
ln2x 6. y =
x 6 5
x 3 ln 2

9. y =
x 4 log
e x
3
bx a 3 −
4.10 Turunan fungsi hiperbolik
Jika y = f(x) = sinhx maka
· · ) x ( ' f
dx
dy
coshx (4.44)
Bukti :
y = f(x) = sinhx =
) e e (
2
1
x x −

) x ( ' f
dx
dy
·
=
) e e (
2
1
x x −
+
= coshx (terbukti)
20
Jika y = sinh u dan u = f(x) maka
·
dx
dy
cosh u
dx
du
(4.45)
Bukti :
y = sinh u →
u cosh
du
dy
·
dx
du
u cosh
dx
du
.
du
dy
dx
dy
· ·
(terbukti)
Contoh 4.25
Jika y = 3 sinh
x
5
1
, tentukan
dx
dy
Penyelesaian :
Misal : u =
x
5
1
y = 3 sinh u
5
1
dx
du
·

u cosh 3
du
dy
·
x
3
1
cosh
5
3
)
5
1
u)( cosh 3 (
dx
du
du
dy
dx
dy
· · ·
Jika y = f(x) = coshx maka
· · ) x ( ' f
dx
dy
sinhx (4.46)
Bukti :
y = f(x) = coshx =
) e e (
2
1
x x −
+
) x ( ' f
dx
dy
·
=
) e e (
2
1
x x −

= sinhx (terbukti)
Jika y = cosh u dan u = f(x) maka
·
dx
dy
sinh u
dx
du
(4.47)
Bukti :
y = cosh u →
u sinh
du
dy
·
dx
du
u sinh
dx
du
.
du
dy
dx
dy
· ·
(terbukti)
Contoh 4.26
Jika y = cosh (1-2x), tentukan
dx
dy
Penyelesaian :
Misal : u = 1-2x y = cosh u
2
dx
du
− ·

u sinh ·
du
dy
) 2 1 sinh( 2 ) u)(-2 (sinh x
dx
du
du
dy
dx
dy
− − · · ·
21
Jika y = f(x) = tanhx maka
· · ) x ( ' f
dx
dy
sech
2
x (4.48)
Bukti :
y = f(x) = tanhx =
x cosh
x sinh
) x ( ' f
dx
dy
·
=
x cosh
x sinh x cosh
) x (cosh
) x )(sinh x (sinh ) x )(cosh x (cosh
2
2 2
2

·

=
x h sec
x cosh
1
2
2
·
(terbukti)
Jika y = tanh u dan u = f(x) maka
·
dx
dy
sech
2
u
dx
du
(4.49)
Bukti :
y = tanh u →
u h sec
du
dy
2
·
dx
du
u h sec
dx
du
.
du
dy
dx
dy
2
· ·
(terbukti)
Contoh 4.27
Jika y = tanh (a+bx), tentukan
dx
dy
Penyelesaian :
Misal : u = a+bx y = tanh u
b
dx
du
·

u h sec
du
dy
2
·
) bx a ( h sec b ) u)(b h (sec
dx
du
du
dy
dx
dy
2 2
+ · · ·
Jika y = f(x) = cothx maka
· · ) x ( ' f
dx
dy
-csch
2
x (4.50)
Bukti :
y = f(x) = cothx =
x sinh
x cosh
) x ( ' f
dx
dy
·
=
x sinh
x cosh x sinh
) x (sinh
) x )(cosh x (cosh ) x )(sinh x (sinh
2
2 2
2

·

=
x h csc
x sinh
1
2
2
− ·

(terbukti)
Jika y = coth u dan u = f(x) maka
·
dx
dy
- csch
2
u
dx
du
(4.51)
Bukti : y = tanh u →
u h csc
du
dy
2
− ·
dx
du
u h csc
dx
du
.
du
dy
dx
dy
2
− · ·
(terbukti)
22
Contoh 4.28
Jika y = coth (a+bt), tentukan
dt
dy
Penyelesaian :
Misal : u = a+bt y = coth u
b
dt
du
·

u h csc
du
dy
2
− ·
) bt a ( h csc b ) u)(b h csc (
dt
du
du
dy
dt
dy
2 2
+ − · − · ·
Jika y = f(x) = sechx maka
· · ) x ( ' f
dx
dy
-csch
2
x (4.52)
Bukti : y = f(x) = sechx =
x cosh
1
Misal u = 1 →
0
dx
du
·
V = coshx →
x sinh
dx
dv
·

2
v
dx
dv
. u v .
dx
du
dx
dy

·
=
2
) x (cosh
) x )(sinh 1 ( ) x )(cosh 0 ( −
=
x cosh
x sinh
2

= - tanhx sechx (terbukti)
Jika y = sech u dan u = f(x) maka
·
dx
dy
- tanhu sechu
dx
du
(4.53)
Bukti : y = sech u →
u h sec u tanh
du
dy
− ·
dx
du
u sech u tanh
dx
du
.
du
dy
dx
dy
− · ·
(terbukti)
Contoh 4.29
Jika y = 2sech
) x
5
1
3
1
( −
, tentukan
dt
dy
Penyelesaian :
Misal : u =
x
5
1
3
1

y = 2 sech u
5
1
dx
du
− · sechu u tanh
du
dy
− ·
) x
5
1
3
1
sech( ) x
5
1
3
1
tanh(
5
2
)
5
1
sechu)(- u tanh 2 (
dt
du
du
dy
dt
dy
− − · − · ·
y = f(x) = cschx maka
· · ) x ( ' f
dx
dy
-csch x cothx (4.54)
Bukti :
y = f(x) = sechx =
x sinh
1
23
Misal u = 1 →
0
dx
du
·
V = sinhx →
x cosh
dx
dv
·

2
v
dx
dv
. u v .
dx
du
dx
dy

·
=
2
) x (sinh
) x )(cosh 1 ( ) x )(sinh 0 ( −
=
x sinh
x cosh
2

= - cothx cschx (terbukti)
Jika y = csch u dan u = f(x) maka
·
dx
dy
- cothu cschu
dx
du
(4.55)
Bukti :
y = csch u →
u h csc u coth
du
dy
− ·
dx
du
u csch u coth
dx
du
.
du
dy
dx
dy
− · ·
(terbukti)
Contoh 4.30
Jika y = -3csch
) x
2
1
5
1
( +
, tentukan
dt
dy
Penyelesaian :
Misal : u =
x
2
1
5
1
+
y = -3 csch u
2
1
dx
du
·

cschu u coth 3
du
dy
·
) x
2
1
5
1
sech( ) x
2
1
5
1
coth(
2
3
)
2
1
cschu)( u coth 3 (
dt
du
du
dy
dt
dy
+ + · · ·
Soal-soal
Tentukan turunan pertama dari fungsi-fungsi berikut !
1. y = sinh(2-3x) 6. y =
) x 2 1 coth(
c bx ax
2
+
+ +
2. y = cosh(a
2
x – b) 7. y =
x 2 h sec
e
ax −
3. y = x
2
sinh5x 8. y =
) x 5 4 ln(
x 3 h sec

4. y = e
mx
cosh2x 9. y =
1) - csch(x x
5
1
3
5. y = ln(2-x) tanh3x 10. y =
bx) - csch(a e
x
3
1
4.11 Turunan fungsi hiperbolik invers
Jika y = f(x) = sinh
-1
x maka
· · ) x ( ' f
dx
dy
1 x
1
2
+
(4.56)
Bukti : y = f(x) = sinh
-1
x =
) 1 x x ln(
2
+ +
24
1 x
1
1 x x
1
.
1 x
x 1 x
1 x x
1 x
x
1
dx
dy
2 2 2
2
2
2
+
·
+ + +
+ +
·
+ +
+
+
·
(terbukti)
Jika y = sinh
-1
u dan u = f(x) maka
·
dx
dy
dx
du
1 u
1
2
+
(4.57)
Bukti : y = sinh
-1
u →
1 u
1
du
dy
2
+
·
dx
du
1 u
1
dx
du
.
du
dy
dx
dy
2
+
· ·
(terbukti)
Contoh 4.31
Jika y = -3sinh
-1
x
2
1
, tentukan
dt
dy
Penyelesaian :
Misal : u =
x
2
1
y = -3 sinh
-1
u
2
1
dx
du
·

1
1
3
2
+
− ·
u
du
dy
1
4
1
2
3
)
2
1
)(
1
1
3 (
2
2
+

·
+
− · ·
x
u
dt
du
du
dy
dt
dy
Jika y = f(x) = cosh
-1
x maka
· · ) x ( ' f
dx
dy
1 x
1
2

, x > 1 (4.58)
Bukti : y = f(x) = cosh
-1
x =
) 1 x x ln(
2
− +
1 x
1
1 x x
1
.
1 x
x 1 x
1 x x
1 x
x
1
dx
dy
2 2 2
2
2
2

·
− + −
+ −
·
− +

+
·
, x > 1 (terbukti)
Jika y = cosh
-1
u dan u = f(x) maka
·
dx
dy
dx
du
1 u
1
2

, u > 1 (4.59)
Bukti : y = cosh
-1
u →
1 u
1
du
dy
2

·
dx
du
1 u
1
dx
du
.
du
dy
dx
dy
2

· ·
, u > 1 (terbukti)
Contoh 4.32
Jika y = cosh
-1
x
4
3
, tentukan
dx
dy
Penyelesaian :
Misal : u =
x
4
3
y = cosh
-1
u
25
4
3
dx
du
·

