Anda di halaman 1dari 9

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 18 /PB/2011 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENCAIRAN DANA TUNJANGAN KINERJA PEGAWAI KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA YANG DANANYA DIALOKASIKAN PADA BAGIAN ANGGARAN 999 DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN, Menimbang a. bahwa dalam rangka pembayaran Tunjangan Kinerja Pegawai pada Kementerian Negara/Lembaga yang dananya berasal dari Bagian Anggaran 999 harus dilaksanakan dengan efektif. efisien, tertib, transparan, dan bertanggung jawab sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan; bahwa alokasi dana untuk pembayaran Tunjangan Kinerja Pegawai telah dialokasikan dananya melalui Surat Penetapan Rencana Kerja dan Anggaran Bendahara Umum Negara (SP-RKABUN) dan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA); bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan tentang Petunjuk Pelaksanaan Pencairan Dana Tunjangan Kinerja Pegawai Kementerian Negara/Lembaga yang dananya dialokasikan pada Bagian Anggaran 999; Mengingat 1. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.06/2005 tentang Pedoman Pembayaran dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat; Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-66/PB/2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-11/PB/2011; MEMUTUSKAN: Menetapkan PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENCAIRAN DANA TUNJANGAN KINERJA PEGAWAI KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA YANG DANANYA DIALOKASIKAN PADA BAGIAN ANGGARAN 999. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini yang dimaksud dengan: 1. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran yang selanjutnya disebut DIPA adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang dibuat oleh Menteri/ Pimpinan Lembaga atau Satuan Kerja serta disahkan oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan atau Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan atas nama Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara.

Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA/Kuasa PA adalah Menteri/Pimpinan Lembaga atau kuasanya yang bertanggung jawab atas pengelolaan anggaran pada Kementerian Negara/Lembaga yang bersangkutan. Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara yang selanjutnya disingkat KPPN adalah instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang memperoleh kewenangan selaku Kuasa Bendahara Umum Negara, berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Satuan Kerja adalah Kuasa PA yang merupakan bagian dari suatu unit organisasi pada Kementerian Negara/Lembaga yang melaksanakan satu atau beberapa kegiatan dari suatu organisasi yang membebani dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Surat Perintah Membayar Langsung yang selanjutnya disingkat SPM-LS adalah surat perintah membayar langsung kepada Bendahara Pengeluaran yang diterbitkan oleh PA/Kuasa PA atau pejabat lain yang ditunjuk atas dasar surat tugas atau surat perintah kerja lainnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
6.

Bendahara Pengeluaran adalah orang yang ditunjuk untuk menerima, menyimpan, membayarkan, menatausahakan, dan mempertanggungjawabkan uang untuk keperluan belanja negara dalam rangka pelaksanaan belanja APBN pada Kementerian Negara/Lembaga dan/ atau Satuan Kerja. BAB II RUANG LINGKUP Pasal 2

Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini mengatur petunjuk pelaksanaan pencairan dana Tunjangan Kinerja Pegawai Kementerian Negara/Lembaga yang dananya dialokasikan melalui Bagian Anggaran (BA) 999. BAB III PRINSIP DASAR PELAKSANAAN Pasal 3 Kuasa PA DIPA BA 999 menyampaikan Surat Penunjukan Kuasa PA dan Surat Penetapan Pejabat Pengelola Keuangan DIPA BA 999 beserta spesimen tanda tangan yang bersangkutan ke KPPN mitra kerja. Pasal 4 Kementerian Negara/Lembaga yang memperoleh alokasi Tunjangan Kinerja Pegawai bertanggung jawab terhadap kebenaran pembayaran Tunjangan Kinerja Pegawai masing-masing Kementerian Negara/ Lembaga. Berdasarkan tanggung jawab sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Menteri/Pimpinan Lembaga mengatur tata cara pembayaran Tunjangan Kinerja Pegawai pada masing-masing Kementerian Negara/Lembaga.

