Anda di halaman 1dari 5

Nilai apa yang kamu ajarkan ketika kamu mengajar matematika?

Alan Bishop Perkenalan isu Pada pandangan pertama nampak seperti sebuah pertanyaan yang aneh. Tentu saja, jika kamu seorang guru kamu mengetahui bahwa kamu mengajarkan sebuah nilai-nilai, tapi pernahkah kamu berpikir tentang nilai yang kamu ajarkan -meskipun secara implisit- pada matematika? Di lain pihak, kesempatan apa yang ada untuk mengajarkan nilai secara eksplisit melalui pembelajaran matematika? Wilayah ini adalah landasan mula-mula bagi pendidikan guru. Karenanya ini membantu kita untuk memperluas pemahaman kita tentang bagaimana guru matematika mengajarkan cara bagaimana yang harus mereka lakukan. Ini membantu kita berpikir lebih hati-hati tentang bagaimana kita mengajarkan warga negara di masa datang, dan di samping itu, ini membantu kita untuk memutuskan pada tujuan-tujuan yang berdaya tarik dan dapat dilakukan untuk pendidikan matematika di masyarakat demokratis. Pada bagian ini, saya mengangkat isu tentang nilai pada konteks pendidikan matematika dan memperdebatkan bahwa fokus pada pendidikan demokrasi pasti melibatkan pendidikan tentang nilai. Kita mengetahui bahwa siswa melakukan pembangunan nilai-nilai tertentu terhadap matematika, orang dewasa pasti memiliki pandangan-pandangan tentang kerelatifan hal-hal yang penting pada matematika, pilihan –pilihan tersebut dibuat oleh siswa-siswa ketika membandingkan matematika dengan subjek lainnya dan guru pasti memiliki ide-ide individual tentang kepentingan dan tujuan-tujuan dalam mempelajari matematika. Nilai-nilai ini aspek yang berkaitan dari matematika yang dipelajari, dan mereka agaknya dipelajari secara implisit dan tanpa disengaja. Oleh karena itu, hal tersebut boleh jadi menjadi berpengaruh kepada keluasan tidak selalu dikenali dan hal ini mungkin tidak semestinya menjadi bermanfaat untuk pendidikan matematika siswa. (Bishop 1991:195) Kunci pertanyaan Dalam mengahdapi suatu isu nilai-nilai kita mengajarkan melalui matematika kita, saya mempunyai pertanyaan-peratnyaan berikut di benak saya; • Bagaimana kamu mengajarka nilai-nilai ketika mengajarkan matematika? • Nilai matematika apa yang kamu ajarkan? • Mungkin lebih secara terkemuka, nilai matematika apa yang siswa pelajari darimu?

kamu mungkin bertanya-tanya mengapa ini penting. tetapi ini tidak seperti pada pembelajaran matematika. Ini tampak relative mudah untuk mengidentifikasi pengajaran nilai pada pada pembelajaran manusia dan seni subjek. Ada kenampakan untuk menjadi nilai pengajaran yang sangat sedikit tereksplisit. Sedihnya. kamu mungkin menjadi seorang yang mahir pada pengajaran bagian. Banyak guru matematika bahkan tidak memikirkan bahwa mereka mereka mengajarkan beberapa nilai ketika meraka mengajar matematika-dan mengubah persepsi mungkin terbukti menjadi sesuatu hal besar yang akan datang dan harus diatasi. tetapi dapatkah menjadi mahir pada pengajaran nilai? Memahami lebih jauh tentang nilai menurut pandangan saya adalah kunci untuk menghasilkan kemungkinan-kemungkinan yang lebih untuk pengajaran matematika. Tidak ada jawaban yang benar untuk suatu hal. HALAMAN KEDUA Konteks Masa Kini Jika kamu tidak pernah banyak berpikir tentang isu ini. tapi kita sedikit mengetahui tentang apa yang sekarang terjadi dengan nilai pengajaran pada ruang kelas matematika. satu alasan adalah bahwa kita mengetahui bahwa semua guru mengajarkan nilai tetapi nampak dari penelitian bahwa kebanyakan pengajaran dan pembelajaran nilai pada kelas matematika terjadi secara implisit. Ada sedikit penelitian pada nilai pendidikan secara umum(Tomlinson dan Quinton 1986). antara lain: • Bagaimana situasi saat ini tentang pembelajaran nilai pada kelas matematika? • Nilai apa yang guru matematika lakukan ketika meraka berpikir mengajar? • Nilai apa yang dipelajari siswa? • Dapatkah guru memperoleh control yang cukup melalui nilai pengajaran mereka untuk mengajarkan nilai lainnya di samping itu yang mereka telah ajarkan? .Sebelum kamu membaca lebih jauh kamu mungkin berhati-hati untuk menganggap bagaimana kamu secara pribadi merespon pertanyaanpertanyaan tersebut. kita mengetahui sedikit tentang nilai bahwa guru-guru matematika berpikir mereka memberikan. Baiklah. dan bagaimanapun juga nilai pengajaran tidak seperti pengajaran bagian. Tampaknya hal tersebut menjadi beberapa pertanyaan penting yang berguna. atau bagaimana meraka memberikan dengan sukses.