1 u
1
du
dy
2

·
1 x
16
9
4
3
)
4
3
)(
1 u
1
(
dt
du
du
dy
dt
dy
2
2
+
·

· ·
Jika y = f(x) = tanh
-1
x maka
· · ) x ( ' f
dx
dy
2
x 1
1

,
1 x <
(4.60)
Bukti : y = f(x) = tanh
-1
x =
1 x ,
x 1
x 1
ln
2
1
<

+
2 2
x 1
1
x 1
x 1
.
) x 1 (
2
2
1
dx
dy

·
+


·
,
1 x <
(terbukti)
Jika y = tanh
-1
u dan u = f(x) maka
·
dx
dy
dx
du
u 1
1
2

,
1 u <
(4.61)
Bukti : y = tanh
-1
u →
2
u 1
1
du
dy

·
dx
du
u 1
1
dx
du
.
du
dy
dx
dy
2

· ·
,
1 u <
(terbukti)
Contoh 4.33
Jika y = tanh
-1
(2x-1), tentukan
dx
dy
Penyelesaian :
Misal : u = 2x - 1 y = tanh
-1
u
2
dx
du
·

2
u 1
1
du
dy

·
2 2
) 1 x 2 ( 1
2
) 2 )(
u 1
1
(
dx
du
du
dy
dx
dy
− −
·

· ·
Jika y = f(x) = coth
-1
x maka
· · ) x ( ' f
dx
dy
2
x 1
1

,
1 x >
(4.62)
Bukti : y = f(x) = tanh
-1
x =
1 x ,
1 x
1 x
ln
2
1
>

+
2 2 2
x 1
1
1 x
1
1 x
1 x
.
) 1 x (
2
2
1
dx
dy

·

− ·
+



·
,
1 x >
(terbukti)
Jika y = coth
-1
u dan u = f(x) maka
·
dx
dy
dx
du
u 1
1
2

,
1 u >
(4.63)
Bukti : y = tanh
-1
u →
2
u 1
1
du
dy

·
dx
du
u 1
1
dx
du
.
du
dy
dx
dy
2

· ·
,
1 u >
(terbukti)
26
Contoh 4.34
Jika y = 3 coth
-1
(2-3x), tentukan
dx
dy
Penyelesaian :
Misal : u = 2-3x y = 3 tanh
-1
u
3
dx
du
− ·
2
u 1
3
du
dy

·
2 2
) x 3 2 ( 1
9
) 3 )(
u 1
3
(
dx
du
du
dy
dx
dy
− −
− · −

· ·
Jika y = f(x) = sech
-1
x maka
· · ) x ( ' f
dx
dy
2
x 1 x
1


,
1 x 0 < <
(4.64)
Bukti : y = f(x) = sech
-1
x =
1 x 0 ,
x
x 1 1
ln
2
< <
− +
2
x 1 x
1
dx
dy

− ·
,
1 x 0 < <
(terbukti)
Jika y = sech
-1
u dan u = f(x) maka
·
dx
dy
dx
du
u 1 u
1
2


,
1 u 0 < <
(4.65)
Bukti : y = sech
-1
u →
2
u 1 u
1
du
dy

− ·
dx
du
u 1
1
dx
du
.
du
dy
dx
dy
2

− · ·
,
1 u 0 < <
(terbukti)
Contoh 4.35
Jika y = -2 sech
-1
(1-x), tentukan
dx
dy
Penyelesaian :
Misal : u = 1-x y = 2 sech
-1
u
1
dx
du
− ·
2
u 1 u
2
du
dy

− ·
2 2
) x 1 ( 1 ) x 1 (
2
) 1 )(
u 1 u
2
(
dx
du
du
dy
dx
dy
− − −
· −

− · ·
Jika y = f(x) = csch
-1
x maka
· · ) x ( ' f
dx
dy
2
x 1 x
1
+

(4.66)
Bukti : y = f(x) = csch
-1
x =
x
x 1 1
ln
2
+ +
2
x 1 x
1
dx
dy
+
− ·
(terbukti)
Jika y = csch
-1
u dan u = f(x) maka
·
dx
dy
dx
du
u 1 u
1
2
+

(4.67)
27
Bukti : y = csch
-1
u →
2
u 1 u
1
du
dy
+
− ·
dx
du
u 1 u
1
dx
du
.
du
dy
dx
dy
2
+
− · ·
(terbukti)
Contoh 4.36
Jika y = csch
-1
(sinx), tentukan
dx
dy
Penyelesaian :
Misal : u = sinx y = csch
-1
u
x cos
dx
du
·
2
u 1 u
1
du
dy
+
− ·
x sin 1 x sin
x cos
) x )(cos
u 1 u
1
(
dx
du
du
dy
dx
dy
2 2
+
− ·
+
− · ·
Soal-soal
Tentukan turunan pertama dari fungsi-fungsi :
1. y = sinh
-1
(cosx) 4. y = x
2
coth
-1
x
2. y = cosh
-1
(sin2x) 5. y = sech
-1
(x sinx)
3. y = tanh
-1
(3x+π ) 6. y = e
-2x
csch
-1
(1-2x)
4.12 Turunan tingkat tinggi
Jika terdapat suatu fungsi f(x) yang differensiable, maka kita dapat mencari turunan
pertamanya yaitu f’(x). Jika turunan pertama tersebut juga differensiable maka kita
dapat menentukan turunan kedua dari fungsi tersebut. Secara umum jika turunan ke (n-
1) differensiable maka kita dapat menentukan turunan ke n dari fungsi tersebut.
Biasanya turunan kedua dan seterusnya dari suatu fungsi disebut turunan tingkat tinggi.
Turunan pertama, kedua dan ketiga ditulis dengan lambang :
2
2
dx
y d
,
dx
dy
dan
3
3
dx
y d
atau f’(x), f’’(x) dan f’’’(x). Sedangkan untuk turunan ke n, dimana
n ≥ 4, maka kita gunakan lambang :
n
n
dx
y d
atau f
(n)
(x).
Contoh 4.37
Tentukan turunan pertama sampai dengan turunan keempat dari f(x) = (x
2
-4)
3
Penyelesaian :

2 2 2 2
) 4 x ( x 6 ) x 2 ( ) 4 x ( 3 ) x ( ' f
dx
dy
− · − · ·
) 4 x ( x 24 ) 4 x ( 6 ) 4 x )( x 4 ( x 6 ) 4 x ( 6 ) x ( ' ' f
dx
y d
2 2 2 2 2 2 2
2
2
− + − · − + − · ·
x 288 x 120 x 48 ) 4 x ( x 48 ) 4 x ( x 24 ) x ( ' ' ' f
dx
y d
3 3 2 2
3
3
− · + − + − · ·
288 x 360 ) x ( f
dx
y d
2 ) 4 (
4
4
− · ·
Soal-soal
Tentukan turunan kedua dari fungsi-fungsi :
1. f(x) = 2x e
-x
2. f(x) = ln(a-bx) 3. f(x) =
1 x
x
2
+
28
4. f(x) =
2
2
x 1
4 x

+
5. f(x) = sin
2
(a-bx) 6. f(x) = cos
2
(mx+n)
4.13 Differensial
Pada pembahasan mengenai masalah turunan kita telah menggunakan lambang dy/dx
sebagai suatu kesatuan dan merupakan lambang dari turunan pertama suatu fungsi x.
Pada pasal ini kita akan membahas pengertian dy dan dx secara terpisah. Misal terdapat
suatu persamaan y = f(x). Dari Gambar 4.5
didapat :
x
x
y
y ∆
1
]
1

¸



· ∆
(4.68)
Jika harga ∆ x sangat kecil, maka ∆ y menjadi sangat kecil juga. Sehingga persamaan
4.68 dapat ditulis menjadi :

dx ) x ( f dy ′ ·
(4.69)
Pada persamaan 4.69 diatas dx dan dy disebut differensial dari x dan y. Differensial y
atau dy adalah perubahan kecil pada peubah y akibat adanya perubahan kecil pada
peubah x atau dx.
Contoh 4.38
Jika y = x
2
- 2x – 3, tentukan differensial y
Penyelesaian :
f(x) = x
2
- 2x – 3
f’(x) = 2x – 2
Sehingga : dy = (2x-2) dx = 2(x-1) dx
∆ x = dx
l
1

f(x)