-2-

BAB IV TATA CARA PENCAIRAN DANA Pasal 5 Kuasa PA menyusun Daftar Nominatif Pembayaran Tunjangan Kinerja Pegawai untuk kebutuhan setiap bulan. Berdasarkan Daftar Nominatif Pembayaran Tunjangan Kinerja Pegawai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun Rekapitulasi Daftar Nominatif Pembayaran Tunjangan Kinerja Pegawai. (3) Daftar Nominatif Pembayaran Tunjangan Kinerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) termasuk kebutuhan tunjangan pajak yang ditanggung oleh pemerintah sesuai ketentuan peraturan perundangundangan di bidang perpajakan. Pasal 6 Berdasarkan Rekapitulasi Daftar Nominatif Pembayaran Tunjangan Kinerja Pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, Kuasa PA menerbitkan SPM-LS kepada Bendahara Pengeluaran. SPM-LS diterbitkan untuk kebutuhan pembayaran Tunjangan Kinerja Pegawai bulan berkenaan. Dalam hal terjadi keterlambatan dalam pembayaran Tunjangan Kinerja Pegawai, maka SPM-LS dapat diajukan ke KPPN untuk beberapa bulan sekaligus. SPM-LS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diterbitkan tanpa potongan Pajak Penghasilan. Pasal 7 (1) SPM-LS disampaikan ke KPPN mitra kerja dilampiri dengan dokumen sebagai berikut: Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) dari Kuasa PA; Rekapitulasi Daftar Nominatif Pembayaran Tunjangan Kinerja Pegawai. (2) Format SPTJM sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran I yang tidak terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini. (3) Format Rekapitulasi Daftar Nominatif Pembayaran Tunjangan Kinerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang tidak terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini. Pasal 8 Berdasarkan SPM-LS sebagaimana dimaksud pada Pasal 7 ayat (1), KPPN melakukan pengujian substantif dan formal. Pengujian substantif meliputi: Pengujian terhadap kebenaran perhitungan tagihan yang tercantum dalam SPM; Pengujian terhadap ketersediaan dana pada Kegiatan/Output/Jenis Belanja dalam DIPA yang ditunjuk dalam SPM tersebut; c. Pengujian terhadap SPTJM dari Kuasa PA. -3-

Pengujon formal meliputi: a. Mencocokan tanda tangan Pejabat Penanda Tangan SPM dengan spesimen tanda tangan; b Memeriksa cara penulisan/pengislan jumlah uang dalam angka dan huruf; c. Memeriksa kebenaran dalam penulisan termasuk tidak boleh cacat dalam penulisan. KPPN menerbitkan SP2D sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai mekanisme pelaksanaan pembayaran atas beban APBN. BAB V TATA CARA PEMBAYARAN Pasal 9 Bendahara Pengeluaran membayarkan Tunjangan Kinerja Pegawai sesuai dengan daftar pembayaran yang telah disusun sesuai hak yang timbul dari masing-masing pejabat/pegawai/personil dan ditandatangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen dan Kuasa PA. Pasal 10 Sisa dana pembayaran Tunjangan Kinerja Pegawai untuk bulan berkenaan yang berada pada Bendahara Pengeluaran/Bendahara Pengeluaran Pembantu tidak disetor ke Rekening Kas Negara tetapi diperhitungkan pada pembayaran bulan berikutnya. Sisa dana pembayaran Tunjangan Kinerja Pegawai pada akhir tahun, wajib disetorkan ke Kas Negara. (3) Dalam hal alokasi dana pembayaran Tunjangan Kinerja Pegawai yang alokasi dananya dipindahkan ke dalam bagian anggaran masing-masing Kementerian Negara/Lembaga maka sisa dana BA 999 yang masih terdapat pada Bendahara Pengeluaran wajib disetorkan ke Kas Negara pada akhir bulan pembayaran Tunjangan Kinerja Pegawai. Pasal 11 Bendahara Pengeluaran pada Kementerian Negara/Lembaga dan/atau Satuan Kerja wajib melakukan penghitungan, pemotongan, dan pelaporan Pajak Penghasilan atas pembayaran Tunjangan Kinerja Pegawai yang dibayarkannya sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. Bendahara Pengeluaran wajib menyetorkan ke rekening Kas Negara atas pemotongan Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). BAB VI AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN Pasal 12 Atas pelaksanaan pembayaran Tunjangan Kinerja Pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, Kuasa PA menyusun/membuat Laporan Keuangan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan mengenai Tata Cara Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Belanja Lainnya. -4-

BAB VII KETENTUAN PENUTUP Pasal 13 Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 21 Mare t


RE

2011

(R,EKTUR NDERAL,

JENAERiAGUSSUPRIJANTO
DIREKTV?
'4ei/OppAt

NIP 19530814 197507 1 001

LAMPIRAN I
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 18 /PB/2011 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENCAIRAN DANA TUNJANGAN KINERJA PEGAWAI KEMENTERIAN NEGARA/ LEMBAGA YANG DANANYA DIALOKASIKAN PADA BAGIAN ANGGARAN 999

<KOP SURAT> SURAT PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB MUTLAK Yang bertanda tangan dibawah ini: Nama NIP Jabatan (1) (2)

selaku Kuasa Pengguna Anggaran (3) dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa saya bertanggung jawab penuh atas pencairan dan penggunaan dana pembayaran Tunjangan Kinerja Pegawai sebesar Rp (4) ( rupiah) termasuk terhadap kebenaran (5) perhitungan dan penyaluran kepada yang berhak menerima. Apabila di kemudian hari, atas pencairan dan penggunaan dana Tunjangan Kinerja Pegawai tersebut diatas mengakibatkan terjadinya kerugian negara maka saya bersedia dituntut penggantian kerugian negara tersebut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Bukti-bukti pengeluaran terkait dengan pembayaran Tunjangan Kinerja Pegawai disimpan sesuai ketentuan pada satuan kerja kami, untuk kelengkapan administrasi dan keperluan pemeriksaan aparat pengawas fungsional. Demikian pernyataan ini kami buat dengan sesungguhnya.

