Anda di halaman 1dari 9

Diperusahaan saya (otomotif) akan menginvestasikan alat uji material.

yang saya tanyakan apa beda mendasar dari alat uji komposisi kimia dibawah ini: 1. Optical spektrometer 2. FTIR 3. XRF spektrometer 4. UV-VIS Spektrofotometer dari segi : 1. Fungsi 2. Material yang diuji misal logam,non logam(polimer, dll) 3. Mekanisme kerja alat

praktek uji kekerasan besi


Pengertian Kekerasan Kekerasan adalah ketahanan suatau bahan terhadap deformasi permanen oleh penetrasi benda lain yang lebih keras. Kekerasan adalah suatu sifat yang sebagian besar di pengaruhi oleh unsur unsur paduannya. Kekerasan suatu bahan merupakan sifat yang penting karena kekerasan suatu bahanlah yang menentukan kemudahan penggarapannya dan yang menentukan ketahanan ausnya. Metode pengujian yang dilakukan dalam praktek adalah: 1. Pengujian Brinnell. 2. 3. Pengujian Vickers. Pengujian Rockwell.

Metode Pengujian Brinnell Pada pengujian kekerasan Brinnell digunakan penetrator bola baja yang dikeraskan. Bola baja tersebut ditekan ke permukaan benda uji selama 10 15 detik dengan menggunakan gaya standard, setelah beban dan bola baja diangkat maka diameter lekukan yang terjadi diukur. Luas permukaan lekukan bola dapat dihitung dengan : Dimana : A = Luas permukaan lekukan ( mm2) D = Diameter penetrator bola baja (mm) d = Diameter bekas penekanan bola baja H = Kedalaman penekanan bola baja Jadi kekerasan Brinnell : Pada prinsipnya utuk harga F/D2 yang sama akan memberikan harga kekerasan yang tidak sama, tergantung diameter bola baja yang digunakan. Oleh karena itu pengujian Brinnell tidak dapat digunakan pada pengujian benda yang sangat keras atau yang sangat lunak. Contoh : 105 HB 2,5 / 187,5 / 15 Berarti = 105 = Menunjukkan kekerasan bahan HB = Menunjukkan cara pengujian dengan metode Brinnell 2,5 = Menunjukkan diameter bola baja 187,5 = Menunjukkan beban yang digunakan (kgf) 15 = lama pembebanan (detik) Metode Pengujian Vickers

Pada pengujian Vickers digunakan penetrator berbentuk piramida intan dengan bidang dasar piramida merupakan bujur sangkar dan sudut puncak antara dua bidang yang berhadapan 1360 .

Kekerasan Vickers = Beban yang lazim digunakan adalah 5 kgf, 10 kgf, 20 kgf, 30 kgf, 50 kgf dan 100 kgf. Metode Pengujian Rockwel Pada pengujian kekerasa rockwel digunakan pnetrator bola baja yang dikeraskan dengan diameter 1/16 untuk bahan yang lunak dan kerucut intan dengan sudut puncak 1200. Ujung kerucut di bulatkan dengan radius 0,2 m untuk bahan yang keras. Gaya awal sebesar Fo 10 kgf diperluka supaya pengaruh deformasi indentor yang elastis terhadap hasil pengujian menjadi minimal. Gaya lanjutan digunakan untuk menekan indentor tersebut sehingga meningkatkan kedalaman penetrasi indentor pada benda kerja. Kemudian seluruh gaya dihilangkan dan terdapat pengurangan kedalaman penetrasi. Hal ini disebabkan deformasi bahan yang diuji tidak seluruhnya bersifat plastis. Perbedaan awal sebelum gaya di tambah dan kedalaman akhir penetrasi indentor dapat ditentukan. Beban standar yang digunakan adalah 100 kgf untuk penetrator bola baja dan 150 kgf untuk penetrator kerucut intan. Angka kekerasan Rockwell = E e Dimana = E = Konstanta yang ditentukan oleh bentuk indentor E = 100 untuk kerucut intan. E = 130 untuk bola baja. E = tambahan penetrasi yang permanen. Harga kekerasan Rockwell dinotasikan dengan simbol HR yang didahului dengan harga kekerasannya dan dilengkapi dengan huruf yang menunjukkkan skala. Contoh ; 60 1 RC Berarti : Kekerasan Rockwell 60 Dengan skala C Bagian-Bagian Alat Uji Kekerasan Dan Fungsinya Alat Uji Kekerasan y Dial gauge = untuk membaca nilai kekerasan pada sistim Rockwell y Tempat beban = untuk memasang beban penekanan. y Tuas penekan = untuk penekanan dan pembebasan beban tekan. y Landasan = untuk tempat landasan benda yang diuji. y Ulir penekan = untuk memposisikan besar penekanan awal. y Beban = untuk gaya penekan. PELAKSANAAN PRAKTEK Persiapan Persiapan merupakan hal yang sangat penting dan harus diperhatikan sebelum memulai pekerjaan yang meliputi: 1. Kondisi harus dalam keadan baik. 2. 3. 4. Pelajari dengan cermat lembaran kerja yang diberikan. Perhatikan arahan dosen pembimbing dan tanyakan bila ada yang kurang jelas. Persiapkan peralatan dan bahan dengan baik.