l
f(x + ∆ x)
f(x)
∆ y
dy
y
x x+∆ x
x
0
Gambar 4.5
29
Contoh 4.39
Volume sebuah silinder adalah V = π r
2
h. Jika jari-jari silinder tersebut membesar 1%
dari jari-jari asal, tentukan perubahan volumenya.
Penyelesaian :
f(r) = π r
2
h
f’(r) = 2π rh
dV = f’(r) dr = 2π rh (0,01r) = 0,02 π r
2
h
Jadi perubahan volume silinder adalah sebesar 0,02 π r
2
h
Soal-soal
1.
Sebuah bola mempunyai jari-jari 15 cm. Akibat meningkatnya temperatur maka jari-
jari bola tersebut meningkat menjadi 15,02 cm. Berapakah perubahan volume bola
tersebut ?
2. Sebuah kolam renang berisi penuh dengan air.Ukuran kolam renang tsb adalah
sebagai berikut : panjang = 50 m, lebar = 20 meter dan kedalaman = 3 meter.
Akibat adanya penguapan kedalaman air berkurang menjadi 2,98 m. Berapakah
volume air yang menguap ?
Penjelasan :
Kerjakan kedua soal tersebut diatas dengan metode differensial !
4.14 Turunan fungsi implisit
Pada pasal-pasal sebelumnya kita telah mempelajari turunan fungsi-fungsi eksplisit, yaitu
fungsi yang mempunyai bentuk y =f(x). Akan tetapi tidak semua fungsi mempunyai
bentuk eksplisit. Sebagian mempunyai bentuk implisit, yaitu fungsi yang mempunyai
bentuk F(x,y) = 0. Untuk mencari turunan fungsi implisit kita gunakan aturan sebagai
berikut :
1. Jika pada F(x,y) = 0 mengandung suku g(x), maka :
) x ( ' g ) x ( g
dx
d
·
(4.70)
2. Jika pada F(x,y) = 0 mengandung suku h(y), maka :
dx
dy
) y ( ' h ) y ( h
dx
d
·
(4.71)
3. Jika pada F(x,y) = 0 mengandung suku u(x) dan v(y), maka :
[ ]
dx
dy
) y ( ' v ). x ( u ) y ( v ). x ( ' u ) y ( v ). x ( u
dx
d
+ ·
(4.72)
=
Contoh 4.40
Tentukan
dx
dy
dari : x
2
– 3xy +y
2
= 4
Penyelesaian :
x
2
– 3xy +y
2
= 4 → x
2
– 3xy +y
2
– 4 = 0
2x – 3y – 3x
dx
dy
+ 2y
dx
dy
- 0 = 0
30
( 2y – 3x )
dx
dy
= 3y - 2x →
x 3 y 2
x 2 y 3
dx
dy

+
·
Contoh 4.41
Tentukan
dx
dy
dari : x
2
y + xy
2
= 6 pada titik (1,2)
Penyelesaian :
x
2
y + xy
2
= r
2
→ x
2
y + xy
2
- r
2
= 0
2xy + x
2
dx
dy
+ y
2
+ 2xy
dx
dy
= 0
(x
2
+ 2xy)
dx
dy
= -(2xy + y
2
) →
) xy 2 x (
) y xy 2 (
dx
dy
2
2
+
+ −
·

5
8
d x
d y
2 y
1 x
− ·
·
·
Soal-soal
1.
Tentukan
dx
dy
dari :
i) x + y = sinxy
ii) xy = cos (x+y)
iii)
y = e
xy

iv) y = ln(xy)
2.
Tentukan nilai
dx
dy
pada titik (1,0) dari :
i)
3xy
2
+ e
x+y
= e
ii)
x
2
+ y
2
+ xy = 1
4.15 Turunan fungsi parameter
Fungsi parameter adalah fungsi yang mempunyai bentuk :

x = f(t) dan y = g(t) , dengan t adalah parameter (4.73)
Untuk menentukan turunan pertama atau dy/dx dari fungsi parameter, terlebih dahulu
kita tentukan dx/dt dan dy/dt. Serlanjutnya dy/dx dicari dengan rumus:
dt / dx
dt / dy
dx
dy
·
(4.74)
Soal-soal
Tentukan
dx
dy
dari fungsi parameter berikut :
1.
¹
¹
¹
'
¹
− ·
+ ·
2 2
3
) 4 t ( y
) 3 t ( x
3.
¹
'
¹
·
π − ·
t 2 c o s y
) t s i n ( x
31
2.
¹
¹
¹
'
¹
− ·
·
) 7 t 5 l n ( y
e x
t 2
4.
¹
¹
¹
¹
¹
'
¹

·
+
+
·
t
t 1
y
1 t
1 t
x
2
2
32

y

l1
A

l

B

Kemiringan garis l1 = m1 Kemiringan garis l = m

0

x h Gambar 4.3

x1

x

Jika f(x) kontinu pada selang [A,B] maka kita dapat mendekatkan titik B ke titik A dengan jalan memperkecil jarak antara x dan x1. Dalam bentuk limit hal tersebut dapat ditulis dalam bentuk :

x → x1

lim m1 = lim

f(x1 ) - f(x) x → x1 x1 − x

( 4.2 )

Persaman (4.2) adalah kemiringan garis l1 jika x mendekati x1. Jika kita perhatikan Gambar 4.3 maka kita dapat melihat bahwa kemiringan garis l1 jika x mendekati x1 adalah mendekati kemiringan garis l. Dalam bentuk limit dapat ditulis :

2

x → x1

lim m1 = lim

f(x1 ) - f(x) =m x → x1 x1 − x

Jadi :

m = lim

f(x1 ) - f(x) x1 − x x → x1
m = lim
h →0

( 4.3 )

Karena x1 – x = h, maka

f(x + h) - f(x) h

( 4.4 ) ( 4.5 )

f(x + ∆x) - f(x) m = lim ∆x ∆x →0 Jika dimisalkan h = ∆ x, maka Persamaan 4.3 s/d 4.5 adalah kemiringan garis l pada titik (x, f(x))

Contoh 4.1 Diketahui f(x) = 3x2 + 5 Tentukan kemiringan dan persamaan garis singgung yang melalui titik (a,a2) Penyelesaian : f(x + ∆x) - f(x) m = lim ∆x ∆x →0
= lim 3(x + ∆x)2 + 5 - 3x 2 − 5 3x 2 + 6x ∆x + 3(∆x)2 + 5 − 3x 2 − 5 = lim ∆x ∆x ∆x → 0 ∆x → 0
∆x → 0

= lim 6x + 3∆x = 6x Jadi m = 6x (*) Persamaan garis singgung : y = mx + n (**) Karena garis singgung melalui titik (a,a2) maka : persamaan (*) menjadi :m = 6a persamaan (**) menjadi : a2 = 6a2 + n. Sehingga n = -5a2 Persamaan garis singgung menjadi : y = 6ax – 5a2 4.2 Turunan Turunan adalah hasil dari proses differensiasi suatu fungsi. Untuk mendapatkan pengertian yang jelas dari turunan dan differensiasi perhatikan Gambar 4.4 berikut. Differensiasi dapat dimisalkan sebagai suatu mesin yang memproses masukan f(x) menjadi turunan f(x) atau f’(x).

f(x)

Differensiasi Gambar 4.4

f’(x)

Selanjutnya turunan didefinisikan sebagai kemiringan garis yang menyinggung kurva f(x) di titik (x,f(x)). Berdasarkan persamaan 4.3 dan Gambar 4.3 maka definisi turunan dapat ditulis dalam bentuk :

f' (x) = lim

f(x1 ) − f(x) x1 − x x →x1

, jika nilai limitnya ada

( 4.6 )

Jika persamaan 4.6 dapat dipenuhi berarti f(x) dapat didifferensiasikan (differensiable) pada x. Maka dikatakan f(x) mempunyai turunan pada x. Contoh 4.2 Jika f(x) = 2x2 + 5x – 7, tentukan f’(x), f’(c) dan f’(3) Penyelesaian :
3

lim ∆x ∆x ∆x →0 ∆x →0 ∆x →0 =f’(x) .3 Notasi turunan Pada pasal terdahulu kita telah menggunakan notasi turunan dengan lambang f’ yaitu lambang turunan dari suatu fungsi f yang diperkenalkan pertama kali oleh matematikawan Perancis Louis Lagrange (1646 – 1716). Jadi kita juga dapat menulis lambang turunan sebagai dy/dx.1 Turunan bilangan konstan Jika c suatu bilangan konstan dan y didefinisikan sebagai : y = f(x) = c Bukti : f(x) = c . 0 = 0 lim f(∆x + x) = lim f(x) lim f(x) = f(x) ∆x →0 Sehingga : ∆x →0 → ∆x →0 (terbukti) Sebaliknya jika f adalah fungsi yang kontinu pada x. Bukti : Pada uraian terdahulu telah dijelaskan bahwa suatu fungsi f dikatakan differensiable jika memenuhi persamaan 4.6.2 Jika n adalah sembarang bilangan bulat. yaitu : f(x + ∆x) − f(x) f(x + ∆x) − f(x) lim f ' (x) = lim ∆x ∆x ∆x →0 Jika : ∆x →0 ada. 4.5.7 ) f(x+∆ x) = c f(x + ∆x) − f(x) c−c dy = f' (x) = lim lim =0 dx ∆x ∆x →0 ∆x → 0 ∆ x = (terbukti) 4. maka : dy/dx = f’(x). dy/dz.5 Teorema-teorema 4. maka f(x + ∆x) − f(x) • ∆x ∆x f(x+∆ x)-f(x)= f(x + ∆x) − f(x) lim (f(x + ∆x) − f(x)) = lim . k adalah sembarang bilangan ril dan jika y didefinisikan sebagai : 4 . maka tidak secara otomatis f differensiable pada x.4 Differensiabilitas dan kontinuitas Jika f adalah fungsi yang differensiabel pada x maka f dikatakan kontinu pada x. maka dy = f' (x) = 0 dx ( 4. Selain notasi tersebut masih terdapat notasi lain yang sering digunakan yaitu notasi double “d”. 4. … dimana x dan z adalah peubah-peubah bebas dan y sebagai peubah tak bebas.f(x) = 2x2 + 5x – 7 f(x+∆ x) = 2(x+∆ x)2 + 5(x+∆ x) – 7 = 2x2 + 4x∆ x +2(∆ x)2 + 5x + 5∆ x – 7 f(x+∆ x) – f(x) = 4x∆ x + 2(∆ x)2 + 5∆ x f' (x) = lim f(x + ∆x) − f(x) 4x∆x + 2(∆x)2 + 5∆x = lim = lim 4x + 2∆x + 5 = 4x + 5 ∆x ∆x ∆x →0 ∆x →0 ∆x →0 Jadi : f' (x) = 4x + 5 f' (c) = 4c + 5 f ' (3) = 4(3) + 5 = 17 4. Hubungan antara notasi-notasi turunan yang disebut diatas adalah sebagai berikut : Jika terdapat suatu persamaan y = f(x).5.