5. Pembelajar menunjukkan kebiasaan ini dengan memenuhi kekonsistenan pada situasi yang layak bahwa dia datang untuk mempersepsikan sebagaimana nilai yang dipegang. Oleh karena itu. Merril Harmin dan Sidney Simon (1987) mendeskripsikan tujuh kriteria untuk menyebutkan suatu nilai.Sebelum melihat pertanyaan ini. Mereka berkata’ jika sesuatu tidak memenuhi semua dari tujuh kriteria. Hasil dari proses menilai ini disebut nilai’(Raths et al. meletakkan nilai dan menilai secara jelas hingga domain afektif. Memilih dari alternatif. Sebagai contoh. perhatian untuk nilai pada pengajaran matematika memiliki kedudukan yang dalam dan implikasi yang kekal. 2. 6. Kriteria mereka adalah: 1. Bertindak sesuai dengan pilihan. dan mengarahkan juga kedudukan alami mereka yang dalam. kita tidak bisa menyebut ini sebagai suatu nilai. literature peneliti pada nilai pendidikan mengindikasi bahwa . Penelitian menyarankan bahwa dampak negatif dari nilai ini akan dibawa seterusnya pada ketidaksukaan pada matematika pada waktu dewasa dan oleh karena itu asuhan negatif berpengaruh (Cockcroft 1982). 7. Mengulang Mereka menambahkan ‘proses yang secara kolektif mendefinisikan penilaian. 4. Menguatkan. HALAMAN KETIGA Kebiasaan digolongkan atas beberapa tingkatan yang cukup konstan dan stabil untuk diambil alih pada karakteristik dari keyakinan dan sikap. Louis Raths. 3. Apa itu nilai? Nilai pada pendidikan adalah kualitas afektif yang mendalam bahwa pendidikan berkembang melalui subjek sekolah dari matematika. pada beberapa tulisan yang asli pada daerah ini. Mereka tampak bertahan lebih lama pada memori manusia daripada pengetahuan konseptual dan prosedural.1987:201). tapi lebih mengarah pada suatu “kepercayaan” atau sikap atau sesuatu yang lain lebih dari sekedar nilai’(Raths et al 1987:199). Menghargai dan menyayangi. Memilih setelah melalui pertimbangan dari konsekuensi tiap-tiap alternatif.diperlukan untuk mengklarifikasi apa yang kita maksud ketika kita bicara tentang nilai pada pendidikan matematika. Secara umum. Benjamin Bloom dan Bertram Masia (Krathwohl et al 1964) pada taksonomi pendidikan objektif mereka. david Krathwohl. yang jika ini tidak digunakan secara teratur akan cenderung luntur. Memilih secara bebas.

