P. 1
Berbagai Info Harga Tanah Tol

Berbagai Info Harga Tanah Tol

|Views: 137|Likes:
Dipublikasikan oleh Komunitas Semar
Uploaded from Google Docs
Uploaded from Google Docs

More info:

Published by: Komunitas Semar on Feb 27, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/23/2013

pdf

text

original

Berbagai Berita di Media Cetak Terkait Dengan Pembebasan Lahan

Kompas/Julian Sihombing ilustrasi jalan tol Senin, 12 Januari 2009 | 22:12 WIB SEMARANG, SENIN - Warga di Kelurahan Pedalangan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (12/1), mulai merobohkan bangunan tempat tinggal mereka. Perobohan itu dilakukan setelah warga menerima pembayaran ganti rugi atas lahan mereka yang terkena pembangunan jalan tol Semarang-Solo. Nurokhman (42), Ketua RT 1 RW 3, Kelurahan Pedalangan, mengaku, sudah mulai membongkar rumahnya sejak dua minggu lalu setelah mendapat ganti rugi Rp 1,6 juta per meter persegi. Dari lahannya seluas 400 meter persegi, dia memperoleh ganti rugi Rp 640 juta. "Lahan saya sudah mulai dibayar sejak tanggal 15 Desember. Untuk itu, saya langsung membongkar bangunan rumah saya agar materialnya bisa digunakan lagi ketika sudah beli tanah baru," kata Nurokhman yang tinggal di Jalan Tirto Agung Barat V. Harry Susilo Tol Semarang-Solo Dimulai Awal Februari Kamis, 8 Januari 2009 | 07:48 WIB SEMARANG, RABU-Kendati pembebasan lahan belum mencapai 100 persen, pembangunan fisik jalan tol Semarang-Solo ditargetkan dapat dimulai awal Februari mendatang. Hal itu dikatakan Ketua Tim Pengadaan Tanah Wilayah Kota Semarang Suyoto, di Kota Semarang, Rabu (7/1). "Bagi lahan yang belum terbayar, akan ditempuh jalur konsinyasi dengan menitipkan uang ganti rugi kepada pengadilan negeri," ujar Suyoto. Menurut Suyoto, tanah permukiman kelas satu di Kelurahan Pedalangan diberikan ganti rugi sebesar Rp 1,8 juta per meter persegi, sedangkan di Kelurahan Kramas mendapat ganti rugi sebesar Rp 1,2 juta meter persegi. www.kimpraswil.go.id Senin, 8 Juni 2009 09:03 MENTERI PU DORONG PERCEPATAN PEMBEBASAN LAHAN TRANS JAWA Dalam rangka mendorong percepatan pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol Trans Jawa ruas Jawa Tengah (Jateng), Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto bersama Gubernur Jateng Bibit Waluyo bertemu dengan pimpinan dan perwakilan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Jateng di Semarang pada Jumat (5/6). Beberapa permasalahan pembebasan lahan yang terungkap dalam pertemuan tersebut diantaranya masyarakat yang menolak harga ganti rugi tanah yang ditawarkan, trase jalan yang mengenai tanah milik Departemen Kehutanan dan Pemerintah Daerah, bukti kepemilikan tanah yang tidak jelas hingga investor jalan tol bersangkutan yang belum memiliki dana pembebasan tanah. Tamzil, salah seorang anggota Tim Pembebasan Tanah ruas tol Semarang-Solo seksi I menyatakan pendapat serupa tentang pentingnya peran tim appraisal. Pembebasan lahan Semarang-Ungaran berjalan relatif lancar karena tim appraisal ikut langsung berdialog dengan pemilik tanah dan menjelaskan kriteria yang digunakan dalam penentuan harga ganti rugi. “Dengan adanya perhitungan tanah dari tim appraisal, ada warga yang tadinya ngotot minta ganti rugi senilai Rp 2.250.000 per meter persegi namun setelah dijelaskan tim appraisal maka mereka menerima harga ganti rugi yang ditentukan yaitu sebesar Rp 1.750.000 per meter persegi,” ungkap Tamzil. www.setneg.go.id Pemerintah Tanggung Rp 340 Miliar di Tol Surabaya-Mojokerto Senin, 11 Februari 2008 JAKARTA - Pemerintah akan menanggung kelebihan biaya pembebasan tanah ruas jalan tol Surabaya-Mojokerto. Pasalnya, kebutuhan dana pembebasan lahan untuk jalan tol sepanjang 37 kilometer itu membengkak hingga 200 persen karena melewati permukiman padat.