4 Aturan perkalian Jika f dan g adalah dua buah fungsi dan h adalah fungsi yang didefinisikan sebagai : y = h(x) = f(x).3 Aturan penjumlahan Jika f dan g adalah dua buah fungsi dan h adalah fungsi yang didefinisikan sebagai : dy = f' (x) + g' (x) y = h(x) = f(x) + g(x) maka dx ( 4. 9 ) Bukti : h(x) = f(x) + g(x) h(x+∆ x) = f(x+∆ x) + g(x+∆ x) h(x + ∆x) − h(x) f(x + ∆x) + g(x + ∆x) − f(x) − g(x) lim = lim ∆x ∆x ∆x →0 h’(x) = ∆x →0 f(x + ∆x) − f(x) g(x + ∆x) + lim = f' (x) + g' (x) ∆x ∆x ∆x →0 = ∆x →0 (terbukti) lim Contoh 4.8 ) kx n knx n −1 ∆x kn(n − 1)x n −2 (∆x)2 k(n .1) ! ∆x n-1 kn ! ∆x n + + ++ + 0! 1! 2! (n − 1) ! n! dy f(x + ∆x) − f(x) = f ' (x) = lim = knx n −1 dx ∆x ∆x →0 (terbukti) Contoh 4.5.5.y = f(x) = kx maka Bukti : n f(x) = kx n f(x+∆ x) = k(x+∆ x) Dengan mengunakan teorema binomial didapat : n k(x+∆ x) = n dy = f' (x) = knx n −1 dx ( 4.g(x) maka Bukti : dy = f' (x)g(x) + f(x)g' (x) dx (4.4 6 -3 Diketahui y = 5x + 2x dy Tentukan dx Penyelesaian : 6 -3 f(x) = 5x g(x) = 2x 5 -4 f’(x) = 30x g’(x) = -6x dy = 5 -4 dx f’(x) + g’(x) = 30x – 6x 4.3 7 Tentukan turunan pertama dari f(x) = 5x Penyelesaian : dy = f' (x) = (5)(7)x 7 −1 = 35x 6 dx 4.10) 5 .

g(x) lim ∆x.14x – 12x 4.g(x)  x ∆ → x 0      - g(x).g(x + ∆x).g(x) lim ∆x ∆x →0 g(x + ∆x) − g(x) f(x + ∆x) − f(x) lim f(x + ∆x) lim g(x) ∆x ∆x = ∆x →0 + ∆x →0 = f(x).g(x) ∆x h’(x) = ∆x →0 lim = f(x + ∆x).g(x) .5.f(x) + f(x).g’(x) + g(x). h(x+∆ x) = g(x + ∆x) f(x + ∆x) f(x) − h(x + ∆x) − h(x) g(x + ∆x) g(x) lim = lim ∆x ∆x ∆x → 0 h’(x) = ∆x → 0 g(x).g(x) + g’(x).g(x + ∆x) − f(x + ∆x).g(x)  x ∆ → x 0      = = x  f(x + ∆ ) − f(x)    ∆ x lim g(x)  g(x + ∆ ).g(x + ∆x) − f(x). f(x) [g(x)]2 (terbukti) 6 .g(x + ∆x).∆x →0 ∆x.f(x) = (15x4-4x-3)(7x+3) + (3x5 + 2x-2)(7) 5 -2 5 -2 = 105x -28x +45x4 – 12x-3 +21x + 14x 5 4 -2 -3 = 126x + 45x .g(x) + f(x + ∆x).g(x) x  g(x + ∆ ) − g(x)    ∆ x lim f(x)  g(x + ∆ ).g(x) = ∆x →0 g(x).g(x) = ∆x →0 lim = ∆x →0 lim g(x) f(x + ∆x) − f(x) g(x + ∆x) − g(x) lim f(x) ∆x.f(x + ∆x) − f(x).11) Bukti : f(x) f(x + ∆x) h(x) = g(x) .5 Aturan pembagian Jika f dan g adalah dua buah fungsi dan h adalah fungsi yang didefinisikan sebagai : dy f ' (x)g(x) − f(x)g' (x) f(x) = dx [g(x)]2 y = h(x) = g(x) maka (4.g(x) − g(x + ∆x).g(x + ∆x).f’(x) (terbukti) Contoh 4. f' (x) − g' (x).f(x) ∆x.f(x + ∆x) − g(x + ∆x).5 5 -2 Diketahui y = (3x + 2x )(7x+3) dy Tentukan dx Penyelesaian : 5 -2 f(x) = 3x + 2x g(x) = 7x+3 4 -3 f’(x) = 15x – 4x g’(x) = 7 dy dx = f’(x).g(x) − f(x).f(x + ∆x).g(x + ∆x).

f(t) = at – bt + 7 6.6 Turunan fungsi komposisi dy dy du = dx du dx Jika y = f(u) dan u = g(x) maka (4.g(x) − f(x). lim = dx ∆x → 0 ∆u du dx (terbukti) ∆x → 0 ∆x Persamaan 4.7 dy 3 Tentukan dx jika y = (4x3 + 5x2 – x + 4) Penyelesaian : Misal u = 4x3 + 5x2 – x + 4 y = u3 du dy = 12x 2 + 10x − 1 = 3u2 dx du dy dy du = = 3u2 (12x 2 + 10x − 1) dx du dx = 3(12 x 2 + 10 x − 1)( 4x 3 + 5x 2 − x + 4)2 Soal-soal Tentukan turunan pertama dari fungsi-fungsi berikut ! 5   4x 1   4x . u = g(x) ∆ u= g(x+∆ x) – g(x) → g(x+∆ x) = g(x) + ∆ u = u + ∆ u Jadi ∆ u → 0 maka ∆ x → 0 y = f(g(x)) ∆ y = f(g(x+∆ x)) – f(g(x)) f(g(x + ∆x)) − f(g(x)) ∆u ∆y f(g(x + ∆x)) − f(g(x)) = = ∆x ∆u ∆x ∆x f(u + ∆u) − f(u) ∆u dy ∆y f(u + ∆u) − f(u) ∆u ∆y = lim = lim = ∆u ∆x dx ∆u ∆x → ∆x → 0 ∆x ∆x →0 ∆x dy f(u + ∆u) − f(u) ∆u dy du = lim .6 2x 4 − 3x 2 4x Tentukan h’(x) jika h(x) = Penyelesaian : f(x) = 2x4 – 3x2 f’(x) = 8x3 – 6x 3 g(x) = 4x g’(x) = 12x2 f ' (x).Contoh 4.5.12) Bukti : Jika y = f(u) dan u = g(x) maka y = f(g(x)).3x   5 + x  2   1. Fungsi tersebut mempunyai bentuk komposisi dan dapat ditulis sebagai (fog)(x).g' (x) [g(x)] 2 = (8x 3 − 6x)( 4x 3 ) − (2x 4 − 3x 2 )(12 x 2 ) (4x 3 )2 3 h’(x) = 32 x 6 − 24 x 4 − 24 x 6 + 36 x 4 8 x 6 + 12 x 4 2 x 2 + 3 = 2 16 x 6 16 x 6 = = 4x 4.12 disebut aturan rantai Contoh 4. f(x) =  7 .

2x + 3  5.14) du = f ' (x) dx Jika y = f(x) = cos x maka Bukti : dy f(x + ∆x) − f(x) cos( x + ∆x) − cos x = f' (x) = lim = lim dx ∆x ∆x ∆x →0 ∆x →0 = lim ∆x → 0 cos x cos ∆x − sin x sin ∆x − cos x ∆x dy = f ' (x) = − sin x dx (4.13) = lim = sin x(cos ∆x − 1) + cos x sin ∆x ∆x ∆x → 0 (cos ∆x − 1) sin ∆x   lim sin x + cos x ∆x ∆x   ∆x → 0  cos ∆x − 1 sin ∆x = sin x lim + cos x lim ∆x ∆x → 0 ∆x → 0 ∆x = (sinx)(0) + (cosx)(1) = cosx (terbukti) Jika y = sin u dan u = f(x) maka Bukti : dy = cos u du y = sin u u = f(x) dy dy du du = = cos u dx du dx dx (terbukti) dy du = cos u dx dx (4. g(x) =  -5 3 2 7.15) 8 . v(t) = 3 (ct − d)3 7   4x . f(x) = 3x + 5x 2 x  x + 2   3. w(x) =  10.2. h(w) = w + c (at 2 − bt )2 1  4x  5 + x   4.6 Turunan fungsi-fungsi trigonometri Jika y = f(x) = sin x maka Bukti : dy f(x + ∆x) − f(x) sin(x + ∆x) − sin x = f' (x) = lim = lim dx ∆x ∆x ∆x → 0 ∆x → 0 = lim sin x cos ∆x + cos x sin ∆x − sin x ∆x ∆x → 0 dy = f' (x) = cos x dx (4. h(x) = 2 9. g(t) = t (2t + 3 )2 t-3 4. g(t) = (at2+bt+c)2(3at–7)5 b − aw2 8.