.(6) Kuasa Pengguna Anggaran, (7)

NIP

(8) (9)

PETUNJUK PENGISIAN SURAT PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB MUTLAK NO.


Diisi dengan NIP Kuasa PA

URAIAN PENGISIAN Diisi dengan nama lengkap Kuasa PA Diisi dengan jabatan struktural Kuasa PA Diisi jumlah rupiah penarikan dana dengan angka Diisi jumlah rupiah penarikan dana dengan huruf Diisi dengan tempat, tanggal, bulan, dan tahun Diisi dengan nama Satuan Kerja Diisi dengan nama lengkap Kuasa PA Diisi dengan NIP Kuasa PA

(7)

DIREKTUR JENDERAL, DIREKTUR A, JEN R '` AGUS SUPRIJANTO NIP 19530814 197507 1 001

.*

LAMPIRAN II
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PE RBENDAHARAAN NOMOR PER- 18 /PB/2011 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENCAIRAN DANA TUNJANGAN KINERJA PEGAWAI KEMENTERIAN NEGARA/ LEMBAGA YANG DANANYA DIALOKASIKAN PADA BAGIAN ANGGARAN 999

KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA UNIT ORGANISASI (2)

(1)

REKAPITULASI DAFTAR NOMINATIF PEMBAYARAN TUNJANGAN KINERJA PEGAWAI ...201.. BULAN No. Uraian Kelas Jabatan (3) Jumlah Penerima (4) Tunjangan Kinerja Per Kelas Jabatan (5) Jumlah Tunjangan Kinerja sebelum Tunjangan Pajak (6) Tunjangan Pajak (7) Jumlah Tunjangan setelah ditambah Tunjangan Pajak (8)

5. dst. Jumlah (9) (10) (13) (16) Pejabat Pembuat Komitmen. Nama . (20) NIP

(11) (14) (17) (19)

(12) (15) (18)

Sisa Dana Pembayaran Tunjangan Kinerja bulan sebelumnya Total Kebutuhan Dana Kuasa Pengguna Anggaran, Nama...(20)... NIP

Bendahara Pengeluaran, Nama...(20)... NIP

PETUNJUK PENGISIAN REKAPITULASI DAFTAR NOMINATIR PEMBAYARAN TUNJANGAN KINERJA PEGAWAI NO. Diisi dengan Unit Organisasi Diisi dengan Uraian Kelas Jabatan Diisi Jumlah Penerima (Pejabat/Pegawai/Personil) Diisi dengan Tunjangan Kinerja Per Kelas Jabatan Diisi dengan Jumlah Tunjangan Kinerja sebelum Tunjangan Pajak (4 x 5) Diisi dengan Tunjangan Pajak Per Kelas Jabatan Diisi dengan Jumlah Tunjangan Kinerja setelah ditambah Tunjangan Pajak (6+7) Diisi dengan Jumlah Total Pegawai Penerima Tunjangan Diisi dengan Jumlah Total Tunjangan Kinerja sebelum Tunjangan Pajak Diisi dengan Jumlah Total Tunjangan Pajak Diisi dengan Jumlah Total Tunjangan Kinerja setelah ditambah Tunjangan Pajak Diisi dengan Jumlah Total Sisa Dana Pembayaran Tunjangan Kinerja sebelum Tunjangan Pajak sebelumnya Diisi dengan Jumlah Total Sisa Dana Tunjangan Pajak sebelumnya Diisi dengan Jumlah Total Sisa Dana Tunjangan Kinerja setelah ditambah Tunjangan Pajak sebelumnya Diisi dengan Jumlah Total Kebutuhan Dana Tunjangan Kinerja sebelum Tunjangan Pajak (10-13) Diisi dengan Jumlah Total Kebutuhan Dana Tunjangan Pajak (11-14) Diisi dengan Jumlah Total Kebutuhan Dana Tunjangan Kinerja setelah ditambah Tunjangan Pajak (12-15) Diisi dengan tempat, tanggal, bulan, dan tahun Diisi dengan nama dan NIP Kuasa PA, Pejabat Pembuat Komitmen, dan Bendahara Pengeluaran URAIAN PENGISIAN Diisi dengan nama Kementerian Negara/Lembaga

DIREKTUR JENDERAL,

DIREKTUR JEN RAAGUS .UPRIJANTO 30814 197507 1 001 /DERIO. 9