Sebagai contoh. dan 4. Saya tidak yakin mengatakan bahwa mereka mengatakan bahwa kebanyakan nilai pengajaran pada matematika nampak terjadi secara implisit.2. 2 terletak antara 1 dan 3. dan kekonsistenan. sangat menarik. bayangan yang kamu punya untuk menyetujui kejadian ini: ini adalah pertama kalinya hari dimana setelah libur natal. dan 3 dan pada bagian bawah 2.nilai pendidikan seharusnya melibatkan keberadaan alternative. pilihan dan memilih. dia menjawab ‘ baik Anda dapat melihat bahwa bagian atas berurutan 1. dan pada bagian bawah 3 terletak di antara 2 dan 4 sehingga 2/3 seharusnya berada di antara 2 pecahan yang lain. kami membahas pecahan pada kelas 5 dan kami meminta mereka untuk menetapkan suatu pecahan yang berada di antara ½ dan ¾ . kecenderungan. bagaimana mungkin kamu merespon situasi seperti ini? Apa respon darimu (dua siswa dan tugasnya) menetapkan nilaimu sendiri? Coba yang ini: . itu bukan alasan yang tepat’ atau ‘ya.’ Atau … kemungkinan apalagi yang akan kamu katakan? Sekali lagi keputusanmu akan tergantung pada penilaianmu.3. Refleksi pada isu… Lalu. dan aku akan memutuskan lalu apakah kita biasa memainkannya’ apakah guru matematika merupakan bagian dari ide kurikulum? Bagaimana dengan yang ini? Ini terjadi pada saya beberapa tahun yang lalu. Bolehkah aku menunjukkan padamu bagaimana kami memainkannya?’ Apa yang akan kamu lakukan? Akankah kamu mengijinkannya segera dan melihat perkembangannya? Atakah kamu mengatakan sesuatu seperti: ‘ Baiklah ini akan bagus. satu dari murid di kelas menwarkan jawaban 2/3. Ketika kami menanyakan bagaimana dia mengetahui bahwa 2/3 terletak di antara dua pecahan tersebut. Seorang anak laki-laki mengatakan bahwa dia telah diberi suatu game matematika dari negara pamannya. nilai pengajaranmu akan tergantung pada penempatanmu sendiri terhadap nilai sebagai seorang pribadi dan sebagai guru.tunjukkan padaku setelah usai pelajaran. Kamu meminta beberapa orang memiliki penafsiran terhadap matematika. dan saya mengingatnya dengan baik. tetapi kita tidak memiliki waktu sekarang untuk melakukannya. mungkin lain kali atau mungkin sangat luar biasa. dan apa yang lebih. Menurut pengalaman saya terdapat beberapa guru yang mengetahui sedikit tentang nilai yang mereka ajarkan pada kelas matematika. Dia berkata ‘ ini sangat menarik dan memilikidan memiliki banyak variasi. Hal ini memang suatu jawaban yang menarik tetapi apa keputusanmu selanjutnya? Akankah kamu berkata: ‘tidak. dan melalui pilihanmu membentuk secara implisit penilaian muridmu. tetapi aku tidak berpikir hal tersebut akan digunakan untuk menemukan pecahan di antara pecahan yang lainnya. dan kamu berbincang dengan kelas 7 sebelum tiba waktu kerja.

khususnya yang berhubungan dengan aksi siswa di kelas. bahasa. dll? Apa ide terbesar yang seharusnya saya fokuskan pada satu tahun ini? Kurikulum apa yangn seharusnya saya pilih dan saya tawarkan pada murid saya? Yang warna merah. oleh karena itu saya percaya bahwa ini adalah hal yang perlu agar focus pada penilaian daripada kepercayaan. masalah matematika atau situasi yang dapat dikaitkan dengan gambar ini (suatu gambar wanita sedang menjual barang di pasar desa). semua termasuk aktifitas guru juga melibatkan penialaianmu. dan pengajaran matematika (Thompson 1992). Merencanakan kurikulummu untuk satu tahun Haruskah saya menekankan keluasan atau kedalaman pada topik? Apa yang dikunjungi di sekolah seharusnya dilibatkan? Bagaimana kurikulum matematika berhubungan dengan ilmu sains. Penelitian kepercayaan pada guru matematika. Penelitian lainnya yang nampak sangat mencolok yaitu tidak adanya kekonsistenan antara pernyataan kepercayaan yang diberikan oleh guru yang sama. Ethington dan Varelas 1991). sudah t’bolan-baleni g ngerti karepe….(Sosniak. Reaksi apa yang akan kamu lakukan terhadap Miguel? Dan apa yang akan kamu lakukan jika semua kelas sependapat dengan Miguel? Atau anggap saja hanya siswa laki-laki di kelas yang setuju dengan Miguel. Dia tidak tahu matematika. dan pilihanmu akan mempengaruhi penilaian siswamu. apa yang akan kamu lakukan? Suatu saat pilihanmu akan tergantung pada penilaianmu. Miguel: (esok harinya) ini tipuan! Tidak ada masalah matematika. seni. kelihatannya untuk mendemonstrasikan bahwa aksi guru secara berkala tidak membawa hubungan kepada pengakuan kepercayaan tentang matematika. Penilaianmu mempengaruhi pengajaranmu selamanya.Guru: saya ingin kamu berpikir.jd harap maklum ya teman2 Maaf heheheh  . untuk besok. Sebaik membuat keputusan mengajar in situ seperti yang terdapat di atas. Ketidak sesuaian ini penting. supaya kualitas efektif paling dalam seperti guru under pin lebih disukai keputusan dan aksi. wanita itu tidak pernah sekolah.