= lim ∆x → 0 cos x(cos ∆x − 1) − sin x sin ∆x ∆x = (cos ∆x − 1) sin ∆x   lim cos x − sin x ∆x ∆x   ∆x → 0  cos ∆x − 1 sin ∆x − sin x lim ∆x ∆x → 0 ∆x = cos x lim ∆x → 0 = (cosx)(0) .(sinx)(1) = -sinx (terbukti) Jika y = cos u dan u = f(x) maka Bukti : dy = − sin u du y = cos u u = f(x) dy dy du du = = − sin u dx du dx dx (terbukti) Contoh 4.16) du = f ' (x) dx dy Jika y = sin(π -2x). tentukan dx Penyelesaian : Misal u = sin 2x v = cos 3x du dv = 2 cos 2x = −3 sin 3x dx dx dy du dv = .8 dy du = − sin u dx dx (4.2x y = sin u du dy = −2 = cos u dx du dy dy du = = (cos u)(−2) = −2 cos( π − 2x) dx du dx Contoh 4.sin dx du dx 2 2 2 cos Contoh 4.9 x dy 2 tentukan dx Jika y = Penyelesaian : x 2 Misal u = y = cos u du dy = 1/2 = − sin u dx du dy dy du 1 1 x = = (− sin u)( ) = .v + u = (2 cos 2x)(cos 3x) + (sin 2x)(−3 sin 3x) dx dx dx 9 .10 dy Jika y = sin2x cos3x. tentukan dx Penyelesaian : Misal u = π .

dy dx dx = 2 dx v 1 dy = f' (x) = sec 2 x dx (4. sin 4x cos 2 4x Jika y = f(x) = tan x maka Bukti : sin x y = tan x = cos x u = sin x du = cos x dx du dv . tentukan dx Jika y = Penyelesaian : Misal u = sin 3x v = cos 4x du dv = 3 cos 3x = −4 sin 4x dx dx du dv .v − u.v − u. sin 3x Contoh 4.17) u = f(x) dy dy du du = = (sec2 u) dx du dx dx (terbukti) Contoh 4.11 sin 3x dy cos 4x .= 2 cos 2x. cos 4x + 4 sin 3x. tentukan dx Penyelesaian : Misal u = 3x y = 5 tan u du dy =3 = 5 sec2 u dx du 10 . cos 3x − 3 sin 2x.12 du = f ' (x) dx dy Jika y = 5 tan 3x. dy dx dx = (3 cos 3x)(cos 4x) − (sin 3x)(−4 sin 4x) = 2 dx v (cos 4x)2 = 3 cos 3x.16) v = cos x dv = − sin x dx (cos x)(cos x) − (sin x)( − sin x) cos 2 x + sin 2 x = (terbukti) (cos x)2 = cos 2 x = cos x 2 = sec2 x Jika y = tan u maka Bukti : dy = sec2 u du y = tan u dy du = (sec2 u) dx dx (4.

dy dx dx = 2 dx v − 1 sin x 2 dy = f' (x) = − csc 2 x dx (4.dy dy du = = (5 sec2 u)(3) = 15 sec2 u = 15 sec2 3x dx du dx Jika y = f(x) = cot x maka Bukti : cos x y = cot x = sin x u = cos x du = − sin x dx du dv .18) v = sin x dv = cos x dx (− sin x)(sin x) − (cos x)(cos x) − (sin 2 x + cos 2 x) = (sin x)2 = sin 2 x = − csc2 x = (terbukti) Jika y = tan u maka Bukti : dy = − csc2 u du y = cot u dy du = (− csc 2 u) dx dx (4.19) u = f(x) dy dy du du = = (− csc2 u) dx du dx dx (terbukti) Contoh 4.13 1 1 dy cot x 2 3 . tentukan dx Jika y = Penyelesaian : 1 1 x cot u 3 Misal u = y= 2 du 1 dy 1 = = − csc2 u dx 3 du 2 dy dy du 1 1 1 1 1 = = (− csc2 u)( ) = − csc2 u = − csc2 x dx du dx 2 3 6 6 3 du = f ' (x) dx Jika y = f(x) = sec x maka Bukti : 1 cos x y = sec x = u=1 du =0 dx dy = f' (x) = sec x tanx dx (4.v − u.20) v = cos x dv = − sin x dx 11 .

23) u = f(x) dy dy du du = = (− csc u cot u) dx du dx dx (terbukti) Contoh 4.x) dx du dx 3 3 3 12 . dy (0)(cos x) − (1)( − sin x) dx = dx 2 dx (cos x)2 v = = sin x = sec x tanx cos2 x (terbukti) Jika y = sec u maka Bukti : dy = sec u tanu du y = sec u dy du = (sec u tanu) dx dx (4.v − u.du dv .15 1 dy csc( π − x) 3 Jika y = .22) u=1 v = sin x du dv =0 = cos x dx dx du dv . tentukan dx Penyelesaian : 1 csc u Misal u = π -x y= 3 du = f ' (x) dx du dy 1 = −1 = − csc u cotu dx du 3 dy dy du 1 1 1 = = (− csc u cotu)(−1) = csc u cotu = csc(π − x) cot(π .v − u. dy (0)(sin x) − (1)(cos x) − cos x dx dx = = − csc x cotx 2 2 2 dx (sin x) v = = sin x (terbukti) Jika y = csc u maka Bukti : dy = − csc u cotu du y = csc u dy du = (− csc u cotu) dx dx (4.21) u = f(x) dy dy du du = = (sec u tan u) dx du dx dx (terbukti) du = f ' (x) dx Jika y = f(x) = csc x maka Bukti : 1 sin x y = csc x = dy = f' (x) = − csc x cotx dx (4.

25) → dy = du 1 1−u 2 du dx (terbukti) Contoh 4. tentukan dx Penyelesaian : 1 3 − x arcsin u 3 Misal u = y= 8 du 1 =− dx 3 dy 3 = du 8 1 1 − u2 13 . g(t) = 2 3. g(t) = sin t cos2t sin 3t 4.Soal-soal Tentukan turunan pertama dari fungsi-fungsi berikut ! x π π sin( − ) csc 4 ( − x) 2 3 3 1. h(w) = at 2 − sin 2t 9.7 Turunan fungsi-fungsi trigonometri invers dy = f' (x) = dx 1 1 − x2 Jika y = f(x) = arcsin x maka Bukti : (4. f(x) = cos 2 7. f(x) = π x 1 ( − ) sin 2t cos πt 3 2.24) dy 1 dy dx = = =1 cos y dx dx y = arcsinx → sin y = x → → dx Selanjutnya perhatikan segitiga berikut ini ! cos y sin y = x cos y = 1 − x dy 1 = dx 1 − x2 (terbukti) 2 1 x y 1 − x2 Jika y = arcsin u dan u = f(x) Bukti : y = arcsin u dy dy du = . w(x) = 3 sin( aw − π) cos( π − bw) 8. f(x) = 6. g(x) = tan x 4.16 3 1 dy arcsin( − x) 3 Jika y = 8 . = dx du dx maka 1 1 − u2 dy = dx 1 1 −u 2 du dx (4. v(t) = cos(b − t) sec 5 ( x π − ) 2 3 10. h(x) = cot3x 5.

=− dx du dx 1 − u2 dx (terbukti) Contoh 4.27) dy 1 =− du 1 − u2 y = arccos u → dy dy du 1 du = .28) dy 1 = dx sec2 y dy dx = =1 y = arctanx → tan y = x → sec2y dx dx Selanjutnya perhatikan segitiga berikut ini ! tan y = x 14 → .17 dy Jika y = −3 arccos 2x .26) dy 1 =− sin y → dx y = arccosx → cos y = x → Selanjutnya perhatikan segitiga berikut ini ! cos y = x sin y = 1 − x dy 1 =− dx 1 − x2 (terbukti) 2 − sin y dy dx = =1 dx dx 1 1 − x2 y x Jika y = arccos u dan u = f(x) Bukti : maka dy 1 du =− dx 1 − u2 dx (4.dy dy du 3 1 = = dx du dx 8 1 − u2  1 − 3  = −   1 8 1− 1 2 x 9 Jika y = f(x) = arccos x maka Bukti : dy 1 = f ' (x) = − dx 1 − x2 (4. tentukan dx Penyelesaian : Misal u = 2x y = −3 arccos u dy 1 =3 du 1 − u2 dy dy du 1 6 = =3 (2) = 2 dx du dx 1−u 1 − 4x2 du =2 dx Jika y = f(x) = arctan x maka Bukti : dy 1 = f' (x) = dx 1 + x2 (4.

sec2 y = dy = dx 1 1 − x2 1 + x2 x 1 − x2 (terbukti) y 1 Jika y = arctan u dan u = f(x) maka dy 1 = 2 Bukti : y = arctan u → du 1 + u dy 1 du = dx 1 + u2 dx (4.31) 15 . = dx du dx 1 + u2 dx (terbukti) Contoh 4.29) dy dy du 1 du = .18 3 1 dy arctan x 3 .30) dy 1 dy dx =− = =1 dx csc2 y y = arccotx → cot y = x → -csc y dx dx → Selanjutnya perhatikan segitiga berikut ini ! cot y = x 2 csc2 y = 1 + x 1 + x2 1 dy 1 =− dx 1 + x2 (terbukti) y x Jika y = arccot u dan u = f(x) maka dy 1 =− du 1 + u2 Bukti : y = arccot u → dy 1 du =− dx 1 + u2 dx (4. tentukan dx Jika y = 5 Penyelesaian : 3 1 x arctan u Misal u = 3 y= 5 du 1 = dx 3 dy 3 1 = du 5 1 + u2 dy dy du 3 1  1  1 = = = 2 3 1 dx du dx 5 1 + u   5(1 + x2 ) 9 Jika y = f(x) = arccot x maka Bukti : dy 1 = f' (x) = − dx 1 + x2 2 (4.