5.

Berdoa sebelum memulai pekerjaan.

Bahan Dan Peralatan Bahan Untuk pengujian kekerasan digunakan test piece berupa potongan lempengan baja dengan tingkat kekerasan (ST) yang akan diketahui setelah pengujian bahan. BENDA KERJA Peralatan 1. Precission Hardness Tester . 2. Satu set perlengkapan pengujian kekerasan. 3. Mistar skala. 4. Stop watch. Keselamatan Kerja Keselamatan Pekerja 1. Berdoa sebelum melakukan pekerjaan. 2. Sebaiknya gunakan alat keselamatan kerja yang memadai. 3. Mengetahui cara menggunakan mesin dengan baik. 4. Konsentrasi terhadap pekerjaan. Keselamatan Alat Kerja 1. Gunakan alat sesuai dengan fungsinya 2. Susun dengan baik peralatan di atas meja kerja. 3. Sebaiknya tidak menggunakan tombol / handle bila kita tidak mengetahuinya. Keselamatan Benda Kerja Tidak ada prosedur khusus dalam menjaga keselamatan benda kerja , hanya yang perlu diperhatian adalah kondisi fisik benda kerja dan kalau bisa jangan melakukan penekanan dipinggir benda kerja karena aka mempengaruhi keakuratan hasil pengujian.

Langkah Kerja
Pengujian Brinnell 1. Pasanglah benda kerja pada dudukannya. 2. Pasang penetrator bola baja pada dudukannya dan kencangkan mur benam dengan kunci L. 3. Pilihlah beban yang sesuai dengan penetrator bola baja dan benda kerja yang akan diuji.

4. Pasang lensa pembesar sesuai dengan kehendak dengan cara membuka tutup atas terlebih dahulu. 5. Pasang benda uji pada landasan dan kencangkan dengan cara memutar hand wheel. 6. Nyalakan lampu. 7. Berikan pembebanan awal fo = 10 kgf dengan menggerakkan handle dari posisi 1 ke posisi 2 selanjutnya ke posisi 3 secara perlahan lahan. 8. Gerakkan lagi handle dari posisi 3 ke posisi 4 dan tunggu beberapa detik hingga jarum penunjuk skala diam (antara 10 sampai 15 detik). 9. Gerakkan kembali handle dari posisi 4 ke posisi semula. 10. Ukur diameter bekas lekukan yang terlihat pada kaca pembesar dengan mistar yang pembesarannya sesuai dengan lensa yang digunakan. 11. Ulangi langkah tersebut minimal 3 kali.

12. Hitunglah harga kekerasannya dengan menggunakan rumus yang telah diberikan
Pengujian Vickers Secara umum pengujianVickers sama seperti pengujian Brinnell hanya yang diukur adalah kedua diagonal bekas lekukan dan yang dimasukkan ke dalam rumus adalah diagonal rata rata. Hal hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut: 1. Penetratornya berbentuk piramid intan dengan sudut puncak 1360. 2. Beban yang digunakan adalah 1,3,5 kgf dengan penambahan bandul pada bagian belakang mesin, sedangkan 10, 30, 100 kgf tanpa pembebanan bandul. 3. Untuk beban 1 s/d 10 kgf mula mula handle diputar dari posisi 1 ke posisi 2, selanjutnya ke posisi 3 secara perlahan (tidak sampai ke posisi 4). 4. Untuk beban 30 s/d 100 kgf handle diputar sampai ke posisi 4. Pengujian Rockwell 1. Pasang landasan benda uji pada dudukannya. 2. Pasang penetrator bola baja 1/16 atau kerucut intan dengan sudut puncak 1200 pada dudukannya dan kencangkan dengan baut benam. 3. Pilih beban yang sesuai dengan penetratornya (100 kgf untuk bola baja dan 150 kgf untuk kerucut intan). 4. Pasang benda uji pada landasannya dan kencangkan sedikit dengan memutar handwhell.

5. Berikan beban awal 10 kgf dengan menggerakkan handle dari posisi 1 ke posisi 2 dan selanjutnya ke posisi 3 secara perlahan. 6. Atur jarum penunjuk pada posisi 0 dengan memutar ring (skala luar untuk HRB dan skala dalam untuk HRC) 7. Gerakkan handle dari posisi 3 ke posisi 4 dan tunggu beberapa detik hingga jarum penunjuk skala diam. 8. Gerakkan kebali handle dari posisi 4 ke posisi 3 secara perlahan. 9. Baca harga kekerasan bahan yang diuji pada dial sesuai dengan jarum penunjuk. 10. Kembalikan handle pada posisi semula. 11. Lakukan hal ini minimal 3 kali. Data hasil Percobaan Data Hasil Pengujian Brinnel