Mulia Aida, Direktur Utama PT Marga Nujyasumo Agung, mengatakan pembebasan lahan seluas 307 hektare itu membutuhkan dana Rp 800 miliar. "Dari jumlah itu kami menanggung Rp 460 miliar," kata Mulia di Surabaya, Jumat lalu. Sisanya, kata dia, ditanggung pemerintah. Sebab, sesuai dengan ketentuan, pemerintah bersedia menanggung kenaikan harga tanah atau land capping sebesar 110 persen dari nilai tanah atau 2 persen dari nilai investasi. "Dari dua pilihan itu, kami kena yang 2 persen," ujar Mulia. Rencananya pemerintah akan membayar kelebihan biaya tanah itu sekitar Juni atau Juli mendatang. "Dana itu untuk (pembebasan lahan) di seksi I-B dan II," kata dia. Adapun untuk seksi I-A, III, dan IV akan memakai modal perusahaan. Sebelumnya, pemerintah akan menutup lonjakan harga tanah ini diambil dari dana cadangan negara. Saat ini Marga Nujyasumo baru membebaskan lahan sekitar 107 hektare. Sekitar 40 hektare lahan yang belum bebas berada di seksi I-B atau di daerah Brebek. www.metrotvnews.com Dana BLU Tol Tahun 2010 Sebesar Rp 6,5 Triliun Ekonomi / Kamis, 30 Juli 2009 21:34 WIB Metrotvnew.com, Jakarta: Pemerintah tengah mempersiapkan dana Badan Layanan Umum (BLU) sebesar Rp 6,5 triliun untuk pembangunan jalan tol di tahun 2010. "Tol Trans Jawa menjadi prioritas yang akan diselesaikan pemerintah dalam lima tahun ke depan," kata Nurdin Manurung, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) di Jakarta, Kamis (30/7). Nurdin mengusulkan, ada perbedaan dana BLU yang selama ini statusnya pinjaman kepada Pusat Investasi Pemerintah (PIP), serta harus dikembalikan setiap habis tahun anggaran, menjadi dana bergulir sepenuhnya. "Seperti dana tahun 2009 yang masih terdapat Rp 1,4 triliun seharusnya tidak perlu dikembalikan, namun dapat dipergunakan untuk memperkuat dana BLU tahun 2010 yang diusulkan Rp 6,5 triliun," ujar Nurdin. Menurut Nurdin, dana BLU Rp 6,5 triliun itu seharusnya menjadi dana talangan pembebasan tanah yang selama ini menjadi tugas pemerintah. Nanti dari BPJT tinggal memberikan laporan penggunaannya. Dia mengatakan, pemerintah mengalokasikan dana BLU sampai Rp 3,9 triliun tahun 2009, sebenarnya dana Rp 6,5 triliun untuk tol Trans Jawa sepanjang 650 kilometer sangat murah dibandingkan hasil yang akan diperoleh. Warga warga Adukan Ke Dewan Selisih Harga Pembebasan Tol SUMO Oleh Kahumas tgl. Apr 29, 2010 jam Features, Info Khusus Proses Pembebasan lahan proyek tol Surabaya – Mojokerto (SUMO) yang dijadwalkan rampung pada tahun 2010 ini, ternyata hingga saat ini belum juga selesai. Bahkan akibat adanya perbedaan harga pembebasan tanah tol SUMO yang cukup mencolok, antara tanah di kawasan segitiga dengan di kawasan barat MAHMILTI, mendorong sebagian pemilik tanah untuk mengadukan persoalan itu ke DPRD Sidoarjo. Dalam rapat membahas pengaduan persoalan tanah yang digelar di ruang rapat komisi, Kamis (29/4/2010), beberapa pemilik tanah meminta kepada DPRD Sidoarjo untuk memfasilitasi adanya penyelesaian soal selisih harga ini. “Kita tidak ingin harga tanah kami hanya dihargai Rp 450.000 / m , sedangkan untuk harga tanah diseberang jalan diberi Rp 2.526.000/m,” terang Yusuf salah satu pemilih tanah dalam pengaduannya. Selain adanya selisih harga antara tanah di kawasan segitiga dengan tanah di MAHMILTI, pemilik tanah juga meminta kepada P2T untuk tidak menggunakan SK Bupati tahun 2006 sebagai dasar penetapan harga. Karena jika ini tetap dilakukan, maka warga menolak melepas tanah mereka. “Tahun 2010 sudah ada penetapan harga baru untuk pelepasan tanah, kenapa masih menggunakan SK Bupati tahun 2006,” ungkap Yusuf lagi. Sementara itu Asisten I Sekkab Sidoarjo MG Hadi Sutjipto yang hadir dalam rapat pengaduan ini menegaskan, hari ini sudah ada tim aprasial ulang untuk mengetahui harga yang baru. “Kita sudah melakukan penghitungan ulang untuk mengetahui harga tanah,” ulasnya. (Sumber : www.kabarsidoarjo.com “Abidin”)

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->