33) (terbukti) Contoh 4. tentukan dx Penyelesaian : Misal u = 3x y = 2 arccot u dy 1 du = −2 =3 du dx 1 + u2 dy dy du 1 6 = = −2 (3) = − 2 dx du dx 1+u 1 + 9x2 dy 1 = f' (x) = dx x x2 − 1 (4. tentukan dx Penyelesaian : π −x Misal u = 2 y = arcsec u ( du = −1 dx dy 1 = du u u2 − 1 16 .20 π dy − x) 2 Jika y = arcsec .19 dy Jika y = 2 arccot 3x. =− dx du dx 1 + u2 dx (terbukti) Contoh 4. = 2 dx du dx dx u u −1 (4.dy dy du 1 du = .32) dy 1 dy dx =− = =1 dx sec y tan y dx dx Bukti : y = arcsecx → sec y = x → secy tany → Selanjutnya perhatikan segitiga berikut ini ! sec y = x 2 sec y tan y = x x −1 Jika y = f(x) = arcsec x maka x dy 1 =− dx x x2 − 1 (terbukti) y x2 − 1 1 dy 1 du = 2 dx dx u u −1 Jika y = arcsec u dan u = f(x) maka Bukti : dy 1 = du u u2 − 1 y = arcsec u → dy dy du 1 du = .

=− dx du dx u u2 − 1 dx dy 1 du =− dx u u2 − 1 dx (4.21 Jika y = arccsc Penyelesaian : Misal u = (x − π 2 π dy ) 2 .34) dy 1 dy dx =− = =1 dx csc y cot y y = arccscx → csc y = x → -csc y cot y dx dx → Selanjutnya perhatikan segitiga berikut ini ! csc y = x 2 csc y cot y = x x −1 x dy 1 =− dx x x2 − 1 (terbukti) y x2 −1 1 Jika y = arcsec u dan u = f(x) maka Bukti : dy 1 =− du u u2 − 1 y = arccsc u → dy dy du 1 du = .8 Turunan fungsi Eksponen 17 .35) (terbukti) Contoh 4. y = arctan x – sin 3x 4. tentukan dx x− y = arccsc u dy 1 =− du u u2 − 1 du =1 dx dy dy du 1 1 = =− (1) = − 2 dx du dx π π u u −1 (x − ) (x − )2 − 1 2 2 Soal-soal Carilah turunan pertama dari soal-soal berikut ! cos 2x y= arccos x 1. y = -3 arccos 4x 4.dy dy du 1 1 = = (−1) = − dx du dx u u2 − 1 π π ( − x) ( − x)2 − 1 2 2 Jika y = f(x) = arccsc x maka Bukti : dy 1 = f' (x) = − dx x x2 − 1 (4. y = arcsin(π -x) 3. 2.

36) x  lim 1 +  x n e didefinisikan sebagai n → ∞  Dengan menggunakan teorema binomial didapat : n 0 1 2 3 x  1n  x  n.1n − 1  x  n(n − 1).22 Jika y = − 2e Penyelesaian : Misal : u = a – bx du dx = -b a −bx Jika y = e u dy du = eu dx dx (4.Jika y = f(x) = e Bukti : x maka dy = f ' (x) = x dx e n (4.1n −3  x  1+  + + +    n  n  n  +  n 1! 2! 3!        = 0!  n  n x  (1 − 1 / n) 2 (1 − 1 / n)(1 − 2 / n) 3 1+ x + x + x + 1 + n    = 2! 3! n (1 − 1 / n) 2 (1 − 1 / n)(1 − 2 / n) 3   x  lim 1 + x + x + x +  lim 1 +  2! 3! n  n→ ∞  =n → ∞  e = x 1+x + x2 x3 + + 2! 3 1 +1 + 1 1 1 1 + +  = 1 +1 + + + 2! 3 2! 3! 2 3 (4. tentukan dx dy = (ea − bx )(−b) = −bea − bx dx 4.38) Sehingga : e = x Jika y = f(x) = e dy f(x + ∆x) − f(x) ex + ∆x − ex ex (e∆x − 1) = f' (x) = lim = lim = lim ∆x ∆x ∆x ∆x →0 ∆x →0 ∆x →0 Maka dx Karena ex = 1+x + x2 x3 ∆x2 ∆x3 + + ∆x + + + ∆x 2! 3 2! 3 .9 Turunan fungsi logaritma 18 . maka e – 1 =   ∆x ∆x2 ex (e∆x − 1) lim ex 1 + + +  = ex 2! 3 ∆x →0   ∆x   Sehingga ∆x → 0 = (terbukti) lim dan u = f(x) maka dy = eu u du Bukti : y = e du = f ' (x) dx u = f(x) dy dy du du = = eu dx du dx dx (terbukti) Contoh 4.39) dy . 1n −2  x  n(n − 1)(n − 2).37) (4.

23 Jika y = e2x du = f ' (x) dx 1 dy x ln 3 tentukan dx u=e du = 2e2x dx 2x Penyelesaian : Misal : 1 x v = ln 3 dv 1 = dx x dy du dv 1 1 1 1  = .Jika y = f(x) = ln x maka Bukti : y = f(x) = ln x dy 1 = f ' (x) = dx x (4.40) ∆x   ln1 + dy f(x + ∆x) − f(x) ln(x + ∆x) − ln x x    = f ' (x) = lim = lim = lim dx ∆x ∆x ∆x ∆x → 0 ∆x → 0 ∆x → 0 = lim 1 ∆x  1 x ∆x    1 ∆  ∆x x  ln1 + lim ln  + 1  = = x lim ∆x ln1 + x  = = x  ∆x →0 ∆x  ∆x →0 x ∆x → x    0   x Berdasarkan teorema binomial maka :  1 + x    Jadi : 1 lim ln x ∆ → x 0 x ∆x  ∆x  x  ∆x −1  ∆x   ∆x 1  x     + = +  0! 1! x 1 ∆x x  x  x  ∆x − 2  ∆x   ∆x   ∆x − 11  x       2! x 2 +  1  + x    x ∆ ∆ x x x x   2 1 x x  x  ∆ − ∆   x  x  ∆ −2 ∆   x  1 x 1 x ∆  x  ∆ ∆ −1 x  1 ∆  x 1 x   +  x  x    + = lim ln  + x ∆ → 1! 2! x 0  0!        1 lim ln x ∆x →0  x  ∆x  ∆x 1  1 = lim ln  + 1 + 1  + x   x ∆x →0     ∆x   1  − x    + 2!  ∆x  2∆x   1 1   − x  − x     +   3!   = 1 1 1 1 1   1 ln 1 + 1 + + +  = ln e = (1) = x 2! 3! x x   x (terbukti) Jika y = ln u dan u = f(x) maka dy 1 = du u Bukti : y = ln u dy 1 du = dx u dx (4. = 2e2x ln x + e2x = e2x 2 ln x +  dx dx dx 3 x 3 x  19 .v + u.41) u = f(x) dy dy du 1 du = = dx du dx u dx (terbukti) Contoh 4.

y = xe3x 2. y = 3x2 2e− 3x 4. y = ln 4x x x ln 5x − ex 10. y = 3 3.Jika y = f(x) = log x maka Bukti : a y = log x → ay = x a 1 dy = f ' (x) = (ln a) x dx (4. y = x3 ln2x 2 ln 3x 6. y = 5 − 6x x3ea −bx log 4x 4.24 dy Jika y = 7log(3-5x) tentukan dx du = −5 dx Penyelesaian : Misal : u = 3 – 5x → dy 1 du −5 = = dx (ln a) u dx (ln 7)(3 − 5x) Soal-soal Tentukan turunan pertama dari fungsi-fungsi berikut ! x2 ln 3x 1 4x 1.43) dy dy du 1 du = . y = 5.10 Turunan fungsi hiperbolik Jika y = f(x) = sinhx maka dy = f ' (x) = dx coshx (4. y = e3 −2x ex ln x x(ln 4x + ex ) e2x 3 5log( 1 − x) 8.42) 1 ln x ln a y ln a = ln x → y = dy 1 = dx (ln a)x (terbukti) Jika y = log u dan u = f(x) maka Bukti : dy 1 = a du (ln a)u y = log u → a dy 1 du = dx (ln a)u dx (4. dx du dx (ln a)u dx (terbukti) Contoh 4. y = 9. = . y = e e3 7.44) Bukti : 1 x (e − e− x ) 2 y = f(x) = sinhx = dy 1 x = f' (x) (e + e− x ) dx 2 = = coshx (terbukti) 20 .