Diameter No Bahan Beban Penetrator hasil

Harga kekerasan brinnell Dari Dari tabel perhitungan

pengamatan

1 2 3 Rata2 1 2 3 Rata2 1 2 3 Rata2 1 2 3 Rata2

Steel Steel Steel

187,5 187,5 187,5

2,5 2,5 2,5

1,09 1,09 1,1 1,093 189,8 189,8732

Steel Steel Steel

187,5 187,5 187,5

2,5 2,5 2,5

1,09 1,09 1,11 1,094 187,88 189,4992

Steel Steel Steel

187,5 187,5 187,5

2,5 2,5 2,5

0,94 1,1 1,1 1,046 207,92 208,2407

Steel Steel Steel

187,5 187,5 187,5

2,5 2,5 2,5

1,11 1,06 1,1 1,09 187,8 190,93

Data Pengujian Brinnell

Data Hasil Pengujian Vickers

Diameter hasil No 1 2 3 Rata2 1 2 3 Rata2 1 2 3 Rata2 1 2 3 Rata2 100 100 100 1360 1360 1360 100 100 100 1360 1360 1360 100 100 100 1360 1360 1360 Bahan Steel Beban 100 100 100 Penetrator 1360 1360 136
0

Kekerasan Rata2 0,9 0,85 0,835 0,835 0,775 0,835 0,78 0,819 0,8 0,825 0,83 0,827 0,87 0,955 0,94 1,921 218,57 271,0807 276,4024 265,9113 Vickers

d1 0,9 0,9 0,84 0,88 0,8 0,85 0,8 0,81 0,82 0,82 1,93 0,84 0,89 0,98 0,93 0,93

d2 0,9 0,8 0,83 0,84 0,75 0,82 0,76 0,77 0,78 0,83 0,78 0,79 0,85 0,93 0,85 0,87

Data Pengujian Vickers


Data hasil Pengujian Rockwell

Nomor Pengujian Harga kekerasan rockwell Rata rata HRC

1 100

2 100

3 100 101

4 102

5 103

Data Pengujian Rockwell Keterangan : Penekanan selama 10 detik

Diameter No Bahan Beban Penetrator hasil

Harga kekerasan brinnell Dari Dari tabel perhitungan

pengamatan

1 2 3 Rata2 1 2 3 Rata2 1 2 3 Rata2 1 2 3 Rata2

Steel Steel Steel

187,5 187,5 187,5

2,5 2,5 2,5

1,09 1,09 1,1 1,093 189,8 189,8732

Steel Steel Steel

187,5 187,5 187,5

2,5 2,5 2,5

1,09 1,09 1,11 1,094 187,88 189,4992

Steel Steel Steel

187,5 187,5 187,5

2,5 2,5 2,5

0,94 1,1 1,1 1,046 207,92 208,2407

Steel Steel Steel

187,5 187,5 187,5

2,5 2,5 2,5

1,11 1,06 1,1 1,09 187,8 190,93

Material Teknik. Pengujian Kekerasan dan Metalografi Pengujian Kekerasan adalah satu dari sekian banyak pengujian yang dipakai, karena dapat dilaksanakan pada benda uji yang kecil tanpa kesukaran mengenai spesifikasi. Kekerasan (Hardness) adalah salah satu sifat mekanik (Mechanical properties) dari suatu material. Kekerasan suatu material harus diketahui khususnya untuk material yang dalam penggunaanya akan mangalami pergesekan (frictional force) dan dinilai dari ukuran sifat mekanis material yang diperoleh dari DEFORMASI PLASTIS (deformasi yang

diberikan dan setelah dilepaskan, tidak kembali ke bentuk semula akibat indentasi oleh suatu menda sebagai alat uji. Dalam hal ini bidang keilmuan yang berperan penting mempelajarinya adalah Ilmu Bahan Teknik (Metallurgy Engineering). Mengapa diperlukan

pengujian kekerasan? Di dalam aplikasi manufaktur, material terutama semata diuji untuk dua pertimbangan: yang manapun ke riset karakteristik suatu material baru dan juga sebagai suatu cek mutu untuk memastikan bahwa contoh material tersebut menemukan spesifikasi kualitas tertentu .

Penguian yang paling banyak dipakai adalah dengan menekankan penekan tertentu kepada benda uji dengan beban tertentu dan dengan mengukur ukuran bekas penekanan yang terbentuk diatasnya, cara ini dinamakan cara kekerasan dengan penekanan. Kekerasan juga didefinisikan sebagai kemampuan suatu material untuk menahan beban identasi atau penetrasi (penekanan). Didunia teknik, umumnya pengujian kekerasan menggunakan 4 macam metode pengujian kekerasan, yakni : 1. Brinnel (HB / BHN) 2. Rockwell (HR / RHN) 3. Vikers (HV / VHN) 4. Micro Hardness (Namun jarang sekali dipakai-red)

DIARGAM ALIR UJI KEKERASAN LOGAM

Memotong Specimen: Ukuran : 5 s/d 8 mm Harus rata