25 1 dy x Jika y = 3 sinh 5 . = cosh u dx du dx dx (terbukti) Contoh 4.26 dy Jika y = cosh (1-2x).45) dy dy du du = . tentukan dx Penyelesaian : Misal : u = 1-2x du = −2 dx y = cosh u dy = sinh u du dy dy du = = (sinh u)(-2 ) = −2 sinh( 1 − 2 x ) dx du dx 21 .47) dy dy du du = .Jika y = sinh u dan u = f(x) maka Bukti : dy = cosh u y = sinh u → du dy du = dx cosh u dx (4. tentukan dx Penyelesaian : 1 x Misal : u = 5 y = 3 sinh u du 1 dy = = 3 cosh u dx 5 du dy dy du 1 3 1 = = (3 cosh u)( ) = cosh x dx du dx 5 5 3 Jika y = f(x) = coshx maka Bukti : 1 x (e + e− x ) y = f(x) = coshx = 2 dy = f ' (x) = dx sinhx (4.46) dy 1 x = f' (x) (e − e− x ) dx 2 = = sinhx (terbukti) Jika y = cosh u dan u = f(x) maka Bukti : dy = sinh u y = cosh u → du dy du = dx sinh u dx (4. = sinh u dx du dx dx (terbukti) Contoh 4.

49) dy dy du du = . tentukan dx Penyelesaian : Misal : u = a+bx y = tanh u du dy =b = sec h 2 u dx du dy dy du = = (sec h2 u)(b) = b sec h2 (a + bx) dx du dx Jika y = f(x) = cothx maka Bukti : cosh x y = f(x) = cothx = sinh x dy = f ' (x) = dx -csch2 x (4.48) (cosh x)(cosh x) − (sinh x)(sinh x) cosh 2 x − sinh 2 x dy = = f' (x) (cosh x)2 cosh 2 x dx = 1 = sec h2x 2 = cosh x (terbukti) Jika y = tanh u dan u = f(x) maka Bukti : dy = sec h2 u du y = tanh u → dy du = dx sech2 u dx (4. = − csc h 2u dx du dx dx (terbukti) 22 .51) dy dy du du = . = sec h 2u dx du dx dx (terbukti) Contoh 4.Jika y = f(x) = tanhx maka Bukti : sinh x cosh x y = f(x) = tanhx = dy = f ' (x) = dx sech2 x (4.50) (sinh x)(sinh x) − (cosh x)(cosh x) sinh 2 x − cosh 2 x dy = = f' (x) (sinh x)2 sinh 2 x dx = −1 = − csc h2x sinh2 x = (terbukti) Jika y = coth u dan u = f(x) maka dy = − csc h2 u du Bukti : y = tanh u → dy du = 2 dx dx .27 dy Jika y = tanh (a+bx).csch u (4.

dy dx = dx 2 dx v − sinh x 2 = cosh x = = .28 dy Jika y = coth (a+bt).54) Bukti : 1 sinh x y = f(x) = sechx = 23 . = − tanh u sech u dx du dx dx (terbukti) Contoh 4.53) dy dy du du = . tentukan dt 1 1 − x Misal : u = 3 5 y = 2 sech u du 1 dy =− = − tanh u sechu dx 5 du dy dy du 1 2 1 1 1 1 = = (−2 tanh u sechu)(.tanhx sechx (terbukti) Jika y = sech u dan u = f(x) maka dy = − tanh u sec h u Bukti : y = sech u → du dy du = dx .) = tanh( − x) sech( − x) dt du dt 5 5 3 5 3 5 dy = f ' (x) = y = f(x) = cschx maka dx -csch x cothx (4.tanhu sechu dx (4.52) du =0 dx dv = sinh x dx (0)(cosh x) − (1)(sinh x) (cosh x)2 V = coshx → du dv . tentukan dt Penyelesaian : Misal : u = a+bt y = coth u du dy =b = − csc h 2 u dt du dy dy du = = (− csc h2 u)(b) = −b csc h2 (a + bt) dt du dt dy = f ' (x) = Jika y = f(x) = sechx maka dx -csch2 x 1 cosh x Bukti : y = f(x) = sechx = Misal u = 1 → (4.v − u.29 Jika y = 2sech Penyelesaian : ( 1 1 dy − x) 3 5 .Contoh 4.

cothx cschx (terbukti) Jika y = csch u dan u = f(x) maka Bukti : dy = − coth u csc h u y = csch u → du dy du = dx dx . y = coth( 1 + 2x) e−ax 7. = − coth u csch u dx du dx dx (terbukti) Contoh 4.Misal u = 1 → du =0 dx dv = cosh x dx (0)(sinh x) − (1)(cosh x) (sinh x)2 V = sinhx → du dv . y = 1 3 x csch(x .56) ln x + ( +1) 24 .bx) Jika y = f(x) = sinh-1x maka Bukti : y = f(x) = sinh-1x = dy = f ' (x) = dx x 2 1 x2 + 1 (4.55) dy dy du du = . y = emx cosh2x 5.1) 9. y = sinh(2-3x) 2.11 Turunan fungsi hiperbolik invers 2 ax 2 + bx + c 6. y = sec h 2x sec h3x ln( 4 − 5x) 8.30 Jika y = -3csch Penyelesaian : ( 1 1 dy + x) 5 2 . tentukan dt 1 1 + x Misal : u = 5 2 y = -3 csch u du 1 dy = = 3 coth u cschu dx 2 du dy dy du 1 3 1 1 1 1 = = (3 coth u cschu)( ) = coth( + x) sech( + x) dt du dt 2 2 5 2 5 2 Soal-soal Tentukan turunan pertama dari fungsi-fungsi berikut ! 1. y = cosh(a2x – b) 3.v − u.cothu cschu (4. y = ln(2-x) tanh3x 4. y = x sinh5x 4. y = e x csch(a . dy dx dx = 2 dx v − cosh x 2 = sinh x = = . y = 5 1 3 10.

dy = dx 1+ x x2 + 1 + x x +1 2 x2 + 1 = x + x2 + 1 .59) 1 u2 − 1 du dx dy dy du = . x>1 (4. = dx du dx u −1 .58) ln x + ( −1) x2 − 1 + x x2 − 1 . = dx du dx dy = dx 1 u2 + 1 du dx (4.31 1 dy x Jika y = -3sinh 2 . tentukan dx Penyelesaian : 3 x Misal : u = 4 y = cosh-1u 25 .57) → dy = du 1 1 u2 + 1 du dx u2 + 1 (terbukti) Contoh 4. x > 1 (terbukti) Jika y = cosh-1 u dan u = f(x) maka Bukti : y = cosh-1 u → dy = du 1 2 dy = dx 1 u2 − 1 du dx . 1 x + x +1 2 = 1 x + 1 (terbukti) 2 Jika y = sinh-1 u dan u = f(x) maka Bukti : y = sinh-1 u dy dy du = . u > 1 (terbukti) Contoh 4.u>1 (4. x+ 1 x2 − 1 = 1 x2 − 1 .32 3 dy x Jika y = cosh-1 4 . tentukan dt Penyelesaian : 1 x Misal : u = 2 y = -3 sinh-1u -1 dy 1 = −3 du u 2 +1 dy dy du 1 1 −3 = = (−3 )( ) = 2 dt du dt 1 2 u +1 2 2 x +1 4 du 1 = dx 2 1 x 2 Jika y = f(x) = cosh-1x maka Bukti : y = f(x) = cosh-1x = dy = dx 1+ x x2 − 1 = x + x2 − 1 dy = f ' (x) = dx x 2 −1 .

1 y = tanh-1u dy 1 du = =2 du 1 − u2 dx dy dy du 1 2 = =( )(2) = 2 dx du dx 1−u 1 − (2x − 1)2 1 dy = f ' (x) = 1 − x2 . 1 x >1 (terbukti) u >1 Jika y = coth-1 u dan u = f(x) maka dy 1 = du 1 − u2 -1 Bukti : y = tanh u → dy dy du 1 du = . =− = 2 x +1 2 dx 2 (x − 1) x − 1 1 − x2 . (terbukti) du dy = 2 dx dx 1−u . (4. x >1 -1 Bukti : y = f(x) = tanh x = 2 x − 1 -1 x >1 (4. = dx 2 (1 − x)2 1 + x 1 − x2 x <1 (4. x <1 (terbukti) Jika y = tanh u dan u = f(x) maka (4. x <1 Bukti : y = f(x) = tanh-1x = 2 1 − x dy 1 2 1−x 1 = .60) .62) dy 1 −2 x −1 1 1 = .63) 26 . = 2 dx dx du dx 1 − u .61) dy 1 = du 1 − u2 Bukti : y = tanh-1 u → dy dy du 1 du = .33 -1 1 du dy = 2 dx dx 1−u . tentukan dx Penyelesaian : Misal : u = 2x . Jika y = f(x) = coth x maka dx 1 x +1 ln . u <1 dy Jika y = tanh-1(2x-1). Jika y = f(x) = tanh-1x maka dx 1 1+x ln . u <1 (terbukti) Contoh 4.du 3 = dx 4 dy dy du = =( dt du dt dy = du 1 u2 − 1 1 u2 − 1 3 )( ) = 4 3 4 9 2 x +1 16 1 dy = f ' (x) = 1 − x2 . = dx du dx 1 − u2 dx u >1 .

0 < u < 1 (terbukti) Contoh 4.65) dy dy du = . 0 <u<1 (4.64) . x 0 < x <1 (4. =− dx du dx du dx 1 − u2 . tentukan dx Penyelesaian : Misal : u = 1-x y = 2 sech-1u -1 du = −1 dx dy dy du = = (− dx du dx dy =− du 2 u 1 − u2 2 u 1 − u2 2 (1 − x) 1 − (1 − x)2 )( −1) = Jika y = f(x) = csch-1x maka Bukti : y = f(x) = csch-1x = dy =− dx 1 x 1 + x2 1 dy − = f ' (x) = x 1 + x2 dx (4.67) 27 .35 dy Jika y = -2 sech (1-x). tentukan dx Penyelesaian : Misal : u = 2-3x y = 3 tanh-1u dy 3 du = = −3 du 1 − u2 dx dy dy du 3 9 = =( )( −3) = − 2 dx du dx 1−u 1 − (2 − 3x)2 Jika y = f(x) = sech-1x maka Bukti : y = f(x) = sech-1x = dy =− dx 1 x 1 − x2 ln 1 dy = f ' (x) = − x 1 − x2 .34 dy Jika y = 3 coth-1(2-3x).66) ln 1 + 1 + x2 x (terbukti) Jika y = csch-1 u dan u = f(x) maka dy − = dx u 1 + u2 dx 1 du (4.Contoh 4. 0 < x < 1 (terbukti) Jika y = sech-1 u dan u = f(x) maka Bukti : y = sech-1 u → dy =− du 1 1 u 1 − u2 1 du dy = − dx u 1 − u2 dx . 0 < x < 1 dx 1 + 1 − x2 .

y = sinh-1(cosx) 4. Secara umum jika turunan ke (n1) differensiable maka kita dapat menentukan turunan ke n dari fungsi tersebut.37 Tentukan turunan pertama sampai dengan turunan keempat dari f(x) = (x2-4)3 Penyelesaian : n dy = f ' (x) = 3(x2 − 4)2(2x) = 6x(x2 − 4)2 dx d2y dx dx dx 2 = f ' ' (x) = 6(x2 − 4)2 + 6x(4x)(x2 − 4) = 6(x2 − 4)2 + 24 x2(x2 − 4) = f' ' ' (x) = 24 x(x2 − 4) + 48 x(x2 − 4) + 48 x3 = 120 x3 − 288 x = f (4)(x) = 360 x2 − 288 d3y 3 d4y 4 Soal-soal Tentukan turunan kedua dari fungsi-fungsi : x 1. y = x2 coth-1x -1 2. tentukan dx Penyelesaian : Misal : u = sinx du = cos x dx dy dy du = = (− dx du dx y = csch-1u dy =− du 1 1 u 1 + u2 cos x sin x 1 + sin 2 x u 1 +u 2 )(cos x) = − Soal-soal Tentukan turunan pertama dari fungsi-fungsi : 1. y = sech-1(x sinx) -1 3. 2 3 dx dx dan dx atau f’(x). f’’(x) dan f’’’(x). Sedangkan untuk turunan ke n.36 dy Jika y = csch-1(sinx). maka kita gunakan lambang : dx atau f(n)(x). maka kita dapat mencari turunan pertamanya yaitu f’(x). kedua dan ketiga ditulis dengan lambang : dy d2y d3y . Jika turunan pertama tersebut juga differensiable maka kita dapat menentukan turunan kedua dari fungsi tersebut. Contoh 4. f(x) = 2x e-x 2.Bukti : dy dy du = . f(x) = ln(a-bx) 28 3. =− dx du dx y = csch-1 u → dy =− du 1 1 u 1 + u2 du dx u 1 + u2 (terbukti) Contoh 4. f(x) = x + 1 2 .12 Turunan tingkat tinggi Jika terdapat suatu fungsi f(x) yang differensiable. y = e-2x csch-1(1-2x) 4. y = cosh (sin2x) 5. y = tanh (3x+π ) 6. Turunan pertama. dimana dny n ≥ 4. Biasanya turunan kedua dan seterusnya dari suatu fungsi disebut turunan tingkat tinggi.

tentukan differensial y Penyelesaian : f(x) = x2 . Misal terdapat suatu persamaan y = f(x). f(x) = 1 − x 5. f(x) = cos2 (mx+n) 4. f(x) = sin2(a-bx) 6. maka ∆ y menjadi sangat kecil juga. Pada pasal ini kita akan membahas pengertian dy dan dx secara terpisah.2x – 3 f’(x) = 2x – 2 Sehingga : dy = (2x-2) dx = 2(x-1) dx 29 . Dari Gambar 4.69 diatas dx dan dy disebut differensial dari x dan y.5 y dy f(x + ∆ x) f(x) ∆y l1 f(x) ∆ x = dx l 0 x x+∆ x Gambar 4.38 Jika y = x2 . Contoh 4. Sehingga persamaan 4.x2 + 4 2 4.2x – 3.13 Differensial Pada pembahasan mengenai masalah turunan kita telah menggunakan lambang dy/dx sebagai suatu kesatuan dan merupakan lambang dari turunan pertama suatu fungsi x.68) Jika harga ∆ x sangat kecil. Differensial y atau dy adalah perubahan kecil pada peubah y akibat adanya perubahan kecil pada peubah x atau dx.5 x  ∆y  ∆y =   ∆x  ∆x  didapat : (4.69) Pada persamaan 4.68 dapat ditulis menjadi : dy = f ′(x) dx (4.

Akibat meningkatnya temperatur maka jarijari bola tersebut meningkat menjadi 15.Contoh 4. Jika pada F(x. Sebuah bola mempunyai jari-jari 15 cm.14 Turunan fungsi implisit Pada pasal-pasal sebelumnya kita telah mempelajari turunan fungsi-fungsi eksplisit. Berapakah volume air yang menguap ? Penjelasan : Kerjakan kedua soal tersebut diatas dengan metode differensial ! 4. Berapakah perubahan volume bola tersebut ? 2.01r) = 0. Jika pada F(x.98 m. Sebuah kolam renang berisi penuh dengan air. tentukan perubahan volumenya. yaitu fungsi yang mempunyai bentuk y =f(x).Ukuran kolam renang tsb adalah sebagai berikut : panjang = 50 m. yaitu fungsi yang mempunyai bentuk F(x.0 = 0 (4.70) (4.72) 30 . maka : d g(x) = g' (x) dx 2. Akibat adanya penguapan kedalaman air berkurang menjadi 2. Sebagian mempunyai bentuk implisit. Jika pada F(x.02 cm. Penyelesaian : f(r) = π r2h f’(r) = 2π rh dV = f’(r) dr = 2π rh (0.y) = 0 mengandung suku h(y). Jika jari-jari silinder tersebut membesar 1% dari jari-jari asal.y) = 0 mengandung suku g(x).02 π r2h Soal-soal 1.40 dy Tentukan dx dari : x2 – 3xy +y2 = 4 Penyelesaian : x2 – 3xy +y2 = 4 → x2 – 3xy +y2 – 4 = 0 dy dy 2x – 3y – 3x dx + 2y dx .39 Volume sebuah silinder adalah V = π r2h.02 π r2h Jadi perubahan volume silinder adalah sebesar 0.71) (4.v(y)] = u' (x).v(y) + u(x). Untuk mencari turunan fungsi implisit kita gunakan aturan sebagai berikut : 1. Akan tetapi tidak semua fungsi mempunyai bentuk eksplisit. lebar = 20 meter dan kedalaman = 3 meter. maka : d [u(x). maka : d dy h(y) = h' (y) dx dx 3.y) = 0 mengandung suku u(x) dan v(y).y) = 0.v' (y) dy dx dx = Contoh 4.

t  x = s i n − (π )   y = c o2ts 3. dengan t adalah parameter (4.r2 = 0 dy dy 2 2 2xy + x dx + y + 2xy dx = 0 ii) iii) iv) i) xy = cos (x+y) xy y=e y = ln(xy) dy − (2xy + y 2 ) dy = dx (x 2 + 2xy ) → (x2 + 2xy) dx = -(2xy + y2) → Soal-soal dy 1. 31 .0) dari : x+y 2 3xy + e =e ii) x2 + y2 + xy = 1 4.dy 3y + 2x dy = 2y − 3x ( 2y – 3x ) dx = 3y .74) Soal-soal dy Tentukan dx dari fungsi parameter berikut :  x = (t + 3)3   y = (t2 − 4)2 1.2x → dx Contoh 4. Tentukan dx dari : dy 8 =− d xx = 1 5 y= 2 x + y = sinxy i) dy 2.2) Penyelesaian : x2y + xy2 = r2 → x2y + xy2 . Serlanjutnya dy/dx dicari dengan rumus: dy dy / dt = dx dx / dt (4. Tentukan nilai dx pada titik (1.41 dy Tentukan dx dari : x2y + xy2 = 6 pada titik (1.73) Untuk menentukan turunan pertama atau dy/dx dari fungsi parameter. terlebih dahulu kita tentukan dx/dt dan dy/dt.15 Turunan fungsi parameter Fungsi parameter adalah fungsi yang mempunyai bentuk : x = f(t) dan y = g(t) .

 x =    y =  t2 + 1 t+ 1 1 − t2 t 32 . x = e2t   y = l n 5( − 7) t 2. 4.